Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 70


__ADS_3

( yang gak suka adegan romantis skip saja ya, bijak lah dalam membaca)


Rayhan membalikan badan Raya sehingga sekarang dia lah yang berada di atas Raya, sebenarnya hati Rayhan berkata jangan tapi otaknya sekarang sudah tak waras jadi dia tertutupi oleh kabut Has rat.


Rayhan mencium bibir Raya yang berwarna merah muda yang tak pernah tersentuh orang lain, Rayhan merasakannya rasanya seperti buah ceri yang baru matang di pohonnya ( umpamanya ya, padahal gak tau rasanya aslinya seperti apa, canda).


Rayhan membuka baju transfaran Raya yang selalu membuat Rayhan pusing itu, dan tampak jelas oleh Rayhan bagaimana kondisi tubuh Raya.


Kulit Raya putih namun ada bekas luka yang membiru di sana dan banyak sekali bahkan ada yang sudah pudar dan ada juga yang masih membiru.


Namun fikiran Rayhan bukan pada luka itu sekarang, namun pada apa yang semua laki laki cari.


Hingga terjadilah malam pertama yang saat itu kondisi Raya sedang tak sadarkan diri akibat terpengaruh minuman keras.


**


Pagi harinya, Rayhan sudah bangun lebih dahulu dan segera mandi wajib karena malam tadi dia baru saja melakukan hal romantis bersama Raya.


Sedangkan Raya masih berbaring di ranjang dan tertidur pulas,


sambil mandi Rayhan membayangkan adegan tadi malam, sungguh dia tak pernah membayangkan kalau dia akan melakukannya dengan Raya.


Padahal tempo lalu Rayhan tak mau melakukan hal itu karena takut terjadi sesuatu pada Raya, seperti Raya mengandung, bukan tak siap namun Rayhan tak mampu membayangkan bagaimana kesusahannya Raya nanti.


Apa lagi sekarang Raya masih kuliah dan belum lulus, dan usia Raya juga masih sangat kecil untuk mempunyai anak.


Setelah selesai mandi, Rayhan keluar dan berganti pakaian memakai baju kantor.


Rayhan mengingat kembali luka pada tubuh Raya yang membuatnya sangat penasaran.


Rayhan mendekat pada Raya dan membuka selimut yang menutupi tubuh Raya, niat hati Rayhan hanya ingin melihat luka itu namun sayang pergerakannya membangunkan Raya dari tidurnya.


Raya langsung bangkit duduk di ranjang, ada hal yang aneh yang Raya rasakan ada hembusan angin yang sampai masuk ke kulit Raya.


Raya menatap pada pakaiannya, namun betapa terkejutnya Raya saat tau kalau sekarang dia tak memakai pakaian.


"Aaaaaaa" teriak Raya sambil memegang kepalanya karena tiba tiba kepalanya sakit.


"Apa" tanya Rayhan yang sejak tadi berada di samping Raya.


"Pak Ray" ucap Raya yang langsung menutupi badannya dengan selimut.


"Kemana baju ku dan sedang apa kau" ucap Raya.


"Tenang lah" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Pak Ray kau melakukan pada ku saat aku tidur, aaaaaa kau jahat pak Ray" ucap Raya berteriak.


"Bukan aku yang melakukannya" ucap Rayhan, namun Raya tak percaya dia malah melempari Rayhan dengan bantal bantal dan guling.


"Kau jahat" ucap Raya marah.


Raya memakai kembali pakaian yang berada tak jauh darinya itu, Raya langsung bangkit dari duduknya dan berdiri di pinggir ranjang.


Raya menyingkab kan selimut dan melihat ada bercak darah di sprai tempak tidurnya.


"Aaaa hikss hikss, kau jahat pak Ray, kau sangat jahat hiks hikss" ucap Raya sambil menangis sesegukan.


Rayhan bingung harus berbuat apa, padahal kalau di bicarakan Rayhan tak salah karena di sini Rayha lah korbannya dan Raya adalah pelakunya.


Rayhan memeluk Raya mencoba menenangkan Raya, namun Raya malah semakin menangis dan berontak.


"Dengarkan aku" ucap Rayhan.


"Apa" tanya Raya yang sekarang sudah tak nangis lagi.


"Aku ada alasannya" ucap Rayhan.


"Alasan apa, kau sudah jelas jelas jahat pak Ray" ucap Raya.


"Alasan pertama aku tak melakukan apa apa padamu karena ini semua salah mu yang sudah menggoda ku, dan kedua aku adalah suami mu, dan ketiga kau memang harus melakukan ini karena kau istri ku jadi suami wajib mendapatkannya dan ke empat kau mabuk" ucap Rayhan.


"Ya kau mabuk Raya, kau meminum minuman aku satu gelas yang aku taruh di atas meja itu" ucap Rayhan.


"Tapi tetap saja pak Ray, kau jahat kau merebut kehormatan aku saat aku sedang tak sadarkan diri" ucap Raya yang langsung menangis lagi.


"Maafkan aku" ucap Rayhan yang berusaha mengalah pada Raya yang sekarang sedang marah.


"Kau jahat" ucap Raya.


"Raya dengar kan aku, kau mau kan aku bahagia" tanya Rayhan.


Raya menganggukan kepalanya.


"Baiklah dan sekarang aku bahagia, terima kasih Raya sudah memberikan hak ku" ucap Rayhan.


"Kau bahagia" tanya Raya.


"Tentu saja" ucap Rayhan.


Raya tersenyum karena akhirnya Rayhan bisa melakukannya, walau pun Raya menyayangkan kejadian itu karena Raya justru tak sadarkan diri saat Rayhan melakukan itu.

__ADS_1


"Tapi tetap saja pak Ray kau tak minta ijin pada ku" ucap Raya.


"Aku punya buktinya" ucap Rayhan sambil mengutak atik laptopnya dan memperlihatkan rekaman Cctv di kamarnya yang terjadi malam tadi.


Raya melotot melihat itu, karena dengan sangat jelas ter rekam disana kalau Raya lah yang menggoda Rayhan dan Raya pun terdengar bicara tak jelas dan terkesan ngawur.


"Astaga aku se ganas itu" gumam Raya sambil menatap kejadian semalam yang di dalamnya terlihat kalau Raya Agresif.


"Jadi aku gak salah kan" ucap Rayhan.


"Tapi pak Ray kenapa kau mau" tanya Raya.


"Raya aku masih normal, jadi wajar kan" ucap Rayhan.


"Baiklah ayo mandi sekarang, kita sudah terlambat" ucap Rayhan lagi.


"Ahh ya aku ada ulangan, dan semalam aku gak menghafalkannya" ucap Raya.


Rayhan menatap istrinya yang lucu itu, bahkan Raya sangat menggemaskan bagi Rayhan.


"Mulai sekarang Raya sepenuhnya menjadi tanggung jawab ku, karena semalam Raya sudah resmi menjadi istri sah ku" ucap Rayhan.


Sedangkan Raya saat ini dia sedang menatap dirinya di cermin.


Raya baru tersadar pada apa yang tadi terjadi.


"Tunggu, tadi aku menonton rekaman Cctv di kamar, berarti pak Ray menggunakan Cctv di kamar tanpa sepengetahuan aku" gumam Raya.


"Ck keterlaluan" gumam Raya lagi.


Raya segera menyelesaikan mandinya dan segera bersiap, dia langsung turun ke meja makan mencari keberadaan Rayhan.


"Pak Ray" ucap Raya.


"Ayo makan Raya" ucap Rayhan.


"Pak Ray kau tak bilang memasang Cctv di kamar kita, apa alasan mu memasang Cctv di kamar? kau ingin mengintip aku kan?" tanya Raya.


"Mengintip?, ya ampun Raya bukan kah hal wajar aku memasang Cctv di kamar, karena aku tak mau ada yang mencuri di kamar ku, lagi pula kau tak pernah mengganti pakaian di kamar" ucap Rayhan.


"Jangan bilang kau memasang Cctv juga di kamar mandi" tanya Raya.


"Hanya kamar kita, lagian aku kan ganti pakaian dan mandi di kamar mandi aku malu lah" ucap Rayhan.


"Oh ya ampun" ucap Raya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2