DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
MALAM PERTAMA SIYUE .


__ADS_3

Setelah berbincang Sebentar, akhirnya mereka kembali ke Istana Dewa Saora untuk mengantarkan Siyue berpamitan sekaligus mempersiapkan keberangkatan mereka menuju Negri Phoenix . Mereka harus membicarakan ini bersama- sama .


Sedangkan Siyue sendiri pergi ke istana kecil Dewa Saora untuk mengambil batangnya yang masih ada di sana. Seperti biasa Dewa Wiqya akan menempel kayak prangko pada Siyue.


Karena Siyue selalu ganti baju Di ruang Teratainya, maka barang yang ada di kamar itu pun tidaklah terlalu banyak. Setelah selesai mereka keluar dari kamar itu.


Ketika kembali ke ruang tamu istana utama, tiba- tiba Dewa Yang Xi berkata .


"Kalian pulanglah lebih dahulu...Ayah dan Bunda masih ada yang akan kami bicarakan dengan paman dan bibi kalian..."ucap Dewa Yang Xi .


Mendengar ucapan Dari sang Ayah, terlihat binar kebahagiaan di wajah Dewa Wiqya. Namun binar kebahagiaan itu hanya sebentar . Dewa Wiqya berusaha menutupinya.


"Apakah Ayah dan bunda masih lama Di sini...?" ucapnya tenang seolah dia enggan pulang.


"Benar Ayah... Kita menunggu saja di sini..." ucap Siyue.


Mendengar ucapan Siyue Dewa Wiqya kaget.


"Aah bodoh...kenapa aku berkata seperti itu.. Bagaiaman kalau Ayah mengiyakan...batin Dewa Wiqya. .


Sedangkan di dalam hati Dewa Yang Xi, ingin tertawa melihat reaksi sang anak. Dia tahu kalau semua itu hanya gaya si Dewa Wiqya saja seolah enggak pulang. Dan saat Siyue mengatakan juga , terlihat kekagetan di wajahnya.


"Ha ha ha...akan aku kerjain kau anak bandel..ucap Dewa Yang Xi dalam hati .


"Oo..begitu ya...ya sudah kalau kalian tidak lelah, kalian bisa tetap di sini. Sebab mungkin masih lama selesainya" ucap dewa Yang Xi . Mendengar itu Dewa Widya segera berkata .


"Kalau masih lama lebih baik kami pulang lebih dulu Ayah...sebab aku melihat Yue'er terlihat kelelahan..." ucap Dewa Wiqya sambil menggandeng tangan sang Istri. "


Ta...tapi Honey..." ucap Siyue ingin menyangkal .


"Kalau begitu pergilah nak...aku melihat istrimu memang terlihat sudah kelelahan, pulanglah...."ucap Dewa Yang Xi.


Sedangkan para Orang Dewasa yang tahu apa yang terjadi. Hanya bisa menahan tawa.


"Baiklah Ayah...kalau begitu kami pamit kembali lebih dahulu..." ucap Dewa Wiqya sambil menarik tangan sang Istri yang masih ingin Protes . Mereka segera meninggalkan Istana Dewa Saora. Ketika sampai di luar, Siyue bertanya dengan wajah cemberut.


"Honey...kenapa buru- buru pulang...Bukankah Ayah dan Bunda masih lama di sana.." tanya Siyue dengan wajah cemberut.


"Baby...aku sudah Lelah... Bukankah sejak tadi kita menerima ucapan selamat dari para tamu, jadi hari ini kita istirahat lebih awal ya..." ucapnya sambil tersenyum.


"Baiklah kalau itu maumu.." ucap Siyue polos . Dan merekapun segera kembali ke istana Dewa Wiqya . Ketika sampai di dalam Istana yang mega itu. Siyue baru menyadari kalau istana Dewa Wiqya lebih mewah dari Istana Dewa Saora.


"Sayang....Ayo aku tunjukkan kamar kita..." ucap Dewa Wiqya sambil menggandeng tangan Siyue. Mereka berjalan masuk kedalam istana. Setelah melalui ruang tamu, Dewa Wiqya membawa Siyue kedepan sebuah pintu kamar yang memiliki pintu lebih lebar dari pintu yang lain, dan pintu itu memiliki ukiran nama Wiqya di atasnya. Ukiran nama itu terbuat dari tinta emas.


Perlahan Dewa Wiqya membuka pintu itu. Dan tak lama terlihat ruang kamar yang lebar dan rapi. Kamar itu memiliki Nuansa keemasan . Ranjang yang terbuat dari Besi berlapis emas. Meja terbuat dari Kayu yang memiliki ukiran yang bercorak hitam dan kuning emas . semua benda bermotif emas hitam dan putih . membuat kamar terlihat bercahaya.


"Siapa yang menghias ruangan ini...?" tanya Siyue sambil masih melihat keadaan ruangan itu.


"Aku Beb... kenapa kau tidak suka..." tanya Dewa Wiqya .


"Aku suka...hanya saja ini terkesan kamar seorang Pria...emang sich...bukannya ini kamar Dewa Wiqya yang dingin dan angkuh itu..." ucap Siyue sambil melihat isi kamar sang suami. Namun lengan kekar itu tiba- tiba menariknya dalam dekapannya.


" Sayang...kau tahu bukan , kalau pria dingin itu kini telah berubah menjadi anak bayi jika di depan istrinya hmm...dan kau juga sudah tahu kalau dia itu kini sudah menjadi suamimu..." ucap Dewa Wiqya sambil memandang wajah rupawan itu.


Seketika wajah Siyue memerah . Dan apakah kau tahu...dengan kekuatannya Dewa Widya telah menutup alam teratai Siyue hingga apa yang terjadi di kamarnya para Mahluk kontrak Siyue tidak dapat mendengar maupun Melihat. Dia tahu mahluk kontrak Siyue pasti sudah menutup panca indra mereka. Tapi dia masih belum merasa lega . Dan Siyue pun merasakan apa yang di lakukan Dewa Wiqya.


"Han...apa yang kau lakukan pada ruang terataiku...?" ucap Siyue lembut.


"Menutupnya..." jawab Dewa Wiqya enteng.


"Menutup....kok bisa..? Bukankah itu ruang Dimensiku...?" tanya Siyue.


"Dengan sumpah setiaku di depan tiga Dewa utama , itu sudah menguatkan ikatan jiwa kita, hingga untuk menutup ruang Dimensi pasangan kita, itu tidak menjadi masalah...?" ucap Dewa Wiqya dengan tenang.


"Lalu apakah aku juga bisa melakukannya pada ruang Dimensimu Han...?" tanya Siyue.


"Bisa...jika kekuatanmu sesuai dengan kekuatan Ruang dimensiku..." ucap Dewa Wiqya lembut.

__ADS_1


." Kau curang...kau bisa menutup Ruang Dimensiku, tapi mana mungkin aku bisa menutup Ruang Dimensi mu Han...aku tahu kekatanku masih tidak bisa mengalahkan. dirimu . " ucap Siyue dengan kesal.


"Aku memang bisa menutup , tapi aku tak bisa masuk kedalam ruang Teratai tanpa dirimu Beb..." Ucap dewa Wiqya dan saat Siyue akan memorotes lagi. Ucapannya tertutup saat ******* lembut mendarat di bibirnya. Saat bibir mereka menyatu, Siyue pun hanya bsa membalas ciuman lembut sang suami. Bagaiamapun juga dia kini istri dari Dewa bucinnya.


Dan kini Dewa Wiqya ataupun Raja Chu Tian Ji sudah berani mulai merabah tubuh mulus itu. Dan semakin lama ciuma lembut itu mulai berubah menjadi ciuman menuntut. Perlahan Dewa Wiqya mengangkat Siyue dan membawa dia menuju tempat tidur . Terlihat Tangan Dewa Wiqya mulai meraba tubuh outih Siyue . Dan bibirnya mulai menciumi seluruh wajah Siyue Dari mulai mencium bibir, mata, hidung , pipi dan akhirnya turun keleher. Dewa Wiqya melakukannya dengan lembut dan penuh kasih sayang . Mereka memang sama- sama belum pernah melakukan lebih dari mencium pipi ataupun bibir. Itupun karena hukuman, atau mencuri ciuman. Dan sekarang mereka melakukannya karena mereka sudah sah menjadi suami istri. Perbuatan Dewa Wiqya tanpa sadar membuat ******* dari mulut Siyue. Dan itu membuat hati Dewa Wiqya bahagia. Dan semakin terbakar . ciuman dan ******* itu semaki. menggiring mereka untuk berbuat lebih . Satu demi satu baju mulai melayang entah kemana Dan Saat Dewa Wiqya meminta pada Siyue untuk melaksanakan penyatuan , Siyue hanya bisa mengangguk dengan wajah memerah . Dengan senyum bahagia, Dewa Wiqya melaksanakan tugasnya sebagai seorang suami yang telah di restui oleh Dewa. Dan saat harus menerobos pertahankan Siyue untuk pertama kalinya, terlihat air mata keluar Dari mata Siyue. Dewa wiqya tahu sakit yang Siyue rasakan . Dengan lembut, Dewa Wiqya kembali ******* bibir merah itu untuk mengalihkan rasa sakit yang di derita Wanitanya . Dan akhirnya puncak kebahagiaan mereka dapati brsama.


"Trimakasih Sayang...." ucap Dewa Wiqya dengan penuh kasih sayang .


Keesokan harinya saat Siyue terbangun karena cahaya matahari menerpa wajahnya, Siyue merasakan sekujur tubuhnya sakit semua. Dan sebuah tangan kekar dengan hangat berada di perutnya. Dan sapaan lembut terdengar di telinganya.


"Selamat pagi Beby...." Dengan cepat Siyue melihat kearah Pria di sampingnya .Terlihat Dewa Wiqya tersenyum lembut di depan wajahnya. Dan setelah dia sadar apa yang terjadi semalam, terlihat kembali wajahnya yang memerah. Melihat itu dewa Wiqya tertawa bahagia.


"Trimakasih sayang...trimakasih kau mau menjadi belahan jiwaku , Trimakasih kau mau hidup bersamaku. Aku berharap sampai maut menjemput kita, kita akan tetap selalu bersama..." ucap Dewa Widya dengan penuh kasih sayang.


"Akupun berharap seperti itu... Dan ingat selalu...aku tidak ingin berbagi dirimu dengan wanita lain..." ucap Siyue .


"Tentu saja sayang...aku juga tak menginginkan zada orang lain di kehidupan kita. Sudah cukup para mahluk kontrak kita yang akan mengganggu kehidupan kita . aku tidak akan mengijinkan orang lain hadir di antara kita.." ucap Dewa Wiqya sambil mencium bibir merah yang menggemaskan itu .


"Ya sudah ayo kita mandi...bukankah kita akan mengantar para mahluk kontrakmu untuk beroamitam pada keluarga mereka . "ucap Dewa Widya.


"Hmm...* jawab Siyue sambil mengangguk. . Dewa Wiqya segera mengangkat Siyue dari pembarimgan tanpa penutup badan mereka dengan kain .


"Han...apa yang kau lakukan..turunkan aku...!" seru Siyue dengan wajah memerah.


"Aku yakin kau tidak akan bisa melangkah jika kau kuturunkan sekarang...." ucap Dewa Wiqya sambil tersenyum .


"Memang kenapa...?" tanya Siyue. Mendengarkan ucapan Siyue, Dewa Wiqya hanya tersenyum . bagaiaman tidak, tadi malam dia telah membuat Siyue melayani keinginannya beberapa kali. Dan sekarang Dia yakin kalau Siyue akan kesakitan jika berjalan .


Sesampainya di dalam kamar mandi yang berisi kolam air hangat , perlahan dewa Widya menurunkan Siyue agak Jauh dari kolam air hangat.


"Sekarang coba kau berjalan..." ucapnya lembur. Siyue segera melangkahkan Kakinya.


"Aaauuu..." jerit Siyue pelan, karena dia merasakan di area bawahnya sedikit sakit dan ngilu. Diapun terdiam dan dengan sigap Dewa Wiqya menggendong kembali Siyue.


"Itu yang akan ku katakan padamu tadi..." ucap Dewa Wiqya sambil tersenyum menggoda.


"Jangan cemberut... Jangan membuat aku ingin memakanmu lagi..." ucap Dewa Wiqya sambil tersenyum mesum. Dengan cepat Siyue merubah wajahnya menjadi senyuman. Melihat itu Dewa Wiqya tertawa. Perlahan Dewa Widya memasukkan Siyue kedalam kolam air hangatnya. "Han...apakah ini air hangat yang di buat manusia....? Maksudku para pelayan telah memasukkan air panas ke dalam kolam ini...?" tanya Siyue heran. Sebab air di dalam kolam itu sedikit agak panas, namun Dia merasakan arus Qi yang sangat kuat .


"Tidak Beby... Di dalam istanaku ini ada sumber air panas abadi. Hanya di Sini dan di tempat Dewa Brahmadya tempat air panas ini berada ..." ucap Dewa Widya .


"jadi di alam Nirwana ini hanya ada dua mata air panas...? dan salah satunya di sini...Kok bisa..." ucap Siyue yang kini mulai duduk Lotus.


"Saat itu aku mendeteksi keberadaan kekuatan Qi yang sangat besar, dan akhirnya aku bisa menemukannya di Sini. Dan akupun membangun Istana di disini, sayang..." ucap Dewa Wiqya yang membantu Siyue menggosok tubuhnya. maunya Siyue ingin bermeditasi. namun pengganggu tidak bisa diam . Sebenarnya Siyue sudah menolak, tapi dasar si bucin... Dengan segala cara dia akhirnya bisa membuat Siyue tak dapat bicara, dan akhirnya bukannya bermeditasi di dalam kamar mandi seperti yang Siyue inginkan . tapi modus si bucin yang membuat mereka mandi hampir dua jam baru keluar .


Sambil menggendong Diyue Dewa Wiwya keluar dari kamar mandi Siyue hanya bisa cemberut karena ulah sang suami. tapi apa boleh buat..ini memang tugas seorang istri .


Ketika selesai berdandan . Mereka keluar dari kamar. Terlihat Kedua orang tua Dewa Wiqya dam ketiga saudaranya sedang duduk di ruang keluarga yang berada persis di depan kamar mereka. Melihat mereka yang baru kuncul , mulut usil adik perempuannya bernyanyi.


"Kak...mentang- mentang pengantin baru, kalian dudah tadi Ayah Dan bunda menunggu sampai lama. jam segini kalian baru keluar..." ucap May sambil mengerling menggoda Siyue. Tentu saja mendengar ucapan May mbuat wajah Siyue menjadi merah.


"May...jangan berkata seperti itu... Maklumi saja.. mereka baru saja merayakannya..." ucap adik perempuannya yang lain.


"Ck...kalian usil sekali...kalau iri, cepatlah mencari jodoh..." kata Dewa Wiqya sambil membawa Siyue menghadap sang Ayah dan Bunda .


"Salam Ayah, salam Ibu...selamat pagi...." sapa Siyue sambil tersenyum lembut.


"Pagi nak..." ucap Sang Ibu.


"pagi sayang...Bagaimana tidurmu ...?" ucap Dewa Yang Xi.


"Ya Ayah...mana bisa kakak ipar bisa tidur...pasti tadi malam dapat gangguan dari Kak Wiqya..." ucap Dewi Guanli dengan. wajah tidak bersalah. Tentu saja wajah Siyue semakin memerah.


"Guanli..." seru sang ibu lembut . "hamba baik- baik Ayah..." jawab Siyue. "Ya sudah makan sana dulu...katanya kau akan me gantarkan para pengawalmu untuk neroamitam pada keluarga mereka...?" kata Dewa Yang Xi.


"Benar Ayah...kalau begitu Siyue pergi makan dulu.." pamit Siyue. Sedangkan Dewa Wiqya hanya tersenyum dalam diam , sambil menggandeng Siyue. Mereka segera melangkah ke ruang makan. Dengan cekatan Dewa Wiqya menarikkan Kursi untuk Siyue lalu mengambilkan piringnya. Namun Siyue menahannya .


"Bukan kau yang melayaniku Han.. Tapi aku...akulah yang wajib melayanimu... duduknya..." ucap Siyur lembut. Dengan patuh Dewa Wiqya duduk di Sebelah Siyue . dan Siyue segera mulai mengambilkan makanan untuk Sang suami. Sedangkan para pelayan yang melihat perbuatan Dewa Wiqya dan Siyue yang terlihat manis dan romantis itu , hanya bisa tercengang . apalagi melihat Dewa Wiqya yang sangat patuh pada Siyue. Mereka yang belum pernah melihat kejadian itu, tertegun tak percaya. Sebab mereka tak pernah melihat kejadian srperti ini. Dulu., saat ada perempuan yang datang kerumah ini, Dewa Widya akan mengusir mereka dengan kejam tanpa perasaan . Dan dulu..saat ada wanita yang nekat masuk kekamar Dewa Widya, wanita itu akan berakhir dengan kematian. Dan sekarang...mereka memang tahu kalau Dewa Widya sudah menikahi seorang gadis, Gadis yang pernah datang bersama Dewa Saora yang mereka kenal sebagai sepupuh Dewa Wiqya, tapi pada saat pada saat itu (maksudnya beberapa hari yang lalu..) mereka tidak tahu hubungan Dewa Wiqya dan gadis itu . Dan mereka pernah mendengar juga dari para Penjaga yang bergosip , kalau Dewa Wiqya dekat dengan seorang wanita. Tapi mereka tidak percaya. Dan saat mereka melihat seorang gadis cantik berada di rung tamu bersama Dewa Saora dan Dewa Wiqya. Mereka sebenarnya agak kaget. Namun mereka tak pernah menyangka kalau Wanita cantik itu adalah calon majikan wanita mereka. Dan kni mereka di suguhkan dengan kemesraan mereka berdua . tepatnya sikap Dewa Widya yang sangat manja pada wanita itu atau istrinya . Dan dengan lembut dan anggun wanita itu meladeni Dewa Wiqya. Terlihat sesekali Dewa Wiqya menyuapkan makanan kulit Siyue.

__ADS_1


"Sayang Bukankah aku juga sedang makan..." ucap Siyue lembut. Sebab Dia tak enak hati karena di sekitar mereka ada para pelayan yang sedang berdiri. "Tapi aku ingin memyuapimu..." ucapnya sambil menyodorkan irisan daging kemulut Siyue menggunakan sumpitnya. mau tidak mau Siyue memakan daging itu . Setelah selesai makan Dewa Widya menggandeng Tangan Siyue.


"Tunggu Han..." ucap Siyue.


Dia lalu menatap pada para pelayan yang ada di sana.


"Kalian sudah makan semua...?" ucap Siyue lembut . mendengar ucapan Siyue, para pelayan saling bertatapan, Melihat itu Dewa Wiqya segera berkata.


"Biasanya mereka akan makan nanti Siang Sayang..." ucapnya .


"Nanti siang....?Kenapa...?apakah kalau pagi hari mereka tidak makan....?" tanya Siyue. Dewa Wiqya menatap mereka untuk mengatakan alasannya. Dan salah satu dari mereka berkata.


"Kami terbiasa makan di siang hari Yang Mulia..." ucap pelayan itu . "Apa itu suatu kebiasaan..?" tanya Siyue lagi. Mereka terdiam.


"Saat aku merekrut mereka menjadi pelayanku, mereka sudah seperti itu..." ucap Dewa Wiqya lembut. Siyue menatap mereka dengan heran. Lalu dia menatap pada Dewa Wiqya dengan tatapan lembut.


"Honey..aku istrimu kan..?" tanya Siyue.


"Hey..kenapa kau masih bertanya hmm..." ucap Dewa Widya sambil mencubit pelan hidung Siyue . Melihat perbuatan Dewa Widya para pelayan tertegun dan tak percaya. . mereka tak percaya melihat perubahan Dewa Wiqya sampai seperti itu. .


"Kalau begitu boleh aku Mengatur rumah ini...?' ucap Siyue lagi. Mendengar ucapan Siyue Dewa Wiqya semakin gemas. Dia memeluk pinggang sang istri.


"Apapun boleh kau lakukan di tempat ini, apapun itu sayang... asal kau bahagia Semua yang kau lakukan akan aku ijinkan.." ucap Dewa Widya lembut.


"Trimakasih sayang...sekarang lepaskan tanganmu..." ucap Siyue sambil berusaha melepas pelukannya .


"Tidak.....Hadiahnya dulu untukku mana...?" ucapnya manja .


"Yang Mulia...! banyak pelayan...!" seru Siyue dengan wajah kesal dan malu.


"Tak perduli.. Kalau kau tidak memberi, mana mungkin tangan ini lepas dari pinggangmu..." ucapnya lagi . Dan Dia menunjuk pipinya. Akhirnya dengan terpaksa Siyue mencium pipi sang suami bucinnya. Namun dasar Dewa Bucin. Saat Siyue ingin mencium pipinya denga. Cepat. Tiba - tiba wajahnya dia hadapkan ke wajah Siyue hingga bibir manis Siyue mendarat dengan tepat dii bibirnya. Dan dengan cepat dia ******* bibir itu . Tentu saja Siyue kaget. Dan terbengong ,


"Trimakasih sayang.. Ucapnya sambil mencium kening Siyue dan melepas pelukannya.


"Aku tunggu di depan.." ucapnya lembut dan berjalan cepat keluar dati ruangan itu sebelum sang istri marah. Dan Siyue hanya bisa bernafas panjang menahan kesal dan malu. Terlibat wajahnya memerah karena malu . setelah menghela nafas , Siyue menatap pada semua para pelayannya .


"Sekarang katakan terus terang padaku. Aku tidak mau kalian bohong walau hanya sedikit Apakah kalian tidak lapar jika kalian makan Siang hari dan tidak makan di pagi hari...?" tanya Siyue.


Mendengar pertanyaan Siyue mereka terlihat terdiam. Melihat itu, Siyue berkata lagi.


"Tolong jawab pertanyaan saya dengan Jujur ..." ucap Siyue lagi .


"Sebenarnya kami juga lapar yang Mulia... Tapi kami hanyalah seorang budak, kami tidak berani mengeluh...kami butuh uang untuk makan, dan tanggungan kami di rumah banyak..." ucap pelayan tadi dan di benarkan oleh teman mereka.


"Lalu kenapa kalian tidak makan...?" tanya Siyue heran.


" Di tempat kami bekerja dulu...kami hanya mendapatkan dua kali makan, Siang dan malam hari . semua pelayan di alam ini seperti itu Yang Mulia..." jawab pelayan tadi .


Mendengar ucapan mereka , Siyue pun berkata setelah terdiam sejenak.


'Sekarang aku adalah nyonya di istana ini. Dan sekarang dengarkan oerintahlu, dan aku tidak mau di bantah. Mulai sekarang kalau kalian membuat masakan, kalian harus membuat lebih. Karena aku memberi perintah setiap pagi hari setelah kami selesai makan .kalian juga harus makan pagi, tidak boleh tidak , aku tidak mau mendengar penolakan . kalian paham...!" seru Siyue tegas. Mendengar ucapan Siyue mereka saling berpandangan seolah tak percaya.


"Dan jika kami tidak ada di rumah...kalian yang harus menjaga Rumah ini. Karena itu, aku tidak ingin salah sati dari kalian sakit . walaupun kami tidak ada di sini , kalian harus tetap makan tiga kali sehari. Tidak boleh tidak. Kalian paham....!" seru Siyue dengan tegas. Mendengar semua ucapan Siyue, mereka segera bersujud dan menangis mengucapkan terimakasih.


"Hey, hey...ada apa ini...!ayo bangun...!" seru Siyue kaget.


"Kami sangat terharu yang Mulia...saya ucap kan banyak Terimakasih..." ucap mereka serempak.


"Baik, baik...sekarang kalian bangun...dan aku tidak ingin kalian melakukan seperti itu lagi .sekarang cepat kembali kebelakang, kalian bisa makan maaf.. sisa kami ini ..atau kalian boleh membuatnya lagi. Dan besok kalian harus membuat lebih untuk kalian sendiri..." ucap Siyue.


"Baik yang Mulia...." ucap mereka serempak dengan bahagia.


"Baiklah kalau begitu aku akan pergi. Ingat kalian harus makan..." ucap Siyue.


Siyue pun segera keluar dari ruang makan. Tanpa Siyue sadari kalau kedua orang tua Dewa Widya melihat perbuatannya. Dan mereka sangat bangga dan terharu melihat Menantu mereka yang ternyata sangat berhati mulia.


udahan dulu ya...aku lanjut Besok. Oh ya hampir lupa. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA bagi mereka yang beragama Islam. Semoga amal kebaikan kita di trima Allah dan mendapatkan balasan setimpal dari yang kuasa.

__ADS_1


Bersambung. .


__ADS_2