
"Kalau Begitu Ayo kita menghadap Dewa Utama..." ucap Dewa Wiqya sambil menggadeng tangan Siyue. mereka bertiga segera berjalan kearah tempat ketiga Dewa utama berada. sedangkan di tempat para Dewa Dewi berada . mereka membicarakan kekuatan Siyue. dan banyak nya mahluk kontrak Siyue yang terlihat tadi ikut membunuh para penjahat itu. Namun mereka kini bisa melihat kalau para hewan kontrak Siyue semua telah hilang. Dan hanya satu yang kini mengecil dan berada di pundak Siyue.
"Dewi bulan ternyata yang Kau katakan benar sekali... Dia sangat kuat . namun terlihat dia sangat lembut dan penyayang . Lihat Dana tadi...para hewan Kontraknya sangat menyayangi dan melindungi Dia..." Ucap Dewi Malam.
"Benar yang Kau katakan Dewi malam...pada awal pertama kami melihat Dia, dia tidak terlalu menunjukkan kekuatan nya, tapi sekarang... Ya ampuuun.... Aku sampai tak percaya. Seorang anak manusia bisa memiliki kekuatan seperti itu. Terang saja Dewa Wiqya sangat memuja dan Mencintai gadis itu. Dan yang aku heran, sebagai seorang anak manusia Dia mampuh memiliki hewan kontrak yang sehebat itu Bukan hanya satu tapi Beberapa hewan kontrak lainnya... kita saja yang seorang Dewi tidak bisa memiliki hewan kontrak sebanyaknitu...." Ucap Dewi Tumbuhan.
"Tapi kenapa aku merasa begitu akrab dengannya. Entah kenapa aku merasa memiliki ikatan kuat dengannya..." Ucap Dewi Teratai.
"Hey...kenapa kita mempunyai perasaan yang sama Dewi Teratai .... Ada apa dengan gadis itu..." ucap Dewi Tumbuhan .
Sedangkan Di tempat lain, Dewa Yu sedang menghadap Dewa Brahmadya.
"Kau sudah tahu kelakuan Putrimu...? Apa yang akan Kau lakukan sekarang....",ucap Dewa Brahmadya para Dewa Yu.
"Ampunkan hamba yang Yang Mulia..hamba telah gagal mendidik Putri hamba.. bolehkah Hamba membawa putri hamba pergi...?" Ucap Dewa Yu dengan perasaan malu dan tertekan.
"Jangan Kau merasa bersalah pada kamu Yu.. memang benar Kau bersalah Karena Dewi Nadya merupakan Putrimu... Tapi kami juga bersalah . Dalam beberapa tahun ini Dewi Nadya tinggal di asrama, tapi kami tidak tahu kalau dia bisa keluar dan berhubungan dengan Klan Iblis itu.." Ucap Dewa Agung.
"Sekali lagi hamba mohon maaf yang Mulia.. Maafkan hamba...Kalau begitu boleh hamba membawa dia pergi...." pinta Dewa Yu dengan wajah sedih.
"Pergilah...tapi Kau harus tahu kalau Putrimu harus mendapatkan hukuman atas semua perbuatannya..." Ucap Dewa Brahmadya.
"Hamba mengerti yang Mulia..." Ucap Dewa Yu. Dewa Yu segera turun Ke Agrena bersama Beberapa pengawalnya. Dan mereka terlihat mendekati tubuh Dewi Nadya. Dan saat itu Siyue bersama beberapa Dewa yang baru bertarung berpapasan dengan Dewa Yu yang akan mengambil tubuh sang Putri. Melihat Siyue di antara para Dewa , Dewa Yu meminta pengawalnya mengurus tubuh sang Putri . Setelah itu dia menatap Siyue dan tersenyum sambil Menyapa .
"Namamu Siyue...?" Ucapnya lembut.
"Benar Yang Mulia..." Jawab Siyue sambil mengepalkan tangan di dada dan menunduk hornat . Melihat Sikap Siyue, Dewa Yu tersenyum haru.
"Kau gadis baik... Seandainya Putriku memiliki sedikit saja Sikap mu, mungkin aku akan bahagia selamanya..." Ucap Dewa Yu dengan wajah sedih .
" Yang Mulia ...ini sudah merupakan garis hidup manusia dan Dewa. Hamba hanya menjalankan tugas yang harus hamba lakukan Selama hidup saya . Jadi mohon kiranya Yang Mulia Dewa Yu Memaafkan hamba yang sempat melukai Putri Yang Mulia..." ucap Siyue.
"Tidak Nak...Kau melakukan itu Karena Kau membela diri. Putrikulah yang seharusnya meminta maaf Padamu. Sebagai Ayah dari Dewi Nadya, aku mohon maafkanlah Putriku..." ucap Dewa Yu sambil menatap Sedih Siyue.
"Tidak masalah yang Mulia...Semoga kedepannya Dewi Nadya lebih baik lagi..." ucap Siyue lembut.
"Ternyata Kau seorang gadis yang baik sekali Siyue..." Ucap Dewa Yu.
"Dia Ratu Phoenix dari Negri Phoenix yang Mulia Dewa Yu..." Ucap Dewa Keadilan yang berada di belakang mereka.
"Aah...ternyata Kau Ratu Phoenix yang terkenal itu....aku fikir Ratu Phoenix seorang Wanita paruh baya... Tapi ternyata gadis cantik dan masih sangat mudah..." Ucap Dewa Yu dengan Tersenyum.
" Trimakasih Yang Mulia... " ucap Siyue.
"Dan Dia calon istrimu Paman..." Sebuah suara Menyela pembicaraan mereka. Tentu saja suara itu milik Dewa Wiqya.
Melihat Sikap Dewa Wiqya, Dewa Yu tersenyum . dia tahu sejak dulu Dewa Wiqya memang tidak pernah Mencintai Putrinya. Dan saat tadi Zuzaku menjelaskan semuanya, dia bagai mendapat tamparan di wajah nya . Dan itu sangat membuatnya Malu.
"Yang Mulia...hamba mohon maafkanlah Putri hamba...hamba tidak pernah menyangka perbuatannya sampai sejauh itu..." Ucap Dewa Yu.
"Aku akan memaafkan Dia jika Dia tidak lagi mengganggu kami Paman . " ucap Dewa Wiqya.
"Hamba akan oastikan itu yang Mulia. Dan Dewa Yu melihat pengawalnya telah berjalan keluar arena dengan membawa Dewi Nadya di atas tandu .
"Maaf Ratu, Dewa Wiqya...saya harus pergi melihat putri saya..." Ucap Dewa Yu.
"Sikahkan Yang Mulia.. "
"Silahkan paman...."ucap Siyue dan Dewa Wiqya bersamaan. Setelah kepergian Dewa Yu, Mereka segera kembali melangkah menuju tempat Dewa Bragmadya. Namun sebelum kangkah mereka sampai di depan tiga Dewa Utama, dua cahaya putih datang dari angkasa dan turun persis di depan tempat duduk ketiga Dewa utama . setelah jatuh di tanah. Kedua cahaya itu berubah Menjadi sepasang Singa Putih yang terlihat sangat menyeramkan dan tak lama terlihat kedua Singa berubah menjadi sepasang Pria dan Wanita yang memakai Baju berwarna putih dengan kepala memakai Mahkota. Kedua Orang Itu terlihat memberi hormat Pada ketiga Dewa utama.
"Salam Dewa..." Ucap Mereka berdua. Suara mereka terdengar sangat lembut. Baizi yang tidur di pundak Siyue Terlihat memicingkan Matanya , melihat dengan malas kejadian di depannya. Dan dia melihat dua orang berpakaian putih sedang berdiri memberi hormat para Dewa. Namun Baizi merasakan keakrapan pada kedua orang itu. Dia segera membuka matanya walaupun tidak bangun. Dia hanya menatap kedua orang itu sambil kepalanya di taruh di pundak Siyue.
Namun beda dengan Siyue ..Dia tiba- tiba merasakan perasaan akrap juga dan dadanya berdebar.
"Ada apa ini..." Batin Siyue. Terlihat kedua sosok di depan mereka sedang berbucara dengan Dewa Brahmadya.
"Kalian datang kemari...apakah Ada sesuatu Hingga kalian datang ...?" Tanya Dewa Brahmadya.
" Kami datang kemari Karena merasakan Putra kami yang hilang berada di sini Dewa Brahmadya" Ucap Sosok pria tampan yang Usianya sudah lanjut itu . Namun ketampanan masih terlihat dengan jelas. Dan Wanita di sebelahnyapun masih sangat cantik .
"Benarkah....lalu di mana Dia..." Ucap Dewa Brahmadya. Terlihat kedua orang itu. Yang merupakan jelmaan dari Kedua Singa yang datang tadi menatap pada arah tempat Siyue dan gerombolan Dewa yang akan menghadap Tiga Dewa utama. Tak lama sang Pria berjalan kearah Siyue. Ketik sampai di depan Siyue. Dia menatap Siyue lalu pada Baizi yang sedang tiduran dengan tenang di leher Siyue. Wajahnya terlihat lembut, tidak seperti saat melihat Ketiga Dewa tadi.Sedang kan Dewa Wiqya nilai Posesif dan menggenggam tangan Siyue. seolah mengatakan kalau Siyue milik nya.
"Kau manusia....?" Ucapnya Pada Siyue.
"Benar... " Ucap Siyue ramah.
"Boleh aku melihat hewan yang Ada di pundakmu....?" Ucapnya dengan nada lembut .Siyue menatap wajah Pria itu.
__ADS_1
"Kami hanya ingin tahu apakah Dia Putra Kami yang Telah hilang berpuluh tahun yang lalu. " ucap suara wanita yang menyela percakapan mereka berdua. Ternyata dia wanita yang datang tadi bersama pria itu telah nerdiri di dekat Pria tadi.
"Hilang...?" Tanta Siyue heran.
"Benar... Saat Putraku masih bayi , Dia hilang Dari tempat kediaman kami. .." Ucap sang Wanita.
"Baiklah tapi akan aku tanyakan Padanya lebih dahulu ...." Ucap Siyue. Siyue lalu menepuk kepala Baizi yang Ada di pundaknya dengan pelan Baizi
".Kau sudah mendengar ucapan Paman ini kan...Jangan berpura - para tidur...aku tahu Kau tidak tidur..." Ucap Siyue lembut. Mendengar Suara Siyue, Baisa membuka matanya. Dan tak lama dia terlihat mendongakkan kepalamya.
"Ada apa Sich Yueyue...?" Ucapnya sambil kembali menaruh kepalanya di atas kedua tangan .
"Jangan berpura-para bodoh...Kau pasti sudah tahu apa yang di katakan Paman di depan kita. Sekarang sapa mereka. agar mereka bisa memeriksamu apakah Kau Putra mereka...?" Ucap Siyue dengan lembut .
"Yueyue...apakah Kau Bosan bersaku, apakah Kau tidak menyayangi aku lagi...apakah Karena aku ingin bermain Di luar lalu Kau akan membuangku...?" Ucap Baizi dengan wajah sedih.
"Hey, hey.....Siapa yang bilang kalau aku sudah bisan dan tidak sayang lagi Padamu ha...apakah Kau ingin melihat Yueyue marah..." Ucap Siyue dengan wajah cemberut. Melihat itu Baizi lalu memeluk Lehet Siyue.
"Aku tidak mau... Aku takut mereka akan membawaku..." Ucap Baizi dengan sedih.
"Tidak Baizi...mereka hanya ingin melihat saja...sekarang turunlah dan Sapa mereka... aku janji mereka tidak akan membawamu pergi..." Ucap Siyue lembut sambil mengusap tangan Baizi yang Ada di lehernya.
"Baik...aku akan turun asal mereka berjanji tidak akan membawaku pergi jika aku memang Putra Mereka...." Ucap Baizi lagi. Mendengar semua ucapan dan Tingkah Baizi, kedua orang itu terlihat sangat sedih .
"Baiklah aku akan berjanji tidak akan membawamu pergi jika Kau memang Putra kami,..." Ucap Sang Pria.
"Bagus...." Ucap Baizi. Lalu dia segera melompat turun ke tanah dan berubah kembali Menjadi Singa Remaja. Yang terlihat gagah dan kuat. Melihat tubuh Baizi, seketika kedua orang Tua jelmaan dari Singa Nirwana itu terdiam dan tak lama sang Oria mendekati Baizi yang berdiri di sebelah Siyue.
"Boleh aku melihat telinga mu...?" Ucapnya dengan suara bergetar . terlihat Baizi menatap Siyue. Perlahan Siyue menggukkan kepalanya .Baizi segera mendekati Pria itu dan memberikan kepalanya .Pria itu segera melihat di belakang telinga Baizi. Memang Siyue pernah juga melinat kalau di belakang telinga Baizi terlihat Ada gambar Bintang Di sana. Dan di kening Baizi. Terdapat tulisan Raja atau tulisan King dengan jelas. Melihat semua itu, terlihat Pria itu meneteskam air mata.
"Ternyata Kau Putriku. Putra yang kami ari delama ini Kau Adalah salah satu keturunan kami . Dan Kau Adalah Raja dari srmua binantang yang Ada di muka Bumi maupun di Alam Nirwana ini..." Ucap Pria itu. Dan sang Wanita terlihat juga menangis .
"Apaa...aku Putra kalian...?" Ucap Baizi dingin.
"Benar nak...Kau Putra Kami. Tulidan Raja dan Bintang di belakang telinga itulah yang membuat kami yakin Kau Adalah putra kami...!" Ucap Pria itu dengan wajah sedih.
"Kalau memang aku Putra kalian, lalu kenapa aku berada di Alam bawah KENAPA...!dan apakah kalian tahu...jika tidak Ada Yueyue saat itu, pasti aku sudah mati di tangan hewan yang ingin memakanku..." Ucap Baizi marah . Siyue yang melihat itu hanya bisa menghela nafas dan mengusap kepala Baizi
pelan.mendapatkan usapan pelan Siyue, Baizi merasakan ketenangan di dalam hatinya. Srmua Dewa yang Ada di sana terdiam .mereka hanya bisa melihat Drama kemarahan dari seorang Baizi .
"Maaf kan kami sayang....kami sudah mencari mu Hingga Bertahun - tahun. tapi kami tidak bisa menemukanmu...?" ucap Ayah Baizi. mendengar ucapan mereka, Baizi hanya Diam saja.
"Sayang Maaf kan kami...." ucap kembali sang Ibu.
"Nak..boleh kami memelukmu...?" Kata Sang Ayah. Terlihat Baizi hanya diam saja. Melihat itu, ibu Baizi menatap.Siyue dengan pandangan memohon. Wanita itu ternyata tahu kalau Sang Putra hanya tunduk pada Siyue . Siyue segera mengusap kepala Baizi.
'Baizi...apakah aku pernah mengajarimu untuk Dendam pada orang Tua...apakah aku mengajarimu tidak menghormati orang yang lebih Tua darimu, apalagi mereka orang Tuamu..." Ucap Siyue lembut.
"Tapi mereka..." Ucapan Baizi berhenti saat Siyue memotong.
"Apakah Kau akan membuat Yueyue menjadi hinaan orang Karena para Mahluk Kontrak Siyue tidak menghargai orang tuanya yang telah Meminta maaf ..?" Kata Siyue kembali.
Terlihat Baizi menatap Siyue dengan wajah cemberut.
"Baiklah Aku akan memaafkan mereka, tapi aku tidak mau ikut dengan mereka.aku Hanya Ingin bersama dengan mu selamanya..." ucap Baizi masih demgan wajah cemberut.
"Iya...sekarang peluk mereka satu - persatu dan kau harus menghormati mereka...aaku tidak mau memiliki adik yang tidak berbakti pada orang tua...." ucao Siyue sambil mencium lembut kepala Baizi .
Dan dengan patuh Baizi segera berjalan ke arah mereka berdua dan mendapat pelukan dari kedua orang tuanya tersebut. terlihat kedua orang tuanya menangis haru. Setelah kedua orang tuanya melepas pelukannya, Baizi kembali kedekat Siyue.
"Nak...Kau boleh ikut Mastermu tapi Kau harus sesekali kembali ke istana kami. Kau harus bertemu dengan keluargamu..." ucap Ayah dan Ibunnya.
"Dia bukan masterku...Yueyue Adalah saudraku Kakakku...." ucap Baizi dengan wajah kesal. Mendengar ucapan Baizi yang Karas, semua Dewa yang melihat terlihat terharu. begitu dekat nya Siyue pada para Mahluk Kontraknya, sampai- sampai mereka tidak mau berpisah dengan nya. walaupun Dewa bisa melepas tali kontrak Mereka. jika Baizi mau. Begitu juga dengan kedua orang Tua Baizi.
"Iya sayang Kau Adalah adikku, adik yang Siyue sayangi..." ucap Siyue. melihat begitu dekarnya hubungan dari Baizi dan Siyue, terlihat wajah kedua Orang tuanya menatap Siyue haru. dan tak lama terlihat senyuman di bibir sang Ayah.
"Baiklah kalau begitu Ayah pergi dan kalau Kau nanti akan kembali ke Bumi, bisa kah Kau datang ke tempat tinggal kami sebentar . kami sangat mengharap kedatanganmu di sana ....Kami akan selalu menunggu kedatangan mu.. " kata sang Ayah yang terlihat sangat berharap Baizi ke rumah nya. . mendengar ucapan dari Ayah Baizi Siyue berkata.
"Jika sempat Baizi akan pergi kesana, datanglah untuk menjemput nya setelah selesai acara festival bunga...." ucap Siyue lembut . terlihat Wajah Baizi terkejut. lalu dia berkata.
"Tapi aku tidak akan pergi kalau Kau dan Dewa Wiqya tidak ikut..." ucap Baizi .
"Tentu... Tentu saja Kau boleh membawa Dewa Wiqya dan Nona Siyue... !" seru Sang Ayah gembira. akhirnya Baizi mau pergi kerumah sang Ayah.
"Baik kami akan menfantar Baizi kesana..." ucap Siyue .
Setelah itu Kedua orang tua Baizi pergi. Baizi kembali Menjadi kecil dan melompat ke pundak Siyue. merekapun melanjutkan langkah mereka menghadap Ke tiga Dewa utama . Dan Di depan semua Dewa yang sedang melihat Pertandingan , ke tiga Dewa mengucapkan trimakasih dan juga meminta maaf Karena perbuatan Dewi Nadya yang telah menghina Siyue . Dan Siyue tersenyum dan berkata kalau Dia tidak masalah. Setelah itu Siyue kembali lagi ke tempat duduknya di dekat Dewa Saora untuk menyaksikan pertandingan selanjutnya.
__ADS_1
Hingga hari menjelang Sore, pertandingan di hentikan dan akan di lanjutan esok hari. Siyue dan Dewa Wiqya serta Dewa Saora segera beranjak untuk segera pulang. namun mereka di kejutkan dengan datang nya dua Dewi yang dang menghampiri mereka. dua Dewi itu Adalah Dewi Teratai dan Dewi Tumbuhan.
"Salam Dewa Wiqya, salam Dewa Saora.. Salam Saudara Siyue.." Sapa mereka.
Melihat kedatangan Mereka berdua, wajah Dewa Wiqya segera berubah. mode Cool nya mulai aktif . tangan yang semula menggenggam tangan Siyue. kini berganti posisi memeluk Pinggang Siyue.
"salam Juga Dewi Teratai , Dewi Tumbuhan.. " ucap Dewa Saora .
Siyue hanya menangkupkan tangan yang terkepal menaruhnya di depan Dada sambil membungkuk sedikit dan tersenyum ramah. sedang kan Dewa Wiqya hanya mengangguk sedikit.
"Ada apa kalian menemui kami...?" Tanya Dewa Saora.
"Boleh kami berbicara sebentar dengan Saudara Siyue , Dewa Saora ...?" tanya Dewi Teratai. Dewa Saora Menatap Siyue .
Siyue tersenyum dan mengangguk .
"Boleh... silahkan..." kata Dewa Saora.
"Nona Siyue...perkenalkan Aku Dewi Teratai, maaf...entah kenapa sejak tadi saat melihat mu, aku merasa sangat Familiar sekali dengan dirimu. Kau bagai teman yang telah lama terpisah. Karena itu lah kami datang kemari menyapamu ..." ucap Dewi Teratai.
"Benar kata Dewi Teratai saudara Siyue... akupun memiliki peasaan yang lain setelah melihat pertama Kali dirimu. entah kenapa kami merasa sangat dekat dengan mu... Karena itulah kami , maaf ...mendekatimu dan ingin bertanya. apakah kami pernah mengenalmu sebelum ini....?" kata Dewi Tumbuhan dengan lembut.
"Tidak pernah yang Mulia ... hanya saja aku memiliki pengawal yang berhubungan dengan mu . dan juga tumbuhan kontrak yang mungkin Karena itulah kalian Merasakan perasaan femiliar denganku....oh ya.. bagaiaman kalau kita lanjutan pembicaraan ini sambil berjalan keluar dari arena ini. lihatlah tempat ini hampir sepi..."ucap Siyue. kedua Dewi menyetujui saran Siyue. dan terlihat Dewa Wiqya tidak mau menjauh dari Siyue. sambil berjalan dia menggenggam tangan Siyue.
Melihat tingkah Dewa Wiqya, mau tak mau kedua Dewi tersenyum Iri. mereka tidak pernah melihat Dewa Wiqya menyukai seorang Dewi apa lagi sampai jatuh Cinta. dan Kini mereka melihat Dewa dingin itu sedang jatuh cinta . dan betapa bucinnya Dia.
"Apa maksudmu memiliki pengawal yang memiliki hubungan denganku.." ucap Dewi Teratai.
"Aku memiliki tiga pengawal yang merupakan bagian dari Dewi teratai ..." jawab Siyue.
"Tiga.? Siapa mereka.." tanya Dewi Teratai penasaran.
"Bagaiaman kalau percakapan kita , kita lanjut Di rumah tinggal hamba Dewi...tapi kalau guru hamba nengijinkannya..." ucap Siyue .
"Maksudmu..?" tanya Dewi Teratai.
"Dia tinggal Di Rumahku dan kalian boleh pergi kesana..." ucap Dewa Saora.
"Jadi Siyue tinggal Di rumah Dewa Saora...?" Ucap Dewi Tumbuhan.
"Benar... sebagai murid kemana lagi Dia akan tinggal. dan di sebelah Rumagku Ada Rumah kecil yang bisa dia tinggali..." ucap Dewa Saora.
"Aah...ternyata Siyue murid Dewa Saira..Kalau begitu tidak Ada masalah kalau kami ikut kalian bertiga..." ucap Dewi Teratai dengan. lembut . merekapun segera melesat pergi ke tempat Dewa Saora . Sesampainya di rumah Dewa Saora, mereka berdua segera mengikuti Siyue masuk ke dalam rumah kecil yang berada di Sebelah Istana Dewa Saora. rumah itu hanya memiliki satu kamar dan ruang tamu saja .
Dan kalian pasti bertanya apakah Dewa Wiqya akan pulang kerumahnya atau berbincang dengan Dewa Saora , dan jawabannya tentu saja tidak... Dewa yang lagi bucin itu selalu menempel pada Siyue. Tanpa malu pada Dewi Teratai dan Dewi tumbuhan.
Siyue segera mempersilahkan mereka untuk duduk. Saat melihat buah - buahan di atas Meja . Mereka kaget. Karena mereka merasakan energi yang kuat dari buah - buahan yang berada di atas meja. Namun mereka tak mau bertanya .
"Silahkan di makan Dewi...." kata Siyue yang melihat kedua Dewi tersebut menatap kearah buah- buaham itu . mereka segera mengambil salah satu buah . Dan saat memakannya, mereka merasa buah yang mereka makan sangat beda dengan buah yang biasa mereka makan, buah ini rasanya Manis menyegarkan dan membuat tubuh Menjadi Segar kembali. ingin rasanya mereka berdua menanyakan pada Siyue dimana Siyue mendapatkan buah - buahan itu . Namun perasaan malu pada Dewa Wiqya mengalah kan keinginan mereka. Sedang kan Dewa Wiqya diam- diam tersenyum. Dia sudah melihat kalau kedua Dewi Di hadapan mereka itu sangat antusias pada Buah milik Siyue. Dan dia yakin mereka malu mempertanyakan di mana Siyue mendapatkan buah - buahan itu .
"Baiklah hamba akan memperkenalkan Dewi Teratai pada seseorang yang membuat anda merasa familiar pada hamba..."Akhirnya Siyue menyuruh tiga Teratai Pengawalnya untuk keluar.
"Yueyue...kenapa Kau memanggil kami...?" tanya Xiao Hua dengan Manja. sedangkan Teratai merah sudah bergelayut manja di Lengan Kiri Siyue . Karena Lengan kanan Siyue sudah di kuasai Dewa Wiqya . Melihat kehadiran Tiga teratai itu membuat Dewi Terayai kaget bukan main
"Ka..kalian....!" sarunya tak percaya.
"Kakak....Kau Ada di sini...?" seru ketiga teratai bersamaan.. ketiganya segera melompat dan memeluk Dewi Teratai.
Dewi teratai menangis sambil memeluk Ketiga tertai di depannya . Sedangkan Ketiganya tertawa bahagia . setelah puas memeluk ke tiga adik nya. , Dewi Teratai melepas pelukannya.
"Jadi Selama ini Kalian bersama Nona Siyue...?" ucap Dewi teratai.
'Benar...kami Menjadi pengawal Yueyue...dan kami tinggal di Ruang Teratai..." ucap Teratai Putih.
"Dasar...anak- anak nakal...Kau tahu kakak mencari kalian Bertahan - tahun..." ucap Dewi Teratai sambil menjewer ketiganya.
Mereka bertiga hanya meringis lucu.
"Sebenarnya kami sempat terlantar dan terpencar karena ulah seorang penjahat, namun kami bisa berkumoul kembali karena Yueyue menemukan kami dan kembali menyatukan kami..." ucap Teratai Putih.
"Benar kak...kami sempat terpencar..." ucap teratai Hitam. dan mereka menceritakan kisah mereka semua para Dewi Teratai . Apa yang terjadi saat mereka berada di luar istana Teratai.
udahan dulu ya...maaf author baru sempat up Date Karena kesibukan author nggak bisa di tinggal . maaf 🙏🙏🙏
jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
Bersambung .
__ADS_1