
Dia pun segera berlari keatas menara. Namun saat sorot Batu cahaya di sorotkan kearah pertempuran yang agak jauh dari Benteng. Mata Tajam nya melihat pertempuran yang sangat sengit. Dan dia melihat sosok yang sangat dia kenal. Dengan wajah cemas dia langsung Terbang keluar dari Benteng. Ketiga pengawal yang baru datang dan melihat sang Raja Terbang keluar, segera menyusul dengan cepat. Begitu juga dengan kedua jendral yang melihat itu. Sedang kan di pertempuran, Cahaya bulan Purnama yang perlahan menyinari bumi memperlihatkan Siyue yang di keroyok oleh tiga orang Pria yang terlihat berilmu tinggi. Siyue bertahan dengan menggunakan ilmu pedang Dua Nyawa yang di gabungkan dengan ilmu pedang Phoenix . gerakan itu sangat memukau para penyerangnya. Dan di setiap serangannya , di tangan Kiri Siyue akan menlancarkan kekuatan yang sangat kuat, membuat para penyerangnya menghindari serangan itu.lebih dahulu . Setelah Beberapa waktu , Siyue bisa menjatuhkan satu lawan nya. Ternyata dari musuh memang sengaja mau menyerang malam hari . Seoerti yang mereka lakukan kemarin .terbukti dengan datang nya sebuah pasukan yang membantu mereka. Tapi untunglah Raja dan pengawalnya serta kedua jendral datang membantu.Melihat sang Kekasih di serang oleh dua orang Pria yang berilmu tinggi, Raja segera masuk dalam pertempuran. Hingga serangan yang di terima Siyue agak ringan . Dan kembali mereka mendapat Bantu dari sekelompok orang yang baru datang. Pertarunganpun seimbang. Cahaya bulan purnama semakin mengurangi tempat itu .
"Tian'ge.. Kita Coba jurus kita...!" Seru Siyue di tengah pertempuran melawan dua orang kuat itu . Ternyata kekuatan kedua orang ini sangat tinggi . sebenarnya Raja masih mampu melawan kedua orang itu. namun untuk membuat sang Kekasih bisa sekalian berlatih. dia mengikuti kemauan sang Kekasih .
"Baik, Ayo kita mulai....!" Seru Raja. Dan terlihatlah Raja dan Siyue menggunakan jurus pedang dua Nyasa. Gerakan mereka sangat Indah , namun kekuatan nya membuat dua Pria itu tak berdaya . Beberapa Kali kedua Pria paruh baya itu hampir terkena sambaran pedang Dari mereka. Sedangkan di antara orang yang datang itu. Terlihat seorang Pria Tua dan dua orang Pria paruh baya. Yang terlihat kaget melihat jurus pedang yang Siyue dan Raja gunakan untuk menyerang musuh. Dan pada akhirnya kedua musuh Siyue dan Raja pun jatuh. Melihat kejadian itu, ketiga orang itu terpanah sekaligus kagum . Mereka tak menyangka kalau pria muda itu bisa menggunakan ilmu pedang pasangan. Dan ternyata yang dapat di Kalah kan dan di bunuh Siyue dan Raja merupakan Jendral besar kerajaan musuh bersama wakilnya. Melihat sang Jendral dan wakilnya kalah dan tewas , para prajurit kerajaan Pangbo seperti ayam kehilangam induknya. Mereka hilang kekuatannya . Akhirnya mereka memilih menyerah menjadi tawanan perang kerajaan Darga .
Karena dari kerajaan Darga hanya para pembesar dan sebagian prajurit terkuat yang terlihat dalam pertempuran, maka korban hanya Dari kerajaan Pang Bo saja . Siyue segera menyuruh semua mahluk kontraknya untuk kembali ke Ruang Teratai. Jendral Waisan yang memperhatikan para Pria yang membantu Siyue saat dia datang tadi. Kini dia kembali melihat para Pria yang pada pertempuran tadi pagi hilang kini kembali hilang lagi.
"Siapa benarnya mereka itu. Kenapa setiap selesai pertempuran mereka menghilang...Dan mereka selalu bersama Siyue..." Batin Pangeran Waisan.
"Ada apa Pangeran...kenapa Anda seperti kebingungan...?" Tanya Ye Xie yang sudah ada di sampingnya.
"Aah...Kau ini mengagetkan saja Ye Xie..." Ucap Pangeran Waisan.
"Ada apa....sepertinya anda sedang berfikir keras hingga hamba berada di sisih anda , anda tidak menyadarinya..."?'Tanya Ye Xie lagi.
"Aku heran dengan para Pria kuat tadi yang Membantu Siyue sebelum kita datang... kenapa mereka kembali menghilang setelah perang usai . tadi pun saat selesai pertempuran pada pagi hari , mereka juga menghilang..." Ucap Pangeran Waisan dengan wajah heran.
"Jangan heran...mereka hewan Kontrak tuan Siyue..." Jawab Ye Xie dengan tenang .
"Apa...hewan kontrak...? Sebanyak itu...?" Tanya kembali Pangeran Waisan tak percaya.
"Hmm..." Anggun Ye Xie.
"Kau jangan membual Ye Xie...manusia hanya bisa melakukan kontrak dengan mahluk kontrak satu Kali. Hanya Raja saja yang mampuh memiliki hewan kontrak lebih Dari satu . semua itu karena Raja memang terkenal kejeniusannya . Dan Kau tau , tadi itu Ada sekitar delapan orang, mana mungkin mereka mahluk kontrak. Dan kita juga tahu kalau mahluk kontrak yang bisa berubah menjadi manusia hanyalah mahluk Ilahi , kau masih mengatakan mereka mahluk kontrak pria itu...? Dasar pembohong" Ucap Pangeran Waisan kesal.
"Kalau anda tak percaya, itu terserah anda . Tapi anda akan dapat melihat mereka jika anda berada di dekat tuan Siyue , mereka akan muncul jika tuan Siyue memanggil mereka . Dan pada saat itulah Anda bisa melihat mereka kembali . dan salah satunya bukankah anda sudah melihatnya . Apakah anda masih ingat dengan burung yang membawa Terbang Raja dan Tuan Siyue, dia Adalah burung Phoenix salah satu Mahluk kontrak tuan Siyue..." Ucap Ye Xie Sinis.
Ye Xie bisa melihat wajah pangeran Waisan yang terkena sinar bulan purnama terlihat terkejut dan tak percaya. Ye Xie segera berjalan meninggalkan Pangeran Waisan sendiri . Mendengar ucapan Ye Xie Pangeran Waisan bagai terlempar dari Kenyataan .
"Mana mungkin seorang manusia bisa memiliki begitu banyak mahluk kontrak, Apa mungkin...? Lalu sekuat apa kemampuan kultivasi Pria Muda yang terlihat agak lemah itu....?" ucapnya pelan . Namun dalam hati kecilnya dia menyadari kekuatan Siyue yang sangat mengagumkan.
"Kalau dia memang sekuat itu, kenapa Kakak tidak menjadikan dia seorang Perwira kerajaan saja , kenapa harus menjadi pengawal pribadinya...bukankah lebih baik dia di beri jabatan di kerajaan. .." Ucap Pangeran Waisan dalam hati. Dia menatap Pria yang kini sedang berjalan bersama sang Kakak .
Jendral Kerajaan Darga yang bertugas di perbatasam yaitu Jendral Sima Long Day serta Mentri Sang Baiki dan tuan Sima Baiki sedang berjalan mendekati Siyue dan Raja.
"Salam yang Mulia...." Ucap ke tiga orang itu.
"Salam juga Kakek Sang Baiki , Paman Sima Long Day , Paman Sima Baiki...." Ucap Raja membalas salam mereka. Melihat pada Siyue ketiganya terlihat menatap dengan tatapan aneh. Sedang kan Siyue mulai memperhatikan mereka.
"Mereka keluarga Sima...Apakah mereka memiliki hubungan dengan Ayah, kalau iya Siapa mereka, apakah tuan Sang Baiki kakekku .. Lebih baik Ku tanya kan nanti pada Ayah..tapi bukankah mereka orang tuan dari Lin Yun... Kalau dia Kakekku, apakah Lin Yun bibiku... Tapi kenapa Lin Yun di katakan Gadis Phoenix...?." Batin Siyue. Sedang kan ketiga orang di depan mereka menatap Siyue dengan tatapan aneh.
"Siapa gadis ini sebenarnya...kenapa dia sangat mirip dengan Sima Yuan, dan gerakan nya tadi melawan Para musuh. Masih dapat terlihat Ada gerakan pedang Phoenix di sana... sedangkan ilmu pedang itu, hanya gadis phoenix yang bisa melakukannya. Aku jadi heran, Kenapa Cucuku Lin Yun yang di katakan gadis Phoenix tidak bisa melakukan itu...Lin Yun tidak ada mirip- miripnya dengan Sima Yuan, sedangkan gadis ini... sifat dan wajahnya sangat mirip Sima Yuan apalagi tingkah lakunya bagai duplikat Sima Yuan..
Kenapa semuanya ada pada gadis ini Ada APA ini...dan kekuatan nya itu.... Andai dia benar- benar putri Sima Yuan betapa bahagia nya kami...dan jika istriku tahu aku bertemu dia kembali, pasti dia akan marah Karena tidak memiliki kesempatan bertemu gadis ini... " Batin mentri Sang Baiki yang juga benama Sima Sang Baiki.
"Hey...siapa pria ini...kenapa pria ini sangat mirip dengan Sima Yuan,.. wajahnya , tatapan nya...kenapa aku Merasa Ada perasaan sayang tiba- tiba pada pria Muda yang Baru Sekali ini bertemu lengannya. Apakah Sima Yuan memiliki Putra lain selain Lin Yun...dan kekuatan nya itu...Andai dia benar- benar putra Sima Yuan, betapa bangga nya kami..." Batin jendral Sima Long Day .
"Siapapun pria ini...kenapa aku Merasa sangat Familiar sekali dengan wajah ini...aku bagai pernah bertemu dengan dia...apakah aku mengenalnya dan aku lupa...?tapi kekuatannya itu tidak sesuai dengan umur nya yang masih Muda... Aku tak pernah menyangka kalau aku akan bertemu dengan pria Jenius kembali selain Raja..." Kata Sima Baiki yang merupakan sepupu Sima Long Day .
Sima Long Day Adalah Putra ketiga Dari Sima Sang Baiki . Kakak dari Sima Yuan.
"Paman....Kakek Mentri.....kenapa kalian terdiam menatap Siyue...oh ya aku lupa... kenalkan dia pengawal pribadiku Namanya Siyue. Bukankah Kakek Mentri pernah bertemu dengannya saat menyambut kedatanganku dari Alam tengah...dan Dialah yang bertanding melawan cucumu...." Ucap Raja.
"Bertanding melawan cucu Ayah...? Siapapun ...?" tanya Jendral Long Day .
"Ooh itu kesalahan Keponakanmu Lin Yun... Dia yang menantang Siyue...maafkan kami Nak.." Ucap tuan Sang Baiki .
"Tidak masakan Kek..hanya kesalah pahaman saja yang tak Perlu di perpanjang. Lagian bukan Kakek yang Salah..." Ucap Siyue sambil tersenyum lembut.
"Ya Sudah Mari kita pergi Ke Benteng. Kita akan membicarakan semua kejadian ini..." Ucap Raja.
"Mari Yang Mulia..." jawab tuan Sang Baiki.
Mereka akhirnya kembali ke Benteng. Sesekali terlihat tuan Baiki dan keluarganya menatap Siyue yang berjalan bersama Raja. Ada perasaan aneh dalam hati mereka. Sedang kan Siyue sendiri dengan tenang berjalan di sebelah Raja. Dan ketiga pengawal raja yang lain berjalan di belakang mereka. Saat sampai di Bentemg, Raja dan semua pembesar berjalan ke ruang pertemuan di dalam Benteng. Sedangkan Siyue meminta ijin untuk pergi keluar sebentar . Namun Siyue bukan keluar, tapi kekamar yang sudah di persiapkan untuknya. sampai di kamarnya, Dia segera masuk kedalam ruang Teratai. Dia melihat sang Ayah sedang duduk di atas pembaringan sedang berkultivasi . Melihat sang Ayah sudah bisa duduk, Siyue bahagia. Perlahan Siyue masuk kedalam kamar. Namun Karena kekuatan nya telah pulih kembali, Sima Yuan bisa merasakan kehadiran sang Putri .
"Kau sudah kembali nak...?" Tanya Sima Yuan Sambil tersenyum.
"Ayah sudah bisa duduk...?" Tanya Siyue dengan lembut . Siyue duduk di dekat sang Ayah .
"Ayah sudah bisa duduk dan sedikit berjalan Nak...Hewan Penjagamu Tongsa selalu membawa Ayah untuk berendam di air Suci. Dan kekuatan Ayah semakin cepat pulih. Andai bukan di ruang Terataimu ini, mungkin Ayah masih membutuhkan berbulan- bulan intuk bisa berbicara dan menggerakkan badan Ayah..." ucap Sima Yuan.
"Syukurlah Yueyue memiliki ruangan ini. Oh ya Ayah...Siyue ingin tanya..." Ucap Siyue.
"Tanya apa nak..." Tanya Sima Yuan sambil mengusap kepala Siyue dengan Lembut.
"Apakah Ayah kenal dengan tuan Sang Baiki...?" Tanya Siyue sambil menatap sang Ayah .
"Sang Baiki...? Tentu saja nak...dia Kakekmu,,, kenapa...apakah Kau bertemu dengan dia...?" Tanya Sima Yuan dengan wajah kaget.
"Dua kali Ayah...Yang pertama saat Siyue baru datang ke Alam atas ini , dan yang kedua, baru saja Siyue bertemu dengan beliau Ayah..." Jawab Siyue.
__ADS_1
"Baru saja...? Di mana kalian bertemu...?" Tanya Sima Yuan antusias.
"Di perbatasan. ...Saat ini kita Ada di perbatasan Ayah. Siyue sedang membatu Raja menghadapi pertempuran dengan kerajaan Pang Bo...tapi semua telah berakhir. Kememangan Ada di pihak kerajaan Darga...dan di sanalah Siyue bertemu dengan Beberapa orang yang datang bersama Tuan sang Baiki..." Jawab Siyue.
"Nak...dia Kakekmu..." Kata Sima Yuan pada Siyue.
"Untuk sementara ini biarkan aku memanggilnya Tuan Baiki Ayah..." kata Siyue .
"Baiklah kalau itu maumu, tapi Ayah ingin kau memanggilnya Kakek..." kata Sima Yuan .
"Pasti Ayah...tapi bukan sekarang...Oh ya Ayah...apakah Ayah memiliki seorang Adik perempuan ..." Tanya Siyue.
"Adik...? tidak...ayah tidak memiliki Adik, ayah Adalah putra terakhir dari Ayah Sang Baiki . memang kenapa Nak...?" Tanya Sima Yuan.
"Ada seorang gadis Yang bernama Lin Yun. Dia katanya Putri Tuan Sang Baiki, dan satu lagi Ayah..Dia mengaku gadus berdarah Phoenix..." Kata Siyue .
Mendengar semua ucapan dari sang Putri . Sima Yuan terlihat terkejut.
"Seorang gadis...? Dan dia mengaku sebagai putri Ayah Sang Baiki dan dia mengaku sebagai darah Phoenix...?" Tanya Sima Yuan dengan wajah kaget.
"Benar Ayah.. Hanya saja dia sangat membenci Siyue..." Jawab Siyue.
"Membencimu...? Kenapa...apakah Kau bermusuhan dengannya...?" Tanya Sima Yuan dengan. Wajah kaget.
"Siyue juga tidak tahu Ayah....pertemuan pertamaku saat aku mengikuti turnamen pemilihan murid yang akan menjadi Murid dari beberapa perguruan yang ada di alam atas ini. Dan setahuku, Dia murid dari perguruan darah suci. tapi entah mengapa dia tiba- tiba memusuhiku....' Akhirnya Siyue menceritakan kejadian di Alam tengah saat mereka akan berangkat ke Alam Atas. Di mana mereka di serang oleh sekelompok orang . dan ternyata mereka kiriman dari Lin Yun. Dan Saat mereka baru tiba di alam atas, Lin Yun lembali berulah, dia menantang Siyue agar bisa mengusir Siyue dari alam Atas. Dan ketiga kalinya Saat mereka akan pergi ke Sekte Elang Putih untuk menemui guru San We yang ingin bertemu dengan Siyue.
"Aku tidak tahu Ayah...kenapa gadis itu sangat membenci Siyue..." kata Siyue dengan wajah kesal .
"Jangan kau hiraukan dia nak... Ayah yakin dia tidak akan bisa menyentuhmu...dan Saat Ayah sehat, Ayah tidak akan pernah memberi kesempatan Dia untuk menyakiti Putri cantik Ayah ini...." ucap Sima Yuan dengan sayang .
"Lalu untuk apa Kau datang ke sekte Elang Putih....?" tanya Sima Yuan lagi .
"Menemuimu guru Siyue Yaitu guru San We.." kata Siyue dengan wajah tenang.
"Gurumu..guru San We guru Siyue...? Sebenarnya kau ini murid siapa...? Murid guru Yang Si atau Murid Guru San We...?" tanya Sima Yuan Heran .
"Keduanya Ayah..." jawab Siyue .
" Apa....jadi Kau murid guru San We juga nak....?" Tanya Sima Yuan kaget.
"Benar Ayah...guru San We meminta Siyue pada Guru Yang Si untuk menjadikan Siyue murid nya juga. Dan dia telah memberikan sebuah buku Pada Siyue untk di pelajari.. ..." Jawab Siyue.
Mendengar ucapan dari sang Putri, terlihat senyum bangga dan bahagia terlihat di wajah tampan Sima Yuan.
"Jadi Lin Yun Putri Tuan Sima Sang Baiki...?" Tanya Siyue Lagi.
" Bukan Nak... Tapi Putri seseoarang yang ingin menggantikan kedudukanmu...?' Ucap Sima Yuan Pada Siyue. Dia menatap sang Putri penuh kasih sayang.
"Kedudukan Siyue..?" tanya Siyue tak mengerti. Namun sebelum Sima Yuan melanjurkan Ceritanya, Xiao Tu tiba-tiba masuk
"maaf Yueyue...Kau harus kembali, kekasihmu mencarimu ..." Ucap Xiao Tu. Sebenarnya Siyue juga mendengar panggilan dari sang Kekasi . Tapi dia fikir Raja akan tahu kalau dia berada di ruang Teratai.
"Ck...Dasar Raja bucin..apakah dia lupa kalau aku mempunyai Ruangan ini..." Ucap Siyue kesal.
"Jangan seperti itu nak... Dia terlalu memcintaimu, dia takut akan kehilangan dirimu...seharusnya Kau bahagia Yue'er...Pria sekuat dan Setampan Dia begitu sangat mencintaimu..." Nasehat Sima Yuan Pada sang Putri.
"Ck...aku tak menyangka, mempuntai seorang Kekasih membuat repot juga Ayah... Enak saat sendiri..." Kata Siyue dengan wajah cemberut . Mendengar ucapan Siyue, Sima Yuan tersenyum dam mengusap kepala Siyue dengan sayang .
"Kau harus menyadari ketakutan dia kehilangan dirimu Yue'er..." Kata Sima Yuan lagi. Dia sadar ketakutan Raja. Sebab Dia juga seperti Raja saat bersama sang istri. Memgingat semua itu, membuat wajahnya terlihat sedih.
"Ada apa Ayah....?" Tanya Siyue.
"Tidak...tidak ada apa- apa nak... Hanya saja Ayah teringat pada ibumu..." Jawab Sang Ayah.
"Baiklah Ayah... aku pergi dulu. Tapi saat aku kembali kemarin, Ayah harus menceritakan semuanya padaku...!" Kata Siyue pada Sang Ayah.
"Iya sayang...akan Ayah ceritakan semuanya. Sekarang Pergilah, hati- hati dalam segala hal..."ucap Sima Yuan sambil membelai kepala sang Putri dan mencium kuning Siyue lembut.
"Trimakasih Ayah...Siyue pergi dulu..." Pamit Siyue. diapun segera keluar bersama Xiao Tu.
"Jaga Ayah baik- baik , dan tolong. ingatkan Ayah agar lebih sering berendam...." Ucap Siyue pada Xiao Tu.
"Baik Yueyue..." Ucap Xiao Tu.
Ketika sampai di luar Istana , para sahabat hewan kontraknya telah menunggu nya.
"Kalian istirahatlah dulu. Nanti saat aku membutuhkan kalian, kalian akan aku Panggil...." ucap Siyue.
"Baik Yue'er..." Jawab mereka serempak . Siyuepun segera keluar dari ruang Teratai. Dan ketika kembali kealam nyata . Dia kini sudah berada di dalam ruang kamar di Benteng. Dan tak lama terlihat Raja bucinnya masuk dengan wajah khawatir. Melihat sang kekasih berada di dalam kamar nya, Raja segera memeluknya dengan erat. Dan tiba-tiba bibir lembut itu telah menempel di bibir merah Siyue . Tentu saja Siyue kaget mendapat serangan dari sang Raja . namun Siyue merasakan kalau bibir itu terasa bergetar walaupun sedikit. Cukup lama Raja menyesap bibir sang kekasih. Setelah Merasa kan hatinya mulai tenang, Raja melepas ciuman nya.
"Sayang... jangan pergi tanpa ijin padaku..." ucapnya sambil memeluk erat Siyue.
__ADS_1
Akhirnya Siyue tahu kalau sang Kekasih ketakutan Karena kepergiannya. Siyue Merasa bersalah tapi bukankah tadi dia telah pamit pada Raja.
"Sayang...bukankah aku tadi sudah meminta ijin untuk ke kamar...?" Kata Siyue pelan. Dia mengusap punggung kekar itu perlahan.
"Tapi Kau tadi pamit keluar...aku filir Kau keluar benteng..." Ucap Raja.
Aah...benar juga , memang aku tadi pamit keluar sebentar, bukan pamit mau ke kamar atau ke ruang Teratai....Batin Siyue .
"Maafkan Aku...aku salah..." Ucap Siyue yang Merasa bersalah.
"Jangan Kau ulangi lagi ya...?" Kata Raja dengan lembut.
"Iya...maafkan aku..." Kawan Siyue. Tiba-tiba terdengar ketukan di daun pintu .
"Masuk...ucap Raja yang masih memeluk Siyue. Terlihat Ye Mai dan Ye Xie berada di ambang puntu. Mereka melihat Raja sedang memeluk Siyue . mereka bernafas lega Karena yang mereka cari telah ketemu . Akhirnya Ye Mai berkata .
"Yang Mulia...bagaiaman dengan para prajurit yang mendapat Hukuman..?" ucap pengawal itu.
"Hukuman..? Ada apa dengan mereka...?" Tanya Siyue.
Siyue menatap Ye Xie dan Ye Mai bergantian , mereka diam saja sambil menunduk . Siyue lalu menatap pada sang Raja.
"Ada apa yang Mulia...?" Tanya Siyue.
"Tidak Ada sayang...Ye Mai..." Namun perintah Raja tak dapat di teruskan ketika suara Siyue terdengar lagi..
"Yang Mulia...." ucap Siyue pelan. Mendengar suara itu terlihat Raja menatap Ye Mai kesal.
Akhirnya dengan terpaksa dia berkata yang sesungguhnya .
" Mereka mendapat hukuman Karena aku tidak menemukan dirimu.." jawab Raja pelan. Melihat Sikap Raja yang terlihat agak takut pada Siyue , Ye Mai dan Ye Xie hampir tertawa. Andai tidak takut di gantung , Pasti mereka sudah tertawa dengan Karas.
"Ya ampun yang Mulia....kenapa mereka harus mendapat hukuman...bukankah seharusnya Siyue lah yang mendapat hukuman itu..." Ucap Siyue . terlihat kekesalan di wajahnya .
"Baiklah Raja salah, Ye Mai...bebaskan mereka semua..." Perintah Raja.
"Tunggu....!" Seru Siyue.
"Ada apa lagi sayang...' tanya Raja lagi.
"Ye Xie...Ada berapa orang yang mendapat hukuman...?" Tanya Siyue..
." Ada satu pasukan penjaga malam Putri. ...." Jawab Ye Mai .
"Tepatnya... ?" Tanya Siyue lagi.
"Tiga puluh lima orang Putri... Tapi semua orang mendapat amarah dari yang Mulia...." Ucap Ye Mai pelan sambi menunduk .
"Ye Mai....Kau mulai pandai mengadu....!" Seru Raja tak terima.
"Yang Mulia....bukan salah Ye Mai...hamba yang bertanya.... " kata Siyue. Sambil menatap Raja dengan wajah kesal. Tak lama Siyue mengeluarkan sekantong keping koin emas.
"Berikan ini pada mereka sebagai kopensasi atas kemarahan yang Mulia. bilang ini bonus Dari Raja. Yang mendapat hukuman langsung dari Yang Mulia, Kau berikan mereka dua keping koin emas sedang kan yang lain satu keping koin saja. Dan Sisah nya terserah mau kalian buat apa ..." Ucap Siyue sambil memberikan sekantung koin emas kepada Ye Mai . Kedua pengawal Raja menatap Siyue bagai tak percaya namun semua itu memang Kenyataan yang Ada di depan mereka.
"Baik Putri...kami akan membagikan uang ini pada mereka. Kalau begitu kami mohon diri...." Ucap Ye Mai.
"Pergilah.... jangan sampai Ada yang tidak mendapatkan..." Kata Siyue.
"Baik Putri..." Merekapun segera keluar dari ruang tidur Siyue. Raja yang melihat semua kejadian di depan Matanya , menatap Siyue dengan tatapan penuh kagum dan bangga . Dia tak pernah menyangka gadisnya memiliki sifat yang begitu agung .
"Jangan lagi membuat Rakyat yang Mulia menderita hanya Karena urusan pribadi yang Mulia... Mengapa Yang Mulia tidak ingat akan ruang Teratai Siyue. Bukankah Yang Mulia bisa memanggil Xiao Tu untuk bertanya..." Ucap Siyue kesal.
Melihat kemarahan di wajah sang Kekasih, Raja sedikit takut.
'Aah...kenapa aku begitu takut dan lebih sakit hati melihat dia kecewa dan marah seperti ini...." Ucap Raja dalam hati .
"Sayang Maaf kan aku... " Kata Raja dengan lembut. Ada penyesalan di dalam ucapannya. Terlihat Siyue menatap Raja dengan wajah kesal. Namun tak berapa lama, terlihat dia menghela nafas Panjang.
"Jangan mengulang kesalahan lagi Tian'ge... Jangan melimpahkan kekesalan pada rakyat . Kau bisa memarahiku, tapi jangan salahkan Rakyat yang telah mengabdi Pada Tian'ge dengan tulus..." Ucap Siyue.
"Baik aku janji...sekali lagi maafkan aku ya...?" Ucap Raja sambil memeluk tubuh Siyue dengan Erat. Siyue hanya membalas pelukan Pria posesif itu. Sedang kan ketiga pengawal Raja segera menghentikan hukuman Raja pada para prajurit jaga , yaitu berdiri dengan badan hanya memakai celana panjang mereka. Sedangkan bagian atas tidak memakai baju . dan malam ini udara sangatlah dingin.
Setelah mendengar kalau hukuman mereka di henti kan dan Malah mereka mendapatkan bonus dua koin emas , membuat mereka kaget bukan main, Karena tidak percaya akan hadia itu, salah satu Dari mereka bertanya.
"Tuan Ye Mai...apa benar koin emas ini memang untuk kami...? Apa setelah ini kami harus menerima hukuman lebih berat...?" Tanya salah satu dari mereka.
"Tidak...itu memang untuk kalian, Raja memberikan itu Karena telah menghukum kalian, tapi bukan hanya kalian saja Kok... Bagi mereka yang lain juga mendapatkan koin emas juga, cuma bedanya mereka hanya mendapatkan Satu koin..." Jawab Ye Mai sambil tersenyum. Mendengar ucapan Ye Mai para prajurit gembira.
Ketiga pengawal Raja melanjutkan membagikan uang emas itu pada seluruh prajurit sesuai dengan apa yang harus mereka dapatkan. Semua itu membuat para Prajurit gembira bukan main, walaupun mereka menerima koin tidak sama, tapi mereka tahu penyebabnya dan mereka bersyukur Karena mendapatkan uang juga meski tidak mendapatkan hukuman. Hanya saja mereka heran, mengapa Raja bisa berubah sebaik itu. Tidak terkecuali sang Adik . dia heran mengapa sang Kakak begitu baik. Hanya ketiga pengawal Raja saja yang tahu itu. Namun tanpa mereka sadari sebenarnya tuan Sang Baiki juga tahu. Saat itu dia sebenarnya mau menemuimu Raja, namun saat melintas di depan Ruang tidur Siyue dia melihat kejadian itu. Di mana Raja begitu ketakutan kehilangan Siyue . Hingga uang pemberian dari Siyue untuk para prajurit. Tak henti pujian tertanam di hati dan otak pria Tua itu. "Andai dia cucuku...betapa bangganya aku..." Ucapnya pelan sebelum pergi dari tempat itu.
Udahan dulu ya...aku beri satu episode lagi hati ini untuk kalian .
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu .
Bersambung .