
"Baik...aku tunggu kau di luar..." teriak Siyue sambil melesat keluar ruangan .
Melihat gerakan Siyue, putri Lingling terlihat sedikit terkejut. Namun dia berkata dalam gati.
"Cih hanya seperti itu saja di banggakan. Putri Lingling terlihat mengejar Siyue.
Dia memang gadis sangat sombong . apalagi sekembalinya dia pulang dari perguruannya yang ada di kota Mangli . Banyak orang yang tersinggung dengan tingkah lakunya. Namun mereka tidak berani melaporkan semua itu pada Raja.
Sebenarnya saat mereka melihat tingkah Putri Lingling, Siyue sudah banyak mendengarkan kata hati para tamu. Terutama para putri pembesar ataupun putri bangsawan. Mereka banyak yang menghina atau pun menghujat gadis itu.
"Cih dasar gadis sombong dan jahat, Dia mengatakan Siyue gadis tolol dan bodoh..dia sendiri yang bodoh, harimau di depan mata dia hina, memang Sich saat Yueyue dulu masih bodoh dialah yang paling jahat pada gadi itu. Sampai- sampai dia menyiram Siyue dengan air seni kuda...entah dari mana dia mendapatkan air seni kuda itu . dan yang gadis itu dengar , Yueyue sampai jatuh sakit setelah kejadian itu . mendengar itu Siyue merasa ingin marah. Tapi dia menyabarkan hatinya . Dia tak menduga separuh jiwanya dan tubuhnya mengalami penghinaan sejauh itu . dan Siyue juga mendengar Fikiran gadis - gadis lainnya . Contohnya seorang gadis lain yang berkata.
"Sombong...mentang- mentang dia anak Raja. Dan sekarang Dia menghina Siyue, dasar bodoh..." ucap gadis yang lain.
Dan ada juga yang berseru dalam hatinya.
"Semoga gadis ini mendapat balasan dari Dewa melalui tangan Siyue. Gara- gara dia Adikku meninggal. Dia yang merebut kekasih Lu'er, tapi Dia Yang menyiksa adikku... Ya Dewa ...berikan balasan pada Dia..." Doa Seorang gadis cantik yang berada bersama ibu dan Ayahnya dan sedang memandang kearah Dia yang sedang bertengkar dengan putri Lingling. Dan banyak lagi ucapan cemohan dan Doa jelek yang di ucapkan oleh beberapa orang. Apakah ini manfaat Siyue yang bisa mendengar fikiran orang lain. Apakah ini memang takdirnya harus menjadi Dewi keadilan . Yang bisa mendengar keluh kesah para mahluk bumi . Karena mendengar ucapan fikiran merekalah akhirnya Siyue memutuskan untuk memberi pelajaran pada Putri Lingling .
Kini Siyue sudah berada di tengah lapangan tempat latihan para prajurit yang dulu tempat dia mengikuti turnamen . Dia berdiri dengan anggun. Tak lama terlihat Putri Lingling datang juga.
"Sombong...baru memiliki kekuatan sekecil itu , sudah mau pamer....!" seru Putri Lingling mencibir.
"Kita lihat saja Nona... " Ucap Siyue dingin . Sedangkan Dewa Wiqya dan ketiga saudaranya telah datang tadi bersama Siyue . mereka menatap Putri Lingling dengan tatapan jijik. Sedangkan Putri Lingling saat melihat sang pujaan hati berada di sana . Dan akan menonton pertandingannya dengan Siyue , hatinya sangat bangga . dan Dia bertekat akan membunuh Siyue. tak lama para sahabat dan para tamu undangan sang Raja juga telah datang dan berdiri di pinggir lapangan. Karena memang saat ini tidak ada acara di tempat itu. Maka tidak ada tenda untuk mereka bernaung. Untunglah di pinggir lapangan masih banyak pepohonan dan ada juga sebuah gasebo kecil tempat para guru atau pelatih prajurit duduk melihat latihan. Dan sekarang terlihat Raja , Permaisuri dan para pangeran serta putri duduk di sana . Saat melihat Dewa Wiqya dan tiga saudaranya berdiri di bawah pohon, Raja sungkan dan meminta Dewa Widya dan ketiga saudaranya duduk bersamanya . Dengan Tenang Dewa Wiqya menerima permintaan Raja. Dan di tengah lapangan, terlihat Putri Lingling sedang memasang Kuda- kuda.
"Bersiaplah kau untuk bertemu dengan Raja Neraka..." ucap Putri Lingling dengan sombong.
Dan tak lama terlihat Dia menyerang Siyue dengan gencar. Dan dengan tubuh ringan Siyue menghindari setiap serang dari Putri Lingling. Tak satupun serangan Putri Lingling yang bisa menyentuh Siyue. Malah tangan Siyue berkali - kali menampar pipi atau menendang tubuh Putri Lingling. Hingga beberapa jurus pun berlalu dengan cepat. Namun Putri Lingling tak bisa menyentuh Siyue. Dia sudah mengeluarkan segala kekuatannya. Namun hasilnya nol . Dan saat Dia memegang senjatanyapun , Siyue masih tak dapat dia jangkau. Malah dia yang bertambah sering menerima pukulan dari Siyue. Dan pada akhirnya Saat jurus terakhir dia gunakan dengan Sisah tenaganya. Namun Siyue masih tidak bisa dia sentuh. Dan akhirnya sebuah tendangan dan pukulan Siyue mengenai perutnya. Terdengar teriakan Putri Lingling.
"Aaah...." teriaknya kesakitan . Dia jatuh persis di depan Raja dan Dewa Wiqya.
"Ini hukuman untukmu... Semua kekuatanmu sudah aku hilangkan . kau sekarang bukan Siapa- siapa lagi ..." ucap Siyue dengan. wajah tenang.
Walaupun Siyue bertarung cukup lama dengan Putri Lingling. Namun tak satu pun titik keringat berada di wajah atau tubuhnya . terlihat Putri Lingling memuntahkan beberapa kali darah segar dari mulutnya.
"Apa maksudmu...?" ucap Putri Lungling di sela sakit perutnya.
"Kau tidak akan bisa berkultivasi lagi...karena meredianmu telah aku rusak. Kau sekarang hanya seorang sampah masyarakat...." Mendengar ucapan Siyue semua orang terlihat kaget. Begitu juga dengan Putri Lingling.
"Tidak, itu tidak mungkin..." ucapnya ketakutan . Dan Raja yang kaget segera berdiri .
"Kenapa kau lakukan itu Yue'er...?" tanya Raja. Bagaiamanapun juga Putri Lingling adalah Putrinya. Dia tidak bisa melihat Putrinya tersiksa.
"Ini hukuman untuk nya Ayah... " ucap Siyue.
"Apakah ini hukuman untuk penghinaannya padamu nak... Bukan kah itu sangat kejam ..." ucap Raja .
__ADS_1
"Bukan Ayah...tapi karena perbuatan yang di lakukan dia pada masyarakat kerajaan Juhan, ayah...?" ucap Siyue.
"Apa maksudmu Yue'er...?" tanya Raja kaget dan tak mengerti .
" Putri Ayah bukan saja sombong dan Angkuh Ayah...dia juga seorang gadis yang jahat dan tak mengenal kata kasihan. Kau kemarilah ...." ucap Siyue pada gadis putri seorang bangsawan kerajaan Juhan .
Dengan perasaan takut gadis itu mendekati Siyue dan berdiri di depan Siyue.
"Adik gadis ini meninggal karena mendapat siksaan dari putri Ayah ..." ucap Siyue.
"Bohong..Dia bohong Ayah...!" teriak Putri Lingling membela diri . Semua orang tercengang mendengar omongan Siyue. Begitu juga orang tua Gadis itu . Sebab sang Putri tidak mengatakan masalah itu. Saat mereka melihat Putri bungsunya terluka parah seperti habis di hajar orang, putri pertama mereka berkata kalau adiknya jatuh terperosok ke jurang . Dan mereka percaya saja. Kareba setahu mereka, kedua putrinya tidak memiliki musuh. Sedang sang gadis hanya bisa menangis .
" Perkataanku bohong atau tidak akan aku buktikan nanti. ... Ayah.. Tahukah anda kenapa putri Lingling menyiksa gadis itu....? Karena pria kekasih gadis yang mati tidak mau menerima cinta Putri. Karena pria itu adalah lelaki sejati. Yang sangat mencintai sang gadis dari pada sang Putri . Putri seorang Raja . Akhirnya saat Adik dan kakak keluar dari rumah. Mereka para kaki tangan Putri yaitu pengawal Putri sendiri , membawa keduanya menghadap Putri Lingling . dan Putri Ayah ini telah menyiksa Kekasihnya agar pria yang dia ingini mau menerima Dia... Akhirnya dia tak tahan melihat penderitaan sang kekasih , Dia mau menjadi kekasih sang Putri. Benarkan Putri...?" ucap Siyue dingin .
"Bohong kau bohong...!" teriaknya marah .
"Bohong...?.apakah kau tahu...setelah pulang dari penyiksaan darimu , adiknya jatuh sakit. Dan beberapa hari kemudian meninggal dunia . Dan karena ancamanmu akan membunuh keluarganya, Gadis ini tidak berani mengatakan pada siapapun termasuk kedua orang tuanya. Bukan hanya pada hadis ini perbuatan jahat putri terhadap gadis lain Ayah.... Dia..." menunjuk pada seorang gadis yang terlihat sejak tadi menyendiri dengan kedua orang tuanya. Mereka bangsawan kelas menengah.
"Gadis itu sampai saat ini menjadi bulian, ejekan dan hinaan orang maupun keluarganya. Semua itu karena dia cacad , Dia sudah tidak suci lagi karena dia telah di perkosa ...mungkin semua orang yang ada di sini tahu itu .. Tapi apakah kalian tahu siapa yang menyebabkan hancurnya masa deoan Dia...? Tidak, kalian Tidak tahu . Yang kalian tahu hanyalah ingin menghina dan tahu kalau gadis ini tidak suci dan harus di kucilkan . Walaupun kakuan tahu Dia tidak bersalah . Seharusnya kalian membuli atau menghina dan juga menghukup orang yang menyebabkan dia seperti itu . bukan menghukum dia...baik..akan aku perjelas... Gadis ini di perkosa oleh empat orang Pria . Setelah mereka habis memperkosa, mereka membuang gadis itu di pinggir jalan persis seperti hamba saat hamba hampir matili di bunuh oleh beberapa anak muda dulu. Dan Apakah Ayah tahu siapa otak dari pemerkosaan gadis itu... ? (Semua orang menatap Putri Lingling) Benar tebakan kalian. .. Putri Linglinglah yang menyuruh empat pemuda berandalan yang dia bayar untuk memperkosa gadis itu. Apakah Ayah tahu kenapa dia menyuruh orang untuk memperkosa gadis itu...? Semua karean Dia menginginkan kalung milik gadis itu. Yang kini sudah di miliki Putri Lingling . Dia melihat kalung Milik gadis ini di saat gadis ini datang pada pesta berayaan seorang gadis teman gadis itu dan juga teman Putri . Dan Putri menginginkannya. Tapi gadis ini tidak memberikannya. Karena kalung itu pemberian Neneknya yang telah meninggal dan yang sangat dia cintai .. karena itulah dia tidak mau memberikan pada Putri . Saat itulah Putri marah. dan saat dia pulang , sudah ada empat pria menunggu kepylangannya. dan terjadilah apa yang mestinya tidak terjadi . Dan banyak lagi korban dari Putri Ayah ini... Dan sebagian besar Putri yang hadir di sini . pernah jadi korban kekejaman Putri Lingling . ucap Siyue yang membuat semua orang tertegun Akan cerita itu.
"Bohong...kau memfitnahku...huk..huk..huk .." tiba- tiba dia terbatuk - batuk . Sepertinya dia menelan sesuatu. Tapi Apa...? Sebab tidak ada orang lain yang berada di sana. Sedamgkan Siyue sendiri tersenyum.
"Kau mengatakam aku bohong...? Baiklah akan kubuktikan ucapanku. Kau akan mengakui sendiri semua perbuatanmu....kita hitung sampai lima . dan kita lihat apa yang akan terjadi. padamu . Satu..dua..Tiga.... empat...Lima... Sekarang ceritakan masalahmu pada kami hingga kau menyiksa adik dari gadis ini .." ucap Siyue dingin . Terlihat Gadis itu ingin menyangkalnya . Tapi Benar saja...tiba- tiba putri Lingling menceritakan semua perbuatannya . dan siapa saja yang menjadi korbannya. Dan semua tingkah lajunya. Juga semua oertanyaan Siyue dengan lancar .
Mendengar semua itu, Raja Gong Saocin sangat marah. Dia menampar Putri Lingling beberapa kali. Hingga Siyue harus menahannya Karena takut Putri Lingling mati .
"Aku tidak perduli...aku sudah tidak perduli lagi padanya. Karena mulai detik ini, Dia bukan lagi Putriku. Dia di copot dari gelar putrinya. Mulai sekarang dia bukan lagi seorang putri, melainkan Rakyat jelata...." ucap Raja dengan marah . Dan saat itupun pengaruh pil kejujuran berakhit . mendengar ucapan sang Raja, Putri Lingling meminta ampun,
"Ayah ampun Ayah....Ayah tolong maafkan Lingling ... Lingling memang salah. Tapi jangan Ayah cabut gelar Lingling.. Jika Ayah mengusir Lingling dari istana, Lalun harus tinggal di mana Lingling Ayah..." ucap Putri Lingling .
"Tidak...dosamu terlalu besar pada Rakyat kerajaan ini . dan aku tidak akan memaafkan kejagatanmu itu . bukankah Aku telah memberi peringatan pada perbuatanmu yang terakhir kali...? Lalu kenapa kau lupakan itu...? Dan Kau putra mahkota...tangkap kaki tangan Lingling..." ucap Raja dingin.
"Baik Ayah handa...." jawab Putra Mahkota . Raja pun segeta pergi dari tempat itu tanpa mendengarkan seruan dari Putri Lingling. Siyue pun segera melangkah dari depan Putri Lingling.
"Tunggu...!" seru Putri Lingli yang masih terkapar. Dia menghentikan langkah Siyue .
"Ada apa...?" tanya Siyue dingin .
" Siapa kau... Kau pasti bukan Siyue kan... Siyue tak mungkin secerdas ini..." ucanya dengan wajah marah.
Mendengar pertanyaan Putri Lingling Siyue tersenyum.
"Kau fikir aku siapa...? Apakah aku manusia jadi- jadian...? Kau kaget melihat aku masih hidup setelah kalian berdua ingin membunuhku...? Ck ck ck...bodoh... karena kalianlah aku menjadi seperti ini . Andai teman - temanmu saat itu langsung membunuhku , dan tak membiarkan aku hidup, pasti sekarang aku tak akan ada di Sini....kalian saja yang bodoh.. Kalian masih memberiku kesempatan walau itu hanya seujung kuku, untuk dapat menghirup udara kehidupan yang segar ini kembali ..." ucap Siyue sambil tersenyum.
"Cih....andai aku tahu kau masih bisa selamat setelah pukulan dan tendangan mereka. Juga tusukan belatiku , Mungkin aku akan membunuhmu berkali- kali agar kau tak hidup lagi.." ucap Putri Lingling .
__ADS_1
"Ooo..jadi kau kah seseorang yang berpakaian tertutup dan menusukku...?" ucap Siyue . memang dalam ingatan Siyue , ada seseorang yang memakai kain serba hitam dan menutup kepalanya dengan kain hitam pula , orang itu tiba- tiba datang dan langsung menusuk perutnya saat Dia dalam keadaan sekarat di pinggir jalan . Siyue melihat orang itu sebelum dia tak sadarkan diri .
"Benar...Memangnya kenapa...? Memang aku yang menusukmu. Dan yang memukulimu adalah teman dan orang suruhanku...kau tahu itu...? lalu kau mau apa...?" ucap Putri Lingling dengan percaya diri.
"He he he...aku sudah tahu hal itu..Tapi aku tak menyangka kalau kaulah otak dari semua itu . dan kau juga yang menusukku . Tapi aku juga tahu kalau kaulah yang memberi racun pada makanan Putra Mahkota saat putra mahkota memakan makanan dariku dulu..dan kau menuduhku... Dan kau juga yang telah merusak baju berkuda kesayangan. Putra mahkota . Karena aku sempat melihat kau keluar dari dalam kamar Putra Mahkota dengan membawa alat pemotong . Karena masalah itulah putra mahkota semakin membenciku dan tidak menginginkan diriku. Tapi seharusnya aku berterimakasih padamu. Karena kejadian itu, aku tidak menikah demgan Putra mahkota . Kalau tidak, mana mungkin aku bisa menikah dengan seorang Dewa yang kini jadi suamiku...tapi aku tahu. Kau juga menyukai suamiku kan..?" ucap Siyue sambil tersenyum Sinis .
Mendengar ucapan Siyue yang memang semua memori otak atau ingatan Yueyue tiba- tiba terbuka semuanya . Ingatan mulai dari kecil sampai saat dia Remaja. Membuat Putra Mahkota tertegun. Dia menatap Siyue yang terlihat dengan tenang menjawab semua per Kataan dan pertanyaan Lingling . Namun dia kaget saat mendengar perkataan Siyue . Kalau semua yang membuat dia membenci gadis itu karena ulah Putri Lingling, adik yang dia percaya . Yang sayangi dia juga sekaligus mendekatkan dia dengan Xio Lan pacarnya dulu . Dia ingat , saat mereka di jodohkan dia memang sangat marah pada gadis bodoh itu yang tidak menolak saat di calonkan sang Ayah untuknya . namun akhirnya dia menyadari dan mau menerima. Tapi semua itu berubah saat gadis itu datang membawa makanan untuknya. Karena merasa sedikit menghormati, Dia memakan makanan itu. Tapi yang terjadi dia mengalami keracunan parah , hingga harus di rawat tabib selama dua minggu. Dan saat itu ada pacuan kuda dan dia ikut di dalamnya. Karena kejadian itu. dia tidak bisa mengikuti perlombaan itu . itulah awal dia membenci Siyue . Dan di lain waktu. Saat Yueyue datang ke istana dan dia melihat Siyue berada di depan pintunya seolah baru masuk kedalam kamarnya, dia segera bersembunyi untuk menghindari gadis itu. Dan saat dia masuk, betapa kagetnya Dia, sebab baju betkuda yang sangat dia sayangi rusak dan hancur. Dan yang dia tahu, Siyuelah yang berada di sekitar ruang kamarnya . Dan Saat dia memanggil Siyue. Dan memarahi gadis itu. Dan juga sempat memukulnya, gadis itu hanya diam tak bicara . Pada saat itulah kebencian di hati Putra Mahkita We semakin besar pada Siyue. Dan kini dia tahu kalau itu semua bukan salah Siyue . Putra Mahkota sangat menyesal dan merasa berdosa pada Siyue . jika saja Lingling tidak melakukan itu pada Siyue... Pasti gadis itu sekarang sudah jadi permaisurinya . ,
"Jadi semua itu perbuatanmu...? dan kaulah otak dari penganiaan Yueyue pada waktu itu...? Kau tahu...gara - gara ulahmu , Aku mendapat hukuman dari Ayah...!" seru Putra Mahkota marah , yang masih berdiri dengan pangeran kedua dan Pangeran ketiga .
Melihat Putra Mahkota dan para pangeran dan putri masih di sana, Lingling yang masih tengkurap karena terluka kaget bukan main, Dia mengira mereka sudah pada pulang.
"Bukan kak..bukan aku..aku hanya...aku..." ucap Lingling gemetar ketakutan .
"Bukan...? bukan Apa ha....sudaj jelas kau tadi mengakuinya. Dan sekarang kau ingin membohongi diriku lagi . dasar wanita rendah..." teriak Putra Mahkota marah.
"Kak...semua itu aku lakukan karena aku tidak mau kau menikah dengan dia..wanita bodoh dan tolol... Aku mentayangimu kak.. Dan saat itu sahabatku sangat mencintaimu, karena itulah aku menjauhkan dia darimu..." ucap Putri Lingling mencoba membujuk Putra Mahkota.
"Dan Kau tahu semua itu...?" tanya Putra mahkota sambil menatap Siyue .
"Hmm...." angguk Siyue .
"Lalu kenapa kau tak melakukan pembelaan..?" tanya Putra Mahkota .
"Untuk apa...sia- sia jika aku melakukannya, dan apakah kau akan percaya...?" tanya Siyue dengan wajah sinis .
"Setidaknya aku tahu masalahnya...." ucap Putra Mahkota . Walaupun di dalam hati dia membenarkan perkataan Siyue .
"Cih sok tidak butuh, apa kau lupa kalau kau dulu mencintai Kakak samapai seperti orang bodoh. Apapun yang kakak katakan, kau akan senang hati melakukannya. Jangan katakan kau sekarang madih mencintai kakak...." ucap Putri Lingling.
Mendengar ucapan Putri Lingling, Siyue tertawa. Setelah berhenti tertawa dia berkata.
"Benar...dulu aku sangat mencintai Putra Mahkota, dan ingin sekali menjadi istrinya. Tapi itu dulu...dulu sebelum perbuatanmu hampir membuatkau mati, maka mati juga Cintaku pada kakakmu . walaupun Dia tidak ikut membunuhku. Tapi dia diam dan membiarkan teman-temannya mempermalukan aku memperlakukan diriku taklayak. Saat itulah cintaku habis tak terpisah lagi u tuknya . Tapi sekarang aku sangat berterimakasih padamu, karena denga kejadian itu. aku bertemu denga. pria yang lebih segalanya dari Kakak mu . Dia mencintaiku, Menyayangiku, dan hanya aku yang ada di matanya. Begitupun aku sebaliknya. Jadi jika kau berharap dengan membuka masalaluku di depannya, Dia akan menjauh dariku dan menggantikan diriku denganmu..? Kau menganggap dirimibterlalu tinggi putri.. " ucap Siyue . dan saat itupun Dewa Wiqya mendatangi mereka.
"Beb...kita pulang...?" ajak Dewa Wiqya sambil memeluk pinggang Siyue dengan mesra.
"Tunggu Yue'er...aku masih ingin menanyakan sesuatu padamu..." ucap Pitra Mahkota. Dengan perasaan cemburu dan marah.
"Kak...untuk apa kau masih perduli padanya.. Seharusnya kau bangga aku telah menjauhkan wanita ****** itu dari kehidupanmu..." teriak Putri Lingling dengan marah . Dia sangat cemburu pada Siyue yang terlihat sangat di cintai Suami Dewa nya.
"Dasar wanita tak tahu diri...gara- gara kau kami gagal menjadi suami istri...!" teriaknya sambil menampar dan menendang putri Lingling.
"Aah...ampun Kak... Aku...aku..." Dia tak bisa melanjutkan ucapannya karena dia pingsan. Mungkin pengaruh dari sakit karena luka meridiannya di tambah tendangan sang Putra Mahkota yang keras membuat dia pingsan. Putra mahkota segera memanggil prajurit . dan saat dia ingin meminta maaf pada Siyue, ternyata Siyue telah pergi meninggalkan tempat itu bersama kelompoknya. Dan terlihat Pangeran Kedua dan Pangeran ketiga ada di antara mereka. Dengan menghela nafas berat Putra Mahkota akhirnya juga meninggalkan tempat itu . Sedangkan Putri Lingling segera di bawa ke rumah sakit. Disebabkan kejadian yang terjadi hari itu . perjamuan di hentikan karena masalah yang terjadi di istana
Aku akhiri dulu ya ceritanya. Aku lanjut besok. Jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu.
__ADS_1
Bersambung .