
Rayhan pergi menuju kantornya dia melakukan pertemuan dengan klien itu acara pertemuan berjalan dengan sangat lancar bahkan Klien sangat kagum pada Rayhan karena kesigapan dan ke tekunan Rayhan.
Hari ini Rayhan sibuk kerja karena banyaknya para pembisnis yang ingin bekerja sama dengan perusahaan yang sedang Rayhan kembangkan itu.
"Wiguna Group, nama yang sangat populer namun sayang aku bahkan tak kenal siapa Wiguna" gumam Rayhan tersenyum tipis.
Rayhan melihat bio data para pembisnis besar yang ingin bekerja sama dengan perusahaanya.
"Apa ini Elpan ingin bekerja sama denganku, ya ampun dia sangat bod*h padahal perusahaannya sangat besar tapi dia mau bekerja sama dengan perusahaan ku" gumam Rayhan.
Rayhan memisahkan bio data perusahaan Elpan dan perusahaan Ibu Ajeng karena hanya perusahaan itu lah yang akan Rayhan ajak bertemu terlebih dahulu.
Tetapi mata Rayhan terbelalak melihat nama Dion adinata yang ada di barisan map bio data para pembisnis lain.
"Dion adinata" gumam Rayhan.
"aku harus mencari tau siapa dia, aku akan ajak dia bekerja sama denganku" gumam Rayhan tersenyum jahat pada bio data yang sedang dia pegang itu.
"Lukasss" teriak Rayhan pada Lukas asisten pribadinya.
Dengan cepat Lukas datang kesana karena tak mau kalau tuannya lama menunggu sehingga membuat Rayhan akan marah padanya.
"Ya tuan" tanya Lukas.
"Telpon pembisnis ini katakan kalau aku ingin bertemu dengannya" ucap Rayhan.
"Baik tuan saya akan menelponnya" ucap Lukas yang langsung pergi dari sana.
"Dulu aku pernah begini ingin sekali aku bekerja sama dengan perusahaan lain namun sekarang perusahaan orang yang datang padaku dan ingin bekerja sama denganku" gumam Rayhan mengingat masa sulitnya dahulu.
Sedangkan di tempat lain Aziya dan Alena sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan karena hari ini mereka akan belanja sepuas mereka.
Aziya belanja menggunakan kartu kredit milik Rayhan dan itu pun tanpa sepengetahuan Rayhan karena pikir Zia dia akan belanja sedikit dan tak akan menghabiskan uang Rayhan.
Tetapi kenyataanya lain Aziya belanja sangat banyak karena merasa ada temannya jadi Zia sangat suka belanja barang yang limited edition, apa lagi Alena juga membelinya.
"Zi lihat ini tas sangat langka bahkan hanya ada lima saja di indonesia kau tau tas ini di buat dari apa" ucap Alena.
"Memangnya di buat dari apa tas itu" tanya Zia.
"Kulit macan asli" ucap Alena.
"Oh ya" tanya Zia tak percaya.
"Beneran ini tak ada lagi Zi hanya ada dua lagi ayo kita beli" ucap Alena.
"Berapa harganya" tanya Zia.
"Murah kok hanya tiga puluh juta saja" ucap Alena dengan nada biasa saja.
__ADS_1
"Apa" pekik Zia dia tak percaya kalau harta tas yang kecil itu sangat mahal.
"Kau bilang murah" ucap Zia.
"Kenapa hanya tiga puluh juta kan" ucap Alena santai karena baginya uang segitu sangat kecil apa lagi Alena sangat di manja oleh Daddynya, jadi apa pun yang Alena inginkan pasti akan Hilman turuti.
Namun tidak dengan keinginan Alena yang ingin menikah dengan Rayhan, Alena rasa Daddy nya itu tak akan bisa mengabulkannya.
"Tiga puluh juta kau bilang hanya" ucap Zia protes.
"Ya Zi, jangan bilang kau tak punya uang segitu bukannya kau kerja ya" tanya Alena.
"Ya kerja tapi aku baru kerja satu minggu" ucap Zia.
"Baiklah ayo kita beli" ucap Alena.
Mau tak mau Zia pun mengambil dan membelinya, Aziya membayarnya mengunakan kartu kredit Rayhan.
Dan tak lama kemudian sebuah pesan masuk ke ponsel Rayhan yang sekarang sedang bekerja, Rayhan mengerutkan keningnya karena tumben sekali pihak bank menghubungi Rayhan.
{ Selamat siang tuan, penggunaan kartu Kredit anda sudah melalui batas maksimum... }
Dan masih banyak sekali pesan yang belum Rayhan baca karena sekarang Rayhan sudah tersulut emosi karena Rayhan tau kalau ini semua pasti ulah Zia.
Rayhan langsung menghubungi Zia.
📞📞
..."Belanja" ucap Zia enteng karena Zia belum tau kalau dia belanja sangat banyak....
..."Ke kantor kakak sekarang" ucap Rayhan penuh penekanan....
..."Mau apa bukannya kau mengijinkan aku cuti dua hari" ucap Zia....
..."Jangan membantah segeralah kemari" bentak Rayhan yang sudah tak sanggup lagi menghadapi sikap adiknya itu....
📞📞📞
Rayhan mengatur nafasnya karena sekarang dia sudah sangat marah, apa lagi uang di dalam kartu kredit itu cukup banyak tapi ada pesan dari pihak Bank kalau Kartu itu sudah di pakai melebihi batas maksimum.
"Harus apa aku sekarang" gumam Rayhan mengeluh.
Sedangkan di sisi lain Zia sekarang merasa sangat panik karena dengan tiba tiba Rayhan memintanya datang sambil membentak begitu.
Sudah Zia duga kalau Rayhan sekarang sedang marah besar padanya tapi Zia tak tau apa kesalahanya.
Zia datang ke perusahaan Rayhan bersama dengan Alena karena sejak tadi Zia bersama dengan Alena kemana mana pun bersama dengan Alena.
Zia langsung berlari menuju ruangan Rayhan yang berada di lantai dua, Zia sudah siap akan mendengarkan kemarahan kakaknya itu padahal Zia belum tau kesalahannya apa.
__ADS_1
"Kak" ucap Zia yang langsung masuk kedalam.
"Dari mana kau" tanya Rayhan dingin dan menatap tajam pada Zia.
"Belanja" jawab Zia.
"Belanja apa saja" tanya Rayhan.
"Tas, pakaian, kosmetik, dan yang lain" ucap Zia.
"Pantas, kau belanja menggunakan kartu Kredit ku" tanya Rayhan.
"Ya hanya sedikit kok" ucap Zia enteng.
"Waww sedikit ya, tapi kau menghabiskan semua uang ku Zia" teriak Rayhan pada adiknya itu.
Suara Rayhan mengelegar di ruangan itu bahkan Zia pun yang mendengarnya hanya terkejut dan takut karena sekarang Rayhan sedang benar benar marah besar.
"Tapi kak" ucap Zia yang hendak membela diri namun tak jadi karena Rayhan masih marah.
Terlihat oleh Zia kalau sekarang Dada Rayhan dengan naik turun menahan emosi.
"Mulai hari ini aku akan mencabut semua pasilitas mu" ucap Rayhan yang sekarang sudah mulai tenang.
"Tapi kak jangan begitu dong" protes Zia.
"Aku harap kau giat bekerja" ucap Rayhan.
"Kau jahat kak, kenapa kau tak cepat menikah biar aku juga bisa menikah karena kalau kau cepat menikah aku juga akan menikah dan aku tak akan tinggal lagi dengan orang jahat seperti mu" ucap Zia marah pada Rayhan.
Rayhan hanya tertawa saja karena saat Zia marah maka Zia akan bicara terbelit belit.
"Oh ya silahkan saja menikah aku juga akan cepat menikah" ucap Rayhan.
"Syukurlah setidaknya aku bebas dari manusia egois sepertimu" ucap Zia.
"Aku tak egois kau boros Zia, nanti kau akan merasakan betapa susahnya mencari uang" ucap Rayhan.
"Aku hanya menghabiskan uang mu kak, dan kau sampai membentakku kau tau kan aku ini seorang anak yang hidup tanpa kasih sayang apa kau tau betapa susah nya bagiku hidup tanpa Papah dan mamah" ucap Zia marah.
"Lantas apa kau pikir hanya kau saja yang merasa kesusahan, aku juga Zia aku yang mencari uang untuk membahagia kan mu dan kau bisa kuliah bisa belanja sebanyak itu karena siapa" tanya Rayhan.
Zia hanya menunduk saja karena dia tau kalau memang benar selama ini Rayhan yang mencari uang, bahkan Rayhan putus sekolah karena harus mengurus perusahaan.
"Kakak hanya ingin kau mandiri, pulang lah kakak maafkan kesalahan mu dan ingat satu hal jangan pernah ikut ikutan dengan Alena dia orang kaya berbeda dengan kita" ucap Rayhan tanpa menatap Zia.
Zia langsung pergi dari sana tanpa bicara lagi karena dia tau kalau di sini yang salah itu adalah Zia.
Bersambung...
__ADS_1