DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
FESTIFAL BUNGA 3.


__ADS_3

"Tapi Sao...!" Seru Dewa Wiqya dengan wajah khawatir dan cemas .


"Percayalah padanya. Kau akan tahu kekuatanya... Dan Kau tahu sekarang sifat dan tabiat dari Dewi Nadya..." Ucap Dewa Saora dengan wajah tenang.


Akhirnya Dewa Wiqya kembali duduk walaupun tidak tenang . Ada pancaran kemarahan di wajah nya.


"Trimakasih...kita akan tahu nanti siapa yang akan jadi pecundang..." Ucap Siyue sambil tersenyum Manis. Membuat para Dewa yang menonton terkesima dengan senyuman cantik Siyue. Melihat tatapan para Dewa pada Siyue. Ke cemasan Dewa Wiqya berubah menjadi rasa cemburu. Membuat dia membenci Dewi Nadya yang telah membuat Siyue berada di tengah Arena. Sedang kan para peserta menyingkir saat melihat Dewi Nadya yang merupakan Perwira pasukan Nirvana. berdiri menantang Siyue .


Sedangkan Siyue sendiri Segera mengeluarkan White Dari dalam ruangan nya.


Terlihat kini di tengah lapangan di depan para Dewa , seekor Kuda putih mengkilat dengan tubuh besar berdiri dengan gagah di sebelah Siyue.


"Iiiiihhhii......iiiihhiii (anggap ringkikan kuda Ya...habis author tak bisa menulis gimana ringkik kuda 😂😂)


White dengan gagah mengangkat kedua kaki depannya sambil merengkik dua Kali. Setelah itu kuda putih itu mencium lembut tangan Siyue yang mengusap kepalanya. Siyue mencium lembut Kepala White sambil berbisik .


"Kita tunjukkan Siapa kita sebenarnya pada mereka. Berani sekali Dewi Nadya menghinamu..." Ucap Siyue geram. Dia paling kesal ketika seseorang menghina hewan kontraknya.


Melihat kehadiran White, bukan hanya Para Dewa, Dewi maupun Dewa Wiqya sendiri yang kaget. Tapi Dewa Agung dan Dewa kehidupan yang berada di tempat khusus tersenyum bangga.


"Melihat kuda yang dia miliki tidak salah jika dia menyombongkan diri. Tapi gadis itu tidak melakukannya. Dasar Siyue....gadis itu memang selalu membuat kita terkejut..." Ucap Dewa Agung.


"Dan aku ingin tahu kejutan apa lagi yang akan dia berikan pada kita..." Ucap Dewa Kehidupan.


"Waaaah....kalian melupakan aku...kenapa tidak Ada yang mengatakan kalau Ada tontonan yang sangat menarik ini...." Ucap Dewa Kuasa atau Dewa Brahmadya yang datang dengan mengandarai Elang Emas nya. Semua Dewa segera menunduk memberi salam


"Salam kemuliaan Dewa Brahmadya...." Ucap Semua Dewa. Tak terkecuali Siyue .


"Sudah bangunlah kalian semua...sekarang aku akan melihat pertandingan dua orang ini...dan kalau aku lihat, bukankah Kau gadis cantik penguasa Kerajaan Phoenix..benarkah Ratu Agung Negri Phoenix...." Ucap Dewa Brahmadya pada Siyue.


"Hamba Yang Mulia... Hamba yang Rendah ini memang Siyue dari Negri kerajaan Phoenix..." Ucap Siyue sambil menangkupkan kepalan tangan di Dada.


"Aah...ternyata Kau Wanita tercantik yang bisa aku ciptakan...ha ha ha...ya sudah teruskan pertandingannya. Aku akan menjadi Juri kalian berdua.


"Trimakasih Yang Mulia..." Ucap Siyue.


Siyue segera menatap Pada Dewi Nadya..


."Kita Siap....?" Ucap Siyue.


Terlihat senyuman sinis di bibir Dewi Nadya.


"Tentu saja ....dan Karena akulah yang menantang mu, maka akan aku tunjukkan kekuatan seorang Dewi..." Ucapnya sombong. Mendengar ucapan Dewi Nadya, Ketiga Dewa yang memiliki kekuasaan tinggi itu Hanya bisa geleng kepala. Memang mereka sudah tahu kekuatan Dewi Nadya. Tapi melihat kesombongan Dewi Nadya, ketiga dewa, tidak suka .


Dan tak lama terlihat Dewi Nadya mengambil kuda nya sendiri. Lalu Dia mulai melompat keatas tubuh kuda hitam besar milik nya. Kuda itu badannya sama dengan White hanya kegagahan dan Kulit tubuh White yang mengkilap mengalahkan Kuda hitam milik Dewi Nadya. Tak lama terlihat Dewi Nadya mengeluarkan busur muliknya. Busur yang terbuat dari laposan emas itu terlihat sangat Indah. Dia melirik Siyue dengan Wajah mencemooh. Dan Siyue membalasnya dengan senyuman kecil.


Tak lama terlihat kuda mulai berlari Dengan beban Dewi Nadya yang berdiri di atas kuda. yang terlihat mulai berjalan sangat tenang , Namun lama- kelamaan terlihat kuda Mulai berlari kencang dan Dewi Nadya yang berdiri di atas tubuh kuda mulai membidik satu persatu Titik Panah yang berada di tiga Titik. Dan terlihat Panah menancap dengan sempurna di Titik tengah sasaran. Melihat itu para Dewa bersorak gembira. Hingga akhirnya dua belas anak Panah menancap dengan sempurnah di Titik tengah semua sasaran. Kedua belas Anak Panah menancap dengan sempurna saling berhimpit di Titik pusat sasaran . Melihat itu, terdengar suara teriakan memuji kepandaian dari Dewi Nadya. Sambil tersenyum pada para penonton, Dewi Nadya memperlambat langkah kuda nya dan akhirnya berhenti persis di depan Siyue.


"Apakah Kau masih ingin meneruskan pertandingannya...? Lebih baik Kau menyerah, agar Kau tak terlalu malu nantinya..." Ucapnya menghina . Mendengar ucapan Dewi Nadya yang menghina, Siyue tersenyum lembut. Tak lama dia melompat dengan ringan keatas tubuh White. Terlihat dia berdiri dengan Gagah. Dan dia juga mengeluarkan Busurnya yang Xiao Tu ambil kan dari dalam ruang persenjataannya. Tak tanggung- tamggung , Xiao Tu mengeluarkan Busur yang bernama Dewa Ruci. Busur tidak terlalu besar dan berlapis emas. Dan di genggaman busur terbuat dari emas murni. Ukiran di busur menunjukkan karakter matahari. Melihat busur di tangan Siyue . Semua Dewa berseru tertahan . begitu juga dengan Dewa Agung Dan Dewa Kehidupan. Namun tidak dengan Dewa Kuasa atau Dewa Brahmadya . dia tiba- tiba tertawa.


"Ha ha ha...ternyata Kau memilih gadis itu Dewa Ruci...aku tak menyangka kalau masih bisa melihat tubuh mu. Mendengar ucapan Dewa Brahmadya Siyue mulai menyadati kalau Busur Dewa Ruci milik Dewa Brahmadya .


"Maaf yang Mulia..." Ucap Siyue sambil mengangguk memberi hornat.


"Tidak masalah ...dia telah memilihmu..." Ucap Dewa Kuasa sambil masih teryawa.

__ADS_1


"Trimakasih yang Mulia...." Ucap Siyue. "Ya sudah lanjutkan pertarungan kalian..." Ucap Dewa Kuasa. Tak lama Siyue terlihat mengeluarkan tempat anak Panah yang berisi beberapa buah anak panah. Lalu menaruhnya di punggungnya dan mengikat dengan kencang. Setelah itu Dia kembali mengambil sesuatu dari cincin ruangnya. Ternyata dia mengambil Kain warna Hitam. Melihat apa yang di lakukan Siyue mereka semua terdiam dengan perasaan tegang. Sebab mereka sudah menduga Apa yang akan di lakukan Siyue. Benar Saja. Siyue menutup kedua Matanya dengan Kain hitam itu dengan erat. . Setelah itu baru dia memegang erat busurnya dan mengambil tiga anak Panah.


"Gila ....apa yang dia ingin lakukan..mana mungkin dia bisa melakukan itu dengn Mata tertutup di atas kuda yang sedang berjalan lagi....!" Seru salah satu Dewa. Sedang kan Dewa Wiqya terlihat kawatir , cemas sekaligus gemas melihat tingkah Siyue. Dan si Dewi Nadya terlihat tersenyum kencemooh.


"Ck...Kau terlalu bergaya gadis manusia...Kau fikir Kau bisa mengalahkan diriku...Kau Malah akan menjadi tertawaan semua orang..." Ucap Dewi Nadya. Siyue hanya tersenyum menanggapi ejekan Dewi Nadya. Tak lama Terlihat kuda milik Siyue mulai berjalan pelan. Siyue berdiri dengan anggun dan gagah di atas tubuh White. White terlihat berjalan perlahan. Dan Siyue segera mengambil tiga busur sekaligus. Setiap Dewa yang melihat tingkah Siyue terlihat tegang. Sedanfkan Saora terlihat sangat tenang. Dia tahu Siyue tidak akan melakukan yang dia tidak mampuh. dmdia hanya menunggu apa yang akan di lakukan gadis itu. Tak lama terlihat kuda milik Siyue berlari dengan kencang. Kekuatan Kuda milik Dewi Nadya Kalah jauh dengan kekuatan kuda Milik Siyue. Kuda Siyue bagai angin melihat kecepatan kuda milik Siyue. Dan hanya Dewa yang memiliki kekuatan tinggi yang bisa melihat gerakan Siyue yang begitu cepat melepas anak Panah dari busurnya. Para peserta dan penonton yang tegang Hanya bisa melihat melesatnya tiga anak Panah yang langsung menancap dengan sempurnah di tiap Titik sasaran dan itu bukan Cuma sekali. Empat Kali berturut -turun dan saat terakhir. Ada segerombolan burung kakak yang Terbang di atas arena. Tiba- tiba tiga burung gagak Melayang jatuh Dari atas. Dan medarat tepat di tengah arena. Setelah itu perlahan Kuda Siyue mengurangi kecepatan larinya. dan secara perlahan kuda berjakan dengan tenang menuju tempat Dewi Nadya. , akhirnya kuda milik Siyue berjalan dengan tenang dan berdiri dengan gagah di depan Dewi Nadya.


Waktu yang di lakukan Siyue sangat cepat. Hanya dalam beberapa menit saja semua telah terselesaikan. Di Setiap Titik pusat Panah Ada empat anak panah yang saling tumpang tindih menancap di titip hitam. Dan tiga burung gagal hitam berada di tengah arena , dan dalam keadaan sayapnya terluka . Dan lebih menakjubkan lagi, ketiga burung itu terluka di sayap Kanannya. Siyue segera membuka ikatan kain di matanya, lalu turun dan mendatangi tiga burung itu Dengan diikuti White yang berjalan dengan gagah di belakangnya tanpa perduli sekitarnya. Setelah dekat Siyue berjongkok mengambil burung serta Mencabut Panah yang melukai sayap mereka. walaupun tidak terlalu parah .


Ternyata di Setiap sayap kanan burung , ada jeratan tali yang mengikat mereka hingga membuat mereka susah terbang. Siyue heran kenapa dengan burung ini...kenapa ada tali yang mengikat mereka . Perlahan Siyue membuka ikatan dan mengambil obat untuk luka di sayup mereka. Setelah selesai membalut luka, Siyue berkata.


"Kalian masih bisa terbang...? Cobalah Kepakkan sayapmu. Jika kalian bisa melakukannya Pergilah..." Terlihat ketiganya mencoba mengepakkan sayap mereka. ternyata walaupun dalam jeadaan terluka, mereka masih bisa terbang .


"Ha ha ha...bisa Dewi...trimakasih Dewi...!" Seru Mereka gembira.


"Hey....aku bukan seorang Dewi...aku anak manusia. Sekarang Pergilah kalian, susul saudara- saudaramu..." Ucap Siyue lembut.


"Trimakasih putri.. Kami berhutang Nyawa padamu..." Ucap salah satu burung.


"Baik...sekarang Pergilah...hati-hati...!" Ucap Siyue. Dan ketiha burung itupun segera terbang keudara. Siyue kembali kehadapan Dewi Nadya yang terlihat berwajah sangat mereka. Karena marah dan malu . Mrlihat semua itu Siyue hanya bisa tersenyum.


"Apakah masih Ada yang harus aku lakukan Dewi..!" Ucap Siyue datar.


"Chi sombong...Kau fikir dengan tingkahmu itu , kami akan kagum padamu...tidak, tidak sama sekali. Kau malah seperti badut yang tidak laku....! tingkahmu bagai pe****r murahan...'ucapnya marah dengan lantang .


"Benarkah....? Aah...kenapa anda sepetinya iri Putri...Seorang Dewi apakah pantas berbicara seperti itu...? Apakah anda tidak takut pada Ketiga Dewa yang sekarang sedang melihat pertandingan kita...?" tanya Siyue mengingatkan. Segera Dewi Nadya sadar akan ucapannya. Dia terdiam dalam ketakutan . Terlihat Dewa Agung , Dewa krhiduoan dan Dewa Kuasa menatap Dewi Nadya dengan wajah dingin .


"Baik tiga hari lagi saat pertandingan mengadu kekuatan, aku menunggumu. Aku ingin bertanding kekuatan denganmu...!" Ucap Dewi Nadya marah dan kesal.


"Baik...kita akan bertemu lagi dalam tiga hari lagi ...." Ucap Siyue dengan nada datar. Terlihat semua orang menatap Siyue dengan penuh kekaguman dan terpesona


"Ck...gadis ini...Dewa Agung...Kau sengaja membuat dia sekuat itu...? Dan lihatlah hatinya...dia begitu baik dan peduli pada mahluk lain, apakah semua ini Kau yang melakukannya Dewa Agung..." Ucap Dewa Brahmadya atau Dewa Kuasa sambil menatap Dewa Agung .


"Tapi aku tidak suka dengan Sikap Dewi itu... Siapa dia...dia memiliki karakter sifat yang sombongan . yang seharusnya tidak di miliki oleh seorang Dewi .


"Benar kata Dewa Kuasa...aku juga tidak menyukai sifat Dewi Nadya ..." ucap Dewa Kehidupan. .


Sedang kan Di arena terlihat Dewa Wiqya segera melayang turun kearah Siyur dan memeluk Siyue tanpa perduli dengan sekitarnya . Tentu saja Siyue kaget.


"Yang Mulia....!" Seru Siyue sambil merontah .


"Diamlah...aku hanya ingin memelukmu untuk menghilangkan rasa cemas dan ketakutanku tadi saat melihat perbuatamu .." Ucap Dewa Wiqya dengan nada sedih . Akhirnya Siyue hanya Diam saja. Dia juga Merasa kalau tubuh Dewa Wiqya sedikit gemetar . Namun saat meteka masih dalam keheningan . Tiba- tiba Ada suara yang Menyapa Dewa Wiqya.


"Apa kabar yang Mulia..." Terdengar suara lembut dari belakang Siyue . Mendengar suara itu perlahan Dewa Wiqya merenggangkan Pelukannya. Dewa Wiqya menatap pada gadis yang berada di belakang Siyue . Terlihat Dewi Nadya sedang berdiri dan memperhatikan mereka berdua dengan tatapan Menyala. Namun tak lama redup.


"Kau....Berani sekali Kau mengatakan kata- kata Kotor pada kekasihku..Apa salah dia Padamu....?" ucap Dewa Wiqya dengan dingin.


"Hamba...hamba...." ucapnya dengan nada takut dan malu. tapi Ada kekecewaan di tatapan Matanya .


"Seorang Dewi masih bisa berucap kata- kata Kasar seperti itu....aoakah itu pantas...maaf kami masih Ada urusan. Ayo sayang...." Ucapnya Sambil menarik Siyue pergi menjauh dari Dewi Nadya. Melihat semua itu, Dewi Nadya mengepalkan tangan nya dengan erat. Hingga kuku tajam nya Melukai telapak tangan nya sendiri.


Agar tidak menjadi tontonan di tengah lapangan, Dengan patuh Siyue berjalan dengan tangan nya berada di genggaman tangan Dewa Wiqya. Dan Dewa Wiqya pun menyadari kalau Siyue tidak menolak , semua itu Siyue lakukan Karena menjaga Martabat Dia . Siyue masih menghargai dia.


Mereka berjalan mendekati Dewa Saora yang telah menunggu kedatangan nya. Setelah dekat, Dewa Saora menyentil pelan Kening Siyue.


"Aauuu...sakit guru..."Seru Siyue sambil mengusap keningnya yang terkena sentilan Dari sang Guru.

__ADS_1


"Dasar anak nakal...Kau telah membuat jantung gurumu ini berdebar ketakutan tahu....!" Ucap Dewa Saora kesal .


"He he he...Maaf....guru..." Ucap Siyue sambil masih mengusap keningnya . Namun tiba- tiba Dewa Wiqya memegang kepalanya. Dia merasakan sakit di kepalanya. Dan terbayang di otaknya. bayangan masa lalu Saat Dia menyentil Siyue saat gadis itu melakukan kesalahan yang membuat dia gemas. Siyue yang melihat Dewa Wiqya yang kesakitan segera mendukungnya dan mendudukkannya di Kursi mereka.


"Duduk dulu..sebentar..." Dengan cepat Siyue mengambil obat di Cincin Ruangnya. Dan meminumkannya serta memberikan air Suci untuk di mempercepat pil bekerja.


"Masih sakit...?" Tanya Siyue agak cemas. Melihat kecemasan Di wajah Siyue, Dewa Wiqya Merasa bahagia. Walaupun kepala nya masih sakit, dia tersenyum dan berkata.


" Sudah agak baikan trimakasih..." Ucapnya sambil menatap Siyue. Melihat tatapan Dewa Wiqya Siyue sadar apa yang barusan dia perbuat dia segera duduk di antara Dewa Saora dan Dewa Wiqya. Acarapun di lanjutan kembali. Dan saat sore menjelang, acara di henti kan dan akan di lanjutan besok. Siyue dan kedua Dewa itu kembali ke rumah Dewa Saora. Sedangkan hewan kontrak Siyue sudah kembali ke ruang Teratai Siyue. . Melihat wajah Dewa Wiqya yang masih Pucat dan kepalanya masih seringkali di pijit, Siyue pun bertanya.


"Masih sakit...?" Tanya Siyue.


Terlihat anggukan kepala Dewa Wiqya. Dan ketik mereka telah sampai di depan pintu Rumah Dewa Saora, tiba- tiba Dewa Wiqya jatuh pingsan. Tentu Saja membuat Dewa Saora dan Siyue kaget. Namun dengan tenang Siyue dan Dewa Saora segera membawa Dewa Wiqya ke dalam Kamar yang ada di rumah utama Dewa Saora . Dan sebagai seorang Dokter, Siyue mempunyai kewajiban menolong Dewa Wiqya. . mungkin Karena pengaruh memori otak Raja Chu Tian Ji terlaku kuat, Hingga satu hari Satu makan Dewa Wiqya tak sadar kan Diri. Dan Selama itu juga Siyue menungguinya.


"Dia sudah lama mencari mu. Sejak dia tersadar dari penyatuan tubuh mereka, Dia sudah mencarimu. sudah mencari keberadaanmu. Namum kau sulit di temukan. Kau bagai hilang di telan bumi. Aku tidak mengatakan keberadaanmu. " ucap Dewa Saira. Tetlihat Siyue terdiam mendengar ucapan dewa Saora. Dan saat dewa Wiqya sadar , dia melihat Siyue yang sedang Duduk bermeditasi di Kursi dekat pembaringan nya.


Dia menatap wajah yang terlihat duduk Lotus dan mata terpejam . Dengan lembut dia menatap wajah cantik itu dengan tatapan penuh kasih sayang . dan tak berapa lama Terlihat Siyue telah membuka Matanya.


"Kepalanya masih sakit yang Mia..?" Tanya gadis itu lembut.


" sudah tidak lagi sayang... Berapa hari aku pingsan...?" Ucapnya sambil menatap Siyue lembut dan memegang tangannya. Dengan cepat Siyue memukul pelan tangan nakal itu.


"Jaga tangan anda yang Mulia. " ucap Siyue dengan wajah cemberut.


"Apakah aku salah memegang tanganmu Baby..." Ucap Raja sambil menatap Siyue dengan tatapan penuh Cinta. .Tentu saja Siyue kaget dengan panggilan Dewa Wiqya .


"Yang Mulia..!"Dari mana anda tahu panggilan itu...?" Ucap Siyue dingin .


"Dari Calon istriku yang tegap meninggalkan diriku.."ucap Dewa Wiqya dengan. Senyuman dibibirnya.


"A...apakah yang Mulia telah mengenal hamba...?" Tanya Siyue.


"Mana mungkin aku melupakan calon Istriku ini..." Ucap dewa Wiqya sambil bangun dari berbaringnya.


"Ck calon istri yang mana....bukankah yang Mulia sudah meminta hamba untuk tidak berharap para yang Mulia...Karena anda seorang Dewa...? Dewa yang merupakan ifolah Setiap Dewi..." Ucap Siyue dingin, Siyue segera bangun dan ingin berlalu. Namun tangan kekar Dewa Wiqya telah menahan langkahnya. Dengan memeluk oinggamg Siyue dari belakang. Tentu saja Siyue kaget .


"Baby...maafkan aku ...maafkan ucapanku ya.. Aku mohon...aku tidak akan samggup hidup jauh darimu lagi. Cukup sudah dua tahun ini aku jauh darimu...Kau boleh memukulku , Kau boleh memarahiku sepuasmu, Asal jangan Kau suruh aku jauh darimu... " Ucap Dewa Wiqya sambil memeluk erat tubuh Siyue . mendengar suara bariton itu berkata dengan sedih, Siyue tqk dapat menahan air matanya lagi. Apa lagi dia merasakan pundak nya basah. Perlahan Dia membalikkan badannya. Dan menatap wajah tampan itu yang juga berurai air mata.


Dengan lembut dia mengudap wajah itu.


"Apakah di dalam otak Pria sombong ini hanya yang Mulia yang sangat menderita ha...!" Seru Siyue sambil mengusap air mata yang mengalir di pipi sang Kekasih.


"Kau memaafkan aku....?" Tanya Dewa Wiqya dengan wajah tanya .


"Dengan satu Syarat...." Ucap Siyue .


"Apa...." Ucap Dewa Wiqya penuh harap.


"Katakan Siapa Dewi Nadya itu. Dan kenapa tiba - tiba dia membenciku...." Ucap Siyue dengan wajah cemberut. Tentu saja Dewa Wiqya tak bisa lagi menahan keinginannya untuk ******* wajah yang beberapa hari ini membuat dia gemas dan menderita . dengan lembut dia ******* bibir manyun itu . Tentu saja Siyue kaget bukan main. dan setelah puas, Dewa Wiqya melepas bibir Siyue.


"Baby...janji jangan pernah pergi dariku lagi.." ucap Dewa Wiqya.


"Iya Honey...." ucap Siyue lembut .


Udahan dulu ya...aku lanjut besok

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.


Bersambung .


__ADS_2