Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
105


__ADS_3

Rayhan menuju ke kediaman Elpan karena sekarang Rayhan akan menginap di sana jadi Rayhan sudah persiapan membawa baju yang hitam seperti kata Raya untuk di pakai besok.


"Kenapa harus pakai baju hitam" gumam Rayhan sambil menyetir mobilnya.


Setengah jam berlalu Rayhan sampai juga di kediaman Elpan bahkan mobil Rayhan langsung di sambut oleh para pengawal Elpan yang Elpan tempat kan di pintu masuk.


"Selamat datang Nak Rayhan" ucap Ibu nya Elpan yang bernama Mira Sudarjo.


"Terima kasih Bu" ucap Rayhan.


"Senang bisa bertemu lagi" ucap Bu Mira.


"Ya Bu" ucap Rayhan.


"Ayo masuk ke dalam" ucap Bu Mira.


"Terima kasih" ucap Rayhan.


Rayhan masuk ke dalam, rumah Elpan sudah di hias dengan sangat meriah padahal yang harus nya meriah itu pihak wanita tapi ini pihak Elpan pun sangat meriah.


"Ray" sahut Elpan di ruang tamu.


"Ya" ucap Rayhan.


Rayhan mendekat pada kedua sahabatnya itu.


"Kapan datang Bal kau tak ajak aku" ucap Rayhan.


"Tadi pagi, aku malu mengajak mu karena kan ada kakak ipar juga sekarang bekerja di perusahaan mu" ucap Iqbal.


"Ck Raya sudah berada di rumah Rahma sejak kemarin" ucap Rayhan.


"Oh ya" tanya Elpan.


"Ya biasa mungkin perkumpulan karena kan sebenar lagi Rahma akan menikah jadi dia butuh teman curhat" ucap Rayhan.


"Ya juga" ucap Iqbal.


"El rumah mu sangat meriah apa adik mu juga akan menikah" tanya Rayhan.


"Gak lah ini kan buat menyambut Rahma datang ke sini kalau bahasa orang tua nya itu apa ya" ucap Elpan sambil berfikir.


"Mundut mantu gitu" ucap Elpan.


"Ahh sudah lah aku tak paham Masalah itu" ucap Rayhan.


"Lalu sekarang bagai mana apa perasaan mu Grogi atau gugup" tanya Rayhan.


"Hah biasa saja" ucap Elpan.


"Oh berarti belum karena aku kemarin sangat Grogi dan gugup bahkan kau tau rasa nya aku ingin pergi dari sana" ucap Rayhan.


"Se fatal itu akibat nya" ucap Iqbal.


"Lebih parah" ucap Rayhan.


"Semoga aku gak merasakan nya" ucap Elpan.


"Ini sindrom menikah jadi semua orang akan merasa kan nya" ucap Rayhan.


"Apa menikah ada sindrom nya" tanya Iqbal.


"Tentu saja" ucap Rayhan.


"Se bahaya itu" ucap Iqbal yang hanya di balas anggukan kepala oleh Rayhan.


"Dasar teman ko nyol" gumam Rayhan.


Mereka semua berbincang bincang membahas hal yang tak masuk akal.


Sedangkan di rumah kediaman Mahoji,


Raya dan Julia tengah membantu menghias kamar Rahma untuk malam pertama.


Sedangkan Rahma sudah tak boleh masuk ke dalam kamar karena itu khusus untuk malam pertama mereka.


Raya menata bunga di atas kasur yang empuk sedangkan Julia sekarang tengah memasukan bunga pada pas yang transparan.


"Ray apa bunga ini tak akan layu" tanya Julia.


"Kasih air saja Jul" ucap Raya.


"Ya aku akan kasih air sedikit" ucap Julia yang langsung menuju ke kamar mandi Rahma.


Namun Julia sangat terkejut karena melihat kamar mandi yang sangat berantakan ada cucian kotor di keranjang.


"Raya" sahut Julia dari kamar mandi.


"Ya" ucap Raya yang langsung berjalan menuju kamar mandi.


"Ada apa" tanya Raya.


Raya terkejut melihat kamar mandi yang berantakan karena dia terobsesi pada ranjang sehingga mereka lupa kalau kamar mandi tak di bersihkan apa lagi kemari Raya dan Julia juga memakai kamar mandi itu.


"Ayo bersihkan dulu ini" ucap Julia.


"Ya" ucap Raya.


Mereka berdua membereskan kamar mandi sampai bersih bahkan Raya juga mengganti pewangi di sana dengan yang baru karena ingin kamar mandi itu lebih wangi.


"Sudah" ucap Julia.


"Kita selesaikan ranjang sekarang" ucap Raya.


Mereka melakukan nya selama hampir satu jam, sedangkan Rahma dia hanya menunggu di ruang tamu sambil melihat orang orang yang sedang mendekorasi rumahnya.


"Kira kira Raya dan Julia sudah selesai belum ya udah hampir satu jam lebih tapi mereka belum keluar juga" gumam Rahma.


Namun saat Rahma hendak ke sana raya dan Julia datang ke sana.


"Sudah" tanya Rahma.


"Sudah" ucap Julia dan Raya serempak.


"Boleh aku lihat" tanya Rahma.


"Jangan" ucap mereka serempak.


"Kenapa" tanya Rahma.


"Besok malam kau akan melihat nya" ucap Raya.

__ADS_1


"Ya bersama dengan kak El" ucap Julia.


"Ya Rahma betul kata teman teman kamu, malam ini kalian tidur di kamar tamu saja" ucap Argam.


"Ya pak " ucap nya serempak.


"Selamat ya Rahma besok kau akan menjadi istri orang" ucap Raya.


"Ya aku tak sangka kalau aku akan menikah" ucap Rahma.


"Bahkan aku yang dahulu selalu memainkan boneka sekarang aku akan memainkan perabotan dapur bahkan dulu aku yang tidur dengan guling sekarang aku punya teman tidur" ucap Rahma.


"Ya pasti" ucap Raya.


"Kamu kapan Jul" tanya Rahma pada Julia.


"Hah aku mah gampang nanti saja" ucap Julia.


"Cepat Jul kami sudah menikah tinggal kamu yang belum" ucap Raya.


"Siap nanti aku cari dulu yang mau sama aku" ucap Julia.


"Semua laki laki mau pada mu Jul kamu nya saja yang jual mahal" ucap Rahma.


"Ck aku bukan jual mahal tapi aku hanya memilih saja siapa tau aku dapat yang baik" ucap Julia.


"Mending sama Rega" ucap Raya.


"Ya Rega baik" ucap Rahma.


"Mulai lagi" ucap Julia.


Sedangkan di kediaman Dion Adinata yang tak lain adalah di rumah Minah istri tua Dion Adinata.


"Tuan aku dapat kabar kalau sekarang Rayhan berada di rumah teman nya karena teman nya itu akan menikah bahkan istrinya juga tak ada tuan" ucap anak buah Dion.


"Kita istirahat saja dulu sekarang sampai hari pernikahan selesai kita akan teror lagi kediaman Rayhan" ucap Dion.


"Tuan apa kau akan selama nya begini, hah tunduk di bawah kuasa Van Armasta itu" tanya Haykal.


Dion berfikir sejenak.


"Aku hanya memanfaatkan dia saja setelah aku bisa mengalahkan Rayhan aku juga akan menyingkirkan Van" ucap Dion.


"Apa kau yakin kau akan bisa" tanya Haykal.


"Tentu saja dulu Papah nya Rayhan saja aku kalah kan apa lagi sekarang Rayhan" ucap Dion.


"Kau salah tuan, aku sangat yakin kalau Rayhan itu bukan orang sembarangan" ucap Haykal.


"Kau masih meragukan aku" tanya Dion.


"Tuan setiap orang akan punya waktu baik dan si al, kau bisa saja sukses mengalahkan Papah nya Rayhan lalu bagai mana kalau kau gagal mengalahkan Rayhan ingat tuan hari si al tak tertulis di kalender" ucap Haykal.


"Diam kau, kau hanya bekerja pada ku bukan untuk banyak bicara tapi banyak lah bekerja" ucap Dion.


"Aku hanya memberi tau saja siapa tau kau lupa pada hal itu" ucap Haykal.


"Terserah" ucap Dion.


"Van Armasta itu bo doh dia tak akan tau kalau orang yang sekarang bersama nya itu adalah musuh dalam selimut" gumam Haykal.


"Kau takut kalah tuan" ucap Haykal.


"Tak aku tak takut" ucap Dion.


"Masa" tanya Haykal.


"Sadar Dion kau sangat berdosa pada nak Rayhan" ucap Minah istri tua Dion.


"Apa kau mau ikut campur" tanya Dion marah pada istrinya itu.


"Kau sangat berdosa Dion kau sangat ja hat" ucap Minah.


"Kau hanya istri ku Minah kau beban bagi ku jadi diam lah karena aku tak mau dengar lagi suara mu yang membuat telinga aku sakit itu" ucap Dion.


"Kau ber salah Dion, sangat sangat salah" ucap Minah.


Plak


Dion menampar istri nya sampai membuat istrinya terhuyung ke lantai.


"Aku bilang diam diam" bentak Dion.


"Kau takut Dion, hati mu sudah merasa kalah tapi kau seolah tutup mata pada kejadian ini" ucap Minah.


"Aku akan secepatnya talak kau Minah aku tak akan segan segan" ucap Dion.


"Aku gak takut" ucap Minah.


"Aku akan secepatnya kirimkan surat perceraian kita" ucap Dion yang langsung pergi dari sana meninggal Minah dan seluruh anak buah nya.


"Dasar mahluk halus" geram Minah marah pada suami nya.


Malam harinya di kediaman Elpan.


Rayhan dan Iqbal tengah menikmati makanan yang di sediakan oleh pelayan di rumah Elpan.


"Benar ya makanan orang kaya sangat enak" ucap Iqbal.


"Ya tentu saja" ucap Rayhan.


"Aku di rumah belum pernah makan makanan ini" ucap Iqbal.


"Apa lagi aku, Raya selalu memasak sayur dan Ayam yang sudah menjadi kesukaan ku selama beberapa bulan ini" ucap Rayhan.


"Miris" ucap Iqbal.


"Walau pun begitu tapi aku ada yang memasak untuk ku tak seperti kau" ucap Rayhan.


"Aku ada pembantu" ucap Iqbal.


"Beda lah" ucap Rayhan.


"Kalian sedang mengobrol apa" tanya Elpan yang baru saja datang ke sana.


"Makanan mu sangat enak" ucap Iqbal.


"Tentu saja mamah sengaja menyewa pelayan dari luar negeri untuk makanan ini" ucap Elpan.


"Hah makanan ini dari luar negri" tanya Iqbal.

__ADS_1


"Bukan dari luar negri tapi yang masak dari luar negri" ucap Elpan.


"Aku penasaran bagai mana bentuk orang nya" tanya Iqbal.


"Cantik" ucap Rayhan.


"Hah sejak kapan kau tau cantik Ray" tanya Iqbal.


"Tentu saja aku tau" ucap Rayhan.


"Oh ya Bal bagai mana perusahaan mu sekarang" tanya Elpan.


"Baik kemarin aku baru bergabung dengan perusahaan Atmala, oh ya Ray apa hubungan Raya dengan Mutiya" tanya Iqbal.


"Katanya teman" ucap Rayhan.


"Oh ya se dekat itu bahkan saat aku meeting dengan Mutiya ada Raya juga di sana, aku paham kalau Raya sangat risih saat itu apa lagi kan saat itu Mutiya membicarakan cara dia bekerja di hadapan Raya, tapi Mutiya terlihat biasa saja" ucap Iqbal.


"Apa" tanya Rayhan dan Elpan tak percaya.


"Beneran aku kira mereka sudah teman lama" ucap Iqbal.


"Tidak mereka hanya baru bertemu dua kali saja" ucap Rayhan.


"Mungkin Mutiya itu takut kalau bertemu dengan mu berdua jadi dia mengajak Raya" ucap Elpan.


"Ya mungkin saja" ucap Rayhan.


"Masa sih" tanya Iqbal.


Mereka melanjutkan makan nya sampai habis, malam ini mereka tidur satu kamar dengan Elpan.


Rayhan dan Iqbal bingung karena mereka akan tidur di mana,


"Ayo tidur" ucap Elpan yang sekarang sudah berbaring di ranjang.


"Kita akan tidur di mana" tanya Iqbal.


"Di sini" ucap Elpan menunjuk ranjang samping nya.


"Ihhhh" Rayhan dan Iqbal bergidik ngerti.


"Yang benar saja El masa satu ranjang" ucap Iqbal.


"Hah tak waras" ucap Rayhan.


"Emang nya kenapa kalau kita tidur bertiga, kasur nya besar" ucap Elpan.


"El kita cowok" ucap Rayhan.


"Lalu" tanya Elpan.


"Bagai mana kalau kita salah" ucap Iqbal.


"Salah apa" tanya Elpan.


"Kau tak peka" ucap Iqbal.


"Apa yang kalian bicara ini" tanya Elpan.


"Ya begini kan Rayhan sudah lama menikah bagai mana kalau Rayhan Salah peluk misal" ucap Iqbal.


"Kenapa aku" ucap Rayhan.


"Ya misal kan" ucap Iqbal.


"Gak akan" ucap Elpan.


"Kau gak paham" ucap Iqbal.


"Aku tidur di sisi saja biar Elpan yang di tengah" ucap Rayhan memutuskan.


"Ya yasudah" ucap Elpan.


"Kalian belum paham" ucap Iqbal.


Mereka bertiga tidur di atas ranjang yang sama karena ini pertama kali nya bagi mereka tidur bersama Karena sebelumnya mereka tak pernah menginap bareng.


Benar saja apa yang Rayhan duga kedua teman nya itu mengorok membuat Rayhan tak bisa tidur dengan nyenyak.


Apa lagi sekarang kedua teman Kon yol nya itu tak bisa diam saat sedang tidur.


"Kenapa mereka ini, membuat aku tak bisa tidur saja" geram Rayhan.


Rayhan bangun karena tak bisa tidur dengan mereka yang sangat berisik.


Rayhan mendengar ada suara di luar kamar itu, Rayhan keluar melihat ada apa di luar ternyata di luar banyak sekali orang yang sedang memasang dekorasi rumah itu.


Padahal dahulu saat Rayhan menikahi Raya tak ada hal seperti itu di lakukan di rumah Rayhan.


"Nak Ray belum tidur" tanya Bu Mira sudarjo.


"Belum Bu" ucap Rayhan.


"Ya ibu permisi dulu anggap saja seperti rumah sendiri nak Rayhan" ucap Bu Mira.


"Ya Bu" ucap Rayhan.


Adik Elpan datang ke sana menemui Rayhan yang sekarang tengah melihat orang orang memasang dekorasi.


"Kak Rayhan" ucapnya.


Rayhan melihat adik El yang sekarang berada di hadapan nya itu.


"Sedang apa di sini" tanya nya.


"Lagi lihat ini" ucap Rayhan.


"Bisa aku temani" tanya nya.


"Maaf tapi aku jadi ngantuk, aku ke kamar dulu" ucap Rayhan yang langsung masuk ke kamar padahal dia tak bisa tidur.


"Kenapa harus ada dia di sini" gumam Rayhan.


Rayhan duduk di pinggir ranjang dia ingin sekali menghubungi Raya namun sekarang sudah malam mungkin Raya sudah tidur.


Rayhan sangat sayang pada Raya apa lagi sekarang Rayhan sudah sangat terikat pada Raya untuk berpisah dua hari saja rasa nya sudah satu tahun tak bertemu.


"raya besok kita akan ketemu aku sudah rindu pada mu, entah lah rasa nya aku tak rela kalau jauh dari mu, tapi aku tak tau nanti saat kau tau aku yang sebenarnya apa kau akan menerima aku atau tidak, hanya hal itu saja yang sangat aku sesali sampai sekarang" gumam Rayhan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2