
Rayhan menyalip mobil itu dengan motornya sehingga menghentikan mobil yang sedang melaju itu.
"Siapa dia? Apa dia tak takut aku tabrak?" tanya supir yang mengendarai mobil.
Mereka berdua turun dari mobil dan mendekat pada Rayhan.
"Hey apa yang sedang kau lakukan apa kau tak takut tertabrak" ucap anak buah Dion.
"Bebaskan istriku" ucap Rayhan yang langsung membuka helm yang sedang dia pakai itu.
"Hah Rayhan" gumam kedua orang itu.
"Siapa orang yang menyuruh kalian" tanya Rayhan marah.
"Tak ada" jawabnya.
"Jawab aku atau kalian ma ti sekarang juga" ucap Rayhan.
"Kami tak akan bicara" ucapnya serempak.
"Terserah" ucap Rayhan.
Sebuah mobil berhenti di belakang mobil mereka, turunlah ke empat anak buah Rayhan yang tadi mengikuti mereka.
"Habisi mereka sampai mereka bisa bicara siapa yang menyuruh mereka" titah Rayhan pada anak buahnya.
Bughh
Bughh
Brakk
Anak buah Rayhan memukuli kedua orang itu, bahkan hanya satu lawan satu saja mereka sudah tumpang apa lagi kalau di keroyok.
"Katakan sekarang, siapa yang menyuruh kalian" ucap Rayhan.
Anak buah Rayhan menodongkan pistol pada kepala kedua lawan itu, namun sampai sekarang mereka hanya bungkam saja tak mau bicara.
"Tembak dia, karena mau bagaimana pun mereka tak akan bicara" titah Rayhan.
Dorr
Dorr
Anak buah Rayhan menembak kedua lawan itu, dengan satu tembakan saja mereka langsung meninggal di tempat.
"Pergi lah dari sini" titah Rayhan.
"Baik tuan" serempak.
Rayhan dengan cepat mendekat pada mobil itu dan mengeluarkan Raya yang masih belum sadarkan diri di dalam mobil itu, firasat Rayhan kurang enak pada mobil itu apa lagi sekarang tercium bau bensin.
Rayhan menggendong tubuh mungil Raya menjauh dari mobil itu dan dengan sangat cepat sekali.
Bledagg..
__ADS_1
Mobil terbakar dengan api yang berkobar untung saja Rayhan sudah cukup jauh dari jarak mobil itu jadi Rayhan tak apa apa.
Rayhan membawa Raya pulang ke penginapan lagi.
Karena tak mungkin menggunakan motor dalam keadaan Raya sedang pingsan Akhirnya Rayhan pun menyewa taksi dan menaikan Raya pada taksi sedangkan Rayhan mengikuti dari belakang mengunakan motor satpam.
"Aku tak bisa bayangkan kurang sedetik saja, Raya sudah di pastikan tak akan selamat" gumam Rayhan.
Setelah sampai di pengiapan, Rayhan masuk lebih dahulu dan memarkirkan motor di halaman penginapan.
Sedangkan Rayhan langsung menggendong tubuh Raya yang membaringkan pada ranjang.
Tak lupa Rayhan keluar lagi dan memberikan uang pada supir taksi, juga uang pada satpam karena motornya sudah Rayhan pakai barusan.
"Sekarang semakin tak aman bagiku" gumam Rayhan menatap ke sekitar penginapan itu.
Rayhan masih bingung pada orang orang tadi, fikiran Rayhan mengarah pada Group Blooder tapi hati Rayhan mengatakan kalau ini bukan ulah mereka.
Rayhan berselancar di sosial media dia melihat video yang paling viral hari ini, Rayhan melihat Video itu sampai habis dan melihat dengan teliti orang yang berada di video itu.
"Zia" gumam Rayhan.
📞📞
"Lukas apa apaan ini kau menembak orang lain di jalanan" tanya Rayhan.
"Dari mana tuan tau" tanya Lukas terbata bata tak percaya.
"Lihat sosial media Lukas disana banyak sekali video itu, kenapa kau ceroboh Lukas bagaimana jika kepolisian melihat berita ini" ucap Rayhan.
"Menculik Zia" gumam Rayhan.
"Ya tuan, tapi saya gak tau siapa orangnya" ucap Lukas.
"Lukas baru saja aku juga mengalami hal itu, Raya baru saja di culik tapi aku berhasil membawanya kembali dan sama seperti mu aku tak tau dalang di balik penculikan itu" ucap Rayhan.
"Apa Nona Raya baik baik saja" tanya Lukas.
"Dia masih pingsan mungkin karena obat bius" ucap Rayhan.
"Syukurlah, tuan saya akan bereskan dulu masalah video ini" ucap Lukas.
"Ya itu lebih baik" ucap Rayhan.
📞📞📞
"Zia akan di culik, dan Raya juga di culik, kenapa di hari yang sama dan di jam yang sama, aku paham kalau lawan aku ini bukan lawan sembarangan" ucap Rayhan.
Rayhan menatap pada Raya yang masih pingsan, Rayhan memutuskan ke dapur untuk memasak apa saja yang ada di dapur.
Rayhan membuka lemari kulkas yang berada di penginapan itu, tak ada apa apa hanya ada mie instant dan telur yang berjajar rapih di kulkas.
"Tak ada yang bisa aku masak" gumam Rayhan.
Dengan terpaksa Rayhan pun memasak mie dengan telur di rebus, walau pun seumur umur Rayhan tak pernah memakan mie instant tapi sekarang dia terpaksa karena perutnya sudah sangat lapar.
__ADS_1
Tak lupa Rayhan juga memasakan mie instant untuk Raya, jaga jaga saja siapa tau Raya lapar saat bangun dari pingsan nya nanti.
Rayhan kembali ke kamar dengan membawa mie itu dan duduk di Sofa, Rayha menatap mie itu dengan penuh selidik.
"Mie untuk sarapan apa tak akan apa apa" tanya Rayhan.
Rayhan menyeruput kuah mie itu, terasa sangat gurih namun Rayhan sangat suka pada rasanya.
"Terlalu banyak penyedap rasa" gumam Rayhan.
Namun karena perutnya sangat lapar, Rayhan pun menghabiskan mie nya sampai tak tersisa lagi.
Sedangkan di sisi lain, Lukas sedang melihat siapa orang yang berani meng viralkan Video itu pada sosial media.
Sehingga membuat karyawan kantor pun menatap Lukas dengan tatapan tak percaya.
"Lukas" ucap Zia yang langsung masuk ke ruangan Lukas.
"Apa" tanya Lukas.
"Apa kau tau Video tadi pagi saat kau membunuh orang itu sekarang sudah tersebar luas dan kau tau para karyawan kantor juga sekarang sedang membicarakan kita" ucap Zia.
"Aku akan pergi" ucap Lukas yang langsung meninggalkan Zia sendirian di ruangannya.
"Ck dia kenapa" tanya Zia.
Lukas pergi ke tempat dimana pembuat Video itu tinggal, bahkan rasa marah mendominasi Lukas sekarang.
Bahkan banyak sekali Netizen yang blak blakan menyebutkan kalau Lukas menembak karena tak ingin kehilangan Zia.
Bisa Lukas artikan kalau maksud mereka adalah mereka menganggap kalau Lukas dan lawan itu terlibat pertikaian karena memperebutkan cinta dari Zia, bahkan tak banyak yang mengomentari Lukas kalau Lukas laki laki bu dak cinta, bahkan sampai di sebut Bo doh juga.
Lukas menatap pintu dari kayu jadi yang mendominasi rumah minimalis itu, Lukas ragu antara mau menendang pintu itu atau mau mengetuknya, karena sekarang Lukas sedang marah.
Namun di sisi lain Lukas juga tak mau merusak barang orang lain.
Akhirnya Lukas pun mengalah dan mengetuk pintu itu.
Keluarlah laki laki yang pagi tadi mengambil Video Lukas.
"Kau tuan yang berada di video itu kan" ucapnya.
"Aku harap kau bisa menghapusnya segera dan membuat klarifikasi kalau video itu hanya rekayasa" ucap Lukas.
"Tidak bisa tuan itu sudah menyebar luas".
" aku tak mau tau" ucap Lukas.
Brakk..
Lukas menggebrak pintu dan itu hanya menggertak saja, supaya membuat dia takut dan tak berani membantah Lukas.
"Baik tuan saya akan hapus" ucapnya.
...Bersambung...
__ADS_1