
Raya terpaksa ikut dengan Rayhan karena Raya tak mau mamah nya sampai tau kalau Raya pernah mabuk.
"Ayo masuk" ucap Rayhan saat mereka sudah di parkiran.
"Aku akan pulang sendiri" ucap Raya.
"Tak perlu aku sudah berbaik hati mau mengantar mu" ucap Rayhan.
"Oh kau itungan sekarang" ucap Raya.
"Bukan iringan hanya saja kau istri ku jadi aku wajib mengantar mu" ucap Rayhan.
"Ck" raya berdecak.
Raya duduk di kursi penumpang di belakang.
"Sayang aku bukan supir mu" ucap Rayhan menatap pada Raya.
"Diam jangan banyak bicara" ucap Raya kesal.
Sepanjang perjalanan Raya hanya diam saja tanpa berkata apa pun karena sekarang Raya masih sangat marah pada Rayhan.
"Aku sudah ajukan perceraian kita" ucap Raya.
"Kenapa" tanya Rayhan.
"Gak kenapa kenapa karena aku sudah tak mau bersama dengan mu lagi" ucap Raya.
Rayhan tersenyum.
"Aku hanya ingin kau tau kalau hati ini sangat kesepian tanpa mu Ray" ucap Rayhan.
"Oh ya" tanya Raya ketus.
Drtt drrtt
"Siapa yang menelpon" tanya Rayhan.
"Ray bisa kau angkat kan telpon di ponsel ku" tanya Rayhan.
Raya langsung mengambil ponsel Rayhan dan mengangkat telpon nya.
📞📞
"Ya" tanya Raya.
"Tuan Ray kenapa yang angkat wanita" tanya Yuli sekertaris baru Rayhan.
"Aku istri nya" ucap Raya.
"Hah bukan nya tuan Rayhan akan pisah" tanya Yuli.
"Kata siapa" tanya Raya.
"Kata tuan Rayhan sendiri, oh baik lah Nona saya tak akan lama sekarang tuan Rayhan akan ada meeting tolong katakan pada tuan kalau harus datang tepat waktu" ucap Yuli.
"Terserah" ucap Raya.
📞📞
"Siapa" tanya Rayhan yang pura pura tak tau padahal dia dengar sendiri kalau Raya masih menganggap dirinya istri Rayhan.
"Sekertaris mu yang baru" ucap Raya ketus.
"Oh, apa katanya" tanya Rayhan.
"Kau harus meeting dan Jangan sampai terlambat" ucap Raya.
"Terima kasih" ucap Rayhan.
"Sama sama" ucap Raya.
Sesampainya di kediaman Widirdja, Raya langsung keluar dari mobil Rayhan tanpa berpamitan dulu dengan Rayhan.
"Raya" sahut Rayhan.
"Apa" tanya Raya ketus.
"Apa kau tak akan berterima kasih pada ku" tanya Rayhan.
"Aku tak minta mu datang jadi apa yang harus aku lakukan" ucap Raya.
"Ya kau tak minta aku datang tapi kesalahan mu yang minta aku datang" ucap Rayhan.
"Lalu" tanya Raya.
"Baik lah aku harus meeting sekarang, besok aku akan datang lagi" ucap Rayhan.
"Jangan pernah datang lagi kemari aku tak mau hal itu sampai terjadi" ucap Raya.
"Jangan sombong begitu" ucap Rayhan.
"Aku tak sombong hanya saja itu lebih baik" ucap Raya.
"Ya aku harus pergi" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana meninggal kan Raya yang masih ada di sana.
"Dasar" geram Raya.
Raya masuk ke dalam rumah nya karena tak mau kalau mamah nya tau kalau Raya pernah mabuk.
"Nona apa langsung saya siapkan air hangat untuk anda mandi" tanya pelayan rumah Bu Ajeng.
"Tak perlu, aku ingin makan saja" ucap Raya.
"Baik Nona saya akan siapkan" ucap pelayan.
"Ya" ucap Raya yang langsung menuju ke kamarnya.
Raya duduk di pinggir ranjang nya, entah kenapa sekarang Raya merasa kalau ucapan Julia tadi siang itu sangat benar.
"Ray kau tanya saja pada mas Ray kalau dia mau berubah kamu mau kembali pada nya tapi kalau dia tak mau berubah ya kamu tinggal pilih mau apa nantinya" ucap Julia.
"Ray kau terlalu berfikir jauh sekali, siapa tau saja kalau Mas Ray berubah" ucap Julia.
Ucapan Julia terngiang ngiang di benak Raya bahkan hati kecil Raya bilang kalau Julia sangat benar.
"Bagai mana sekarang aku sangat bingung sekarang" ucap Raya.
Raya melihat layar ponsel nya, Raya berselancar di media sosial nya yang sudah lama ini Raya tak membuka nya.
"Aku akan tanya pada mamah bagai mana baik Nya" gumam Raya.
__ADS_1
Di perusahaan Rayhan sekarang sedang melakukan meeting nya bersama dengan para karyawan dari perusahaan lain.
Lukas datang ke sana karena akan mengirimkan surat laporan jual beli senjata.
"Apa Tuan ada" tanya Lukas.
"Ada tuan Lukas, tuan Rayhan sekarang tengah meeting bersama dengan perusahaan Argantara" ucapnya.
"Argantara" tanya Lukas.
"Ya katanya perusahaan saudaranya papahnya tuan Rayhan" ucapnya.
"Argantara itu kan perusahaan nya Alena" gumam Lukas.
Lukas langsung menuju ke ruang meeting di perusahaan itu.
Lukas melihat dari arah jendela ruangan itu dan benar saja ada Alena di sana.
"Lukas ada apa, masuk lah" ucap Rayhan.
"Tidak tuan aku takut menganggu" ucap Lukas.
"Meeting nya sudah selesai jadi kau tak akan ganggu" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap Lukas.
Lukas duduk di sana bahkan karyawan dari perusahaan Argantara sudah akan pulang hanya tinggal Alena saja yany ada di sana.
"Tuan aku sudah merinci semua dan mencatat nya di sini" ucap Lukas menyodorkan map pada Rayhan.
"Kau sangat cepat dalam bekerja Lukas" ucap Rayhan.
"Tuan bagai mana perkembangan nya" tanya Lukas.
"Entah lah tapi dia kekeuh akan pisah" ucap Rayhan.
"Apa yang kalian bicarakan" tanya Alena yang heran pada percakapan Lukas dan Rayhan.
"Aku akan pisah dengan Raya" ucap Rayhan.
"Kenapa" tanya Alena.
"Raya mau pisah dia tau siapa aku" ucap Rayhan.
"Kau tau dulu saat di kampung Raya tanya pada ku katanya apa kau punya bisnis selain perusahaan mu" ucap Alena.
"Apa kau jawab" tanya Rayhan.
"Jawab Apa? Aku jawab tak tau karena memang benar kan kalau aku tak tau baru sekarang aku tau itu pun dari Lukas" ucap Alena.
"Ya sudah lah, lagi pula Raya sudah tau dan aku harus terima saja apa keputusan Raya" ucap Rayhan.
"Kau bisa membela diri Ray kalau kau tak salah" ucap Alena.
"Tapi bagaimana aku gak tau caranya, kau tau kan orang tua Raya itu kaya jadi aku yakin dia pakai pengacara yang mahal" ucap Rayhan.
"Kau punya hak Rayhan apa pun yang Raya lakukan kau bisa menolak nya" ucap Alena.
"Sudah lah aku tak bisa berbuat apa apa lagi" ucap Rayhan.
"Jangan bilang begitu bukan kah kau sayang pada Raya perjuang kan Ray" ucap Alena.
Malam harinya Rayhan pulang ke kediaman nya terasa sangat sepi dan sunyi, entah kenapa Rayhan merasakan kesepian jika sedang berada di rumahnya.
Berbeda dengan Rayhan sekarang Raya berada di kamar Bu Ajeng karena sang mamah baru saja pulang dari kantor jadi Raya terpaksa bicara malam hari pada mamahnya itu.
"Ada apa Raya" tanya Bu Ajeng.
"Mah aku hanya mau tanya, kira kira menurut mamah aku harus bagai mana sekarang apa aku lanjutkan lagi perceraian nya atau aku maafkan saja mas Ray" ucap Raya.
"Terserah kau saja Raya karena kan yang menjalani kau dan tau senang dan susah nya kan kau, ya terserah saja" ucap Bu Ajeng.
"Ya mah tapi aku masih bingung sekarang, di sisi lain aku tak mau kehilangan Mas Ray tapi di lain sisi aku masih tak menyangka kalau mas Ray sekejam itu" ucap Raya.
"Ray mamah saran kan maafkan saja Nak Rayhan, menurut mamah ya sebagai seorang pembisnis banyak yang sering melakukan itu, jadi wajar saja bukan membalas kan dendam" ucap Bu Ajeng.
"Tapi mah ini itu dendam lama nya, bahkan orang tuanya juga sudah melupakan nya tapi entah kenapa mas Ray selalu saja ingin membalas kan dendam, dan sekarang dia sudah membu nuh nya" ucap Raya.
"Mamah yakin setelah ini dia bisa berubah karena kan orang bisa saja berubah kan" ucap Bu Ajeng.
"Ya mah aku tau hal itu, tapi bagai mana kalau mas Ray tak berubah" tanya Raya.
"Semua jawaban nya ada di diri kamu sendiri Raya" ucap Bu Ajeng.
"Ya mah" ucap Raya.
"Baik lah mamah mau tidur sekarang, apa kau mau tidur di sini" tanya Bu Ajeng.
"Tidak mah aku punya pekerjaan rumah yang belum aku selesaikan" ucap Raya.
"Baiklah selamat malam" ucap Bu Ajeng.
"Malam" ucap Raya.
Raya keluar dari kamar mamahnya dan langsung menuju kamarnya,
"Aku harus apa sekarang" gumam Raya.
Raya menuju ke ranjang dan tidur karena alasan pekerjaan rumah adalah bohong, karena Raya tak mau mamahnya itu tau kalau setiap malam Raya menangis.
Sedangkan di kediaman Rayhan, dia sekarang tengah menatap langit malam yang di penuhi dengan bintang bintang.
Rasanya sangat indah kalau di pandang dengan mata, hal itu membuat Rayhan semakin mengingat ingat Raya, keras kepala Raya tak mungkin Rayhan luluh kan.
"Sekarang aku harus apa" gumam Rayhan.
Pagi harinya Rayhan sudah terbangun karena sekarang dia akan memasak untuk dirinya sendiri.
Tanpa pembantu Rayhan bisa mencuci pakaian dan piring bekas dia makan sendirian, entah kenapa Rayhan menjadi sosok yang mandiri setelah di tinggal pergi oleh Raya.
"Ya ampun apa yang harus aku masak sekarang" gumam Rayhan.
Rayhan mencoba membuat ayam goreng dan sambal untuk makan nya hari ini, biasanya makanan ini adalah favorit Rayhan saat sebelum menikah dengan Raya.
Setelah selesai menyelesaikan nya, Rayhan langsung makan di meja makan, tetap saja rasa nya hambar kalau tak ada Raya bahkan nafsu makan Rayhan sekarang cukup terganggu.
"Tetap saja gak enak" gumam Rayhan.
Rayhan berfikir untuk membekal kan nasi untuk Raya, dengan cepat Rayhan memasukan nasi dan beberapa ayam goreng ke dalam kotak nasi itu.
"Aku akan berikan makanan ini untuk Raya" gumam Rayhan.
__ADS_1
Rayhan segera bersiap untuk segera ke kampus Raya, setelah selesai Rayhan langsung melajukan mobilnya menuju kampus Raya.
Lama Rayhan di perjalanan kira kira memakan waktu sekitar setengah jam perjalanan.
Rayhan melihat Raya baru saja masuk ke dalam sana,
"CK aku harus titip pada siapa" gumam Rayhan.
Rayhan melihat ada Rahma yang baru saja datang ke sana.
"Rahma" sahut Rayhan.
"Eh kak Ray" tanya Rahma.
"Tolong beri kan ini pada Raya, tapi tolong jangan bilang dari aku ya, pastikan Raya makan " ucap Rayhan.
"Oh baik lah" ucap Rahma.
"Terima kasih" ucap Rayhan.
"Ya kak sama sama" ucap Rahma.
Rahma masuk dan mencari cari Raya.
"Ray" sahut Rahma.
"Ya" ucap Raya.
"Udah sarapan belum" tanya Rahma.
"Belum sih cuman kalau mau ke Kantin ayo" ucap Raya.
"Aku bawa bekal kau mau gak" ucap Rahma.
"Tapi kamu bagaimana" tanya Raya.
"Aku sudah makan" ucap Rahma.
"Gak ah aku gak enak" ucap Raya.
"Ayo makan saja jangan gak enak begitu" ucap Rahma.
"Aku takut Kak El marah" ucap Raya.
"Marah kenapa" tanya Rahma.
"Karena kan itu bekal untuk mu" ucap Raya.
"Ayo lah makan saja" ucap Rahma maksa.
"Ya baik lah aku akan makan, aku janji besok aku akan bawa makanan untuk mu" ucap Raya.
"Ya" ucap Rahma.
Raya memakan nya dengan lahap, namun Raya merasa ada sesuatu yang tak asing pada rasa makanan itu.
"Apa ini masakan kamu" tanya Raya.
"Ya" ucap Rahma.
"Enak" ucap Raya.
Julia datang ke sana.
"Lagi makan tuh" ucap Julia.
"Ya nasi pemberian Rahma" ucap Raya.
"Hah Rahma hanya Raya yang kau bagi kenapa aku tidak" ucap Julia.
"Maaf aku" ucap Rahma.
"Kau tak adil" ucap Julia.
"Sebenarnya Ray aku minta maaf, makanan itu dari Kak Rayhan tadi dia datang katanya itu bekal untuk mu katanya jangan sampai kau tau itu makanan pemberian nya" ucap Rahma.
"Hah" ucap Raya terkejut dan langsung menatap pada nasi yang sekarang sudah habis.
"Rahma kenapa gak bilang dari awal" ucap Raya.
"Hahah tak apa lah Raya jangan marah lagi pula nasi nya habis" ucap Julia.
"CK Rahma" ucap Raya.
"Maaf" ucap Rahma.
"Baiklah aku akan berikan kotak nasi ini ke perusahaan nya" ucap Raya.
Siang harinya sepulang dari kampus Raya memesan grab Karena sekarang dia akan ke perusahaan Rayhan untuk mengembalikan kotak bekal yang sudah Rayhan berikan lewat Rahma.
"Aku akan kembali kan ini pada pemiliknya" gumam Raya.
Raya berhenti di perusahaan suami nya itu.
Raya berjalan ke arah resepsionis.
"Apa tuan ada di dalam" tanya Raya.
"Ada nona" ucap nya.
"Baiklah" ucap Raya.
Raya berjalan ke arah ruangan Rayhan.
Tanpa mengetuk pintu Raya langsung masuk ke dalam sana, namun ada hal yang membuat Raya terkejut.
Rayhan saat ini tengah makan bersama dengan sekertaris baru nya.
"Raya ayo masuk lah" ucap Raya yang sadar kalau ada Raya di sana.
"Tak perlu aku hanya kan mengembalikan ini" ucap Raya pada kotak bekal yang ada di tangan nya itu.
"Oh" ucap Rayhan.
"Aku hanya akan mengembalikan ini" ucap Raya yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rayhan.
"Raya tunggu" ucap Rayhan menghentikan Raya.
"Apa" tanya Raya.
"Kotak bekal nya" ucap Rayhan menunjuk kotak bekal yang Raya bawa pulang lagi.
__ADS_1
"Oh aku lupa" ucap Raya.
bersambung