
"Waah...itu benar guru , Yue'er juga bisa menjadi pengawal Raja kan...guru juga sudah tahu kekuatannya . Jadi ketiga pengawalku tidak harus meninggalkan Sekte..." seru Raja dengan cepat. Melihat Sikap Raja, ketiga pengawalnya hanya bisa menahan tawa.
Dasar Raja bucin. Ada kesempatan langsung di sergab.
"Benar juga kakak, kalau ada Siyue di sebelah Raja tiga pengawalnya bisa berada di Sekte ...." ucap Guru Wang menambahkan .
"Baiklah kalian juga bisa berlatih bersama ..." ucap guru Yang Si.
"Trimakasih guru...kalau begitu Ye Xie, Ye Gu, Ye Mai kalian bertiga aku bebaskan tugas kalian selama dua bulan ini hingga selesai penerimaan murid baru. Karena tugas kalian untuk sementara akan di gantikan Siyue ...." ucap Raja bersabda.
"Trimakasih yang Mulia...kami akan melaksanakan tugas dari Yang Mulia..." ucap mereka bertiga.
"Trimakasih guru, Trimakasih yang Mulia..." ucap Siyue. Terlihat sekali wajah Raja cerah. Bagaimana tidak cerah jika nanti selama dua bulan mendatang di manapun dia berada Siyue akan bersamanya.
"Oh ya Yue'er...sebelum kau bertugas menjaga Yang Mulia Raja, pergilah ke Sekte Elang Putih . Gurumu San We ingin bertemu denganmu. Kau bisa langsung kesana hari ini...." ucap Guru Yang Si .
"Baik guru....." jawab Siyue .
"Elang Putih...? Guru...boleh Chu Tian Ji ikut adik seperguruan...?" ucap Raja menghilangkan kedudukannya sebagai Raja. Mendengar ucapan Raja, guru besar serba salah. Bagaimanapun juga pria di depannya adalah penguasa kerajaan ini.
"Baik, pergilah kalian berdua..." ucap guru Yang Si.
"Trimakasih guru...kalau begitu murid undur diri...." ucap Raja sambil memberi hormat pada ketiga gurunya.
"Siyue juga mohon Diri guru..." ucap Siyue lalu memberi hormat pada ketiga gurunya. Mereka berdua segera keluar dari rumah tinggal guru Yang Si. Ketika berada di depan rumah sang guru, Raja bertanya .
"Yue'er....apakah kita langsung pergi ke perguruan Elang putih....?" tanya Raja.
"Iya ..kita langsung pergi kesana saja Tian'ge, semua kebutuhan kita bukankah ada di ruang Teratai. Jadi kita tidak perlu kembali ke kamar kita..." ucap Siyue.
"Benar Katamu, aku juga menaruh beberapa kebutuhanku di ruang Dimensi . Jadi kita tidak perlu lagi kembali kekamar kita ...." kata Raja Chu Tian Ji membenarkan . Jika tidak ada , Di ruang Terataiku juga ada baju baru untukmu..." ucap Siyue .
"Baguslah...kalau begitu ayo kita langsung pergi saja..." ajak sang Raja .
Akhirnya mereka berdua pergi berjalan menuju jalan keluar sekte. Seperti biasa setiap mereka berjalan menyusuri halaman Sekte, mereka akan menjadi pusat perhatian para Murid . Namun mereka terlihat tenang saja berjalan menuju pintu gerbang. Dan di antara para murid. Terlihat Putri Lusia yang berdiri di bawah sebuah pohon Rindang menatap kepada keduanya dengan wajah marah dan iri . Dia sangat marah san iri pada Siyue yang bisa berjalan berdampingan dengan Raja, dan dia menganggap Siyue telah merebut Raja dari tangannya. Walaupun yang dia tahu Siyue seorang pria muda. Dengan tangan terkepal erat hingga kuku jari tangannya melukai telapak tangan nya , Lusia menatap mereka berdua dengan penuh kenaeahan . .
"Raja...kau memaksaku untuk melakukan kecurangan padamu. Demi untuk mendapatkanmu apapun akan aku lakukan... apapun itu..." . ucap Lusia denga. Wajah marah karena marah . Tanpa dia sadari seekor burung pipit berada di ranting pohon mendengarkan ucapqnnya. Burung Pipit itu di tugaskan oleh Feng Qui untuk selalu berada di dekat gadis itu. Karena tubuhnya yang kecil dan merupakan burung pipit biasa , membuat tidak ada yang tahu kalau dia sebenarnya seekor burung mata- mata Feng Qui.
Sedangkan Siyue dan Raja sudah keluar dari gerbang Sekte . Siyue mencari tempat sepi dan segera membawa Raja masuk kedalam Ruang Terata . Siyue membawa Raja keruang ganti.
"Tian'ge pakai topeng ini. dan gantilah bajumu....topeng dan baju ini akan menyembunyikan wajahmu dari para penggenar juga rakyat gege..." ucap Siyue dengan memberikan topeng dan baju ganti pada Raja. baju itu tidak jelek baju yang akan memberi kesan pada si pemakai sebagai seorang sastrawan . walaupun begitu baju ity masih terkesan mewah. sedangkan baju milik Raja ajan selalu ada sulaman naga mas di dada kirinya . Raja segera berjalan kekamar ganti. dan benar saja, wajahmu yang tampan terlihat tetap berkarisma. dia bagai seorang sastrawan muda . Raja mendekati Siyue yang masih memegang topeng.
"Apakah kau cemburu. hingga aku harus mengganti bajuku..?" ucap Raja dengan wajah menggoda.
"Apa tidak boleh.. ?" Ucap Siyue sambil memasangkan topeng di muka sang Raja. Lebih baik berkata seperti itu dari pada dia sakit hati. Jika jawaban Siyue salah . Lagian ada perasaan aneh didalam hati Siyue saat mendengar pengakuan gadis Lusia yang mengaku sebagai calon istri. mendengar ucapan Siyue , Raja langsung memeluk pinggang nya.
"Tentu saja boleh sayang...malahan aku senang sekali. Tapi kau harus Yakin di sini (menunjuk dada Siyue. ) kalau di hatiku tidak ada wanita lain selain dirimu ...." ucapnya meyakinkan.
"Selamanya...?" tanya Siyue menggoda . "Selamanya..." jawab Raja sambil menatap wajah sang kekasih. Dan bibir seksi itu kembali menyesap bibir manis Siyue. Tak berapa lama Raja melepas ciumannya. Tiba- tiba Raja memeluk erat Siyue.
"Sayang... jangan pernah tinggalkan Raja ini ya.... apapun yang terjadi...." ucap Raja sambil memeluk erat tubuh langsing itu .
"Aku Janji Tian'ge... tapi tidak jika yang Mulia memiliki cinta lain di hatinya Mulia...." jawab Siyue .
"Tidak, aku tidak akan pernah menduakanmu sayang....Tidak akan , aku janjikan itu. Tapi jika suatu saat terjadi cobaan di cinta kita . Aku minta kita membicarakan dengan kepala dingin dan tolong selidiki dulu , kau tahu maksudku kan...?" ucap Raja sambil menatap mata Siyue lembut.
"Aku tahu sayang...." jawab Siyue.
Mendengar Siyue memanggil sayang, Raja kembali memeluk tubuh langsing itu .
"Trimakasih sayang....Ya sudah ayo kita pergi , Nanti keburu Siang dan kita kemalaman di jalan...." ucap Raja .
"Apakah jarak Sekte Elang putih jauh dari sini...?" tanya Siyue .
"Lima atau enam jam dari kita ini..." jawab Raja Chu Tian Ji .
"Kalau begitu ayo kita pergi..." ajak Siyue .
Mereka segera pergi dengan membawa kuda milik mereka masing- masing . Kuda milik Raja adalah kuda yang cukup besar dan kuda milik Siyue adalah kuda putih tinggi dan anggun. Terlihat sekali kedua kuda itu sangat kuat . Saat mereka kembali di Dunia nyata, terlihat keadaan sudah siang . mereka segera memacu kuda mereka menuju kota tempat Sekte Elang Putih berada. Sekte Elang putih masih berada di wilaya kerajaan Darga. Di dalam kerajaan Darga ada empat perguruan besar berada di sana. Dan juga beberapa perguruan kecil yang merupakan perguruan kota kecil atau kota yang agak jauh dari kota kerajaan . Namun kekuatannya di bandingkan Sekte yang ada di alam bawah atau tengah sama, malah terkadang lebih kuat. Dan Sekte tapak Dewa merupakan perguruan nomer satu dan Sekte Elang Putih peringkat kedua ada Sekte Darah Suci di urutan ketiga. Dan juga ada sekte Naga terbang di peringkat ke empat. Mereka bersaing memerkuat perguruan masing- masing .
Dan kini Siyue dan Raja memacu kudanya menuju Sekre Elang Putih . Menjelang sore hari mereka berdua sampai di sebuah hutan yang tidak terlalu jauh dari tempat Sekte Elang Putih berada. Saat melewati pertengahan hutan, tiba- tiba mereka berdua di kejutkan dengan beberapa orang berpakaian hitam berdiri di tengah jalan menghalangi jalan mereka. Ada sembilan orang penjahat yang berdiri di tengah jalan. Tentu saja semua itu membuat Siyue dan Raja tersenyum sinis. Mereka segera menghentikan laju kuda mereka berdua. Dengan masih berada di atas kuda, Raja berkata.
"Siapa kalian dan untuk apa kalian menghalangi perjalanan kami...?" kata Raja dengan dingin .
"Serahkan semua barang yang kalian miliki. Dan juga kuda milik kalian itu..." ucap salah satu dari mereka dengan sombong dan angkuh . sepertinya dia adalah pemimpin dari para perampok itu.
"Kami tidak memiliki barang dan Kuda ini tidak mungkin kami berikan pada kalian, jadi biarkan kami pergi. ." ucap Raja dingin .
" Kalau begitu berikan nyawa kalian pada Kami..." ucap Pria itu dengan wajah sinis .
"Apakah kalian mampuh...!" jawab Raja.
"Sombong....kalian hanya berdua. Dan kami sembilan orang...apakah kalian tidak takut..." ucap Pria itu mencoba menakuti .
" Hanya pria seperti kalian ini kami akan takut...? Kalian menghina kami. Jangankan hanya sembikan orang. kalian tambah jumlahpun kami tidak takut, majulah kalia. bersama....!" seru Raja dengan marah.
"Brengsek.... ternyata kaluan berdua manusia yang tak tahu diri ya...sudah tahu mau mati tapi kalian tetap saja sombong . Dasar manusia bodoh, sayang sekali dengan ketampanan kalian . Teman- teman ....ayo kita serang dan bunuh kedua manusia sombong ini..aku ingin tahu bagaimana nanti jika mereka di ujung kematian...!" Seru si kepala perampok .mereka segera mengepung Siyue dan Raja .
" Yue'er ... biarkan kami yang menghadapi mereka...." terdengar suara Tiger .
"Baik lakukan...." jawab Siyue. Dan tak lama di depan mereka berdiri tiga sosok pria yang sangat tampan berdiri dengan anggun di depan kuda Raja dan Siyue. Melihat kedatangan tiga pemuda yang terlihat sangat tampan itu. Semua penjahat terkejut. Begitu juga dengan Raja.
"Gege ..biarkan mereka yang menghadapi gerombolan itu..." kata Siyue dengan tenang. Rajapun tahu kalau mereka mahluk kontrak Siyue. Dan tak lama terlihat ketiganya melawan sembilan penjahat itu dengan tenang.
" Tiger, Qui, Xiao Tu jangan lama- lama...." seru Siyue.
__ADS_1
"Baik Yue'er...kalian berdua pergilah..., kami akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan segera menyusul kalian .." seru Tiger yang melawan penjahat itu dengan santai.
"Baiklah kami akan pergi. Jangan terlalu lama melawan mereka..." seru Siyue kembali .
Dia segera memacu kudanya bersama Raja.
Melihat tingkah sang Kekasih. Raja semakin bangga padanya. Tidak pernah dalam kehidupan dia selama ini, bertemu dengan seorang gadis yang kuat namun sangat lembut hatinya. Dan begitu banyak yang menyayanginya . Dari mulai manusia , hewan kontrak sampai pada tumbuhan kontrak .
Namun sudah sekuat itu. Tidak ada sifat sombong sama sekali di dirinya. Sambil tersenyum dia memacu kudanya mengikuti sang Kekasih menuju perguruan Elang Putih .
Tak berapa lama setelah melewati dua desa, mereka sampai dikota kecil tempat Sekte atau perguruan Elang Putih berada. Ketika mereka akan masuk kedalam kota menuju Sekte ternyata ketiga hewan kontrak Siyue telah menyusul mereka dan kembali berada di leher Siyue.
"Kalian sudah kembali...?" kata Siyue.
"Sebenarnya kami sudah selesai tadi. Tapi kami ingin mengetahui siapa yang menyuruh mereka menyerangmu...?" ucap Tiger.
" Lalu... Apakah kalian sudah menemukan siapa mereka...?" tanya Siyue.
"Putri Lin Yun ....Dia menyuruh mereka membunuhmu...." ucap Tiger dengan marah .
"Ck...gadis itu...bagaimana jika dia tahu kalau aku sudah menjadi kekasih pria yang dia cintai...."gumam Siyue.
"Dia akan gila Yue'er...." jawab Feng Qui sambil tertawa.
" Tapi tunggu...dari mana mereka tahu kalau aku pergi ke Perguruan Elang Putih...." kata Siyue menyadari masalah.
"Ada mata- mata Putri Lin Yun di Sekte tapak Dewa..." ucap Tiger menebak masalah .
."Sepertinya Mata-mata itu tahu saat kalian keluar dari sekte...." ucap Feng Qui.
"Lalu kenapa Lin Yun tetap menyeranf kami jika dia tahu aku pergi bersana Raja...? Bukankah dia mencibtau Raja....?" kata Siyue .
"Kalau begitu Dia tidak tahu kalau yang mukia bersamamu, bukankah kau telah merubah kekasihmu itu Yue'er...." ucap Xiao Tu.
"Kalau begitu Mereka tahu setelah kita keluar dari ruang Teratai dong....?" kata Siyue lagi.
"Benar katamu Yue'er....Dia tahu kau pergi ke Sekte Elang putih setelah kita keluar dari ruang teratai...!" tambah FengbQui.
Dan saat itu Raja melihat kalau ketiga hewan kontrak Siyue sudah berada kembali di bahu sang Kekasih . . Diapun bertanya.
"Mereka sudah kembali Yue'er..." tanya Raja.
"Iya...dan mereka juga tahu kalau sembilan orang yang menghambat perjalanan kita tadi bukan penjahat biasa , tetapi suruhan seseorang..." ucap Siyue.
"Suruhan Seseorang...? Untuk apa...?" tanya Raja dengan wajah kaget. .
"Untuk membunhku..." jawab Siyue dingin.
"Apaa...membunuhmu..? Brengsek....berani sekali mereka ingin menyakitimu Di depanku... siapa yang menyuruh mereka..." ucap Raja dengan marah.Dia menghentikan kudanya. otomatis Siyue juga berhenti .
"Apaa...dia..? Bwrani sekali Dia...Apakah dia sudah sembuh dari Lukanya...?" kata Raja dengan marah.
"Sepertinya sudah...buktinya dia sudah berani keluar...tapi yang aku herankan, kenapa dia bisa tahu kalau aku akan pergi ke Sekte Elang Putih...!" ucap Siyue.
"Pasti ada mata-mata dia di sekte Tapak Dewa. ..." ucap Raja Chu Tian Ji dengan marah.
"Gege... sabar kita akan menyelidiki siapa mata- mata Lin Yun. ..maaf Feng...apa bisa kau menyuruh seekor burung untuk mengikuti Putri Ling Yun. Aku ingin tahu apa rencana dia selanjutnya. Dan siapa mata- mata di sekte tapak Darah...." ucap Siyue.
"Tunggu Yue'er.... Biar Ye Sha yang melakukan itu. Kasihan Qui sejak kemarin mendapatkan tugas darimu . " kata Raja Chu Tian Ji .
"Tidak masalah yang Mulia..." jawab Feng Qui.
"Sudah kau istirahat saja. Nanti jika ada yang lain , kau bisa bekerjasama dengan Ye Sha. Sebab mulai sekarang kalian harus selalu bekerja sama saling bantu..." ucap Raja dengan sungguh- sungguh.
"Ya Sudah Qui...kau bisa membantu nanti.." ucap Siyue.
"Baik Yue'er, Yang Mulia..." ucap Feng Qui. Raja lalu memanggil Ye Sha. dalam beberapa detik , Terlihat seorang pria gagah berdiri di depan mereka.
"Salam yang Mulia, salam Putri...." ucap pria itu . Siyue tahu dia Ye Sha pengawal Raja sekaligus Mahluk kontraknya.
"Kau selidiki putri Lin Yun dan Siapa mata- mata yang dia taruh di sekte Tapak Dewa. Sekalian kau bereskan dia..." perintah sang Raja dingin .
"Baik Yang Mulia..." ucap Ye Sha. Dan dia segera pergi dari tempat itu. Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Sekre Elang Putih yang sudah ada di depan mata. Tak lama mereka berada di depan gerbang Perguruan atau Sekte Elang Putih. Mereka memberikan kedua kuda pada Xiao Tu untuk di bawa ke dalam ruangvTeratai . Setelah itu Siyue dan Raja berjalan menuju gerbang perguruan. Terlihat gerbang di jaga oleh empat penjaga yang terlihat sangat kuat . Siyue berjalan dengan tenang di samping Raja yang memakai topeng. Walaupun begitu masih terlihat ketampanan wajah Raja walaupun sudah tertutup dengam topeng . Ketika merek sampai di depan gerbang, mereka di datangi dua penjaga.
"Kalian mau msuk...? Siapa kalian dan ada perlu apa...?" tanya penjaga itu dingin .
"Kami ingin bertemu dengan guru San We..." jawab Siyue.
"Anak muda aku beritahu kalian , tidak sebarangan orang yang bisa bertemu dengan guru besar San We. Jadi aku sarankan , kalian pulang saja. Karena guru San We tidak akan mau bertemu dengan kalian, percuma kalian datang....." ucap penjaga dengan angkuh. Karena tidak ingin bertele - tele , Siyue mengeluarkan tanda pengenal yang di dapat dari guru San We . sebab Kata guru San We benda ini sangat berguna untuk masuk ke sekte Elang Putih .
"Kalau aku memiliki ini bagaimana....Tanya Siyue sambil memperlihatkan plakat pemberian dari guru San We.
"Ah...maaf tuan Muda...kami tidak tahu kalau anda murid dari guru San We Sendiri...." ucap sang penjaga sambil membukakan pintu gerbang. Namun sebelum ointu terbuka sepenuhnya sebuah suara mencegah penjaga itu meneruskan tugasnya.
"Tunggu...." terlihat seorang Pria dan wanita datang menghampiri mereka.
"Penjaga apa yang kau lakukan,...berani sekali kau mengijinkan orang luar masuk kedalam Sekre. !" ucap pria yang baru datang bersama seorang gadis. Sikap mereka sangat angkuh dan sombong.
"Tapi tuan Muda Jing...pria ini memiliki plakat murid dari guru San We..." ucap Sang penjaga.
"Bodoh...sejak kapan guru San We memiliki seorang murid. Dari dahulu beliau tidak pernah memiliki Murid. Kau percaya kalau pria muda ini memegang Plakat murid dari guru besar San We...?bisa saja dia memalsukan plakat itu...!" ucap wanita yang bersama pria itu.
"Benarkah...? Maaf hamba tidak tahu tuan Muda.." ucap si penjaga. Penjaga itu lalu menatap Siyue dengan marah .
"Anak muda...kau ingin menipuku...!" seru penjaga itu dengan wajah marah.
__ADS_1
"Menipu atau tidak, kami bisa membuktikan itu. Tolong katakan pada guru San We kalau Siyue sudah datang..." ucap Siyue dingin.
"Ha ha ha...kau fikir kami orang bodoh. Tak usah melaporpun kami tahu kau itu pembohong . jadi kalau kau tak ingin kami usir pergilah. Sayang sekali wajah tampan tapi penipu....!" ucap gadis itu sinis. Mendengar ucapan mereka, Raja marah. Untunglah Siyue segera memegang tangannya dan memberi isyarat untuk sabar. Siyue segera memberi perintah pada Feng Qui untuk mencari Guru San We dan memberitahukan kalau mereka tertahan di gerbang garena tidak di perbolehkan masuk.
Dengan cepat Feng Qui pergi.
"Lalu apakah dengan plakat ini kalian masih curiga padaku kalau aku mengaku mengenal guru San We...?" kata Siyue sambil menunjukkan plakat pemberian guru San We pada kedua murid tadi . Saat mereka melihat plakat kayu berukiran elang emas di tengah kayu dengan tiga bintang di sekitar gambar elang , membuat mereka tertegun . mereka kaget melihat plakat itu.
"Jing...dia memiliki plakat milik Guru San We..".ucap gadis itu ketakutan .
Namun pria itu ternyata pria sombong. Dia tidak mau mempercayai plakat itu . mana mungkin pria yang tidak di kenal ini adalah murid dari guru San We . Sedang Dia yang sudah lama belajar di perguruan ini saja belum di angkat menjadi murid dalam . Jangankan jadi murid guru San We yang tidak pernah memilih murid itu. Jadi murid guru yang kedudukannya lebih rendah saja dia belum mampu. Dan sekarang ada pria yang tidak pernah berada di Sekte ini mengaku murid Dalam apalagi murid dari guru San We . itu tidak mungkin...! Sama sekali tidak mungkin..
"Cih ...kau fikir dengan menunjukkan kalau kau memiliki benda itu . kami akan percaya kalau kau itu murid dari guru San We..? dasar penipu..!" kata pria itu dengan Sinis.
Siyue hanya tersenyum lembut.
"Kenapa...kenapa kau tidak percaya...? Atau mungkin karena kau tidak bisa menjadi murid guru San We ya... Atau paling tidak murid dalam...?!" kata Siyue membuat hati pria itu tertusuk . Siyue harus bisa membuat nengulur waktu.
"Kau....kau...Brengsek tutup mulutmu... Kau berani menghinaku...? Kau tahu siapa aku...?" seru pria yang bernama Jing itu marah.
"Memangnya kau siapa...? Apakah aku perlu mengenalmu...?" ucap Siyue dengan wajah mengolok.
"Brengsek dengarkan dengan baik. Aku Sha Jing Hu putra dari penguasa kota Puri ini. Dan kau berani menghina putra penguasa ini ha...!" serunya marah.
"Ck...pengusaha kota....? Aah...aku fikir kau Putra Raja Chu Tuan Ji...." ucap Siyue membuat Raja Chu Tian Ji terbatuk - batuk.
"Dasar gadis nakal...." umpat Raja dalam hati .
"Brengsek kau menghinaku...berani sekali kau....! Pergi kau dari sini..dan janga. Datang lagi....jangan sampai kau kami usir dengan kasar...." teriaknya semakin marah .
"Feng...kau dengar aku....?" tanya Siyue bertelepati.
"Dengar Yue'er...." jawab Feng Qui . "Kau sudah bertemu dengan guru...?" tanya Siyue lagi.
"Sudah...kami dalam perjalanan kearahmu..." ucap Feng Qui.
"Hey...kau bisa meyakinkan guru...!" seru Siyue heran.
"Aku juga bingung...guru sepertinya sudah mengenalku..." ucap Feng Qui.
"Ya Sudah ..." namun ucapan Siyue kepada Feng Qui terputus saat pria di depannya berteriak.
"Hey kau brengsek...apalagi yang kau tunggu di sini...apakah kau ingin kami usir secara tidak hormat ha....!" teriaknya marah. Dia sudah marah mendengar ucapan Siyue sejak tadi . Dan semua itu membuat mereka menjadi tontonan gratis para murid perguruan Elang Putih .
"Kalau aku tidak mau, apa yang akan kau lakukan, apakah kau berani mengusirku..?" ucap Siyue menantang.
"Brengsek...kau tidak tahu diri ya...di kasihani malah ngelunjak. Baik kalau itu keinginanmu aku akan mengusirmu sekarang..." teriaknya dengan marah.
"Baiklah coba saja... Aku tak pernah menyangka kalau murid perguruan Elang putih begitu arogan dan semena - mena pada tamu, ...." ucap Siyue.
Mendengar ucapan Siyue, pria utu segera menerjang menyerang Siyue. Dengan santai Siyue menghindari serangan pria itu. Melihat serangannya dengan mudah di hindari malah beberapa kali di patahkan , pria itu semakin marah . Dia menyerang Siyue dengan lebih keras lagi . Namun dengan entengnya Siyue menghindar , malah sambil menghindar dia berkata,
"Saudara Jing...kalau menyerang seseorang jangan dengan emosi, emosi akan membuat kau mudah di kalahkan, dan satu lagi. Seranganmu banyak celanya. Contoh...." dan tiba - tiba Siyue menendang pantat pria itu .membuat pria itu terhuyung , dan kembali menyerang. Namun
" Dan ini lagi..." ucapnya sambil memukul pelan kepala pria itu. Jika Siyue ingin membunuh pria itu sudah dari tadi dia bisa melakukannya . dan kembali Siyue menghajar pria itu dengan gerakan yang lucu. Hingga membuat pria itu jatuh terjengkang atau tengkurap. Dan lagi- lagi pria itu berdiri dan menyerang .
"Dan ini lagi. ..." ucap Siyue sambil menendang lagi bagian belakang kedua lutut pria itu. Hingga pria itu jatuh terduduk di depan gerbang . dan tak bangun karena kelelagan dan badannya sakit semua karena di hajar Siyue . Setelah itu Siyue kembali ketempat dia berdiri. Semua orang tertegun melihat perbuatan Siyue. Pria muda itu bukannya sedang bertarung malah seperti memberi pelajaran pada pria yang sejak tadi menghinanya yaitu anak pengusaha kita .
Plok...
plok..
Plok....
"Bagus muridku..Kau memang pantas jadi murid pria tua ini...." tiba- tiba terdengar tepuk tangan dan suara dari guru San We. Ternyata sudah sejak tadi beliau berada di sana. Melihat guru besar San We datang. Dia berjalan kearah Siyue .Siyue dan Raja serta para murid dan penjaga yang berada di sana mengucapkan salam dan memberi hormat.
"Salam guru besar San We..." ucap Mereka serempak.
"Sudah cukup.... Siyue...kenapa kau masih bermain- main di sini...kenapa tidak langsung masuk kedalam . apakah kau masih ingin di marahi guru...!" ucap guru San We sambil mengusap kepala Siyue.
"He he he maaf guru...Siyue hanya ingin berkenalan dengan saudara seperguruan dari Elang Putih..." ucap Siyue menutupi kejadian yang sebenarnya . Mendengar ucapan Siyue, kedua murid yang tadi telah membuat Siyue tidak bisa masuk , menjadi malu dan takut. Mereka menunduk malu. Dan mereka semakin malu mendengar Siyue melindungi mereka.
"Dasar anak nakal ...ayo masuk , eeh tunggu.. siapa pria satu ini...?" ucap guru San We sambil menatap Raja yang berada di sebelah Siyue.
"Maaf guru dia kakak senior Siyue..." jawab Siyue sambil tersenyum
"Kakak senior...? Maksudmu Ini...ini...?" ucap guru tak percaya.
"Salam guru..." ucap Raja sambil memberi salam dengan menangkupkan tuju di depan dada. Dan kepala menunduk memberi salam .
"Ya Dewa...ayo, ayo masuk...Kalian ini.... kenapa menghalangi mereka masuk....!" seru guru San We marah. Bagaimana busa mereka menghalangi pengusaha Kerajaan masuk kedalam Sekte. Untung dia tidak marah. Seru hati Guru San We .
"Maaf kami guru Besar....!" seru penjaga dan murid tadi ketakutan. .
"Dasar tidak betguna...kalian akan mendapatkan hukuman .... Kalau tidak, kalian akan kembali melakukan perbuatan yang merugikan seperyi ini...apakah kalian tahu siapa dia....!" teriak guru San We Marah.
Mereka terdiam dalam penyesalan .
Akhirnya guru San Wr membawa masuk Siyue dan Raja langsung kerumah tinggal tempat dia pribadi . Para guru yang tadi ikut menyaksikan kejadian itu heran. Ada apakah ini...siapa kedua pria itu...?" ucap mereka dalam hati. Atau berbisik pada sang teman. Membicarakan masalah tadi. Namun mereka juga kagum dengan gerakan lincah pria muda tadi yang sepertinya memberi pelajaran pada murid mereka.
Maaf sampai di sini dulu ya...aku lanjut besok lagi. jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu . untuk malam tahun Baru ini aku perpanjang...tapi nggak usa aku buat dua episode. cukup satu saja. selamat membaca SELAMAT TAHUN BARU, SEMOGA DI TAHUN YANG AKAN DATANG KEBAHAGIAAN DAN KESUKSESAN DAPAT KITA RAIH
AAMIIIIN
Bersambung
__ADS_1