
Rayhan dan Lukas kembali ke perusahaan pak Dion Adinata, walau pun Rayhan ingin melihat para polisi mengevakuali mobil anak buah Rayhan yang terbakar di jurang.
Rayhan masih ingat benar dengan perkataan anak buahnya itu, "saya sudah menyimpannya di flash dis saya" ucapan anak buahnya itu terngiang ngiang di telinga Rayhan.
"Lukas apa Flash dis nya akan ikut terbakar" tanya Rayhan yang sekarang sedang dalam perjalanan karena akan bertemu dengan pak Dion Adinata.
"Tuan kemungkinan besar Flash dis itu akan ikut terbakar" ucap Lukas.
"Ck padahal hanya dia yang akan memberikan aku informasi" gumam Rayhan.
Rayhan sampai di perusahaan pak Dion, Rayhan masih mengingat kecelakaan itu bahkan rasa bersalah hinggap di benak Rayhan karena Rayhan tak tau harus bicara apa dengan orang tua anak buahnya itu.
Rayhan bertemu dengan pak Dion, namun semenjak tadi Rayhan mendapat tatapan tak suka dari pak Dion, bahkan dengan entengnya pak Dion membicarakan berita kebakaran di jurang itu.
"Oh ya pak, rencananya kami akan membangun pabrik cabang di sebuah desa" ucap Rayhan.
"Ya aku tau kau mampu" ucap pak Dion tak suka pada Rayhan.
"Baiklah pak saya pamit karena pembahasan kita sudah selesaikan" ucap Rayhan.
"Silahkan" ucap Pak Dion ketus pada Rayhan.
Rayhan pergi dari sana dengan perasaan marah, karena dia merasa kalau pak Dion terlihat tak suka padanya padahal apa kesalahan Rayhan yang membuat pak Dion marah.
"Tuan aku pikir pak Dion, marah padamu" ucap Lukas saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Aku pikir juga begitu, tapi apa salah aku" tanya Rayhan heran.
Rayhan memutuskan untuk kembali ke tempat lokasi kebakaran tadi.
Rayhan ingin melihat apa saja bukti yang polisi dapatkan dari anak buahnya itu.
Sesampainya disana Rayhan melihat tak ada siapa siapa hanya ada satu polisi yang sedang memunggu disana.
"Apa kalian sudah mengevakuasi korban" tanya Rayhan kesal.
"Belum tuan mobilnya masih panas dan baru padam tadi, jadi kami memutuskan untuk mengevakuasinya sore nanti" jawabnya.
"Kerja kalian lama" gumam Rayhan.
Rayhan membuka Jas yang sejak tadi membalut tubuhnya serta dasi yang berada di kerah bajunya.
"Tuan anda mau kemana" tanya Lukas.
"Aku akan turun ke bawah, apa kau mau ikut" tanya Rayhan.
"Tuan itu sangat bahaya" cegah Lukas.
"Tapi Lukas kapan lagi, bagaimana kalau anak buah kita masih hidup di jurang sana, setidaknya aku bisa melihat jasad dia aku baru bisa tenang" ucap Rayhan.
Rayhan dengan nekad melangkah pada jurang yang sangat terjal dan licin, bahkan Rayhan tak memperdulikan pada pakiannya yang sekarang kotor karena tanahnya basah.
"Tuan tunggu saya" ucap Lukas.
"Tuan jangan kesana bahaya" ucap polisi itu mencegah Rayhan.
Tapi Rayhan malah terus saja berjalan dan akhirnya Rayhan terpeleset, dengan cepat Rayhan tergelincir ke bawah seperti anak kecil sedang naik perosotan.
"Tuan kau baik" teriak Lukas dari atas.
"Ya ayo turun" ucap Rayhan sambil meringis kesakitan karena sudah Rayhan pastikan kalau badannya pasti akan mendapat luka karena sekarang juga badan Rayhan terasa perih.
"Lukas ayo kau sangat lama" teriak Rayhan.
"Ya tuan" ucap Lukas yang masih berada di atas.
Rayhan menatap pada mobil yang sudah hangus itu, padahal mobilnya sudah dingin mungkin apinya sudah padam dari dua jam yang lalu.
"Tapi kenapa polisi itu tak langsung bertindak" gumam Rayhan.
Rayhan membuka pintu mobil, namun saat Rayhan hendak membukanya pintunya sudah rusak dan langsung jatuh ke bawah.
"Tak ada apa apa di dalam mobil" gumam Rayhan.
Rayhan cukup tau tentang kebakaran, jika memang ada mayat di dalam mungkin akan ada banyak abu atau bau membakar daging di sana, namun Rayhan tak mencium bau itu.
"Tuan apa ada yang anda temukan" tanya Lukas.
__ADS_1
"Hanya ada abu di dalam" ucap Rayhan.
"Kasihan dia mungkin abu itu punya anak buah kita tuan" ucap Lukas.
"Tapi Lukas tak ada bau daging terbakar di sini" tanya Rayhan.
"Daging siapa" tanya Lukas.
"Tentu saja tubuh anak buah kita Lukas, jika anak buah kita mati terpanggang mungkin ada bau daging terbakar di sini, namun buktinya kita gak mencium apa apa" ucap Rayhan.
"Benar juga tuan, namun apa mungkin baunya sudah hilang" tanya Lukas.
"Mungkin saja, lalu dimana jasad anak buah kita" ucap Rayhan.
Rayhan menyalakan senter ponselnya dan menyoroti setiap sudut mobil yang hangus itu tak ada sisa apa pun di sana hanya ada abu saja yang menumpuk.
"Tuan kita cari ke sana" ucap Lukas sambil menunjuk kedalam sana yang sedikit gelap.
"Kita akan kesana" tanya Rayhan menatap hutan yang cukup gelap karena tak tersorot mata hari.
"Ayo tuan kita coba siapa tau saja ada sesuatu" ucap Lukas.
"Kita akan mencari anak buah kita Lukas bukan uji nyali, bagaimana kalau di dalam sana ada singa atau ular" ucap Rayhan bergidig ngeri.
"Tidak akan tuan, lagi pula bantuan juga belum datang" ucap Lukas yang langsung masuk kedalam hutan itu.
Saat masuk keadaan hutan itu tak terlalu gelap mungkin karena mereka melihat dari kejauhan jadi terasa gelap dan terkesan mistis.
"Lukas apa yang akan kita cari" tanya Rayhan.
"Tuan semoga saja kita menemukan jerapah untuk kita lihat" ucap Lukas bercanda.
"Apa kita akan menemukan ikan juga di sini" tanya Rayhan.
"Apa ikan? Tuan ini hutan bukan lautan" ucap Lukas.
"Ya dan aku bukan anak kecil yang bisa kau bohongi, mana ada jerapah di dalam hutan" ucap Rayhan kesal.
"Tuan kata orang orang ada semacam hantu atau penunggu di hutan ini" ucap Lukas.
"Oh ya apa saja yang di katakan orang orang" tanya Rayhan.
Tiba tiba mata Rayhan melihat sosok yang mukanya penuh dengan darah dan posisi sosok itu berada di dekat pohon besar.
"Apa hantu itu berdarah" tanya Rayhan yang sekarang sudah gemetar hebat karena takut.
"Ya mungkin" ucap Lukas.
Rayhan langsung mengarahkan muka Lukas pada sosok yang berada dekat pohon besar itu.
"Aaaaaa hantu" teriak Lukas terkejut.
Lukas sudah membalikan tubuhnya supaya tak melihat sosok itu lagi, sedangkan Rayhan dia menatap kembali pada sosok itu dan masih ada disana.
Rayhan melihat dengan detail.
"aku kira itu bukan hantu Lukas, lihatlah dia masih ada dan tak bergerak" ucap Rayhan.
"Hah benarkah" tanya Lukas yang langsung melihat sosok itu lagi.
"Ayo kita kesana" ucap Rayhan.
Lukas hanya mengekor saja dari belakang, bahkan Rayhan lah yang menyentuh sosok itu terlebih dahulu.
"Ini orang Lukas, apa dia anak buah ku" tanya Rayhan.
Di sebuah rumah sakit di kota..
Rayhan dan Lukas sedang menunggu di ruang tunggu karena baru satu jam yang lalu dia membawa anak buahnya itu ke rumah sakit, setelah di pastikan kalau itu anak buahnya Rayhan langsung membawanya ke rumah sakit.
"Apa kau menemukan sesuatu di saku celananya" tanya Rayhan.
"Tidak tuan" jawab Lukas.
"Aku harap dia bisa segera sadar dan memberi tau aku semuanya" ucap Rayhan.
Drtt drtt
__ADS_1
📞📞📞
..."Ya Raya ada apa" tanya Rayhan pada penelpon yang tak lain adalah istrinya sendiri....
..."Pak Ray kapan pulang" tanya Raya....
..."Nanti sebentar lagi" ucap Rayhan....
..."Boleh aku keluar dari kamar sekarang, aku bosan" ucap Raya....
..."Tetap berada di atas ranjang Raya kau harus banyak istirahat karena besok kita akan pergi" ucap Rayhan....
..."Ya pak" ucap Raya....
📞📞
Dokter keluar dari dalam ruangan itu.
"Bagaimana kondisinya" tanya Rayhan yang langsung mendekat pada Dokter.
"Kondisinya koma tuan, karena benturan yang cukup keras dan satu hal yang kami takutkan" ucap Dokter.
"Apa" tanya Rayhan.
"Kami takut pasien mengalami amnesia" ucap Dokter.
"Apa akan separah itu" tanya Rayhan.
"Melihat dari luka nya begitu tuan, apa lagi benturannya tepat di belakang kepala" ucap Dokter.
"Bagaimana sekarang" tanya Rayhan pada Lukas.
"Tuan lebih baik kita pergi dulu dari sini, apa lagi sekarang sangat banyak pekerjaan di kantor" ucap Lukas.
"Yasudah ayo" ucap Rayhan.
"Dok ini kartu nama saya kalau ada kabar terbaru tolong hubungi saya" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucapnya.
Rayhan berfikir sejenak.
"Lukas kau handle semua pekerjaan di kantor, dan aku akan ke markas sekarang karena pengiriman senjata akan di lakukan malam nanti" ucap Rayhan.
"Baik tuan saya akan naik taksi" ucap Lukas.
"Jangan biar aku yang mengantar mu" ucap Rayhan.
Setelah mengantar Lukas sampai ke perusahaannya Rayhan langsung tancap gas menuju ke markas Tiger group.
"Selamat datang tuan" ucap anak buah Rayhan penjaga markas itu.
"Apa barang sudah siap" tanya Rayhan.
"Sudah di pick up semuanya tuan, siap kita kirimkan" ucap anak buah Rayhan.
"Kita kumpul di ruangan ku" ucap Rayhan.
Dengan cepat semua anak buah kumpul di ruangan Rayhan.
"Kalian pasti sudah mendengar tentang kebakaran mobil salah satu anggota kita" ucap Rayhan.
Semua anak buah langsung terkejut karena mereka belum tau siapa yang mengalami kebakaran mobil itu bahkan di televisi tak di sebutkan identitasnya.
"Siapa"
"Apa teman kita juga".
"Rega, teman kita dia yang mengalami kebakaran mobil itu, tapi kalian tenang saja dia sedang koma sekarang aku dan Lukas yang menemukannya" ucap Rayhan.
"Doakan saja kesembuhan untuknya" ucap Rayhan.
"Baik tuan" serempak.
"Kalian berhati hati lah, karena sekarang group kita sedang tak baik baik saja ada orang yang ingin mencelakai kita, apa lagi dengan anak buah Blooder yang kemarin kita musnahkan" ucap Rayhan.
"Dan satu lagi, besok aku akan ke bali bersama dengan Raya istriku aku minta lima orang dari kalian untuk mematai matai aku dan Raya tapi dengan jarak jauh" ucap Rayhan.
__ADS_1
"Baik tuan" serempak.
Bersambung...