DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
POISON IVY DAN KELUARGA .


__ADS_3

"Sama - sama Ratu..." Ucap Dewi Teratai lagi. Dan Siyue segera menyuruh ketiga Teratai untuk segera berpamitan. Setelah itu barulah Mereka segera kembali ke tempat Dewa Saora.


Sesampainya di tempat Dewa Saora. Dengan sedikit ancaman membuat Dewa Wiqya mau kembali kerumahnya sendiri. Kini Siyue sudah berada di dalam kamarnya kembali tepatnya di dalam ruang Teratai Milik nya . . Di sana Siyue berendam sambil bermeditasi.


Keesokan harinya, barulah Siyue kembali ke ruang kamar nya. Terlihat beberapa hewan berada di pundak nya . Tiger, Feng Qui dan Baizi. Hewan putih itu kini sering ingin keluar berasama Siyue. Mungkin dia kini ingin menghirup udara bebas. Setelah selesai merapikan Diri, Siyue segera keluar dari ruang kamar tidurnya. Ketika sampai di luar, terlihat Pria tampan itu sedang berdiri bersandar pada Tiang penyangga rumah tinggal Siyue menunggu dia keluar. Tentu saja Siyue kaget. .


"Honey....Kok sudah Ada di sini...? Sudah lama...?" Tanya Siyue dengan wajah heran.


"Sudah Tadi pagi Beb..." Ucapnya dengan wajah cemberut. mungkin Dia sudah menunggu lama di luar.


"Aku rasa ini masih pagi lo.." Kata Siyue dengan heran.


"Bukankah aku sudah bilang, kalau aku tidak bisa jauh darimu...!" Ucapnya lagi dengan wajah cemberutnya. Namun tangan nya dengan cepat memeluk langsung pinggang Siyue.


"Aah...yang Mulia banyak penjaga dan pelayan ..lagian kita baru berpisah beberapa jam saja, bukankah sebelum ini yang Mulia juga hidup sendiri..." Ucap Siyue sambil menahan Dada Dewa Wiqya agar tubuh nya tidak terlalu rapat dengan Dada bilang itu.


"Tapi sekarang lain, semenjak aku selalu bersama dengan dirimu , aku sudah kecanduan mencium harum tubuhmu dan melihat wajahmu ini..." Ucap Dewa Wiqya Merayu.


"Ck yang Mulia mulai pandai Merayu..." Ucap Siyue.


"Karena Aku sudah memiliki Wanita yang harus aku rayu Setiap Saat..." Ucapnya lembut.


"Asal jangan di buat Merayu wanita lain saja..." Ucap Siyue dengan nada menggoda .


"Tentu saja tidak...tak akan Ada wanita lain yang akan mendengar rayuan dari mulut Dewa ini..." Ucapnya sambil menyambar bibir Siyue dan ********** sebentar .


"Yang Mulia...kenapa sich suka sekali mencium..." Ucap Siyue kesal. Sebab semenjak Dewa Wiqya di maaf kan, tanpa tahu tempat, Dia akan memeluk atau mencium dia tanpa rasa malu dan bersamah .


"Karena Kau sangat menggemaskan...Kau tahu...ingin rasanya aku mempercepat pernikahan kita..." Ucapnya dengan lembut. Dan bibir itu ingin kembali mencari sasaran.


"Stop...kita sedang di tunggu guru..." Ucap Siyue sambil menahan bibir Dewa Wiqya. dan mendorong pelan Dada bilang itu. Melihat tingkah sang Kekasih, Dewa Wiqya tersenyum.


"Baik...kita ketempat Saora..." Ucapnya sambil melepas pelukannya dan menggadeng tangan lembut itu. Mereka masuk ke dalam rumah Dewa Wiqya. Para hewan Siyue yang tadinya berada di pundak Siyue pun sejak Siyue di pelukan Dewa Wiqya sudah kembali ke dalam ruang teratai. mereka tidak ingin mengganggu manusia dan Dewa Itu yang sedang jatuh cinta . Ternyata Dewa Saora telah menunggu mereka di meja makan . Dan merekapun segera makan bersama .


Setelah makan bersama Dewa Saora, mereka bertiga segera berangkat ke arena pertarungan. Karena hari ini merupakan hari terakhir pertandingan. Saat mereka sampai di pintu masuk arena, mereka bertemu dengan beberapa Dewi yang memang sengaja menunggu kedatangan Siyue.


Ketika mereka melihat kedatangan Siyue bersama Kedua Dewa yang sangat mereka kagumi itu, Mereka segera mendekat dan mengajak untuk masuk bersama- sama. Sebenarnya mereka melakukan itu Karena Ada dua keuntungan satu bisa bersahabat dengan wanita perkasa itu, kedua mereka bisa berjalan dengan dua Dewa yang terkenal dengan sifat dingin dan cueknya itu. Dewa yang tak bisa tersenyum oleh gadis manapun. Dan saat ini mereka bisa berjalan bersama kedua Dewa Itu. Semua ini Karena Siyue. Karena yang mereka tahu. Kedua Pria itu, terlihat sangat perduli dan sayang para Siyue. Mereka melihat perlakuan mereka dewa Saora dan Dewa Wiqya sangatlah perhatian pada Siyur .


Ketik sampai di dalam pun mereka duduk bersama Siyue. Hingga yang biasanya Siyue duduk di antara kedua Dewa tampan itu, kini Dewa Saora duduk di sebelah Dewa Wiqya yang tak Igin berpisa atau berjauhan dengan Siyue dan Di sebelah Siyue para gadis duduk dengan manis . Acarapun di mulai dan berjalan dengan lancar Setelah ke tiga Dewa utama datang. dan ternyata Siang hari acara telah selesai dan akan di lanjutan besok pagi dengan acara lain, Dua hari kemudian, akan Ada acara penutup yang akan di meriahkan dengan menampilkan beberapa tarian serta pesta bunga dan di akhiri dengan jamuan makan malam yang akan di adakan di Balai kemulyaan Dewa Brahmadya. Setelah acara selesai Dewa Wiqya dan Dewa Saora mengantar Siyue ke rumah Dewi Tumbuhan . Mereka akan mengantar Poison Ivy untuk bertemu keluarganya. Dan Dewi Tumbuhanpun sudah menunggu saat - saat itu. Di mana sang kakak akan bertemu dengan sang Ayah . saat mereka pulang. Dengan wajah bahagia Dewi Tumbuhan mengajak Siyue dan Kedua Dewa dingin itu pergi kerumahnya. Dan ternyata Dewi Teratai dan Dewi Bulan ikut serta ke rumah Dewi Tumbuhan.


Akhirnya mereka sampai di rumah Dewi tumbuhan. Seperti dalam bayangan Siyue. Istana Dewi bulan Adalah istana yang terlihat Indah . banyak betmacam bunga tubuh di taman milik Dewi Tumbuhan. terlihat bunga mulai bermekaran. Mengeluarkan bau harum yang sangat Segar. Ada Beberapa bunga yang Siyue tidak memiliki nya di taman Istana milik nya. Dengan wajah bersinar, Siyue menatap taman bunga di depannya. Melihat kebahagiaan di wajah sang Kekasih, Dewa Wiqya berkata.


"Apakah Kau menyukai taman bunga Beb...?" Ucap Dewa Wiqya sambil tersenyum lembut.


"Setiap gadis pasti menyukai taman bunga Honey..." Jawab Siyue tampa mengalihkan pandangan nya dari taman di depan mereka.


"Bukankah Kau memiliki taman di istanamu...." Ucap Dewa Wiqya pelan. "Ada bunga yang belum aku miliki di sana honey..." Ucap Siyue.


" katakan bunga apa yang ingin kau miliki, aku akan mencoba mencarinya buatmu..." Ucap Dewa Wiqya.


"Benarkah..." Ucap Siyue dengan wajah bahagia.


"Tentu saja..." Janji Dewa Wiqya.


"Yang Mulia ... Anda bisa mengambil nya di tempat hamba jika Ratu menginginkan nya Dewa Wiqya...Karena seluruh bibit bunga yang Ada di Dunia maupun di Alam Nirwana ini , semua Ada di sini..." Ucap Suara yang mengagerkan ke duanya. Ternyata Dewi teratai berada di belakang mereka.


"Benar sekali apa kata Dewi Tumbuhan , Dia merupakan pemilik senua Jenis tubuh ... bukankah di sini tempat semua bibir tanaman berada..." Ucap Dewa Saora yang berdiri di sebelah Siyue .


"Kalau begitu bokeh kami meminta bibir beberapa bunga Dewi..." Tanya Siyue dengan antusias.


" Tentu saja boleh Ratu...Kau bisa mengambil bibir bunga yang Kau ingin kan..." Ucap Dewi Tumbuhan .

__ADS_1


"kalau begitu nanti saat pulang aku ingin meminta Beberapa tumbuhan bunga yang belum Ada di tempatku. Sebelumnya aku ucapan trimakasih Dewi..." Ucap Siyue bahagia.


"Sama- sama Ratu. ..." ucap Siyue.


"Tunggu Lay...kenapa sejak tadi Kau memanggik Siyue Ratu...!" Ucap Dewi Bulan yang sejak tadi bersama dengan Dewi Tumbuhan . Dewi cantik dan lembut itu bernama Linlay. Mendengar pertanyaan Dewi bulan, Dewi Linlay berkata .


" Ternyata kau juga tidak tahu, kalau dia seorang Ratu..." Ucap Dewi tumbuhan Linlay.


"Ratu...? tapi aku tidak pernah mendengar kalau kerajaan Bumi memiliki seorang Ratu....?" Ucap Dewi Bulan .


"Tentu saja tidak Ada.. Karena Dia Ratu Kerajaan Phoenix...." Ucap Dewi Linlay .


"Tunggu Linlay , Kerajaan Phoenix... Apakah itu kerajaan dari Negri Phoenix...?bukankah Di sana hanya Ada seorang Raja ?" Ucap Dewi Bulan .


"Kau pernah mendengar gadis darah Phoenix yang merupakan Ratu Kerajaan itu . dan datang nya Ratu Phoenix akan hadir kembali di Kerajaan itu setelah beratus tahun...?" Tanya Dewi Terataim


"Dan itu Adalah Nona Siyue....?" Tanya dewi bulan lagi. Dewi Teratai dan Dewi Tumbuham menganggukkan kepalanya. Melihat itu Dewi Bulan hanya ternganga tak percaya


"Jadi Siyue Ratu Phoenix...?" Ucapnya tak Percaya.


"Benar Karena ketiga adikku Adalah pengawal pribadinya..." Ucap DewibTeratai melanjutkan.


"Maksud kalian, Selain Beberapa hewan kontrak yang kita lihat, masih Ada lagi hewan penjaga lainnya...?" Tanya Dewi Bulan.


"Mereka berdua menganggukkan kepala mereka .


"Apakah tidak sebaiknya kita masuk kedalam Dewi.. Ssebab harinsemakin sore..." Ucap Siyue yang baru kembali melihat taman milik Dewi Tumbuhan.


"Benar kata Ratu...Mari silahkan masuk...." Ucap Dewi Tumbuhan. Dan mereka segera masuk ke dalam istana. Mereka langsung masuk kedalam ruang kamar Dewa Ayah Dewi Tumbuhan.


"Ayah...boleh aku masuk...?" Kata Drwi Tumbuhan setelah mengetuk pintu.


"Masuklah nak..." Ucao Suaradari dalam. Dewi Tumbuhan segera membawa mereka masuk kedalam ruang tidir sang Ayah. Ternyata ruangannya sangat luas. Dan saat mereka masuk , ternyata di dalam ruangan Ada seseorang yang sedang berbicara dengan Ayah sang Dewi . melihat perawakan Pria itu dari belakang , terlibat kalau dia seorang pria paruh baya. Mendengar beberapa langkah masuk kedalam ruangan, Ayah Dewi Tumbuhan dan Dewa yang sedang berbicara dengannya menatap pada mereka yang baru masuk. Namun saat mereka melihat Siapa orang yang sedang berbicara dengan Ayah Dewi Tumbuhan, Terlihat ke kagetan di wajah Dewa Wiqya dan Dewa Saora. Begitu juga dengan Dewa yang bersama Ayah Dewi Tumbuhan.


"Paman....!" Seru Dewa Saora.


"Wiqya , Saora...Kau kah itu..." Ucap Dewa paruh baya tadi. Siyue bisa melihat pancaran Wibawa dan kekuasaan Di wajah Dewa di depannya. Pria itu terlihat tampan walaupun sudah paruh baya. Dan wajahnya sangat mirip dengan Dewa Wiqya .


"Salam Ayah.. Salam Paman..." Ucap Dewa Wiqya.


"Salam yang Mulia...." Ucap Siyue.


"Salam Dewa Yang Xi salam Dewa Shui.." ucap mereka bertiga.


"Hmm...duduklah..." Ucap Dewa Shui .


Sedangjan Dewa Yang Xi terlihat menatap kedua Dewa yang sekarang betdiri di sebelah kanan Kiri Siyue. Tak lama dia berdiri dan berjalan mendekati ke tempat Siyue dan ke dua teman Siyue. Siyue tahu kearah mana Dewa yang Ternyata Dewa Yang Xi itu di tuju . Siyue melangkah perlahan ke belakang. memberi ruang pada mereka bertiga . Dia memberi waktu pafa ketiganya. walaupun Siyue belum tahu ada hubungan Apa dengan Dewa Wiqya, tapi melihat kemiripan keduanya, Siyue menduga kalau Dewa Yang Xi Adalah Ayah dari Dewa Wiqya.


"Kau telah kembali anakku, lalu kenapa Kau tidak menemui kami Ayah ibumu ha... Apakah kau tudak merundukan kami... Apa karena kami tidak berusaha membebaskan dirimu... Kau fikir kami tidak kehilangan dirimu...?" Ucap Pria itu dengan sedih. terlihat di sudut matanya Ada air matanya. . Dan akhirnya mereka terlihat berpelukan . Siyue bisa melihat kesedihan di wajah Dewa Yang Xi . air Mara terlihat jatuh di pipinya. Setelah puas memeluk sang Putra, pria itu melepas pelukannya.


"Kami sudah berusaha mencari tempatmu di culik dan di sekap ...tapi kami tidak bisa menemukannya. Kami sudah berusaha dengan segala cara...namun kami gagal..Ada kekuatan yang menutupi tempatmu di Sikap. Karena itulah Ayah dan Bunda tidak dapat menemukanmu dan menolong mu.. Kami akhirnya berhenti mencari mu setelah Dewa Brahmadya berkata kalau jodohmulah yang akan membebaskan dirimu dari Raja Iblis.. ." Ucap Dewa Surya.


"Trimakasih Ayah... Ananda tahu kalau kalian akan sulit masuk kesana. Karena akupun tidak akan bisa keluar tanpa pertolongan Dia. Begitu juga dengan Saora , dia tidak bisa masuk ke Daerah Raja Iblis..dia hanya mampu membawaku pergi setelah aku keluar dari kerajaan Iblis...tapi semua itu akan aku ceritakan nanti Ayah...Karena kami kemari ingin menemui Paman Shui..." ucap Dewa Wiqya.


"Baiklah... Aku juga ingin tahu alasan kalian berdua Hingga tidak datang ke kediaman kami setelah kalian datang di Nirvana..." Ucap Dewa Surya sambil memeluk Dewa Saora.


"Kami akan mengatakan semuanya Paman..." Ucap Dewa Saora. Merekapun segera menatap ke arah Dewa Shui yang terlihat sedang memperhatikan mereka bertiga.


"Maaf Shui...aku sampai melupakanmu Karena aku terlalu bahagia melihat Putraku.." Ucap Dewa Yang Xi.


"Tidak masalah Yang Xi.. Hanya aku yang tidak beruntung, Hingga aku tidak bisa bertemu dengan Putraku Ivy..." Ucap Dewa Shui. terlihat raut wajah sedih di wajah Dewa Shui .

__ADS_1


"Lalu Ada apa Kau kemari Putriku...bukankah Kau berjanji akan membawa Ivy pulang...? Lalu di mana dia...?" Ucapnya sambil memperhatikan mereka satu persatu. Dan saat mata tuanya melihat pada Siyue. Diapun merasakan perasaan lain saat melihat gadis itu. Terlihat gadis yang berdiri di sebelah Dewa Wiqya membuat Dia merasakan perasaan entah apa itu. Ada sedikit rasa akrab di dalam hatinya.


"Dan Siapa Dia Linlay..." Ucap Dewa Shui sambil menunjuk Siyue. Semua mata menatap Pada Siyue yang berada di sebelah Dewa Wiqya . Melihat Siyue ,terlihat kerutan Di dahi Dewa Yang Xi melihat wajah Siyue yang teramat cantik di matanya.


"Siapa gadis ini..apakah dia calon menantiku.. batin Dewa Yang Xi . apalagi melihat sang putra terlihat Sangat posesif pada gadis itu.


"Dia yang akan mempertemukan Ayah dengan Kakak Ivy..." Ucap Dewi Tumbuhan .


"Salam Dewa Shui..." Ucap Siyue sambil menunduk hormat.


"Salam kembali anak Muda...!" Ucap Dewa Shui.


"Maaf yang Mulia...hamba kemari hanya mengantar Kakak hamba...Kakak.. keluarlah..." Ucap Siyue perlahan.


Dan tak lama terlihat pemuda tampan berbaju hijau telah berada di depan mereka. Pria itu berdiri dengan acuh di sebelah Siyue. Dia seaman tak melihat Siapa yang Ada di sana. Wajah nya hanya terfokus para Siyue .


"Ada Apa Yue'er..." Ucapnya dingin. Sedangkan Dewa Shui terlihat terkejut melihat kehadiran Poison Ivy yang terlihat acuh. Bukan hanya Dewa Shui, tapi semua yang Ada di sana kecuali Siyue dan Dua Dewa temannya.


"Ivy...Kau kah itu..." Seru Dewa Shui sambil berusaha bangun dari tidurnya .Dan Akhirnya Dewi Tumbuhan datang membantu.


"Kak...Kau tahu tujuan kita kemari kan..." Bisik Siyue di dekat Ivy. . Walaupun begitu masih dapat di dengar oleh mereka yang berada di ruangan itu.


"Iya aku tahu..." Ucap Ivy pelan.


"Ingat ...dia orang tuamu dan dia lebih Tua darimu. Jaga ucapan mu..." Bisik Siyue yang tak ingin Ivy menyakiti hati orang Tua itu.


"Iya aku tahu..." Ucapnya pelan.


"Ivy...kemarilah nak...maaf kan ayah...." Ucap dewa Shui perlahan terlihat Poison Ivy berjalan kedepan mendekati sang Ayah. Namun wajahnya terlihat datar dan enggan . dia berdiri agak jauh dari sang ayah.


"Nak...apakah Kau tidak mau memaafkan Ayah...?" Ucap Dewa Shui dengan wajah sedih. Melihat mereka seperti itu, semua yang Ada di sana keluar, meninggalkan Dewa Shui dan Poison Ivy serta Dewi Tumbuhan di dalam ruangan .


"Apakah Ayah lupa dengan ucapan ayah...? Ayah lupa dengan Kalimat Ayah yang tak ingin bertemu dan melihatku lagi sampai matipun...? Apakah Ayah juga lupa dengan perkataan Ayah yang mengatakan kalau aku Adalah aib yang Kau miliki . Ayah malu memuliki putra Selertiku . inat fengan ucaoan Atah sendiri. saat itu Ayah beryata andai Ayah tahu kalau Ayah akan memiliki putra yang seperti aku.m..bukankah Ayah akan membunuh Ivy saja saat Ivy masih bayi...?" Ucap Ivy dengan wajah sinis. Namun Ada setetes air mata yang jatuh di pipinya.


"Maaf kan Ayah nak... Ayah tahu ayah memang ayah salaj ...ayah egois. Tapi Apakah Ayah salah kika Ayah hanya ingin memiliki Putra yang gagah dan memiliki kekuasaan ...ayah melakukan itu dan tanpa sadar Ayah menyakitimu maaf kan Ayah Ivy..." Ucap Dewa Shui dengan derai air mata. Siyue yang berada di ruangan lain tahu apa yang terjadi. Dia bagai berdiri di dekat Ivy dan mendengar semua percakapan mereka.


"Ayah...apakah Ayah tahu Hancur nya hati Ivy saat mendengar ucapan Ayah...apakah Ayah tahu kesengsaraan Ivy saat keluar dari Alam Nirvana ini... Untung saja Ada Siyue yang membawa kebahagiaan untuk Ivy. Kalau tidak, sampai Kapan pun Ivy tidak akan pernah datang kemari lagi. Kalau bukan Karena Siyue. Ivy tak Ingin datang kembali kenirwana ini " Ucap Ivy Dingin.


"Apakah itu Bertanda Kau tidak ingin memaafkan Ayahmu ini...?" Ucap Dewa Shui dengan wajah sedih.


"Kak...bukankah Ayah telah meminta maaf Padamu...?" Ucap Dewi Tumbuhan. Dia menyesal kenapa dia tadi tidak mencegah Siyue pergi. Karena dia tahu, sang Kakak Hanya bisa tunduk pada Siyue. Sedang kan Siyue yang duduk Diam membuat orang di sekitarnya menatap heran, tapi tidak dengan sang Guru dan Dewa Wiqya. Mereka tahu Siyue berada bersama Poison Ivy.


" Kakak...maafkanlah Ayah...bukankah dia telah meminta maaf Padamu...bukankah Kau telah berjanji padaku untuk memaafkan dia..Kau mau mengingkari janji mu...?" Ucap Siyue dalam fikirqnnya. Mendengar ucapan Siyue Ivy tertegun . dia terdiam . melihat tidak Ada Respon dari Ivy. Siyue tahu Ivy enggan memaafkan Sang Ayah.


"Baiklah kalau Kau tidak ingin memaafkan mereka, itu Bertanda aku telah gagal membuat para sahabat, kakakku menjadi orang yang baik. Rasanya aku tidak akan sanggup menerima hujatan dari orang lain, lebih baik aku pergi..." Ucap Siyue dalam fikiran Ivy. Tentu saja Ivy kaget dia tersentak dan berseri.


"Tidak, tidak Yue'er...baik, baiklah aku akan memaafkan Ayah, Asal Kau tidak pergi...!" Seru Poison Ivy di depan sang Ayah. Tentu saja melihat Sikap Poison Ivy sang Ayah heran. Begitu juga den fa. Dewi Tumvuhan. Namun tak lama dia tersenyum . pasti Ivy dapat tekanan dari Siyue.


"Kalau begitu maaf kan ayah dan peluk lan Dia..." Ucap Siyue lagi.


"Baik, baik akan Aku lakukan ...Ayah..aku memaafkan Ayah...Dan sekarang biarkan aku memelukmu..." Ucap Ivy segera. Sang Ayah yang tadinya terlihat sedih. Menjadi heran saat mendengar teriakan Ivy. Tak lama dia bahagia saat sang Putra meminta pelukannya. Akhirnya Siyue tersenyum bahagia. Melihat Siyue tersenyum Dewa Saora berkata.


"Kau sudah menyelesaikan semuanya...?" Ucap sang guru. Mendengar perranyaan Dari Dewa Saora membuat Siyue senakun tersenyum.


"Ternyata guru menyadarinya..."ucap Siyue sambil tersenyum masam .


"Siapapun akan tahu jika melihat Senyuman dan wajahmu itu Beb..."ucap Dewa Wiqya sambil mengusap kepala Siyue dengan penuh kasih sayang. . Dan Siyue pun Hanya Bisa tertawa pelan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Maaf ceritanya sampai di sini dulu ya... Maaf jika Author telat up date sebab kesehatan author agak tergangu. Semoga besok bisa up date lagi . tapi akan author usahakan Kok..maaf Ya...🙏🙏


Jangan lupa Luke, vote dan komennya author tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2