
"Kau masih di rumah yang sama" tanya Puput.
"Tentu saja akan pindah ke mana aku" ucap Rayhan.
"Kira kira rumah Lynda House sekarang jadi apa ya" tanya Puput.
"Jadi perusahaan Aunty nama nya PT marga asih, kalau gak salah" ucap Rayhan.
"Oh sayang sekali ya, orang itu sangat bo doh dia gak tau bagai mana nasib nya nanti" ucap Puput.
"Aunty tau siapa pelakunya" tanya Rayhan.
"Siapa" tanya Puput penasaran.
"Dion Adinata kata papah dulu ada teman nya nama nya juga Dion dan sekarang dia hanya mengganti Marga nya nya saja" ucap Rayhan.
"Dion apa perlu aku cari kan orang itu demi mu" tanya Puput.
"Dia sembunyi dan dia sangat pandai bersembunyi aku saja sudah kalah dua kali dari nya, tapi Aunty tenang saja aku tak akan biarkan dia hidup" ucap Rayhan.
Raya hanya heran saja pada suami nya itu karena sikap nya sangat garang saat membahas orang yang bernama Dion.
"Apa benar yang aku Fikir kan ini, aku melihat ada sisi lain dari Mas Ray saat dia marah rasa nya aku sangat takut kalau lama dekat dengan nya, apa mas Ray ini vampir" batin Raya menatap pada suami nya yang sekarang tengah marah.
"Raya kau kenapa" tanya Puput pada Raya karena sejak tadi Raya terus saja melamun.
"Hah tidak aku tak apa" ucap Raya.
"Baik lah aku akan ke depan dulu melihat teman waktu SD ku dulu" ucap Puput.
"Ya" ucap Rayhan.
Raya saat itu hendak keluar namun Rayhan mencekal tangan nya hingga membuat langkah kaki Raya terhenti.
"Mau kemana" tanya Rayhan.
"Aku mau ke depan" ucap Raya.
"Bentar" ucap Rayhan.
"Mas aku takut mamah nunggu" ucap Raya.
"Ya sudah" ucap Rayhan melepaskan tangan Raya.
Raya keluar dari sana membantu mertua nya beres beres karena sekarang para tamu juga sudah mulai berdatangan lagi, sedang kan kursi pelaminan dan sound baru saja datang.
Rumah itu sudah di hias dengan sangat megah apa lagi letak nya di perkampungan membuat suasana menjadi sangat asri.
Sedangkan sekarang Zia tengah memilih gaun pengantin, terlihat kalau sekarang Zia mencoba gaun yang besar itu.
"Apa tak ada warna merah" tanya Zia.
"Ada apa mau yang warna merah" tanya Mua.
"Ya coba aku lihat" ucap Zia.
Zia melihat lihat gaun pengantin yang ada di dalam tas Mua itu, Raya duduk di sana melihat Zia yang sekarang tengah mencoba gaun pengantin.
"Ray mau pilih gaun yang mana" tanya Nita.
"Aku" tanya Raya.
"Ya kamu pilih saja" ucap Nita.
"Tapi mah yang nikah kan Zia" ucap Raya.
"Tak apa Raya ayo pilih saja kalau kamu mau semua bebas untuk mu" ucap Nita.
"Wah benar kah" tanya Raya.
"Ya silahkan" ucap Nita.
Raya memilih gaun yang berwarna merah maroon, Raya menempel kan gaun itu pada tubuh nya.
Rayhan keluar dari kamar dan melihat hal itu.
Raya melihat pada Rayhan yang sekarang melihat nya.
Namun Rayhan menggeleng kan kepala nya tanda tak suka pada gaun yang akan di pakai Raya itu.
Raya mengambil gaun yang berwarna biru dan menempel kan pada badan nya lalu melihat lagi pada Rayhan.
Rayhan mengangguk kan kepala nya karena gaun itu sangat cocok pada Raya apa lagi jika di padukan dengan kulit Raya yang putih.
"Aku ambil yang ini saja" ucap Raya.
"Baik lah, mbak anak saya ambil yang ini tolong di persiapkan" ucap Nita.
"Baik Bu".
Para tamu berdatangan hingga rumah itu sekarang penuh dengan orang orang yang ikut rewang.
Sedangkan Di kota, Sekarang Lukas tengah bekerja di perusahaan Rayhan karena sekarang tuan nya tak ada jadi dia yang di tugas kan untuk menghandle perusahaan selama Rayhan tak ada.
Rega datang ke sana karena akan menanyakan rekaman Cctv yang katanya akan di beri kan pada Rega.
"Kak" ucap Rega Sambil membuka pintu ruangan Lukas.
"Ada apa" tanya Lukas.
"Kak katanya kau akan memberikan rekaman itu pada ku tapi aku tunggu tunggu tak ada" ucap Rega.
"Oh ya aku lupa" ucap Lukas.
"Huh pantas lagian aku tunggu di apartemen kakak tak ada, semalam kakak nginap di mana" tanya Rega.
"Aku menginap di apartemen aku pulang malam" ucap Lukas.
"Tapi aku tunggu tak ada" ucap Rega.
Lukas mengambil ponsel nya karena kemarin dia sudah memindahkan rekaman Cctv pada ponselnya.
__ADS_1
"Ini ambil saja" ucap Lukas.
Rega mengutak atik ponsel Lukas karena akan mengirim kan rekaman itu pada ponsel Rega.
"Ini kak sudah" ucap Rega menyodorkan ponsel Lukas.
"Ya" ucap Lukas.
"Kak aku akan kembali ke markas sambil melihat ini siapa tau saja ada yang macam macam" ucap Rega.
"Ya terserah lah" ucap Lukas.
Rega pamit dari sana menuju ke markas lagi karena dia mendapat kerja untuk menjaga markas dan menghandle perjual Belian senjata.
Bahkan sekarang mereka akan mengirimkan senjata ke luar negeri karena ada pesanan di sana.
"Apa Julia sudah pulang" gumam Rega teringat pada Julia yang sekarang pergi ke kampus.
Rega melajukan motornya ke kampus terlebih dahulu karena ingin menjemput Julia dari kampus.
Di kampus terlihat ada Julia dan Rahma yang sekarang tengah menunggu di pinggir jalan.
Rega memberhentikan motor nya di hadapan Rahma dan Julia.
"Ayo pulang" tanya Rega.
"Bentar Rahma belum di jemput" ucap Julia.
"Oh baik lah aku bisa menunggu beberapa menit lagi" ucap Rega.
"Ya bentar ya kak" ucap Rahma.
"Tak masalah" ucap Rega.
"Mungkin kak El sekarang sedang sibuk kerja" ucap Rahma.
"Santai saja Rah" ucap Julia.
Mereka menunggu dan akhirnya Elpan datang juga ke sana.
Elpan turun dari mobil dia langsung mendekat pada Rahma dan segera memeluk Rahma.
"Maaf aku terlambat" ucap Elpan.
"Tak masalah kak" ucap Rahma.
"Ayo pulang" ucap Elpan.
"Ya ayo, Jul aku pulang duluan ya" ucap Rahma.
"Ya hati hati di jalan Rah" ucap Julia.
"Ya".
Julia naik ke atas motor Rega.
Rega melajukan motornya menuju apartemen karena akan mengantarkan Julia pulang terlebih dahulu.
"Kamu kerja" tanya Rega.
"Oh, apa Nona Raya tak masuk kuliah" tanya Rega.
"Tidak dia kan sedang ke kampung Katanya kak Zia akan menikah" ucap Julia.
"Oh" ucap Rega.
Sesampai di apartemen Julia turun dari motor.
"Jul aku tak bisa antar kamu ke kantor maaf aku sekarang ada banyak pekerjaan" ucap Rega.
"Ya tak masalah" ucap Julia.
"Aku pergi sekarang ya karena teman aku sudah nunggu semua" ucap Rega.
"Ya" ucap Julia.
Rega pergi ke markas, saat sudah berada di markas dia langsung melihat rekaman Cctv yang sekarang sudah dia pindahkan ke ponselnya.
Rega melihat detik demi detik kejadian yang tertangkap di Cctv itu.
Semua nya terlihat baik baik saja hingga ada sebuah adegan yang membuat Rega merasa aneh.
Rega memperlambat rekaman itu.
Ternyata di sana ada Mina karyawan baru Rayhan yang bekerja sebagai OG, Rega tau pada Mina karena dulu Rega pernah melihat nya.
"Sedang apa dia di sana" gumam Rega bertanya tanya.
"Tuan kata Rayhan dia akan menjebak kalian nanti sore".
"Ya tuan pantau saja".
Ucapan Mina yang sedang telpon dengan orang lain dan terdengar jelas di rekaman itu.
Terlihat di layar kalau saat itu Lukas datang ke sana dan Lukas tak melakukan apa apa karena Lukas juga tak tau pada apa yang di lakukan Mina di parkiran.
"Dia membicarakan tuan Rayhan" gumam Rega.
Karena takut nya Rega salah dengar dia mengulangi rekaman itu lagi.
Dan benar saja Mina mengucapkan kata Rayhan di perbincangkan nya bersama dengan orang lain di telpon.
"Aku yakin kalau Mina ini adalah mata mata dari musuh tuan" gumam Rega.
Rega mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi Rayhan.
📞📞
"Tuan Ray aku ada berita bagus, aku melihat rekaman Cctv di mobil mu ternyata mobil mu itu sangat berguna Tuan dia merekam mata mata di perusahaan mu" ucap Rega di sambung an telpon.
"Siapa" tanya Rayhan.
__ADS_1
"Mina OG baru itu" ucap Rega.
"Bisa kau kirim kan rekaman Cctv nya pada ku" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap Rega.
📞📞
Rega mengirimkan potongan Rekaman saat Mina menelpon di arah parkiran.
Rega melihat lagi dan bahkan mempercepat rekaman itu sampai akhir dan ada kejadian yang tak Rega pahami, kejadian Rayhan yang menampar pengemis.
"Apa tuan melakukan itu" gumam Rega.
Rega mengulang kembali kejadian sebelum Rayhan menampar pengemis itu.
Terlihat kalau sebelumnya ada dua orang yang menunggu di hadapan mobil Rayhan.
Bahkan kamera Cctv juga sampai terhalang kedua kaki laki laki itu.
"Sedang apa mereka menghalangi kamera" gumam Rega.
Namun saat Rega akan mempercepat sedikit, terdengar kalau mereka berbincang bincang, Rega memperbesar volume suara mereka.
"Mereka" tanya nya.
"Ya tuan siap membayar mu mahal asal kau dapat, soal model nya aku sudah dapat kan" ucap seorang.
"Itu hal gampang".
"Aku tak mau kalau sampai kau gagal".
"Kau tenang saja tuan aku tak akan gagal" ucap nya.
"Kau diam lah di sini sampai orang yang akan bertengkar dengan Rayhan datang kau hanya perlu memfotret nya saja" ucap nya.
"Siap tuan".
Rega menatap pada siapa mereka bicara bahkan Rega juga sudah memperbesar gambar dan ternyata di hadapan nya itu ada Rayhan dan Lukas.
"Apa orang orang ini bicara pada tuan" gumam Rega.
Rega mempercepat durasi video itu karena saat itu hanya ada satu orang yang masih berdiri di sana, hingga tak lama setelah nya datang seseorang dan mendekat pada nya.
"Kau".
"Aku yang jadi model nya".
Rega mengulang lagi dan mengeraskan volume rekaman itu.
"Model? Model apa yang mereka bicarakan" gumam Rega.
Rega mempercepat lagi durasi rekaman itu, saat itu terlihat di layar kalau Raya keluar dari perusahaan Rayhan, dan akhirnya laki laki yang satu itu menyamar jadi pengemis dan masuk ke perusahaan Rayhan.
"Jadi ini benar benar musuh nya tuan, tapi aku tak bisa lihat jelas wajah mereka" gumam Rega.
Rega mengulang ulang rekaman itu bahkan sampai beberapa kali karena ingin melihat wajah orang yang berdiri di hadapan mobil Rayhan itu.
"tetap saja kak Lukas meletakkan kamera Cctv nya lurus jadi hanya menangkap ke arah depan saja, jadi kalau ada orang di sana pasti yang terlihat kaki nya, saat Tuan Rayhan kembali aku akan benar kan letak kamera Cctv itu" gumam Rega.
Rega merekam video itu dan mengirim kan nya pada Rayhan kalau sekarang di sekitar Rayhan banyak sekali musuh yang berkeliaran.
"Kira kira siapa mereka, kenapa ada yang memotret kejadian itu, apa mereka ingin memasukan nya ke media tapi mana mungkin Tuan Rayhan bukan artis" gumam Rega.
Sedangkan di kampung kediaman orang tua Rayhan.
Saat ini Rayhan tengah melihat rekaman video yang di berikan oleh Rega tadi, dan ternyata benar kalau selama ini Mina yang sudah meng gagal kan rencana nya dulu.
Rayhan juga melihat kiriman Video yang baru saja Rega kirim pada nya.
"Ini sudah pasti kelakuan Musuh ku, tapi siapa? Apa pelaku nya Dion? Atau si Mafia be de bah itu" gumam Rayhan.
Sedangkan di depan rumah saat ini Raya tengah membantu ibu ibu mengupas sayuran karena kalau hajatan di kampung begitu selalu masak sendiri jarang pakai jasa catering.
Drtt
Ponsel Raya berdering tanda ada yang memberi pesan, Raya melihat nya karena takutnya penting.
Namun betapa terkejutnya Raya saat melihat Foto Rayhan yang sedang mence Kik orang di malam hari, dan lokasi itu menunjukkan di kampung sini tepat nya di samping rumah orang tua Rayhan.
"Mas Ray" gumam Raya.
"Ada apa Neng" tanya Ibu Ibu yang melihat Raya terkejut.
"Hah tidak Bu" ucap Raya.
Raya kembali menyimpan ponsel nya kedalam saku celana panjang nya, dia kembali memotong dan mengupas sayuran.
"Raya apa Rayhan sudah kau beri makan" tanya Nita.
"Hah ya mah aku lupa" ucap Raya.
"Tak apa tinggal kan itu layani dulu suami mu" ucap Nita.
"Ya mah" ucap Raya yang langsung masuk ke dalam kamar Rayhan.
"Mas mau makan" tanya Raya.
"Tidak" ucap Rayhan menggeleng kan kepala nya.
"Oh baik lah kalau kau mau makan panggil aku" ucap Raya karena saat ini Rayhan sedang pokus pada ponselnya.
"Ya" ucap Rayhan.
Raya pergi ke kamar mandi dia hanya ingin membuktikan kalau foto itu bohong.
Raya memperbesar gambar yang ada di layar ponsel nya.
Namun gambar itu asli dan tak ada editan di dalam nya,
"Apa ini beneran Mas Ray, apa seja hat itu dia sampai sampai orang tak kenal pun dia perlakuan ja hat begini, kemarin pengemis sekarang penduduk di sini, ini beneran sudah melampaui batas aku yakin kalau pemikiran aku pasti benar, saat di kota aku harus mencari tau kehidupan Mas Ray yang tak aku ketahui" gumam Raya.
__ADS_1
Raya kembali lagi ke depan karena akan membantu lagi para ibu ibu itu, karena kalau Raya semakin penasaran maka Raya akan semakin berburuk sangka pada Rayhan.
bersambung