
Pagi harinya Raya sudah bersiap akan kuliah dia baru saja menyewa mata mata karena ingin mengetahui apa saja yang Rayhan lakukan di luaran sana.
Begitu juga Dengan Rayhan dia juga sudah menyiapkan anak buah nya untuk memata matai Raya.
"Mas mau berangkat sekarang" tanya Raya.
"Ya nanti aku mau bereskan dulu berkas berkas ku" ucap Rayhan.
"Oh baik lah" ucap Raya.
Raya menunggu Rayhan sambil mengutak Atik ponsel nya karena sekarang dia tengah mengirim pesan pada Kevin.
{Ray aku akan datang ke sana lagi, kau tenang saja aku masuk kelas siang} pesan Kevin.
{Ya Vin jangan lupa beri tau aku nanti} balasan pesan dari Raya.
"Ayo berangkat" ucap Rayhan.
"Ayo mas" ucap Raya.
Mereka berangkat Rayhan akan mengantarkan Raya dulu ke kampus nya karena sekarang Raya masuk bagian pagi.
Seperti biasa teman teman Raya sudah ada di pinggir gerbang masuk karena sedang menunggu Raya yang baru saja datang.
"Mas aku masuk dulu, kau hati hati lah di jalan" ucap Raya.
"Ya Ray" ucap Rayhan.
Raya turun dan mendekat pada kedua teman teman nya, Rayhan mengutak atik ponsel nya.
📞📞
"Lakukan tugas mu, Raya sudah masuk ke kampus nya" ucap Rayhan pada anak buahnya.
"Baik tuan" ucap Anak buah Rayhan.
📞📞
Rayhan melajukan mobilnya ke perusahaan nya karena sekarang dia akan bekerja,
Sedangkan di kampus Raya sekarang tengah berada di kantin bersama dengan kedua teman nya.
"Ray kemarin kau ke mana" tanya Rahma.
"Gak ke mana mana" ucap Raya.
"Kata Kevin" ucap Julia.
"Oh jadi gini, kemarin aku menyelidiki rahasia mas Ray" ucap Raya.
"Apa berhasil" tanya Julia.
"Gagal" ucap Raya sambil menggeleng kan kepala nya.
"Yah lalu sekarang bagai mana" tanya Rahma.
"Kevin akan mencari tau lagi, dia akan menyelidiki nya sekarang" ucap Raya.
"Oh aku harap dia akan membuahkan hasil" ucap Rahma.
"Ya semoga saja" ucap Raya.
"Aku yakin kalau mas Ray itu tak seburuk yang kau katakan Raya" ucap Julia.
"Jul semua bukti ada, apa lagi yang harus aku pertanyakan lagi" ucap Raya.
"Bisa saja orang itu meneror mu dan dia Ingin kalau kau dan mas Ray itu jadi berantem" ucap Julia.
"Mustahil, aku tak yakin itu, karena yang aku dengar Mas Ray punya bisnis senjata" ucap Raya.
"Lalu apa kau pikir dengan punya bisnis senjata apa mas Ray seorang Mafia" tanya Julia.
"Jul aku punya teman nama nya mutiya dia punya suami seorang mafia dan kau tau ciri ciri suaminya itu sama seperti mas Ray" ucap Raya.
"Entah lah aku tak mau ikut campur kalau begitu" ucap Julia.
"Aku harus tanya siapa sekarang" gumam Raya.
Raya melihat pada Rahma yang sejak tadi hanya melamun saja bahkan mata Rahma seperti berkaca kaca akan menangis.
"Rah kau kenapa" tanya Raya.
Terlihat kalau Rahma baru saja menghapus air matanya.
"Hah tidak Ray aku baik baik saja" ucap Rahma.
"Masa sih kenapa kau menangis" tanya Raya.
"Tidak" ucap Rahma.
"Ayo lah Rahma cerita saja siapa tau kan aku atau Raya punya solusi nya" ucap Julia.
__ADS_1
"Aku hanya kepikiran saja, begini mamah Mira dia ingin kalau kak El menikah lagi, aku gagal jadi istri Ray, aku tak bisa membahagiakan kak El pada mamahnya" ucap Rahma yang langsung menumpahkan tangisan pada kedua teman nya itu.
"Gagal bagai mana kau sempurna Rah" ucap Julia.
"Aku gagal Jul, mereka ingin aku cepat hamil" ucap Rahma.
"Astaga keluarga naif seperti apa mereka, seharus nya mereka itu pikir kalau anak di bawah usia 20 tahun seharusnya belum memiliki anak" ucap Julia.
"Entah lah aku bingung sekarang, aku harus bagai mana aku sudah cek tapi aku subur aku normal" ucap Rahma.
"Apa suami mu yang tak normal" tanya Julia.
"Tak mungkin" ucap Raya.
"Hey bisa saja kan" ucap Julia.
"Entah lah aku bingung sekarang" ucap Rahma.
"Mamah mertua mu sangat ja hat Rah pernikahan kalian baru saja beberapa Minggu saja tapi mertua mu ingin punya cucu" ucap Raya.
"Ya karena kan Kak El itu anak sulung jadi wajar saja kalau mamah mau punya cucu, kau tau Ray bahkan mamah juga sudah punya calon nya" ucap Rahma.
"Apa" tanya Raya.
"Ya hati istri mana yang tak akan sakit saat mendengar suami nya akan menikah lagi" ucap Rahma.
"Sabar ya" ucap Raya.
Rahma menangis merasakan hal itu, Raya dan Julia hanya menatap teman nya itu dengan tatapan tak tega karena bisa bisa nya Elpan berniat seperti itu.
Sedangkan sekarang Kevin sedang melancarkan aksinya memata matai suami nya Raya yang tak lain adalah Rayhan.
"Astaga banyak sekali orang di sini" gumam Kevin yang sekarang berada di semak semak markas itu.
Kevin sekarang melakukan hal itu karena dia tak enak hati pada Raya apa lagi kejadian kemarin, Kevin jadi ingin membantu Raya supaya Kevin bisa lupa rasa tak enak dalam hati nya itu.
Tapi Kevin lupa kalau sekarang dia tengah berada di tempat yang salah, tempat ini adalah tempat yang sama seperti neraka.
Siapa pun yang datang ke sana maka anak buah Rayhan tak akan tanggung tanggung membuatnya babak belur.
"Di mana suami nya Raya aku tak melihat nya" gumam Kevin.
Saat ini Rayhan dan Lukas sedang dalam perjalanan akan ke markas karena tadi baru saja anak buah nya menelpon katanya ada masalah di markas.
"Tuan kata anak buah mu, benar kalau Van itu sudah tak memegang markas blooder lagi namun yang benar lagi adalah pemegang sekarang itu adalah Dion Adinata" ucap Lukas.
"Ya kau sangat lah benar Lukas, pesan yang Dion kirim pada Raya, ternyata benar ada nya aku juga melihat nya sendiri" ucap Rayhan.
"Kita pikirkan bagai mana caranya menghabisi Dion" ucap Rayhan.
"Apa kita harus fikir kan rencana nya sekarang" tanya Lukas.
"Tidak perlu kita tunggu saja Dion mau apa " ucap Rayhan.
"Baik lah tuan" ucap Lukas.
Rayhan dan Lukas sampai di markas, mereka langsung masuk, saat itu juga Kevin terkejut karena ternyata apa yang di katakan Raya tentang suami nya itu benar ada nya.
Kevin memotret kedatangan Rayhan itu da langsung mengirim kan foto itu pada Raya.
"Aku akan pergi sekarang" gumam Kevin yang langsung pergi dari sana.
Rayhan masuk ke dalam markas,
"Ada apa" tanya Rayhan.
"Tuan ada masalah dalam pengiriman" ucap Rega.
"Masalah apa" tanya Rayhan.
"Entah tuan tapi kata anak buah kita yang berangkat ke sana katanya alamat nya tak sesuai" ucap Rega.
"Kenapa bisa" tanya Rayhan.
Rega menggeleng kan kepala nya karena tak tau apa masalah nya.
"Tuan aku harap tuan bisa menelpon orang yang memesan nya" ucap Rega.
"Baik lah aku akan telpon" ucap Rayhan yang langsung mengutak Atik ponsel nya.
📞📞
"Tuan Sam bagai mana apa pesanan nya sudah sampai" tanya Rayhan pada orang yang memesan itu.
"Belum tuan Rayhan" ucapnya.
"Apa kau Menganti alamat nya" tanya Rayhan.
"Tidak tuan saya masih di tempat yang sama" ucapnya.
"Anak buah ku bilang kalau mereka sudah sampai ke alamat mu tapi kau tak ada di sana" ucap Rayhan.
__ADS_1
"Aku akan keluar Pastikan anak buah mu ada di depan rumah" ucap nya.
"Ya"
📞📞
"Telpon mereka katanya mereka harus ada di depan rumah nya" ucap Rayhan.
"Baik Tuan" ucap Rega.
"Hanya begini saja" gumam Rayhan.
Rayhan duduk di kursi nya, sedang kan anak buah yang lain Sekarang tengah istirahat karena malam ini akan datang lagi senjata.
Rayhan melihat layar ponsel nya, sekarang anak buahnya mengirimkan foto Raya yang sekarang tengah belajar.
"Sudah lah biarkan saja" gumam Rayhan.
Sedangkan sekarang Raya yang baru saja membuka pesan dari Kevin pun langsung terkejut karena ternyata benar kalau Rayhan ada di sana.
"Astaga ternyata benar dugaan aku" gumam Raya.
Sekarang di markas Blooder sedang merencanakan sesuatu, yang di pimpin oleh Dion adinata.
"Lalu tuan mau apa sekarang" tanya Haykal.
"Rencana nya aku akan membawa Mutiya atmala yang tak lain adalah istri Van armasta aku ingin menjadi kan dia sebagai istri ku" ucap Dion.
"Baik lah" ucap Haykal.
"Bawa dia kemari" ucap Dion.
"Kenapa harus melibatkan Nona mutiya dalam rencana ini, kau sudah mengambil markas tuan Van dan sekarang kau mau mengambil istri nya" ucap anak buah Van.
"Oh kau mau membantah padaku" ucap Dion.
"Bukan membantah tapi kenapa harus membawa nona dalam hal ini" ucapnya membela Van.
"Kau berani melawan ku" geram Dion.
"Bukan" ucapnya.
"Keluarkan dia dari sini" ucap Van pada seluruh anak buah nya.
Dengan terpaksa anak buah Van mengeluarkan dia yang membantah.
"Kau akan tau rasanya" geramnya.
"Ada yang masih mau membantah seperti dia, aku tak akan segan segan mengeluarkan kalian dan kalian akan tau Sendiri bagai mana akibatnya" ucap Dion.
Semua nya hanya menunduk saja, bahkan tak Banyak dari mereka yang langsung pergi karena akan menyelesaikan masalah nya.
Sedangkan orang yang tadi di usir, sekarang dia tengah mencari keberadaan Mutiya atmala.
Sedangkan Mutiya Atmala sekarang tengah bertemu dengan Raya, bukan Mutiya yang minta bertemu tapi Raya yang ingin bertanya pada Mutiya.
"Maaf ya aku ajak kau ketemu" ucap Raya.
"Tak masalah" ucap Mutiya.
"Aku mau bertanya pada mu" ucap Raya.
"Tanya apa? Tanya kan saja" ucap Mutiya.
"Tentang suami mu, aku rasa mas Rayhan juga sama" ucap Raya.
"Tuan Rayhan seorang Mafia" tanya mutiya.
"Ya aku sudah selidiki semua dan benar kalau mas Ray itu seorang Mafia" ucap Raya.
"Masa sih aku tak percaya" ucap Mutiya.
"Beneran" ucap Raya.
Sedangkan Van sekarang tengah berada di kediaman Atmala karena sekarang Van sedang memikirkan cara nya mengalahkan Dion.
"Bagai mana ini" gumam Van.
,📞📞
"Tuan sekarang nona mutiya dalam bahaya, Dion adinata akan membawa nona" ucapnya dengan nafas ngos ngosan.
"Kau berbohong" tanya Van.
"Tidak tuan aku sekarang sudah bukan anak buah Dion lagi aku sudah di keluarkan oleh nya, jaga Nona tuan, Dion sangat nekad sekarang" ucap Nya
"Sekarang mutiya sedang ke cafe aku akan ke sana" ucap Van.
"Ya tuan".
📞📞
__ADS_1
bersambung