DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PERGI KE NIRWANA.


__ADS_3

"Silahkan..trimakasih..." ucapnya. Dokter atau tabib segera keluar dari ruangan dengan wajah bahagia juga. sebab tabib tahu , bukan hanya tabib saja tapi Semua penduduk kota Phoenix memang tahu kalau Sang Ratu Sudah menikah lebih dari dua bulan yang lalu. hanya saja perayaannya baru sekarang .


Berita itu menyebar dengan cepat keseluruh kota kerajaan Phoenix . Dan berita itu membuat kebahagiaan seluruh kota kerajaan Phoenik. Kaisar sangat bahagia mendengar kalau Siyue hamil . Begitu juga dengan Ayah dan bundanya. Akhirnya pesta perayaan itu bukan hanya pesta perayaan pernikahan Siyue saja , tapi pesta kebahagiaan akan adanya calon Putra dari penguasa kerajaan Phoenix .


Mendengar ke hamilan Siyue, Bukan saja keluarga dan para dahabat maupun penduduk kerajaan Phoenix saja yang merasa bahagia, tapi semua mahluk kontrak Siyue yang terlihat sangat senang mendengar Siyue hamil terutama Kedua Naga Kecil dan Baizi yang kini telah menjadi hewan yang besar dan Kuat. Mereka semakin menjaga Siyue.


Orang akan sering melihat seekor burung yang duduk dengan tenang di atas pundak Siyue. Setelah tahu Siyue hamil , Dewa Wiqya tidak ingin jauh dari Siyue. Kemanapun Siyue pergi pasti tidak luput dari pantauan Dewa Wiqya. Semua itu membuat Siyue bingung, Dia harus Senang atau kesal. Jangan kan keluar rumah ke kamar mandi pun Dia akan ikut. Hanya saat Buang air saja yang Dia tidak ikut. Tapi dia akan berjaga sampai Siyue selesai dan keluar dari kamar mandi. Awal- awal kandungan Seperti juga kebanyakan para ibu- ibu yang sedang hamil . trimester pertama Siyue di siksa dengan rasa mual dan muntah- mintah . melihat penderitaan Siyue, Dewa Wiqya sampai keluar air mata. Namun anehnya yang menginginkan makan mangga muda dan semua rasa nyidam adalah Dewa Wiqya. Siyue hanya awal- awal bulan saja yang ingin memakan rujak, tapi setelah makan rujak pertama kali. Dia sudah tidak menginginkan lagi . Hanya buah - buahan saja yang dia suka. Tiga bulan kemudian, rasa mual dan muntah Siyue telah berkurang dan akhirnya hilang sama sekali. Namun untuk Dewa Wiqya Dia selalu ingin rujak buah di setiap pagi. Semua itu membuat Dewa Wiqya sering di goda Siyue. Walau seperti itu kegiatan Siyue dalam membangun kerajaan Phoenix berjalan terus. sudah beberapa kali Dewa Wiqya dan Kedua orang Tua Siyue melarang jangan banyak melakukan tugas, Siyue hanya bilang.


"Ayah, Ibu dan Kau Han...kalau aku harus terdiam diri saja, kalian mau aku mati kesepian dan rasa jenuh...?" jika sudah kalimat itu yabg keluar dari Siyue , mereka bertiga akan terdiam dan membiarkan Siyue bekerja. dan akhirnya Dewa Wiqya lah yang tidak bisa jauh dari sang Istri. Ikut menemani Siyue kemanapum Dia pergi. seperti saat ini...terlihat Siyue keluar dari ruang pertemuan bersama Dewa Wiqya dan Ketiga pengawalnya. Mereka berjalan menuju istana Siyue. Kandungan Siyue yang sudah berumur lima bulan, perutnya terlihat agak membesar. mungkin karena badan Siyue yang ramping, membuat kandungan Siyue tidak terlalu besar.


Kata orang tua, jika pinggang seorang wanita ramping , dan agak panjang, maka saat dia menikah perutnya terlihat tidak terlalu besar. seperti Siyue sekarang ini. Kandungan yang sudah berumur lima bulan dan hampir enam bulan itu, masih terlihat membuncit sedikit dari biasanya .


Dewa Wiqya sangatlah menjaga Siyue. dari bangun sampai nanti tidur kembali . Seperti saat ini, Saat Siyue bangun dari tidurnya, terlihat tangan kekar itu telah memeluk perutnya yang agak besat. melihat itu Siyue perlahan memurunkannya. namun terdengar suara.


"Sayang.. Mau kemana.. ?" tanya Dewa Widya yang melihat Siyue menaruh tangannya di ranjang dan perlahan turun dari ranjangnya.


"Mandi Han..." ucap Siyue sambil menggeser kakinya dan turun dari ranjang.


" Aku ikut..." ucap Dewa Wiqya bangun dari tidurnya.


"Tidak usaha Han...tidurlah lagi sebab hari masih agak petang ..."ucap Siyue.


"Tidak apa- apa...aku juga mau mandi kok..." ucapnya lembur.


"Han aku cuma ke kamar mandi... Aku nggak akan apa-apa..tidurlah lagi..." ucap Siyue ngeyel .


"Aku juga ingin kekamar mandi kok... Sudah jangan khawatir, aku akan mandi bersamamu..." ucap Dewa Wiqya .


" Ck kau ini....aku bukan orang tua yang harus kau cemaskan Han...aku bisa melindungi diriku sendiri...aku hanya hamil, bukan sedang sakit parah.. " ucap Siyue kesal.


"Aku tahu...tapi aku takut ada apa- apa nantinya. Kasihan istri dan calon anakku nanti. ?" ucap Dera Widya santai.


Dia segera mengangkat tubuh Siyue yang selalu ingin Dia gendong kemanapun dia pergi. Mana mungkin Dia membiarkan saat kesenangannya mandi bersama sang Istri dia lewatkan.😂.


Akhirnya Siyue hanya bisa pasrah saja. Mereka pun Mandi bersama di ruang Teratai. Karena di Ruang teratai Siyue bisa berendam dengan air Suci. Dia bisa menghilangkan kepenatan yang melanda tubuhnya .


Setelah selesai mandi dan keluar dari ruang teratai, saat mereka tiba kembali di ruang kamar di istana Siyue, mereka bisa melihat kalau hari telah mulai terang. Mereka segera keluar dari kamar Siyue. Saat sampai di luar kamar, Siyue melihat ketiga pengawalnya sudah berjaga.


"Salam Ratu, Salam Dewa...semoga selalu bahagia dan panjang umur..." ucap ketiganya seremlak.


" Lo..kalian tidak pulang...?" tanya Siyue heran.


"Sudah Ratu... Kami baru kembali kesini beberapa menit yang lalu...!" ucap Ye Xie sambil tersenyum.


"Oo..alu fikir kalian tidak pulang. Ya sudah Ayo makan...dan tolong panggil semua kemari. Dan Kau Kak Ye Gu... Bisa kan kau panggilkan Kakek Kaisar dan Kakek Si..." tanya Siyue sambil menatap Ye Gu yang berdiri di dekat pintu kamar Siyue.


"Baik Ratu .. hamba akan memanggil mereka berdua..." jawab Ye Gu. Dan tak lama mereka terlihat mulai berdatangan . mereka mulai kumpul bersama di meja makan . tak terkecuali Raja dan permaisuri kerajaan Juhan . mereka segera makan bersama. Setelah makan, mereka berbicara sebentar.


"Kak Sang.. Gimana pelajarannya di perguruan Phoenix . " tanya Siyue lembut.

__ADS_1


"Baik- baik saja Yue'er... Para murid perguruan Phoenix sangat ramah.Mereka sangat baik, tidak ada rasa ingin menjatuhkan murid baru..." jawab Pangetan Sang.


"Kau betah di sini...?" tanya Siyue sambil tersenyum lembut sambil menatap Pangeran Sang .


"Sangat...hamba sangat betah Yue'er... seandainya aku ikut denganmu sejak awal, pasti aku juga mengalami pengalaman yang telah kalian lalui....sayang saat itu aku sedang mendapat tugas dari guru. andai tidak, pasti akupun ikut kau pergi..." ucap Pangeran Sang dengan wajah bahagia.


"Semua sudah berlalu kak...tapi Bukankah sekarang kau sudah berada di sini..." jawab Siyue.


"Benar katamu Yue'er...untung saja kau kali ke alam bawah. kalau tidak manamungkin aku bisa berada di kerajaan sakral ini...." ucap Pangeran ke dua.


"ya sudah...yang penting sekarang Kakak sudah ada di sini...dan tugas kakak sekarang adalah belajar dengan sungguh- sungguh..." ucap Siyue lembut.


"Pasti Yue'er...aku tak akan pernah menyapa- nyiakan kesempatan yang kau berikan padaku, aku tidak ingin Kala dengan Adikku Luo Yi..." ucap Pangeran kedua dengan gembira .


"Baguslah.. Belajarlah dengan baik... Kalau kau mau kembali ke Alam bawah, kau bisa mengatakan padaku, dan kalau tidak, kau bisa menjadi pengawal pribadi atau pejabat kerajaan...." ucap Siyue lembut.


"Tidak... Aku tidak ingin kembali ke Alam bawah. Apalagi Ayah san Bunda juga ada di sini..." jawab Pangeran Sang dengan wajah bahagia.


"Baik kalau itu keinginanmu.. belajarlah dengan giat. Oh ya .. Aku dengar kau lebih sering mengikuti pelajaran Tentang Kedokteran , Apakah kakak ingin mendalami ilmu kedokteran Kak...?" tanya Siyue.


"Apa Boleh Yue'er...?" tanya Pangeran Sang dengan wajah ceria .


"Boleh saja Kak... Malah itu lebih baik. Biar Nanti akan Ku minta guru Sanja untuk membantu mengajari dasar- dasar ilmu Kedokteran. Kau bisa ikut di kekas guru Sanja...." ucap Siyue.


"Trinakasih Yue'er... Aku tak pernah menyangka akan bisa belajar tentang pengobatan di sini..." ucap Pangeran Sang .


" Sama- sama kak... Kau bisa belajar di akademi pengobatan. Di sana ada beberapa orang yang mempelajari tentang pengobatan. Keluar dari akademi itu, Kakak bisa menjadi seorang Dokter..." ucap Siyue.


"Lalu bagaiaman denganmu Kak Feng Bao...?" tanya Siyue pada adik Feng Xun .


"Sama seperti Pangeran Kedua Yue'er...aku bahagia tinggal di perguruan istana...Mereka ramah dan baik Yue'er..." ucap adik dari Feng Xun itu .


"Syukurlah kalau kalian baik - baik saja...." ucap Siyue .


Setelah berbincang sebentar dengan mereka, Siyue dan sang suami serta ketiga pengawalnya segera pergi ke istana. Sedangkan semua sahabatnya dan Pangeran Sang juga Putra Mahkota Febg Bao segera pergi ke Akademi kerajaan. Siyue masuk kedalam ruang pertemuan, Dan di sana ternyata para petinggi kerajaan Sudah berkumpul semua. Saat Siyue dan sang Suami masuk, mereka segera berdiri. Hanya Kaisar saja yang tetap duduk di singgasana.


"Pagi Kek..." Sapa Siyue oada sang Kakek sambil memeluk lembut tubuh sang Kakek.


"Pagi sayang ....apa kabar...?" tanya Kaisar lembut.


"Siyue baik Kek..." ucap Siyue. Tak lama Dewa Wiqya juga memberi salam. Setelah itu merekapun larut dalam diskusi .


Dalam kehidupan Siyue di Kerajaan Phoenix tetlihat sangat bahagia. Hari - hari pun berlalu dengan cepat. dan tanpa terasa sembilan Bulanpun berlalu dengan begitu saja . Saat ini Siyue menunggu kehadiran si kecil yang akan menambah kebahagiaan mereka yangvternyata sudah semakin dekat waktunya. Kini perut Siyue yang sudah semakin besar membuat Dewa Wiqya sangat suka mengelus dan menciumi perut Siyue.


Dalam masa - masa seperti itu, Dewa Wiqya tidak ingin sedikitpun meninggalkan Siyue. Berita keadaan Nirwana hanya bisa dia dengar dari sahabat sekaligus sang sepupu Dewa Saora .


Hingga hari ini entah kenapa Siyue ingin pergi mengunjungi sang Mertua Dewa Yang Xi. Entah kenapa Dia ingin sekali bertemu dengan sang mertua, terutama ibu mertua .


"Sayang....sebentar lagi kau akan melahirkan, kenapa harus pergi kesana...? Bagaiaman jika di perjalanan kau melahirkan.?" Kata sang Bunda.

__ADS_1


"Tapi entah kenapa aku ingin sekali bertemu dengan Ayah dan Bunda Ibu..." ucap Siyue.


"Sayang...benar kata Bunda, kau akan melahirkan, bagaimana jika nanti kau melahirkan di perjalanan..." ucap Dewa Widya juga membujuk .


"Ya Sudah kalau kau tidak mau mengantarku ke rumah Ayah, aku akan pergi sendiri..." ucap Siyue dengan wajah cemberut. Entah kenapa hari ini dia merasa sangat rindu pada sang Ayah dan Bunda mertuannya. Melihat Siyue yang kesal, Dewa Wiqya merasa gemas. mungkin karena pengaruh si bayi, Siyue di bulan, bulan akhir kehamilannya terlihat sangatlah manja .


"Iya, iya sayang...kita pergi...ayo jangan marah lagi, hari ini kita akan pergi..." ucap Dewa Wiqya dengan lembur. Mendengar ucapan Dewa Wiqya terlihat Putri Tang Yin berwajah cemas.


" Tapi..." belum selesai ucapannya terdengar suara Dewa Wiqya.


"Ibu...biarlah aku dan Yue'er pergi ke Nirwana, aku akan membawa para sahabatnya untuk mendampingi kami..." ucap Dewa Wiqya.


Mendengar ucapan Dewa Wiqya , mau tak mau Putri Tang Yin dan Dima Yuan menyetujuinya. srbab mereka agak lega karena Ning Si dan Feng Xun sudah ahli dalam penobatan, atau seorang Dokter . Sedangkan Chan Sin berada di bengkel persenjataan. Saat ini Chan Sin dan Siyue sedang berusaha membuat Bom yang telah di buat seketsanya oleh Siyue. Dia dan Chan Sin sudah beberapa bulan yang lalu berusaha membuatnya. Namun karena kandungannya semakin besar, Chan Sin minta agar dia sendiri yang melanjutkannya. Jika nanti membuat Bom ini Sukses, Siyue dan Chan Sin akan berusaha membuat senjata api laras pendek. Yang bisa di bawa kemanapun tanpa ribet . Bom ini belum mengalami uji coba. Jadi mereka belum tahu hasilnya . dan Siyue menargetkan kalau dia dan Chan Sin harus bisa menyempurnakan pembuatan Bom tangan seperti milik tentara di Dunia Modern itu ,


"Baiklah kalau itu mau kalian, tapi Ayah dan Bunda harus ikut..." ucap Putri Tang Yin tegas.


"Baiklah Ayah dan bunda boleh ikut. Iya Kan Han...Ayah dan Bunda boleh ikut...?" tanya Siyue sambil memandang Dewa Wiqya dengan wajah imutnya . Dengan gemas Dewa Wiqya memeluk sang istri .


"Boleh sayang...apapun permintaanmu pasti akan ku kabulka..." ucap Dewa Wiqya penuh kelembutan .


"Trimakasih Han...." ucap Siyue dalam pelukan sang suami .


"Kalau begitu kita bersiap - siap sekarang. ... kita akan memberitahu para sahabatmu...." ucap Dewa Wiqya .


Akhirnya merekapun bersiap pergi ke Nirwana. begitu juga dengan ketiga pengawal dan Para sahabat. Karena dalam keadaan hamil, Siyue tidak bisa membawa banyak orang jadi hanya empat sahabatnya dan Tiga pengawalnya serta kedua orang tuanya saja yang bisa ikut ke Alam Nirwana .


Untuk mempercepat waktu , Siyue membawa ke empat sahabatnya , pengawal dan kedua orang tuanya masuk kedalam ruang teratai. setelah itu Dia menggunakan kekuatan Cincin Dewa untuk pergi Ke Nirwana di bantu Dewa Wiqya . Sebenarnya mereka bisa menggunakan kapal milik Dewa Wiqya, namun karena takut Siyue melahirkan di perjalanan Maka Dewa Wiqya dan Siyue memutuskan mereka pergi kenirwana dengan cara menggunakan kekuatan Cincin Dewa Milik Siyue. Saat berpamitan dengan sang Kakek, terlihat Kaisar Tang Song sangat khawatir sekali. Namun apa boleh buat, semua karena ke inginan sang cucu dan untuk membahagiakan Siyue . Si hamil meminta untuk mengunjungi Ayah mertuanya.


Mereka hanya bisa berdoa semoga tidak terjadi apapun pada Siyue. Dalam sekejap saja, mereka telah sampai di Istana Dewa Wiqya. Dan ternyata Dewa Saora telah menunggu kedatangannya.


" Kau tahu kami akan datang...?" tanya Dewa Wiqya .


"Dia yang memberitahu kalian akan datang..." ucap Dewa Wiqya sambil menunjuk pada burung merah yang berada di tangannya.


"Aku tadi ingin pergi ke Kerajaan Phoenix , tapi tiba- tiba dia datang dan memberitahu padaku kalau kalian akan datang kemari ..."lanjut Dewa Saora.


"Burung itu...itu burung milik guru...?" tanya Siyue dengan wajah heran. Sebab dia serung melihat burung itu selalu mengikuti dirinya . Dia fikir itu burung teman Feng Qui . tapi ternyata milik Dewa Saora .


"Benar...aku menaruh burung itu bersama kalian....aku takut terjadi sesuatu saat Siyue dalam keadaan hamil.. " ucapnya dengan tenang. Siyue terharu mendengar ucapan Dewa Saora yang telah dia anggap sebagai Kakak lelakinya .


"Kak Terimakasih ya.... kau memang Kakak Lelaki dan juga guru terbaikku...." ucap Siyue gembira.


"Iya...sama- sama..." ucap Dewa Saora sambil tersenyum dan mengusap kepala Siyue.


"Ya sudah sana masuk kerumahmu dulu, besok kita pergi kerumah Paman Dan Kerumah Bunda. Bunda sudah merindukanmu..." ucap Dewa Saora.lembut . mereka segera masuk kedalam istana Dewa Wiqya.


Maaf aku lanjutin besok lagi ya...


jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu. Maaf...jika masih ada typo aku minta maaf sebesar - besarnya . 🙏🙏

__ADS_1


Bersambung .


__ADS_2