Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 109


__ADS_3

"Mah aku sangat pengap sekarang" ucap Rayhan yang sekarang sudah berada di ruang tamu bersama dengan orang tuanya.


Karena para tamu sudah pulang jadi mereka bisa sebentar bersantai.


"Ya Ray resiko nikahan di kampung memang begini gak sama kaya di kota" ucap Nita.


"Oh" ucap Rayhan.


Zia dan Raya datang ke sana dan ikut bergabung bersama dengan mereka.


"Mah" tanya Zia.


"Pengantin mau kemana" tanya Nita.


"Mah ayo lah jangan panggil begitu panggilan saja Zia" ucap Zia malu malu.


"Zia setiap pengantin akan di panggil seperti itu" ucap Nita.


"Tapi aku gak mau mah" ucap Zia.


"Duduk lah" titah Rayhan pada adik nya sambil menepuk kursi di samping nya mengkode pada Zia agar duduk di samping nya.


"Apa" tanya Zia dengan malas.


"Kenapa Ustadz itu mau pada mu" tanya Rayhan.


"Ray dia itu Ustadz ternama" ucap Nita membela calon menantu nya.


"Ya mah" ucap Rayhan.


"Kak aku juga sebenarnya gak sangka tapi mau bagai mana lagi dia sudah melamar dan tanggal sudah di tetapkan jadi apa lagi yang harus aku pertanya kan" ucap Zia.


"Ah jangan bohong Zia kau juga suka kan sama nak Adam, jangan merasa so paling tersakiti Zia" ucap Nita.


"Ya mah" ucap Zia tersenyum.


Raya hanya tersenyum saja melihat keharmonisan keluarga suami nya itu, bahkan Raya juga selalu meng halu tentang keluarga nya yang harmonis.


Namun sayang halu Raya hanya sebatas halu saja.


"Kak apa kau tak kuliah" tanya Zia.


"Ya besok" ucap Raya.


"Lalu sekarang bagai mana kau gak akan kuliah dong kan ada di sini" tanya Zia.


"Tak masalah aku bisa absen dua sampai tiga Minggu" ucap Raya.


"Ya" ucap Zia.


"Lalu perusahaan mu Ray" tanya Topan.


"Aku sudah suruh Lukas menghandle nya" ucap Rayhan.


"Bagus lah" ucap Topan.


Malam harinya Raya dan Zia tidur di kamar Zia sedang kan Rayhan ada di kamarnya sendiri, dia tengah menatap pada jendela luar menikmati malam hari dikampung.


Rayhan melihat ada seseorang yang mengendap endap di halaman belakang rumahnya.


Bahkan ada dua orang di sana yang sedang mengendap endap layak nya pencuri.


"Siapa mereka" gumam Rayhan.


Rayhan keluar dari rumah nya karena akan melihat siapa orang orang yang sedang mengendap endap itu.


Rayhan bersembunyi di balik dinding rumahnya itu.


Seorang yang mengendap itu mendekat pada Rayhan.


Dengan cepat Rayhan mencekik orang itu dan menempel kan tubuh orang itu di dinding.


"Siapa kamu" tanya Rayhan.


"Ampun tuan" ucap nya.


"Dia bukan orang sini mana mungkin kalau orang sini dia tau aku sering di sebut tuan" batin Rayhan.


"Ti mana linggih na" tanya Rayhan memakai bahasa Sunda bahasa kampung sana.


Orang itu kebingungan karena harus menjawab apa.


"Aku Ferdi" jawab nya.


"Dia tidak tau bahasa kampung sini berarti dia bukan orang sini" batin Rayhan.


"Saya harus pulang sekarang" ucap nya lagi.


"Di mana kamu tinggal" tanya Rayhan.


"Di sebrang sana" ucapnya.


"Oh" ucap Rayhan.


Orang itu pergi dari sana meninggal kan Rayhan yang masih berada di sana.


Lalu kedua anak buah Rayhan datang ke sana.


"Tuan orang itu titahan Van Armasta aku lihat tadi dia keluar dari mobil" ucap anak buah Rayhan.


"Apa" tanya Rayhan.


"Ya tuan saya tau betul mobil yang dia Naiki tuan".


"Kalian harus lebih waspada ingat mereka semua ada di mana mana" ucap Rayhan.


"Baik tuan".


Rayhan kembali lagi ke rumah nya karena tak mau keluarga nya sampai tau kalau Rayhan memasang anak buah nya di segala arah.


Namun di kamar Zia, Raya saat ini tengah bingung dengan foto yang di kirimkan oleh nomor yang tak dia kenal itu.


"Apa Mas Rayhan seburuk ini" gumam Raya.


Raya memperbesar gambar yang ada di layar ponsel nya itu, dan itu benar benar Rayhan bahkan saat itu lokasi nya ada di kantor.


Drtt


Raya menerima pesan baru dari nomor itu.


{Dia ja hat kau akan menyesal menikah dengan nya} pesan dari nomor itu.


Karena penasaran Raya menghubungi nomor itu dan secara tiba tiba nomor itu tak aktif sekarang.


"Argh kenapa orang ini seperti meneror ku" gumam Raya.


Karena tak mau berlarut larut dalam kebingungan Raya pun memutuskan untuk tidur karena sudah larut malam juga.


Pagi hari nya, Raya dan Zia bangun mereka berdua melaksanakan Sholat Subuh bersama.


Setelah selesai Raya ke dapur membuat kan teh hangat untuk suaminya itu, karena kebiasaan Raya kalau bangun tidur selalu menyuguhkan teh pada Rayhan.


"Udah bangun" tanya Nita.


"Sudah mah" ucap Raya.


"Ya sudah mamah akan masak" ucap Nita.


"Biar aku bantu mah" ucap Raya.


"Antar kan dulu minuman itu pada Rayhan takut nya dia marah kalau tak kamu layani" ucap Nita.


"Ya mah" ucap Raya.


Raya membawakan teh hangat untuk Rayhan yang sekarang masih berada di kamar nya.

__ADS_1


"Mas teh nya" ucap Raya meletakkan satu gelas teh di atas meja kecil di kamar Rayhan.


Raya melihat kalau Rayhan sedang tidur.


Raya mendekat pada Rayhan dan duduk di samping Rayhan.


Saking penasarannya Raya melihat Wajah Rayhan dari jarak dekat bahkan jarak antara wajah nya dan Wajah Rayhan sekarang sangat dekat.


"Apa Mas Ray ini seorang mafia yang seperti di katakan Mutiya tentang suami nya dulu, tapi kalau aku lihat dari sikap nya dia benar sama seperti Suami Mutiya.


Fyuhhh


Rayhan yang sekarang masih menutup matanya meniup wajah Raya yang sekarang sangat dekat dengan nya.


"Mas" kesal Raya karena Rayhan menutup nya.


"Kau kenapa Raya dekat sekali dengan ku apa jangan jangan kau mau" ucap Rayhan.


"Apaan sih" kesal Raya.


Rayhan membawa tubuh Raya kedalam pelukan nya hingga sekarang Raya ada di atas Rayhan.


"Mas lepas aku mau masak dengan mamah" ucap Raya.


"Bentar aku mau bersama dengan istri kecil ku ini" ucap Rayhan.


"Mas" ucap Raya.


Rayhan memberikan kecupan pada kening Raya.


"Kau sangat cantik Raya" ucap Rayhan.


"Lalu" tanya Raya.


"Ya cantik" ucap Rayhan.


"Gombal pasti ada mau nya" ucap Raya.


"Gak ada" ucap Rayhan.


"Mas aku harus keluar ya" ucap Raya.


"Bentar" ucap Rayhan.


Drtt drtt


"Mas ada telpon aku harus angkat" ucap Raya.


Akhirnya Rayhan melepaskan pelukannya.


"Siapa" tanya Rayhan karena sepagi ini ada yang menelpon Raya.


"Mutiya" ucap Raya.


📞📞


"Ya Mut ada apa" tanya Raya.


"Ray bisa ketemu gak" tanya Mutiya.


"Ahh maaf sekali Mut aku sedang di kampung adik ipar ku akan menikah jadi aku gak bisa ketemu maaf ya" ucap Raya.


"Oh ya tak masalah" ucap Mutiya.


"Baik lah" ucap Raya.


📞📞


"Mau apa dia telpon" tanya Rayhan.


"Katanya ngajak ketemu" ucap Raya.


"Hah bilangin kamu sibuk" ucap Rayhan.


"Ya sudah" ucap Raya.


"Mas aku harus bantu mamah di dapur" ucap Raya.


"Ya sudah terserah" ucap Rayhan.


Raya keluar dari kamar menuju ke dapur, Raya melihat kalau sekarang Zia sedang menangis sambil mengusap bawang merah.


"Zia kenapa menangis" tanya Raya pada Zia.


"Hah" tanya Zia.


"Zia kau kenapa" tanya Nita.


"Mata aku perih mah tapi saat aku mengupas bawang merah di pesantren aku gak merasa perih tapi di sini kenapa perih" ucap Zia.


"Ya karena jarak kamu mengupas bawang dengan wajah kamu terlalu dekat jadi perih kena mata" ucap Raya.


"Oh" ucap Zia.


"Kamu ini ada ada saja" ucap Raya.


Nita hanya tersenyum melihat putrinya itu.


Raya menggoreng kan ikan yang sudah Nita bumbui.


"Mah aku sudah selesai" ucap Zia.


"Ya simpan saja mamah akan masak" ucap Nita.


Mereka selesai memasak semuanya hingga sekarang makanan sudah tersaji di meja makan.


"Pah ayo makan" sahut Nita.


"Ya papah datang" ucap Topan yang langsung duduk di sana.


Rayhan juga datang dan langsung duduk dekat papah nya.


"Biar aku yang ambil kan" ucap Raya saat melihat Rayhan hendak mengambil nasi.


Tokk.


Tokk..


"Siapa yang berkunjung sepagi ini" tanya Topan.


"Apa tamu sudah akan berdatangan lagi" tanya Rayhan.


"Biar aku yang buka pintu nya" ucap Raya karena saat ini Raya belum makan.


"Ya" ucap Nita.


Raya membuka kan pintu dan terlihat ada seorang wanita dan laki laki yang berada di ambang pintu.


"Mau bertemu dengan mamah Nita" tanya Raya.


"Kau istri Nya Rayhan" tanya Puput.


"Ya" ucap Raya.


Puput langsung memeluk Raya.


"Wah cantik sekali ya pah" ucap Puput pada suaminya.


"Ya" ucap Arka suami Puput.


"Di mana Kak Nita" tanya Puput.


"Ada di dalam ayo masuk" ucap Raya.


"Siapa Ray" tanya Nita yang sekarang mendekat pada menantu nya yang lama membuka pintu.

__ADS_1


"Ini mah" ucap Raya.


"Puput" ucap Nita.


"Kak" ucap Puput yang langsung memeluk kakak nya itu.


Zia dan Rayhan yang mendengar ada berisik di ruang tamu pun langsung datang ke sana.


"Aunty" sahut Zia.


"Zia" ucap Puput yang langsung memeluk Zia.


"Kau sudah besar sekarang" ucap Puput.


"Aunty" ucap Rayhan.


"Kau semakin gemuk Sekarang" ucap Puput pada Rayhan.


"Gemuk gak aku masih sama" ucap Rayhan.


"Kau gemuk sekarang" Ucap Puput.


"Ya terserah Aunty saja" ucap Rayhan.


"Aku gak sangka aku bisa pulang ke kampung ini lagi" ucap Puput menatap ke sekeliling.


"Ya put kampung ini banyak berubah" ucap Nita.


"Ya kak apa lagi saat Ibu sudah tiada rasanya rumah ini hambar" ucap Puput.


"Aunty di mana Abi " tanya Zia.


"Abi akan datang mungkin besok sekarang dia sibuk" ucap Puput.


"Oh".


Mereka duduk di meja makan dan makan bersama dengan keluarga adik nya Nita itu.


"Kak apa pelaku nya sudah ketemu" tanya Arka di sela sela mereka makan.


"Sudah tapi sekarang dia sudah meninggal" ucap Topan.


"Belum pah dia belum meninggal dia masih hidup dan masih berkeliaran di jalanan, kalau saja aku bisa menemui nya aku pastikan akan membuat nya menderita" ucap Rayhan.


Raya yang mendengar nya pun langsung berfikir yang tidak tidak.


"Sudah Ray papah sudah maaf kan lagi pula untuk apa kita dendam pada orang lain" ucap Topan.


"Tapi pah dia sudah merebut harta papah aku gak terima" ucap Rayhan.


"Papah kamu benar Ray" ucap Arka.


"Tidak paman" ucap Rayhan.


"Tapi aku salut pada Rayhan seharus nya begitu karena mereka bisa hidup senang sedangkan kalian menderita, biar kan mereka menderita setelah ini" ucap Puput membela Rayhan.


"Sudah tak baik saat makan bicara" ucap Nita.


Mereka menghabiskan makanan nya, pukul tujuh para tamu banyak yang berdatangan ke rumah Nita dan Topan.


Raya saat ini berada di kamar bersama dengan Zia.


"Zia apa aku bisa bertanya sesuatu" tanya Raya.


"Tanya apa" ucap Zia.


"Apa mas Ray punya bisnis lain selain perusahaan" tanya Raya.


"Ada sih kak malahan kak Ray itu punya markas" ucap Zia.


"Oh ya" tanya Raya.


"Ya aku pernah ke sana dulu" ucap Zia.


"Untuk apa" tanya Raya.


"Menyusul kak Ray" ucap Zia.


"Bukan maksud aku buat apa markas" tanya Raya.


"Katanya kak Ray itu punya bisnis jual beli bahkan sampai ke luar negeri" ucap Zia.


"Bisnis apa ya" tanya Raya.


"Senjata" ucap Zia.


"Maksud nya" tanya Raya.


"Aku gak tau tapi kata kak Ray dalam bidang senjata" ucap Zia.


"Oh ya" tanya Raya.


"Apa kakak gak tau" tanya Zia.


"Tidak" ucap Raya menggeleng kan kepala nya.


"Kenapa begitu seharus nya kakak tau, aku akan beri tau kan alamat nya, aku tulis kan alamat nya kakak tinggal cari saja" ucap Zia menulis alamat di secarik kertas.


"Aku akan cari alamat nya, kalau sudah di kota" ucap Raya.


"Ya cari saja" ucap Zia.


Puput masuk ke dalam kamar Zia.


"Zia apa kau sudah lama di pesantren Abah" ucap Puput.


"Lama Aunty mungkin lima atau enam bulan" ucap Zia.


"oh ya Raya di mana kamu kuliah" tanya Puput.


"aku kuliah di kampus Bandung, Aunty aku tak tau kalau mamah punya adik yang masih muda seperti aunty" ucap Raya.


"kau ini bahkan aku punya anak laki laki mungkin sudah usia nya sama seperti kamu" ucap Puput.


"oh ya" tanya Raya.


"ya Abimana sekarang usianya dua puluh tahun" ucap Puput.


"ya aku sembilan belas baru saja kemarin" ucap Raya.


"oh ya kau masih sangat muda kalau kau dan Abi bertemu pasti kalian akur" ucap Puput.


"ya aku yakin itu karena Abi sangat gampang berteman " ucap Zia.


Rayhan datang ke sana.


"Zia mamah memanggil kamu" ucap Rayhan.


"mamah manggil mau apa" tanya Zia.


"gak tau aku gak tanya" ucap Rayhan.


Zia keluar dari kamar nya karena akan melihat mamah nya yang kata Rayhan memanggil.


"aunty apa di Kanada ada tempat wisata yang bagus" tanya Rayhan.


"banyak Ray kau mau yang seperti apa banyak sekali di sana" ucap Puput.


"ya aku mau healing bersama Raya ke sana" ucap Rayhan.


"oh ya Raya masih kuliah kan harus nya Senin ini Raya kuliah kan" tanya Puput.


"ya aku ijin " ucap Raya.


"jangan kan Raya aku saja yang kerja cuti karena kan Zia mau nikah masa aku kerja lalu mamah di sini bagai mana" ucap Rayhan.

__ADS_1


"ya ya aku paham" ucap Puput.


bersambung


__ADS_2