Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 133


__ADS_3

Elpan datang ke sana karena akan menjemput Rahma untuk segera pulang.


"Permisi" ucap Elpan yang sekarang tengah di ambang pintu.


"El masuk lah" ucap Rayhan.


"Ray aku ingin menjemput Rahma" ucap Elpan.


"Ya Rahma dari tadi di sini mereka kerja kelompok" ucap Rayhan.


"Oh di mana Lian" tanya Elpan.


"Ada lagi tidur" ucap Rahma.


Elpan langsung melihat putranya yang sekarang sedang tidur nyenyak.


"Kau membawa nya ke kampus" tanya Elpan.


"Ya kak karena kata mamah aku harus membawa Lian ke mana mana aku pergi, lagi pula di rumah juga tak ada yang urus" ucap Rahma.


"Aku akan sewa baby sitter untuk mengurus Lian" ucap Elpan.


"Terserah" ucap Rahma.


"Baik lah ayo pulang" ucap Elpan.


"Ray aku harus pulang sekarang, terima kasih ya karena sudah membantu aku" ucap Rahma.


"Ya Rah sama sama" ucap raya.


Rahma dan Elpan pulang dari sana,


Raya menatap kepergian teman nya itu.


"Mas dapat kabar kalau Kak Alena dengan tuan Lukas akan menikah" ucap Raya.


"Apa kapan? Mas gak tau" ucap Rayhan.


"Beneran mas aku juga gak tau tanggal nya tapi mereka emang mau menikah" ucap Raya.


"Entah karena Lukas tak bilang apa apa" ucap Rayhan.


"Mungkin belum" ucap Raya.


Tokk


Tokk


"Mas siapa yang datang" tanya Raya.


"Biar aku yang buka" ucap Rayhan.


Rayhan membuka pintu rumah nya itu dan ternyata ada Puput dan Arka yang datang ke sana di susul oleh Abimana yang tak lain adalah sepupu Rayhan.


"Aunty kalian datang" tanya Rayhan.


"Ya aku baru sampai di sini" ucap Puput.


"Ray apa Mamah dan papah mu tak datang" tanya Arka.


"Katanya akan datang tapi entah kapan" ucap Rayhan.


"Mungkin besok" ucap Puput.


"Ayo masuk, paman ayo Aunty" ucap Rayhan.


Mereka masuk dan Raya langsung menyalami Aunty nya Rayhan itu.


"Aku senang mendengar berita kalau kau sedang mengandung, akhirnya aku akan jadi nenek juga" ucap Puput.


"Ya Aunty" ucap Raya.


"Mah kenapa Nenek bukan nya Nenek itu dari anak aku nanti" ucap Abimana keberatan.


"Ya sama saja" ucap Puput.


"Ya deh terserah" ucap Abimana.


Mereka duduk dan mengobrol di sana sampai larut malam dan mereka makan di meja makan, kedatangan keluarga Puput ke sana karena akan berkumpul bersama dengan keluarga nya.


"Ray apa kau masih kuliah" tanya Puput.


"Ya Aunty aku masih kuliah, karena kan tak masalah kata dosen pun boleh dan nanti setelah kandungan nya tua aku akan kuliah daring" ucap Raya.


"Ya itu bagus" ucap Puput.


"Bahkan dulu ada teman Aunty yang hamil tapi dia maksain kuliah, akhirnya dia melahirkan di kampus" ucap Puput.


"Kenapa apa suami nya tak melarang nya" tanya Rayhan.


"Aku gak tau soal itu" ucap Puput.


Setelah selesai makan mereka berkumpul di meja makan dan mengobrol masalah perusahaan yang sampai sekarang semakin berkembang cukup pesat.


Pagi harinya Rayhan dan Raya sudah bersiap akan ke kampus.


"Aunty aku akan berangkat sekarang karena sudah siang juga" ucap Raya.


"Ya baik lah, jangan khawatir kan tentang Rumah ada Aunty yang akan menjaga nya" ucap Puput.


"Ya" ucap Raya.


Sekarang raya di antar Rayhan ke kampus, sudah menjadi kebiasaan Raya kalau tiap pagi dia akan mampir ke sekolah SD karena akan jajan di sana.


Selain banyak nya makanan yang ada di sana Raya juga sering sekali jajan di sana.


Dan satu hal yang membuat Rayhan malu adalah Raya hanya jajan tiga ribu dan itu pun pada setiap pedagang.


Seperti biasa Rayhan hanya menunggu di mobil dan Raya yang turun dan jajan banyak di sana.


"Sudah" tanya Rayhan yang melihat istrinya datang dengan membawa beberapa kantor keresek yang isinya makanan semua.


"Tumben hanya sedikit" tanya Rayhan.


"Oh ini di bantu mang parkir membawanya" ucap Raya menunjuk pada kang parkir yang datang ke sana dengan membawa beberapa kantor keresek.


"Astaga" ucap Rayhan menepuk keningnya.


Mereka berangkat ke kampus Raya dalam perjalanan Raya hanya fokus pada makanan nya saja padahal makanan yang di beli Raya hanya itu itu saja.


"Apa ini yang nama nya ngidam" gumam Rayhan.


"Mas kamu mau" tanya raya.


"Tak perlu" ucap Rayhan.


"Ayo lah mas jangan malu malu" ucap Raya.


"Malu kenapa" tanya Rayhan.


"Sudah lah, aku akan menghabiskan semua nya kalau kamu tak mau" ucap Raya.


"Ya terserah kamu saja Raya, oh ya apa tadi pagi kau minum susu hamil" tanya Rayhan.


"Ya mas aku lupa" ucap Raya.


"Ck kau ini kenapa bisa sampai lupa" ucap Rayhan.


"Entah lah mas" ucap Raya.


"Baik lah nanti malam jangan sampai lupa" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Siap Bos" ucap Raya.


Raya masuk ke kampus nya, sekarang Raya hanya bersama dengan Julia saja karena Rahma akan masuk siang.


"Oh ya Ray sepi ya kalau tak ada Rahma" ucap Julia.


"Ya tapi ini lebih baik untuk Rahma, Jul" ucap Raya.


"Ya, kalau aku jadi Rahma mungkin aku akan pergi saja, ogah aku di jadikan sebagai pembantu pengasuh" ucap Julia bergidig ngeri.


"Sudah lah lagi pula kita tak akan se kuat Rahma" ucap Raya.


"Sebenarnya Rahma itu bukan kuat Ray cuman Rahma itu hanya menerima nya dengan ikhlas padahal hatinya sudah hancur sejak dulu, aku tak yakin kalau dia mau mencintai orang lain nantinya" ucap Julia.


"Aku bilang pada Rahma kalau Kevin suka padanya" ucap Raya.


"Oh ya" tanya Julia.


"Ya tapi Rahma tak percaya, malahan Rahma seolah cuek saja, bahkan pada Kak El pun Rahma terlihat sangat cuek dingin dan ketus" ucap Raya.


"Tak heran sih, hati memang begitu sama sekali kaca yang sudah retak kalau di perbaiki pun masih ada goresan nya" ucap Julia.


"Ya" ucap Raya.


"Dulu aku berfikir kalau punya suami orang kaya itu senang kemana pun kita mau kita bebas pergi, apa pun yang kita mau kita bisa beli, tapi sayang ternyata aku salah" ucap Julia.


"Jul orang kaya juga manusia" ucap Raya.


"Ya justru manusia kalau hewan gak akan punya akal" ucap Julia.


"Ya begitulah" ucap Raya.


Sekarang Rayhan yang tengah berada di ruangan nya mengerjakan semua pekerjaan nya yang sangat banyak itu.


Beberapa bulan ini perusahaan Rayhan cukup berkembang pesat, apa lagi dengan kedatangan si jabang bayi yang semakin membuat Rayhan semangat.


"Kak Ray apa saja yang di lakukan CEO" tanya Abimana yang baru saja datang ke sana karena akan melihat Rayhan bekerja.


"Duduk, bernafas, dan diam" ucap Rayhan ketus.


"CK membosankan" ucap Abimana.


"Kau hanya belum terbiasa saja" ucap Rayhan tapi matanya pokus pada layar laptop.


"Papah akan memberikan perusahaan nya pada ku, apa perusahaan di sini sangat besar" tanya Abimana.


"Besar bahkan perusahaan itu juga sangat berkembang" ucap Rayhan.


"Aku malas kak, entah lah indo itu tak se indah yang aku bayangkan tak seperti Kanada yang bisa celap celup di mana saja" ucap Abimana.


"Kalau begitu Bagus kan, jadi setidaknya kau bisa istirahat dari kelakuan be jad mu itu" ucap Rayhan.


"CK kak kau gak akan tau" ucap Abimana.


"Makan nya nikah" ucap Rayhan.


"Ya nanti kalau sudah punya pasangan yang baik aku akan menikah" ucap Abimana.


"Kau mau yang baik tapi kau sendiri sudah rusak, laki laki egois kau" ucap Rayhan.


"Bukan egois kak wajar saja kan kalau aku ingin wanita baik baik karena kan wanita itu akan menjadi ibu dari anak anak ku nanti" ucap Abimana.


"Terserah" ucap Rayhan ketus.


Siang harinya Raya baru saja keluar dari kelas dia melihat ada Rahma yang sekarang masih membawa troli bayi.


"Jul lihat apa itu Rahma" tanya Raya pada Julia.


"Hah ya, tapi kenapa dia masih membawa Lian" tanya Julia.


"Ya katanya akan menitip kan anak nya pada maru nya" ucap Raya.


"Entah ayo kita ke sana" ucap Julia.


"Rah kau datang bersama Lian" tanya Julia.


"Ya Lian tak ada yang jaga" ucap Rahma.


"Katanya kak El akan menyewa baby sitter" tanya Raya.


"Gak, kau tau kan kalau Mbak Wanda itu pintar membulak balikan fakta" ucap Rahma.


"Lalu sekarang kau akan apa, Rahma kemarin juga kan Lian nagis di kelas, kemarin kan ada Kevin kalau sekarang bagai mana" tanya Julia.


"Entah lah" ucap Rahma.


"Begini saja untuk sekarang aku akan jaga Lian, tak apa aku akan bilang pada Mas Ray kalau sekarang aku pulang telat" ucap Raya.


"Jangan Raya aku gak enak, aku selalu menyusahkan kamu" ucap Rahma.


"Tak menyusahkan justru aku senang karena aku bisa mengasuh Lian anggap saja kalau aku belajar mengurus anak" ucap Raya.


"Ya tapi aku terlalu banyak menyusahkan mu Ray" ucap Rahma.


"Tidak menyusahkan ayolah" ucap Raya.


"Tapi benar kan Kak Ray tak akan marah" tanya Rahma.


"Tak akan" ucap raya.


Raya menggendong Lian.


"Baik lah aku akan asuh Lian di UKS ya" ucap Raya.


"Ya sudah" ucap Rahma.


"Maaf ya aku tak bisa bantu, karena sekarang aku harus bekerja" ucap Julia.


"Tak masalah Jul aku bisa sendiri" ucap Raya.


"Aku harus pergi maaf ya" ucap Julia.


"Ya hati hati di jalan" ucap Raya.


"Ya" ucap Julia.


"Ray aku harus segera masuk aku janji saat pelajaran selesai aku akan langsung menemui mu" ucap Rahma.


"Ya kau tenang saja" ucap Raya.


Raya berjalan ke arah UKS karena akan membaringkan Lian di sana.


Di sana ada anak anak parmasi yang selalu mengobati orang yang sakit.


"Permisi kak boleh saya ikut membaringkan Lian di sini" tanya Raya pada senior nya.


"Oh boleh" ucap mereka.


Raya membaringkan Lian di blangkar yang ada di sana.


Karena sekarang Lian sedang tidur jadi Raya bisa diam untuk beberapa menit.


Raya melihat ponsel nya yang baru saja mendapatkan pesan dari Rayhan.


{Ray kata supir kau menyuruh dia tak menjemput mu sekarang, kamu kemana} pesan dari Rayhan.


Raya menelpon Rayhan karena di pesan tak akan jelas.


📞📞


"Mas" tanya Raya.

__ADS_1


"Kamu di mana" tanya Rayhan.


"Aku masih di kampus mas, sedang menjaga Lian" ucap Raya.


"Kenapa menjaga Lian bukan nya sekarang Elpan akan menyewa baby sitter" tanya Rayhan.


"Entah lah aku tak tau tapi sekarang aku sedang menjaga Lian, mas bisa kan kau jemput aku jam 4 sore" tanya Raya.


"Ya baik lah" ucap Rayhan.


📞📞


Rayhan melihat ponsel nya yang baru saja selesai menelpon Raya.


"Elpan ini bagai mana katanya akan menyewa baby sitter tapi masih Raya yang asuh" gumam Rayhan.


Lukas datang ke sana karena ada penting dengan Rayhan.


"Tuan" sahut Lukas.


"Kau datang ayo masuk lah" ucap Rayhan.


"Tuan ada hal penting" ucap Lukas.


"Apa" tanya Rayhan.


"Tuan aku akan melamar Alena apa bisakah kau ikut bersama ku melamarnya" tanya Lukas.


"Melamar Alena" ucap Rayhan.


"Ya, tuan aku takut orang tuanya tak merestui aku" ucap Lukas.


"Tapi paman Hilman pasti akan merestui mu" ucap Rayhan.


"Ya tapi Nyonya Sarah nya" ucap Lukas.


"Ya baik lah sekarang kita datang ke sana" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap Lukas.


Mereka pergi dari sana menuju kediaman Argantara, baru kali ini Rayhan ke sana jadi Rayhan pun merasa asing pada tempat itu.


Beberapa tahun yang lalu Keluarga Alena tinggal di luar negeri karena ada bisnis di sana.


Tapi sekarang mereka menetap di Indonesia lagi karena akan mengelola perusahaan yang ada di sini.


"Apa benar ini rumahnya" tanya Rayhan.


"Benar tuan yang Alena bilang benar" ucap Lukas.


"Oh baik lah ayo ke dalam" ucap Rayhan.


Mereka berdua masuk ke dalam, rumah itu bernuansa putih dengan pohon yang tumbuh liar di halaman rumahnya.


Membuat rumah itu terkesan angker, bahkan rumah nya terlihat gelap membuat semua mata akan takut melihat nya.


"Kau yakin" tanya Rayhan.


"Benar tuan" ucap Lukas.


"Kau pernah masuk ke dalam" tanya Rayhan.


"Aku baru pertama kemari tuan" ucap Lukas.


"Hah kau yakin ini rumahnya" tanya Rayhan.


"Ya yakin" ucap Lukas.


"Ketuk pintu nya" ucap Rayhan.


Tok


Tokk


"Permisi..." Sahut Lukas.


"Tak ada orang kan" tanya Rayhan.


"Ya apa mungkin orang tuanya Alena sibuk ya" ucap Lukas.


"Apa kau salah alamat" tanya Rayhan mulai ragu pada Lukas.


"Tidak tuan" ucap Lukas.


Rayhan melihat ke sembarang arah, saat dia melihat ke arah samping sudah ada seorang bapak bapak yang berwajah menyeramkan ada di sana.


"Aaaa" teriak Rayhan.


"Ada apa tuan" tanya Lukas.


"Siapa kamu" tanya Rayhan.


"Saya yang punya rumah ini" ucapnya.


"Apa rumah ini punya tuan Argantara" tanya Lukas.


"Ini rumah punya saya" ucapnya.


"Oh baik lah tuan maaf kami menganggu" ucap Rayhan yang langsung menarik Lukas dan membawa nya pergi dari sana.


"Tuh kan kau salah" ucap Rayhan.


"Tapi tuan dari informasi yang aku dapat kan benar ini rumah nya" ucap Lukas.


"Kalau pun Iya kenapa jadi salah begini" tanya Rayhan.


"Entah" ucap Lukas.


"Baik lah Lukas telpon saja Alena atau aku yang akan telpon Paman Hilman sekarang" ucap Rayhan.


"Kau saja tuan" ucap Lukas.


"CK kau ini" gumam Rayhan.


📞📞


"Siang paman" tanya Rayhan.


"Siang ada apa Nak Rayhan" tanya Hilman.


"Begini Paman aku mau datang ke rumah paman apa paman ada di rumah" tanya Rayhan.


"Ada paman ada di rumah sejak tadi karena kata Alena pacar nya akan datang ke mari" ucap Hilman.


"Ya paman pacar Alena teman ku, lalu di mana alamat rumah paman" tanya Rayhan.


"Kau tak tau alamat rumah ku" tanya Hikman.


" Tidak paman" ucap Rayhan.


"Baik lah paman akan share lok pada mu dan segera lah datang" ucap Hilman.


"Baik Paman" ucap Rayhan.


📞📞


"Sudah" tanya Lukas.


"Sudah dan sekarang kau bisa menikah dengan Alena, tapi tunggu persiapan mental mu Lukas karena kalau papah nya Alena marah aku tak bisa menyelamatkan mu" ucap Rayhan.


"Kau jahat" ucap Lukas.

__ADS_1


"Gak jahat hanya saja aku baik" ucap Rayhan.


bersambung


__ADS_2