DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KERIBUTAN DI KANTIN.


__ADS_3

"Boleh... Aku juga ingin merasakan berendam di air suci..." ucap Raja dengan tersenyum lembut .


Akhirnya mereka berdua kembali menghilang dari kamar Siyue . Namun sekarang mereka masuk kedalam ruang Teratai milik Siyue. Dan di sana secara bergantian Siyue dan Raja berendam di air Suci. Dan saat keluar dari ruang teratai Naga milik Siyue juga ikut keluar dan berada di lengan kiri Siyue. Begitu juga dengan hewan kontrak yang lain.


Hanya Saja saat Raja berada bersama Siyue. Mereka hanya bisa mengikuti Siyue dalam bayangan saja. Karena mereka tidak ingin membuat masalah dengan si Raja Bucin .


Saat Siyue dan Raja sampai kembali di ruang Tidur Siyue. Mereka menemukan kalau hari sudah pagi. Sinar matahari telah masuk kedalam ruang Tidur Siyue. Raja segera mengajak Siyue makan di kantin bersama ketiga pengawalnya. Saat Raja keluar dari kamar Siyue. Terlihat ketiga pengawalnya telah berada di depan kamar Siyue. Dan di sana juga ada guru Munsa.


"Lo yang Mulia... Anda bersama Murid Siyue...?" tanya guru Munsa pada Sang Raja.


"Kami tadi pagi mencoba melatih ilmu pedang kami..." ucap Raja.


"Aah...aku hampir lupa kalau kalian ini merupakan murid pribadi guru Yang Si. Maafkan hamba yang Mulia..." ucap Guru Munsa dengan perasaan bersalah.


"Tidak masalah, Ya sudah ayo kita pergi mencari makan pagi..." ucap Raja.


Namun sebelum mereka jauh melangkah. Raja kedatangan pengawal bayangannya. Rajapun segera menemui mereka. Namun Saat Siyue ingin menghindar atau menjauh dari tempat itu. Tiba-tiba tangan Raja memeng tangannya.


"Jangan Pergi Yue'er...mulai sekarang urusanku juga urusanmu, dan sebaliknya , urusanmu juga urusanku. Aku tidak ingin ada rahasia di antara kita . jadi kau di sini ikut mendengarkan...." ucap Raja dengan tenang. Sedangkan ketiga pengawal pribadi dan guru Munsa lebih dahulu pergi.


"Katakan...." ucap Raja pelan.


Setelah memberi hormat, pengawal itu berkata.


"Kemarin Putri Lusia dengan Pangeran Shan Qi datang ketempat Kaisar tua. Mereka berniat membujuk yang Mulia Kaisar tua untuk memaksa yang Mulia agar menikahi putri Lusia..." ucap Oengawal itu.


"Lalu apa yang di katakan Kakek...?" tanya Raja.


"Kakek Menolak secara langsung dan dia berkata, kalau memang Raja mencintai Nona Lusia tentu Raja akan menikahinya, dan jika tidak, Kaisar tak ingin memaksa yang Mulia, semua keputusan ada di tangan yang Mulia sendiri . dan saat mendengar ucapan itu Pangeran Marah . apalagi saat Kaisar Tua mengusir mereka dari tempat itu..." ucap Pengawal itu...


" Tak tahu diri..mereka fikir mereka itu siapa.. seharusnya mereka sadar siapa mereka... apakah mereka sudah bosan hidup ." ucap Raja dengan Marah.


"Tian'ge..sabar ...belum saatnya kita memberi pelajaran pada mereka. Kita lihat dulu apa yang akan mereka lakukan padamu, aku yakin, melihat sifat dan kenekatan Putri Lusia. Dia pasti akan melakukan apapun untuk mendapatkan dirimu , jalan yang berbahaya pasti akan dia buat untukmu . Aku takut dia akan melakukan jebakan padamu...." ucap Siyue dengan tenang.


"Lalu apa yang harus gege lakukan ...?" tanya Raja. Dengan wajah menatap sang kekasih dengan penuh bangga dan cinta.


"Tidak melakukan apapun, jika dia mendekat , buat dia semakin marah dan kesal padamu . itu akan memicu dia melakukan apa yang ada didalam otak kotornya...." ucap Siyue dengan wajah tenang dan senyum cantiknya. Melihat sikap sang kekasih yang terlihat tenang dalam menghadapi masalah membuat Raja semakin bangga pada kecerdasan gadisnya .


"Yue'er...kenapa otak kecil ini semakin lama semakin cerdas. Apa yang kau lakukan pada otakmu ha...?" ucap Pria tampan itu sambil mengusap kepala Siyue.


"Tentu saja memakan Makanan yang enak..." jawab Siyue asal . Mendengar ucapan Siyue, membuat Raja gemas. dia tahu jawaban itu hanya asal saja. dengan gemas Raja mencubit hidung Siyue.


"Gege bertanya dan kau menjawabnya asal . dasar gadis nakal....." ucap Raja sambil tersenyum. Melihat interaksi Raja dan Siyue. pengawal bayangan ternganga tak percaya. mereka memang sudah tahu kalau Siyue dan Raja sangat dekat.


"Baiklah kembalilah kalian ke istana, dan bilang pada Teo agar selalu waspada menjaga Kakek , dan kau awasi Pangeran


Shan Qi . soal Putri Lusia biarkan saja ..." ucap Raja pada pengawal bayangannya .


"Hamba yang Mulia..." ucap Pria itu lalu pergi meninggalkan mereka berdua.Setelah pria itu pergi, Siyue segera memanggil Feng Qui .


"Qui...apakah kau bisa menyuruh seseorang untuk memata - matai Putri Lusia...?" tanya Siyue.


"Baik akan aku lakukan Yue'er..." jawab Feng Qui.


"Hey...tapi bukan kau lo yang berangkat....aku memintamu.menyuruh burung lain yang tidak mencurigakan..."kata Siyue.


"Iya Yue'er..aku tahu, tenanglah ..." ucap Feng Qui yang tahu kalau Siyue memperhatikan keselamatannya . Mendengar nada Feng Qui , Siyue tersenyum . melihat begitu perhatiannya Siyue pada para hewan kontraknya, sang Raja Bucin merasa cemburu. Tapi itu memang salah satu yang harus dia tanggung memiliki kekasih seperti Siyue. Namun dia juga bangga pada Siyue yang bisa begitu dekat dengan para hewan kontraknya. Hanya saja yang membuat Dia kesal adalah para mahluk kontrak Siyue merupakan hewan ilahi yang bisa berubah menjadi manusia. Dan yang membuat Dia semakin kesal karena semuanya berjenis kelamin laki- laki dan semuanya tampan. tidak kalah dengan ketampanannya .(Dasar Raja saja yang cemburuan 😂)


Akhirnya Siyue dan Raja melanjutkan pergi ke rumah makan Sekte (maaf rumah makan aku ganti kantin ya...biar enak nulisnya)mereka berjalan beriringan. Seperti biasa Raja akan usil di setiap mereka jalan. Ada saja yang dia lakukan. Seperti ingin menggandeng tangan Siyue. Tentu saja Siyue menepis tangan jahil itu. Dan Raja akan tertawa. Atau mengusap kening Siyue seolah ada sesuatu di sana . Atau ingin merangkul bahu Siyue. Dan Siyue hanya bisa memelototi atau menepis pelan tangan nakal itu. Dan dia akan tersenyum geli sambil tetap berjalan santai seperti tidak melihat Siyue yang kesal. Dan semua itu menjadi tontonan manis para murid yang berpapasan atau melihat tingkah mereka. Sebab mereka tidak pernah melihat Raja tersenyum apalagi tertawa. Baru hari inilah mereka melihat keajaiban itu. Dan itu semua karena pria tampan dan manis yang Bernama Siyue. Tak jarang Raja dan Siyue akan mendengar ucapan pelan dari mereka saat melihat Raja menggoda Siyue.


"Aah...tampannya Raja kalau tertawa, tapi kita tidak pernah melihat Raja tertawa Seperti itu. Aku baru kali ini melihatnya..." ucap seorang gadis pada sang teman saat mereka berpapasan dengn Siyue Dan Raja .


"Adai Raja suka padaku, aku mau jadi Selirnya..." ucap salah satu gadis.


"Kau berkata seperti itu, apa sudah berkaca..?" kata sang teman. si gadis hanya cemberut mendengar teguran sang teman.


sedangkan Siyue berusaha menahan tawa.


"Jangan tertawa....dasar gadis nakal...." ucap Raja sambil menyentil kening Siyue. dan Siyue pun tertawa. dan saat mereka berpapasan dengan beberapa wanita , terlihat oara wanita itu bertingkah genit . namun terlihat wajah dingin Raja serta tatapan tajam menakutkan pada mereka hingga mereka pergi menjauh. Siyue menahan tawa.


taklama Siyue kembali mendengar ucapan para gadis yang mereka lewati.


"Lihatlah , Baru sekarang aku melihat Raja bisa bercanda dan tertawa , Selama ini aku hanya bisa melihat wajahnya yang dingin .." kata seorang gadis .

__ADS_1


"Benar..baru kali ini juga aku melihatnya. Mungkin Raja bisa tertawa karena pria tampan di sebelahnya itu..." jawab sang teman.


"Hey... Apakah dia pria yang bernama Siyue itu ya... Pria yang terkenal tampan nomer dua dari Raja..." kata wanita pertama.


"Mungkin saja...aah ternyata dia benar- benar tampan , aku juga mau menjadi pacar dia... lihatlah, saat dia cemberut seperti itu, dia malah semakin tampan dan menarik. Aku baru sekarang melihat pria yang begitu imut saat cemberut...." ucap gadis itu dengan wajah memerah.


"Benar katamu...Dia semakin imut saat kesal , mungkin dia kesal di goda Raja. Aah...kenapa aku gemas padanya ya...jika tidak ada Raja, aku ingin berkenalan dengannya. Siapa tahu dia akan jatuh cinta padaku . aaah imutnya pria itu...." ucap gadis itu . ucapan mereka terdengar oleh Raja . sudah sejak tadi mendengar ucapan seperti itu. Tapi dia mendiamkannya. Namun saat mendengar kalau mereka akan mendekati Siyue saat dia tak ada membuat hatinya kesal . akhirnya Dia memegang tangan Siyue dan ceoat membawa pergi Siyur . Sedangkan Siyue yang juga mendengar percakapan mereka dan melihat sikap sang kekasih bucinnya hanya bisa tersenyum sambil mengikuti langkahnya. Akhirnya mereka sampai juga di kantin Sekte. Mereka segera masuk kedalam ruangan kantin. Dan terlihat ketiga pengawalnya dan guru Munsa sudah mencarikan tempat untuk mereka. Makanan pun sudah tersedia di atas meja dengan pelayan msih terlihat menata di atas meja. Siyue dan Raja segera menghampiri mereka. Siyue dan Raja segera duduk di kursi yang memang sudah di siapkan untuk mereka berdua. Namun Siyue masih melihat Raja cemberut.


"Hey...ada apa...?" kata Siyue pelan . Namun raja tetap diam dan dingin. Melihat itu keempat pria di depan Raja menatap mereka berdua pergantian. Ye Sa menatap Siyue seolah bertanya ada apa...? Siyue hanya bisa mengangkat bahunya. Siyue akhirnya memiliki ide,


"Sayang...Siyue minta maaf, jangan marah lagi ..." ucap Siyue manja. Mendengar ucapan Siyue yang tidak pernah dia ucapkan itu. Membuat Raja kaget. Dia tertegun sejebak . sedangkan Siyue segera mengambilkan makanan untuk Raja dan dia sendiri. Tak lama terlihat wajah cemberut itu seketika berubah gembira . dan dia menatap Siyue yang masih mengambilkan makanan untuknya. Namun dia melihat wajah Siyue yang memerah. Ingin rasanya Raja saat itu juga memeluk dan mencium wajah sang kekasih . namun dia sadar di mana dia sekarang . Dan akhirnya Dia hanya bisa berdehem dan tersenyum bahagia. Melihat tingkah mereka berdua, terlihat guru Munsa ternganga. sedangkan ketiga pengawal Raja hanya bisa menahan senyum , Dan pura- 0ura sibuk mengambil makanan setelah Siyue selesai mengambilkan makanan untuk Raja. Siyue dan Raja tidak membedakan makanan yang mereka makan dengan ketiga pengawalnya. Apalagi sekarang , Siyue yang tidak pernah membedakan siapa mereka itu, semakin membuat Raja tak masalah . Hanya cukup kesopanana yang di jaga . Saat Guru Munsa ingin bertanya. Ye Xie berbisik


"Nanti aku jelaskan , sekarang makan saja jangan banyak bertanya..." ucap Ye Xie yang membuat guru Munsa menatap Ye Xie dengan wajah heran.


Namun akhirnya dua mengikuti saran Ye Xie dan ikut makan bersama. Sambil makan guru Munsa masih sesekali menatap Raja yang terlihat sangat memperhatikan Siyue.


Terkadang pria nomer satu di Kerajaan Darga ini terlihat menambahkan makanan di mangkok Siyue. Hingga pria tampan itu menolak dan cemberut . atau meminta Siyue mengambilkan makanan yang dia suka . namun ketenangan itu terusik dengan kedatangan Lusia yang berseru dan langsung mendekati sang Raja.


"Kak Tian Ji...ternyata kau disini..!" serunya sambil memeluk Raja . namun sebelum tangan lembutnya menyentuh Raja, Ye Mai yang duduk agak dekat dengan raja, segera berdiri dan menghadang tubuh yang ingin menempel pada Raja . Tentu saja perbuatan Ye Mai membuat gadis itu marah.


"Kau...apa yang kau lakukan...!" serunya marah saat melihat usahanya memeluk Raja gagal karena di halangi Ye Mai .


"Maaf Putri...tidak pantas putri yang bukan siapa- siapa Raja berani ingin memeluk beliau..." ucap Ye Mai dingin.


"Brengsek...aku ini calon istri Raja...!" serunya marah.


"Cukup Lusia... Aku tidak ingin kau mengatakan pada siapapun lagi kalau kau calon istriku, kau bukan siapa-siapaku. Kau hanya saudara jauh, jadi tolong jaga sikap dan tindakanmu padaku. Aku tidak ingin calon istriku yang sesungguhnya akan marah bila mendengar kau mengucapkan sebagai calon istriku . kau mengerti...!" seru Raja sangat marah


."Tapi Kak..Bukankah kita akan bertunangan...." ucapannya dengan wajah terlihat kecewa.


"Siapa yang mengatakan itu... Semua itu hanya keinginanmu dan keluargamu... Apakah kau pernah mendengar aku setuju...? Tidak kan...karena aku memang tidak setuju. Dengar ini...aku sudah memiliki kekasih yang akan menjadi istriku, Ratuku . karena itu jangan pernah lagi kau mengatakan kalau aku adalah calon suamimu .."ucap Raja dingin.


Terlihat wajah Lusia memucat , Dia tak menyangka akan mendapat penolakan secara langsung dimuka umum. Sebenarnya ini memang Rencana dia. Dia akan mencari Raja dan akan mengatakan cintanya dan mengatakan pada semua orang kalau Raja adalah tunangannya. Dengan cara seperti itu, Raja tak akan bisa menolak keinginannya . Setelah itu Dia akan membawa Raja untuk menemui Kakek Kaisar . Namun Rencananya gagal. Dan sekarang dia malah di permalukan di depan banyak orang.


"Tapi Kak...." ucapan Lusia belum selesai, ketika terdengar kembali suara Raja.


" CUKUP.....! Jangan bicara lagi.... Yue'er kita pergi. Aku sudah kehilangan nafsu makanku...!" seru Raja sambil berdiri. Dan menarik Siyue pergi.


"Kakak...!" seru putri Lusia sambil berlari igin mengejar Siyue dan Raja. Namun langkahnya terhenti saat tangan Ye Mai memegang lengannya.


"Lepaskan....! Berani sekali kau memegang tanganku....!" seru Putri Lusia marah.


"Maaf. ..hamba tidak akan memegang tangan anda jika anda tidak mengganggu Raja..." kata Ye Mai sambil melepaskan tangan Putri Lusia . Tapi dia tetap berdiri di depan Putri Lusia.


"Brengsek Kalian...pergi kalian jangan halangi aku...!" serunya marah .


"Kalau anda punya rasa malu, jangan kejar yang Mulia..." ucap Ye Mai dingin. Dia segera berbalik dan pergi bersama ketiga sahabatnya meninggalkan Putri Lusia dan berjalan mengejar Raja dan Siyue.


Sedangkan Siyue dan Raja yang masih berwajah merah karena marah , berjalan menuju kamar mereka. Namun tiba- tiba Raja berhenti dan berkata .


'Yue'er...ikut aku...." ucapnya sambil memeluk pinggang ramping itu . Siyue hanya bisa mengikuti pria yang lagi marah ini. Dan ternyata Dia membawa Siyue berlari kearah kaki gunung. Tempat biasa mereka berlatih. Untung saja ketiga pengawalnya melihat saat Raja berlari membawa Siyue. Tak berapa lama mereka telah sampai di lokasi latihan .


"Yue'er...kau tidak terpengaruh dengan ucapan wanita gila tadi kan...?" ucapnya Dengan wajah sedih.


"Mana mungkin yang Mulia...Siyue sudah tahu siapa Lusia, mana mungkin Siyue akan terpengaruh...Siyue percaya pada Yang Mulia..." ucap Siyue lembut.


"Trimakasih sayang....sejak tadi aku sudah ketakutan kau akan terpengaruh dengan ucapannya...." kata Raja sambil memeluk Siyue. Dia merasa lega setelah Siyue berkata kalau dia tidak marah.


"Siyue tahu mana salah mana yang benar ..." ucap Siyue lembut .


Sedangkan di kejauhan, para pengawal Raja merasa lega saat melihat kedua junjungan mereka saling berpelukan, mereka menghela nafas lega. Karena merasa tidak enak melihat Raja yang sedang memeluk Siyue. Mereka bertiga balik badan namun apa yang mereka lihat membuat ketiganya kaget. Terlihat di depan mata merek , guru Munsa sedang berdiri dengan mata membelalak saat melihat Siyue dan Raja berpelukan.


"Me. Mereka...mereka ...?" ucapnya tergagap .


"Jangan bodoh...apa salahnya jika sepasang kekasih saling berpelukan, makanya cari pasangan..." ucap Ye Xie.


"Apa maksud kalian kalau mereka sepasang kekasih...?" kata guru Munsa yang kaget ketika mendengar kalau Siyue dan Raja ada hubungan. Mana mungkin dua orang pria memiliki hubungan. Itu tidak wajar. Itu tidak normal.


"Memangnya kenapa...apa salah Raja mencintai gadis secantik Putri Siyue...?" kata Ye Mai dengan tenang.


"Apaaa...putri Siyue...? Apa maksudmu Ye Mai...?!" seru guru Munsa kaget.


"Iya Putri Siyue...putri Siyue adalah kekasih Raja kita. Dialah kekasih dan calon istri Raja Chu Tian Ji..." ucap Ye Mai menjelaskan.

__ADS_1


"Mak...maksudmu Siyue itu seorang wanita...?" ucapnya tak percaya.


"Benar Munsa ..dia seorang wanita ..." kata Ye Xie .


" Tapi kenapa gaya dan bentuk tubuhnya mirip dengan pria...?" kata guru Munsa lagi.


"Karena dia memakai Cincin penyamaran..." jawab Ye Xie.


"Maksudmu sekarang ini dia sedang menyamar... kenapa...?" kata guru Munsa lagi.


"Kami juga tidak tahu...yang kami tahu kita harus merahasiakan jati dirinya..." ucap Ye Xie lagi.


"Apakah guru Yang Si sudah tahu...?" tanya guru Munsa.


"Sepertinya ketiga guru sudah tahu. Juga guru San We..." ucap Ye Xie.


"Guru San We....?apa hubungannya guru San We dengan Siyue ...." tanya guru Munsa heran.


"ah...kau tidak tahu Ya...saat di alam tengah tempo hari. Saat turnamen, guru Yang Si dan Guru San We saling berebut ingin mengambil Siyue sebagai murid mereka. Dan akhirnya guru San We dan guru yang Si memilih untuk menjadikan gadis itu sebagai murid mereka berdua...." kata Ye Xie lagi.


"Ya Dewa.... seberuntung itukah Siyue, hingga dua guru besar menginginkan dia menjadi muridnya...?" kata Guru Munsa lagi. Dan saat mereka melihat Siyue dan Raja. Terlihat mereka sekarang sedang berlatih pedang. Betapa terkejutnya guru Munsa saat melihat gerakan mereka berdua.


"Ya ampun... indah sekali...mereka bagai sepasang burung yang sedang menari. Lihatlah cara mereka berlatih. Bagai terbang melayang di udara . seperti seorang dewi yang sedang menari...." ucap guru Munsa dengan kagum . ketiga sahabatnya yang sudah terbiasa hanya diam sambil melihat Raja dan Siyue berlatih .


Mereka melihat latihan Siyue dan Raja tanpa merasa bosan. Tak terasa waktupun berlalu dengan cepat. Tiga jam sudah mereka berlari. Akhirnya Siyue dan Raja mengakhiri latihannya. Setelah itu mereka berencana ingin menemui guru Yang Si. Dan saat melihat guru Munse ikut ketempat itu, Siyue kaget.


"Guru...anda ikut kemari...?" tanya Siyue .


"Iya...aku fikir ada apa kalian berlari kearah gunung. Ternyata kalian sedang berlatih..." ucap guru Munsa .


" Ya sudah ayo kembali. Kami ingin menemui guru Yang Si.." ucap Raja. Merekapun segera kembali ke Sekre . Ketika mereka sampai di rumah tinggal guru Yang Si. Ternyata Di sana ketiga guru sudah berkumpul dan sedang merundingkan sesuatu saat mereka datang.


"Salam Guru Yang Si, guru Wang, guru They San..." sapa mereka berenam serempak.


"Lo...guru Munsa juga bersama kalian...?" kata Guru besar They San.


"Benar guru They..saya kebetulan bersama mereka..." Ucap guru Munsa sambil tersenyum.


"Kalian duduklah..."ucap guru Wang.


Mereka ber enam segera duduk bersama para sesepuh Sekte.


"Memangnya kalian dari mana...!" kata Guru Yang Si.


"Melihat latihan Yang Mulia Raja dan Siyue guru..." kata Guru Munsa.


"Latihan mereka berdua...?" kata guru They yang belum tahu kalau Siyue dan Raja mulai berlatih pedang dua nyawa.


"Mereka berlatih pedang dua nyawa..." ucap guru Yang Si.


"Maksud kakak Si , ilmu pedang kembar...?" ucap guru They San memperjelas ucapan guru Yang Si .


"Hmm..." angguk guru Yang Si.


"Apakah Siyue bisa...?" tanya guru Yang Si.


"Waa...jangan di tanya guru...mereka bagai burung yang sedang menari..indah..dan sangat mengagumkan." ucap guru Munsa dengan wajah kagum . Terlihat guru Munsa tak terlaku percayalah


"Kau bisa melihat sendiri saat mereka latihan They..." ucap guru Yang Si.


"Sekarang kita fokuskan dulu dalam penerimaan murid baru dua bulan lagi, jadi maaf Yang Mulia...bisakah anda membiarkan ke tiga pengawal anda di sini untuk membantu Munsa dan juga guru yang lain...." ucap guru Yang Si.


"Jangan Khawatir guru... Kebetulan aku akan berada di dini dalam beberapa bulan ini. Mungkin jika saya sesekali datang ke kerajaan , Dengan terpaksa mereka akan pergi denganku sebentar..." ucap Raja.


"Ooh begitu ya..." terlihat sedikit ada raut kecewa di wajah guru Yang Si. Tapi apa boleh buat, mana mungkin Raja harus pergi sendiri.


"Guru... Bagaimana jika saat Raja berpergian, biar Siyue saja yang mengawal...agar ketiga pengawal tidak terganggu...." ucap Siyue. Mendengar ucapan Siyue, terlibat binar bahagia di wajah Raja.


"Waah...itu benar guru , Yue'er juga bisa menjadi pengawal Raja kan...guru juga sudah tahu kekuatannya . Jadi ketiga pengawalku tidak harus meninggalkan Sekte..." seru Raja dengan cepat. Melihat Sikap Raja, ketiga pengawalnya hanya bisa menahan tawa.


Dasar Raja bucin. Ada kesempatan langsung di sergab.


Udahan dulu ya...aku lanjut besok.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu .


Bersambung .


__ADS_2