DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KEPERBATASAN 2


__ADS_3

"Sudah jangan Kau permasalahkan masalah pengawalku , Ayo kita berangkat ..." ajak sang Raja pada sang Jendral yang juga merupakan sang adik kandung .


Akhirnya mereka berangkat menuju perbatasan . Saat pangeran Weisan melihat kelima kuda yang menjadi tunggangan mereka berlima . Dia berseru kagum namun dia tidak sempat bertanya Karena Raja telah memacu kudanya dengan cepat bersama keemapat pengawalnya mendahului mereka semua. . begitu juga dengan para prajurit khusus yang juga mengendarai kuda. Mereka kagum saat melihat kuda yang Di naiki para pengawal Raja . Terutama kuda milik Raja dan Pria Muda itu. Kuda milik Raja memang kuda nomer satu. Dan kini hidupnya di ruang Teratai. Maka kuda nya semakin kuat, besar dan tinggi. Melebihi bentuk dari kuda biasa. Begitu juga dengan kuda putih yang di naiki pria Muda pengawal sang Raja. kuda itu teramat bagus. ( White yang memang merupakan kuda pilihan dari Alam bawah itu memang sangat undah) apalagi telah hidup Bertahan- tahun di ruang Teratai dan merupakan penghuni ruang Teratai, membuat kuda itu bentuk fisiknya jauh lebih kuat dari kuda biasa. Karena itu siapapun yang melihat White, mereka akan sangat terpesona bahkan mungkin ingin memiliki White. Para prajurit terkagum- kagum melihat jeoergian mereka . Raja memacu kuda nya dengan cepat.


"Yang Mulia...apakah kita tidak akan menunggu Adik anda...?" Tanya Siyue sambil memandang Sang Raja.


"Biarkan saja...kita akan menunggu nya nanti sambil beristirahat ..." Jawab Raja. Siyue pun mengikuti keinginan Raja Chu Tian Ji .


Sedang kan di sebuah rumah, seorang gadis dan sang Ayah terdengar berteriak kesakitan Karena tubuh nya yang sudah banyak terluka Karena garukan . Tubih mereka terasa gatal sekali walau sudah di garuk sampai terluka namun masih tetap gagal . kini terlihat ruam - ruam serta luka - luka garukan memenuhi sekujur tubuh mereka . banyak goresan kuku di wajah dan tubuh mereka . Tapi mereka tetap menggaruk.


"Ayah... Ibu..tolong aku..!"seru gadis itu ang ternyata Lusia sambil menggaruk sekujur tubuhnya .


"Nak...apa yang harus ibu lakukan...sudah dua tabib yang kita panggil , tapi penyakit yang kau derita tidak sembuh. jangan kan sembuh , berkyrang saja tidak... " ucap Sang Ibu.


"Ya Ibu Cari tabib atau Dokter lainnya...Tolong Bu...aku tidak Tahan dengan rasa gagal ini...!" teriak sang Putri .


"Bauklah akan aku coba pelayan mencarikan tabib atau Dikter lagi...." ucapnya dengan bingung . Dia pun memanggil pelayan untuk mencari tabib lagi . Dan di kamar yang lain sang suami juga Merasakan badan nya yang gagal. Namun tidak separah sang Putri. Sudah dua tabib yang mereka panggil , tapi pil dari mereka tidak bisa mengurangi rasa gagal para tubuh mereka.


"Ibu...panggilkan tabib lagi IBU...aku tidak Tahan dengan gatal ini...!" Seru nya dengan kesakitan dan rasa gagal para tubuh nya .


" Iya ibu sudah menyuruh pelayan memanggil tabib....Sebenarnya kalian ini kenapa. Tidak Ayah tidak anak terkena penyakit gatal seperti ini....Ada apa dengan Kalian.. Rencana kalian gagal, Malah sekarang kalian mendapat penyalit deperti ini...!" Seru sang Ibu dengan kesal.


Akhirnya Dia berjalan ke kamar sang Suami Karena mendengar sang Suami memanggil Namanya. Sesampainya di kamar pribadinya, Dia melihat sang suami terlihat kesakitan menggaruk tubuh nya. walaupun tidak separah dang putri. istri tuan Shan Qi berdua membantu sang Suami untuk menggaruk tubuh bagian punggungnya. Terlihat tubuh sang Suami seoerti tubuh sang Putri. Terlihat ruam di sekujur tunuhnya . Tak berapa lama dokter datang . Dia segeta menyuruh dokter masik kekamar Agar bisa mengobati penyakit suami dan Putrinya.


Sedangkan di perjalanan terlihat Siyue , Raja dan Ke tiga pengawalnya sedang duduk beristirahat di tenda yang memang sudah mereka buat. Sudah dua hari ini mereka menempuh perjalanan tanpa henti. Mereka hanya beristirahat untuk munum dan mengistirahatkan dan memberi makan dan munum kuda sebentar . Ye Xie dan Ye Gu serta Ye Mai sudah membuatkan tenda untuk Raja dan Putri. Semua Karena permintaan Raja. Sedang Siyue sendiri tak keberatan Karena dia akan beristirahat di Ruang Teratai. Mereka kini sedang menunggu para Prajurit yang tertinggal jauh. Mereka memilih beristirahat di tengah hutan itu Karena hari telah malam . Siyue menyiapkan makanan yang dia.ambil dari ruang Teratai. Mereka menikmati makan bersama berlima


Raja memang seperti Siyue. Mereka selalu makan bersama para pengawal ataupun sahabatnya.


Setelah mereka selesai makan dan duduk beristirahat , barulah rombongan jendral datang. Melihat sang Raja duduk bersama keempat pengawalnya , Setelah memberi perintah ustirahat pada Prajuritnya, Pangeran Waisan mendekat pada Raja dan berkata.


"Kak...kenapa Kau pergi dahulu , bagaiaman kalau Ada yang menyerangmu...!" ucap Pangeran Weisan sambil menatap Siyue yang Sedang mau memakan buah apel yang baru dia ambil dari depan Raja. Namun sebelum Buah itu tergigit apel telah berpindah tangan.


"Kau tidak sopan dan kurang ajar , berani sekali Kau mengambil buah milik Raja...!" Hardik nya marah. Siyue hanya menatap Pangeran Weisan dengan. tenang.


"Weisan....!" Seru Raja marah. Namun Siyue memegang pelan tangan Raja yang ingin berdiri .


"Kakak...jangan terlalu memanjakan dan memberi hati pada bawahanmu...Di mana ketegasanmu dulu..? Jika Kau biarkan pengawalmu tidak menghormatimu lagi, fengan teroaksa aku akan menghukum mereka kak...walaupun dia anak buahmu , aku tidak suka itu kak.. Kau ini Raja kerajaan Darga.... Dan Kau...lebih baik Kau pergi Dari sini. Tinggalkan Raja aku memecatmu.. Jangan Karena ketampananmu Kau menghilangkan sopan santumu...!sekarang Kau pergi dari kakaku, kami tidak membutuhkan Kau di sini..." Seru Jendral Weisan marah . Raja berdiri dengan marah . Namun Siyue memegang tangan nya lembut.


"Tidak usah bertengkat, aku akan pergi... Kita berjumpa lagi nanti Tian'ge...Mai, Xie dan Kau Gu...jaga Raja dalam perjalanan..." Ucap Siyue.


"Tapi Siyue....!" Seru ketiga Pengawal itu berbarengan.


"Tidak Yue'er...aku tidak akan membiarkanmu pergi...!" Teriak Raja marah. Terlihat tatapan mata membunuh dari Raja yang di tujukan para adik kandungnya Pangeran Weisan. Namun sebelum kemarahannya meledak, tiba- tiba datang seekor kuda dengan membawa penumpang yang berlumuran darah. Dan pakaian itu Adalah pakaian prajurid Kerajaan Darga .


"Yang Mulia...syukurlah hamba menemykan yang Mulia...." Ucap pria di atas kuda. Dia turun dengan sudah Payah sambil turun di bantu Beberapa prajurit .


"Ada apa prajurid....seru Pangeran Weisan sambil mendekati Prajurut itu .


"Jendral Muda Chanro dalam bahaya. Pasukannya telah terkepung oleh musuh...!" Seru prajurit itu sebelum dia pingsan. Berita itu membuat semua orang kaget dan tertegun. Namun Siyue segera berkata.

__ADS_1


"Raja ikut denganku, Qui berubahlah...!" Teriak Siyue.


"KAAAAAK....


"KAAAAAAK....


Terdengar teriakan nyaring di udara. Dan tak lama terlihat seekor burung berwarna - warni Melayang Turun dari udara. Siyue segera memasukkan kudanya kedalam Ruang Teratai. Sedangkan Raja segera berkata pada Ye Mai .


"Mai...pakai kan kuda milik ku pada Pangeran Weisan , kami pergi terlebih dahulu...!" Seru nya sambil melompat ke udara menyusul Siyue yang sudah berada di atas punggung Feng Qui .


" Baik yang Mulia ..." seru Ye Mai. Dan tak lama burung itu telah mengudara dan pergi dengan cepat meninggalkan mereka.


"Jendral...anda mendengar perintah yang Mulia bukan...?" Kata Ye Mai yang masih kesal dengan Ucapan Pangeran Weisan pada Siyue tadi. Semua orang masih terlihat tercengang melihat kehadiran burung besar yang membawa Siyue dan Raja pergi. tak terkecuali Pangeran Waisan .


"Heeyyy...apakah kalian akan tetap tinggal di sini...?" Seru Ye Mai kesal . Mendengar suara Ye May Pangeran Waisan tersadar.


"I...itu..Yang Mulia...." Ucapnya gagap.


"Apa salahnya Dia pergi bersama pengawalnya..?" Jawab Ye Xie.


"Bukan...maksudku Siyue itu...?" Ucap Pangeran Weisan dengan heran.


"Anda akan melihatnya nanti, lebih baik anda sekarang naik kuda milik Raja, setelah itu kita akan cepat melanjutkan perjalanan kita. jangan sampai kita terlambat dalam menolong Jendral Muda Chanro..." Ucap Ye Mai sambil melompat ke atas kuda nya. Mendengar ucapan Ye Mai. Pangeran Waisan segera naik keatas kuda milik Raja. . dan segera mereka memacu kuda mereka dengan cepat. Untunglah perbatasan sudah tidak jauh lagi.


Sedang kan Siyue dan Raja di bawa Terbang Oleh Feng Qui menuju pertempuran. Dan benar saja , dari jauh terlihat oasukan Jendral Muda Chanro mulai kewalahan menghadapi oasukan yang lebih besar yang menyerang mereka. Setelah agak dekat , Siyue dan Raja segera mrlompat turun .


"Pangeran... kenapa masih bengong...? Apakah dengan Cara bengong anda bisa membunuh musuh..!" Teriak Ye Xie yang masih marah atas ucapan Pangeran Waisan pada Siyue. Dan dia tahu kalau Pangeran berdiri bengong di sana Karena melihat sepak Terjang Siyue.


Mendengar teguran dari ye Xie, Pangeran Waisan tersadar. Dia segera turun ke pertempuran yang semakin seru . dan kini jeadaan terbali ,. musuh terlihat kewalahan mendapatkan serangan dari para pendatang Baru . Apalagi di tambah prajurit yang baru datang, pertempuran benar- benar di menangkan oleh prajurit Darga. Tak butuh waktu lama, prajurit kerajaan musuh dapat di pukul mundur. Kini hanya tinggal Beberapa prajurit mudah yang bisa lolos dari pertempuran . Tak lama terdengar teriak kemenangan dari para prajurit Darga . Setelah melihat keadaan telah aman, Siyue menyuruh para mahluk kontrak nya kembali ke dalam ruang Teratai untuk beristirahat .


"Kalian kembalikah..." Kara Siyue bertelepati.


"Baik Yue'er...ucap mereka bersama.


Tak lama mereka menghilang dari pandangan. Begitu juga dengan mahluk Kontrak Raja. Mereka kembali keruang Dimensi Raja.


Para Prajurit segera membawa teman mereka yang terluka kembali kebenteng . Sedangkan Jendral Muda Chanro menemui sang Raja.


"Salam yang Mulia... Chanro menghadap..." Ucap jendral Muda itu sambil memberi hornat.


"Sudah berdirilah... Kita kembali ke benteng..." Ucap Raja datar.


"Baik yang Mulia ...." jawab Jendral muda Chanro . Dia segera membawa para prajurid ke markas mereka . Dan Raja segera mengaja Siyue pergi ke benteng kerajaan Darga. Diikuti ketiga pengawal mereka. Ketiga pengawal Siyue sangat bangga pada sang Putri. Putri yang Begitu berani dan bergerak dengan lincah di dalam pertempuran, tetapi wajah kelelahan tidak terpancar sama- sekali dari wajah tampannya. Namun beda dengan Pangeran Waisan. Dia sesekali menatap Siyue seakan tak percaya. Di dalam tubuh yang terlihat lembut itu, ternyata terkandung kekuatan yang sangat besar. Mereka segera masuk kedalam benteng kembali.


Ternyata di dalam benteng pasukan kerajaan Darga terdiri dari Beberapa bes camp .melihat banyak nya prajurit yang terluka dan para medis yang tak cukup banyak, akhirnya Siyue San ketiga pengawal Raja ikut menangani para pasien . melihat itu, Raja segera mengajak Jendral Muda dan sang adik untuk masuk kedalan ruangan khusus milik raja. Sepertinya mereka akan membicarakan pembicaraan yang penting . Untunglah Siyue mempunyai alasan untuk tidak ikut kedalam ruangan itu. Saat para Dokter dan tabib serta para perawat yang melihat Siyue ingin membantu menolong Para prajurit. Mereka menatap Siyue Sinis. Hanya saja mereka tidak berani Terus terang Karena mereka mengenal Ke tiga pemgawal Raja.


Hanya saja mereka heran, kenapa ketiga pengawal Raja sangat hornat para pria Muda itu . namun cemohan mereka memjadi hilang saat Siyue dengan sempurna menolong para Prajurit yang terluka. Malah hasil dari pertolongan Siyue lebih baik dan rapi Dari hasil yang di lakukan mereka. Setelah selesai mereka segera keluar dari ruang pegobatan . Siyue keluar dari Ruang pengobatan dengan mendapatkan tatapan kagum dari para dokter dan tabib yang Ada di sana. Mereka berjalan kearah bes camp tempat Raja berada. ketika sampai di sana, mereka masih melihat kedua Jendral masih berada di sana. untuk menghindari masalah dengan Jendral Waisan, Siyue dan Ketiga pengawal Raja menunggu mereka di luar ruangan. Namun Raja Malah memanggil Siyue.


"Yue'er.. Kemarilah...untuk apa Kau duduk di luar.. " kata Raja memanggil Siyue.

__ADS_1


"Maaf yang Mulia lebih baik Siyue berada di luar saja...." Jawab Siyue datar . Mendengar jawaban Siyue terlihat wajah Raja kesal. Dia Bukan kesal pada Siyue tetapi pada sang adik yang telah membuat gadis kesayangannya marah. Sedang kan Jendral Muda Chanro heran melihat pria Muda itu berani menolak ucapan sang .Raja.. Terlihat Raja menatap pada sang adik dengan tatapan marah. Dan Pangeran Waisan tahu, Dialah yang membuat Siyue menolak panggialn sang Kakak . dan dia jadi heran pada sang Kakak. Bukan nya marah pada Siyue yang berani menolak panggilannya, tetapi mengapa Pria Dingin itu Malah menatap padanya dengan horor . tak Lana Raja keluar menemuimu Siyue dengan wajah kesal.


"Aah...kadihan pemuda itu...kenapa dia mesti menolak panggilan Raja...." Seru Jendral Chanro . namun mereka menjadi kaget saat Raja dengan lembut mengajak Siyue masuk ke dalam ruangan.


"Apakah Raja salah makan....? Apakah ini si Raja dingin itu...." Batin jendral Chanro. Dan Pangeran Waisan .


Akhirnya Siyue dan ketiga pengawal Raja masuk kedalam ruangan yang memang khusus tempat sang Raja. Setelah mengikuti pembicaraan Raja dan Jendralnya, Siyue tahu Kalau pasukan yang menyerang tadi Adalah pasukan terbesar kerajaan musuh . Mungkin mereka ingin menuntaskan pertempuran, agar mereka menang . untuk mengertak mudah dan membuat Jatuh semangat prajurit musuh, Siyue dan para mahluk kontraknya berencana membunuh jendral Musuh. Malam itu bersama para hewan penjaganya yaitu Feng Qui, Xiao Tu , Tiger , Liong Bay keluar dari benteng prajurit Kerakaam Darga. Mereka memggunakan tubuh Feng Qui yang tak terlihat. Saat itu Raja sedang kembali berdiskusi dengan kedua jendralnya. Jadi saat Siyue keluar, dia tidak mengetahuinya. Ketika di dalam perjalanan menuju benteng Musuh, ternyata Musuh juga sedang melakukan apa yang Siyue lakukan, mereka ingin Menyerang bentemg Kerajaan Darga di malam hari . Dan saat Siyue melihat kehadiran mereka di pertengahan jalan menuju benteng mereka . Siyue pun segera menghadang.


"Ck...jangan kalian katakan kalau kalian ingin menyerang benteng Kerajaan Darga malam ini...?" Kata Siyue sinis menghadang perjalanan mereka.


"Kau anak Muda...jangan ikut campur ususan kami..." Ucap salah satu Dari mereka yang


terlihat mempunyai wibawa cukup besar.


"Yue'er...kekuatan mereka rata-rata cukup tinggi....." Ucap Tiger .


"Benar Putri...tapi jangan khawatir. Kami masich mampuh menghadapi mereka .


"Bagus...kalau begitu kita hadapi mereka..." Jawab Siyue. Saat itu Siyue memang memakai seperti rakyat atau kultivator pada umum nya bukan sebagai tentara Kerajaan Darga. Tidakkah mereka sadar kalau serial orang yang Ada di Medan pedang tetap di katakan prajurit. mendengar mereka bersikap seoerti itu , Siyue berkata .


"Mana mungkin saya akan diam saat Kerajaan Saya Ada yang ingin mengganggu..." Jawab Siyue dingin.


"Sekali lagi aku katakan pergilah anak muda , sebum Kau mendapatkan masalan Dari kami..." Ucap Pria itu lagi.


"Bukankah aku sudah bilang aku tidak akan tinggal diam jika kalian ingin membuat masalah di kerajaanku....tapi jika kaluan memajsa maka hadapi kami dulu..Qui , Tiger, Xiao Tu, Bay , Tongsa dan Ivy keluarlah..." Seru Siyue pada semua mahluk kontraknya. Dan kini berdiri di depan mereka


Delapan anak Muda dengan wajah tampan namun terasa dingin berdiri bersama pria Muda tadi . Tentu saja kemunculan mereka membuat orajurid musuh kaget .


"Kalian Siapa....?" Seru pria itu kaget.


"Bukankah kalian ingin menyerang Kerajaanku...? Dan kami merupakan penduduk kerajaan Darga..." Jawab Siyue dingin.


"Brengsek...ternyata kau tidak bisa di kasihani anak Muda...Kau mencari mati ....!" Teriak Pria itu marah.


"Kami tidak perlu rasa kasihan anda pada kami, sekarang hadapi kami..." Kata Siyue datar.


"Baik kalau itu maumu anak sialan , kalian semua...tangkap mereka ...jangan sisahkan satu orangpun untuk hidup , Bunuh mereka semua...!" Teriak Pria itu marah.


Mendengar teriakan sang pemimpin, mereka segera mengepung grombolan Siyue. Ternyata mereka tiga kali lebih banyak dari kelompok Siyue . Namun melihat semua itu Siyue hanya tersenyum. Dan mereka segera menyerang, maka terjadi pertempuran yang Sengit antara kelompok Siyue dan orajurud musuh . Dua orang yang menyerang Siyue ternyata memiliki kekuatan Hebat . Siyue segera mengeluarakan Pedang Tianfang dari ruang Terataianya. Sedangkan hewan kontrak Siyue terlihat menerima serangan dengan tertawa .


"Kalian ingin membunuh kami...? Apakah kalian mampuh...?!" Seru Ivy sambil tertawa.


"Oo...Kalian ingin menyentuhku...? Boleh, boleh....Ayo sentu aku , pukul aku..!" Seru ivy sambil teryawa riang. Begitu juga dengan yang lain, mereka bertemour bagai mendapat mainan baru. Dan di benteng kerajaan Darga, Raja yang sedang berdiskusi dengan dua jendralnya terkejut saat mendengar salah satu prajurit melapor kan kalau di pertengahan Padang di depan markas atau Benteng terlihat Ada pertempuran sengit . Mendengar itu, dia langsung Kari kearah kamar Siyue benar saja dia tidak melihat gadis itu. Tapi dia masih berfikir posituf. Mungkin Siyue Ada di dalam Ruang teratai. Dia pun segera berlari keatas menara. Namun saat sorot Batu cahaya di sorotkan kearah pertempuran yang agak jauh dari Benteng. Mata Tajam nya melihat pertempuran yang sangat sengit. Dan dia melihat sosok yang sangat dia kenal. Dengan wajah cemas dia langsung Terbang keluar dari Benteng. Ketiga pengawal yang baru datang dan melihat sang Raja Terbang keluar, segera menyusul dengan cepat. Begitu juga dengan kedua jendral yang melihat itu.


Udahan dulu ya...maaf baru bisa up date 🙏


Jangan luoa like, vote dan komennya aku tunggu.


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2