DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
BERUANG SALJU .


__ADS_3

"Dasar gadis nakal.. Kau fikir racun Ivy , racun biasa ..." ucap Raja sambil mengusap kepala Siyue pelan. Siyue hanya tertawa pelan.


"Kita lihat kamar Kakak yuk...." ajak Siyue.


Siyue segera menarik tangan Raja menuju kamar Wei Zi. Sesampainya di sana, mereka melihat Wai Zi sedang duduk di jendela sambil melipat tangannya.


"Ha ha ha... kenapa kau cemberut seperti itu kak... ?" kata Siyue sambil tertawa.


"Kenapa mereka menargetkan kita...apa ada yang tahu kepergian kita....?" kata Wei Zi kesal.


"Mereka sepertinya perampok biasa Kak...tapi kalau memang kejadian ini membuatmu takut kita ketahuan. Lebih baik kita melanjutkan perjalanan kita malam ini .." ucap Siyue ..


"Tapi mana mungkin Yue'er... Pasti mereka telah memata - matai kita sekarang ini, jadi jika kita keluar, kita akan ketahuan..." kata Wei Zi.


"Kenapa mesti takut Sich...kita habidi saja mereka..." kata Raja yang sudah kesal sejak tadi .


"Gege...lebih baik kita menghindari keributan . Kita fikirkan nanti sajalah. Lebih baik kita melanjutkan perjalanan kita. Sepertinya kita sudah tidak aman lagi di Sini...." ucap Siyue.


"Tapi kita belum tentu bisa keluar dari desa ini pada malam sepeti ini...." kata Wei Zi lagi.


"Yue'er...kau masukkan saja kuda-kuda itu kedalam ruang teratai. Lalu kalian memakai ilmu meringankan tubuh kalian . Kalian bisa keluar dari sini. Nanti sampai di luar desa, kalian bisa naik di punggungku...." Kata Feng Qui.


"Apa tidak merepotkan dirimu Qui...?" tanya Siyue.


"Tidak akan..." jawab Feng Qui. Akhirnya Siyue mengikuti saran dari Feng Qui. Mulanya Wei Zi tidak mengerti. Namun dia tetap mengikuti apa yang di katakan Siyue. Xiao Tu segera memasukkan ketiga kuda kedalam ruang Teratai. Setelah itu Siyue, Raja, dan Wei Zi segera berganti pakaian hitam seperti mereka para penjahat . Lalu secepat kilat keluar dari desa itu dengan cepat. Dan benar saja kata Feng Qui. Saat mereka keluar dari desa tidak ada yang menyadarinya. Setelah sampai di luar Desa Feng Qui segera berubah menjadi besar. Melihat semua itu. Wei Zi tertawa gembira .


"Hey ..burung Phoenix...kita berjumpa lagi..." serunya gembira.


"Kak jangan bercanda dulu...ayo cepat naik....!" seru Siyue.


"Kita naik Burung Phoenix...?" ucapnya tak percaya.


"Iya ayo cepat...." ucap Siyue yang sudah melompah bersama Raja Chu Tian Ji .


Mendengar ucapan Siyue , Wei Zi segera melompat dan duduk di belakang Raja. Setelah merasa ketiganya berada di atas tubuhnya. Feng Qui segera terbang mengudara. Dia seperti tahu arah mana jalan menuju gunung Naga salju.


Setelah agak jauh dari tempat tadi, Siyue segera menyuruh Feng Qui menurunkan mereka. Dengan patuh Feng Qui menurunkan mereka di dekat sebuah desa. Setelah turun dan kembali mengeluarkan kuda , mereka melanjutkan perjalanan mereka. Saat melalui sebuah desa , mereka menyempatkan diri untuk membeli makanan . seperti pada desa- desa yang mereka lalui, setiap melihat kuda yang mereka miliki mereka akan menjadi pusat perhatian semua orang apalagi ketampanan sang pemilik.


Tak terasa hampir satu bukan sudah mereka menempuh perjalanan , segala rintangan mereka hadapi. Kini mereka telah melihat gunung Naga salju yang terlihat dari jauh putih bercahaya . cuaca di sekitar gunung terlihat berkabut hingga terasa dingin menusuk. Melihat itu Raja berkata.


"Sayang... Kalau kau memiliki baju hangat pakailah hawa sudah mulai dingin. Ucap Raja saat mereka beristirahat sebentar. Siyue teringat kalau di ruang ganti istananya dia memiliki baju hangat tebal.


"Sebentar gege.." ucap Siyue.


Tanpa setahu Wei Zi , Siyue masuk kedalam ruang Teratai nya dengan cepat. Setelah mengambil tiga baju tebal, Siyue segera kembali di dekat sang Raja. Wei zi yang memperhatikan gunung Naga Salju tidak menyadarinya. Siyue segera memberikan baju tebal pada Raja dan juga Wei Zi.


"Dari mana kau mendapatkan baju ini Yue'er...?" tanya Wei Zi.


"Di Cincin ruangku..." jawab Siyue. Sedangkan Raja Sibuk membantu Siyue menggunakan baju hangat itu . walau sebenarnya Siyue bisa menggunakan sendiri.


Setelah beristirahat sebentar, mereka melanjutkan perjalanan . beberapa waktu kemudian, mereka telah sampai di kaki gunung Naga Salju. Udara dingin sangat menusuk kulit dan tulang. Akhirnya mereka menyalurkan tenaga Qi keseluruhan tubuh. Namun tiba- tiba Xiao Tu berkata .


"Yueyue...Little Missi memaksa ingin keluar...!" ucap Xiao Tu.


"Baik bawa Dia keluar..." ucap Siyue. Begitu juga dengan Twins Naga yang ada di Raja. Mereka segera keluar dari ruang Teratai dan ruang Dimensi. Terlihat mereka melingkari tangan Siyue dan Raja dengan kepala menatap kearah gunung. Gunung yang terlihat putih itu di selimuti Awan . Namun Wei Zi tidak mengetahui kehadiran Twins Naga yang berada di lengan Siyue dan Raja. Mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka.


"Kenapa kalian ingin keluar,..?" tanya Siyue


. "Entahlah Ibu...aku merasa ada perasaan akrab di dalam tubuhku saat berada di sini. Dan entah mengapa aku merasa aku akan bertemu dengan sesuatu, entah apa itu...." ucap Little Missi.


"Benar ibu...aku juga merasakannya..." ucap Twins yang ada di tangan Raja. Percakapan mereka hanya Raja dan Siyue yang mendengar, sedangkan Wei Zi tidak. Dan kini mereka sudah mulai memasuki daerah gunung. Karena terlalu dingin, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Siyue menyuruh Xiao Tu membawa ketiga kuda masuk kedalam ruang Teratai. Tiger dan Feng Qui di paksa masuk m kedalam Ruang Teratai. Kini yang di luar hanya Xiao Hau dan Twins Naga. Siyue memaksa Ivy untuk masuk kedalam ruang Teratai juga .


"Yueyue....aku merasakan Rasa akrab yang berasal dari gunung itu....!" seru Xiao Hau yang sekarang berada di dada Siyue dalam bentuk teratai. Melekat pada baju Siyue.


"Mungkin karena salju yang menumpuk Hau..." ucap Siyue.


Mereka melangkah dengan Ringan kedalam hutan yang di tutupi salju. Mereka bertiga semakin Naik . Ternyata masih banyak tumbuhan yang masih dapat hidup di bawah dinginnya salju.


"Kak...kau tidak salah arah menuju tempat guru...?" seru Siyue.


"Tidak,...aku sudah beberapa kali datang kemari. ...." jawab Wri Zi meyakinkan .


Namun percakapan mereka terhenti saat di depan mereka berdiri seekor Beruang Salju yang sangat besar. Matanya merah menatap kearah mereka bertiga .


GRRAAAA...!!


Aumannya membuat merinding tubuh bagi mereka yan tidak memiliki kemampuan beladiri.


"Waah...aku tidak menyangka kalau kita akan mendapat penyambutan yang sebaik ini..." ucap Siyue sambil tertawa senang.


"Siyue...apa yang kau ucapkan, Beruang ini adalah beruang salju, dan yang aku dengar, beruang salju yang berada di sini memiliki kekuatan setara dengan beberapa kultivatir tingkat Kaisar. Janga. meremehkan Dia Yue'er..." ucap Wei Zi memperingati.


"Baik aku tahu kak..." jawab Siyue sambil tersenyum .


"Sekarang biarkan aku menghadapi binatang ini...!" seru Wei Zi sambil berjalan kearah beruang Salju itu.


"Kak...tunggu kak....kali ini biarkan Siyue bermain-main dengan hewan ini sebentar. sudah beberapa hari , kita ada diatas kuda , jadi biarkan Siyue olah Raga....!" seru Siyue sambil berjalan kearah Wei Zi yang berjalan kearah beruang. Wei Zi terdiam sejenak . tak lama dia berkata.

__ADS_1


"Baiklah tapi kau harus hati-hati. Dia sangat berbahaya...." Ucap Wei Zi lagi.


"Trimakasih Kak...tenang saja, aku akan hati- hati..." ucap Siyue. Raja yang tahu niat sang Kekasih hanya bisa tersenyum


"Hati- hati sayang..sepertinya dia agak ganas .." ucap Raja sambil membelai kepala Siyue.


"Jangan khawatir Tian'ge...." ucap Siyue. Dia segera berjalan mendekati beruang salju itu yang terlihat sangat marah.


Namun setelah dekat , Siyue kaget. Wajah beruang itu seperti menahan rasa sakit. Dia memperhatikan Beruang yang siap bertempur itu.


"GRAAAAU... ."


"GGRRRAAA..


Terdengar teriakan beruang itu kembali.


"Tunggu..tunggu....sepertinya kau terluka...?!" tanya Siyue sambil mengangkat tangannya.


tanda damai.(semoga dia mengerti batin Siyue)


GRAAUU..."


kembali beruang itu berteriak marah dan siap menyerang Siyue dengan kekuatannya .


" Hey....jangan marah....aku tidak akan menyakitimu....bukankah kau terluka....? tenanglah...aku akan mencoba menolongmu kau tenang ya...."ucap Siyue dengan lembut. Beruang Salju terlihat agak melunak.


"Nach begitu...kau tenang Ya...sekarang kau diam dan duduk...." ucap Siyue lembut.


Dan tak lama terlibat Beruang semakin sabar. Dia menatap Siyue dengan tatapan rumit.


"Baik. aku akan melihat lukamu. Kau terluka kan..? Dan sekarang duduklah...bagus... duduk, duduk dengan baik ya..." ucap Siyue sambil mendekat.


"Yue'er...hati-hati...!" seru Wei Zi dan Raja hampir bersamaan. Siyue tidak memperdulikam ucapan kedua pria itu. Dia mendekat dan sambil mengusap tubuh beruang dengan lembut.


"Baik sekarang biarkan aku melihat lukamu..." ucap Siyue. Siyue segera berjalan mendekat , dan dia mulai memegang tangan beruang itu untuk memeriksa. Sepertinya beruntung itu mengerti. dia diam saja .


"Ck...ternyata kau terkena Racun juga...siapa yang tega melukaimu...." ucap Siyue dengan lembut. Dia lalu berjalan kebelakang tubuh Beruang itu. Dan benar saja , punggung beruang iti terluka sangat lebar dan mengeluarkan banyak darah. Sepertinya sebilah pedang telah merobek punggungnya. Dengan lembut Siyue mengusap bahu si beruang .


"Kau diam saja Ya...jangan banyak bergerak. Lukamu cukup parah dan sepertinya seseorang telah sengaja melukaimu. Tapi Sepertinya tempat ini tidak baik untuk mengobatimu. Kau punya tempat tinggal...?" tanya Siyue.


"GRAAAUUU.."ucapnya.


"Baik..kau bawa aku ketempatmu kita akan mengobatimu di sana ..." ucap Siyue.


"GRAAAU...." ucapnya pelan.


"Oo...ini tempatmu...baiklah ayo masuk..." kata Siyue.


"Yue'er....!" seru Raja ketakutan .


"Gege jangan cemas aku akan mengobati beruang ini , .." ucap Siyue.


"Tapi Yue'er..." ucapnya dengan raut wajah ketakutan.


"Baiklah gege bisa masuk bersamaku , Dan kau kakak.....tolong tunggulah disini. Tolong Jangan sampai ada orang yang mengganggu kami. Aku akan menolong beruang ini dulu..." ucap Siyue.


"Baik pergilah...." ucap Wei zi. Siyue segera masuk kedalam goa, Raja mengikurinya. Namun saat Raja ikut, beruang itu menggeram.


"Jangan takut...dia kakaku, dia tidak akan menyakitimu...." ucap Siyue sambil tersenyum lembut. Beruangpun melangkah masuk walaupun dia masih menatap Raja dengan curiga.


Sesampainya di dalam , Siyue menyuruh beruang berbaring telungkup. Dan dengan. Patuh beruang itu mengikuti perintah Siyue. Siyue mulai membersihkan luka beruang dengan air suci. Lalu mengeluarkan jarum akupunturnya. Dan mulai bekerja dengan jarum - jarum itu. Raja hanya melihat semua yang di lakukan Siyue dengan wajah cemas . Dan tak lama terlihat jari tangan Siyue mulai bergetar . bersamaan dengan itu, jarum di tubuh Beruang bergetar pula. Cukup lama Siyue melakukannya . hingga akhirnya. Dari dalam luka itu keluar darah hitam dan berbau. Dan tiba- tiba pula beruang memuntahkan darah hitam juga. Siyue tetap melakukan pengobatannya dengan cermat .


Setelah agak lama dara yang keluar dari tubuh beruang itu berubah merah cerah . Siyue segera mengakhiri pengobatanya. Dan mencabut kembali jarum dari tubuh beruang. Terlihat darah yang mengalirpun berhenti . " Siyue menyuruh beruang duduk. Dia memberikan pil penyembuh khusus hewan. Saat Siyue memberikan pil itu. Terlihat wajah beruang terharu.


"Terimakasih..." ucapnya dengan suara besar .


"He he he ...ternyata kau bisa berbicara juga..." goda Siyue.


"Aku beruang Salju menunggu gunung ini...mana bisa kau samakan dengan beruang Roh biasa. Aku ini mahluk Ilahi..." ucap Beruang itu dengan nada bersahabat.


"Ternyata kau bisa juga bersikap manis Ya... lalu kenapa kau tadi bisa terluka....tapi tenang saja, luka dan Racun yang di tubuhmu sudah kuatasi. Esok hari Kau akan segera pulih kembali..." ucap Siyue


"Seseorang ingin membunuhku karena dia menginginkan sesuatu yang aku miliki..." ucap Beruang itu.


"Aah.. Begitu...lalu di mana orang itu...?" tanya Siyue.


"Sudah kubunuh..." ucap beruang itu dengan tenang.


"Lalu untuk apa kau datang kemari...?" tanya Beruang itu lagi.


"Aku ingin bertemu dengan Guruku yang katanya ada di sini..." kata Siyue.


"Gurumu ada di sini...itu tidak mungkin..tidak ada orang yang bisa tinggal disini...siapa gurumu . ..?" tanya beruang lagi.


"Namanya guru Yun Jin.. Kata temanku dia tinggal di sini..." kaya Siyue


"Oo..tuan Yun Jin...aku tahu tempatnya. Dia di sini sedang merawat saudaranya kan..." ucap beruang itu.

__ADS_1


"Benar....kau mengenalnya...?" tanya Siyue berharap beruang itu bisa membawa mereka pergi .


" Tentu saja..karena kami sering bertemu. kalau begitu akan kutunjukkan tempatnya. Tapi sebelum itu. Aku akan memberikan sesuatu padamu..." ucap beruang itu.


Dia lalu masuk lebih dalam lagi kedalam goa . Dan tak lama dia keluar dengan membawa kotak hitam tidak terlalu besar . Dia memberikan kotak hitam itu pada Siyue


"Apa ini...?" tanya Siyue dengan wajah heran .


"Kau bisa melihatnya..." ucap Beruang Itu. Siyue segera membuka kotak. Dan betapa terkejutnya Siyue karena di dalam kitak itu ada sebuah gingseng. Namun warna ginseng itu merah menyala. Ternyata itu adalah gingseng merah yang berumur ratusan tahun.


"Gingseng merah...!" seru Siyue dan Raja hampir bersamaan.


"Ya ...itu gingseng merah...dan didalam kotak itu, aku memiliki beberapa gingseng merah kecil . kau bisa menanamnya..." ucap Beruang itu.


"Tapi beruang...ini sangat langkah..gingseng ini sangat berharga untukmu. Dan aku yakin, kau terluka karena gingseng ini kan....?" ucap Siyue .


"Benar...tapi aku merasa kalau benda itu lebih aman bersama denganmu..." ucap beruang Salju dengan wajah yakin.


"Tapi...." Siyue berusaha menolak.


"Aku harap kau tidak menolaknya Putri...." ucap beruang itu.


"Kau tahu aku wanita...?" tanya Siyue kaget.


"Aku bukan manusia. Tentu saja aku tahu kau seorang wanita. Apalagi sikap temanmu yang terlalu menghawatirkan dirimu ...." ucap Beruang itu .


"Baiklah akan aku terima barang ini. Aku ucapkan terimakasih. " kata Siyue sambil memberikan kotak itu pada Xiao Tu yang memang Siyue panggil . Melihat Xiao Tu beruang itu kaget.


"Kelinci darah....!" serunya kaget.


"Kau mengenal Kelinciku....?" kata Siyue.


"Tunggu... A..apa..apakah kau gadis darah Phoenix...!" seru beruang itu dengan wajah kaget .


"Dari mana kau tahu itu...?" ucap Siyue dengan wajah heran. Begitu juga dengan Raja. Tiba- tiba beruang itu bersujud di depan Siyue.


"Yang Mulia....maafkan hamba...maafkan hamba yang tidak mengenali yang Mulia....!" seru beruang itu sambil sujud dan menangis.


"Hey...apa- apaan kau ini...bangun...ayo bangun...!" seru Siyue dengan wajah heran.


"Tidak yang Mulia...hamba tidak akan bangun sebelum yang Mulia memaafkan hamba..." ucap beruang itu sambil memukul kan kepalanya ke tanah .


"Iya, iya aku memaafkan kamu, lalu siapa kau ini...?" tanya Siyue dengan wajah heran.


Beruang itu segera berdiri. Dan dia segera berkata.


"Hamba adalah pelayan Yang Mulia...seperti juga kelinci darah . dan lotus putih..." ucap beruang itu .


"Xiao Tu...kau mengenal dia...?" tanya Siyue pada Xiao Tu yang terlihat menatap beruang dengan cemooh .


"Cih...dasar bodoh...begitu saja kau tidak bisa mengenal majikanmu, kau tadi hampir menyerang Yueyue...memalukan.." ucap Xiao Tu dengan wajah kesal .


"Maaf.. maafkan hamba Putri... Ampunkan hamba yang bodoh ini....! " ucap Beruang kembali bersujud meminta maaf .


"Sudah, sudah tidak masalah....berdirilah..." ucap Siyue.


"jadi kau mengenalnya Xiao Tu...?" tanya Siyue lagi .


"Tentu saja Yue'er...kami mengenalnya...." ucap Xiao Hua yang tiba - tiba sudah berdiri bersama Xiao Tu.


"Lalu kenapa kalian Diam saja....?" tanya Siyue.


"Aku kesal padanya Yueyue...apakah dia tidak bisa mencium darah Phoenix mu..? Beraninya dia tadi ingin menyerangmu. ..." kata Xiao Tu marah .


"Xiao Tu...mungkin dia tadi karena terluka, jadi indra penciumannya terganggu..." kata Siyue kembut .


"Benar kata Putri...aku terluka hingga tidak bisa mencium farah Phoenix Putri...." ucap Beruang Salju membela diri.


"Ya sudah apakah sekarang kau akan tetap tinggal di Sini...?" kata Siyue.


"Mana mungkin Putri...hamba di Sini karena menunggu putri..." ucap beruang itu .


"Lalu setelah bertemu apa yang akan kau lakukan...?" tanya Siyue .


"Hamba akan ikut Putri kemanapun..." jawan beruang Salju .


"Ya ampuuun...bertambah lagi keluargaku..." batin Siyur .


"Baiklah ..kau boleh ikut. tapi sekarang kau bawa aku ke guruku dulu..." kata Siyue.


"Baik Yang Mulia...tapi disini ada satu lagi yang menunggu kedatangan yang Mulia...." ucap Beruang Salju. Namun sebelum Siyue bertanya. Tiba - tiba terdengar gemuk suara sangat keras. Dan tak lama terdengar suara


" GRRAAAAA.....PUTRIIII.... PUTRIII...KAU DATANG.... KAU SUDAH DATANG....!" seruan keras terdengar memecah udara dingin di Gunung salju itu . semua itu membuat Siyue, Raja dan Wei Zi yang tadi berada di luar kaget bukan main, Wei Zi segera masuk kedalam goa .


Soal di sini dulu ya....aku lanjut besok lagi .


Janga. lupa like, vote, dan komennya aku tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2