
Dasar anak gemblong...la kok malah menyalahkan bunda...🤣 umpat Siyue dalam hati . Dia gemas dengan sang Putra satu itu .
Putra jailnya memang terkadang sangat menyebalkan. walaupun begitu dia sangat bangga pada kedua buah hatinya itu .
"Tutup mulutmu. di sini hukum Kakakku adalah hukum rakyat desa ini kau mengerti.
pengawal tangkap anak ini, kalau perlu bunuh sekalian. "teriaknya marah.
"Benarkah...? Weee...aku takut...!" ucap pangeran Ang Bei mengejek.
Mendengar perkataan sang majikan , salah satu dari dua pengawal tadi mendekati Ang Bei yang kini telah berdiri . begitu juga anak kecil yang dia tolong. Anak kecil itu terlihat ketakutan saat pria dewasa itu mendekati mereka.
"Teman ...bagaimana ini...kau telah menolongku, tapi kau akan celaka... Lebih baik kita pergi saja yuk.. " ucapnya dengan wajah ketakutan.
"Diamlah teman...aku ingin memberi pelajaran padanya. Berdirilah di belakangku. . "ucap Ang dengan wajah marah menatap orang yang sekarang mendekati mereka berdua.
"Tapi teman...." kata anak kecil itu .
Dia takut karena dirinya teman barunya yang baik hati akan celaka .
"Percayalah padaku...." ucap Pangeran Ang Bei sambil memberikan senyuman manisnya .
Akhirnya anak kecil itu berhalan kebelakang Oangeran Ang Bei . Sedanfkan Pangeran Ang Bei sendiri terlihat berdiri dengan tenang. Kejadian itu membuat banyak orang datang melihat.
"Bocah...karena tuanku telah menyuruh kami untuk membereskan dirimu, maka berikan nyawamu dengan suka rela. Aku berjanji tidak akan membuatmu merasakan kesakitan...." ucap pria itu yang kini telah berdiri di depan Kedua bocah itu.
"Jangan bangga dulu paman.. Jangan meremehkan orang-orang yang terlihat lemah. Kau fikir aku mau kehilangan nyawaku..." ucap Ang Bei dingin.
"Waah...kau kecil tapi mulutmu besar juga Anak kecil...baik kalau begitu aku tidak kasihan lagi padamu , trimalah kematianmu..." pria itu segera mengayunkan tangan besarnya kearah Pangeran Ang Bei.
Namun sebelum tangan itu menyentuh tubuh Pangeran Ang Bei, tiba- tiba sebuah tendangan menghantam dagunya. Dan pukulan telak menghantam dadanya dengan keras . Hingga tubuhnya melayang menghantam temannya yang berdiri tak jauh dari pria itu . hingga mereka terlihat jatuh bersama- sama . Hantaman keras di dagunya membuat kepalanya pusing dan Dadanya terasa sesak. Tak lama dia memuntahkan darah segar dari mulutnya. Semua orang kaget dengan kejadian itu. Mereka menatap pangeran Ang Bei dan pengawal itu bergantian dengan wajah tak percaya. Sedangkan Pangeran Ang Bei terlihat berdiri sambil bersedekap sambil menatap pengawal tuan gendut dengan wajah remeh. Semua orang yang melihat kejadian itu kaget bukan main, mereka tidak melihat gerakan Pangeran Ang Bei , tapi pengawal tuan kecil itu terlempar dan memuntahkan darah segar .
"Kau... Siapa kau...?" ucap Pengawal itu dengan wajah takut. Sedangkan temannya terlihat marah.
"Waaa ternyata kau hebat juga anak kecil... sepertinya kau minta di hajar ya... Baik akan ku beri kau pelajaran anak nakal...! agar kedepannya kau tidak kurang ajar lagi...!" seru pengawal satunya yang sudah berdiri dan menatap Pangeran Ang Bei dengan marah .
Sedangkan pengawal pertama sudah tidak bisa lagi berdiri, Karena dadanya yang terkena hantaman oleh anak kecil itu terasa sesak dan sulit untuk bernafas. Dan tak lama sang teman mulai menyerang Ang Bai. seperti temannya, Dia juga terlempar dan malah pingsan tak bergerak lagi. melihat kejadian itu, Si tuan gendut marah .dia mau menyerang Ang Bei tapi dia tak berani. Dua pengawalnya saja sudah jatuh . apalagi Dia yang tak tahu apa- apa.
."Brengsek..kau berani memukul pengawalku.. Tunggu ya jangan kemana- mana kau...aku akan melaporkan kejadian ini pada Kakaku... Awas kau anak kecil...!" serunya marah.
"Panggil ...panggil bala bantuanmu tuan gendut..., panggil saudara atau kerabat kerajaanmu. Aku ingin tahu apakah mereka berani melawanku..." ucap Ang Bei dengan wajah kesal.
"Baik lihat saja nanti.. Awas kau jangan lari... tunggu di sini...!" teriaknya marah.
"Baik akan aku tunggu..." ucap Ang Bei dengan wajah kesal . Dia lalu duduk dengan tenang di depan restoran yang tadi tempat makan orang kaya tadi. Sambil menunggu Ang Bei menatap anak kecil yang tingginya lebih dari Ang Bai .
"Kau masih lapar...?" ucapnya pada anak itu. Dengan ragu anak itu menggeleng.
"He he he...kalau lapar bilang lapar... Nich beli Roti buat kau makan..sisah uangnya kau ambil saja..." ucap Ang Bei sambil memberikan dua keping perak pada anak itu.
melihat uang yang di berikan Ang Bei, terlihat anak itu terkejut hingga matanya terbelalak .
"Ayo ambil..." ucap Ang Bei sambil masih menjulurkan tanganmu.
"I..ini...ini untuku..?" tanya anak itu tak percaya.
"Iya...memangnya untuk siapa..?" kata Ang Bei dengan wajah heran.
"Ta...tapi ..tapi ini terlalu banyak..." ucap anak itu .
"Sudahlah ambil dan belikan roti untuk kau makan, kau boleh juga membelikan untuk keluargamu..." ucap Ang Bei sambil menaruh uang pada tangan anak itu. Anak itu menangis sambil memeluk Ang Bei . Dia lupa dengan keadaannya yang kotor .
"Trimakasih teman...uangmu akan aku belikan obat untuk Ayahku..." ucap anak itu dengan wajah gembira. walaupun terlihat air matanya masih mengalir .
"Ayahmu sakit...!?" tanya Ang Bei dengan wajah kaget.
"Iya... Beberapa hari ini Ayahku sakit. Karena itulah aku mencari pekerjaan untuk membeli obat, namun karena aku masih kecil, tidak ada yang mau memberi pekerjaan untukku. Dan karena aku tadi belum makan, saat melihat anak gemuk itu membuang rotinya, aku memungutnya. Tapi ternyata malah menjadi masalah. .."Ucapnya sambil melepas pelukannya .
"Ya sudah kau beli Roti saja untuk kau makan, soal sakit Ayahmu, biar bundaku yang akan mengobatinya..."kata Ang Bei dengan bijak.
Terlihat sekali pikirannya melebihi umurnya. Dan saat anak itu melihat baju Ang Bei kotor , Dia terlihat kaget.
"Aah..maaf... maafkan aku...lihat bajumu kotor karenaku..!" seru anak itu dengan wajah cemas.
"Sudah , sudah tidak masalah , bajuku nanti bisa di cuci.. Oh ya siapa namamu....Aku Ang Bei..." ucap Ang Bei ramah.
"Ang Bei...? Kenapa aku seperti pernah mendengar nama itu ya..." kata anak itu seperti bertanya pada diiirinya sendiri.
"He he he...mungkin nama Ang Bei banyak teman.." ucap Ang Bei sambil tertawa. Walaupun dalan hati Dia berkata.
"Mana mungkin ada...itu nama pemberian Bundaku.." ucapnya dalam hati.
"Namaku Chunly...Aku penduduk desa ini juga.., " ucap anak lelaki yang bernama Chnly itu.
Namun percakapan mereka terhenti saat mereka melihat beberapa orang datang menghampiri mereka. Orang - orang yang sejak tadi menunggu apa yang akan terjadi menjadi kaget. Ternyata tuan gendut tadi datang bersama seorang pria paruh baya dan beberapa orang yang berpakaian seperti pendekar . .
"Mana orang yang berani menghina diriku... siapa dia...!" seru pria yang berjalan dengan si tuan gendut .
__ADS_1
"Itu Kak...ucap tuan gendut sambil menunjuk Ang Bei yang duduk tenang di depan Rumah makan tadi .
"A..apaa...anak kecil itu yang kau katakan orang yang berani menghinaku...!" teriak Pria itu dengan wajah marah.
"I..iya kak..dia , dialah yang berani menghinamu.. tapi jangan tertipu kak.. dia sangat kuat, itu lihat kedua pengawalku.. mereka di hajar oleh anak itu.." ucap tuan gendut sambil menunjuk kedua pengawalnya yang terkapar di tanah .
"Dasar kalian saja yang bodoh...melawan anak kecil saja kalian sudah tidak mampuh.." ucapnya dengan nada kesal. Lalu dia memanggil pengawalnya .
"Kalian tangkap anak itu, bawa padaku..." ucapnya memerintah .
"Baik tuan..." tak kama terlihat seorang pengawal mendatangi Ang Bei. Sedangkan si kecil Ang Bei melihat kedatangan seorang pria dengan tubuh besar datang mendekati mereka , terlihat Dia masih duduk dengan tenang. Setelah Pria itu berada di depan Ang Bei, pria itu berkata dengan sombong .
"Anak kecil ikut denganku baik- baik agar kau tidak terluka..." ucapnya dingin.
Mendengar perkataan pengawal itu, Ang Bei menatap sekilas lalu berkata.
"Ogah.. Enak saja memerintah...emang siapa anda...?" ucapnya dengan wajah cuek .
"Jangan banyak lagak anak kecil...atau kau ingin aku memaksamu...?" ucap pria itu lagi.
"He he he.. Memangnya anda bisa memaksaku...? Coba saja kalau bisa..." ucap Ang Bei dengan wajah imutnya.
"Brengsek ...ternyata kau tidak dapat di halusi ya ...baik sekarang rasakan kepalan tanganku ini..." teriak pria itu marah. Dan dia segera menghantam Ang Bei dengan kepalan tangannya. Namun sebelum tangan itu mendarat di tubuh Ang Bei, terlihat tubuh Ang Bei melesat ke atas. Dan tendangan beruntun menghantam dada dan perut pria itu. Hingga tubuh besar itu terpental tiga langkah dari tempat dia berdiri. Dan tak lama pria itu memuntahkan darah segar dari mulutnya sebelum kemudian dia pingsan . melihat itu, semua mata menatap tak percaya. Tak lama terdengar seruan nyaring dari mulut pria yang berjalan dengan tuan gendut tadi .
"Tangkap anak itu, bawa dia hidup atau mati di hadapanku...!" teriaknya marah.
Pengawalnya yang berjumlah delapan orang, enam orang segera maju kedepan. Mereka segera ingin menyerang Pangeran Ang Bei. Namun berkelebat tubuh lain kearah Ang Bei.
"Enak saja.. Aku juga ingin berlatih Bei'er....!" ucap suara dingin yang kini berada di dekat Ang Bei. Kini ada dua anak kecil yang memiliki tinggi dan wajah yang sama. Melihat kehadiran Ang Fan terdengar suara tawa renyah Ang Bei.
"Ha ha ha....aku fikir kau membiarkan aku menghabisi mereka semua sendirian kak... Baguslah kita selesaikan bersama..." ucap Ang Bei dengan wajah gembira.
Mereka para pengawal sempat terkejut saat mereka melihat ada dua anak kecil yang memiliki wajah dan tinggi tubuh yang sama sedang berdiri dengan gagah di depan mereka . Tak lama mereka mulai menyerang Ang Bei dan Ang Fan dengan pedang mereka. Namun dengan gerakan ringan mereka meladeni para pengawal yang menyerang mereka dengan senjata. Sedangkan Siyue hanya menatap kedua putranya dengan tenang .Dan tak begitu lama akhirnya mereka tumbang semua. Melihat kejadian itu, nata para penduduk juga pria tua itu melotot tak percaya. Dan akhirnya Dia memanggil dua pengawal yang tersisah tadi . Entah apa yang dia katakan tak lama kedua pengawal itu pergi. Melihat itu terdengar tawa Ang Bei.
"Ha ha ha...siapa lagi yang akan kalian panggil....Ck, ck ck...ternyata ada juga pejabat yang memiliki watak seperti kalian...?Yaaaa...bagaimana kalau Ratu Siyue tahu kalau Dia memiliki bawahan seperti tuan Sombong ini ..aku tak bisa membayangkan murka yang akan kalian dapatkan...!" ucap Ang Bei sambil menatap sang Bunda yang menatapnya dengan wajah kesal.
"Dasar anak bandel...bisa - bisanya dia berkata seperti itu...tapi aku juga salah.. kenapa aku bisa kecolongan seperti ini... Aku harus menyeleksi otak dan watak para pejabat di kalangan bawah...bisa - bisanya ada manusia kejam dan serakah bisa menjadi pejabat di dalam kekuasaanku. Dan ternyata masih asa kezaliman di Desa ini...dasar..ini PR untukku..." ucap Siyue dalam hati.
"Tutup mulutmu bocah nakal...kau berani menghinaku ha...tunggu sebentar lagi, kau akan tahu akibat dari keberanianmu ini..." teriaknya marah.
"Baik kami akan menunggu apa yang akan anda datangnya lagi untuk melawan kami..." ucap Ang Bei dengan tenang .
Benar saja tak butuh waktu lama , Siyue merasakan kekuatan besar mendatangi tempat itu. Dan tak lama terlihat tiga pria paruh baya dengan wajah bengis mendatangi mereka. Saat melihat kedatangan ketiga orang itu, wajah tuan Sombong terlihat cerah .
"Tuanku..." ucap Tuan sombong tadi sambil memberi hormat pada ketiga orang yang baru datang.
"Ada apa kau memanggil kami..." ucap Pria itu dingin.
Mereka melihat dua bocil yang berwajah tampan dan sama persis , sedang berdiri dengan santai .
"Anak itu...kau kalah dengan mereka...?" ucap Pria itu tak percaya.
"He he he... ternyata kau hanya bisa mengadu... apa dia Bapak anda...Ck...aku fikir anda akan Membawa seseorang yang menakutka ...." ucap Ang Bei dengan wajah menyebalkan.
Mendengar ucapan sang Putra , Siyue hanya bisa tersenyum.
"Dasar anak nakal... tapi kalau ini harus aku sendiri yang menghadapi mereka. Aku merasa kekuatan mereka terlalu jauh di atas Putraku...aku tak ingin terjadi apapun pada anak nakal itu..." batin Siyue.
Siyue segera melayang dan berdiri di tengah- tengah Ang Bei dan Ang Fan.
"Kalian berdua sudah cukup berlatih. sekarang menyingkirlah , Biar ini bagian Bunda... Haucan , Hauyan. dan kau kak...jaga mereka.." ucap Siyue pada kedua Naga kembar serta Feng Qui dan Tiger.
"Baik Bunda..." ucap Ang Bei dan Ang Fan serentak .
"Baik Ibu... "Ucap Haucan dan Hauyan.
"Baik Yue'er.. "ucap Feng Qui dan Tiger bersamaan.
Feng Qui dan Tiger segera melompat ke pundak Ang Bei dan Ang Fan . Dan mereka semua segera menyingkir menjauh dari sang Bunda. Melihat kedatangan Siyue, semua orang terkejut, begitu juga tuan sombong dan tuan gendut. Sedangkan ketiga pria paruh baya itu menatap Siyue dengan seksama. Mereka ingin mengetahui kekuatan Siyue, namun mereka tidak bisa merasakan, atau melihat kekuatan Siyue .
"Siapa pria ini..kenapa aku tidak bisa melihatdan merasakan kekuatannya. Apakah dia orang biasa, atau Dia malah kekuatannya lebih tinggi dariku..." ucap Pria yang berdiri paling depan.
"Kak... Ada apa... Apakah kau mengenal dia...atau merasakan kekuatannya.." kata Pria yang ada di belakangnya.
"Tidak...aku tidak mengenalnya...tapi aku tidak bisa merasakan kekuatan pria muda ini..." ucap Pria paruh baya yang di panggil kakak.
"Mungkin dia orang biasa saja kak... " kata Pria yang satunya lagi.
"Jangan sembarangan ..lihat pancaran dari tubuhnya. Aku merasakan ada sesuatu rahasia yang mereka bertiga sembunyikan..." ucap Sang Kakak.
"Lalu apa yang kita akan lakukan..." tanya sang Adik.
"Kita coba menyerang bersama- sama . mungkin kita akan tahu siapa Dia..." ucap Pria itu perlahan.
"Baik ayo kita lakukan..." ucap sang adik. Mereka segera maju kedepan menghadapi Siyue . tanpa mereka sadari semua yang mereka ucapkan, Siyue sudah mendengarnya,
"Siapa kau sebenarnya....?" kata pria pertama sambil menatap Siyue dengan tajam.
__ADS_1
"Apakah pembicaraan kalian tentang diriku sudah selesai...? Atau masih ada lagi masalah yang akan kalian bahas...? Silahkan...aku akan sabar menunggu..." jawab Siyue lembut.
Mendengar ucapan Siyue. Ketiganya kaget.
"Jangan katakan kalau dia mendengar obrolan kami...?" batin. Orang kedua
."Gila...apa pria ini mendengar percakapan kami...aku rasa jarak kami terlalu jauh...dan kami juga berkata secara perlahan..."kata orang ketiga.
"Siapa pria ini.. Kenapa ucapannya seakan dia mendengar ucapan kami..." kata pria pertama.
"Aku tidak mendengar percakapan kalian..., aku juga tidak gila...kalau aku gila, mana mungkin aku ada di hadapan kalian...Ck kalian ini...jangan sembarangan mengatai orang dong..." kara Siyue dengan wajah di buat kesal. Sedangkan ketiga orang itu kaget bukan main.
"Ya Dewa...siapa pria ini..." ucap mereka bersamaan. Setelah terdiam sejenak. Tak lama pria pertama berbicara.
"Anak muda...kami tidak tahu siapa anda, tapi ijinkan kami meminta pelajaran padamu..." ucap Pria pertama.
"Boleh...tapi jika terlalu keras akun minta maaf. "Ucap Siyue.
'Kami tahu..." ucap pria pertama,
Dia segera mengeluarkan pedang nya. Dan tak lama terjadilah pertarungan satu lawan tiga. Siyue mengeluarkan cambuk sinarnya. Melihat cambuk sinar di tangan Siyue, mereka kaget. Tapi mereka lupa di mana mereka bertemu dengan orang yang memiliki cambuk itu . Pertarungan semakin sengit . Namun terlihat sekali kalau mereka bertiga jauh dari kata mampu melawan Siyue . sebab terlihat sekali kalau Siyue melawan mereka dengan gerakan Ringan . dan satu jam kemudian, cambuk Siyue satu bersatu mengenai pedang di tangan mereka bertiga. Dan pada akhirnya mereka jatuh saat Cambuk Siyue dengan cepat melemparkan mereka bertiga satu persatu . Melihat ketiganya jatuh , cambuk di tangan Siyue menghilang seketika . Bertepatan dengan berakhirnya pertarungan Siyue melawan tiga pria paruh baya bawahan tuan Sombong , terlihat Mentri Keamanan kerajaan Phoenix datang bersama pasukan prajurit kerajaan Phoenix. Melihat kedatangan Mentri kerajaan , mereka semua segera memberi hormat. Terutama tuan gendut dan tuan sombong .
"Salam sejahtera tuan Mentri..." ucap Mereka serentak secara bersama- sama.
Hanya Siyue dan kedua putranya yang diam sambil menatap Mentri pertahankan. Mentri pertahanan sebenarnya orang yang sangat jujur dan kuat, Dia merupakan salah satu kultivator andalan kerajaan Phoenix. Dia merupakan Jendral perang kerajaan Phoenix dan juga guru besar Perguruan Phoenix dan juga merupakan orang kepercayaan Siyue. Atau tangan kanan Ratu Phoenix . tapi apa hubungannya mentri keamanan dengan dua pria sombong itu.
"Kenapa kau memanggillu Tausar...lalu mana pemberontak yang kau katakan itu..!" ucap mentri Junyu . Nama mentri keamanan sekaligus Jendral perang kerajaan Phoenix. Dia belum melihat keberadaan Siyue dan kedua putranya.
"Kak....Dia Pemberontak yang sangat berbahaya...dia telah mengalahkan guru Cun bersaudara..." ucap si Tuan Sombong .
"Lalu mana dia...!" serunya dengan marah.
"Itu Dia... Dialah pemberontak itu...." ucapnya berapi- api sambil menunjuk kearah Siyue dan kedua putranya yang sedang berdiri dengan santai sambil bersedekap. Dengan cepat Dia menatap kearah telunjuk Tuhan Sombong . namun .
DUUUAR.....
Betapa terkejutnya Jendral Junyu Saat melihat pria muda tampan bersama dua anak kecil tampan yang sedang menatap kearahnya. Terlihat wajah dingin Siyue dan salah satu anak kecil yang bersamanya. Sedangkan salah satu dari anak kecil itu tersenyum sambil berkata.
"Halo Kakek Junyu...apa kabar....!" ucap Si jahil sambil melambaikan tangannya dengan Wajah jenaka.
"Yang....Yang Mulia Ratu...!" seru Jendral Junyu sambil menatap Siyue tak percaya.
Dia memang sering melihat Ratu dan Putranya dalam pakaian penyamaran. Banyak dari para pembesar yang tahu itu dan menndengar kalau Siyue sering keluar dalam penyamaran . Tapi mereka tidak tahu penyamaran Siyue yang sebenarnya . haya Dia yang mengetahuinya . sebab dia juga sering ikut Siyue dan kedua Putranya untuk berkeliling melihat keadaan kerajaan tanpa diketahui orang lain . Terkadang mereka juga bersama sang Dewa Wiqya . Semua itu Siyue lakukan untuk kemakmuran Kerajaan Phoenix. Karena itulah Dia sangat mengagumi cara Siyue membuat kedamaian di kerajaan Phoenix dan memang benar, semenjak Siyue menjadi Ratu Kerajaan Phoenix , Kesejahteraan dan keamanan serta kemakmuran kerajaan ini semakin meningkat . walaupun terkadang sang Ratu harus pergi ke Nirwana berminggu - minggu jika ada masalah di Nirwana. Tapi mereka maklum karena Ratu mereka juga merupakan Dewi Keadilan. Mendengar ucapan Jendral Junyu semua orang kaget dan terpanah. Apalagi Jendral Junyu langsung memberi hormat dengan. Menekuk kedua kakinya ,
"Salam sejahtera Yang Mulia Ratu...Salam Sejahtera Pangeran Ang Bai, Pangeran Ang Fan... semoga kebahagian dan keberkahan selalu bersama yang Mulia..." ucap Jendral Junyu dengan penuh hormat .
Melihat semua itu, secara serempak semua bersujud sambil mengucap salam seperti yang Jendral Junyu lakukan. Mereka tak pernah menyangka kalau Tiga pria di depan mereka yang sejak tadi bertanggung dengan para pengawal tuan gendut dan tuan sombong adalah Ratu Agung mereka bersama kedua putra kembarnya yang sedang menyamar .
"Sudah bangunlah kalian semua..." ucap Siyue dengan nada lembut namun tegas.
"Trimakasih yang Mulia..." ucap mereka serempak.
Namun tidak bagi pengawal dan tuan gendut dan tuan sombong . Mereka tetap bersujud sambil mengucapkan kata ampun .
"Yang mulia...sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa mereka melaporkan kalau ada pemberontak yang akan menyerang kerajaan...?" tanya Jendral Junyu keheranan .
"Siapa yang bilang ada pemberontakan...? Apakah aku dan Putraku merupakan pemberontak kerajaanku sendiri....?' kata Siyue sinis .
Mendengar ucapan dari sang Ratu, Jendela Junyu menatap pada kedua orang yang sekarang sujud memohon ampun.
"Kakek..tuan gendut dan tuan sombong itu sebenarnya siapaa Kakek Sich...?" kata Ang Bei dengan nada kesal.
"Tuan gendut dan tuan sombong...?" ucap Jendral Junyu heran .
"Itu yang sedang meminta ampun..." ucap Ang Bei dengan wajah kesal.
"Oo...Bukan siapa - siapa Kakek... Dulu kakek pernah bertetangga dengan tuan Nan... Sedangkan tuan yang gendut itu adiknya... Kami bukan saudara ...memangnya kenapa Yang Mulia...?" tanya Jendral Junyu dengan wajah heran .
"Dia mengatakan padaku kalau mereka kerabat kerajaan Phoenix, sedangkan aku tidak pernah memiliki kerabat yang sombong dan angkuh seperti mereka... Yang berani menggunakan nama anggota kerajaan sebagai kesombongan untuk menindas rakyat kecil..." ucap Ang Bei dengan nada marah.
"Maksud yang mulia...?" tanya Jendral Junyu . walaupun di dalam hatinya sudah mengerti y aoa maksud perkataan Pangeran Ang Bei .
"Lihat ini Kakek....dia tuan gendut itu, tega membiarkan putranya menyiksa anak kecil hanya karena anak kecil ini mengambil Roti yang tekah dia buang. dan saat aku menolong dia... Tuan Gendut marah karena aku berani padanya yang merupakan anggota kerajaan, dan anehnya tuan Sombong malah membela adiknya.. . Dan Kakek bisa menebak kelanjutan ceritaku saat melihat mereka itu kan....?" ucap Ang Bei dengan tersenyum licik sambil menunjuk beberapa pengawal yang babak belur, juga ketiga pria paruh baya yang melawan Siyue. Dia juga memperlihatkan teman barunya yang tangannya dan sebagian tubuh lainnya terluka. Mendengar dan melihat semua yang di ucapan Ang Bei . Jendral Junyu terlihat sangat marah. Dia menatap kedua orang itu dengan wajah memerah.
"Paman...kami pergi dulu..selesaikan semua ini sampai tuntas ....ini tanggung jawabmu, dia mengatakan dan melakukan pencemaran nama baik kerajaan , semua itu karena mereka mengenalmu..." ucap Siyue dengan tenang.
"Baik Yang Mulia..." ucap Jendral Junyu dengan wajah menatap kedua orang itu dengan tatapan marah .
"Ya sudah kami akan pergi... Sebab kami akan melihat keadaan Ayah teman Pangeran Ang Bei..." ucap Siyue.
"Silahkan Yang Mulia..." ucap Jendral Junyu dengan hormat .
"Ya sudah Ayo anak- anak kita pergi..." ucap Siyue lembut .
"Baik Bunda..." ucap Pangeran Ang Bei dengan wajah gembira. Dia segera membawa teman barunya yang terlihat takut- takut untuk pergi membawa mereka kerumahnya .
Udahan duku Ya...aku lanjut besok lagi.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan kmennya aku tunggu.
Bersambung .