
Namun saat kereta keluarga Dewa Yang Xi dan Dewa Dai Huo lewat , mereka menjadi pusat perhatian penduduk Nirwana m Karena kereta yang terbuat dari emas dan perak itu hanya bisa di miliki oleh keluarga Dewa Yang Xi. Selain tiga Dewa utama. Karena keadaan jalan yang padat . membuat perjalanan yang biasanya di tempuh dalam 30 menit Sekarang mereka memerlukan. waktu hampir dua jam . Ketika sampai di sana, ternyata mereka melihat para tamu dewa Agung telah banyak yang datang. Mereka segera mencari tempat duduk untuk mereka semua.
Saat mereka berjalan masuk, seperti biasa mereka menjadi pusat perhatian. Terutama Siyue dan Dewa Wiqya. Dan kalian tahu. Seperti biasa tiga Serangkai Dewa Saora, Siyue dan Dewa Wiqya berjalan secara bersama. Dan si bucin akan memegang tangan Siyue dengan eratnya. Seperti anak Tk Yang takut tersesat dan hilang dari sang Mama. Melihat itu Ayah dan Bundanya hanya bisa geleng kepala. Mereka tak pernah mengira , anak laki- laki mereka yang super duper dingin pada wanita, yang dinginnya bagai kulkas lima pintu ( kalau ada 😂) sekarang bagai takut kehilangan pasangannya.
Tanpa Siyue sadari baju Dewa Wiqya dan Dia seperti sengaja berpasanganan , sedangkan Dewa Saora berwarna Putih dengan motif kuning emas juga. Ketiganya bagai dua pangeran dengan satu putri. ( ini author yang lagi ketinggian halu ya..😂😂). Saat mereka masuk kedalam ruangan tiba - tiba seorang pengawal dari Drwa Agung datang menghampiri mereka .
"Maaf Yang Mulia Dewa Wiqya, Dewa Saora, Ratu Siyue,...yang Mulia Dewa Agung telah menempatkan anda pada tempat yang sudah di siapkan oleh kami untuk anda sekeluarga..." ucap pengawal itu.
"Sudah di sesiapkan...?" tanya Dewa Saora heran. Siyue yang ada di samping Dewa Saora menatap pada pengawal itu dengan heran.
"Benar yang Mulia... Dewa agung sendiri yang memberi tugas pada kami. mari ikut hamba..." ucap pengawal tadi. Dengan rasa heran mereka melangkah mengikuti di belakang Pengawal tadi meteka di bawa berjalan melewati temoat oara dewa yyang lainnya. ketika sampai di tempat yang memang sudah di sediakan oleh Dewa Agung. Membuat Dewa Yang Xi dan Dewa Dai Huo ikut heran. Sebab tempat itu persis di sebelah Tempat ketiga dewa Utama.
"Apakah ini tempat kami....?" tanya Dewa Yang Xi tak percaya .
"Benar sekali yang Mulia..Dewa Agung sendiri yang memerintahkan kami..." ucap Pengawal tadi . Dengan perasaan heran dan tak yakin , meteka mulai duduk di sanan namun mereka heran kembali karena masih tersisah tiga kursi.
"Pengawal...kursinya tersisa tiga.." kata Dewa Saora yang berada di sebelah pengawal tadi .
"Tidak yang mulia...srbentar lagi si pemilik akan datang ... ?" ucap Pengawal tadi. Namun sebelum meteka bertanya ddan mereka semakin heran . keheranan mereka terjawab juga ketika seorang Pria muda berjalan masuk bersama dua wanita cantik mendatangi tempat mereka.
" Salam Ayah, Bunda , paman dan Bibik....!" seru mereka bertiga bersamaan.
" Kalian..kalian bertiga kemari.?" ucap sang Ibu keheranan. Begitu juga dengan Dewa Yang Xi.
"Siapa yang mengundang dan membawa kalian kemari...?" ucap Dewa Yang Xi pada ketiga punyanya.
"Ada dua pengawal datang kebistana Ayah , dan memberi tahukan kalau pagi tadi kami akan di jemput untuk pergi ke pesta terakhir Festival Bunga . Mereka yang akan menjemout dan membawa kami kemari...?" ucap Putra pertama Dewa Yan Xi. Dewa Kunlau .
"Pengawal...maksud kalian , kalian datang kesini di jemput..." ucap Dewa Yang Xi tak percaya.
"Iya Ayah...mereka menjemput kami..." jawab sang Putra. Sedangkan kedua adik perempuan Dewa Wiqya sudah mendekati Siyue.
"Hai Kak...aku sudah mendengar semua yang terjadi kemarin. Semua teman- temanku banyak yang datang ingin bertemu dengan kakak...kakak mau kan bertemu dengan mereka...?" ucap Dewi Guanli salah satu Putri Dewa Yang Xi. Dengan Wajah berharap.
"Tidak - tidak boleh...pasti teman- temanmu banyak yang Pria kan...?" ucap Dewa Wiqya posesif.
"Lo kok kakak tahu...!" ucap sang Adik polos.
"Nach itu dia...aku tidak akan membiarkan tangan kakak iparmu bersentuhan dengan pria lain..." ucapnya marah.
"Ck kakak...mereka hanya sekedar ingin bertemu dan berkenalan dengan calon kakak iparku... Aku sudah berkata kalau gadis dari Bumi yang telah menggemparkan Nirwana adalah calon kakak iparku. Dan mereka kaget sekaligus ingin berkenan dengan kakak ipar...." ucap sang Adik yang tak menyadari kalau sang Kakak lagi minum cuka. 😂.
"Tidak. Tidak boleh...kakak tidak ingin kau memamerkan kakak iparmu pada teman- temanmu...' ucap Dewa Wiqya dengan nada kesal .
"Ck..kakak...kenapa tidak boleh sich.? ayolah kak....cuma sebentar saja..." ucap sang adik juga dengan nada kesal.
"Sst.. Kalian kemari bukan untuk berdebat kan... Lagian kau juga salah Guanli...kau mengatakan itu tanpa bertanya pada kakakmu, apakah boleh kakak iparmu ikut menemui mereka atau tidak..." ucap Dewi Bao Yu bijak .
" Tu benar kata Bunda ...kau itu salah Li'er..." ucap Dewa Widya merasa di bela.
"Cih dasar pelit..." ucap Sang Adik sambil duduk di sebelah sang Bunda. Sedangkan Siyue sendiri hanya bisa menahan senyum melihat wajah Dewa Wiqya yang masih cemberut.
"Sudah jangan cemberut lagi...bukanya keinginanmu sudah mendapat pembelaan Bunda..." ucap Siyue sambil tersenyum. Bukannya menjawab , Dewa Widya hanya semakin menggenggam tangan Siyue. Melihat wajah Dewa Wiqya yang masih cemberut, Siyue mengambil satu kue bulan dan menyuapkan kue itu kemulut sang Kekasih.
"Aaa...Buka mulutmu...dari pada marah, makan kue bulan ini...." ucap Siyue pelan sambil menaruh kue di depan bibir Dewa Wigya . Melihat itu tentu saja wajah dewa Wiqya segera berubah bahagia. Dia segera memakan kue yang di suapkan oleh sang Kekasih.
__ADS_1
"Sudah jangan cemberut lagi..wajah Honey jelek kalau cemberut..." ucap Siyue lembut. Dewa Wiqya hanya tertawa bahagia. Tingkah laku keduanya membuat Banyak Dewa dan Dewi menatap keduanyab dengan pandangan iri dan cemburu . Tak terkecuali di antara para Dewa muda, terlihat mata sedih dan kecewa tertuju pada pasangan Siyue dan Dewa Wiqya. Tatapan dari seorang Dewa keadilan yaitu Dewa Wuchan . Dia menatap pasangan itu dengan tatapan sedih. Bagaimana tidak. Gadis yang sempat membuat hatinya bergetar ternyata tidak dapat dia miliki. ternyata gadis itu jodoh dari Dewa Wiqya. Sahabatnya sendiri. Salah satu Dewa kepercayaan tiga Dewa utama.
Setelah menatap keduanya. Dewa Wuchan Segera berdiri dan berjalan keluar. Dia tak sanggup melihat kemesraan mereka berdua. Dia tahu kalau Siyue dan Dewa Wiqya tidak tahu tentang perasaannya. Karena itulah lebih baik dia banyak menghindar dari keduanya. Dia melangkah keluar ruangan untuk mencari udara segar. Biarlah nanti kalau acara di mulai dia akan kembali masuk kedalam ruangan. Namun saat dia keluar, Dia bertemu dengan dewi Tumbuhan.
"Dewa Wuchan....kenapa keluar...?bukankah sebentar lagi acara di mulai...?" ucap gadis cantik putri Dewa Shui itu.
"Dewi Linlai...kau sendiri kenapa di sini..?" ucapannya sambil tersenyum.
"Oo..aku mencari saudaraku...Maksudku aku akan bertemu dengan saudaraku..?" ucap dewi Linlay memperbaiki kalimatnya .
."Kalau begitu aku temani boleh.?" kata Dewa Wuchan.
"Tebtu saja boleh..." jawab Dewi Linlai lembut . Akhirnya mereka berbincang sambil menunggu saudara Dewi Tumbuhan datang .
Sedang Di dalam ruangan terlihat tamu mulai penuh . Tak berapa lama satu persatu ketiga Dewa datang. Dan terakhir Dewa Agung masuk kedalam ruangan. Karena ketiga Dewa utama telah tiba, acarapun segera di mulai.
Dan acara puncaknya ternyata Dewi bunga dengan beberapa penari yang memakai kostum yang terbuat dari bunga yang di rankai begitu indah menarikan tarian bersama- sama. Tarianbtradisi terakhir Festival bunga. Tarian yang sangat indah terlihat tersaji di depan mereka. Setelah selesai tarian dari dewi Bunga, di lanjutkan dengan pemberian hadiah pada pemenang perlombaan. Setelah itu acara santai atau makan- makan. namun sebelum acar itu di laksanakan tiba- tiba Dewa Brahmadya berdiri dan memberi pengumuman kembali .
"Hari ini selain mengakhiri acara Festival bunga, ada acara tambahan yang akan aku lakukan. Acara ini akan membuat alam Nirwana semakin kuat..." terlihat Dewa Brahmadya berhenti sejenak dan menatap pada para tamu. Sedangkan Siyue sudah mulai rensah.
"Jangan- jangan ke inginan ketiga Dewa utama akan mereka laksanakan. Aduuh...jika mereka sudah menetapkan di depan para Dewa lainnya .mana bisa aku menolak.... Ck. Dasar para Dewa licik... " umpat Siyue.
Sedangkan Di tempat Dewa Brahmadya terlihat sang Dewa kini telah berdiri dan kembali menatap pada para tamu.
"Hari ini aku akan menobatkan seseorang . Dia akan menjadi penguasa keadilan kedua selain Dewa Wuchan . Dia akan bekerja sama dengan Dewa Wuchan dan Dewa Wiqya dalam mendamaikan membuat ketentraman Alam Nirwana ini. Jadi jika kalian ada masalah , kalian bisa menghubungi Dewa Wuchan atau Dewi yang akan aku nobatkan. Dan rasanya tak perlu panjang percakapan, aku akan segera menobatkan Dia.(Terlihat dewa Brahmadya terdiam sejenak.) aku harap Ratu Siyue untuk datang kemari.." ucap Dewa Brahmadya sambil menatap Siyue yang duduk tak jauh dari tempat ketiga Dewa utama berada. Mendengar ucapan Dewa Brahmadya terlihat semua orang kaget dan otomatis menatap pada Siyue yang sedang Duduk dengan tenang di sebelah Dewa Wiqya. Sedangkan Siyue terlihat cemberut. Tentu saja sikap Siyue membuat ketiga Dewa utama tersenyum. Mereka tahu Siyue masih enggan menerima jabatan itu. Tapi jika tidak sekarang, mereka yakin kalau Siyue akan tetap menolaknya. Terlihat Siyue enggan berjalan ke arah Dewa Brahmadya. Sedangkan Dewa Wuchan sendiri terlihat sangat kaget mendengar ucapan Dewa Brahmadya. bagaiaman bisa dia satu tugas dengan gadis itu. gadis yang membuat dia jatuh cinta.. Gadis yang dengan sengaja dia hindari. Dengan wajah tak percaya dia melihat kearah Siyue yang berdiri dengan enggan. Melihat itu, Dewa Wuchan tahu kalau Siyue sepertinya tidak ingin jabatan itu. Dan sepertinya ketiga dewa utamalah yang memaksanya. Begitu juga dengan para tamu yang lain, mereka kaget bukan main, ada yang setuju dan ada juga yang tidak.
Bagauaman bisa gadis dari bumi itu menjabat sebagai Dewi Keadilan...batin mereka yang iri pada Siyue . sedangkan mereka yang setuju akan berkata.
"Waah...benar sekali pilohan Dewa Brahmadya... gadis itu memang sangat hebat.. dia memang pantas menjadi seorang Dewa ..." ucap Mereka dalam hati . Mereka yang setuju adalah mereka para tamu yang menyaksikan sendiri Pertarungan Siyue dengan para prajurit dari kerajaan Iblis.
Dasar anak nakal... Bukannya bahagia dia mendapat kehormatan menjadi seorang Dewi dan berkuasa di alam Nirwana . tapi dia malah cemberut tak suka. " batin Dewa Brahmadya .
"Jangan cemberut...dewi lain akan bahagia mendapatkan jabatan ini. Karena jabatan ini akan membuat mereka berkuasa..." ucap Dewa Brahmadya.
" Tapi Siyue lain yang Mulia...Siyue tidak menginginkan jabatan itu... Biarkan mereka yang menginginkan jabatan itu saja yang Dewa Nobatkan..." ucap Siyue malas.
"Kenapa kau tidak suka... Bukankah kau nanti akan sangat berkuasa. " ucap Dewa Brahmadya .
"Tidak...hamba tidak suka...Karena jabatan imi terlalu Ribet dan melelahkan... Siyue akan semakin terikat di alam Nirwana ini..." ucap Siyue .
Tuuuk...
"Aauu...." seru Siyue pelan sambil memegang keningnya. Akhirnya kegemesan dewa Brahmadya tak tahan.dan kening Siyue pun menjadi sasarannya .
"Dasar anak nakal...bukannya gembira malah kesal. Sekarang kau pilih, menjadi Dewi Keadilan atau Wiqya aku penjarakan..." ucap Dewa Brahmadya datar .
Mendengar ucapan Dewa Brahmadya , Siyue pun terkejut. Tidak bisa dia bayangkan kemarahan Dewa Wiqya jika di pisahkan dengannya. Dan itu akan menjadi kekacauan di Nirwana. Dan dampaknya adalah Bumi . Betapa berdosanya Siyue jika mahluk bumi celaka dan menjadinkorban .
"Ck...kenapa mesti mengancam...baiklah Siyue mau..." ucap Siyue kesal. Mendengar ucapan Siyue sebenarnya Dewa Brahmadya ingin tertawa. Dia tahu bukan Dewa Wiqya yang membuat Dia mau menerima Jabatan, tapi penghuni Bumi...karena Dia tahu akibatnya jika Dewa Wiqya di pisahkan dengannya.
"Bagus...sekarang tersenyumlah. Mana ada seseorang yang di beri kemuliaan akan cemberut kesal sepertimu..." ucap Dewa Brahmadya sambil menahan tawa . Sedangkan kedua dewa Utama hanya bisa tersenyum sambil menahan tawa mereka melihat Dewa Brahmadya mengancam Siyue.
Akhirnya terlihat senyuman manis di wajah Cantik Siyue.
"Dengarkan semuanya...mulai sekarang Ratu Siyue dari Negri Phoenix aku angkat Menjadi Dewi. Dan Dia akan menjadi Dewi Keadilan . Selain Dia sebagai Ratu Di Negri Phoenix Dia juga merupakan Dewi Keadilan Di Nirwana ini ...." ucap Dewa Brahmadya sambil menyematkan sebuah tusuk rambut sebagai lambang seorang pembesar istana kerajaan Nurwana.
__ADS_1
"Dan untuk melengkapi tugasmu. Aku memberikan Cincin kekuasaan yang akan mempercepat perjalananmu ke alam Nirwana atau kemanapun kau akan pergi. Jadi tidak ada alasan lagi kau menolak jabatan ini..." ucap Dewa Brahmadaya sambil memberikan Cincin bermata merah darah pada Siyue. Dengan Di saksikan semua Dewa Siyuepun segera menerima cincin itu dan memakainya di jari tengah .
"Dan kau Wiqya kemarilah..." ucap Dewa Brahmadya sambil melambaikan tangannya pada Dewa Wiqya. dengan segera Dewa Wiqya mendekat ke arah sang kekasih yang masih berada di dekat Dewa Brahmadya.
"Dan ini kuberikan Cincin pasangan milik Siyue. Dengan ini kami tiga Dewa utama merestui pernikahan kalian,...ucap Dewa Brahmadya sambil memberikan Cincin itu pada Dewa Wiqya.
"Dan sekarang ucapkan sumpah kesetiaanmu pada Siyur. Yang akan di saksikan oleh tiga Dewa utama...." ucap Dewa Brahmadya . Mendengar itu tentu saja Dewa Wiqya kaget bukan main. Terlihat kegembiraan di wajahnya . Dan dia segera mengajak Siyue penekuk kedua lutut di lantai dengan badan Di tegakkan. Siyue pun melakukan itu dengan wajah tak mengerti. Tak lama terdengar sumpah kesetiaan Dewa Wiqya pada Siyue di saksikan tiga dewa yang berdiri didepannya . Setelah itu Dewa Brahmadya memberikan dua gelas pada Siyue dan Dewa Wiqya untuk di minum . Melihat senua itu. dalam hati siyue penuh tanda tanya.
Apakah seperti ini naik jabatan sebagai Dewi...kok seoerti orang menikah..." batin Siyue .
Setelah itu Dewa Brahmasya menyuruh mereka kembali ketempat duduk mereka . Tentu saja Kedua orang Tua dan keluarga Dewa Widya bahagia. Dengan pemberian Cincin itu pada kedua pasangan dan restu dari mereka bertiga. Itu menunjukkan kalau mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri. Semua orang terpanah melihat kejadian itu. karena tidak ada yang pernah mendapatkan restu sekaligus dari tiga dewa utama. Palingan mereka yang melaksanakan pernikahan hanya mendapat Restu dari salah satu Dewa saja. Itupun bagi mereka yang memiliki jabatan tinggi. Sedangkan bagi Dewi atau Dewa yang kedudukannya rendah atau biasa , hanya pemuka sekte yang merestui mereka . Sedangkan Siyue yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi hanya terdiam saja . Dan saat Dia di tarik untuk memberi salam pada ketiga Dewa utama, Siyue hanya mengikuti tanpa tahu apa yang terjadi. Dan setelah mereka kembali ke tempat duduk mereka lagi, Siyue mendapat ucapan dari para Dewa yang telah mengenalnya. serta kedua orang tua Dewa Wiqya dan keluarga .
"Selamat sayang...Bunda harap kalian hidup bahagia selamanya..." ucap Dewi Bao Yu sambil memeluk dan mencium Siyue dengan penuh kadih sayang. Sedangkan Siyue yang masih bengong tiba- tiba berkata .
"Tunggu Bunda...maksudnya apa ya...?" tanya Siyue tak mengerti.
"Maksudnya sayang...kita telah menikah... Kita menikah dengan mendapatkan Restu dari tiga Dewa utama..." ucap Dewa Wiqya sambil tersenyum gembira.
"Maksud honey . saat kau bersumpah di depan Dewa Brahmadya tadi, adalah Sumpah perkawinan..?" tanya Siyue kaget. dan Dengan wajah bahagia Dewa Wiqya menjawab .
"Benar sayang... Karena itu Mulai saat ini kau adalah Istriku. Dan aku adalah suamimu ... Suami yang akan mencintaimu selama hidupku.. suami yang akan selalu menjagamu..." ucap Dewa Wiqya penuh bahagia . Tentu saja Siyue kaget Dan Syok.. ternyata Dia dan Dewa Wiqya telah menikah . Dan tak lama terlihat semburat merah di wajah cantiknya saat Dia sadar kalau mulai sekarang Dia sudah benar- benar milik Dewa Wiqya. Walaupun kedua orang tuanya bulum tahu itu. Tapi jika mereka tahu kalau Dia menikah di depan Tiga Dewa utama sekaligus apalagi mereka sendiri yang menikahkan Dia dan Dewa Wiqya , Pasti kedua orang tuanya dan sang Kakek akan bahagia.
"Kau jangan sampai menyakiti Siyue.. walaupun Dia muridku, tapi Dia juga adikku. Jika kutahu kau menyakitinya, maka kau akan berhadapan langsung denganku . walaupun kau sahabatku, tapi aku lebih perduli pada adikku ingat itu..." ucap Dewa Saora yang langsung memeluk sang sahabat.
"Aku berjanji tak akan pernah menyakiti Yue'er sampai kapanpun itu ..." janji Dewa Wiqya . Melihat kejadian itu, banyak Dewi yang iri dan cemburu pada Siyue. Dan banyak yang patah hati karena Dewa yang menjadi rebutan para Dewi kini telah memiliki pawangnya atau istri. Siyue hanya Bisa tersenyum dan mengucapkan Terimakasih saat mereka yang memberikan ucapan selamat padanya. Dan saat itulah Dewa Keadilan yang akan menjadi rekan kerjanya mendekatinya.
"Selama Dewi Siyue.....Selamat atas pernikahan kalian, semoga kebahagiaan selalu bersama kalian berdua..juga selamat atas pengangkatanmu menjadi Dewi keadilan. Kita sekarang akan menjadi Rekan kerja..." ucap Dewa Wuchan lembut.
"Trimakasih Dewa Wuchan... Aku berharap kedepannya kita akan menjadi rekan Kerja Yang Solid yang dapat bekerjasama dengan baik. Aku masih butuh bimbinganmu..." ucap Siyue yang kini sudah menjadi seorang Dewi.
"Tentu saja...aku selalu berharap itu..." Setelah mengucap selamat Dewa Wucan berlalu setelah memberikan senyum lembutnya pada Siyue . setelah itu Dewa Wuchan segera melangkah pergi menuju Dewa Widya yang sedang berbicara dengan Dewa Saora , serta beberapa Dewa lainnya.
"Selamat Dewa Wiqya atas pernikahan kalian, semoga kau selalu menjaga dia dengan baik. Ingat...jangan kau sakiti Dia.. Jika itu sampai terjadi. Masih banyak Dewa lain yang akan berebut membuat Dia bahagia ingat itu..." ucap Dewa Wuchan dengan nada pelan di akhir ucapannya . Mendengar ucapan Dewa Wuchan Ada perasaan kesal di hati Dewa Widya. Namun apa yang Dewa Wuchan ucapan merupakan suatu kebenaran. Ndai Dia tidak cepat - cepat membuat Siyue menjadi kekasihnya , pasti banyak Dewa yang berusaha mendapatkan Cinta Siyue .
"Sampai kapanpun, tak akan ada cela untuk memberi kesempatan pada Dewa lain merebut Siyue dari tanganku Dia hidupku , Dia milikku...ingat itu..." ucap Dewa Wiqya dengan tegas .
"Bagus...kau harus mengingat ucapanmu itu ..."ucap Dewa Wuchan dengan tegas pula .
"Jangan sampai kau memberi kesempatan padaku untuk merebut Siyue dari tanganmu.. ucap Dewa Wuchan dalam hati .
Lalu dia berjalan meninggalkan Dewa Wiqya dan Dewa lainnya.
"Ada apa dengan Dia..." tanya Salah satu Dewa. ketika melihat Dewa Wuchan berlalu dari sana.
"Tidak ada...dia hanya memberi selamat padaku..." ucap Dewa Wiqya . Merekapun melanjutkan perbincangan mereka. Dan akhirnya Pesta akhir vestifal Bunga di lanjutkan dengan Pesta pernikahan Dewa Wiqya . walaupun tanpa kedua orang tua dan keluarganya.
Karena esok hari Siyue beserta keluarga Dewa Widya dan Dewa Saora akan pergi Ke Dunia Phoenix . Setelah Siyue mengantarkan keempat pengawalnya berpamitan pada keluarga mereka .
Keluarga Dewa Wiqya akan menemui keluarga Siyue di Negri Phoenix .
Udahan Dulu ya...nach itu Siyue udah di halalin sama Tiga Dewa . Setelahnya mereka akan kembali ke Dunia Teratai .
jangan lupa like, vote dan komennya Author tunggu. jika masih ada salah ketik ataupun Typo tolong maafkan author .🙏🙏
Bersambung .
__ADS_1