DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PERJALANAN KEMBALI KE KOTA SUCI


__ADS_3

Melihat mereka telah pergi, Siyue bersama sahabat, Kakak dan kedua Kakek nya segera pergi ke Ruang teratai.Kakek Fang Yu yang tertidur tidak tahu apa yang terjadi , begitu juga dengan Si Yuan Ru yang sedang tudur .


Mereka tersadar setelah berada di Ruang Teratai . sedangkan ketiga Kakak Siyue yang belum mengerti , hanya memejamkan mata mereka saat terkena cahaya terang yang menyilaukan mata mereka . dan saat mereka membuka mata. Ternyata mereka sudah berada di temapat lain. Dan kebetulan di sana hari masih terang.


"Yue'er...di mana ini...?" ucap Fang Yan kebingungan . sebab kini dia bersama saudara dan Kedua kakeknya serta sahabat sang adik berada di padang rumput yang terlihat sangat Indah.


"Kita Ada di Ruang Dimensi milikku kak..." Jawab Siyue.


"Ruang dinensi...?Kau...Kau punya Ruang Dimensi....?" Tanya Feng Yan kaget.


"Iya kak...aku punya Ruang Dimensi yang Namanya Ruang teratai. Dan ini mahluk kontrakku yang selalu kalian lihat..." Kata Siyue sambil menunjuk para Xiao Tu yang sedang berdiri dalam bentuk manusia. Sedangkan Baizi sudah melompat dalam pelukan Siyue .


"Selamat Siang semuanya...." Sapa Xiao Tu ramah.


"Siang... " jawab mereka.


"Ya sudah aku akan kembali ke dunia nyata , aku takut kedua pengawalku akan mencariku. lebih baik kalian istirahat lebih dahulu. Nanti kalian bisa berkeliling bersama Xiao Tu. Atau dengan mereka para sahabatku. Kalau soal makanan nanti Xiao Tu yang akan mengurus nya..." Ucap Siyue .


"Lalu kami akan tinggal dimana Yue'er...?" Tanya Simayun bingung. sebab mereka sekarang berdiri di Padang rumput yang indah. Di kejauhan mereka melihat seoerti bangunan kecil dekat sebuah hutan . dan tidak terlalu jauh mereka melibat banguanan Istana yang terlihat sangat indah .


"Kalian bisa ikut para sahabatku , karena mereka sudah membuat tempat tinggal. Kalau kalian ingin membuat sendiri juga bisa...agar nanti saat kalian tinggal di sini tidak kerepotan mencari tempat tinggal. ..."ucap Siyue.


Dia segera mendekati sang Kakek.


"Kek...Siyue pergi dulu ya...Siyue takut kedua pengawal Siyue akan mencariku..." Ucap Siyue.


"Pergilah nak...hati -hati..." Ucap sang Kakek.


"Baik Kek, kalau Kakek, atau Kakek Fang Bo menginginkan sesuatu , muntalah pada Xiao Tu, mungkin Siyue tidak akan bisa datang kesini untuk sementara waktu. Tapi Siyue akan usahaka. Untuk datang kemari .." kata Siyue pada sang Kakek.


"Baik sayang hati- hati Yue'er....." jawab sang Kakek. Siyue tersenyum dan berjalan kearah oara sahabatnya .


" Kak Luo Yi, Feng , Chan dan Ning Si..aku pinjam kuda kalian untuk Tunggangan kami besok, agar perjalanan kami lebih cepat sampai di kota Suci , bukankah kalian tahu sendiri , waktu yang kami miliki sangat terbatas . kami harus sampai secepatnya di kota Suci..." Ucap Siyue. Mendengar ucapan Siyue keempat sahabatnya serentak mengangguk.


"Kau bisa membawa mereka sesukamu Yue'er...mereka juga kuda milikmu.." Ucap Pangeram Luo Yi .


"Tidak Kak...bagaimana pun mereka sudah menjadi milik kalian...Ya sudah aku pergi ..Xiao Tu panggil putih dan keempat kuda yang lain, dan nanti Tolong bawa keempat kuda milik Kakak kemari..." Ucap Siyue.


"Baik Yueyue...sekarang Pergilah, aku yang akan membawa mereka nanti keluar sekalian mengambil kuda mereka" ucap Xiao Tu . Siyuepun segera keluar dari dalam Ruang Teratai. Saat dia sampai di kamar Kakek Fang Bo, ternyata keadaan masih sepi dan saat dia keluar ternyata hati sudah mulai menjelang pagi. Siyue segera keluar dari kamar Kakek Fang Bo. Dia langsung menuju kamar tidurnya . ketika melewati Ruang tengah dia bertemu dengan Beberapa pelayan . Setelah mentapa mereka, Siyue meminta mereka menyiapkan air hangat untuknya .


"Jangan terlalu banyak memasak bik Karena yang akan makan hanya empat orang..." Kata Siyue pada pelayan yang Ada di depannya .


"Empat orang Nona...?lalu yang lainnya...?" Tanya salah satu dari Mereka. Mereka memang sudah tahu kalau Siyue Adalah seorang gadis.


"Mereka sudah pergi tadi malam..." Ucap Siyue.


"Pergi....?!" ucap Mereka bersamaan .


"Memangnya mereka pergi kemana Nona..?" tanya salah satu dari mereka dengan wajah bingung .


"Benar...mereka tadi malam sudah pergi . dan Tolong setelah selesai menyiapkan makanan buat kami, kalian semua berkumpul di Ruang keluarga. Ada sesuatu yang akan aku bicarakan..."kata Siyue memberi perintah .


"Baik Nona..." jawab mereka Walaupun di dalam hati mereka penuh dengan tanya. Mereka segera pamit meninggalkan Siyue. Sedang kan Siyue sendiri segera masuk kedalam kamarnya. Tak berapa lama dua pelayan wanita masuk membetitahukan kalau air hangat untuk Siyue mandi sudah tersedia.


"Nona Muda..air hangatnya sudah tersedia..." Ucap salah satu dari mereka.


"Trimakasih..." Ucap Siyue sambil berjalan ke kamar Mandi.


"Sama-sama Nona..." jawab Mereka.


Melihat Siyue pergi ke kamar mandi, mereka membersihkan kamar Siyue walaupun terlihat masih bersih . 30 menit waktu Dunia modern, Siyue keluar Dari Kamar Mandi dengan rambut masih tergerai dengan indah di punggung Siyue.Melihat tampilan Siyue yang memukau, kedua pelayan itu terlihat menatap kagum dan terpesona .


"Ada apa dengan kalian..." Kata Siyue menyadarkan mereka.


"Aah ..tidak Nona...Nona cantik sekali..." Ucap mereka.


Mendengar pujian tulus mereka, Siyue tersenyum.


"Trimakasih... Sekarang keluarlah dan katakan pada teman- temanmu untuk berkumpul di Ruang keluarga, sebentar lagi aku akan kesana..." Kata Siyue pada kedua pelayan itu.


"Baik Nona muda..." Jawab Pelayan itu bersamaan. Mereka segera keluar dari kamar Siyue.


Setelah kepergian mereka, Siyue mulai mengganti pakaiannya dan merias diri seperti pria Muda yang akan bepergian. Dia segera keluar setelah Merasa cukup rapi . namun sebelum langkah kakinya keluar dari pintu. Dia melihat dua mahluk kontraknya datang melakui jendela.


"Kalian sudah datang...bagaiaman kedua pengawal itu ..." tanya Siyue .


" Kami membawa mereka agak jauh dari tempat ini . Mungkin sebentar lagi mereka akan datang..." Ucap Tiger sambil melimpat kebahu Siyue tempat faforitnya .


"Apakah kalian menyerang mereka...?" tanya Siyue.


"Tidak...mereka memiliki kekuatan cukup tinggi. Kami hanya mengecoh mereka..." Jawab Fang Qui .


"Apakah kalian akan Kalah jika melawan mereka..?" kata Siyue menggoda .


.


"Kau meremehkan kami Yue'er...?" ucap Feng Qui kesal .


"Lo..bukankah kalian tadi yang bikanf mereka sangat kuat...?" kata Siyue sambil menahan senyum. "Aku cums bilang mereka kuat, Bukan kami Kalah..." ucapnya lagi dengan nada kesal. "Ha ha ha...ternyata Kau bisa marah juga Qui..!" ucap Siyue sambil tertawa. . Meluhat Dia terkena keusilan Siyue, Feng Qui jadi tersenyum "Dasar gadis nakal..." ucap Feng Qui sambil Hinggap fi baby Siyue.

__ADS_1


"Kalau begitu kita keluar...kita akan segera pergi...." Kata Siyue sambil melanjutkan langkahnya. Mereka berjalan keruang keluarga namun Tiba - tiba Siyue Mendengar ucapan Xiao Tu.


"Yueyue...tugasku sudah selesai. White dan keempat kuda sudah Ada di halaman rumah, sedangkan kuda Kakek dan keempat kakakmu sudah aku bawa..." terdengar suara Xiao Tu.


"Trimakasih Xiao Tu... " jawab Siyue.


"Sama- sama...tapi aku tidak bisa keluar Karena menyiapkan makanan buat mereka bersama para sahabatmu. Maaf aku membawa mereka memasuki istana..." kata Xiao Tu lagi.


"Nggak masalah....sekali lagi Trimakasih..." jawab Siyue .


"Sama-sama.." ucap Xiao Tu mengakhiri percakapan .


Tak terasa mereka telah sampai di Ruang keluarga. terlihat Beberapa Pelayan , Penjaga , dan pengawal berkumpul di sana. Saat mereka melihat Siyue mereka segera memberi Sama..


"Selamat pagi Nona muda..." ucap mereka bersamaan.


"Pagi semua...apakah semua sudah kumpul...?" Tanya Siyue ramah.


"Sudah Nona.. " jawab salah satu Palayan yang Siyue tahu Adalah seorang juru masak rumah kuarga Kakek Si.


"Baiklah aku langsung bicara saja ya..."kata Siyue dengan wajah ramah.


"Mulai sekarang aku mohon kalian mencari pekerjaan lain, Karena Keluarga Kakek Si tadi malam sudah pergi dari kota ini.." kata Siyue membuat mereka kaget .


"Pergi...!" Seru mereka bersamaan.


Hanya mereka yang tadi sudah mendengar perkataan Siyue saja yang diam dengan wajah sedih . .


"Benar...Kakek telah pergi bersama ketiga Kakaku serta Kakek Fang Bo dan Kakak Si Yuan Ru . Mungkin mereka tidak akan,kembali. Karena itulah aku menyuruh kalian mencari pekerjaan lain...tapi jangan khawatir. Aku akan memberikan Beberapa keping uang agar kalian tidak kesulitan uang selama menunggu mendapatkan pekerjaan yang lain, tapi jika salah satu keluarga Si yang lain mau memberi pekerjaan pada kalian. kalian bisa bekerja pada mereka ...." Kata Siyue mengakhiri ucapannya . Setelah itu dia membagikan Beberapa keeping koin Emas pada mereka. Melihat koin Emas yang Siyue berikan semua pelayan maupun pengawal ataupun penjaga tercengang kaget.


"Nona...ini terlalu banyak bagi kami, kami tidak pantas menerimanya..." ucap salah satu pelatan agak Tua.


"Benar Nona... Gajih kami dalam sebulan tidak sebamyak itu..." kata salah satu penjaga.


"Aku tahu...tapi kalian masih akan mencari pekerjaan lain, dan itu tidak Muda. Bagaimana kalau kalian lama baru mendapatkan pekerjaan, dan kalian yang sudah lanjut usianya, apakah pasti kalian akan mampuh mencari pekerjaan lagi...? Karena itulah aku memberikan Beberapa keping koin ini untuk kalian. Dan aku tidak ingin mendengar lagi kalian menolak pemberianku ini..." Kata Siyue menegaskan. Mendengar ucapan Siyue. Para pelayan wanita banyak yang menangis Karena haru . bagaimana tidak, mereka tidak pernah memiliki koin emas dan sekarang Nona muda memberi mereka beberapa keping koin emas. Sedangkan Siyue sendiri kembali mengeluarkan Beberapa kantong kecil yang berisi Beberapa koin perak yang akan dia berikan pada mereka. Kantong -kantong kecil itu memang sudah di siapkan oleh Siyue Beberapa hari yang lalu saat dia berencana membawa keluarganya ke Alam Atas.


"Sekarang kalian boleh ambil setiap orang satu kantong. Jika masih Ada yang tidak kebagian, katakan padaku ..." Ucap Siyue sambil memberikan kan kantong itu pada mereka. Ucaoan terimakasihbdaribnereka terdengar kembali, bahkan mereka semakin menangis melihat kebaikan Siyue . Setelah semuanya kebagian , Siyue segera berdiri.


"Setelah makan kami akan berangkat. Aku harap kalian mau membersihkan Rumah ini sebelum kalian pergi. Dan untuk mereka yang tidak memiliki rumah , kalian boleh tinggal disini. Tapi Kalian harus ijin dulu pada salah satu Paman. Kalau mereka mengijinkan silahkan tinggal di sini. Kalau mereka tidak menginginkan, aku minta maaf..." ucap Siyue.


" Baik Nona..." Ucap mereka dengan wajah bahagia. Sedang kan Siyue sendiri segera melangkah masuk kedalam Ruang makan. Tanpa di sadari Siyue. Kedua pengawalnya menatap Siyue dengan kagum dan bangga . Ternyata calon Ratu masa depan mereka Adalah seorang wanita yang bijak, baik hati cerdas dan cantik .


"Aku tak pernah menyangka di dalam tubuh gadis yang masih Muda dan terlihat manja ternyata lebih bijak dari wanita yang lebih dewasa. Aku tak pernah menyangka Gu..." Ucap Ye Xie pada sang teman.


"Benar apa Katamu Xie...biasa nya gadis seumuran dia itu, manja. egois dan menang sendiri. Tapi Putri Siyue tidak seperti itu, Dia bijak. cerdas dan baik hati , selain kuat dan berilmu tinggi . Yang Mulia Raja benar -benar beruntung mendapatkan gadis itu. Selama aku hidup di samping yang Mulia, Baru sekarang ini aku menemukan wanita yang mendekati Yang Mulia sebaik dia..." Ucap Ye Gu.


"Ayo kita masuk Gu...putri sudah berjalan kearah Ruang makan. .." Ucap Ye Xie . mereka berduapun segera masuk kedalam rumah. Mereka segera menyusul Siyue yang sudah berada di Ruang makan. Dan tak lama Murong datang . dia yang tidur sendiri di kamar milik Simayun tak mengetahui kepergian Keluarga Kakek Si. Melihat kedatangan Ye Xie dam Ye Gu Siyue pura -pura bertanya .


"Maaf Putri..Kami keluar mengejar seseorang yang mencurigakan..." Ucap Ye Xie pelan.


"Sudah ketemu...?" Tanya Siyue yang berpura- pura kaget.


"Tidak Putri.. Mereka tiba - tiba hilang. Bak di telan bumi...." Ucap Ye Gu .


"Ya sudah biarkan saja . bukankah sebentar lagi kita akan pergi dari sini. Hanya saja saat Kakek ingin berpamitan dengan kalian , Ternyata Kalian tidak Ada ..." ucaoan Siyue membuat Ye Gu dan Ye Xie kaget .


"Berpamitan...?apakah Tuan Si Rong Hu sudah pergi...?" Kata Ye Xie .


"Benar tengah Malam tadi mereka berangkat " Kata Siyue yang sudah mulai makan .


"Apakah Karena masalah itu, kami melihat anda membagikan uang para para pelayan..." Tanya Ye Gu.


"Benar...aku tidak mungkin membiarkan mereka kelaparan Karena tidak Ada yang membayar kerja mereka selama ini, .." Jawab Siyue merendah . Mereka terdiam memandang Siyue yang menutupi perbuatan kebaikannya nya . Mereka memandang Siyue dengan wajah kagum .


"Siyue...jadi Kakek Si dan ketiga saudaramu serta keempat sahabatmu sudah pergi...? Kemana mereka perginya...?" Tanya Murong .


"Mereka sudah pergi tadi malam, Mereka pergi ke Alam melakui jalan lain ..." Jawab Siyue.


"Kau tidak khawatir...?" tanya Murong .


"khawatir Sich...tapi gimana lagi..." jawab Siyur pura -pura cemas.


"Lalu bagaiaman kalau mereka tersesat...?" ucap Murong ketakutan.


"Ada temanku yang mengetahui jalan kesana.." jawab Siyue .


"Oo..syukurlah..tapi Apakah kita bisa bertemu kembali dengan mereka...?" ucap Murong sedih dan cemas .


"Jangan sedih murong...kita pasti akan bertemu dengan mereka...." Hibur Siyue.


"Semoga Siyue..." Ucap Murong.


Setelah sekesai makan, mereka segera keluar ruangan. Dan saat mereka sampai di halaman , Murong dan kedua pengawal Siyue terkejut melihat kuda milik sahabatnya Siyue berada di depan mereka.


"Putri...kenapa kuda mereka Ada di sini...?" Tanya Ye Xie keheranan.


" Aku meminjam dari mereka untuk perjalanan kita. Agar kita cepat sampai di kota Suci. Bukankah yang Mulia memberi waktu pada kita cuma tinggal hari ini...jika besok pagi kita belum sampai di kota Suci, takut nya beliau marah..." Jawab Siyue.


"Aku tak ingin mendapat hukuman dari Pria mesum itu... Batin Siyue.

__ADS_1


"Kita akan menaiki kuda itu Putri..?" Tanya Ye Gu tak percaya .


"Iya... apakah kalian tidak suka...?" Tanya Siyue.


"Tentu Saja kami suka Putri..." Ucap Meraka dengan cepat. Siapa yang tak suka mencoba menaiki kuda segagah dan sekuat itu...Batin mereka berdua.


"Siyue...apakah aku juga boleh menaiki salah satu dari kuda itu..?" Tanya Murong.


"Tentu saja...kita akan memaiki kuda itu . sementara itu untuk Kuda milik kalian , bisa


Kalian simpan di Cincim Ruang dulu. Kau punya cincin Ruang kan...?" Tanya Siyue.


"Tapi maaf Siyue...aku tidak punya Cincin ruang yang bisa menyimpan benda hidup di dalam Cincin Ruang ..." Ucap Murong..


" Hamba juga tidak punya Putri..." Ucap Ye Xie.


"Baiklah kalau begitu biar aku yang menyimpannya. Nanti kalau sudah sampai akan ku keluarkan...' Ucap Siyue.


Akhirnya mereka setuju dan Siyue segera memasukkan Kuda mereka di dalam Ruang Teratai tanpa ke tiga orang itu tahu. Setelah itu mereka segera keluar menuju pintu gerbang. Dan di aula pertemuan terlihat Lian Kun sudah menunggu bersama beberapa Paman dan kedua Kakek tetua keluarga Si.


"Siyue...titip Lian Kun ya..." Ucap Paman Pat Kuan .


"Baik Paman..." Jawab Siyue.


"Nak... Jaga dirimu baik-baik...Kakek akan menunggu kedatanganmu yang akan membawa kami ke alam Atas... apakah Kakekmu sudah berangkat..?" Ucap Kakek Mang Yu.


"Sudah Kakek.. tadi malam mereka berangkat.." Jawab Siyue.


Terlihat kesedihan di mata Tua kedua orang itu. melihat semua itu Siyue segera mendekat.


"Jangan Terlalu khawatir Kek...nanti akan mepengaruhi kesehatan Kakek. Doakan kami agar cepat menemukan daerah yang baik untuk keluarga kita...." Ucap Siyue menghibur kedua Kakek di depannya.


"Tentu saja ...trimakasih nak..." Kara Kakek Mang Yu. Siyue tersenyum melihat Ada srnyum di bubur Tua Kakek Mang Yu .


"Ya sudah Kek...kami harus secepatnya pergi. Karena kami harus sampai di kota Suci pagi-pagi sekali..." Kata Siyue.


"Oh ya kak...Kau pakailah kuda milik sahabatku.. Sebab kita harus memacu kuda dengan cepat. Maaf ...Aku takut Kuda milikmu tidak mampuh mengimbangi kuda milikku .." Ucap Siyue .


"Boleh juga Yue...lalu bagaimana dengan kuda milikku.." Ucap Lian Kun.


"Apakah Kau memiliki Cincin Ruang yang bisa menyimpan benda hidup.,...?" Tanya Siyue.


"Aku punya Cincin Ruang tapi tidak bisa menyimpan benda hidup..." Ucap Lian Kun


"Cincin ruang yang aku punya hanyalah Cincin Ruang biasa ..." Lanjut Lian Kun.


Mana mungkin kami punya Cincin itu..Cincin yang harganya dapat di buat beli dua rumah sekaligus itu...Batin Lian Kun .


"Kalau begitu biar aku yang membawa kuda milikmu. Nanti setelah sampai di kota suci akan aku kembali kan Padamu. Dan sekarang pakailah dulu kuda milik sahabatku..." Ucap Siyue.


"Baik Yue..." Ucap Lian Kun . Dia segera memberikan kuda nya para Siyue .


Dengan gerakan ringan seolah menaruh di dalam Cincin orangnya , Siyue menaruh kuda milik Lian Kun ke dalam Ruang Teratai. Dan Xiao Tu dengan sabar membawa kuda-kuda itu ke padamg rumput berkumpul dengan kuda milik kakak Siyue. Setelah memberikan kuda pada Lian Kun , mereka segera berpamitan pada keluarga Si . Setelah itu mereka segera memacu kuda mereka dengan cepat. Karena mereka menggunakan kuda yang kuat, dalam sejejap saja mereka telah jauh dari kediaman keluarga Si. mereka memacu kuda tanpa henti . Kalaupun mereka berhenti itu hanya untuk mengistirahatkan dan memberi makan atau minum kuda mereka , Sekaligus perut mereka. Tak butuh waktu lama mereka berada di luar kota Suci di sebuah Desa yang terlihat sepi di tengah malam sunyi itu. Namun kesunyian malam terganggu dengan kehadiran Beberapa orang yang menghadang perjalanan cepat mereka. Mereka secara mendadak dengan cepat menghentikan laju kuda mereka. Beberapa orang yamg memiliki perawakan kekar dan kasar menghadang di tengah jalan.


'Siapa di antara kalian yang bernama Siyue...?" ucap salah satu dari mereka secara kasar .


"Untuk apa kalian mencari yang bernama Siyue..." Jawab Ye Xie dengan tenang . Namun Ada nada marah di sana .


"Tidak usah banyak tanya... Kalau kaluan ingin selamat dan masih hidup , berikan dia pada kami , karena kami hanya menginginkan dia ...."ucap Pria tadi .


'Lalu bagaiamana kalau kami tidak memberikan dia pada kalian...?" Uca Ye Gu dengan marah.


"Kalian akan mati...." jawabnya kasar .


"Siapa yamg menyuruh kalian....?" Kata Siyue dingin .


"Ha ha ha ...pasti kau orangnya...wanita itu mengatakan kalau pria yang bernamaSiyue merupakan pemuda yang sangat tampan... Ck..ck...aku tak menyangka kalau kau memang benar- benar sangat tampan, tampan sekali...sayang sekali anak muda...ternyata kehidupanmu hanya sampai di sini...sebentar lagi kau akan pergi meninggalkan dunia ini..Ck Ck sayang , sayang sekali...." ucap pria itu sambil menatap Siyue dengan wajah mengejek . mendengar ucapan pria itu, Siyue mengerutkan keningnya .


"Wanita....? Kalian suruhan seorang wanita...?" Tanya Siyue .


"Baiklah karena kalian akan segera mati maka aku akan memberitahukan pada kalian siapa yang telah meyuruh kami. kami berasal dari Alam Atas, dan kami mendapat perintah dari seorang wanita cantik dari alam atas juga. Dan yang aku tahu dia putri dari pembesar kerajaan Darga..." Ucap pria itu dengan nada sombong. Mendengar ucapan pria itu yang menjelaskan siapa yang menginginkan kematian Siyue, kedua pengawal Siyue terlihat marah.


"Berani sekali kalian menginginkan kematian putri Kami, Karena itu teimakah kematiqn kalian..!" teriak Ye Xie sambil mulai menyerang Para penjahat.


"Putri biarkan kami yang menghadapi mereka...!" Seru Ye Gu. Sambil ikut menyerang Para penjahat.


"Karena mereka menginginkan kematianku. Maka mereka juga harus mendapat hukuman dariku, ...!" Seru Siyue sambil masuk kedalam perkelahian.


"Aku juga ikutan Siyue...." Seru Lian Kun dan Murong bersamaan. Karena penjahat hanya empat orang maka Murong dan Lian Kun menyerang satu orang . Kini terlihat perkelahian terjadi di jalan sepi di sebuah desa. Tak butuh wantu lama perkelahian pun berakhir juga.


"Wanita itu sudah mulai menyerang anda Putri..." Ucap Ye Gu.


"Hatinya terlalu hitam ..." Jawab Siyue.


"Ya sudah ayo kita lanjutkan perjalanan kita.." Kata Siyue yang langsung naik kembali ke atas tubuh White .


Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2