
"Ya ampun kenapa aku bisa lupa, apa aku sudah tua" gumam Rayhan sambil memakai kemeja hitam.
Rayhan mencari ponselnya yang berada di saku celananya, dengan cepat dia mencari nomor Raya.
📞📞
..."Raya" ucap Rayhan....
..."Ya pak Ray" tanya Raya....
..."Kamu tak lupa kan" tanya Rayhan....
..."Lupa apa" tanya Raya....
..."Kita hari ini akan belanja" jawab Rayhan....
..."Ya aku tak lupa, memangnya kenapa? Kapan kau akan menjemputku Pak Ray? Atau aku kesana saja naik taksi?" tanya Raya....
..."Aku akan kesana dan menjemputmu bersama mamah kau bersiaplah Raya" ucap Rayhan....
..."Baik pak Ray, aku tunggu" ucap Raya....
📞📞
Rayhan melangkahkan kakinya keluar namun dia baru saja sadar kalau hari ini akan ada meeting dengan perusahaan lain,
"Ck aku lupa" gumam Rayhan berdecak kesal.
Rayhan berjalan ke kamar Lukas yang terletak tak jauh dari ruang tengah rumah Rayhan.
"Lukas" sahut Rayhan dari balik pintu.
"Ya tuan" jawab Lukas dengan cepat sambil membukakan pintu.
"Hari ini ada Meeting, aku harap kau bisa menghandle nya Lukas karena aku sibuk sekarang" ucap Rayhan.
"Ya tuan saya akan menghandle nya, anda tenang saja tuan" ucap Lukas.
"Aku pusing Lukas, aku kita melakukan pernikahan itu akan gampang tapi ternyata" ucap Rayhan.
"Ya tuan" ucap Lukas.
"Aku akan pergi sekarang karena sudah hampir pukul tujuh" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana.
"Ray kamu sudah siap" tanya Nita.
"Sudah Mah ayo berangkat" ucap Rayhan.
Rayhan melajukan mobilnya membelah jalanan yang tak terlalu ramai, kepala Rayhan sangat pusing sekarang karena masih memikirkan uang perusahaan yang hilang dan Rayhan rugi besar.
"Mamah senang kau akan segera menikah, Mamah gak sabar ingin segera punya cucu" ucap Nita.
"Mah aku baru saja mau Nikah masa mamah sudah minta Cucu" ucap Rayhan.
"Kamu sudah mapan Ray, Mamah yakin kau bisa menjadi Ayah yang baik untuk anak mu nanti" ucap Nita.
"Ya aku mapan tapi Raya, dia masih kecil mah" ucap Rayhan.
"Kamu ini banyak alasan, mamah akan bilang nanti pada Raya kalau Raya gak usah pakai Kb supaya bisa segera dapat cucu" ucap Nita.
"Terserah mamah saja" ucap Rayhan memutar bola matanya malas.
Sesampainya di kediaman Widirdja, Raya sudah menunggu di depan gerbang rumah Bu Ajeng itu, saat melihat mobil Rayhan berhenti tepat di hadapannya, Raya pun langsung masuk kedalam mobil.
"Selamat pagi tante" sapa Raya.
__ADS_1
"Pagi Raya, kau sangat cantik hari ini" ucap Nita memuji menantunya itu.
"Terima kasih" ucap Raya tersenyum manis.
Di sebuah pusat perbelanjaan..
Hal yang paling Rayhan tak suka adalah menunggu para wanita berbelanja, dan hal ini sedang Rayhan alami, semenjak tadi Rayhan hanya mengikuti Mamah dan Calon istrinya saja berbelanja.
"Kapan akan selesai, sudah tiga toko yang kita datangi tapi tak dapat apa apa" gumam Rayhan.
"Ray lihat apa baju ini bagus" tanya Nita pada putranya yang sejak tadi hanya berdiri mematung saja.
"Bagus" jawab Rayhan singkat padat dan jelas.
"Kau kemarilah Ray pilihkan baju untuk Raya" ucap Nita.
"Ck mah lihat baju ini sangat banyak, kenapa harus di pilih pilih semuanya bagus kan" ucap Rayhan.
"Rayhan kita pilih kan yang muat dan bagus di badan Raya" ucap Nita.
Raya hanya tersenyum saja melihat calon suaminya yang kesal itu.
Nita berjalan terlebih dahulu sambil memilih kan baju yang bagus.
Raya mendekat pada Rayhan.
"Maaf karena aku kau jadi harus menemani belanja" ucap Raya yang membuat hati Rayhan adem ayem.
"Tak apa" ucap Rayhan.
Raya mendekat pada calon mertuanya lagi.
Sedangkan Rayhan dia langsung memegang jantungnya karena saat berhadapan dengan Raya jantung Rayhan pasti berdetak sangat kencang.
"Hanya bicara saja sudah berdetak sangat cepat apa lagi kalau berdekatan" batin Rayhan.
"Kenapa tadi gak aku ajak saja Lukas" gumam Rayhan menatap pada paper bag yang berada di tangannya.
"Sudah ayo kita pulang" ucap Nita.
"Ayo tante, aku cepat lelah jika berbelanja" ucap Raya.
Mereka semua pulang ke kediaman Rayhan, Raya juga ikut kesana.
Hari ini Bi Ratna kembali bekerja lagi pada Rayhan jadi setelah mereka semua pulang makanan sudah tersaji di meja makan.
"Raya, Ayo kita makan kamu pasti laparkan karena tadi berbelanja" ucap Nita.
"Jangan repot repot tante" ucap Raya.
"Tidak repot" ucap Nita menarik tangan menantunya untuk segera menuju meja makan.
Rayhan berjalan masuk kedalam kamarnya saat ini kepalanya semakin pusing, Rayhan memilih merebahkan tubuhnya di ranjang kamarnya yang big size itu.
Rayhan terlelap tidur karena merasa kecapean, bahkan dia lupa kalau Raya masih berada di rumahnya.
Nita dan Raya sudah selesai makan.
"Dimana Rayhan" tanya Nita.
"Nyonya Den Rayhan ada di kamarnya" jawab Bi Ratna.
"Oh ya" ucap Nita.
"Nitaa" teriak Topan dari dalam kamar menanggil Nita.
__ADS_1
"Ya mas" jawab Nita.
"Kemari sebentar" titah Topan.
"Raya bisakah kau panggilkan Rayhan untuk makan, dia berada di kamarnya" ucap Nita.
"Tapi tante" protes Raya.
"Tolong ya tante di panggil" ucap Nita.
"Ya tante aku akan panggilkan" ucap Raya pasrah.
Nita pun masuk kedalam kamarnya, sedangkan Raya sekarang dia melangkahkan kakinya ke lantai dua rumah itu, tapi Raya melihat lagi ke arah bi Ratna.
"Bi dimana kamar Pak Ray" tanya Raya.
"Kamar yang itu Non" ucap Bi Ratna menunjuk kamar Rayhan.
"Terima kasih Bi".
" sama sama".
Raya berjalan ke kamar Rayhan, ternyata kamarnya tak di kunci bahkan pintunya sedikit terbuka, Raya pikir Rayhan sedang bekerja di kamarnya.
"Pak Ray" ucap Raya membuka pintu kamarnya.
Raya terkejut saat mendapati Rayhan yang sedang tertidur pulas di atas ranjang.
"Pak Ray kau tidur" ucap Raya.
Raya mendekat pada Rayhan, Raya tersenyum menatap Rayhan yang semakin tampan saja saat sedang tidur.
Raya duduk di samping Rayhan sambil menepuk nepuk pipi Rayhan seraya membangunkannya.
Namun Rayhan mengigau dan langsung menarik Raya sehingga sekarang Raya berada dalam pelukannya, mungkin pikir Rayhan sekarang dia sedang memeluk bantal guling.
Raya sekarang berada di atas tubuh Rayhan.
"Pak Ray kau apa apaan" ucap Raya.
Berdekatan seintim itu bersama Rayhan, membuat Raya sangat takut apa lagi Rayhan seorang laki laki, Raya mencoba memberontak dan melepaskan tangan kekar Rayhan yang sekarang sedang memeluknya.
Di rasa ada pergerakan di dekapan Rayhan, Rayhan yang sangat sensitif jika ada pergerakan pun langsung membuka matanya.
Rayhan terkejut karena melihat wajah Raya yang sekarang berada tepat di hadapannya, mereka hanya berjarak sepuluh senti saja.
Mata mereka saling menatap, membuat jantung Rayhan semakin tak karuan di buatnya.
Raya langsung tersadar dan bangun dari atas tubuh Rayhan.
"Sedang apa kau disini" tanya Rayhan.
"Maaf Pak Ray, tadi aku datang kesini karena akan membangunkan mu tapi kau menarikku dan memelukku" ucap Raya.
"Benarkah" tanya Rayhan yang hanya di balas anggukan kepala oleh Raya.
"Maafkan aku Raya, kepala ku sedikit pusing" ucap Rayhan.
"Apa kau sakit" tanya Raya.
"Tidak hanya pusing saja, apa kau mau pulang" tanya Rayhan.
"Ya tapi kalau kau sakit tak apa aku pulang naik taksi saja" ucap Raya.
"Tidak biar aku antar" ucap Rayhan.
__ADS_1
Bersambung