DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PERTARUNGAN SANG NAGA .


__ADS_3

"Raja ini Merasa cemburu jika dia menjadi seorang gadis. Aku tidak suka Ada pria lain yang menatap kecantikannya..." Kata Raja dengan tenang. Dan ucapan itu menunjukkan kalau Siyue milik nya.


Tentu saja Siyue kaget mendengar jawaban dari Penguasa Kerajaan Darga itu. Dalam Kalimat tadi sudah jelas sekali kalau sang Raja sudah menunjukkan kepemilikannya. Bukan hanya Siyue yang kaget mendengar ucapan sang Raja . Tapi semua orang yang ada di ruangan Kaisar Tua. Ucaoqn sang Raja membuat semua orang terpanah. Sedangkan sang Kakek hanya tertawa bahagia.


Siyue sendiri terlihat wajahnya memerah. Dia tak menyangka demi membantunya merahasiakan jati dirinya , Raja menutupi dengan ucapan yang membuat Siyue malu. Siyue hanya bisa tertunduk malu.


"Jadi Yang Mulia sudah mengenal Siyue sebelum pertandingan...?" Kata guru Yang Si.


"Benar guru...Dialah yang menolongku membuka rantai belenggu dari si keparat Luwing..." Ucap Raja Tian Ji dengan kesal.


"Apaa..." Ucap mereka hampir bersamaan.


"Jadi yang mampu membebaskan yang Mulia , adalah Siyur...?" tanya guru Yang Si .dengan wajah kaget.


"Benar guru..." Jawab Raja Chu Tian Ji.


"Mustahil yang Mulia...Andai Bukan yang Mulia yang berbicara, hamba tak akan pernah percaya..." Ucap guru Yang Si.


"Benar apa Katamu kak... Sebab rantai belenggu itu , Adalah rantai pengikat jiwa. Tak seorangpun atau senjata apapun yang bisa memutuskan rantai belenggu jiwa itu..." Ucap guru Wang.


"Dia memiliki api Ciyan guru..." Ucap Raja kesal melihat para guru tak percaya.


"Api Ciyan....!" Seru mereka bersamaan. Tentu saja Siyue sebenarnya tidak suka rahasianya di katakan, tapi dia tahu kemarahan Sang Raja.


"Maaf aku mengatakan nya Yue'er...tapi aku takmau di katakan pembohong..." Ucap Raja sambil memeluk Siyue meminta maaf. Dia tahu Siyue tidak suka tentang dirinya di ungkapkan .


"Tidak apa- apa yang Mulia... Hamba tahu perasaan yang Mulia..." Jawab Siyue sambil mengusap punggung gagah itu.


"Trimakasih sayang..." Ucap Raja yang Merasa bersalah.


"Yang Mulia...Bukan nya kami tidak percaya pada Anda, tapi kami kaget Karena kami tidak pernah melihat api Chiyan selama hidup kami..." Ucap guru Yang Si dengan wajah tak enak. Dia sadar kalau kaliamatnya tadi telah mrnyinggung sang Raja .


"Benar apa kata Kakak Hamba Yang Mulia...." Ucap guru Wang. Akhirnya Raja melepas pelukannya di tubuh Siyue, dan menatap para guru.


Namun sebelum dia berkata-kata. Siyue mendahului dengan mengeluarkan api Chiyan . kini di telapak tangan kanannya terlihat sebuah api Kecil berwarna buru semburat putih dan kuning emas berada di atas telapak tangan Siyue. Membuat semua orang yang Ada di ruangan itu tercengang tak percaya. Mulut mereka ternganga tak sengaja .


"Nak...I..itu api Chiyan...?" Tanya Kakek Kaisar dengan. Wajah kaget dan kagum. Hingga dia bertanya dengan sedikit gagap .


"Benar Kek...api inilah yang melebur belenggu yang mengikat yang Mulia Raja...." Jawab Siyue.


" Dari mana Kau mendapatkan Api itu nak...?" Tanya Kakek lagi.


"Di jurang tempat Yang Mulia di belenggu. Saat itu Siyue ingin di celakai seseorang, mereka menginginkan Siyue mati. Tapi untunglah Siyue bisa selamat . dan Api ini sendiri yang memanggil Siyue saat itu....." Ucap Siyue menjekaskan.


Kakek Kaisar terlihat terkejut mendengar semua ucapan Siyue , namun dia terlihat berusaha menyembunyikan sesuatu dari semua orang . Dia terlihat menatap Siyue dengan senyum lembut dan tatapan yang sulit di artikan . begitu juga dengan guru Yang Si , Dari tatapan yang terkejut dan keheranan kini berubah dengan tatapan wajah yang bangga dan kagum kemudian senyuman lembut terlihat di bibir tuanya .


"Ya sudah Yue'er... Kami percaya pada kalian, sekarang apa boleh Kakek ini tahu wajah Siyue yang sesungguhnya....dan Kau anak Muda... Biarkan kami para orang Tua mengetahui wajah Siyue sebagai seorang wanita muda...!" hardik Kakek Kaisar pada cucu kesayangannya yang berada di depannya .


"Iya aku mengijinkan Siyue membuka samaran nya, tapi hanya sekali ini saja . aku akan membuka samaran nya kembali saat kami menikah kelak..." Ucap Raja yang melihat senyum tipis gadis nya saat menatap padanya . Senyum yang menunjukkan kalau dia setuju atas permintaan sang Kakek . seketika senyum Siyue hilang saat mendengar ucapan terakhir sang Raja .


"Hey...dia itu ngomong apa Sich...!" seru Siyue kesal dalam hati . Namun Siyue tidak bisa berkutik karena dia memang harus menyamarkan penampilannya. Apalagi sekarang mereka akan berada di Alam Atas . Tapi semua interaksi Siyue dengan Raja Tian Ji tak luput dari tatapan sang Kakek.


"Kalian ini....rahasia apa yang kalian sembunyikan dariku..." Batin Kakek Kaisar.


"Baiklah Kakek, guru dan Paman sekalian , aku akan memperlihatkan wajahku yang sesungguhnya. Siyue segera membuka Cincin di telunjuknya. Maka seketika wajah tampan Siyue berubah menjadi gadis yang teramat cantik di depan para orang Tua itu. Mereka kembali di kejutkan dengan wajah yang amat cantik, yang belum pernah mereka temukan. Wajah itu merupakan ke cantikan yang sangat langkah. Cantik, anggun , lembut dan penuh karisma seorang Dewi , Kulit yang putih semakin terlihat putih berkilau bagai giok putih yang melekat pada tubuh molek itu. Bibir yang merah semakin terlihat merah bagai seorang gadis yang memakai gincu . mata lebar dengan bulu mata Indah terlihat hitam bening membuat siapapun akan merasakan ketenangan saat menatap mata itu .. Bukan hanya para orang Tua saja yang terkejut dengan penampilan Siyue . Tapi Raja Chu Tian Ji sendiri bagai terpaku menatap pada wajah Siyue yang cantik mempesona .


"Yue'er...ini benar-benar Yue'erku....?"ucap Raja tak percaya.


"Ck..Raja... Memangnya Siyue bisa berubah menjadi orang lain....?" Ucap Siyue kesal. Setelah menatap Siyue puas , tiba- tiba sang Raja segera memeluk Siyue dan menyembunyikan dia dalam Dada bidangnya.


"Cukup....pakai kembali Cincinmu Yue'er...dan kalian semua...sudah cukup menatap Siyueku....!" Ucapnya dengan sangat posesif . (nah....kambuh kan bucinnya 😂) . Tentu saja ucapan Raja bucin itu membuat para orang Tua sadar . terdengar helaan nafas mereka. Sedangkan sang Raja sendiri segera mengambil Cincin yang masih Ada di tangan Siyue. Dan dia segera memakaikannya pada Siyue. . Kini Siyue kembali lagi pada penampulan tampannya .


"Hey...anak Muda...kenapa Kau sudah mengembalikan lagi penampilan Siyue...aku belum puas melihatnya....!" Seru sang Kakek dengan kesal .


"Tidak...cukup sudah kek...cukup sudah Yue'er memperlihatkan dirinya di depan kalian..." ucap Raja posesif .


"Ck ..Kau ini... Lihatlah para gurumu juga belum puas melihat Siyue..." Kata sang Kakek menggoda . Dia menyadari keposesifan sang cucu pada Siyue. Dia sadar akan keadaan itu. Jika dia Ada di pisisi sang cucu...pasti dia akan seposesif sang Raja. Dia bersyukur Karena cucu kesayangannya mendapatkan wanita yang memiliki segalanya melebihi wanita lain. Walaupun dia tahu Kalau Siyue sepertinya belum benar- benar mencintai sang Cucu . tapi dia berjanji akan membantu sang cucu mendapatkan gadis ini. Dan dia yakin kalau anak dan menantunya yang kini entah di mana pasti akan mencintai dan menyayangi Siyue.


"Tidak...sudah cukup Kek.., aku takut nanti kalian akan jatuh cinta pada calon istriku ini..." Ucap Raja Tian Ji sambil memeluk erat Siyue , bagai anak kecil yang takut mainannya di ambil teman nya .


"Ck...Kau ternyata pelit juga yang Mulia..." goda sang Kakek.


Mendengar ucapan Kakek Kaisar , Siyue yang Ada di dalam pelukan Raja Tian Merasa wajahnya memerah.


"Ya ampuuun...kenapa yang Mulia memeluk diriku seperti ini sich...." Seru Siyue dalam hati.


"Yang Mulia... Tolong lepaskan pelukannya , bukankah hamba telah berubah menjadi pria lagi...." Ucap Siyue lirih .


"Janji Kau tidak akan membuka Cincinmu lagi..." Ucap si Raja posesif Chu Tian Ji setelah tahu rahasia dari penyamaran Siyue .


"Iya, Iya....Aku juga tidak akan membuka Cincin ini jika Bukan Karena guru dan Kaisar meminta tadi..." jawab Siyue . Mendengar ucapan Siyue terlihat senyuman di bibir seksi Raja . Dengan perlahan Raja Tian Ji melepas pelukannya. Seakan tak rela gadis cantik nya lepas dari dekapannya .


"Tidak akan Ada yang mengambil dia dari tanganmu yang Mulia...mengapa Kau setakut itu...?" goda sang Kakek kembali .


" Tak akan kubiarkan siapapun mangaambil dia dariku...." Ucap Raja sambil memegang tangan Siyue. Melihat tingkah sang Raja , Kakek Kaisar tertawa Karas Hingga melupakan sakitnya yang baru Saja sembuh. Sedangkan para guru tersenyum walau dalam hati mereka tertawa melihat posesifnya Raja mereka pada sang calon istri yang mereka lihat masih tidak terlalu tertarik pada Raja mereka. Mereka juga sangat heran sekaligus kagum pada Siyue yang tak terlihat tertarik pada Raja mereka yang sangat tampan dan gagah itu. Sedang kan banyak gadis di Alam atas berlomba mencari perhatian Raja tampan mereka. Hingga tak jarang mereka , para gadis bangsawan itu secara terang- terangan memperlihatkan ketertarikan mereka pada sang Raja. Namun Raja Chu Tian Ji dengan cuek dan dingin menanggapi dikap mereka. Malah terkesan tidak ingin di dekati. Seperti putri perdana Mentri Sang Bai . yang terang- terangan menyukai dan mengejar sang Raja . namun Raja tidak pernah memperdulikannya Hingga mereka mengira Raja tidak suka pada seorang gadis. Tapi sekarang ...sekarang mereka bisa menyaksikan kebucinan sang Raja pada calon istrinya yang memang benar- benar mengalahkan para gadis itu. Mereka menganggap sang Raja memang cocok dan sangat beruntung memiliki calon istri seperti wanita di depan mereka sekarang. Wanita yang menyamar seperti seorang Pria. Tapi mereka berjanji akan menjaga rahasia ini.

__ADS_1


"Baiklah sekarang Kakek harus istirahat. Karena Kakek membutuhkan istirahat yang banyak...." Ucap Siyue sambil mendekati Kakek Kaisar San membantunya untuk Ber baring . Dengan di bantu Raja Tian Ji. Kakek tidur kembali. Dan Siyue segera menyelimuti tubuh Pria Tua itu.


"Kakek...kenapa bubur yang di buat Koki tidak Kakek sentuh....?" Tanya Siyue. Sebab tadi pagi Koki berkata pada Siyue , sang Kaisar Tua tidak mau makan.


"Aku tidak suka bubur buatan mereka. Aku lebih suka bubur yang Kau bawa kemarin..." Ucapnya .


"Baik...Siyue akan membuatkan bubur untuk Kakek, tapi Kakek harus janji untuk menghabiskannya..." Ucap Siyue dengan lembut.


"Baik aku janji...." Jawab sang Kakek dengan bahagia. Para pria yang mendengar percakapan mereka berdua Merasa iri dengan perhatian Siyue pada Kaisar Tua. Andai mereka memiliki Cucu seperti Siyue...batin mereka.


Setelah menyelimuti tubuh Kaisar Tua , Siyue segera pergi ke dapur kapal. Dia ingin membuatkan bubur untuk sang Kakek . Dia segera keluar dari kamar Kausar tua diikuti semua orang . Tak betapa lama bubur untuk Sang Kakek telah tersedia.


"Yue'er...aku juga ingin bubur itu...." Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan Siyue. Ternyata Raja Tian Ji telah berada di belakang Siyue. untung saja Siyue sudah Merasa kan kedatangan si pria posesif ini.


"Yang Mulia ingin juga....?" Tanya Siyue.


"Iya.." Jawab sang Raja .


"Baiklah Yang Mulia duduk dulu...hamba akan memgambilkan buat yang Mulia..." Jawab Siyue.


"Yue'er...kenapa Kau selalu memanggilku yang Mulia...aku ingin Kau memanggilku seperti para sahabatmu atau saudaramu..." Ucapnya sambil duduk di bangku yang memang Ada di ruangan itu.


"Mana bisa yang Mulia...yang Mulia Adalah Penguasa kerajaan Darga. Hamba tidak bisa memanggil anda seperti saudara atau sahabat hamba yang Mulia..." Ucap Siyue .


"Tidak...Kau Adalah calon istriku, yang lain memang tidak boleh , tapi tidak buatmu. Kau beda dengan mereka...." Ucap Raja yang kini telah berdiri kembali di belakang Siyue yang sedang menaruh bubur dalam mangkok dan memeluk Siyue dari belakang dengan lembut.


"Its ..Nich orang, sekarang suka nya memeluk dan mencium ...kata Siyue dalam hati .


"Baik. baik...tapi yang Mulia lepas kan dulu pelukannya..." Ucap Siyue lagi .


"Tidak sebelum Kau memanggil Ku dengan panggilan sayang yang hanya Kau buat untukku..." Ucapnya menuntut.


"Baiklah akan kupanggil anda Kakak ...bagaimana..?" Kata Siyue yang berusaha membujuk Pria pemaksa ini. Andai dia Bukan penguasa kerajaan yang akan dia datangi. Rasanya Siyue ungin menjitak kepala pria tampan yang Kini tidak mau melepas pelukannya.


"Tidak..aku tidak mau..aku Bukan Kakakmu Yue'er..." Ucapnya dengan mengendus pelan leher Siyue membuat si pemilik merinding geli .


"Yang Mulia...jangan seperti itu..." Kata Siyue. Raja Tian bisa melihat wajah Merona Siyue yang membuat dia semakn gemas .


"Tidak akan Ku lepas jika Kau tidak menemukan panggilan khusus buatku..." Ucapnya sambil kembali mencium lembut lever jenjang itu.


"Ya Dewa....Pria ini... Mengapa dia semakin menyebalkan. Tapi Ada apa denganku....


Kenapa aku Merasa berdebar saat Pria ini memelukku..." seru Siyue dalam hati.


"Yue'er...bukankah aku sudah bilang kalau aku akan melepas pelukanku jika Kau menyebut nama kesayangan untukku..." Ucap Raja Kekeh.


"Ya ampuun.. Menghadapi Pria satu ini kenapa sesulit ini sich...." Keluh Siyue dalam hati .


"Bagaiaman kalau aku panggil yang Mulia dengan Tian'ge...?" Kata Siyue berharap pria pemaksa ini mau melepas pelukannya. Terlihat Raja Chu Tian Ge terdiam sejenak . dan tak lama terlihat senyuman di bibir nya .


"Baiklah untuk saat ini aku mau, tapi Kau harus mencari yang lain saat aku sudah bosan mendengar panggilan gege . sebab aku Bukan kakakmu tapi calon suamimu..." Ucapnya sambil melepas pelukannya.


"Fuuuh... " Siyue bernafas lega. mana Ada panggilan saja Ada bisan nya...ucap Siyue kesal dalam hati .


"Baik yang Mulia...." Ucap Siyue.


"Sayang..." Terdengar suara Raja Chu Tian Ji .


"Aah maaf....iya Tian'ge .." Jawab Siyue menyadari kesalahannya.


"Kau tahu apa yang akan kulakukan jika Kau salah ucap lagi...?" Kata -kata ancaman dari Raja Chu Tian Ji yang selalu membuat Siyue mati kutu .


"Iya aku mengerti Tian'ge... kenapa sich Kau suka mengancam.." Ucap Siyue dengan wajah cemberut .


" Ck....aku harus memanggil dia apa lagi sich...ribet amat menghadapi si posesif ini..."batin Siyue kesal.


"Karena kalau tidak di ancam, Kau akan selalu melakykan kesalahan ...tapi calon istri Raja ini. memang yang terbaik...." Ucapnya sambil mencuri ciuman di pipi Siyue sebelum duduk dengan baik di Kursi nya. Dan yang kehilangan hanya bisa melotot kesal.


"Sini mana bagianku..." Ucapnya sambil tertawa bahagia. Sinyu akhirnya memberikan semangkuk bubur buatannya pada Raja . Untung saja dia pernah hidup bersama sang Bibi yang tinggal di Negara Asia yang di lewati garis katulistiwa selama beberapa tahun , di saat dia terbuang dari kehidupan keluarga besar nya. Hingga semua masakan Negara itu, dia mampuh membuatnya. Melihat masakan di tangan nya, dia teringat pada sang Bibi yang begitu baik padanya. Hingga dia lebih mencintai sang Bibi dari pada mamanya yang tidak pernah memperdulikan dia mati atau pun hidup. Dan sekarangpun dia yakin kalau keluarganya tidak akan sedih saat mereka tahu kalau dia telah tiada. Siyue hanya bisa tersenyum miris saat dia teringat akan masa lalunya .


"Gege Tian...aku ke tempat Kakek Kaisar dulu Ya...?" Ucap Siyue.


" Temani aku makan dulu Yue'er..." Ucapnya .


"Nanti bubur Kakek Dingin..."ucap Siyue .


"Tapi aku ingin kau temani..." Ucap pria itu dengan sikap manja .


"Ya ampuuun....ada apa dengan pria ini..." Ucap Siyue dalam hati . akhirnya dia berkata.


"Kalau begitu Kau makan di tempat Kakek Saja ya..?." Ucap Siyue lagi.


Akhirnya dengan terpaksa Raja yang berubah manja itu mengikuti Siyue . Siyue membawa dua mangkuk bubur di atas talam . Ketika sampai di kamar sang Kakek, ternyata Kakek Kaisar sudah bangun. Siyue segera mendekat dan menaruh mangkok di meja dekat pembaringan .


"Apa itu Yue'er.. Tanya Kakek Kaisar saat melihat Siyue datang membawa talam berisi dua mangkuk .

__ADS_1


"Bubur untuk Kakek.."jawab Siyue.


"Kok Ada dua...?" Tanya Kakek Lagi.


" Yang Satu punya Gege Tian Kek.." Jawab Siyue.


"Gege Tian...?" Tanya Kakek.


"Aah..maaf..Maksud Siyue yang Mulia Raja Kek..." Jawab Siyue tersipu.


" Yue'er..." Terdengar protes dari belakang Siyue. Siyue serba salah.


"Tidak apa- apa nak...panggillah Dia seperti permintaannya... Kakek lebih Senang mrlihat Kalian seperti ini..." Kata Kakek Sambil tersenyum lembut. Siyue hanya bisa tersenyum kecut mendengar kata - kata Dari Kakek Kaisar. Dia segera memberikan bubur milik sang Raja . dan bubur satunya pada Kakek Kaisar. Karena Kakek Kaisar masih lemah , Siyue menyuapinya.


Melihat begitu lembut perbuatan Siyue pada sang Kakek, Raja Chu Tian Ji tersenyum bahagia.


Tanpa terasa kapal itu telah berada di tengah lautan lepas , lautan yang terlihat sangat sinyi . Setelah menyuapi Kakek Kaisar ,Siyue beranjak pergi keluar bersama sang Raja. Namun sebelum langkahnya melewati ambang Pintu, mereka di kejutkan dengan suara raungan menggelegar dari luar . Siyue segera berlari keluar bersama Raja Chu Tian Ji namun Dia masih sempat berucap Pada Kakek Kaisar.


"Jangan cemas Kek... perasaan Kakek harus tenang demi kesembuhan Kakek..." Kata Siyue.


Kakek Kaisar hanya mrngangguk dan tersenyum. Siyue segera berlari keluar di iringi Raja Chu Tian Ji. Ketika sampai di liar, terlihat semua penumpang berada di dek kapal sedang melihat sesuatu di tengah lauran . Di sana terlihat Kakak sepupunya dan sahabatnya Murong sedang berdiri bersama para guru dan para penumpang kapal yang merupakan orang kepercayaan Raja , pengawal koki dan pelayan .


Di sana Siyue juga melihat ketiga pengawal Bayangas Raja. Saat melihat Junjungam mereka datang bersama Siyue, mereka buru - buru menyapa .


"Salam yang Mulia Raja, Putri..." Ucap Mereka bertiga serempak.


"Ada apa ini ...?" Tanya Raja.


"Perkelahian antara seekor Naga putih dengan seekor ular Hiram yang Mulia.." Ucap Ye Xie .


Mereka segera menatap kearah lautan lepas. Siyue bisa melihat seekor naga besar berwarna putih seperti awan sedang berkelahi mati-matian melawan seekor ular hitam besar dengan mata merah. Terlihat sekali mereka berdua sudah terluka parah. Namun Saat Siyue melihat keadaan Naga putih, Tiba-tiba dia berseru


"Qui...keluarlah..." Seru nya nyaring . dan tiba-tiba Terdengar suara


Kaaaaak......


Kaaaaak......


Terdengar suara nyaring di udara. Tak lama seekor Phoenix besar dan Indah berada di depan mereka. Phoenix itu Melayang di udara. Siyue segera melompat ke udara kearah Phoenix. Namun ternyata Raja pun ikutan melompat juga.


" Bawa kami ke mereka Qui...!" seru Siyue. Feng Qui segera Terbang membawa dua orang yang Ada di punggungnya mendekati pertarungan itu.


"Ada apa Yue'er....?" tanya sang Raja .


"Kita harus membantu Sang Naga...dia sedang Hamil besar..." Ucap Siyue dengan wajah khawatir.


"Dari mana Kau tahu naga itu sedang hamil...?" Tanya Chu Tian Ji kembali .


" Aku mendengar nafas lemah dari arah perut Sang Naga..." Jawab Siyue.


"Baiklah Kau bisa menolong sang Naga dan aku akan membantu menghadapi ular hitam itu..." Kata Raja Tian Ji sambil mengusap kepala siyue pelan.


"Aku tak menyangka kepekaan pendengaran Siyue begitu Tajam . .." Ucap Raja dalam hati dengan perasaan bangga .


Sedang kan semua orang yang Ada di kapal tercengang melihat kehadiran burung Phoenix's besar tadi di depan mereka. Dan dengan ringan nya Siyue dan Sang Raja melompat kearah burung Phoenix's itu. Dan mereka juga mendengar kalau burung Phoenix's itu milik Siyue.


"Ya Dewa...gadis itu selalu membuatku terkejut. Ada apa lagi yang akan dia perlihatkan pada kita nanti..." Ucap guru Wang sambil melihat murid barunya itu terbang kearah perkelahian. Dan merekaoun melihat kalau Siyue dan Raja Cu Tian Ji. Masuk kedalam pertempuran. Setelah Beberapa saat kemudian, terlihat Siyue bisa membawa sang Naga menjauh dari pertempuran. Sedangkan Siyue sendiri terlihat memeriksa tubuh sang Naga dengan teliti. Luka yang di derita Naga sangatkah parah . Terlihat dia menatap Siyue dan akhirnya tersenyum gembira .


"Manusia....ternyata Kau sudah datang...." ucapnya dengan lemah.


"Kau.. Kau tahu aku...?" Tanya Siyue dengan kaget .


"Kau Adalah pemilik darah Phoenix.... Aku telah menunggumu cukup lama...dan penantianku sudah berakhir sekarang . Sekarang tolong trimakah dua telur ini...berikan dia pada pria itu...aku tahu dia pasanganmu , dan yang ini milikmu..." Ucapnya dengan tubuh semakin lemah. Dia memberikan dua telur pada Siyue. Siyue ingin memprotes dugaan sang Naga. Namun melihat begitu susahnya Naga itu berbicara, akhirnya Siyue hanya bisa menerima telur naga itu.


"Aku menerima telur milikmu, Kau sengaja memberikan telurmu ini padaku...?" Kata Siyue.


" Benar...ular itu ingin mengambilnya dariku. Tolong jaga anak- anakku. Aku percayakan mereka Pada kalian..." Telur itu dengan ringan Melayang kearah Siyue.


Setelah melihat kedua telur miliknya Ada di tangan Siyue, Naga itu tiba- tiba hilang dari pandangan . bersamaan dengan hilangnya sang Naga , Ular yang bertarung dengan Raja Chu Tian Ji mati terkena pedang sang Raja. Melihat ular hitam itu sudah jatuh tak bernyawa lagi, Raja Chu Tian Ji mendekati Siyue.


"Mana Naga tadi....?" Tanya Raja.


"Dia menghilang kak setelah memberikan ini padaku. Dan dia berkata kalau telur ini di berikan Padamu..." Ucap Siyue.


Dia menyerahkan telur yang harus di serahkan Pada Chu Tian Ji.


Dan saat telurmu berada di tangan Siyue dan Chu Tian Ji. Tiba- tiba telur itu pecah secara bersama-sama.. Dan di dalam masing - masing telur terlihat naga Kecil menggeliat lembut di tangan Siyue dan Raja Chu Tian Ji . Terlihat Naga kecil itu sangat lucu dan imut .


"Siyue, Yang Mulia...lebih baik segera teteskan darah kalian pada mereka, sebab orang Tua mereka telah menyerahkan naga itu pada kalian berdua , cepatlah....aku Merasa kan Ada bahaya datang..." Kata Feng Qui yang berada bersama mereka.


Bersambung dulu ya....besok aku lanjut lagi. yang meminta double Up , maaf Author tidak bisa mengabulkan ....🙏🙏


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2