DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
TERKUAK 2


__ADS_3

"Nak....maafkan aku. Aku melibatkan dirimu dalam masakan ini. Sebenarnya aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi . lalu Kau ini Siapa...?" Ucap Sima Yuan dalam hati .


Saat Dia masih mendekap gadis kecil itu. Dia di kejutkan dengan kehadiran dua pria di depan nya.


"Siapa kalian....!" Seru Sima Yuan dengan marah. pria di depan nya memakai baju serba hitam . wajah mereka Sima Yuan tidak mengenalnya.


"Hidup sudah di ujung ke matian, Kau masih berani bersuara nyaring dan bertanya Siapa kami...? Dasar pria tak berguna.... "Ucap salah satu dari dua Pria tak di undangan itu .


"Kau....! lalu mau apa kalian kemari ..." Tanya Sima Yuan keras . Dia memeluk bayi yang Ada di pelukannya semakin erat . .


"Serahkan gadis kecil itu pada kami, jika kau memberikan bayi itu sekarang, kami berjanji akan membunuhmu secara langsung tanpa Siksaan ..." Kata salah Satu dari mereka dengan. Wajah mengejek .


"Tidak..!.itu tidak akan pernah aku lakukan. Kalau kalian akan mengambil putriku, maka langkahi dulu mayatku...bukankah kalian ingin membunuhku juga " Jawab Sima Yuan dengan dingin .


""Ck..pria sombong..Kalau Begitu kami akan mengabulkan pemintaammu , ternyata Kau memaksa kami untuk memyiksamu ..." Ucap Pria itu dengan nada sinis . Dan dengan cepat mereka menyerang Sima Yuan bersama. Dengan Sisah kekuatan yang masih ada , Sima Yuan melawan kedua pria itu . terjadilah perkelahian yang tak seimbang. Sima Yuan yang sudah tak bertenaga Karena racun di dalam tubuh nya, harus melawan dua oria sehat dengan kekuatan tinggi . Dalam beberaoa waktu saja ,Sima Yuan tak mampuh lagi melawan mereka. Badannya yang semakin lemah Karena menggunakan tenaga berlebihan membuat kekuatannya habis . Dan akhirnya sebuah pukulan menghantam punggung Sima Yuan membuat dia jatuh tak Berdaya.Dan bayi di dalam genfongannya terlepas dari tangannya . Bayi itu menanfis keras. Namun Sima Yuan tidak mampu berjalan kearah bayi itu . Jangankan berdiri , mengangkat tangannya saja Sima Yuan sudah tidak mampu. Dia jatuh dan tak bisa bangun lagi. Dia merasakan dadabya bagai di tindih batu besar dan panas sekali. panas dari bekas pukulan itu, mejalar keseluruh tubuh. . Darah hitam mengalir keluar dari mulutnya . Saat itulah dia melihat sang Paman adik tiri dari sang ibu masuk ke dalam rumah nya bersama Putri dan cucunya .


"Apakah mereka yang mengirim pembunuh ini...?" batin Sima Yuan .


Dia sudah tidak bisa bergerak lagi. Dia hanya bisa menatap mereka dengan tatapan dingin. Terlihat Putri sang Paman yaitu Lodya datang mendekatinya dan berdiri di dekatnya dengan menatap Sima Yuan penuh kebencian .


"Kenapa kalian tidak membunuhnya sekalian....!" Seru gadis itu sambil menendang tubuh Sima Yuan kuat- kuat . Sima Yuan yang tak bisa berbuat apapun hanya bisa menahan sakit saat tendangan menghantam dadanya .


" Kalau kita langsung membunuhnya terlalu enak buat Dia Nona... Dia sudah tidak dapat bergerak lagi. Racun di dalam tubuhnya akan membunuhnya secara perlahan, dalam dua hari dia akan mati secara pelan...itu akan menyiksa dirinya... " Ucap Pria yang tadi memukul Sima Yuan .


"Jadi kalian datang dari srmua ini....?" ucap Sima Yuan Dingin .


"Benar ...kamilah yang merencanakan semua ini...kau kaget...?" ucap Lidya dengan sinis .


Sima Yuan menatap wanita itu penuh kebencian . Dia tidak pernah menyangka wanita ini membencinya begitu besar .


"Bagaiaman kalau Ada yang menolong dia..?" Tanya Lodya pada para pembunuh. Dia tak perduli dengan tatapan benci Pria yang pernah membuat dia jatuh cinta . .


"Ha ha ha...Kau fikir kekuatan hitam yang aku pukulkan ketubuhnya mudah di sembuhkan, tidak akan Ada yang bisa memyembuhkan kekuatan hitam itu, apalagi di campur dengan Racun yang Kau berikan padanya ..." Ucap salah satu dari Pria yang menyerang Sima Yuan. Saat itulah Sima Yuan baru tahu kalau Lodya lah yang meracuni keluarga dan dirinya. Namun dia sudah tidak bisa berbuat apapun lagi .Dia kini hanya tinggal menunggu Ajal menjemputnya .


"Ternyata Kau yang telah meracuni kami..." ucap Sima Yuan dingin.


"Kau baru tahu..." ucap Lodya sinis . Sima Yuan hanya mampuh menatap wanita yang pernah mengatakan Cinta padanya itu dengan tatapan jijik dan dingin .


"Yueyue....maaf kan Ayah.. Maaf kan Ayah membuatmu menderita ...dan Ayah tak akan bisa melihatmu lagi nak...." Batin Sima Yuan .


Saat itulah Sang Paman mengambil bayi yang dia fikir Yueyue. Melihat itu, Sima Yuan berusaha bergerak dan berseru .


"Paman....akan Kau apakah Putriku , jangan Kau samiti Dia Paman...!" teriak Sima Yuan . Melihat Sima Yuan yang ingin menolong dan ketakutan saat bayi itu di ambil Ayahnya , membuat Lodya tertawa kegirangan .


"Kau takut Yuan.... Ha ha ha..saat seoerti inilah yang ingin aku lihat. Saat di mana pria sombong yang merasa dirinya sangat kuat kini ketakutan melihat putri satu-satunya dalam bahaya . Ha ha ha ..Sekarang lihatlah penderitaan putrimu. Andai dulu Kau mau menikah denganku. Kejadian ini tak akan pernah terjadi...dan sekarang Putrikulah yang akan mrnjadi gadis darah Phoenix dan dia akan menjadi penguasa Kerajaan Phoenix . Dan satu lagi, Dia juga akan menjadi jodoh Putra Mahkota Kerajaann Darga ini , Dan Kalian berdua akan segera mati. .." Ucapnya sambil tertawa Senang. Mendengar ucapan dari Lodya, Sima Yuan kaget.


"Dari mana dia tahu percakapanku dengan orang dari Kerajaan Phoenix..." batin Sima Yuan.


"Darimana Kau tahu semua itu...?" ucap amSima Yuan dingin .


"Ha ha ha...kau bertanya dari mana aku tahu rahasia itu.. ? Baiklah akan kuberitahu. Beberapa hari yang lalu , saat aku akan melihat keadaan dirimu dan istrimu yang sangat aku benci akan meregang nyawa. Aku mendengar percakapan kalian tentang Putrimu itu yang sangat membuatku kaget Seketika itu juga aku mempunyai ide . Kenapa bukan putriku saja yang menggantikan putrimu... Aku segera kembali dan berbicara pada Ayah. Dan Ayah mempunyai cara , yaitu mengambik darah phoenix Putrimu untuk di masukkan kedalam tubuh Putriku . Mendengat itu kamipun memutuskan melakukan apa yang di katakan Ayah. dan sekarang ini Ayah akan melakukannya. Ideku bagus bukan...?Tapi sayang sekali, hidup istrimu yang hanya tinggal beberapa waktu lagi harus di ambil dua Pria itu . tapi tak masalah, Karena dia akan segera mati juga. Dan sekarang Kau bisa melihat kematian Putrimu itu. Ha ha ha ...sekarang aku puas, aku sangat puas melihat penderitaanmu .." Ucapnya sambil Tertawa bahagia. .


Dan Tak lama sang Paman memberikan bayi itu pada pria yang tadi memukul Sima Yuan .Sedangkan dia sendiri mengambil Putri Lodya dan menggendongnya . Pria itu meletakkan telapak tangannya di atas kepala bayi itu. Terlihat cahaya merah keluar dari telapak tangannya . dan cahaya merah itu mengarah kekepala bayi kecil . tak berapa lama terlihat darah berwarna merah bercahaya yang di tanam di kening bayi itu oleh Saojin , perlahan keluar dan Melayang di udara menuju bayi yang sedang di gendong oleh sang Paman . darah itu langsung masuk ke dalam kening bayi yang Ada di gendongan Paman Lo Chang Wa. (nama adik tiri Ibu Sima Yuan ). Bayi kecil yang masih berumur satu bulan itu terdengar menangis nyaring . mungkin Karena darah phoenix masuk kedalam tubunya Membuat dia kesakitan . Melihat sang Putri menangis, Lidya segera menggendongnya. sedangkan sang Ayah segera meminta bayi dari tangan Pria yang mengendongnya . Setelah itu Pria paruh baya itu dengan teganya membunuh bayi kecil yang dia fikir Siyue. Melihat kejadian itu. Sima Yuan berteriak nyaring.


" JANGAN.....!"teriaknya piluh .


Air mata mengalir deras di Pipi Sima Yuan . Dia Merasa berdosa, demi melindungi Putrinya, Dia telah mengorbankan bayi yang tak bersalah . bayi itu mati dengan mengenaskan. Sedangkan kedua orang itu bersama sang Paman serta Lodya yang licik tertawa keras. Mereka menertawakan penderitaan Sima Yuan. Setelah melakukan semua itu, mereka semua keluar dari tempat itu sambil tertawa. Sedang kan Sima Yuan masih menangisi kematian bayi kecil yang tak bersalah itu .


." Maaf kan...maaf kan aku nak....aku telah mengorbankan kehidupanmu ....Demi kehidupan putriku aku harus mengorbankan dirimu. Andai aku tahu, aku tidak akan mau melakukannya. Dan kini aku hanya bisa menyesali apa yang telah terjadi...tapi Kau harus ingat nak...Andai aku bisa sembuh, aku pasti akan membalaskan dendam ini pada mereka...." Ucap Sima Yuan yang hanya bisa menangis tanpa bisa dia ucapan. Dia takut mereka akan mendengarkan omongannya.


Jika itu sampai terjadi, Sia- sia pengorbanan bayi kecil itu . Sima Yuan yang tak Berdaya. Akhirnya jatuh pingsan. Dia pingsan setelah mengalami penderitaan dan luka racun yang dia derita .

__ADS_1


Namun saat dia sadar kan diri , dia sudah berada di sebuah ruangan yang sepertinya dia mengenali ruangan itu. Dan saat dia meluhat sekitarnya , Terlihat sahabatnya yang sangat dekat Hingga bagai adik sendiri , sedang menangis di dekarmya.


"Kau sadar kak....?apakah Kau bisa menjawab pertanyaanku...?" Ucap Pria yang masih menangis di dekarnya.


'Jin...a..aku Di..mana..ap..pakah, Di..a...su..dah ..maatiii...." Ucap Sima Yuan terbatah - batah .


"Dia putrimu...lalu di Mana istrimu....aku mendengar Kau sudah datang dan membawa kakak ipar, lalu di mana dia...? Dan Siapa yang telah melukaimu...!" Seru Yun Jin tanpa Jedah. ternyata Dia yang yang telah menolong Sima Yuan.


"A...aku... di..Ru..mah mu..." ucapnya dengan susah payah.


" Benar kak...Kau di rumahku, maaf aku membawamu kemari . aku rasa tempat ini yang paling aman buatmu, walaupun aku belum tahu apa yang terjadi..."ucap Yun Jin. Sima Yuan memberi kode agar Yun Jin mendekat. Dengan penasaran dia mendekat.


"Ada apa Kak...?" Ucapnya sambil mendekatkan telinga nya ke bibir Sima Yuan.


"Jin...to..long ..aku, jaga ..pu..triku..Yueyue. Di Alam ...Bawah..(Sima Yuan diam sebentar. Mungkin menghimpun tenaga.) Ja..ngan.. sampai..Ada yang...tahu...Dia pu..tri ku.. Dia . Be..rada...Di keluarga .Si..." Ucapnya lalu tak sadar kan diri. Melihat Sima Yuan pingsan lagi, Yun Jin segera mencari Dokter dan tabib . dia tidak memberi tahu siapapun tentang Sima Yuan. Berpuluh tabib tidak bisa menyembuhkan Sima Yuan , Pria tampan itu bagai tak ingin bangun lagi. Semua tabib dan Dokter angkat tangan. Sampai para gurunya dari sekte Elang Putih pun tidak bisa menyembuhkan Sima Yuan. Yun Jin sengaja memberi Sima Yuan Topeng tipis dari Kulit untuk merubah wajahnya. Sampai guru Sima Yuan sendiri dari sekte Taoak Darah tidak menyadari kalau Sima Yuanlah yang mereka periksa . semua itu Yun Jin lakukan demi keselanatan Sima Yuan. Akhirnya Karena tidal menemukan obat yang mampu menyembuhkan Sima Yuan, Yun Jin membawa Sima Tuan kegunung Naga Salju. Karena racun yang Ada di tubuh Sima Yuan bersifat panas. Untunglah dia memiliki giok yang bisa menyerap panas . Dia berharap dinginnya gunung Naga Salju dan Gioknya bisa menahan racun panas di dalam tubuh Sima Yuan . Setidaknya menahan kematian Sima Yuan . Akhirnya Yun Jin menaruh Sima Yuan di dalam goa di gunung Naga Salju. Hanya itu yang bisa Yun Jin lakukan demi menyelamatkan sang sahabat sekaligus sepupunya yang sudah dia anggap kakak kandungnya itu . Setiap hari, Yun Jin berusaha mencarikan obat untuk Sima Tuan, tapi tidak pernah dia dapatkan.Sima Yuan Tahu itu Karena dia mendengar setiap apa yang di bicarakan Yun Jin Dia tahu Yun Jin Ada di dekatnya ataupun tidak. Dia tahu saudaranya itu yang merawatnya . Tapi jika saat- saat racun itu semakin keras menyerangnya, kesadaran dirinya akan hilang .


Hingga Bertahun- tahun berlalu. Dan saat itu aku mendengar kalau Yun Jin pamit akan pergi mencari Putriku. Rasanya aku ingin membuka mataku . Tapi tubuh yang di penuhi Racun tidak bisa aku gerakkan. Jangan kan menggerakkan badan, membuka mata saja. Aku tidak mampuh. Dan saat penyakit ini menyerangku lebih parah , Dia kembali untukku . Sambil berusaha menolongku dengan tenaga dalamnya, Dia menceritakan keadaanmu di Alam bawah . Aku bahagia mendengar ceritanya. Namun kesadaranku semakin lama semakin hilang .


Hingga Kau datang ke goa itu nak...Ayah sudah tidak dapat mendengar apapun. Karena Racun sudah naik ke tubuh bagian Atas . Saat itu Ayah Fikir , Ayah tidak akan bisa hidup lagi, Ayah tidak akan bisa bertemu denganmu lagi. Namun Dewa masih berbaik hati pada Ayah, Dia masih menginjinkan Ayah untuk bisa melihat Putri Ayah yang cantik ini. Juga bisa melihat Calon menantu Ayah... Ayah masih bisa menitipkan dirimu pada suamimu kelak..." Ucap Sima Yuan mengakhiri ceritanya sambil berurai air mata. Jangan di tanya lagi Siyue. Mendengar cerita sang Ayah , Sejak Awal Dia sudah menangis. Hingga terlihat Matanya bengkak dan merah. Berkali- Kali Raja mengusap air mata sang Kekasih. Sambil mengucapkan kata hiburan .


Setelah selesai bercerita, Siyue memeluk tubuh sang Ayah.


"Ayah...maafkan Siyue, maaf kan Siyue yang telah ber prasangka buruk pada Ayah. Siyue fikir, Siyue anak yang tak di inginkan hadir di dunia ini. Siyue fikir Siyue anak yang paling Sengsara. Maaf kan Siyue Ayah...." Ucap Siyue. Walaupun dia bukan Yueyue yang Asli entah kenapa perasaan sayang dia pada Ayah Yueyue begitu kuat. Apakah ini perasaan Yueyue...?entahlah...Dia tak perduli . yang penting sekarang dia tidak ingin lagi berpisah dengan sang Ayah. Dan tugasnya sekarang adalah menemukan sang bunda di Negri alam Phoenix .


"Tidak nak...ini bukan salahmu. Tentu saja Kau akan berfikiran seperti itu, Ayah tidak menyalahkanmu. Andai bukan Karena kejahatan Lodya, kita tidak akan pernah terpisah . Ayah tak akan mau berpisah dengan dirimu dam Ibumu nak... semua ini Karena ketamakan si Lodya dan Ayahnya..." ucap Sima Yuan dengan. nada marah.


"Yah...ijin kan aku membalas dendam pada mereka yang telah menyakiti kita Yah...." Ucap Siyue sambil menatap sang Ayah .


"Kita akan melakukan sama - sama sayang...." Ucap Sima Yuan.


"Dan Aku akan mendukung kalian berdua. Aku juga akan membuat mereka semua menderita..." Ucap Raja dengan Marah.


"Aku juga mendukung kalian bertiga...." Kata Kakek Kaisar.


"Yang Mulia Kaisar...!" Seru Sima Yuan kaget.


"Ha ha ha....Kenapa kalian kaget...aku juga marah mendengar ceritamu, manusia seperti mereka itu , harus segera kita Basmi . mereka tidak layak hidup di kerajaan kita ini...." Ucap Kaisar Tua dengan marah.


"Baiklah kita akan melakukan itu. Tapi kita biarkan saja dulu Yah , Kek...kita tunggu saat pelantikan Ratu Kerajaan Phoenix...aku ingin tahu apa yang akan dia lakukan saat mereka semua tahu kalau dia gadis Phoenix palsu. Dan apakah Ayah tahu...sejak pertama kali si gadis Palasu itu bertemu denganku, Dia sudah membenciku tanpa sebab. Dia selalu membuat gara- gara denganku. Beberapa kali Dia ingin membunuhku...." Lapor Siyue pada sang Ayah.


"Dasar manusia serakah bagaimana pun juga sifat jahatnya pasti terlihat..." Ucap Sima Yuan .


"Yah..maaf... Siyue belum bisa membawa guru Yun Jin kemarin. Sebab belum Ada waktu Siyue kesana..." Kata Siyue sambil menatap sang Ayah memohon maaf .


"Tidak apa - apa...ayah tahu kesibukanmu..." Jawab sang Ayah.


"Apakah Ayah ingin bertemu Kakek dan Nenek....?" Tanya Siyue lagi .


"Apa bisa sayang...?" Tanya Sima Yuan.


"Bisa...tapi cuma mereka berdua saja Ayah...Karena jika keluarga yang lain tahu... takut nya si manusia ular itu akan tahu . jadi maaf Ayah...Siyue hanya bisa membawa Kakek dan Nenek serta Guru Yun Jin. ...." Jawab Siyue meminta maaf. Mendengar ucapan Sang Putri, Sima Yuan terharu.


"Tidak masalah ayah akan bersabar Sayang.."


Ucap Sima Yuan haru. Dia tak menyangka otak gadis kecilnya begitu sangat hati - hati . Dia belum tahu jika sang Putri akan menjadi wanita licik demi menolong seseorang atau menghukum seseorang.


"Ya Sudah, sepertinya kita terlalu lama di sini Kek.. Kita harus keluar dari ruang Teratai ini, jadi maaf Ayah...ayah harus kami tinggal dulu..." Ucap Siyue lembut.


"Tidak masakan nak...tubuh Ayah juga masih belum kuat, Ayah akan banyak - banyak berkultivasi di sini agar kekuatan Ayah kembali . Jadi jangan khawatirkan Ayah.


"Trimakasih Ayah.. Maaf Siyue hampir lupa, lebih baik Saat menjelang pagi, Ayah bisa berkultivasi di Alam terbuka, terutama di dekat Danau dan Pohon Roh apa lagi di bawah Pohon Roh. Biar Nanti Ayah di temani Xiao To. Dan satu lagi Ayah...jangan kaget kalau Ada Singa putih berada di sini . Dia juga mahluk kontrak Siyue. Dia bernama Baizi...Dia sekarang sedang berkultivasi..." Ucap Siyue . Tentu saja ucapan Siyue membuat Sima Tian kaget.

__ADS_1


"Apaa...Kau masih memiliki mahluk kontrak lagi. "Kata Sima Yuan .


"He he he... Iya Ayah... Masih ada empat hewan kontrak Siyue yang belum bertemu dengan Ayah..." Ucap Siyue sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal . tingkahnya terlihat menggenaskan di mata Raja dan sang Ayah. Dengan gemas Raja mengacak lembut kepala sang kekasih .


' Kau ini...Ayah tidak pernah menyangka jika Putri Ayah sekuat ini..." Ucap Sima Tuan.


" Saat Siyue umur Satu sampai empat belas tahun , Siyue merupakan Sampah masyarakat. Mereka sering menghina dan Menyiksa Siyue Karena Siyue tidak bisa berkultivasi Karena Racun itu Ayah. Utunglah sekarang tidak....ya sudah Ayah, Siyue pamit dulu...." Ucap Siyue.


"Pergilah,.. Ayah akan selalu menunggu kedatanganmu di sini...." Ucap Sima Yuan pada sang Putri.


"Baik Ayah...Semoga saat Siyue kemari , Siyue bisa membawa guru Yun Jin..." Ucap Siyue lembut.


"Iya sayang... Ayah akan menunggumu..." Ucap Sima Yian sambil mengusap kepala Siyue .


"Aku juga pergi Yuan...berkultivasilah selalu. Sebab beberapa bulan lagi pengangkatan Ratu Phoenix akan di laksanakan, jadi saat itulah kita akan membongkar rahasia Paman dan sepupumu serta Putri palsumu itu.jadi Kau harus mengembalikan kekuatanmu..." Kata Kakek Kaisar sambil menepuk pundak Pria paruh baya yang terlihat masih tampan itu. Wajah tampan Siyue saat berubah menjadi anak laki-laki ternyata menurun dari Sima Yuan .


"Hamba mengerti Yang Mulia...hamba akan berusaha memperkuat diri hamba lagi..." Ucap Sima Yuan dengan tegas.


"Ayah...di dekat meja Ayah sudah Siyue siap kan Pil yang bisa Ayah minum untuk mempercepat pemuliahn Ayah. Tapi maaf Ayah...Ayah tidal bisa mendapatkan Pil yang Lain, Karena ruang dan tempat di ruang Teratai ini hanya aku yang bisa memakainya. Ayah bisa kedaerah ini tanpa aku, Karena di tubuh Ayah Ada darahku...." Ucap Siyue lagi.


"Tidak masakan nak...ini sudah cukup untuk Ayah. Sekarang Pergilah...' Ucap Sima Yuan lembut.


"Ayah...aku juga pamit, Tian akan pergi bersama Yue'er...." Ucap Raja.


"Silahkan Yang Mulia..." Ucap Sima Yuan Sambill tersenyum.


"Ayah...Tolong panggil aku dengan Tian Atau Ji saja. Jika Ayah memanggil diriku yang Mulia, sepertinya Ayah tak ingin aku jadi anak Ayah..." Ucap Raja dengan wajah datar nya.


"Baiklah aku akan manggilmu Tian juga..." Kata Sima Yuan sambil tersenyum.


.


"Trimakasih Ayah... " ucap Raja . merekapun segera pergi keluar dari ruang Teratai.


Ketika sampai di ruang tidur Kaisar Tua. Terdengar Keributan di liar kamar.


"Hey..kalian berani melarangku masuk ke dalam kamar Kakek Ha...!" Seruan dari seseorang seoertinya sedang memarahi Teo.


"Maafkan kami Pangeran...tapi ini perintah dari Raja ..." Terdengar suara Teo .


"Kalian jangan mengada- Ada...mana mungkin Kakak melarangku masuk..." Ucapnya marah.


"Yang Mulia...mungkin yang Mulia Kaisar sedang di periksa oleh dokter..." Terdengar suara Ye Mai.


'Itu memang perintah dariku Jendral Waisan..." Ucap Raja yang baru keluar dari kamar Kaisar Tua .


"Kakak...kenapa aku tidak boleh masuk...?" Kata Pangetan Waisan.


"Siyue sedang memeriksa Kakek Kaisar...." Ucap Raja datar.


"Siyue memeriksa Kakek...? Mana mungkin Kak...apakah dia seorang tabib hingga dia memeriksa kesehatan seseorang..." Ucap Pangeran Waisan beemaksud Bercanda.


"Benar...dia memang seorang dokter. Dan dia sekarang sedang menyembhkan Kakek Kaisar..." Jawab Raja .


"Yang benar kak...Kau tidak berbohong kan..? ucapnya tak percaya .


"Kau fikir aku seperti dirimu yang suka berbohong..." ucap Raja kesal.


Raja segera masuk ke dalam kamar Kakek Kaisar. begitu juga dengan Pangeran Waisan dan ke tiga pengawal Raja yang telah datang juga .


Saar mereka masuk , mereka melihat Kaisar sedang berbicara dengan Siyue dengan akrabnya. Pangeran Waisan ternganga melihatnya..

__ADS_1


Udahan dulu ya... Aku lanjut episode selanjutnya. jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu. Untuk mengganti Karena aku tidak up hari yang lalu, cerita aku panjangin dikit ya...


Bersambung .


__ADS_2