
"Tidak...kau fikir gampang mencari pengawal sepintar dan sejenius dia...? Enak saja...kau cari sendiri pengawal pribadimu , Kakak tidak akan memberikan Siyue Padamu atau pada siapapun ..! Dia milikku ..." Seru Raja marah dan kesal.
"Tapi Kak....ayolah...kakak bisa mencari yang lain...dan berikan dia padaku...." ucap Pangeran Waisan menciba merayu Raja .
"Cukup Waisan...kataku tidak, ya tidak.... Kau bisa meminta yang lain, tetapi bukan Siyue ..." ucap Raja semakin kesal. Dia segera keluar dari kamar sang Kakek dengan marah .
"Kakak....!" seru Waisan . Entah kenapa tiba- tiba dia menginginkan Siyue. Dia Jendral atau pimpinan yang tegas dan kejam. Tapi di depan sang Kakak dia berubah sangat manja .
Sedangkan Siyue hanya tersenyum sebentar melihat perdebatan mereka. Ketiga pengawal Raja pun ikut berpamitan, mereka keluar sambil menahan tawa.
"Mana mungkin sang Kekasih akan di berikan sebagai pengawal pada pangeran Waisan. . ." Ucap mereka bertiga dalam hati.
Mereka segera keluar Istana menuju Kota Nandaka untuk kembali ke Sekte. Namun sebelum masuk Sekte. Siyue dan Raja Mampir dulu di rumah Siyue.
Saat melihat kedatangan Siyue para sahabat dan saudaranya berlari keluar menyambut Raja dam Siyue dengan gembira .
"Salam sejahtera dan panjang umur yang Mulia..." ucao mereka bersama.
"Sudah tidak ysah sefornal itu..." ucao Raja .
Akhirnya mereka menyapa Siyur , Mereka satu persatu memeluk Siyue. Melihat semua itu, si Raja bucin tidak bisa berbuat apa- apa. Sebab dia tahu kedekatan mereka dengan Situe . Mereka menanyakan keadaan Raja dan Siyue dengan wajah Khawatir. Sebab mereka tahu Siyue baru pulang dari perbatasan. Melihat kepedulian para sahabat dan saudaranya, Siyue terharu sekaligus bahagia . walaupun mereka jarang bertemu, namun kepedulian mereka tetap Ada.
Tak Lama Kakek Si dan Kakek Fang Bo datang menemui Siyue. Melihat keadaan Siyue baik- baik Saja , terlihat Kakek Si menangis. Sebenarnya bukan cuma Kakek Si yang Menangis melihat Siyue datang dalam keadaan baik- baik saja. Keempat sahabatnya dan ketiga Kakak Siyue sudah sejak tadi menangis. Hanya saja mereka menangis dengan pelan . Bagaiaman mereka tidak cemas, mendengar gadis yang mereka sayangi sedang berangkat ke Medan perang. Hampir saja mereka tidak fokus dalam ujian masuk Sekte. Tapi demi menunjukkan pada sang adik kalau mereka bisa di andalakan dan mampuh bersaing dengan para kultivator Alam atas. mereka dengan susah paya melalui semua ujian yang sudah mereka hadapi selama sepuluh hari ini. Tinggal ujian terakhir besok yang harus mereka hadapi. Jika mereka lolos maka mereka akan menyandang nama murid Sekte Tapak Dewa.
"Yue'er Kau sehat saja kan...?" Tanya Kakek Si dengan wajah cemas.
"Tentu saja Kek...Siyue baik- baik saja .Siyue akan selalu berusaha sehat agar bisa bertemu Kakek...." jawab Siyue .
"Syukurlah... kalau begitu Ayo masuk..." Ajak Kakek Si.
"Baik Kek...Kakek Fang Bo.. apa kabar...?" Tanya Siyue pada Kakek Fang Bo ya g berdiri di sebelah Kakek Si. Siyue baru sadar Ada Kakek Fang Bo di dekat Kakek Si .
"Baik Nak... Kakek berhadap Kau selalu baik- baik saja Yue'er. Ucap Kakek Famg Bo sambil memeluk Siyue .
"Siyue baik- baik saja Kek... " Jawab Siyue. Merekapun segera masuk kedalam rumah.
"Mereka berkumpul dan bercerita . Mereka menanyakan tentang nasalah di perbatasan. Dengan senang hati Siyuepum bercerita. Sedangkan Sang Kekasih Hanya duduk sambil menatap Siyue denga tatapan bangga.
"Oh ya Kek...apakah Kakek ingin bertemu dengan Ayah Sima Yuan...?" tanya Siyue tiba-tiba. "
Sang Penolong...? Tentu saja Yue'er...apakah Kakek boleh bertemu Dia...?" Tanya Kakek Si dengan wajah gembira.
"Sang penolong ...?apa maksudmu Si...?" Tanya Kakek Fang Bo.
" Dialah yang telah menyelamatkan kami sekeluarga dari tangan si San Mo Putra keduamu Kak..." Ucap Kakek Si.
"San Mo.. Jadi dia mengejarmu saat Kau melarikan diri dari kediaman Keluarga kita.. ?" Kata Kakek Fang Bo .
"Benar Kak... Aku dan Putraku sudah terluka parah saat itu. Dan mereka bertiga masih kecil . untunglah Yinlu(Menantu Kakek Si) masih kuat Bertahan untuk menyelanatkan ketiga Putranya dari serangan orang suruhan San Mo. pada Saat kami sudah tidak mampuh Bertahan, Ayah Yue'er menolong kami . Dia menghajar habis mereka. Dan membawa kami kealam bawah. Ternyata dengan perginya kami ke Alam bawah, kami bisa hidup dengan tenang . namun dia juga menambahkan kebahagian kami, Dia menitipkan Putrinya pada kami yaitu Siyue ...." Ucap Kakek Si mengakhiri ceritanya.
"Dan sekarang aku bisa melihat tuan penolong kami lagi , Tentu saja aku sangat Senang..." ucap Kakek Si.
"Kalau Begitu aku akan pergi ke ruang Teratai sebentar, sebab Ayah Ada di sana sedang dalam perawatan..." Ucap Siyue.
"Lo.. apakah Ayahmu sakit Yue'er.. ?" Ucap Kakek Si dengan wajah kaget .
"biar nanti akan aku ceritakan Kek..sekarang aku pergi dulu...?" Ucap Siyue.
"Sayang Aku ikut..." Ucap Raja.
"Baik Ayo..." Merekapun segeta hilang dari ruangan itu. Tak berapa lama Siyue kembali bersama Raja dan seorang Pria paruh baya yang terlihat masih sangat tampan, wajahnya hampir sama dengan Siyue. Saat melihat Pria itu, terlihat Kakek Si berseru.
"Dewa penolong...!" Serunya Karas.
Mendengar seruan Kakek Si, terlihat Sima Yuan yang berada di sebelah Siyue mencari asal suara . Dan Dia melihat seorang Pria Tua terlihat menatap padanya dengan wajah gembira.
__ADS_1
"Ayah...dia Kakek Si yang telah merawat Siyue selama ini dengan. penuh masih sayang. Walaupun Siyue terkenal dengan sebutan Sampah masyarakat , tetapi Kakek Si dan Ketiga Kakak Siyue tetap menyayan Siyue dengan Penuh Kasih sayang..." Ucap Siyue pada Sang Ayah.
Sima Yuan yang Baru Merasa kan kembali udara kehidupan Nyata , terlihat bernafas dengan lega. Badan nya yang telah pulih kembali walaupun tidak sepenuhnya terlihat Segar. Dia mendekati Kakek Si dan memberi salam dengan mengepal tangan Di Dada sambil mebungkun sedikit.
"Salam Paman...." Ucap Sima Yuan Pada Kakek Si dan Kakek Fang Bo.
"Ya Dewa... Ternyata anda benar- benar sang penolong..salam tuan...." Ucap Kakek Si dengan Hornat. "Jangan begitu Paman... Kau telah merawat putriku dengan sangat baik. Hingga dia bisa tumbih seperti sekarang ini. Aku banyak berhutang Padamu Paman..." Ucap Sima Yuan.
"Jangan begitu tuan...pamanlah yang seharusnya berterimakasih Padamu. Andai tidak Ada kehadiran tuan penolong, tidak akan Ada keluarga kakek Si lagi di Dunia ini..." Ucap Kakek Si .
"Tolong jangan memanggilku dengan sebutan Tuan, anggap saja aku Putramu sendiri. Panggil aku dengan Yuan Saja Paman..." Ucap Sima Yuan Pada Kakek Si.
"Baiklah kalau itu keinginanmu. Aku juga berharap kita akan menjadi keluarga yang bahagia..." Ucap Kakek Si.
"Tentu Paman..." Jawab Sima Yuan. dia berbalik dan memperhatikan sekitarnya .
"Salam Paman.....!" Seru para sahabat dan saudara Siyue saat Sima Yuan menatap pada para anak Muda yang berada di sekitarnya . Siyue segera menarik sang Ayah untuk mendekari mereka. Terlihat senyum manis di bibi Ayah Siyue .
"Ayah ...kau harus menjadi Ayah bagi mereka juga..merekalah yang selalu Ada saat Siyue sendiri.. Mereka orang -orang terdekat Siyue..
"ini tiga Kakak Siyue yang selalu menyayangi dan siap melindingi Yueyue kecil dari apapun yang akan menyakiti Siyue ..."ucap Siyue sambil menunjuk pada ketiga Kakak yang selalu menyayangi nya.
"Dan ini Cucu dari Kakek Fang Bo Namanya Si Yuan Ru..namanya sama dengan Ayah...( Siyue tersenyun dan sang Ayah tertawa sambil mengusap kepala Siyue ) dan ini empat sahabatku yang selalu Ada saat Siyue ada di perguruan di alam bawah dan juga sampai kami berkelana menuju Alam tengah. Ini Chan Sin rakyat kerajaan Johan , Dia mengikuti Siyue sampai di Alam Atas ini. Semua itu Karena dia sayang sama Siyue, dan Ini Pangeran Keenan kerajaan Johan juga sekaligus Kakak angkat Siyue, dan yang satu ini Pangeran kerajaan Fang tepatnya Putra Mahkota kerajaan Fang yang Ada di Alam tengah, pasti Ayah tahu kerajaan itu.. " ucapan Siyue terhenti saat sang Ayah menyela ucapannya.
"Tunggu ... Kau Putra Mahkota kerajaan Feng...apakah kau Putra Raja Feng Tao Qi..?" Tanya Sima Yuan kaget.
"Paman mengenal Ayah...?" Tanya Feng Xun.
" Tentu saja...aku pernah tinggal Beberapa tahun Di kerajaan Feng dan juga kerajaan Long..." Ucap Sima Yuan.
"Dan Putri Paman Adalah penguasa ketiga Kerajaan Long ...Karena dia juga putri angkat Raja Dakwasa..." Sambung Feng Xun .
"Apaa...dia putri Angkat Raja Dakwasa....apa benar Yue'er...?" Tanya Sima Yuan pada sang Putri .
"Waah...Ayah tak menyangka Kalau putri Ayah banyak yang menginginkan menjadikan dia Putri mereka...ternyata Putri Ayah , merupakan putri istimewa..." Ucap Sima Yuan sambil mengusap kepala Siyue dengan bangga dan haru .
"Dan ini Adalah sahabat sekaligus saudara perempuan Siyue satu- satunya Yah.... Namanya Ning Si. Dia berasal Dari Alam atas ini Ayah...tapi Karena dia mendapatkan Fitnah dari saudaranya , dia terusir dari Sektenya ... Maaf Ning...aku harus mencari kan kebenaran untukmu. Tapi maaf jika itu belum aku lakukan...." Ucap Siyue.
" Tidak Apa- apa Yue'er...aku Malah sudah tidak ingin kembali ke keluargaku..." Ucap Ning Si dingin.
"Tidak, tidak Ning...aku hanya ingin namamu kembali baik, soal Kau kembali ke keluargamu atau tidak, itu terserah Padamu. Yang aku inginkan hanyalah namamu kembali baik dan Ayahmu akan menyesali perbuatannya ..." Ucap Siyue.
"Baiklah kalau Itu tujuanmu, tapi tolong jangan paksa aku untuk kembali pada mereka dan meninggalkan dirimu..." Ucap Ning Si dengan tegas.
"Waah soal itu Kau harus percaya padaku. Aku tidak akan pernah memaksa sahabat cantikku pergi meninggalkan diriku...." Ucap Siyue. Sambil Tertawa .
"Ning...kalau boleh tahu Di mana rumahmu...?" tanya Raja.
"Sekte Pedang Terbang....!" ucap Ning Si pelan.
"Apaa...pedang Terbang...? bukankah itu Sekte besar...?" ucap Raja.
"Benar Yuan...set ah u Ayah. Sekte pedang Terbang merupakan urutan keempat dalam kekuatan Sekte..." ucap Sima Yuan.
"Benar Ayah... pedang Terbang Adalah Sekte urutan keempat di Alam atas ini..." ucap Raja.
"Tenang nak...aku juga akan mambantu memulihkan namamu . dan jangan khawatur Kau sekarang juga putri Ayah..." ucap Sima Tuan. mendengar ucapan Ayah sang sahabat, Ning Si terharu Hingga dia menangis.
"Trimakasih Paman..." ucap Nung Si.
"Panggi Ayah saja nak...Kau juga putriku kan....?" ucap Sima Yuan
"Trimakasih Ayah..." ucap Ning Si.
"Salam anak- anak...Paman mengucapkan banyak terimakasih pada Kalian, Karena kalian telah rela menjaga Putriku ini..." Ucap Sima Yuan mengepalkan tangan nya sambil menunduk sedikit.
__ADS_1
"Waah...Paman salah...Siyuelah yang Selalu melindungi kami, Dia merupakan, adik , sahabat, serta guru kami. Tanpa dia kami tidak akan sekuat ini Paman...." Ucap Rong Hau sopan.
Mendengar ucapan dari Rong Hao yang terlihat sangat membanggakan Siyue, membuat Hati Sima Yuan bangga pada sang Putri. Terlihat sekali kalau anak-anak Muda di depannya menyayangi Siyue dengan tulus.
"Sebaik itukah hati Putriku. Dia begitu Di cintai banyak Orang...batin Sima Yuan .
"Ayah... Ayah jangan Kaget melihat Sikap mereka Pada Yue'er. Karena dimanapun Dia berada. Dia akan selalu di sayang oleh orang sekitarnya...Aku sangat beruntung menemukan Putri Ayah...dan aku janji pada Ayah akan selalu menjaganya..." Ucap Raja yang Sudah berdiri di sebelah Siyue.
Mendengar ucapan Raja, Sima Yuan hanya bisa terseyum bangga. Akhirnya mereka berbicara di ruang tamu rumah Siyue yang sudah di berikan pada keluarga Si. Dan Dia juga sudah mulai membangun Beberapa rumah di tanah kosong yang Ada di belakang rumah . Siyue sudah mulai mempersiapkan kepindahan keluarga Si ke Alam atas. Sima Yuan bercengkrama dengan Kakek Si dan Kakek Fang sebentar. Setelah makan bersama , masakan yang Siyue buat, Siyue menbawa kembali sang Ayah kedalam ruang Teratai . Siyue memutuskan tinggal di sana semalam Untuk beristirahat Dia memilih kembali keruang Teratai untuk berkultivasi. Seperti biasa Raja tidak mau berpisah dengan Siyue barang sedikitpun.
Keesokan Paginya pagi- pagi sekali mereka telah bersiap- siap untuk berangkat ke Sekte. Hari ini merupakan hari terakhit ujian dan sekaligus mendengar kan keputusan . apakah mereka di terima atau tidak masuk ke dalam Sekte. Saat hari menjelang Siang, mereka Segera berangkat . sedang kan Siyue sendiri dan Raja memilih berangkat agak siang Karena di Sana Raja Chu Tian Ji hadir sebagai sang Raja yang berkuasa di Kerajaan Darga. Setelah Ye Mai datang dan memberitahukan kalau keadaan di Sekte undangan telah banyak yang datang, Siyue dan Raja segera berangkat mengendarai kuda mereka sendiri. Tak terkecuali tiga pengawal kerajaan yang selalu bersama mereka. Saat mereka masuk dengan mengendarai kuda, terlihat mereka menjadi tontonan setiap orang yang berada di sana. Bukan hanya para peserta ujian, murit Sekte, ataupun para tamu. Tapi ke tiga guru besar yang berada di podium tertegun melihat kuda yang mereka naiki . terutama kuda milik Siyue dan Raja. Kuda Raja kini memang selalu berada di ruang Teratai Siyue, hanya saat di gunakan saja kuda itu di keluarkan . jadi tubuh nya semakin bagus .
"Kak... Kuda mereka...!" Seru Guru Wang dengan wajah kaget.
"Aku juga baru tahu sekarang Wang..." Ucap Guru Yang Si.
" Apakah mereka tidak pernah menunjukkan pada Kakak , kuda mereka. . " tanya guru Wang lagi.
"Tidak... Aku baru melihatnya hari ini..." jawab Guru Yang Si.
"Ya Dewa kak...lihatlah kuda- kuda mereka , aku tidak pernah melihat Kuda yang segagah dan sebesar itu. Aku Merasa iri melihat para pengawal Raja..." Ucap guru Wang .
"Kau ini...aku yakin Kuda - kuda itu pemberian Siyue..." ucap guru Yang Si.
"Kenapa Kau memiliki fikiran seperti itu kak...?" Tanya Guru Wang.
"Sebab semenjak aku bertemu dengan Siyue, banyak keajaiban yang bisa aku lihat...." Ucap guru Yang Si.
"Benar sekali perkataanmu kak..." Ucap Guru Wang Si. Sedangkan di bawah podium, terlihat Raja telah turun dari kudanya bersama Siyue Dan Ketiga pengawalnya. Tak lama terlihat mereka menaiki podium menuju tempat yang memang khusus untuk Raja. Tempat itu berada di dekat tempat guru Yang Si dan guru Yang Lain. ujian terakhir ini akan di teruskan dengan Pelantikan atau peresmian murid Baru. Karena itu pada hari ini tamu yang di undangan bukan saja dari para pembesar ketajaan saja , Tetapi Ada juga undangan dari Sekte lainnya. Seperti Sekte Elang Putih , Sekte darah Suci dan juga Beberapa perguruan lain, Dan salah satu tamu Adalah Si Lin Yun yang duduk bersama sang guru. Ketika Dia melihat Raja dan pengawalnya masuk, dia Merasa bahagia. Apalagi melihat ke gagahan Raja di atas kudanya . namun saat melihat lebih jelas Pada oengawal Raja. Dia kaget bukan main saat melihat Siyue berada di samping Raja .
Pria itu terlihat gagah tapi anggun bwrada di sebelah Raja. Dia merasakan kemarahan di dalam hatinya. Dampai- sampai Dia mengepalkan tangan nya dengan marah.
"Seharusnya aku yang berada di dekat Raja. Bukan Pria sialan itu..Apa sich istimewahnya dia dari pada aku.. " ucapnya dalam hati. Dia mengepalkan tangamnya Hingga terlihat telapak tangannya terluka dan mengeluarkan darah. Apalagi saat Siyue dan Raja berjalan bersama. Mereka Bukan nya terlihat sebagai Raja dan pengawalnya Malah terlihat seperti adik dan Kakak saja Yang sedang jalan menuju tempat duduk Raja .
Raja tidak mau Situe berjalan di belakangnya, Dia menarik Siyue untuk berjalan di samping Dia. . Ketika sampai di tempat dudukpun Raja membuat ulah lagi. saat Siyue ingin berjalan duduk bersama ketiga pengawal lainnya, Raja menariknya untuk duduk di sebelahmya. Tentu saja Siyue kaget.
"Yang Mulia...!" Ucap Siyue pelan.
"Sett...diam dan duduk..." Ucapnya tenang.
"Tapi Yang Mulia..." Ucap Siyue pelan..mana bisa dia duduk bersama seorang Raja. Bukankah Dia sekarang berperan sebagai pengawal Raja.
"sudah diam,...lakukan saja dan duduklah .. atau.. ." Ucapannya menggantung dan Siyue tahu lanjutannya. Dia akan mengancam akan melakukan tindakan yang lebih menjengkelkan .
"Iya, iya aku duduk..." Ucap Siyue kesal. Dia duduk di damping Raja denfanwajah cemberut . Guru Yang Si yang berada di sebelah Raja melihat Semua itu. Dan dia hanya bisa menahan tawa melihat kekonyolan sang Raja. Dia tak pernah mrnyagka Raja yang dulu Begitu dingin, bisa Begitu manja pada Siyue.
Sedangkan di tempat Lin Yin , terlihat kemarahan dan kekesalan di wajahnya. Melihat murid nya yang duduj gelisa . guru Sakura guru Sekte Darah Suci mwnatao sang Murit dengan lembut .
"Ada apa...? Tanya guru sakura.
"Tudak ada guru..." Ucap Lin Yun dengan lembut. Dia berusaha menekan kenarahannya.
"Kau marah Raja dekat dengan Pria itu...?kenapa mesti marah...?Dia seorang Pria, mana bisa di bandingkan dirimu yang seorang gadis cantik . Walaupun dia tampan, dia teraplah seorang Pria . Apalagi Semyua orang tahu kalau Kau itu calon tinggal Raja Darga. Gadis darah Phoenix Adalah jodoh sang Raja..." Ucap sang Guru.
"Tapi sejak dulu Raja selalu menolak aku guru...?! ' ucap Lin Yun kesal .
"Biarkan saja..jodohmu menikah dengannya,." Ucap sang guru.
Mendengar ucapan gurunya, terlihat Lin Yun mulai tenang. Dia menatap Siyue dengan penuh kebencian.
udahan dulu ya...
jangan lupa Luke, vote, dan komennya aku tunggu
Bersambung .
__ADS_1