
Siyue segera menyuruh Tiger dan Xiao Tu membawa sang Ayah untuk kembali ke Ruang Teratai dan menempatkan sang Ayah di ruang pengobatan. Sedangkan batu giok yang memang pusaka milik Guru Yun Jin , segera kembali di sembunyikan oleh Guru Yun Jin.
Setelah mereka melakukan semua pekerjaan dengan cepat , Mereka segera keluar dari goa. Raja kembali memakai topeng untuk menyamarkan penampilannya kembali . Mereka segera turun dari puncak gunung Naga Salju .
Guru Yun Jin tidak banyak bertanya, di mana sang Kakak di sembunyikan Siyue. Dia hanya melihat dua pria tiba-tiba berada di dekat Siyue dan mendengarkan ucapan Siyue lalu pergi menghilang dengan membawa Sima Yuan. Mereka segera pergi meninggalkan goa berjakan dengan cepat keluar dari goa , untuk segera turun gunung . Benar saja, tak berapa lama mereka berjalan turun gunung. Mereka melihat pergerakan dari bawah . terlihat beberapa orang datang dengan cepat.
"Paman ternyata mereka sudah mulai naik gunung...lihat salah satu rombongan akan bertemu dengan kita..." kata Siyue dengan tenang.
"Untunglah kita segera turun . kalau tidak, apa yang akan terjadi kalau mereka bertemu dengan Kakak yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri...." kata guru Yun Jin dengan kesal. namun juga merasa lega .
"Kita biarkan saja kalau mereka tidak mengganggu kita. Tapi jika mereka mengganggu terpaksa kita melawan...." ucap Guru Yun Jin kembali dengan tenang.
"Baik Guru..." ucap Siyue.
"Baik paman...." ucap Wei Zi .
Sedangkan Raja hanya diam berdiri di dekat Siyue. Mereka berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh. Guru Yun Jin sempat kaget melihat gerakan Siyue. dan dia melihat kalau kekuatan Siyue sekarang berada di atas Wei Zi.
"Gadis ini... Bagaimana bisa dia berada dibatas Wei Zi, bagaiama cara dia berlatih hingga memiliki kekuatan yang besar secepat ini. Hampir lima tahun yang lalu saat pertama kali dia bertemu denganku, Dia masih merupakan gadis bodoh. Dan saat dia di kabarkan di ujung kematian, aku hampir putus asa. Namun beberapa waktu kemudian , dia datang ke perguruan dengan ilmu dasar kultivadi dalan tingkat rendah. kini bagaiman bisa dalam lima tahun ini dia sudah berada pada Awal alam Roh . Sedangkan murid biasa saja, akan mengalami terobosan dalam jarak waktu lama dalam setiap levelnya. ..." batin guru Yun Jin sambil berlari . dan tak terasa di pertengahan gunung mereka bertemu atau berpapasan dengan sekelompok orang yang terdiri dari sebelas orang Kultivator. . Terlihat mereka menatap Keempat orang yang baru turun dari atas gunung yaitu tombongan Siyur dengan tatapan curiga.
"BERHENTIII...!" seru salah datu dari mereka.
Mendengar teriakan dari rombongan itu , Guru Yun Jin , Siyue, Raja dan Weizi segera menghentikan langkah mereka.
" kalian berbicara dengan kami...?" tanya Guru Yun Jin dengan wajah tenang seolah tak mengerti. .
"Tentu saja, memang ada orang lain di sini .. Darimana kalian..?!" seru salah satu dari mereka yang terlihat lebih tua dari kesepuluh orang yang bersamanya.
"Maaf...apakah anda tidak melihat kalau kami baru turun gunung..." ucap Guru Yun Jin sopan walaupun dengan nada dingin .
"Kalau begitu serahkan semua barang yang kalian dapatkan dari gunung Ini..." ucap orang itu dengan nada sombong.
" Ck kenapa harus seperti itu..Siapa kalian .. aku rasa gunung ini bukan milik sekelompok orang ....dan gunung ini ada di wilaya kerajaan Darga . Bukankah Raja yangvlebih berhak memintanya...lagian kami datang kemari sedang mencari tumbuhan obat, dan sekarang kalian akan merampas tumbuhan kami, mana mungkin kami memberikannya.." jawab Guru Yun Jn dengan dingin.
" Bukankah kalian baru saja bertemu dengan. Naga Salju. Dan apapun yang kau dapat dari naga salju , berikan pada kami..." ucap Pria itu dengan wajah sinis .
"Naga Salju....? apakah Naga Salju bangun..? lalu kalian fikir kami akan tetap hidup jika kami bertemu dengan seekor Naga..? Dari mana kalian mendapat kabar kalau Naga Salju telah bangun...?" kata Guru Yun Jin dengan. Wajah tenang. Memang benar. Guru Yun Jin tidak bertemu dengan Naga, tapi Siyue , Raja dan Wei Zi yang bertemu.
"Jangan berbohong....banyak penduduk yang berbicara kalau melihat bayangan seekor naga walaupun itu hanya sekejap. " ucapnPria tua itu .
"Jadi kalian Tidak melihat sendiri...? Dan kalian berkata kalau Naga telah bangun...? tapi jika dia bebar- bebar telah bangun, kenapa kami tidak bertemu dengannya." ucap guru Yun Jin dengan wajah di buat heran.
"Bohong...pasti mereka bohong guru... Lebih baik kita geledah mereka, pasti mereka telah menemukan .mustika naga itu...dan menyembunyikannya di salah satu dari mereka.." seru seorang gadis dengan wajah terlihat sombong dan angkuh.
"Benar...apa kata Yinyin guru...." kata salah satu anak muda yang berada di sana.
"Kau dengar kata mereka, kau berikan sendiri atau kami yang akan memaksa kalian memberikan pada kami. " ucap pria tua itu datar. seolah semua perintahnya harus di laksanakan .
"Apakah kalian mampuh melakukan itu pada kami...?" kata Guru Yun Jin dengan dingin. Terlihat guru Yun Jin mulai kesak .
"Sombong...kalian fikir siapa kami..anak- anak.. tangkap mereka..." maka lima anak muda maju kedepan. Yinyin salah satu dari murid yang Maju. , sedang yang lainnya terdiri dari satu wanita lagi dan tiga pria lainnya. Saat Melihat itu, Siyue berkata pada Guru Yun Jin.
" Biarkan Siyue yang menghadapi mereka guru...." ucap Siyue.
__ADS_1
"Sayang...biarkan aku saja...." kata Raja.
" Tidak Gege...biarkan Siyue berlatih...." jawab Siyue dengan tenang.
"Aku Saja Yue'er..." kata Wei Zi.
"Tidak usah...bantu aku saat aku aku kalah nanti...' kata Siyue dengan tenang .
Mendengar ucapan Siyue, guru Yun Jin tersenyum.
"Lakukan kalau itu maumu..." ucap guru Yun Jin. Siyue segera maju kedepan sendirian .
"Kalian ingin menggeledah tubuhku..? Silahkan kalau kalian mampu..." ucap Siyue datar. Dia berdiri dengan gagah di depan mereka berlima.
"Sombong...Kak..biarkan aku menghajar pria sombong itu..." ucap salah satu gadis yang bernama Yinyin yang berucap sombong pertama kali tadi . Dengan cepat tanpa menunggu jawaban dan ijin dari sang guru, gadis itu segera menyerang Siyue dengan gencar. . Namun dengan Lincahnya Siyue menghindar . malah kaki kiri Siyue tiba- tiba menghantam kaki kanan wanita yang tadi menyerang dengan kaki kirinya . terang saja wanita itu melayang jatuh terduduk .
"Nona...jangan terburu nafsu....aku tahu aku itu pria tampan... ? jadi jangan bernafsu ya..." ucap Siyue menggoda. Mendengar ucapan Siyue dan melihat temannya jatuh dengan Tak etis , keempatt temannya marah. Mereka segera menyerang Siyue secara bersama dengan memakai senjata . . Dengan cepat Siyue mengeluarkan cambuk cahayanya. Terlihat cahaya perak menahan serangan senjata lawan . malah salah satu dari mereka terkena pukulan cambuk Siyue yang membuat pedang di tangannya terpental . Dan pria itu berteriak nyaring.
"Aaauuuu......" serunya dengan bandan melayang dan jatuh di dekat para tetuanya.
Tak lama satu lagi terlempar dan jatuh persis di dekat pria pertama. Dan gadis yang bernama Yinyin yang menyerang Siyue pertama kali . Terlihay terjatuh kembali dengan pantat lebih dahulu sedang kan pedangnya telah mentak jauh dari badannya.
Kini tinggal dua pria yang menyerang Siyue dan terlihat memiliki kekuatan lebih tinggi dari ketiga temannya yang jatuh. Kedua murid pria itu menyerang Siyue bersamaan. Mendapatkan serangan secara bersama , Siyue melompah keatas menghindari sabetan pedang kedua pria itu. Siyue memutar tubuhnya. dan kilatan cambuk menyerang kedua pria itu pada tangan yang memegang pedang.
"Aaaaaahh.....!" mereka berteriak kesakitan, dan kembali kaki Siyue menghantam punggung priabsatunya dan satunl lagi pada bahu pria yang lain . Mendapatkan serangan yang bersamaan dan kuat merekapun terpental jatuh dan tak sadarkan diri.. Setelah itu Siyue kembali berdiri dengan santai di depan mereka. Dan cambuk Sinarnya hilang kembali . Siyue memberi salam dengan tangan di kepalkan di depan dada dan berkata.
"Maaf...terpaksa saya harus mengalahkan kalian, karena kalian yang memulai..." ucap Siyue dengan sopan. Melihat tingkah Siyue , guru Yun Jin tersenyum bangga. Dia tak pernah menyangka kalau gadis kecil yang dia tinggalkan di perguruan Lentera putih itu telah menjadi gadis yang sangat kuat.
Namun beda dengan para guru murid yang sudah dia kalahkan terlihat guru yang sejak tadi meminta barang yang dia sendiri tidak tahu benda apa, terlihat berwajah merah. Dia tak menyangka pria tampan dan imut itu memiliki kekuatan yang sangat tinggi. Lima murid yang dia bawa itu, adalah murid terbaiknya .
"Maaf guru....apakah anda tidak salah. Hamba hanyalah seorang murid dari perguruan kecil. Mana.mungkin hamba bisa mengalahkan seorang guru dari sebuah perguruan.
"Bedebah...sebelum kau ku bunuh. Katakan , murid siapa kau ini...!" serunya dengan wajah marah.
" Maaf Guru...murid bodoh ini adalah murid dari Guru Yang Si dari perguruan Tapak Dewa...jadi mohon kiranya murid bodoh ini mendapatkan pelajaran dari guru..." ucap Siyue merendah.
"Apaaaa..... Murid Guru yang Si... Jangan sembarangan kau. Murid Guru yang Si hanya ada dua orang, Dia tidak memiliki Murid lain lagi. Kau fikir apakah kau pantas mengaku sebagai murid guru besar itu...!" serunya marah.
"Terserah anda percaya atau tidak. Kenyataannya memang seperti itu... " kata sinyal lagi. "Siyue pergiah biar guru yang menghadapi dia...!" ucap Guru Yun Jin .
"Tidak guru....beliau meragukan murid sebagai murid guru Yang Si. Untuk itu biarkan Siyue yang menghadapinya. Guru bisa menggantikan Siyue jika memang Siyue kalah..." ucap Siyue sambil tersenyum .
"Baiklah, kalau begitu hadapi dia..."kata Guru Yun Jin.
"Guru biarkan Siyue belajar menghadapi orang sombong itu. Jika dia tidak mampu biarkan Murid ini yang akan membantunya.
"Iya, iya...guru akan melihat kalian melawan mereka ...". kata guru Yun Jin sambil mundur kebelakang bersama Raja.
"Apakah kau sudah selesai memberikan pesan terakhir pada gurumu....?" kata pria tua itu karena dia sempat mendengar Siyue memanggil pada pria yang lebih tua itu guru.
"Kenapa aku harus mendapatkan pesan terakhir. Sedangkan kalah atau menang belum ketahuan. Sekarang silahkan. paman tua memberi pelajaran pada murid bodoh ini .." kata Siyue sambil tersenyum.
Melihat ketenangan Siyue, pria itu merasa agak bimbang. sebab jika anak ini berbohong, pasti dia akan ketakutan ., tapi anak muda ini terlihat tenang saja .
__ADS_1
"Apakah dia memang murid si Tua Yang Si...?" batin pria itu mukai ragu. Kini dia mulai ragu dan dia takut kalah, jalau samoai kalah maka dia yang akan malu . Namun karena sudah terlanjur, Pria tua itu segera menghadapi Siyue.
"Pemuda sombong...jangan salahkan aku jika aku melukaimu atau membunuhmu....!" seru pria tua itu. Dan dia segera menyerang Siyue dengan tidak main - main lagi. Dia segera menyerang dengan kekuatan penuh. Dia fikir lebih baik cepat mengalahkan pria muda unu dari pada dia nanti kelelahan dan kalah.
Namun sayang sekali. Setiap serangannya selalu dengan muda di hindari Siyue . Malah terkadang Siyue membalas serangannya yang terlihat cukup lumayan. Karena takut kalah Dia mengeluarkan pedangnya.
"Keluarkan senjatamu anak muda, sebelum kau kehilangan nyawa...!" seru Pria itu dengan marah.
" Baiklah, aku akan melayanimu Kakek tua...." seru Siyue yang merubah oanggilannya hingga membuat pria itu marah. Siyue mengeluarkan pedang perak yang dia pakai saat latihan. Pedang Phoenix . cahaya yang memancar dari pedang perak miliknya adalah warna putih berkilau . Melihat pedang itu, orang tua itu sempat kaget. Begitu juga dengan guru Yin Jin dan Raja.
"Pedang Perak....!" seru mereka bersamaan Pedang perak adalah pedang yang pernah di pegang oleh seorang pendekar yang sekarang entah di mana. Pria perkasa yang sering membantu masyarakat lemah.
"Darimana pria muda ini memiliki pedang Perak....!" seru pria tua itu .
" Siyue....kau selalu mengejutkan gurumu ini....apalagi yang bakal membuatku terkejut nak..." ucap guru Yun Jin .
" Dasar gadis nakal....dia mengeluarkan lagi koleksi senjatanya..." ucap Raja dalam hati. Dia tahu kalau di salah satu kamar istana Siyue ada beberapa Senjata dan barang langkah yang menjadi koleksi istana Siyue.
"Jangan bangga dulu anak mudah...jangan kau kira dengan menggunakan benda langkah kau akan menang dari orang tua ini...!" seru pria tua itu.
"Jangan khawatir oaman tua, aku tak akan muda bangga memiliki barang seperti ini. Ini adalah pedang yang aku pakai dalam latihan. Jadi mari beri pelajaran pada murid bodoh ini....!" seru Siyue sambil tersenyum ..
"Bagus .. Sekarang trimalah kematianmu anak muda...!" seru pria itu dengan marah. Siyue segera menyambut serangan dari pria itu dengan Ilmu pedang dua nyawa milik sang guru . dan akhirnya terjadi pertempuran antara Siyue dan guru entah dari perguruan mana. Dengan gerakan indah Siyue melawan guru tua itu. Melihat gerakan Siyue pria itu kaget.
"Pedang dua nyawa...!" serunya dengan wajah kaget .
"Ya...paman tua tahu ilmu pedang yang kumainkan...?" kata Siyue sambil tersenyum.
"Kau...kau murid tua Yang Si...?" seru pria tua itu dengan wajah kaget.
"Bukankah aku tadi sudah bilang Paman tua...kau sich yang tak mau percaya...!" seru Siyue kesal.
"Tapi Mana mungkin, Yang Si hanya memiliki dua murid , Satu Sima Yuan yang hilang entah kemana, dan satunya lagi Yang Mulia Raja...." ucap pria tua itu.
"Dan aku murid terakhir beliau, aku murid yang di ambil dari alam tengah beberapa bukan lalu..." jawab Siyue.
"Kau jangan membual anak muda... Ilmu pedang itu tidak muda di pelajari. Jika tidak berjodoh tidak akan berhasil menguasai ilmu
Itu...!" seru pria tua itu marah .
"Tapi buktinya aku bisa paman tua. ...jadi kau sekarang sudah percaya kalau aku murid guru Yang Si...? Nach sekarang mari kita lanjutkan pertarungan kita..." ucap Siyue datar.
"Tidak...mana berani aku melawan murid guru Yang Si...kalau begitu Ayo anak- anak kita pergi...!" seru pria tuan itu sambil mengajak mereka melanjutkan perjalanan mereka naik lebih tinggi. Melihat kejadian itu kelompok Siyue menjadi heran .
"Yue'er...ternyata nama guru Yang Si membuat takut orang itu..." ucap guru Yun Jin sambil tersenyum .
"Benar guru... untunglah aku tadi menyebut nama guru Yang Si. Jika tidak, kita masih akan kerepotan menghadapi mereka..." kata Siyue.
"Ya sudah , ayo kita segera turun..." ajak guru Yun Jin. Akhirnya Rombongan Siyue segera melanjutkan perjalanan mereka turun gunung. . setelah sampai di bawa gunung, Siyue segera mengeluarkan empat kuda untuk menjadi kendaraan mereka kembali ke Sekte Tapak Dewa ..
Maaf udahan dulu ya....aku lanjut besok lagi.
jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu
__ADS_1
Bersambung .