DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PULANG KE ISTANA .


__ADS_3

Namun tanpa mereka sadari sebenarnya tuan Sang Baiki juga tahu. Saat itu dia sebenarnya mau menemuimu Raja, namun saat melintas di depan Ruang tidur Siyue dia melihat kejadian itu. Di mana Raja begitu ketakutan kehilangan Siyue . Hingga uang pemberian dari Siyue untuk para prajurit. Tak henti pujian tertanam di hati dan otak pria Tua itu.


"Andai dia cucuku...betapa bangganya aku..." Ucapnya pelan sebelum pergi dari tempat itu. Entah kenapa perasaan hangat selalu Ada saat Tuan Sang Baiki menatap Siyue. Dia bagai Merasa Rindunya terobati terhadap putra bungsunya yang entah hidup atau mati saat ini . Di katakan hidup, sudah Delapan belas tahun dia menghilang, dikatakan mati, hati kecilnya berkata bahwa sang putra masih hidup.


"Yuan'er...di mana Kau berada sekarang Nak... Apakah Kau sudah mati, atau masih hidup. Kenapa Kau titipkan Putrimu pada Pamanmu... kenapa bukan Kau sendiri yang menitipkan pada Ayah , apakah Kau dalam keadaan kesulitan dan berbahaya , Hingga tidak bisa datang sendiri pada Ayah..." ucap tuan Sang Baiki sambil menatap tempat yang jauh.


"Ayah...Ada apa..?" sebuah suara menyadarkan tuan Sang Baiki dari lamunannya . . terlihat Putra ketiganya datang menghampirinya.


"Tidal Ada Nak...Ayah hanya memikirkan gadis itu...ucap sang Ayah.


"Gadis...maksud ayah gadis mana...? Apakah ayah bertemu dengan seorang gadis.. Jangan main-main Ayah.. apa aku harus memberi tahu Ibu" ucap Long Day dengan wajah kesal. Dia berada di sebelah dang Ayah


. "Dasar anak kurang ajar.. Kau fikir Ayahmu ini kurang kerjaan ha...!" Ucap sang Ayah sambil memukul kepala sang Jendral.


"Aauuu...sakit Ayah...!" Seru Jendrak Long Day sambil memegang kepalanya yang sudah mendapat pukulan dari sang Ayah .


"Rasakan...makanya jangan berfikiran macam - macam...!" Ucap sang Ayah.


"Lah...tadi Ayah bilang sedang memikirkan seorang gadis, lalu gadis mana...? Bukankah di sini tidak Ada gadis.." Kata Jendral Long Day lagi.


"Ada.." Ucap sang Ayah.


"Ada...?Ayah...jangan berhayal... Di sini Pria semua Ayah...!" Seru sang Jendral.


"Jangan keras- ketas...Kau akan membuat kekacauan..." Tegur tuan Sang Baiki. "Iya ...lalu mana gadis itu...?" Tanya sang Jendral lagi.


"Pria tampan yang bersama Raja...dia seorang gadis..." Ucap Tuan Sang Baiki pelan


"Apaa...Di..dia seorang wanita..?dari mana Ayah tahu itu...?" Tanya sang Putra.


"Kau tidak melihat Cincin penyamarannya di telunjuk kanannya.. " ucap tuan Sang Baiki pada sang Putra.


"A..apa benar Ayah dia memakai Cincin penyamaan... ?jadi dia itu wanita...ya ampun Ayah ternyata dia seorang gadis...tapi tunggu Ayah...setahuku benda itu hanya Sima Yuan yang Punya. Itu benda langka yang tidak Ada duanya....lalu kenapa gadis itu memiliki benda itu...?" tanya Sima Long Day dengan wajah terlihat heran.Mereka berdua terdiam .


"Putri Sima Yuan....!" Tiba-tiba mereka berdua berkata bersama- sama .


"Ayah berfikiran sama denganku...?" Kata Sima Long Day kaget.


"Benar....hanya itu yang Ada di fikiran Ayah Day..." Ucap Sang Ayah.


"Tapi Ayah...bagaimana dengan Lin Yun...dia Putri Sima Yuan....lalu Siyue....? Apa Yuan'er mempunyai Putri selain Lin Yun...?" Kata Long Day lagi.


"Ayah bingung Day...sebab kalau kita lihat Siyue dan Lin Yun seumuran ....dan aku tidak yakin kalau Sima Yuan memiliki istri lain. Kau tahu kan Cinta adikmu pada Tang Yin...adik iparmu orang yang menang sangat baik . Dia terlalu Mencintai istrinya. Dan Ayah yakin kalau dia tak akan tega menyakiti Istrinya .." Ucap tuan Sang Baiki kembali.


"Lalu apa yang terjadi Ayah....aku yakin dia Putri dari Sima Yuan, Ayah tahu...sejak aku bertemu dengannya tadi, aku Merasa kan perasaan sayang padanya, entah Karena Wajahnya dan tingkahnya yang mirip sekali dengan Sima Yuan saat pria muda itu masih Muda atau entah ikatan apa itu. Yang aku tahu aku memiliki perasaan sayang dengan gadis itu. Tidak Sama saat aku bertemu dengan Lin Yun. Aku sudah melihat dia sejak kecil tapi entah mengapa perasaanku padanya biasa saja, bagai bertemu dengan orang lain. Tapi dengan Siyue beda Ayah...." Ucap Sima Long Day.


"Ayah dan Ibu juga sama sepertimu Nak...saat pertama Kali kami bertemu dengan dia. Ibumu sampai menangis teringat akan Sima Yuan, dan saat dia bertarung dengan Lin Yun.


kelincahannya kelucuannya dalam mempermainkan lawan, persis sama seperti adikmu . Kami tahu Lin Yun terluka. Tapi kami lebih peduli pada gadis itu. Kami takut dia terluka..." Ucap Tuan Sang Baiki sambil membatangkan saat mereka bertemu Siyue pertama Kali .


"Bertarung....Apakah dia Kalah dengan Lin Yun Ayah..?" Tanya Long Day penasaran .


"Ha ha ...mana mungkin...kita tahu kekuatan nya tadi kan...saat itu Lin Yun di buat malu oleh Siyue. Dan Kau tahu tingkahnya, sangat- sangat mirib dengan kekonyolan yang Sima Yuan lakukan...ibumu sampai menangis melihat tingkah gadis itu . dan yang Ayah herankan Kenapa tidak Ada sedikitpun tingkah dan Sikap ataupun wajah Lin Yun yang mirip dengan adikmu. Saat Ayah belum bertemu gadis itu, Ayah berfikir tidal selalu seorang Putri atau Putra yang harus mengambil sifat, wajah atau tingkah laku dari orang Tua. Namun sekarang....kenapa gadis yang kita tahu bukan Siapa-Siapa Sima Yuan kenapa dia memiliki kesamaan dengan Sima Yuan . Jika hanya salah satu saja, mungkin kita tidak akan curiga, tapi ini hampir srmua Dan Kau bisa lihat, Mata Siyue mirip sekali dengan Tang Yin . ini semua membuat Ayah sekarang Malah yakin kalau gadis itu cucu Ayah...." ucap tuan Sang Baiki dengan wajah Yakin.

__ADS_1


" Kita akan melihatnya Ayah... Aah hampir lupa Ayah..bukankah Putri Sima Yuan merupakan seorang gadis darah Phoenix... Karena darah Phoenix di kening Lin Yun lah yang membuat kita yakin kalau dia Putri Sima Yuan...Lalu apakah Siyue memiliki darah Phoenix juga...?" Ucap Sima Long Day.


"Ayah juga tidak tahu Day... Bukankah gadis darah phoenix hanya Ada satu dalam seribu tahun. Dan saat Putri Sima Yuan lahir, saat itu kita melihat senduri cahaya bunga teratai terlihat di atas atap rumah nya..." Ucap Sang Baiki.


"Kita lihat saja nanti Ayah, lambat laun kita akan tahu kebenarannya Ayah... " ucap Sima Long Day.


"Tapi kenapa Ayah sangat yakin kalau Siyue cucu Ayah....? Andai ibumu tahu kita bertemu Siyue, dia akan marah pada Ayah. Sebab sejak pertemuan kami dulu itu. Ibu mu sudah merindukan gadis itu. Ayah pernah mencari dia di istana, tetapi mereka berkata kalau dia telah pergi ke Sekte Tapak Dewa..." Ucap tuan Baiki.


"Apa Ayah...dia murid Sekte tapak Dewa....?" Ucap Sima Long Day.


"Benar nak...Ayah mengetahui itu baru-baru ini saja..."ucap tuan Sang Baiki.


"Kalau begitu dia satu perguruan dengan kami..." Ucap Long Day.


"Itu benar Day..." Jawab tuan Sang Baiki kembali .


"Kalau begitu aku akan menemui ke tiga guru besar..Siapa tahu aku mengetahui sesuatu dari beliau..." Ucap Long Day .


"Bagus nak...Kau bisa mencari tahu soal Siyue pada mereka....Ayah yakin mereka tahu soal ini..." Ucap tuan Sang Baiki .


Mereka bercakap beberapa saat lagi, lalu segera kembali ke kamar mereka. Tuan Sang Baiki datang kemarin karena mendengar kalau perbatasan tempat sang Anak bertugas dalam kekacauan . Sedangkan jendral Long Day, Saat penyerangan pasukan musuh yang tak pernah mereka sangka itu . Tuan Long Day dan tuan Sima Baiki sepupunya , Putra dari adik Ayah yang Namanya sama dengan sang Ayah sedang pergi kedaerah perbatasan utara yang katanya sedang di serang. Mereka tak menyangka kalau semua itu hanya sebuah pancingan agar mereka keluar dari benteng sebelah selatan . Sebab Benteng itu merupakan target utama mereka . Hingga akhirnya mereka hampir kehilangan benteng selatan yang berdekatan dengan Ibu kota Kerajaan.


Dan saat perjalanan mereka menuju benteng perbatasa bagian Selatan mereka berjumpa dengan tuan Sang Baiki yang memacu kudanya bersama dua pengawalnya. Dia yang memang seorang Koltivator, mencemaskan keselamaran Putra dan keponakannya. Tampa sepengetahuan Lin Yun dan sang istri, Meteka tidak mengetahui kalau tuan Sang Baiki pergi ke perbatasan. Namun setelah mengalami semua itu, tuan Sang Baiki tidak merasa menyesali kepergiannya. Selain melihat keselamatan anak dan keponakannya, dia bisa bertemu kembali dengan gadis yang mereka sukai.


Keesokan harinya mereka mendengar kabar dari mata-mata yang berada di Kerajaan Pang Bo kalau pasukan kerajaan Pang Bo yang tinggal sedikit telah di tarik dari perbatasan . dan otomatis perbatasan aman . setelah melihat Kenyataan itu, Rajja segera menarik pasukannya kembali ke Ibu Kota Kerajaan . Begitu juga tuan Sang Baiki dan Jendral Long Day serta sang Sepupu yang menjadi waliknya . Raja memutuskan mereka untuk kembali ke kerajaan setelah mereka bertugas di perbatasan selama dua tahun, perbatasan di jaga oleh jendral Muda Chanro yang baru databg bertugas tiga bulan yang lalu .


"Jangan hadapi musuh sendiri jika Kau Merasa tidak mampu. Kirin kabar pada kami.." Ucap Jendral Long Day pada Chanro saat mereka akan berangkat . mereka tinggal menunggu Raja yang belum datang .


"Baik Tuan...." jawab Jemdral Muda Chanro . para oasukan yang akan kembali sudah naik kuda masing- masing. Dan yang sakit di naik kan kedalam kereta .


Tak lama terlihat Raja dan keempat pengawalnya datang menunggangi kuda mereka . semua orang terpanah melihat wajah mereka yang terlihat tampan dan gagah, dengan kuda yang tak Kalah gagah nya. Dan yang paling menonjol Adalah kuda putih milik Siyue. kuda itu terlihat kulit dan surainya putih cerah bersinar. Dan badannya terlihat besar tinggi dan kuat. Begitu juga milik sang Raja, hitam mengkilat tinggi besar. Semua orang menatap pada kelima kuda di depan mereka. dengan wajah kagum .


"Waaa....hebat sekali kuda mereka...terutama milik Raja dan tuan Siyue...." Ucap salah satu prajurit saat melihat kuda kelima orang yang baru datang. Tak terkecuali keluarga Sima Yuan.. Kakek, Paman dan sang sepupu terlihat menatap mereka dengan takjub. Sedangkan Pangeran Waisan yang pernah menunggangi kuda milik sang Kakak terlihat cemberut Karena iri.


"Kak...Kau sudah Siap...?" tanya Pangeran Waisan untuk mengalihkan perharian mereka pada kuda kelima orang yang baru datang itu.


"Tentu saja...kami siap untuk pulang..." Jawab Raja.


"Maaf Yang Mulia...kalau boleh tahu, Dari mana Kalian membeli kuda itu....kami tidak pernah melihat kuda yang seperi milik kalian . Terutama milik Siyue...." Ucap Jendral Long Day tanpa malu .


" Kami memberi di peternakan kuda di kota Kerajaan...." Jawab Raja Dengan. datar.


"Tapi selama hamba hidup. Baru sekarang ini hamba melihat kuda segagah milik anda dan Milik Siyue. Terutama milik Siyue . Kuda itu bagai kuda tinggangan para Dewa...." Ucap tuan Sang Baiki .


"Kakek Baiki terlalu memuji... Memang Sich perawatan yang kami lakukan lain Dari yang lain.Yue'er memberikan Pil Ramuan untuk memperkuat tubuh kuda , jadi beginilah kuda kami..." Ucap Raja berbohong membantu sang Kekasih.


"Kalau Begitu apa boleh kami meminta pil khusis itu...?" Tanya Tuan Sang Baiki .


"Maaf ...Yue'er hanya membuatkan pil itu untuk kami...." Jawab Raja. Terlihat helaan nafas dari Jendral Long Day


"Ya sudah, Ayo kita berangkat...." Ucap Raja. Lalu dia segera memimpin perjalanan itu. Dia berjalan paling depan bersama Siyue, dan Pangeran Waisan. Sesekali terlihat Pangeran Waisan Menatap Siyue dan Kuda nya. Sedangkan Jendral Long Day dan Wakilnya serta tuan San Baiki juga ke tiga pengawal Raja terlihat berjalan di belakang Mereka. Tuan Sang Baiki dan Jendtal Long Day terlihat selalu menatap Siyue dengan tatapan yang sulit di gambarkan, Ada kerimduan, Ada kasih sayang. Ada keharuan. Dan banyak lagi yang tidak dapat author gambarkan.


Saat mereka sudah sampai beberapan mil dari perbatasan . tiba-tiba Dua orang Prajurit Istana datang Dari arah berlawanan. Mereka datang dengan memacu kuda mereka dengan cepat. Saat mereka melihat Rombongan Raja , mereka segera berhenti dan menghadap Raja.

__ADS_1


"Mohon ampun Yang Mulia...prajurid terpaksa menghentikan perjalanan anda. "ucapnya sopan .


"Ada apa....apakah Ada masakan di Kerajaan....?." Tanya Raja.


"Yang Mulia Kaisar Tua, dalam keadaan sakit parah. Hamba di utus Selir We untik mencari Dokter Siyue....Dan Kami ingat kalau Dokter Siyur sedang besama Yang Mulia di perbatasan .


"Apaa...Kakek Sakit Parah...!" Seru Raja dan Siyue hampir bersamaan. Begitu juga dengan yang lain, mereka kaget bukan main.


"Benar Yang Mulia..." ucap Prajurit itu . Mendengar ucapan prajurit itu, Siyue segera berkata,


"Kita pergi dulu Yang Mulia..." kata Siyue dengan tegas.


"Baiklah...Waisan dan Jendral Long Day... pimpin semua kembali ke Kerajaan . kami akan pergi dulu...." Ucap Raja pada sang Adik dan sang Jendrak .


"Baik Yang Mulia..." Ucap mereka serempak.


"Kalian bertiga ayo kita percepat perjalanan..." Perintah Raja.


"Baik Yang Mulia...!" Seru ketiga pengawal


Raja bersamaan . Mereka segera memacu kuda mereka dengan cepat. Bagaikan anak Panah lepas dari busurnya saat kuda itu brrlari dengan cepat meninggalkan tempat itu . Keluarga Sima terlihat terperangah. Juga prajurit yang belum Melihat kekuatan yang di miliki lima kuda yang menbawa Raja, Siyue dan ketiga pengawalnya itu.


"Ya Dewa...cepat sekali gerakan mereka. Baru sekarang aku melihat kuda sebagus dan sekuat itu....!" Seymru salah satu Prajurit.


"Benar sekali, seumur hidupku Baru sekarang aku melihat kuda yang begitu Indah, kuat, cepat laribya dan gagah...." Kata Yang lain. Mendengar ucapan mereka, Pangeran Waisan Merasa berkali-Kali malu pada Siyue. Berani nya dia menghina Pria sekuat Siyue.


Sedangkan Siyue dan ke empat orang uang bersamanya berhenti , setelah jauh dari pasukan, Dia segera menyuruh Feng Qui berubah. Dan dia segera me lompat keatas tubuh Feng Qui bersama Raja setelah memasukkan kuda ke duanya ke dalam Ruang Teratai.


" Kalian bertiga teruslah... Kami pergi lebih dahulu. Aku takut Kakek Kaisar dalam bahaya..." Seru Siyue yang Ada di atas badan Feng Qui.


"Baik Putri...!" Seru Mereka serempak. Dan akhirnya Feng Qui segera Terbang membunbung tinggi. Mereka dengan cepat Terbang ke Istana . Hebat sekai Feng Qui. , waktu dua hari lebih untuk sampai di kerajaan , kini Hanya di tempuh dalam waktu satu hari saja oleh Feng Qui . Saat mereka berangkat dari tempat terakhir bersama ke tiga pengawal Raja , hari masih siang menjelang sore . Dan kini di Pagi hari mereka sudah berada di atas istana Kerajaan, karena hari masih terlalu pagi, keadaan kerajaan masih dalam keadaan sepi. Feng Qui merendah kan Terbang nya, Siyue Dan raja segera melomoat turun . mereka segera berlari kearah Istana Kaisar Tua. Sesampainya mereka berdua di depan istana Kaisar Tua .Mereka di Sambut oleh pengawal kepercayaan Raja.


"Salam sejahtera Yang Mulia...!" Ucap Mereka Serempak sambil berjongkok dengan lutut kanan menekan di tanah.


"Sudah bangunlah, bagaiaman Kakek Kaisar....?" kata Raja yang langsung masuk kedalam istana Kaisar Tua.


"Beliau dua hari yang Lalu mengeluh kesakitan di dada Kirinya. Untung masih Ada dua obat dari Putri yang mengurangi rasa sakit di dadanya.. Kami hanya bisa memberikan itu pada yang Mulia Kaisar Tua...untunglah anda sudah datang Putri...kami tadi Malam bingung apa yang akan kami lakukan untuk menjaga Yang Mulia Kaisar..." ucap Pengawal itu.


Siyue segeta berjalan cepat menuju kamar Kaisar Tua. Sesampainya di sana dia melihat Kaisar dalam keadaan tertidur. Namun Siyue tahu itu bukan tidur. Tapi pingsan. Dengan cepat Siyue berlari kearah Kaisar Tua. Dia segera melihat denyut nadinya. Tak betapa lama Siyue berseru .


"Yang Mulia Bantu hamba membuka baju atas Kakek Kaisar..." Ucapnya cepat. Dan dengan cepat Raja berlari kearah Kaisar Tua. Dia di Bantu pengawal membuka Baju Kaisar Tua. Setelah itu terlihat Siyue mengeluarkan jarum peraknya. Tak betapa lama, Dia mulai menusukkan jarum akupunturnya. Dan taklana dia sudah duduk lotus di atas pembaringan di sebelah Kakek Kaisar. Sedangkan Raja segeta nenyuruh pengawal menjaga di luar kamar. Tak betapa lama terlihat Siyue siyue Focus mengobati Kakek Kaisar Tua dengan akupuntur Jari emasnya.


Cukup lama Siyue melakukan pengobatannya itu . Serangan jantung yang di alami Kakek Kali ini , untung masih dapat Siyue selamatkan. Setelah hampir tiga jam Siyue menggunakan akupunturnya, dia Baru menyudahi pengobatannya. Dia bernafas lega sambil membuka Matanya.


"Bagaimana Sayang....?" tanya Raja yang sejak tadi menatap Siyue yang berwajah pucat Pasi. Sudah sejak tadi dia ingin menghentikan Siyue. Namun Mana mungkin dia lakukan, bagaiamanpun yang di selamatkan Sang Kekasih Adalah Kakek kesayangannya. Dan juga jika dia melakukan itu , konsekwensinya dia akan di Marahi atau Malah di benci sang kejasih.


"Syukur Siyue masih bisa menyelamatkan Kakek Yang Mulia..." Ucap Siyue yang terlihat kelelahan. Dia lelah, dalam Beberapa harinini, Dia banyak mengeluarkan Kekuatan, sedamgkan Dia belum sempat berkultivasi dengan benar. Raja memeluk Siyue dengan penuh kasih .


"Sayang...aku teelaku banyak berhutang budi padamu, Kini aku mohon jangan pernah pergi dariku walaupun itu hanya sebentar saja...." Ucap Raja sambil memeluk erat Siyue. Mendengar ucapan Raja, rasanya Siyue ingin memukul kepala pria bucin ini. Mana mungkin dia akan bersama Raja Selama 24 jam . Apakah Tidur dan Mandi harus Siyue temani...Dasar Raja geblek..."sungut Siyue salam hati.


"Mana mungkin yang Mulia...apakah tidur, mandi harus Siyue temani juga...!" Seru Siyue kesal.


"Tentu saja...pokoknya Kau harus selalu bersama Raja ini...." Ucap Raja yang masih Senang memeluk tubuh ramping milik Siyue.

__ADS_1


Udahan dulu Ya...aku lanjut Besok lagi. Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.


__ADS_2