
"Paman...kami pergi dulu..selesaikan semua sampai tuntas ....ini tanggung jawabmu, Sebab dia mengatakan kalau mereka kerabat kerajaan dan ternyata semua itu karena mereka mengenalmu.. jadi aku harap Paman bisa menyelesaikan semua ini...." ucap Siyue dengan tenang.
"Baik Yang Mulia hamba akan menyelesaikan semuanya...semua ini karena mereka mengenal hamba..." ucap Jendral Junyu dengan wajah kesal . Gimana tidak kesal, berani sekali mereka mengaku anggota kerajaan hanya karena mereka mengenal dia... dan itu mereka lakukan untuk tindakan yang memalukan. dan itu terjadi di depan Ratu dan Putranya . Di mana Dia tidak marah. dasar orang tak berguna..." umpat Jendral dalam hati. untung saja Ratu baik hati. kalau tidak matilah dia...
"Ayo kita pergi...kita akan melihat keadaan Ayah teman mu itu..." ucap Siyue mengajak kedua putranya pergi .
"Baik Bunda..." ucap Pangeran Ang Bei dengan wajah gembira. Dia segera membawa teman barunya yang terlihat takut- takut untuk pergi membawa mereka kerumahnya. Mereka beremoat segera pergi menunggalkan temoat itu . Siyue sempat menbelikan bahan makanan untuk keluarga Chunly . Namun baru saja mereka berjalan keluar meninggalkan toko kelontong tempat membelikan bahan makanan untuk Chunly . Tiba - tiba di depan Siyue dan putranya telah berdiri pria tampan nan gagah Dewa Wiqya . Dia segera memeluk sang Istri. Tentu saja semua itu membuat Siyue kaget . sebab yang dia tahu, sekarang Dewa Widya sedang pergi ke Nirwana untuk menghadiri pertemanan dengan tiga Dewa utama.
"Lo kok sudah kembali Han...bukankah hari ini kau menghadap tiga Dewa utama...?" tanya Siyue keheranan .
" Aku sudah mengirim Ye Sha kesana untuk memberitahukan kalau aku besok saja akan menghadap mereka .." kata Dewa Widya dengan tenang .
"Honey.....Bukankah kata Dewa Agung ini masalah penting...?" tanya Siyue dengan wajah cemberut kesal .
"Aku tidak bisa pergi tanpamu....kau tahu aku tidak bisa jauh darimu..." ucap Dewa Wiqya sambil menatap manik mata sang Istri.
Mendengar ucapan Dewa Wiqya, ingin rasanya dia memuntir telinga pria bucin di depannya.
"Sayang....kan cuma sebentar...nanti juga ketemu lagi..." _ucap Siyue dengan nada kesal.
"Kalau begitu kau ikut sekarang saja..." ucap Dewa Wiqya dengan wajah memohon .
"Honey...bukanya aku tadi sudah bilang kalau aku akan menyusulmu setelah kami selesai memeriksa keadaan kerajaan .." jawab Siyue dengan sabar .
"Iya aku mendengar ucapanmu, tapi saat di tengah perjalanan , aku merasa takut jauh darimu... Akhirnya aku kembali lagi kemari... Bukankah kau tahu kalau aku tidak bisa jauh darimu...?" kata Dewa Wiqya Lagi.
Siyue hanya bisa melongo mendengar perkataan Sang Suami .
"Sayang kau ini... Bukannya nanti siang kita akan bertemu juga di Nirwana...?" kata Siyue lagi.
"Tapi coba kau lihat sekarang...sekarang ini sudah siang sayang...dan kau masih ada di sini.." kata Dewa Widya lagi. Menyadari kesalahannya Siyue akhirnya berkata .
"Karena di sini masih ada masalah..." jawab Siyue.
"Masalah. ?" tanya Dewa Wiqya.
"Nanti akan aku ceritakan, sebab masalahnya sekarang sudah di selesaikan oleh paman Junyu..." kata Siyue lagi menjelaskan .
" Lalu sekarang kalian mau kemana...?"Tanya Dewa Widya sambil melepas pelukannya.
"Ayah...di sini bukan hanya Bunda lo...kami juga berada di dekarmu..." ucap Pangeran Ang Bei dengan wajah kesal karena sejak tadi di abaikan oleh sang Ayah .
"Ck..bukanya kau sudah tahu Bei'er kalau Ayah sudah bertemu ibu, kita tak aksn terlihat oleh Ayah..." ucap Ang Fan dingin . mendengar ucapan Sang Putra, Siyue hanya bisa menghela nafas . Bagaimana lagi... Kalau bayi besarnya memang terlalu lengket padanya . Dab si besar ini tidak mau kalah dengan Putra nya .
" Ck..kalian ini... Mana mungkin Ayah tak melihat kalian.. Ayah melihat kalian juga kok, cuma Ayah rindu bunda kalian... Sini peluk Ayah." ucap Dewa Wiqya .sambil mendekati kedua putranya dan memeluk mereka berdua.
"Sudah tidak marah lagi kan...lalu sekarang Kalian mau kemana...?" tanya Dewa Wiqya sambil melepas pelukannya.
"Kerumah teman baru Ang Bei Yah.... Ayahnya sakit .." jawab Pangeran Ang Bei sambil melepas pelukannya.
"Apakah Dia...?" tanya Dewa Wiqya sambil menunjuk Chunly yang terlihat agak menjauh dari mereka .
"Benar Ayah...." jawab Pangeran Ang Bei lagi . Mereka akhirnya pergi ke rumah Chunly. Ketika mereka sampai di rumah Chunly yang ternyata tinggal di luar desa, Di sebuah runah sederhana yang jauh dari tetangga . Melihat itu, rasa kemabusiaan Siyue kembali terpanggil . Mereka segera masuk kedalam rumah yang terlihat rapi walaupun di dapat di katakan kehidupan mereka di bawa kata sedergana .
"Selain Ayahmy, kau tinggal dengan siapa lagi Chunly...?" tanya Siyue .
"Hamba hanya tinggal berdua dengab Ayah Yang Mulia..." jawab Xhunly dengan wajah agak takut.
"Baiklah kita lihat keadaan Ayahmu..." ucap Siyue lembut. dengan di antar Chunly mereka masuk kedalam rumah dan langsung melihat keadaan Ayah Chunly . Terlihat di dalam ruang kamar yang kecil namun bersih itu, tergolek seorang Pria peruh baya yang terlihat tidur dengan keadaan lemah. Dengan segera Siyue memeriksa keadaan Ayah Chunly . Dan untunglah keadaannya tidak terlalu parah. Saat Ayah Chunly tahu kalau yang memeriksa dia adalah Ratu Kerajaannya , dengan sudah payah Ayah Chunly ingin bangun. Tapi Siyue segera mencegah perbuatan Pria itu ..
"Tidak usah bangun...kau sakit dan aku tahu itu...lebih baik minumlah ini... minim satubksli sehari... dan aku juga telah membawakan bahan makanan...jadi jangan bekerja dulu , sembuhkan dulu penyakitmu . "kata Diyue menasehati .
"Hamba mengerti Yang Mulia..." ucsp Ayah Chunly. Setelah memeriksa dan mengobati Ayah Chunly , mereka segera pulang Ke istana. Karena mereka akan segera pergi ke Nirwana. Namun Siyue meminta Ayah Chunly untuk menemuinya setelah sembuh.
Sesampainya di istana Phoenix , mereka segera berangkat bersama para pengawal pribadi mereka pergi ke Nirwana . Sesampainya di Nirwana mereka segera menghadap tiga Dewa utama. Untunglah Dewa Agung dan Dewa Brahmadaya serta Dewa Kehidupan masih berkumpul di istana Dewa Agung . Sepertinya mereka sedang berdiskusi . mereka berdua segera masuk kedalam istana Dewa Agung . Sedangkan para pengawal menunggu di luar.
Saat Ketiga Dewa Utama melihat Dewa Wiqya yang datang bersama sang istri, mereka hanya bisa genleng kepala.
"Salam yang Mulia tiga Dewa utama.." sapa Siyue dan Dewa Wiqya bersamaan .
"Salam kalian kami terima, bangunlah..." jawab Dewa Brahmadta.
__ADS_1
"Trimakasih Yang Mulia...."jawab Siyue dan Dewa Wiqya bersamaan kembali .
Mereka segera bangun dan duduk di kursi yang di tunjuk Dewa Agung.
"Kenapa kau terlambat menghadap Wiqya..? Lalu tadi mahluk kontrakmu datang dan berkata kalau kau akan datang besok pagi...lalu kenapa sekarang sudah ada di sini...?"tanya Dewa Agung.
Mendengar ucapan Dewa Agung. Dewa Wiqya segera berkata.
"Benar yang Mulia... Semula hamba akan datang besok. ..Tapi istri hamba mengajak hamba datang sekarang. Karena takutnya ada masalah penting yang harus di selesaikan..." jawab Dewa Wiqya.
Mereka bertiga memang tahu tabiat Dewa Wiqya yang tidak bisa terpisah dari sang istri, hanya bisa geleng kepala . Bagaiaman bisa Dewa yang terkenal sangat dingin pada wanita itu , Sekarang sangat bucin ooada istrinya . Tapi mereka tak bisa marah pada Dewa yang satu ini. Walauoun ingn marah dan memukul kepapa yang mau menabg sendiri itu hants bisa menahan keinginan mereka . Karena kekuatan Nirwana memang ada pada Dia dan sang Istri. Namun merwks harus tetap menegur Dewa Wiqya . Setelah menegur sikap Dewa Wiqya , Merekapun segera membicarakan masalah yang akan mereka bahas bersama Dewa Wiqya soal keadaan keamanan Nirwana. Dan kebetulsn sekali Siyue juga berada bersama sang Suami. Sampai malam mereka baru selesai membicarakan masalah mereka. Setelah itu Siyue dan Dewa Wiqya segera kembali ke istana mereka sendiri.
Keesokan harinya Dewa Wiqya dan keluarga kecilnya pergi ke istana Dewa Yang Xi. Betapa bahagianya sang Kakek ketika melihat kedatangan kedua cucu yang sangat mereka sayangi. Melihat tubuh dan kekuatan kedua cucunya, Dewa Yang Xi dan Dewi Bao Yu sangat bangga. Apalagi melihat kecerdasan keduanya . bakat mereka di dapat dari osdian Siyue dan Dewa Wiqya . masih sekecil itu, ilmu pengobatan sang bunda sudah mereka miliki. Mereka sudah mulai mempelajari ilmu tentang pengobatan .
"Kenapa kalian tidak memberi kabar kalau mau datang..." kata Dewa Yang Xi sambil menggendong tubuh Ang Fan si pendiam.
"Kakek...Ang Fan sudah besar, Ang Fan tidak perlu di gendong lagi..." ucap bocil dingin itu dengan lembut.
"Ck kau ini...siapa yang bilang kau sudah besar...di mata kakek kau ini masih kecil... apalagi umurmu belum genap empat tahun..." ucap Dewa Yang Xi sambil memangku sang Cucu. Akhirnya dengan pasrah Pangeran Ang Fan diam di atas pangkuan sang Kakek. Sedangkan Ang Bei dengan riang berada di pangkuan sang Nenek Dewi Bao Yu. Dia tahu mereka tidak akan bisa lepas dari tangan kakek dan Neneknya. Dia tahu kalau semua itu bukti dari kasih sayang mereka pada Dia dan Ang Fan.
"Kami kemarin menghadap Tiga Dewa Utama Yah.. dan sekalian ingin berjumpa dengan kalian...." kata Dewa Wiqya.
"Memangnya ada apa...?"tanya Dewa Yang Xi dengan wajah heran .
"Tidak ada.. Hanya merundingkan memperkuat keamanan Nirwana... Sekalian membicarakan akan mengadakan turnamen mencari prajurit baru...." ucap Dewa Wiqya .
"Oo..apkah maksudmu akan ada penerimaan prajurit baru..?" tanya Dewa Yang Xi.
"Benar Ayah...itulah rencana kami ..." jawab Dewa Wiqya sambil minum minuman yang di beri oleh pelayan .
Namun pembicaraan mereka terpotong saat kedua adik wanita Dewa Wiqya datang. Dan tak lama Dewa Kunlao datang bersama istrinya yaitu sepupu Siyue yaitu Putri Linlai. Tiga tahun yang lalu Mereka menikah dan Putri Linlay hidup dan tinggal di Nirwana bersama Dewa Kunlau sang suami . Dan istana tempat tinggal mereka tidak jauh dari istana Dewa Yang Xi. Mereka kini sudah memiliki Satu Putri . Dan kelahiran sang Putri di bantu oleh Siyue . Sedangkan Dewi Guanli sekarang telah beetunangan dengan Pangeran Luo Yi yang kini merupakan pengawal Dewi Keadilan dan Dewa Perang.
Sedangkan Dewi May mulai dekat dengan Feng Xun. Dan semua itu ada camour tangan Si Dewi Jodoh Siyue 😂 .
Ketika mereka sedang berbicara, ternyata Dewa Saora datang bersama Ayah dan bundanya. Sang Bunda mendengar kalau Putri kesayangannya Siyue datang bersama dua cucunya . Karena itu Dia langsung meminta di antar kemari . Siyue segera mendekati Dewa Saora Setelah menyapa sang ibu dan Ayah angkatnya sekaligus Bibi dan Paman dari Dewa Wiqya .Secara perlahan Siyue berkata pada Dewa Saora.
"Hey kakm.. bagaiaman hubungan kakak dengan Dewi bunga...?berlanjut kan . apakah sudah semakin maju..." ucap Siyue sambil menatap sang Kakak sekaligus sang guru itu dengan wajah menggoda .
. tuk..
"Dasar adik bandel... Kau semakin nakal ya...kau masih berusaha menantakan Dia padaku..." ucap Dewa Saora dengan wajah kesal.
"Ye...Apa salahnya Sich kak...dia cantik dan lembut.. Dia baik sekali..hatinya dan wajahnya sama lembutnya..kau cocok kok dengan dia.. aku ingin dia jadi Kakak iparku..." ucap Siyue sambil memegang keningnya yang terkena sentilan tangan dewa Saora. Namun wajahnya masih terlihat menggoda sang Kakak . Dia menjodohkan Dewi Bunga karena Dia tahu Dewi bunga mencintai Dewa Saora. hanya saja Kakak dinginnya itu sangat sulit di dekati wanita . Seperti Dewa Wiqya dulu . Namun Siyue melihat rona merah di wajah Dewa Saora.
"Ha ha ha... Kakak mulai suka padanya kan...?" goda Siyue membuat Fera Saora semakin merah wajahnya
"Kau ingin kusentil lagi...?" ucap Dewa Widya sambil mengangkat tangannya siap menyentil Siyue. Melihat itu Siyue segera berlari kearah Sang suami.
"Han...lihatlah Saudaramu.. Dia jahat padaku.." ucapnya berpura - pura sedih . Melihat tingkah Siyue semua orang tertawa. Dan Dewa Wiqya tersenyum melihat tingkah sang Istri. Dia tahu kedekatan Dewa Saora dan Siyue seperti Saudara kandung saja . Siyue yang mudah membuat orang sayang. membuat Dewa Saora sangat menyayangi dii bagai Kakak kandung sendiri.
"Bunda...apakah bunda belum melamarkan Dewi Bunga untuk kakak...?" tanya Siyue pada Dewi Ruyung.
"Yue'er...!" seru Dewa Saora kesal dan terlihat rona merah wajahnya semakin memerah karena malu. Melihat itu semua orang kembali tertawa.
"Mungkin sebentar lagi sayang... Menunggu yang bersangkutan meminta..." ucap Dewi Ruyung menimpali godaan Siyue. Mendengar ucapan Dewi Ruyung, Dewa Saora mendekati Siyue dan merangkul leher Siyue dengan gemas.
"Dasar adik nakal...kau sengaja membuat aku malu ha.. " ucapnya kesal.
"Ampun....ampun kak...iya, iya aku kalah...!" Seru Siyue . melihat tingkah kedua orang itu, membuat mereka semua tertawa.
"Paman....jangan sakita Bunda...!" seru Bocil kembar bersamaan . Mereka berlari mendekati Siyue . Dengan cepat mereka mukul tangan dan tubuh Dewa Saora .
Merasakan tenaga mereka Dewa saora kaget bukan main.
"Hey...tensgs kalian...Yue'er mereka...?" tanya Dewa Saira tak percaya .
"Benar...kekuatan mereka senakin menungkat pesat..." jawab Siyue. Sedangkan Dewa Wiqya hanya tersenyum melihat Siyue , Dewa Saora dan kedus putranya yang memang sangat akrap . Dia tidak ada perasaan Cemburu pada sang Kakak yang memang selalu mendukung hubungannya dengan Siyue sejak dulu. Andai bukan pertolongan dari Dewa Saora , Mana mungkin Dia mendapatkan ampunan dari Siyue. Dan mana mungkin dia bisa mendapatkan gadis jenius itu menjadi istrinya sekarang .
"Mereka sering berlatih di ruang teratai .." kata Dewa Wiqya menyela pembicaraan Siyue dan Dewa Saora.
"Tentu saja mereka menjadi seperti ini..." puji Dewa Saora sambil menatap kedua keponakannya yang kini berada di pangkuan Siyue .
__ADS_1
Malam itu keluarga Dewa Saora menginap di Istana Dewa Yang Xi. Sore harinya Siyue , Dewi Bao Yu dan Dewi Ruyung serta kedua saudara Dewa Wiqya berada di dapur istana utama . mereka sedang belajar membuat masakan dari Siyue untuk makan malam.
Dan saat semua hasil masakan mereka tertata dengan baik di atas meja makan, Dewi Ruyung berseru dengan gembira.
"Aaah....ternyata aku bisa juga membuat makanan..! Semua ini berkat dirimu sayang.." seru dengan gembira Dewa Ruyung pada Siyue .
"Bibi...aku juga ikut memasak lo..." ucap Dewi Guanli .
"Iya bibi tahu itu..." jawab Dewi Ruyung yang masih menatap hasil masakan mereka. Melihat itu, Siyue hanya tersenyum melihat kebahagiaan para wanita yang sangat dia sayangi itu. setelah semuanya selesai, mereka segera memanggil semua anggota keluarga untuk menikmati makanan itu, tak terkecuali para pengawal pribadi mereka .
*""""***
Dua minggu kemudian terlihat Siyue sedang Duduk di gasebo taman di Istana Dewa Yang Xi ,sambil melihat Dewa Saora dan Dewa Widya yang sedang melatih Duo kembar Putranya . terlihat kelincahan dan ketangkasan mereka semakin terlihat nyata. kekuatan mereka yang masih berumur empat tahun sudah bisa mengalahkan mereka yang berumur delapan belas tahun .
Sambil menonton merek, Siyue dan Si Kecil Tangliang sedang berbicara dengan santai . Terlihat Siyue sedang berbicarang dengan Tangliang menyangkut kerajaan Peri .
"Kau tidak ingin mengunjungi keluargamu...?" tanya Siyue lembut.
"Tidak Kak... Aku ingin menikmati kebebasanku dulu sebelum aku menjadi Raja di kerajaan peri..." ucap Tangliang yang memang seorang putra mahkota.
Mendengar ucapan Tangliang, Siyue teringat saat dia mengantarkan rang Liang menemui keluarga dari peri yang telah dia angkat sebagai saudaranya itu. Setelah pertempuran melawan kerajaan iblis itu, Siyue membawa Tangliang kembali ke kerajaan Peri di antar Dewa Wiqya. Mereka mencari keberadan kedua orang tua dan keluarga Tangliang . Dan dengan bantuan sang Suami dan Zuzaku, mereka bisa menemukan keluarga Tangliang yang di penjarakan di tengah hutan lebat yang ada di Nirwana .bukan hanya di tengah hutan saja Raja iblis memenjarakan mereka . Selain di tengah hutan, tapi juga di dalam Danau Yu yang airnya sangat dingin. Mereka di taruh di kotak kaca dan di taruh di dasar Danau. Bukan hanya kedua orang tua Tangliang yang ada disana. Tapi juga saudara. bibi dan paman Tangliang. dan Hampir semua keluarga Tangliang berada di sana. Saat Siyue dan Dewa Widya menemukan mereka, mereka dalam keadaan lemas hampir tak bernyara. Dan yang tidak tahan akhirnya mati lemas.
Setelah menolong mereka dengan susah payah , akhirnya kedua orang Tua Tangliang bisa di selamatkan begitu juga dengan beberapa keluarga Tangliang .
Setelah mereka sehat, mereka kembali membangun kerajaan yang hancur akibat perbuatan Raja iblis . mereka membangun kembali kerajaan mereka bersama para pe duduk yang selamat dari kehancuran itu. Setelah kerajaan telah bisa berdiri tegak kembali, raja ingin menobatkan Tangliang
menjadi Raja mereka. Namun Tangliang menolak , Dia masih menginginkan Ikut Siyue . Dia janji akan datang dan menjadi Raja setelah puas hidup bersama sang Kakak. Melihat kedekatan sang putra dengan Siyue dan Dewa Wiqya, sang Ayah sangatkah bangga. Akhirnya mereka mengabulkan permintaan Tangliang . Dengan berat hati Raja peri melepas kepergian Tangliang ikut Siyue .
"Kenapa kau tidak ingin kembali kesana Liang'er...?" tanya Siyue lembut.
"Aku masih ingin hidup bebas dulu Jiejie... Jika aku kembali sekarang, aku takut mereka akan memaksaku untuk menjadi Raja...jiejie tahu sendiri kalau mereka ingin memaksaku menjadi Raja mereka , Sedangkanaku tahu.. Ayah masih kuat pemimpin kerajaan itu sampai berpuluh tahun lagi..." jawab Tangliang dengan wajah kesal .
"Kau harus bersabar... Mereka mwlakykan itu karena Mungkin mereka ingin istirahat dengan tenang.. mereka ingin memberikan kekuasaan kerajaan padamu...." hibur Siyue sambil melihat Tangliang sebentar lalu kembali melihat kearah Suami , Kakak dan Putranya yang sedang berlatih .
. "Andai saja aku punya saudara yang lain, aku lebih memilih ikut denganmu saja Jiejie... biarlah Saudaraku tang menjadi Raja .sebenarnya aku tidak terlalu suka atau tak ingin menjadi seorang Raja ... Andai ada pilihan memilih menjadi Raja atau menjadi Rakyat biasa , aku akan memilih menjadi Rakyat jelata asal bisa selalu bersama kalian...hidup dengan gembira bersama dua keponakanku itu...melihat mereka tumbuh menjadi kuat membuat aku lebih bahagia..." ucap Tangliang dengan wajah sedih.
"Ya sudah, selama kau masih bersama Jiejie.. Lakukan saja semua keinginanmu,..." ucap Siyue lembut.
"Trimakasih Jiejie...kau memang wanita yang sangat baik. Aku bangga dan bahagia menjadi adikmu..." ucap pria kecil itu dengan bahagia.
"Dan kau tahu , Bukan hanya Dirimu putra mahkota yang memilih ikut denganku dan melepas kekuasaannya demi ikut Jiejie..?" ucap Siyue.
"Putra Mahkota...? Jadi ada juga putra mahkota dari para sahabatmu itu..?" tanya Tangliang dengan wajah kaget.
"Ada...hanya saja dia memiliki seorang adik.. Dan adiknya itu yang menjadi pengganti dia menjadi Putra mahkota saat dia memilih ikut Jiejie..." ucap Siyue menjelaskan.
"Benarkah.. ?Lalu siapa dia jiejie...?" tanya Tangliang penasaran.
"Kakak Feng Xun...Kak Feng Xun adalah Putra Mahkota kerajaan Feng yang berada di Alam tengah. Dia rela melepas kekuasaannya demi mengikuti kakak .Begitu juga dengan kak Luo Yi serta kak Gong Sang . Mereka adalah Pangeran kerajaan Juhan. Kerajaan besar di Alan bawah..." ucap Siyue sambil menatap Tangliang . Lalu kembali melihat sang suami dan Dewa Saora yang sedang melatih Putra kembarnya .
"Tunggu kak jadi orang tua Gege Luo Yi dan Gege Sang adalah orang yang sering berbincang dengan Kakek Kaisar , Kakek Sima dan juga Kakek Si itu adalah seorang Raja...?" tanya Tangliang sambil menatap Siyue dengan wajah tak percaya.
"Mantan seorang Raja Liang'er..." ucap Siyue meralat .
"Maaf...itu yang aku maksud...." ucap Tangliang .
"Benar sekali...." jawab Siyue lembut .
"Ya Dewa...ternyata pengikut Kakak bukan orang sembarangan...." ucap Tangliang kagum.
"Benar...dan Kak Ning Si merupakan Putri dari seorang pemlik perguruan atau guru besat sebuah perguruan yang ada di Alam Atas, hanya Chan Si lah yang latar belakangnya hanya seorang rakyat biasa, tapi orang tuanya seorang saudagar besar di Alan bawah..." lanjut Siyue.
"Ya Dewa Jiejie...kau ini memang beda dengan yang lain, aku semakin bangga menjadi saudara angkatmu..." ucap Tangliang dengan bangga.
Siyue hanya tersenyum mendengar ucapan Tangliang. Tak berapa lama terlihat para sahabat Siyue datang menghampiri mereka.
Hari ini mereka akan kembali Ke kerajaan Phoenix . Tapi mereka masih harus menunggu Dewa Wiqya dan Dewa Saora selesai melatih bocil kembar itu.
Akhirnya TAMAT sudah cerita dari Siyue . lain kali Author lanjut dengan cerita lain ya...
Jangan lupa like, vite dan komennya author tunggu. Maaf jika di dalam cerita Dokter ajaib banyak kata Yang salah atau Typo . semoga cerita ini dapat menghibur para pembaca.
__ADS_1
SALAM SELALU BUAT SEMUA PEMBACA
🙏🙏🙏