
Akhirnya Siyue memasukkan juga Dewa Saora kedalam ruang teratainya. Tapi Siyue menempatkan Dewa Saora Di istana.. hanya saja Dia berpesan pada Xiao Tu untuk membawa Dewa Saora ke tempat para prajurit kalau nanti Dia ingin menemui mereka.
Ketika sampai di kerajaan Phoenix, Siyue masih sempat menjamu para Prajurit yang akan segera berperang. Dan mereka di beri kesempatan untuk istirahat selama dua hari. Karena Kerajaan Phoenix mengadakan pesta syukuran atas menyambut kehadiran putra Pertama Ratu kerajaan mereka. Dan saat itulah Siyue memberi kesempatan pada mereka untuk berlatih dengan murid dari perguruan Phoenix. Dan tentu saja para perwira kerajaan Nirwana sangat kagum dengan kekuatan yang di miliki murid perguruan Phoenix .
Sedangkan Siyue Sendiri selain mengadiri perayaan itu, Dia bersama Dewa Wiqya dan Dewa Saora berkultivasi mempersiapkan diri untuk menghadapi peperangan nanti di Ruang Teratai. merasakan kekuatan yang di hasilkan saat berkultivasi di ruang Teratai, Dewa Saora meminta pada Siyue yang merupakan Adik sekaligus muridnya, untuk sering membawa dia masuk kedalam ruang Teratainya. Dan Siyue menyanggupinya Namun bagi Siyue sendiri, Dia tidak melupakan tanggung jawabnya untuk menjaga kedua Putra kembarnya. di sela usahanya menambah kekuatan dirinya, dia selalu membawa Si kecil saat sedang tidur kedalam ruang teratai. Sesekali sang Ayah dan Bunda akan membawa mereka ke istana sang Kakek buyut. Dan hari ini tiba sudah saat mereka harus berangkat ke Istana Kerajaan Iblis . pagi sekali Siyue dan Dewa Wiqya membawa Si kecil ke Neneknya yaitu Putri Tang Yin. Mereka akan segera berangkat ke Kerajaan Iblis . Setelah menciumi kedua Putranya serta berpamitan pada Kakek,dan sang ibu serta para kerabatnya, Siyue dan Dewa Wiqya kini berada di antara para pasukannya. Terlihat Siyue berdiri di depan para prajuritnya memberi petuah setelah Dewa Wiqya dan Dewa Saoran selesai memberi pengarahan pada mereka.
"Aku harap kalian tidak ada perasaan gentar sedikitpun dalam menjalankan misi ini..." terlihat sekali ketenangan Siyue dalam berbicara. Setelah memberi pengarahan bagaimana mereka nanti bergerak di Kerajaan Iblis , Siyue segera mengakhiri pidato nya. dan ternyata sang Ayah, paman Yun Jin serta para saudara keluarga Si, Wei Zi ingin ikut juga dalam menghadapi Kerajaan Iblis. Seperti biasa setelah membuat mereka yang belum tahu Ruang Teratai tertidur, Siyue segera membawa mereka masuk kedalam ruang Dimensinya. Sedangkan yang ada di luar hanyalah para pengawal , Paman , Ayah dan kedua Dewa. Mereka menggunakan kapal milik Dewa Wiqya. Tujuan perjalanan yang memang sudah di ketahui karena Siyue pernah kesana beberapa tahun lalu , membuat mereka dengan cepat sampai di Hutan Halimun. Sampai di hutan halimun ternyata hari menjelang pagi . Mereka turun dari kapal pada jarak tertentu agar tidak di ketahui Penjaga kerajaan Iblis. Sebelum masuk kewilaya hutan Halimun, Siyue membawa semua masuk kedalam ruang teratai, Dan dengan terpaksa Siyue menyadarkan para prajurit dan perwira dari pengaruh obat tidur. Hanya saja Siyue tidak memberitahu di mana mereka sekarang berada . tempat yang lapang , dan sejuk serta indah , membuat mereka bertanya- tanya . Di mana nereka sekarang ini .
Siyue segera memberi mereka para Dewa dan Prajurit kerajaan Nirwana tiga pil yang dia buat.
"Telan pil ini sebelum kita masuk kedalam wilayah kerajaan iblis, dan ingat setiap lima jam sebelum kita keluar dari wilaya kerajaan iblis, kalian harus kembali meminum pil ini. Aku fikir tiga cukup sampai kita keluar dari wilaya mereka. Tapi jika ada perubahan, aku akan kembali memberi kalian pil. KALIAN PAHAM....!" seru Siyue lantang. Terlihat sekali aura kepemimpinan seorang ratu Siyue Saat dia berdiri di depan para prajurit . Dewa Wuchan yang sejak pertemuannya kembali dengan Siyue dan bekerjasama dalam pekerjaan, terlihat kagum dan merasakan rasa nyilu di hatinya . Kenapa wanita yang memiliki segudang keahlian dan memiliki wawasan tinggi ini bukan jodohnya kenapa bukan Dia yang bertemu pertama kali dengan Siyue dan berpuluh kenapa ada didalam otak kecilnya. Namun tak lama terlihat senyuman tipis di bibirnya. Dia turut bangga karena seorang pemimpin seperti Siyue ada di dalam satu kesatuan pekerjaan di alam Nirwana. Dan kini dalam hati bertekat. Rasa cinta di dalam hatinya tak harus memiliki tubuhnya . dia bertekat akan dia ubah rasa cinnta itu, menjadi Cinta seorang Kakak pada adiknya, sahabatnya, Rekan kerjanya . walaupun dia sadar rasa sakit pasti ada.
Setelah memberi pengarahan, Siyue keluar dari ruang teratai bersama Dewa Widya , Dewa Saora dan juga Ayah serta paman Yu Jin yang tak mau di tinggalkan . Agar para prajurit tak bosan dan jenu , sebelum keluar Siyue meminta pada mahluk kontraknya untuk membawakan mereka buah- buahan dan air Suci dan berpesan pada para prajurit untuk berkultivasi. Ketika sampai di alam nyata, hari mulai terang. Siyue bersama empat pria perkasa itu segera masuk kehutan Halimun. Mereka yang belum pernah kesana, hanya bisa menatap keadaan hutan yang terlihat sunyi mencekap. Andai bukan seorang kultivator mereka pasti akan memilih menjauh dari tempat itu (Apalagi authir 😂 ) . Dan kini mereka telah berada di tempat di mana letak pintu dimensi masuk kedalam wilaya kerajaan iblis. Siyue mulai mencari titik arauy yang menutup pintu masuk kedalam wilaya kerajaan Iblis. namun belum lama Siyue melangkah, mereka merasakan dan mendengar percakapan beberapa orang. Namun mereka tidak melihat ada orang di sana . Mendengar pembicaraan mereka, Siyue tahu siapa mereka.
"Ayah...lebih baik Ayah dan Paman Yun Jin masuk dulu ke ruang teratai, kita tak butuh mencari titik aray, karena akan ada yang membawa kita masuk kesana...." ucap Siyue dengan wajah bahagia.
"Baik...tapi setelah ada di dalam, kau harus mengeluarkan kami..." ucap sang Ayah mewanti- wanti .
"Baik ayah..." jawab Siyue.
Dia segera mengirim sang Ayah masuk kedalam ruang Teratai. lalu dia menatap sang Suami.
"Han.. Pakai kembali bulu Phoenix yang ada padamu. Dan pegang tangan guru..kita akan masuk kedalam saat mereka keluar..." ucap Siyue pelan .
"Maksudmu...?" tanya Dewa Wiqya tak mengerti.
"Ikuti saja ucapanku, kau akan tahu nanti.... dan satu lagi perkuat ketajaman mata kalian berdua.." bisik Siyue karena suara orang bercakap - cakap semakin dekat. Mendengar ucapan Siyue, baik Dewa Wiqya maupun Dewa Saora mempertajam penglihata mereka . Feng Qui yang tahu rencana Siyue segera membuat mereka tak terlihat . perlahan Siyue mulai tak terlihat. Melihat itu, Dewa Wiqya dan Dewa Saora Mulai tahu maksud Siyue. Namun karena ketajaman indra penglihatan mereka, mereka bisa melihat Siyue . Itupun karena pengaruh bulu Phoenix yang ada di dada Dewa Wiqya . Apalagi saat mereka mulai mendengar suara percakapan orang mulai terdengar semakin dekat.
"Jiejie...kau tahu semua ini...?" bisik Tangliang .
.
"Kalau tidak, mana mungkin Jiejiemu berani merencanakan ini..." ucap Siyue lembut.
Mendengar ucapan Siyue terlihat wajah pria kecil itu tersenyum gembira . terlihat sekali wajah kagum dan bangga di wajah kecil dan tampan itu. Tak berapa lama terlihat sebuah lubang seperti pintu terbuka. Dan beberapa orang keluar dari pintu itu. Ada sekitar sepuluh orang keluar dari sana.
"Aku heran ya... Kenapa kita harus mencari atau menculik pria bangsa manusia untuk kita bawa ke alam kita..." kata salah satu dari mereka.
"Kita hanya bisa mengikuti perintah para pimpinan saja teman..." jawab sang teman.
"Berapa hari lagi kita bisa menculik para manusia... Bukankah di penjara sudah banyak manusia yang kita bawa.." kata yang lain.
"Yang aku dengar mereka belum cukup. Sebab Raja akan mempersiapkan penyerangan besar - besaran ke Nirwana. Jadi kita harus menculik manusia sebanyak- banyaknya. Untuk di jadikan tentara kerajaan kita..." ucap salah satu dari mereka.
Dan saat pasukan iblis yang terakhir keluar, Dia merasakan kekuatan besar melanda dia hingga dia terjatuh tersungkur .
"Aaaa...." jeritnya kaget saat dia terjatuh .
"Hey...ada apa denganmu...kenapa kau bisa sampai terjatuh...?" kata temannya heran yang melihat dia tersungkur .
"Entahlah aku juga tidak tahu...aku hanya merasa seperti ada kekuatan yang menghantam diriku..." ucap pria yang terjatuh tadi.
Semua temannya menerima dan melihat kanan dan kiri. Namun mereka tidak melihat apapun di sana.
"Tidak ada apapun di sini... Kita juga tidak melihat hewan atau apa pun yang menyenggolmu.. Atau mungkin kau hanya terantuk bantu tampa kau sadari..." ucap sang teman.
"Mungkin juga sich...tapi aku tadi merasakan angin kuat yang menyerang diriku..." kata pria yang masih heran sambil melihat kanan dan kiri. Sedangkan pintu menuju alam iblis telah tertutup sejak tadi.
__ADS_1
"Aah sudahlah...lebih baik kita lankutjan perjalanan kita..." kata pria yang terlihat pemimpin mereka. Merekapun segera berjalan keluar hutan Halimun.
Sedangkan Siyue bersama Dewa Wiqya dan Dewa Saora sekarang sudah berada di dalam Alam iblis. Mereka terlihat berada di bawah pohon besar. Tempat pintu keluar menuju alam Atas. Siyue segera mengeluarkan Ayah dan Paman Yun Jin .
"Aah...hampir saja..." ucap Dewa Saora yang terlihat mengusap wajahnya .
"Dasar kau ini...kenapa kau harus menabrak pria itu..." kata Dewa wiqya sambil tertawa.
"habis aku takut pintu itu keburu tertutup sebelum aku masuk...." jawab Dewa Saora.
"Untung saja mereka tidak curiga..." ucap Dewa Wiqya .
Sedangkan Siyue sendiri sudah mengeluarkan Ayah dan sang Paman .
"Ternyata Alam iblis seperti Alam dunia manusia ya...." kata Sima Yuan pada Yun Jin .
"Benar Kak... Tak ada bedanya. Hanya saja di sini banyak mengandung aura kegelapan.." ucap Yun Jin pelan.
"Ist...kau ini, tentu saja mengandung aura kegelapan, bukankah ini kerajaan iblis..." ucap sang Kakak kesal. Mendengar omelan Sima Yuan, Yun Jin tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal . Siyue yang mendengar percakapan mereka, hanya bisa tersenyum.
Merekapun segera mengikuti langkah Siyue pergi kearah istana Kerajaan Iblis. Dengan keahlian meringankan tubuh mereka, Dengan cepat mereka sampai di pohon tinggi di dekat tembok gerbang istana. Mereka melompat keatas pohon yang Rimbun itu , sebelum penjaga mengetahui keberadaan mereka . Mereka mengintai sebentar keadaan istana.
"Sepertinya keadaan tidak terlalu ramai lebih baik aku mengeluarkan separuh Prajurit kita..." ucap Siyue.
"Betul sayang... Kita mulai jalankan misi kita..." jawab Dewa Wiqya yang juga di setujui Dewa Saora.
"Kita cari tempat dulu yang agak lapang dan tak jauh dari istana ini, untuk mengeluarkan mereka..." ucap Siyue .
"Mungkin di bagian agak belakang sayang..." kata Dewa Wiqya memberi ide .
Siyue dan Dewa Wiqya segera melesat pergi dari pohon itu. Sedanfkan Sima Yuan, Yun Jin dan Dewa Saora tetap di sana .
Setelah menyapa mereka dan menanyakan kesiapan mereka , Siyue berkata kembali.
"Kita telah sampai di Kerajaan Iblis. Jika kalian keluar, maka di depan kalian sudah berdiri istana Kerajaan Iblis, jadi Apakah kalian sudah Siap. melawan mereka..!" kata Siyue nyaring.
"SIAP YANG MULIA..."ucap mereka serempak.
"Bagus. Jadi bersiaplah kalian... Aku akan membawa separuh dulu dari kalian untuk keluar...aku jadikan kalian sepuluh regu. Setiap regu terdiri dari 10 prajurit dan akan di kepala oleh satu perwira. Karena di sini ada lima perwira. Maka aku akan menambah sahabatku menjadi kepala regu. jadi aku harap kalian selalu bekerja sama, kalian harus mengutamakan keselamatan bersama. Aku harap kalian saling bekerja sama,...dan satu lagi. cari baju dari prajurit kerajaan iblis untuk kalian pakai sebagai samaran. agar gerakan kalian lebih aman..." dan banyak lagi kata- kata yang Siyue ucapkan. Setelah meminta lima puluh prajurit yang akan keluar lebih dahulu . Siyue segera membawa mereka pergi keluar. Mereka keluar di tempat lapang di dekat istana kerajaan Iblis tadi . Setelah memberi nasehat kembali serta membekali mereka dengan bahan peledak(granat ) yang Siyue dan Chan Sin buat, , mereka segera bergerak masuk kedalam istana Kerajaan iblis . Saat melihat pertama kali bahan peledak itu Ketika siyue menunjukkannya saat mereka masih di dalam ruang teratai . para perwira yang belum pernah melihat dan belum tahu cara kerja benda itu. Hanya menatap benda di tangan Siyue dengan perasaan heran. Malah salah satu perwira mendekat dan ingin tahu lebih dekat benda itu. Sedangkan para prajurit yang tahu dan telah melihat cara kerja benda buatan Dewi Siyue saat pelatihan prajurit khusus di Alam Nirwana , mereka tersenyum melihat para perwira yang menatap kagum benda di tangan Siyue. Dan kini ada tiga benda tersebut di masing - masing prajurit. dan di tanfan nereka . Dengan gerakan cepat mereka telah masuk kedalam istana Iblis. . Setelah agak lama mereka pergi, Siyue mengeluarkan kembali prajurit kedua. Seperti prajurit pertama, Siyue membekali mereka dengan granat buatannya juga pisau dan pedang. Tak lupa Siyue membekali mereka dengan pil penghenti pendarahan . Setelah semua masuk, Siyue dan Rombongan terakhir masuk kedalam istana juga. Tak tekecuali para hewan kontrak mereka yang berubah wujud menjadi manusia. Siyue bergerak mendekati istana bersama Dewa Wiqya dan Mahluk kontraknya . dan saat sampai di wilaya istana utama Siyue melihat prajurit kerajaan Iblis sedang berlatih di tempat lapang yang sangat luas . Beratus prajurit terlihat sedang berlatih . melihat semua itu , Terlihat senyum Devil Siyue mengembang di bibirnya.
"Aaah...ternyata mereka telah siap pergi ke alam . keabadian..." ucap Siyue .
"Benar sekali Yue'er...lihatlah mereka sepertinya para prajurit yang berlatih itu cukup banyak..mungkin lebih dari separuh kekuatan dari istana iblis..." ucap Feng Qui sambil terkekeh pelan .
"Benar katamu kak...ini mengurangi beban prajurit kita..he he he..." Kekeh Siyue .
"Ternyata kau selalu beruntung Yue'er..." ucap Tiger.
"Liang'er...kau masuk dulu ke ruang Teratai. aku tidak ingin kau dalam bahaya...." ucap Siyue pada Tangliang . Mendengar ucapan Siyue , Tangliang merasakan kehangatan di dalam hatinya. Setelah hancurnya kerajaan peri oleh Raja Iblis, serta penyiksaa Raja iblis, baru sekarang dia Merasakan kebahagiaan kembali .
"Baik Jeijei..." ucapnya Patih . Siyue segera mengirim Tangliang masuk kedalam ruang teratai .
" Han kita mulai pesta kita..." ucap Siyue sambil tertawa.
"Ayo Sayang...siapa takut...aku sudah gatal menghabisi mereka..!" seru Dewa Widya yang sudah menggenggam granat buatan chan Sin dan Siyue di tangannya . Dan tak lama terdengar ledakan dari Istana yang mengejutkan penghuni kerajaan. Dan di susul beberapa ledakan di beberapa tempat. Prajurit yang berlatih banyak yang gugur karena granat yang di lemparkan oleh Dewa Wiqya dan Siyue saling susul menyusul . Sedangkan Raja Iblis yang sedang tidur dengan nyenyak terbangun mendengar ledakan granat pertama yang di lemparkan Dewa Wiqya kearah prajurit yang sedang berlatih. Yang di susul oleh granat milik Siyue. Dengan marah Raja Iblis segera berlari keluar setelah memakai juba kebesarannya. Dan betapa terkejut dan semakin marah Dia... saat sampai di halam istananya dia melihat berpuluh bahkan beratus prajuritnya mati di tempat latihan mereka. Dan beberapa bangunan hancur dan terbakar.
"Brengsek...Siapa yang melakukan semua ini...!" teriaknya marah.
__ADS_1
"KAMI..KAMiLAH YANG MELAKUKANNYA..!"
Teriak Dewa Wiqya yang berdiri di atas mwnara benteng .
Sedangkan Siyue sendiri terlihat sudah terlibat dalam pertarungan. Begitu juga dengan para prajurit kerajaan .
Dan terdengar kembali ledakan- ledakan dari beberapa tempat. Semua itu semakin membuat Raja Iblis marah dan kesal. terlihat wajahnya menyerah karena marah. .
"WIQYA BRENGSE..JANGAN HANYA BERANI DI ATAS SANA....HADAPI AKU KITA BERTARUNG SECARA SATRIA...!" teriak Dewa Iblis sambil terbang kearah Dewa Wiqya.
"HA HA HA... BAIK..MEMANG ITU YANG AKU TUNGGU... DAN SEKARANG LIHATLAH HADIAH DARI KAMI... BAGAIMANA..APAKAH KAU SUKA...!" teriak Dewa Wiqya sambil melayang menyambut Serangan Raja Iblis . Dan terlihat pertarungan sengit terjadi juga. Prajurit yang ada di sekitar mereka mendapatkan imbas dari pertarungan antara Dewa Widya dan Raja Iblis. Banyak para prajurit kerajaan Iblis itu sendiri yang mati karena kekuatan kedua petarung itu. Sedangkan Siyue dan para mahluk kontraknya bertarung melawan Adik ataupun jendral kerajaan iblis. rak terkecuali Dewa Saora, Yun Jin, Sima Yuan Dan para sahabat Siyue. Sedangkan Trio Ye mendapat tugas mengeluarkan semua tawanan manusia yang sudah di tangkap oleh prajurit kerajaan Iblis . kini kerajaan iblis terlihat hancur sudah. Tidak ada bangunan yang terlihat berdiri dengan mega. jeritan dan teriakan terdengar bersautan dengan ledakan yang menggema di udara. Prajurit khusus Nirwana bagai mendapat mainan baru saat melontarkan granat buatan Chan Sin dan Siyuen . ledakan yang di buat benda itu membuat mereka kagum dan ada perasaan ngeri juga. Hanya dalam beberapa jam saja, kerajaan iblis hancur luluh lantak tak tersisah. Para tawanan manusia yang telah di bebaskan dan melihat kejadian itu, hanya bisa menatap dengan perasaan kagum dan juga ngeri. Kini terlihat hanya tinggal Raja Iblis yang sedang bertarung dengan Dewa Wiqya. Namun keadaannya sudah terluka parah. Walaupun Dewa Widya terluka juga , tapi dalam keadaan baik- baik saja. Kekuatannya masih terlihat prima. Sedangkan Siyue dan Mahluk kontraknya telah mengalahkan musuh mereka . Begitu juga dengan para prajuritnya. Demi keselamatan para penduduk yang telah mereka selamatkan, serta prajurit yang terluka, Siyue memerintahkan Trio Ye yang tahu jalan kearah perbatasan untuk menempatkan mereka di sana dan di jaga oleh para prajurit khusus . Kini Kerajaan iblis benar- benar hancur . Andai akan di bangun kembali, maka mereka akan membutuhkan waktu yang cukup lama . Siyue menatap pertarungan Dewa Wuqya dan Raja iblis . Namun tiba - tiba dia mendengar suara tangisan di samping telinganya. Dan ternyata tangisan itu suara tangisan Peri Tangliang .
"Hey...ada apa Tangliang...kenapa kau menangis ..?" tanya Siyue heran daaaan cemas . Diq mengambil dan mendudukkan peri kecil itu di telapak tangannya
"Ini tangisan bahagia Jiejie.. Aku sangat bahagia melihat kehancuran kerajaan iblis . aku bahagia karena kehancuran kerajaanku telah terbalaskan oleh kakaku.." ucapnya di sela tangisannya. Siyue tersenyum dan berkata .
. 'Apakah Kerajaanmu juga hancur...? Dan itu karena kerajaan Iblis...?" tanya Siyue sambil perlahan mengusap wajah Tangliang dengan ujung telunjuknya.
"Benar Jiejie..Dia telah menghancurkan dan banyak membunuh penduduk Kerajaan peri . Entah bagaimana keadaan istana peri sekarang...?" ucapnya perlahan dengan wajah berduka .
"Sudah jangan menangis . nanti kita akan melihat kerajaanmu..." kata Siyue menghibur. Dan dia kembali menaruh Tangliang ke bahu nya dan kembali melihat pertarungan. Terlihat Raja iblis terluka sangat parah. Namun saat nyawanya sudah di ujung senjata Dewa Wiqya, tiba - tiba asap hitam menyelubunginya . dan saat asap hitam hilang, Raja Iblis pun juga hilang. Melihat semua itu, semua orang maupun Dewa tak percaya. Mereka menatap kearah tempat hilangnya Raja Iblis . Namun Siyue cepat sadar. Dan dia berteriak dengan keras .
"Kalian semua...cepat kita pergi keluar dari sini .. Kita kembali kepercayaan CEPAT..!."
seru Siyue dengan cemas .
Dan dengan cepat mereka segera berlari mengikuti Siyue. untung saja para penduduk yang sudah mereka bebaskan dan para prajurit yang terluka sudah mereka bawa terlebih dahulu . Ketika sampai di perbatasan alam iblis dengan dunia nyata, Siyue dan Dewa Wiqya segera membuka portal ke alam nyata dengan kekuatan mereka. Tak lama terlihat pintu hitan terbuka lebar . Dengan cepat semua orang keluar melalui lobang itu. Dan saat Siyue dan Dewa Wiqya terakhir akan keluar, tiba- tiba mereka merasakan getaran yang sangat dasyat terjadi . Hinga tubuh Siyue dan Dewa wiqya terlempar kesana kemari. Untung saja mereka berdua masih ada di depan pintu keluar. Getaran semakin kama semakun kuat .Dengan susah paya mereka berjalan kearah pintu . Dan lebih kaget dan takut lagi Karena getaran itu Menyebabkan Pintu keluar terlihat mengecil secara cepat. . Melihat kejadian itu dengan cepat Dewa Wiqya menyambar pinggang sang istri dan berusaha melompah masuk kedalam pintu yang semakin kecil dan akan segera tertutup. Dari luar pintu terdengar teriakan para sahabat ,kakak , Ayah , paman maupun para prajurit Agar keduanya cepat keluar. Dan saat tubuh Dewa Wiqya san Siyue lolos dari lubang yang hanya pas pada tubuh mereka , dengan cepat pintu mengecil dan menghilang . Melihat semua itu, semua orang bagai tak bisa bernafas . Semua orang terdiam dengan wajah pucat. Tak kama terdengar hebysan nafas lega terdengar dari setiap orang. saat mereka melihat Siyue dan Dewa Wiqya terduduk di tanah . dan tak lama terdengar teriakan kemenangan dari para prajurit juga para perwira dan para penduduk yang telah menjadi korban penculikan. Sedangkan Dewa Widya dan Siyue saling berpelukan karena bahagia.
"Dasar kalian ya...aku sampai ketakutan dan ingin masuk kembali saat melihat kalian belum keluar dan pintu semakin mengecil..!" seru Dewa Saora sambil memeluk keduanya . terlihat tetesan air mata jatuh di pipinya.
"Bagaiaman mungkin kami tidak keluar... sedangkan di istana, ke dua putra kami menunggu kedatangan kami ..." ucap Dewa Wigya sombong. Namun terlihat air mata jatuh dari pipinya.
"Dasar Pria sombong...dalam keadaan seperti ini pun kau masih tetap sombong... tapi pantas juga melihat kekuatanmu yang mampuh membuat Raja Iblis hampir mati . Tapi siapa yang telah menolong Dia ya..?" ucap Dewa Saora penasaran .
"Siyue fikir pasti guru dari Dewa iblis guru..." jawab Siyue.
"Tapi tunggu dulu Yue'er...dari mana kau tahu kalau akan terjadi sesuatu tadi...?" tanya Dewa Saora lagi.
"Entahlah guru...saat Raja Iblis tadi menghilang , tiba- tiba ada bayangan kehancuran tempat itu. Karena itulah aku berteriak pada kalian untuk segera pergi dari tempat itu..." ucap Siyue.
"Untunglah kau cepat membawa kami pergi. Kalau tidak pasti kami sudah menjadi tumbal kerajaan Iblis..." ucap Dewa Saora bergidik ngeri.
"Benar kata anda Yang Mulia...untung saja Dewi Siyue cepat membawa kita pergi..." ucap Dewa Wuchan . Dan terdengar suara kekaguman dari para prajurit dan penduduk terhadap Siyue .
"Ya sudah lebih baik kita cepat pergi dari Sini, dan kalian semua...( Siyue menatap para penduduk. ) dari mana Asal kalian...?" tanya Siyue lembut.
"Kami dari bermacam daerah Dewi... Ada yang berasal dari kota sekitar, tapi banyak juga yang berasal dari kuar kota..." jawab salah satu dari mereka.
"Oo..lalu apakah ada yang berasal dari daerah atau desa sekita sini saja...?" tanya Siyue .
"Desa di sekitar sini sudah pada pergi meninggalkan Desa mereka, karena banyak penduduk yang mendapatkan teror ataupun penyiksaan dari para prajurit kerajaan Iblis Yang Mulia..." ucap salah satu penduduk.
"Baiklah kita keluar dulu dari hutan ini. Nanti kita bicarakan solusinya agar kalian cepat kembali ke tempat kalian..." kata Siyue dengan tegas.
"Trimakasih yang Mulia ..." jawab mereka serempak Merekapun segera keluar dari hutan Halimun
Aah...cukup dulu ya....aku lanjut besok lagi.
__ADS_1
Jangan lupa like, vite dan kinennta aku tunggu .
Bersambung .