
Siyue dan Kawan- kawan segera pergi ke rumah keluarga Si . Pangeran Luo Yi yang ingin ikut tentu saja di cegah oleh sang ibu.
"Yi'er...kau ini...biarkan adikmu pulang kerumahnya...ibu dan Ayah masich merindukan dirimu.." ucap sang ibu.
"Benar kata Bundamu Yi'er...lagi pula kau telah berjanji pada Ayah akan menceritakan perjalanan kalian . kalau kau pergi, kapan kau akan bercerita.. ibumu juga akan sedih karena dia masih rindu padamu...." ucap Raja Gong Saucin dengan wajah
lembut .
" Benar kata Ayah Kak... Bukanya besok malam kami akan kemari lagi..." ucap Siyue.
"Iya, iya, Lao Yi akan tinggal di istana ...tapi kau tadi berkata akan pergi ke perguruan, aku ikut..." ucapnya Lembut .
" Benar..kami akan pergi ke perguruan , kalau kakak mau ikut, datang saja kerumah besok pagi...kami akan menunggumu..." ucap Siyue.
"Aku akan datang Yue'er...?" ucap Pangeran Luo Yi .
Merekapun segera keluar dari istana milik Pangeran Luo Yi . Dan Pangeran Luo Yi menyuruh beberapa prajurit untuk mengambilkan kuda miliknya yang tadi oagi mereka titipkan di istal kuda istana . Karena paman Mo Can membawa kereta, maka Dewi May dan Dewi Guanli serta Kakek Si ikut Kereta bersama Paman Mo Can dan Xiona . Sedangkan Siyue dan Dewa Widya serta para sahabat menaiki kuda milik mereka sendiri . Mereka segera keluar dari istana milik Pangeran Luo Yi. Terlihat Raja dan Ratu mengantar mereka bersama Pangeran Luo Yi . Sambil menunggu Kuda mereka datang, mereka berdiri di halaman istana Pangeran Luo Yi . tiba - tiba Putra Mahkota dan Pangeran kedua datang menghampiri mereka. Melihat Putra mahkota mendekat, Dewa Wiqya memeluk pinggang Siyue hingga Siyue berdiri agak didepan Dewa Wiqya dan tangan kekar itu memeluk pinggang Siyue posesif. Melihat tingkah Dewa Wiqya, Rasanya Siyue ingin tertawa. Dia tahu sang Suami sedang cemburu pada Putra Mahkota.
"Cih untuk apa dia kenari..." bisik Dewa Wiqya dengan nada kesal .
"Sayang....jangan cemburu..." ucap Siyue pelan sambil mengusap pelan tangan yang melingkar di perutnya .
"Ck...siapa juga yang cemburu..." ucap Dewa Wiqya sambil memoererat pelukannya.
"Benarkah...? tapi jangan terlalu kencang pelukannya..." ucap Siyue sambil menahan tawanya .
"hmm maaf..." jawab Dewa Wiqya sambil sedikit melonggarkan pelukannya .
"Kalian mau pergi ..? mau pergi kemana...?" tanya Pangeran Kedua saat melihat mereka berdiri di halaman istana Pangeran Luo Yi . sedangkan Putra Mahkota menatap Siyue dengan Wajah sendu. apalagi melihat tangan Kekar Dewa Wiqya yang sedang memeluk Siyue.
" Kami akan pulang ke rumah keluarga Siyue kak... Bukanya kami lama tidak kembali..." ucap Siyue sambil tersenyum melihat Siyue tersenyum, Dewa Wiqya semakin erat memeluk Pinggangnya. Rasanya dia tak ingin Siyue memberikan senyumannya pada pria lain , walaupum itu kakak angkatnya . Melihat tingkah Dewa Wiqya , dan Senyum Diyue yang membuat hati pria jatuh Cinta , membuat Putra Mahkota terlihat semakin sedih. Sedangkan Para sahabat Siyue ingin sekali tertawa keras.
"Dasar bucin akut....batin mereka.
Tak lama terlihat iringan Para prajurit datang ke arah mereka denga. Membawa beverapa kuda .Melihat Kuda - kuda tersebut, putra Mahkota, pangeran kedua, Raja maupun permaisuri terkejut, sekaligus kagum melihat tubuh Kuda yang mereka miliki .satu persatu mereka mengambil kudanya. Dan Saat melihat kuda yang sedang dipegang Siyue. Pangeran Kedua berseru.
"Yue'er...apakah ini si putih...?" ucapannya dengan wajah kagum .
"Benar kak. Kenapa ...?kau lupa padanya...?" ucap Siyue.
"Tidak...aku tidak lupa, tapi dia semakin gagah...dan lihatlah mereka semua..kuda- kuda kalian terlihat sangat gagah...apakah ini kuda- kuda dari alam atas...?" tanya Pangeran kedua .
"Bukan kak ...mereka dari Alam tengah. Yang di pakai ketiga sahabatku juga punya kak Luo Yi kami beli di desa dekat hutan Kegelapan saat kami akan menuju Alam tengah..." jawab Siyue.
"Kalian melalui hutan kegelapan...?" seru Pangeran kedua dengan wajah kaget. Begitu juga dengan Raja dan Ratu .
"Tentu saja Kak...karena itu satu- satunya jalan menuju Alam tengah..." jawab Pangeran LuoYi menjawab pertanyaan pangeran Kedua.
"Ya Dewa...!" seru mereka serempak. Begitu juga para prajurit yang tadi membawakan kuda mereka. Mereka menganga kaget .
"Ja...jadi kalian semua mengalami banyak kejadian menegangkan dan banyak pengalaman berharga...?" ucap Putra Mahkota.
"Begitulah...kami banyak di hadang bahaya . Yang mengancam nyawa kami Namun Syukurlah ada Siyue dan para mahluk kontrak Yue'er bersama kami..." ucap Pangeran Luo Yi dengan bangga .
"Ck..apaan si kak... Kita bersama- sama menghadapi bahaya itu..." ucap Siyue .
"Iya kami tahu itu...tapi kau pemimpin terbaik bagi kami..." ucap Pangeran Luo Yi.
"Benar kata Pangeran Luo Yi. Tanpa Siyue kami bukan Apa - apa..." sambung Feng Xun .
"Iya, iya...sanjung saja aku terus biar kepalaku menjadi semakin besar..." ucap Siyue yang membuat semua orang tertawa .
"Ya sudah ayo kita pulang..." ucap Siyue.
"Yue'er...boleh Kakak ikut kalian kembali ke Alam atas...?" tiba- tiba Pangeran Kedua berbicara.
"Kakak mau ikut...?" tanya Siyue dengan wajah kaget.
"Iya...aku juga ingin berpetualang juga...?" jawab Pangeran Kedua.
"Lo maksud Kakak, kakak ikut Siyue seperti Kak Luo Yi...?" tanya Siyue kaget.
"Hmm..." angguk Pangeran Ke Dua.
"Lalu Kekasih atau Istri Kakak...?" tanya Siyue dengan wajah bingung . Mendengat ucapan Siyue terlihat wajah Pangeran Kedua Memerah.
"Kakak belum menikah atau tidak mempunyai kekasih Yue'er..." ucap Pangeran Kedua.
"Sejak kepergian mu Kakak tidak bisa mencintai orang lain Adikku...walaupun aku tahu kau tercipta bukan untukku..." lanjut pangeran Luo Yi dalam fikirannya. Dan itu di ketahui Siyue yang bisa mendengar fikiran seseorang . Membuat wajah Siyue memerah seketika . untunglah Hanya Dewa Wiwya yang menyadari itu. Namun Dewa Wiqya tak tahu kenapa . Siyue berusaha bersikap biasa.
__ADS_1
"Ooh begitu Ya...kalau begitu boleh saja...tapi ijin dulu pada Ayah...kalau beliau mengijinkan kau bisa ikut kami tiga hari lagi...ya sudah kami pulang dulu...Ayah..besok malam Siyue datang lagi . sekarang Siyue mohon pamit..." ucap Siyue.
" Pergilah...besok Ayah dan Ibu akan menunggu kedatangan kalian ..." ucap Raja.
"Baik Ayah...Kami pulang dulu kakak Sang, Putra Mahkota...." ucap Siyue berpamitan. Pangeran Kedua dan Putra Mahkota mengangguk .
Dengan Posesif dan menunjukkan kepemilikan terhadap Siyue, Dewa Wiqya menggandeng tangan sang Istri serta membantu naik ke atas kuda. ( Walau tanpa di bantupun Siyue sudah mahir 😂😂) Mereka pun segera pergi meninggalkan istana. Putra Mahkota menatap kepergian Siyue dengan wajah sendu.
"Kak...kenapa.. ?kau menyesal atas perbuatanmu pada Siyue..? kau menyesal dia sudah milik orang lain...?" tanya Pangeran Luo Yi usil . Terlihat Putra Mahkota menghela nafas berat dan menjawab .
"Sangat..." ucapnya Singkat sambil membalikan badan untuk berjalan kembali ke istana .
"Ck..apakah karena Kakak sekarang sudah melihat kecantikan Siyue yang semakin bertambah...?" ucap Pangeran Luo Yi.
"Salah satunya...tapi juga karena aku tidak pernah menyaka kalau semua kejahatan yang aku fikir Yueyue yang melakukannya , ternyata bukan Dia. Tapi Lingling dan Xio Lan..." ucap Putra Mahkota.
"Aku sudah tahu itu... Karena aku juga melihat saat Kak Lingling memasukkan racun itu di dalam kua yang kau makan..." ucap Pangeran Luo Yi dengan tenang .
"Apaaa....! kau tahu itu...?! seru putra Mahkota dengan wajah kaget. Begitu juga dengan Raja , Ratu dan Pangeran Kedua.
"Saat itu Aku melewati ruangan Kakak bersama Yueyue , kami ingin pergi keperpustakaan . Namun kami kaget saat melihat tingkah kak Lingling yang mencurigakan di dalam ruang kakak . Akhirnya kami sembunyi dan mengintip apa yang di lakukan kakak lingling dengam makanan yang akan kau makan. Tak lama kami melihat Kak Lingling memberikan sesuatu pada makanan yang akan Kau makan. Saat itu Yue'er ingin menegurnya. Tapi aku menghalanginya karena aku fikir itu hanya vitamin . namun saat kami tahu kalau kau keracunan dan menuduh Yue'er yang meracunimu. Aku ingin mengatakannya padamu. Tapi Yue'er menghalangiku. Karena Dia yakin kalian tidak akan percaya. Terutama dirimu yang memang tidak menyukai Siyue dan kau mulai dekat dengan Xio Lan . Apalagi kami juga pernah melihat kau berciuman dengan Xio Lan di gasibo taman ...Saat itu aku hanya bisa kesal dan marah. Kau begitu percaya dan sayang pada kak Lingling tanpa menyelidiki penyebab sebenarnya ...." ucap Pangeran Luo Yi. Terlihat wajah Putra Mahkota sedikit pucat dan penuh kesedihan. Mereka berjalan menuju istana .
"Lalu masalah baju ku apakah kau tahu juga..?" ucap Putra Mahkota lagi.
"Hmm...( angguk Pangeran Luo Yi) Kali ini aku tidak tahu sendiri kejadiannya . saat aku mendengar kalau kau menghajar Siyue karena baju kesayanganmu itu hancur, aku tak percaya. Aku memanggil Siyue . Dan kau tahu...Saat aku melihat wajah Siyue saat itu. Ingin rasanya aku menghajarmu . Andai saja aku sudah seoerti saat ini mungkin kau sudah habis Kak..." ucap Pangeran Luo Yi .
"Menag apa yang terjadi saat itu Yi'er...?" tanya Pangeran kedua. Saat itu Pangetan Kedua memang tidak ada di kerajaan Dia berada di perguruan . Dan dia sedang melaksanakan tugas .
"Kau tahu Kak...Dia datang dengan wajah yang dia sembunyikan.. Saat itu sebenarnya dia tidak mau datang. Dia ingin laro pulanh, tapi pembantu yang aku suruh memaksanya . Dan apa yang ku lihat Kak.. Wajah Siyue... Wajah Siyue lebab dan ada warnna merah gambar tangan di pipinya.. Dan juga sedikit darah di sudut mulutnya . Aku tak tahu apa yang kau lakukan padanya hingga dia terluka seperti itu..." ucap Pangeran Luo Yi dengan wajah kesal.
"Ya Dewaaa...." seru Pangeran Sang, Raja dan Permaisuri bersamaan .
"Kak...hanya sebuah baju kau tega menyakiti seorang gadis sampai separuh itu...!" seru Pangeran Kedua dengan wajah terluka .
"We'er...sebenci itukah kau pada Siyue...? Kalau kau memang tak menyukai dia, kenapa kau mau menerima perjodohan itu... Apakah karena Ayah mengancammu membatalkan kau sebagai putra Mahkota...?" seru sang Ayah dengan wajah marah.
"We'er...takbpernah ibu bayangkan kau sampai setega itu oada seorang wanita nak...apakah kau lupa kalau ibumu ini juga wanita.." ucap Permaisuri dengan nada kecewa . TerlihatbPutra Mahkota tertunduk dengan sedih .
"Siyue semula tidak mau jujur padaku . Namun setelah ku desak dan kukatakan akan melaporkan pada Ayah soal ini, akhirnya dia mau bercerita kejadiannya . Sampai deperti itupun Siyue masih melindungi dirimu dari Ayah. Diapun bercerita kebenarannya padaku...Saat dia ingin pergi ke ruanganmu karena Ayah meminta Dia memanggilkan Dirimu, dia melihat Kak Lingling keluar dari kabarmu dengan membawa sebuah alat pemotong baju. Saat itu Siyue fikir Dia sedang bersamamu. Setelah kepergian Kak Lingling yang tidak tahu keberadaan Siyue, Siyue segera melangkah kekamarmu kembali untuk memanggilmu. Tapi sampai di depan pintu dia tidak mendengar suara apapun dari dalam walaupun Siyue telah memanggil namamu . Karena takut kau akan marah jika dia membuka pintu kamar. Setelah beberapa kali kembali memanggilmu dan kau tidak menyahut, maka dia segera pergi dari kamarmu...dan Dia berkata pada Ayah kalau kau tidak ada. Apakah Ayah masih ingat itu...?" kata Pangeran Luo Yi.
"Ayah ingat... karena setelah Siyue melapor, tiba- tiba ada pelayan yang datang untuk mengatakan kalau Yueyue di minta datang kekamar Putra Mahkota . dan setelah itu aku mendengar Putra Mahkota marah pada Siyue karena dia telah merusak baju berkuda kesayangan Dia...dan saat itu akupun tidak percaya...mana mungkin Siyue yang baik bisa melakukannya. Tapi yang aku dengar ada buktinya... dan Ayah tidak tahu kalau dia menghajar Siyue sampai seperti itu..." ucap Raja sambil menghentikan langkahnya dan menatap Putra Mahkota .
"Maaf ..tidak Ayah... Aku hanya tahu dia berada di depan kamarku, lalu pergi. Dan saat aku masuk , aku sudah melihat baju itu teronggok di atas pembaringan ku..." ucap Putra Mahkota dengan wajah sedih.
"Ck.. dasar bodoh...kau menuduh dia karena dia berada di depan kamarmu tanpa penyelidihkan terlebih dahulu...?!" ucap Raja dengan wajah kecewa.
"Tapi saat itu Lingling juga berkata kalau dia melihat Siyue masuk membawa pemotong kain..." ucap Putra Mahkota .
"Dan Kau percaya...? Bukanya kau juga melihat dia pergi dari kamarmu...? Apakah dia membawa barang yang Lingling maksud...?" ucap Raja. Mendengar ucapan Raja terlihat Putra Mahkota tertegun. "
Ya Dewa...benar kata Ayah...dia tidak membawa apapun...!" serunya dengan wajah pucat penuh penyesalan .
"Ck..semua sudah terlambat kak... Walaupun saat itu kau tahu kalau Siyue tidak membawa barang itu, kau pun tidak akan percaya padanya. Karena kebencian bersarang di hatimu terlalu besar . Dan kau lebih mencintai wanita munafik itu...apakah kau tahu, kalau wanita yang kau cintai itu tidak sebaik yang kau kira...?" ucap Pangeran Luo Yi.
" Apa maksudmu..?" ucap Putra Mahkota.
"Kau di duakan...saat aku berjalan- jalan ke pasar bersama Yue'er...aku pernah melihat Dia keluar dari penginapan bersama seorang pria muda dan mereka bergandengan tangan dengan mesra. bahkan Pria itu mencium kening Xio Lan saat mereka akan berpisah . dan ternyata Siyue juga sering melihat itu..." ucap Pangeran Luo Yi.
" Aku juga sering melihatnya keluar dari penginapan . tapi dengan berbeda- beda orang ..." tambah Pangeran Kedua
."Apaa dan kalian menyembunyikan itu dariku...?!" seru Putra Mahkota dengan wajah kaget sekaligus marah .
"Yee...mana berani aku mengatakan padamu, kau yang terlalu Cinta dengan Xio Lan mana mau mendengar omongan dariku. Malah mungkin kau akan menganggap aku iri padamu karena mendapatkan Cinta Xio Lan.
Cih amit - amit..." ucap Pangeran Luo Yi sambil kembali berjalan bersama kedua orang tuanya. Terlihat Pangetan kedua tersrnyum tipis saat melihat tingkah sang adik .
"Ternyata kau memang benar- bebar keterlaluan Kak .. tapi aku bersyukur dia tidak jadi denganmu, dengan orang yang tidak memiliki hati nurani..." ucap Pangeran Kedua sambil berjalan meninggalkan Putra Mahkota .
Sedangkan Putra Mahkota tertegun dengan wajah sedih . dan terlihat sekali penyesalan yang besar di wajahnya.
" Lagian Kak... seandainya Siyue belum memiliki suami, Dia tidak akan pernah kembali padamu, karena dia tidak ingin Suaminya memiliki selir...dia menginginkan Suami yang hanya untuk dirinya...dia tidak ingin kejadian seperti diriku yang di racun Srlir Ayah akan terjadi pada Putranya . Dan yang aku dengar...kau sudah memiliki dua selir kan...?" ucap Pangeran Luo Yang berhenti berjalan hanya untuk mengucapkan kata- kata seperti itu.
Terlihat ada senyum tipis di wajahnya saat melihat wajah kesedihan sang Kakak. Memang dalam hati, Pangeran Luo Yi masih mendendam pada Putra Mahkota yang telah menyiksa perasaan dan tubuh Siyue beberapa tahun lalu. Dia tak terima gadis yang dia sayangi hampir setiap hari menangis saat sang kakak membuly atau memperlihatkan kemesraan dia dan pacarnya di depan Siyue. Dan kini Dia merasa Puas melihat sang kakak sakit hati. Selain kalah segalanya dari Dewa Wiqya , kini juga terbongkar semua apa yang terjadi tuju atau delapan tahun yang lalu.
"Maaf jika aku mensyukuri penderitaanmu kak...karena itu patut kau rasakan , karena kejahatanmu pada Siyue. Hingga membuat Siyue hampir mati. Sekali lagi maafkan aku kak, jika aku kali ini merasa puas atas penyesalanmu " ucap Pangeran Luo Yi dalam hati. Tak lama Putra Mahkota menyusul mereka yang melangkah ke istana . Mereka akan menghadiri pertemuan para pejabat yang di adakan Rutin setiap hari.
Sedangkan Rombongan Siyue yang keluar dari istana berjalan di jalanan kota menuju Rumah keluarga Siyue. Dan terlihat mereka menjadi pusat perhatian para penduduk. Apalagi kabar yang di dengar tadi pagi. Terlihat mereka menatap Siyue dan Dewa Wiqya yang berjalan berdampingan di belakang kereta milik keluarga Si .
"Yue 'er ada yang ingin aku laporkan..." ucap Feng Qui.
__ADS_1
"Apakah masalah yang di katakan Kak Liong Bay....?"Tanya Siyue dengan tenang.
"Benar... Ternyata Putri Lingling bukan Putri Kandung Raja..." ucap Feng Qui yang membuat Siyue kaget.
"Apaaa...apa benar yang kau katakan Kak...?!" seru Siyue yang tanpa sadar berseru dan terucap di mulutnya hingga membuat Dewa Wiqya dan Feng Xun yang ada di sebelahnya kaget.
"Ada apa sayang...?" tanya Dewa Wiqya dengan wajah heran.
Menyadari apa yang dia perbuat, membuat Siyue menutup mulutnya.
"Aah...maaf..nanti aku ceritakan ketika kita sampai di rumah. Dan aku harap kita kumpul sebentar...kak Feng Xun katakan nanti pada semua..." ucap Siyue .
" Baik..akan aku lakukan..." ucap Feng Xun.
"Dari mana kau tahu kak..." tanya Siyue dalam telepatinya .
Akhirnya Feng Qui menceritakan saat dia mengikuti Selir Anchi. Dan apa yang akan mereka lakukan pada Siyue.
"Jadi mereka akan menemuiku nanti malam..." ucap Siyue dengan wajah Senang. Tanpa sadar terlihat senyum di bibir merahnya. Dan apa yang terjadi.. Saat Siyue tersenyum dan Rakyat melihatnya, mereka terpanah dan berkata.
"Ya Dewa...apakah dia Dewi dari Nirwana... Senyumnya itu...membuat aku sangat bahagia..." seru seorang ibu.
"Ibu...siapakah Kakak cantik itu...? Lihatlah senyumnya membuat aku seperti melihat pelangi..." ucap seorang anak kecil yang berada di gendong sang ibu. Sang ibu hanya diam saja , karena dia masih kagum dengan senyum Siyue .
"Ya Dewa....apakah kau telah menurunkan Dewa Dan Dewi di kota kami.... Jika ini sebuah kebenaran...ini sebuah berkah bagi kami... " ucap Seorang Pria tua yang juga melihat senyum Siyue . Dan banyak lagi ucapan syukur dari para Rakyat kerajaan Juhan.
"Kakak Cantik ....apakah Kakak seorang Dewi...?!"Seorang anak laki-laki kecil tiba- tiba berseru dan menghentikan percakapan Siyue dan Feng Qui. Menfengar oerkataan anak kecil itu seketika Siyue meminta rombongan menghentikan Langkah Kaki kuda mereka. Siyue segera membawa kudanya mendekati anak kecil yang berpakaian lusuh dan terlihat dekil. Siyue segera melompat turun dari kudanya dan mendekati anak kecil itu. Lalu dia berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Anak itu.
"Memang kenapa kalau kakak Seorang Dewi hmm...?" tanya Siyue sambil mengusap wajah anak itu dan membersihkan bajunya yang penuh debu tanpa merasa jijik.
"Aku mau meminta tolong agar bisa menyembuhkan ibuku...?" ucap anak itu dengan polos. Tentu saja ucapan anak itu membuat kaget Siyue maupun para sahabatnya.
"Lo memangnya ibumu sakit...?" tanya Siyue .
"Iya kak...ibu sakit hingga tidak dapat bekerja dan kami tidak bisa membelikan ibu obat..." ucap Anak kecil yang terlihat masih berumur lima tahunan itu. Terlihat matanya mulai mengeluarkan air mata. Siyue melihat itu segera.memeluk pria kecil itu. Anak itu menangis dalam pelukan Siyue.
"Cup sayang... Ada kakak...kakak akan membelikan obat untuk ibumu ya...?" ucap Siyue.
"Benarkah...?"ucap anak itu sambil melepas pelukannya.
Dia menatap Siyue tak percaya. Saat itulah dua anak perempuan yang berumur sekitar delapan tahun dan enam atau tuju tahunan datang menghampiri mereka sambil berkata.
"San'er...kau akan mengotori baju kakak cantik ... Kemarilah..." ucap gadis yang paling tua. Siyue segera menatap pada kedua anak itu.
" Kalian kakaknya..?" tanya Siyue. Kedua gadis itu mengangguk .
"Kemarilah..." ucap Siyue lembut. Terlihat kedua anak perempuan itu mendekat dengan takut . Setelah mereka dekat. Siyue memeluk mereka sebentar lalu berdiri . dan tangannya menggendong anak laki- laki yang ada di depannya tanpa rasa Jijik. Melihat kejadian itu. Para penduduk yang banyak berada di tempat itu terkejut . mereka tak pernah menyangka wanita cantik itu mau memeluk malah menggendong anak kumuh dan kotor itu . Begitu juga dengan kedua saudara si anak kecil .
" Kalian sudah makan...?" tanya Siyue sambil mengusap kepala mereka berdua. Dengan malu- malu mereka mengelengkan kepala.
"Sejak kemarin kakakku belum makan kak...kemarin kami hanya bisa membeli satu Roti dan itu kakak berikan semuanya padaku.. dan tadi kami sempat membeli roti lagi, kami bagi bersama, tapi aku yang paling banyak..." ucap Anak kecil itu polos. Tanpa terasa air mata Siyue lolos dari matanya. Namun sebuah tangan kekar mengusap matanya sebelum tangan Siyue mengusapnya.
"Di mana Ayah kalian..." tanya Siyue.
"Ayah kami sudah meninggal setahun yang lalu Kak.. Dan Ibu yang mencari makan buat kami.. Namun satu minggu yang lalu ibu jatuh sakit..." ucap gadis yang lebih tua. Mendengar cerita dari anak itu. Siyue merasakan sakit di hatinya .
" Kalau begitu kita makan dulu. Lalu kita melihat keadaan ibu kalian .bagaiaman ...?" kata Siyue lembut . Terlihat ketiga anak itu tersenyum bahagia .
"Kalau begitu tunggu di sini sebentar , Kakak mau ngomong sama Kakek kakak...." ucap Siyur yang langsung berjalan kearah kereta . melihat Siyue masih menggendong anak itu. Dewa Wiqya berkata .
"Sayang...biar aku yang menggendong anak itu...kau nanti lelah.." ucap Dewa Wiqya lembut .
"Kak...biarkan aku aku turun...kata Kakakku, anak laki tidak boleh cengeng...dan harus menjadi kuat... Nanti kalau kakak menggendongku, aku tidak bisa menjadi kuat kak..." ucap anak kecil itu dengan lucu . Mendengar ucapan anak itu, Siyue tersenyum.
"Baiklah kau kuturunkan . tunggu sebentar ya..kakak pergi dulu..." ucap Siyue sambil menurunkan anak itu dari gendongannya. Dia segera berjalan kearah kereta. Terlihat sang Kakak telah membuka pintu kereta.
"Kau akan menemani mereka...? Pergilah.. Kakek dan Dewi Guanli dan Dewi May akan menunggu kalian di rumah..." ucap sang Kakek mendahului Siyue yang ingin berbicara. Mendengar ucapan sang Kakek , Siyue tertawa pelan .
"He he he.. Kakek memang tahu Siyue.." ucap Siyue sambil tertawa 😂 😂.
Udahan dulu ya...akan aku lanjut besok lagi.
kalau kalian masih merasa di gantung maaf Ya...🙏
jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu .
Maaf kalau masih ada typo nya. 🙏🙏
Bersambung
__ADS_1