DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PERTARUNGAN SIYUE VS DEWI NADYA


__ADS_3

Maaf episode 185 dan 186 sama, soalnya author mengirim pertama pakai WiFi tapi nggak kekirim akhirnya pakai paketan, tapi ternyata dua - duanya terkirim . jadi terkirim dua episode yang sama. maaf ya...🙏🙏


Sebagai permintaan maaf Author, author memberi satu episode lagi. nggak masalah kan...😭😂.


********


"Cih...Kau mengancamku...? mentang- mentang guru kekasihku..." ucap Dewa Wiqya sambil cemberut. melihat tingkah kedua sahabat itu, Siyue tertawa pelan. akhirnya mereka berangkat ke tempat pertarungan dengan masih menggenggam buah di tangan mereka. Siyue hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka berdua .


Mereka bertiga segera pergi ke arenah pertarungan . Ketika sampai di sana terlihat para Dewa sudah banyak yang datang. Dewa Saora dan Dewa Wiqya membawa Siyue ke tempat yang sudah di sediakan untuk mereka. Melihat kedatangan Siyue dan kedua Pria tampan itu, banyak pasang mata yang menatap kedatangan mereka. Melihat mata para Dewa tertuju para Siyue dengan tatapan kagum dan takjub akan ke cantikan Siyue. Sifat Posesif Dewa Wiqya kambuh. dia segera memegang tangan Siyue dan membawa segera ke tempat yang memang khusus untuk Dia dan Dewa Saora. Sesampainya di tempat mereka, Dewa Wiqya mendudukkan Siyue di antara Dia dan Dewa Saora .


Melihat semua itu, para Dewa tertegun melihat Sikap Dewa Wiqya yang tak pernah mereka lihat itu.


Pria yang biasanya dingin ,acuh , cuek dan tak oerduki pada yang Namanya wanita. Kini terlihat posesif seakan tak ingin gadis cantik itu di lihat orang lain. Bamun Mereka pun menyadari itu. Andai mereka yang memiliki Kekasih secantik gadis manusia yang berada di Sisih Dewa Wiqya, merekapun pasti akan melakukan seperti apa yang di lakukan Dewa Wiqya sekarang. Dan tanpa di sadari Siyue, beberapa Baris di belakang mereka, Dewa Keadilan menatap Siyue dan Dewa Wiqya dengan tatapan Sendu. Dia tahu Siyue memang jodoh Dewa Wiqya. Saat dia mendengar kalau Siyue Kekasih Dewa Wiqya, Dewa Keadilan bertanya kebenarannya Pada dewa Agung . Karena sebagai orang kepercayaan Dewa Agung. Pasti Dewa Agung tahu kebebaran yang di ucapkan Dewa Wiqya . Dan saat Dewa keadilan mendengar semua kebenarannya. Dia tak bisa perbuat apapun lagi. Karena Dewa Agung mengatakan Kalau Siyue memang jodoh Dewa Wiqya. Saat mendengar itu Dewa keadilan merasakan hatinya sakit. Cinta yang baru dia rasakan kini harus di paksa hilang kembali . dia hanya bisa menghela nafas berat. Melihat itu Dewa Agung berkata. Kau akan memiliki jodoh mu sendiri Wuchan..." Ucap Dewa Agung.


"Tapi tak akan bisa seperti dia...." ucap Dewa keadilan pelan . Mendengar itu Dewa Agung hanya bisa geleng kepala .


Dan kini dia melihat gadis yang sempat dia harapankan menjadi Kekasihnya itu Kini duduk tak jauh darinya dengan wajah yang terlihat sangat Cantik , lembut, anggun dan sangat menyegarkan. Dan dia tahu bukan hanya Dia yang menatap Siyue dengan tatapan penuh kekaguman .


Dan di dekat tempat para Dewa senior, Seorang Dewi terlihat menatap kearah Dewa Wiqya dan Siyue penuh dengan kebencian, terlihat dendam di Matanya. Ya... dia Dewi Nadya. Dewi yang sangat mendambakan Dewa Wiqya .


Sedang kan bagi para Dewi yang lain , yang melihat perlakuan Dewa Wiqya kepada Siyue membuat mereka iri. Mereka tidak pernah melihat Dewa Wiqya dengan seorang wanita. Apalagi sampai bertimgkah seperti itu. Terlihat sekali kalau Dewa Wiqya lah yang sangat posesif pada Siyue. Mereka melihat tangan wanita Bumi yang Ada di sebelah Dewa Wiqya selalu dalam genggaman Dewa Wiqya. Dewa Wiqya bagai takut kehilangan wanita itu . sesekali mereka melihat Dewa Wiqya berbicara dan tersenyum Manis pada wanita itu. Dan terkadang tangan Pria tampan itu membelai atau menyisipkan rambut sang wanita di belakang telinga gadis itu.


"Aku tidak pernah melihat Dewa Wiqya jatuh cinta . Tapi sekalinya melihat, lihatlah tingkahnya. Dia seperti takut wanita itu di ambil orang Kain, lihat itu ..tangan gadis itu selalu dia genggaman , di ciuman ...seperti takut gadis itu lari darinya...." Ucap salah satu Dewi yang melihat tingkah Dewa Wiqya .


"Benar...aku tidak menyangka bisa melihat Dewa Wiqya jatuh Cinta...." Jawab yang Lain.


"Karena gadis itu memang Patut Dewa Wiqya sayangi. Kalian tahu sendiri kekuatan Dia... Selain itu gadis itu teramat cantik , kalau fi bandingkan Dewi Nadya, Dewi Nadya Kalah jauh... mereka sangat pantas berdampingan. Aku tahu Dewi Nadya marah dan benci para gadis itu. tapi kita juga tahu kalau Dewa Wiqya lah yang mengejar gadis itu . dan kita juga mendengar kalau Dewi Nadya menatang gadis itu sekarang...." Ucap Dewi Bulan yang berada di antara mereka.


Dewi bulan memang Dewi yang paling sabar dan baik hati. Dia sudah tahu kalau Siyue jodoh Dewa Wiqya.


"Benar Dewi...kita juga mendengar saat Dewi Nadya menatang gadis itu. Tapi kita juga tahu kalau Dewa Brahmadya Menyapa gadis itu dengan ramah. Dan kita juga melihat Dewa Agung dan Dewa kehidupan terlihat tersenyum bangga saat melihat gadis itu memperlihatkan kekuatan nya..." Ucap Dewi yang lain.


"Kita akan melihat kekuatan nya kembali hari ini...." Terdengar suara Merdu mengomentari ucapan para Dewi . dan ternyata Dia Adalah Dewi bunga yang baru datang.


"Hey...tumben Kau datang sekarang....biasa nya Kau akan datang pada puncak acara..!" Seru Dewi bulan sambil mempersilahkan sang sahabat duduk di sebelahnya.


"Dia tadi mendengar akan adanya Dewi Nadya yang menantang seorang Manusia yang Mendapat undangan dari Dewa Agung..." Ucap Dewi malam yang datang bersama Dewi Bunga .


"Wooo...kalian datang semua...mana Dewi Teratai...!" Seru Dewi bulan.


"Kau mencariku...?" Terlihat Dewi teratai berdiri dengan anggun di sebelah Dewi kemuliaan . Dan beberapa Dewi lain yang terlihat cantik dan anggun .


"Waaa...kalian datang semua....aku sangat bahagia...! Tapi kenapa kalian datang hari ini....bukankah biasanya kalian enggan datang melihat pertarungan...?" Ucap Dewi Bulan.


"Aku mendengar Dewi Nadya yang sombong itu menantang seseorang , apa benar...?" Tanya Dewi tumbuhan .


"Kalian datang kesini Karena itu...?" Tanya Dewi Bulan lagi. Mereka segera duduk di sekitar Dewi Bulan.


"Kami penasaran Siapa yang berani menantang Dewi sombong dan kuat itu..." kata Dewi Tumbuhan .


"Benar yang kalian dengar itu. Dewi Nadya yang sombong itu akan menantang gadis dari Bumi. Dan Kalian bisa lihat orangnya . Dia gadis yang teramat cantik dan anggun. Kecantikannya bagaikan seorang Dewi. Malah mungkin lebih cantik dari kita - kita ini.


Ucap Dewi Bulan dengan wajah Senang.


"Bagaimana ceritanya Hingga Dewi Nadya ingin beradu kekuatan dengan Gadis itu...?" Tanya Dewi malam.


"Pertama nya kami tidak tahu , tapi setelah Dewa Wiqya mendekati gadis itu setelah bertarung pertama Kali dengan Dewi Nadya . Baru kita sadar kalau Dewi Nadya cemburu pada gadis itu. " ucap Dewi Bulan dengan wajah terlihat kesal .


"Hmm...sepertinya Dewa Wiqya jatuh Cinta dan mengejar gadis itu...dan kalian tahu kan kalau Dewi Nadya Mencintai dan tergila- gila pada Dewa Wiqya. "lanjut Dewi Bulan .


"Apaa...Dewa Wiqya jatuh Cinta... !" Seru mereka bersama Hingga membuat banyak mata menatap pada gerombolan Dewi yang sedang ngerumpi. ( Ha ha ha ...ternyata Para Dewi suka ngerumpi juga ya..,😂😂).


"Sebenarnya apa yang terjadi sebelum ini. ?" tanya Dewi Malam.

__ADS_1


"Dewi Nadya menantang gadis itu untuk Berlomba memanah...." Ucap Dewi Bulan yang memang melihat kejadian itu bersama Beberapa Dewi lainnya.


"Dan gadis itu Kalah..." Kata Dewi tumbuhan.


"Salah... Nadya yang Kalah,..." Lalu Dewi Bukan menceritakan semua yang terjadi saat pertarungan memanah Siyue dan Dewi Nadya. Mendengar Berita itu. Semua Dewi melongo. "


"Apa benar yang Kau katakan itu Dewi Bulan...? apakah gadis dari Bumi sekuat itu..?" Tanya Dewi tumbuhan tak percaya .


"Kalau Kau tak percaya, tanyakan saja pada mereka yang ikut melihat..." Kata Dewi Bulan sambil menunjuk pada teman- teman nya. Dan mereka pun menganggukkan kepala mereka saat Para Dewi yang tidak melihat kejadian menatap mereka.


"Ya Ampun... bukankah Dewi Nadya wanita yang kuat...?" Kata mereka.


"Tapi memang kenyataannya dia Kalah melawan gadis itu. " kata Dewi Bulan lagi .


"Benarkah....lalu di mana gadis itu sekarang ...?" Tanya Dewi teratai yang sejak tadi diam saja.


"Itu berada di dekat Dewa Wiqya dan Dewa Saora..." Ucap Dewi Bulan sambil menunjuk kearah Siyue yang sedang berbicara dengan Dewa Saora . Sedangkan tangan nya dalam genggaman Dewa Wiqya dan terlihat Dewa yang Lagi Buncin itu sedang ikut berbicara tetapi sambil mempermainkan dan sesekali menciym tangan Siyue . sebenarnya Siyue sudah Melarang Dewa Wiqya berbuat itu. Namun Siyue akhirnya Pasrah dengan tingkah sang Kekasih yang bandel itu . dan saat para Dewi menatap kearah mereka. Terlihat Dewa Wiqya menciym kembali tangan Siyue. Sedangkan sang pemilik asyil berbicara pada Dewa Saora .


"Ya ampuun ...cantik sekali gadis itu, dan lihatlah tingkah Dewa Wiqya. Aduuuh..mesra sekali..." Ucap Dewi tumbuhan.


"Hamba melihat Dewa Wiqya melakukan itu walaupun kami melihat dia mendapatkan protes Dari gadis itu..." Ucap salah satu Dewi yang sejak tadi memperjatikan mereka. Dan di ujung omongannya dia tertawa.


"Benarkah..jadi Pria dingin itu bisa jatuh cinta juga... dan pantas saja dia memilih gadis itu, dia jauh lebih cantik Dari Dewi Nadya.. Dan benar Katamu Dewi Bulan...kecantikan gadis itu tak Ada bandingnya...tapi kenapa dia bisa bersama kedua Pria dingin itu...?" Tanya Dewi Bunga.


"Yang aku dengar dia murid dari Dewa Saora.. ." ucap Dewi Bulan.


"Oo..ternyata Dia Murid Dewa Saora...pantas saja..." Ucap Dewi teratai.


Namun entah mengapa perasaan akrab melanda dua Dewi yang berada di sana. Dewi Teratai dan Dewi tumbuhan . Mereka menatap Siyue dengan perasaan entah apa itu.


Namun percakapan mereka terputus Karena kedatangan ketiga Dewa utama yaitu, Dewa Agung , Dewa Kehidupan dan Dewa Kuasa. Dan mereka bertiga segera duduk di Singgasana mereka. Tak berapa lama para Dewa yang akan bertanding mulai turun kelapangan.


Dan setelah mendapat beberapa pesan dari Dewa Brahmadya, acarapun segera di mulai. Beberapa Dewa segera melakukan pertandingan. Namun saat pertandingan berjalan separuh pertandingan. tiba- tiba Dewi Nadya Melayang turun Ke arena. Dan gadis itu memberi salam dan permintaan maaf para ke tiga Dewa utama.


"Maaf Yang Mulia.....hamba terpaksa menyela di tengah pertandingan . Hamba hanya ingin menyelesaikan pertandingan hamba dengan wanita Bumi yang bernama Siyue yang Mulia.. apakah hamba boleh meminta waktu lebih dahulu..." Ucapnya dengan nada tegas Namun berkesan arogan.


Siyue degera memberi salam dan hormat pada ketiga Dewa penguasa Nirwana itu. Lalu pada para penonton .


"Apakah Kau sudah siap Yue'er..?" Tanya Dewa Brahmadya dengan lembut.


"Hamba siap yang Mulia... Tapi sebelum hamba bertanding, hamba meminta satu permintaan yang mulia..." ucap Siyue lembut.


"Satu Permintaan...? Apa itu...?" tanya Dewa Brahmadya .


"Hanya Ada satu permintaan hamba...mohon kiranya yang Mulia menyetujuinya . "ucap Siyue lagi .


"Tentu saja boleh...apa itu...?" Tanya Dewa Agung.


"Jika nanti siapapun yang Kalah, hamba minta tidak akan Ada balas dendam yang terjadi di kemudian hari. . Jika itu hamba , hamba yakin tidak akan Ada yang akan melawan seorang Dewa. Tapi jika hamba menang dan terjadi sesuatu pada yang Mulia Dewi Nadya, hamba harap Dewa Yu tidak akan membalas dendam pada hamba terutama pada umat manusia di Alam Bumi. Karena Yang Mulia tahu sendiri. Pertandingan ini bukan hamba yang meminta tetapi Dewi Nadya yang meminta. Karena itu jika apapun yang terjadi pada hamba ataupun Dewi Nadya , hamba minta tidak akan Ada dendam kelanjutannya... hanya itu yang Mulia..." Ucap Siyue sambil menunduk memberi hormat. Mendengar ucapan Siyue, semua Dewa tertegun. Dalam keadaan sepertii ini pun dia masih memikirkan keselamatan manusia di Bumi.


Benar kata Siyue. Jika terhadi sesuatu pada Dewi Nadya nantinya. Bisa saja Dewa Yu ( Dewa hujan ) membalas dendam pada Rakyat Bumi.


Sedangkan Dewa Yu sendiri tertegun dengan ucapan Siyue. Terlihat sekali Kebaikan hati gadis itu. Kenapa bukan Putri ku yang memiliki sifat seperti itu . Dia sangat terharu. Namun dia tetap berusaha menyembunyikannya . Dia lalu berdiri di antara para Dewa Senior.


"Hay anak manusia...apakah Kau yakin bisa mengalah kan Putriku...?" Ucapnya dengan wajah datar.


Melihat Dewa Yu berbicara, dalam hati Siyue berbicara sendiri .


"Ternyata Dewa Yu Dewa yang terlihat tampan dan terkesan sangat sabar ...." ucapnya dalam hati.


melihat itu Siyue tersenyum Manis, membuat siapapun yang melihat senyum manisnya menjadi terpesona .


"Hamba tidak tahu yang Mulia...hamba hanya tidak ingin Karena perbuatan hamba ,Bencana akan melanda Bumi. Karena semua itu bukan salah mereka...." Ucap Siyue lembut.

__ADS_1


"Baik jangan Kau khawatirkan itu. Aku akan meyakinkanmu kalau rakyat Bumi tidak akan terpengaruh apapun yang terhadi di sini Kau harus percaya itu..." Ucap Dewa paruh baya yang tentunya memiliki umur berjuta tahun itu .


"Trimakasih yang Mulia..." ucap Siyue.


Sedang kan Dewi Nadya yang sejak tadi mendengar ucapan Siyue mendengus dingin .


"Apakah sandiwaramu sudah selesai anak manusia...?" ucapnya menghina.


Siyue hanya tersenyum dan Berkata.


"Sudah Yang Mulia Dewi Nadya... sekarang Mari kita mulai pertarungan kita..." ucap Siyue. namun baru Saja mulut Siyue terkatup, sebuah serangan yang mematikan telah mengarah kearahnya dari Dewi Nadya. untunglah Siyue sudah menyiapkan diri. Hingga serangan itu lewat di depannya . Akhirnya terjadilah pertarungan yang sangat sengit. ternyata Siyue bisa mengimbangi kampuan Dewi Nadya yang terkenal sangat kuat. dan saat Dewi Nadya menggunakan cambuk petirnya, Siyue segera mengeluarkan cambuk Sinarnya. kini cambuk Sinar terlihat semakin kuat, Karena kekuatan Siyue telah berada di level atas. terlihat kedua cambuk itu saling menyerang di udara. kedua wanita itu kini bertarung di angkasa . mereka yang memiliki kekuatan rendah, tidak akan bisa melihat kecepatan dari mereka yang sedang bertarung tapi bagi para Senior dan Ketiga Dewa Utama, mereka bisa melihat kecepatan pertarungan kedua wanita itu. Dewa Wiqya yang melihat kekuatan sang Kekasih terlihat tersenyum lebar. melihat semua itu, Dewa Saora tertawa.


"Sekarang Kau baru tahu kekuatan nya..." ucapnya sambil menatap sekilas sang sahabat yang tidak mau melepaskan pandangannya Dari pertarungan itu.


"Apakah ini ilmu yang Kau turun kan padanya...?" ucap Dewa Wiqya.


"Bukan Hanya aku yang menjadi guru gadis mu, tapi masih Ada dua guru lagi yang dia miliki.dan dia memiliki buku yang dia dapat dari kedua gurunya.


"Jadi dia memiliki guru bukan hanya dirimu...?" tanya Dewa Wiqya sambil menatap Dewa Saora.


"aku guru terakhirnya..." ucap Dewa Saora sambil tersenyum.


Sedang kan pertandingan di udata semakin sengit. Kilatan petir dan cahaya putih terlihat saling berbenturan menghasilkan percikan api di udara yang membuat terang di udara. semua itu membuat semua Dewa semakin kagum dengan kekuatan kedua wanita itu. namun tiba - tiba terdengar ledakan di udara. dan seseorang Melayang jatuh. dan semua orang tahu Siapa yang jatuh itu. sebab orang yang jatuh memakai baju merah. dan itu Dewi Nadya. hempasan tubuh di tanah terlihat membuat lubang sebesar tekanan tubuh Dewi Nadya. Dan Siyue terbang turun dengan tenang dan mendarat dengan halus di tanah tak jauh dari tubuh dewi Nadya. Semua orang yang melihat pertarungan itu terdiam tak bisa bicara . Tak lama terlihat Dewi Nadya berdiri. Ada sedikit darah di sudut mukutnya.


"Jangan bangga dulu...aku masih belum Kalah..." ucap Dewi Nadya Sombong. melihat Sikap Sang Putri , sebenarnya Dewa Yu sudah Merasa malu dan marah. namun bagaimana pun Gadis itu Adalah Putrinya.


"Aku tidak bangga. Karena rasa bangga akan membuat kita angkuh dan sombong ...." ucap Siyue dingin.


"Jangan Sok Kau....Kau hanya manusia biasa yang tak berguna...jangan kau samakan dirimu denganku...derajatmu lebih rendah dari hewan Nirwana...." ucap Dewi Nadya dengan sombong. terlihat cibiran di bibir nya. tanpa dia sadari Setiap ucapannya membuat semua orang yang mendengar Merasa Jengah, marah dan malu. terutama sang Ayah . ingin rasanya Dewa Yu turun dan memukul Mulut sang Putri. bisa- bisanya dia berkata Siyue wanita tak berguna dan perkataan yang tak pantas di ucapan oleh seorang Dewi . Sedang Siyue sendiri terlihat tersenyum dengan lembut.


"Siapa yang berguna dan tak berguna akan tahu nanti nya... dan ternyata derajat seseorang tidak mejamin seseorang bertingkah laku sesuai derajatnya.... " ucap Siyue tajam sambil tersenyum. melihat Sikap dan ucapan Siyue membuat Dewi Nadya semakin marah. dia segera mengeluarkan senjata andalannya yaitu pedang yang mengeluarkan cahaya merah. melihat itu , Siyue menyimpan kembali cambuk sinar nya dan memgeluarkan pedang Tiangfang dari Cincin Ruangnya.


melihat pedang yang bersinar terang membuat para Dewa terkejut bukan main,


" Pedang Tianfang...!" seru mereka hampir bersamaan. dan Dewa Brahmadya terkejut.


"Gadis itu memiliki pedang Tianfang... bukankah pedang Tianfang bersama burung Zuzaku ....?" ucap Dewa Kuasa.


"Zuzaku memang bersama gadis itu yang Mulia..." ucap Dewa Agung.


"Apaa...jadi burung yang bersama mu itu telah berganti master...?" ucap Dewa Brahmadya.


"Benar...Karena gadis itulah yang bisa meyembuhkan Zuzaku...dan menghidupkan dia kembali..." ucap Dewa Agung.


"Apaa...! Zuzaku terluka...?" ucap Dewa Brahmadya.


"Saat pertarungan itu, Zuzaku mengalami luka parah. agar dia tak binasa, Dia menyegel tubuh dan kekuatan nya. dan melemparkan diri ke Alam dunia bawah...." ucap Dewa Agung.


"Dan kita tidak mengetahui hal itu..." ucap Dewa Brahmadya .


"Benar..." ucap Dewa Agung.


Sedang kan di arena pertarungan, terlihat Siyue dan Dewi Nadya mulai bertarung kembali. dan pertarungan itu semakin sengit. Hingga mereka kembali bertarung di udara. dan tak lama terlihat cahaya merah jatuh kebawa di susul dengan tubuh berbaju merah juga Melayang turun. untuk kedua Kalinya Dewi Nadya jatuh ketanah dan itu membuat Dia semakin marah.


Dia segera melompat berdiri walaupun kembali ada darah di sudut Mulut nya .


"Ternyata Kau hebat Juga pe****r... tapi jangan bangga dulu... Kau telah melukaiku, melukai harga diriku...sekarang hanya ke matian yang akan Kau dapatkan..."ucap Dewi Nadya dengan marah.


Mendengar ucapan Dewi Nadya semua orang kaget. Begitu juga dengan Dewa Yu dan tiga Dewa utama. Mereka sampai berdiri dari tempat duduknya. Namun mereka tidak sempat lagi mencega apa yang akan di lakukan Dewi Nadya. Mereka melihat dewi Nadya tiba- tiba berdiri tegak dan tangan di silangkan satu di dada dan tangan yang lain menengada. dan tiba- tiba saja di udara sebuah kepalan tangan yang teramat besar Meluncur dengan cepat menuju arah Siyue . semua orang menahan nafas . dan dalam bayangan mereka. Siyue pasti Hancur.


Tak Ada seorangpun yang bisa mencegah tangan Raksasa itu yang akan menghantam tubuh Siyue . mereka menahan nafas untuk melihat kehancuran tubuh Siyue. begitu juga dengan Dewa Saora dan Dewa Wiqya. mereka hanya bisa menahan nafas mereka. Karena ilmu itu tidak Ada yang bisa me nah an ya Selain ke tiga Dewa utama yang terlihat tertegun menatap ke arah pertarungan .


Maaf sampai di sini dulu ya...akan Author lanjut besok lagi . maaf jika masih Ada typo bertebaran ..🙏🙏

__ADS_1


jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu.


Bersambung.


__ADS_2