
"Benar guru... untunglah aku tadi menyebut nama guru Yang Si. Jika tidak, kita akan masih kerepotan menghadapi mereka..." kata Siyue sambil tersenyum .
"Ya sudah , ayo kita segera turun...jika kita masih ada di sini, takutnya akan semakin banyak bertemu dengan para Kultivator yang akan mencari Naga Salju..." ajak guru Yun Jin. Akhirnya Rombongan Siyue segera melanjutkan perjalanan mereka turun gunung. Untuk menghindari bertemu kembali dengan para pencari Naga Salju, Guru Yun Jin. Mengajak mereka melewati tempat yang biasa dia lalui. Mungkin karena sudah lama tinggal di gunung Naga Salju maka , Guru Yun Jin tahu tempat yang harus mereka lalui yang tidak akan di lalui para pendatang itu .
Setelah sampai di Kaki gunung, Siyue segera mengeluarkan empat kuda miliknya untuk menjadi kendaraan mereka kembali ke Sekte . Melihat kuda yang Siyue keluarkan, guru Yun Jin tampak terperanga kaget .
"Siyue...kuda ini...?" tanya guru Yun Jin sambil melihat dan meneliti empat kuda di depannya.
"Itu kuda milik sahabat Siyue guru. Sedangkan yang dua ini , milik Siyue dan Tian'ge..." jawab Siyue sambil tersenyum. Dia sadar kalau sang guru terkejut melihat kudanya. Suapin akan bersikap seperti sang guru jika bertemu dengan kuda- kudanya .
"Sahabat...? maksudmu...?" tanya Guru Yn Jin tak mengerti.
"Empat sahabat Siyue dari alam bawah guru..." ucap Wei Zi pelan.
"Empat sahabat ...maksud Wei Zi , Empat sahabat satu kamarmu itu Yue'er...?" tanya guru Yun Jin lagi .
"Betul Guru...." jawab Siyue .
"jadi Mereka ikut kemari...?" tanya guru Yun Jin kaget .
"Benas guru...bukan hanya para sahabat Siyue yang ikut kemari, tapi Kakek Si dan ketiga Kakak Siyue juga ikut.." jawab Siyue.
"Kakekmu dan Kakakmu.? Lalu di mana mereka sekarang...?"kata guru Yun Jin dengan wajah terkejut mendengar omongan Siyue.
"Mereka ada di kota Nandaka guru ... Siyue mencarikan rumah di sana karena Mereka ingin masuk perguruan Tapak Dewa..." ucap Siyue..
" Ck...pasti mereka ingin satu perguruan lagi denganmu..." ucap Guru Yun Jin lagi.
"He he he...benar guru.." jawab Siyue sambil tertawa .
"Dasar kalian ini , Ya sudah kita pergi sekarang ... Sebab hari sudah semakin sore..." ajak guru Yun Jin . Akhirnya mereka segera pergi meninggalkan gunung Naga yang sudah tidak ada Nagamya lagi. Dalam perjalanan pulang kali ini, ternyata tidaklah sesulit saat mereka berangkat. Mngkin karena guru Yun Jin yang membawa mereka melewati jalan lain hingga lebih cepat dalam menempuh perjalanan mereka . Mereka melakukan perjalanan tanpa mendapatkan halangan sama sekali, Mereka akan menginap di suatu tempat jika hari telah malam . dan saat mereka istirahat di suatu tempat , tanpa setahu guru dan Wei Zi , Siyue akan pergi ke ruang Teratainya bersama Raja untuk melihat keadaan Sima Yuan. Dan sampai sekarang Sima Yuan belum sadar juga. Walaupun keadaannya kini sudah semakin pulih.
Tanpa terasa mereka sampai di desa tempat mereka dulu di jebak, ternyata tepat itu masich seramai dulu saat mereka datang .
"Paman...saat kita berangkat dulu , Di sini kami ingin di bunuh entah oleh kelompok mana atau Siapa kami tidak tahu. ..." kata Weizi pada guru Yun Jin.
" Lalu apa yang kalian lakukan..? apakah kalian terluka....?." kata Guru Yun Jin sambil menatap pada Wei Zi yang berada di sebelahnya . "Kami memukuli mereka sampai pingsan, dan keluar Dari sini tanpa sepengetahuan mereka...mana mungkin mereka bisa melukai kami hanya dengan cara seperti itu paman..." kata Weizi lagi dengan nada sombong .
"Untung kita sampai di sini siang hari, kalau tidak, Dengan terpaksa kita akan menginap di sini...." kata guru Yun Jin.
"Ya sudah ayo kita istirahat sambil makan siang..." ucap sang guru lagi . Merekapun pergi mencari kedai makanan. Dan mereka menemukan di ujung jalan ada sebuah kedai makan yang terlihat sepi . saat mereka sampai di sana, di dalam kedai haya ada dua pengunjung . Dan penjualnya sepasang suami istri paruh baya yang terlihat ramah.
Saat mereka melihat kedatangan rombongan Siyue, mereka menyambut dengan ramah.
"Selamat siang para pendekar...apakah ada yang bisa kami bantu..." ucap si pria paruh baya. .
"Kami ingin memesan makanan yang paling enak di sini paman..." ucap Wei Zi sambil duduk di bangku sederhana namun sangat bersih dan rapi.
"Kalau begitu tunggulah sebentar, kami akan membuatkan makanan yang enak untuk kalian...." ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum ramah .
" Gege.. Kau tidak apa -apa kan makan di sini..?" tanya Siyue pada Ch Tian Ji. Siyue takut sang Raja tidak suka .
"Aku sudah terbiasa Yue'er...bukankah aku sering berkelana..." ucap Raja yang lagi demam cinta itu.
"Baguslah...kita akan makan di sini...." kata Siyue sambil duduk di salah satu kursi .Di ikuti Raja yang duduk di sebelahnya.
Tak berapa lama makanan dan minuman datang. Yang di bawa Bibi penjual makanan di bantu oleh seorang pria muda yang masih berumur antara 14 atau 15 tahunan .
"Silahkan pendekar...." ucap Pria paruh baya itu dengan ramah saat makanan sudah berada di atas meja .
'Trimakasih Paman....." jawab Siyue.
paman itupun segera pergi . Merekapun segera menyantap makanan dengan lahab . ternyata masakan bibi pemilik kedai itu ternuata sangat enak. Apalagi dalam keadaan lapar. Sebab tadi pagi mereka tidak bisa makan pagi. Tadi pagi mereka hanya sarapan sebuah apel dan buah pir yang di ambil Siyue dari ruang Teratainya .
"Paman... Kenapa kedai Paman sepi...? Sedangkan makanan yang di buat bibi enak lo..." ucap Siyue setelah makanan di makoknya hampir habis.
'Tuan Mudah menghibur hati Bibik , Triamaksih Tuan..." ucap Bibi dengan wajah bahagia .
" Tapi memang seperti itu bi..." kata Siyue lagi .
"Kedai kami sangat kecil, kalah dengan rumah makan besar itu.. mana bisa kami bersaing kata Paman pemilik kedai dengan wajah sedih .
"Tapi makanan yang di buat bibi tak kalah dengan rumah makan besar itu kok..." ucap Siyue.
Namun percakapan mereka terhenti saat segerombolan orang masuk kedalam kedai. Mereka terdiri dari delapan orang. Tiga wanita dan lima pria. Sepertinya mereka anak -anak muda terpelajar.
"Selamat siang tuan - tuan dan Nona- nona...ada yang bisa paman bantu..?" tanya Paman pemilik kedai dengan hormat.
__ADS_1
"Siapkan makan siang yang paling enak untuk kami semua..." kata salah satu dari mereka.
"Baik...silahkan duduk, kami akan membuatkan makanan untuk kalian...." ucap pria paruh baya itu. Mereka duduk di dekat tempat rombongan Siyue duduk.
"Saat mereka melewati meja Siyue, Terlibat mereka menatap rombongan Siyue sekilas.
Tatapam mereka terlihat sonbong dan angkuh . Tak lama merekapun mulai duduk, terlihat paman pemilik kedai mendekati mereka. Setelah bercakap - cakap soal makanan, paman pemilik kedai pergi .
Sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang, mereka terlibat dalam perbincangan .
"Berapa lama lagi kita sampai di kota tempat Sekte Tapak Dewa berada..." kata salah satu wanita yang ada di dekat mereka duduk .
"Lima sampai tuju hari lagi...." jawab salah satu pria yang ada disana.
" Jangan sampai kita terlambat dalam pendaftaran , Bukankah tinggal beberapan hari lagi pendaftaran di buka..." kata Wanita yang pertama.
Mereka membicarakan masalah pendaftaran Di sekte Tapak Dewa. Sedangkan rombongan Siyue telah selesai makan.
Mereka segera keluar dari kedai itu. Setelah membayar makanan yang mereka makan , Siyue segera mengajak untuk segera pulang, karena takut para sahabat dan saudaranya tidak mendengar pendaftaran itu.
Akhirnya rombongan Siyur segera berangkat meninggalkan desa itu . Namun Tanpa di duga , Saat kuda mereka keluar dari desa. Tiba- tiba mereka di hadang oleh beberapa orang yang terlihat berwajah beringas . merekapun segera menghentikan laju kuda mereka.
"Ada apa...kenapa kalian menghalangi jalan kami...?" kata Guru Yun Jin.
" Kami menginginkan kuda kalian, karena itu serahkan kuda kalian baik -baik..." ucap salah satu dari mereka.
"He he he... Kuda...? Kalian menginginkan kuda kami...?" Kata Siyue yang berada di tengah-tengah antara guru Yun Jin dan Raja Dengan nada mengejek .
."Serahkan kuda itu baik- baik, atau kalian akan menderita...!" ucap pria pertama yang berbicara.
"Kalau kami tidak mau...?" kata guru Yun Jin dengan tenang.
" Kalian akan mati... "Ucap pria itu lagi.
"Kalau begitu, kalian coba saja..." kata guru Tun Jn lagi .
"Bedebah...kalau begitu kalian menginginkan kematian, ayo teman - teman serang mereka...!" Seru pria tadi. Sepertinya dia pemimpin dari para penjahat itu. Merekapun terlibat dalam perkelahian melawan para penjahat itu. Tak butuh waktu lama untuk membuat mereka tumbang. Hanya dalam beberapa menit saja , mereka jatuh dan tak dapat berdiri lagi. Sedangkan ke empat orang di atas kuda yang terlihat besar kuat dan tak ada tandingannya itu terlihat duduk dengan tenang.
"Kali ini kalian kami ampuni, carilah pekerjaan lain, masih banyak pekerjaan baik yang bisa kalian lakukan dengan tubuh seperti kalian itu..." ucap Siyue .
"Gila....mereka benar- bebar manusia berilmu tinggi...." kata salah satu dari mereka.
"Benar katamu det... Kita salah mencari sasaran...." kata yang lain.
Sedangkan Siyue dan rombongan segera memacu kuda mereka dengan cepat. Mereka melakukan perjalanan dengan cepat kali ini, tidak sesantai saat keluar dari gunung Naga Salju.
Saat itu Siyue dan Raja lupa akan penerimaan murid baru di Sekre Tapak Dewa. Sudah hampir dua bulan mereka keluar dari Sekte. Karena kuda mereka adalah kuda milik Siyue. Maka tidak akan sama dengan kuda biasanya. Selama dalam perjalanan kali ini mereka beristirahat hanya untuk menikmati buah yang Siyue ambil dari ruang Teratai atau makanan yang mereka beli sambil istirahat sebentar untuk makan dan mengistirahatkan kuda mereka . setelah perjalanan selama hampir tiga hari , Mereka telah berada di perbatasan kota tempat Perguruan Elang putih berada. Saat itu mereka sedang beristirahat untuk makan dan minum serta memberi makan keempat kuda mereka.
"Guru...Ayah akan Siyue bawa dulu Ya... Sebab Siyue tidak bisa mengeluarkan Ayah yang masih belum sadarkan diri .." ucap Siyue pada guru YunJin.
"Baiklah, tapi ingat, saat Ayahmu telah siuman, tolong beritahu guru..." ucap guru Yun Jin lembut .
" Baik guru..." jawab Siyue.
Setelah makan Siyue mengantar Guru dan saudara sepupunya kembali ke perguruan Elang Putih.
"Guru, kak Wei zi ...apakah kalian tidak akan datang pada saat penerimaan murid baru di Sekte Tapak Dewa...? Mungkin guru San We akan datang kesana...?" ucap Siyue pada kedua orang yang masih berdiri di depan gerbang. Karena kuda mereka telah kembali kedalam ruang Teratai.
" Akan guru usahakan Yue'er...tolong jaga Ayahmu , rawat dia dengan baik...tapi bagaimana keadaan nya sekarang....?" tanya guru Yun Jin. Dia yakin kalau Siyue memiliki tempat yang baik untuk sang Kakak . dan dia tahu kalau tempat itu di rahasiakan oleh Siyue .
"Ayah baik- baik saja guru...hanya Saja dia belum siuman .." jawab Siyue.
"Ya sudah, segeralah kembali. Hari sudah siang . takutnya kalian akan kemalaman sampai di Sekre...." ucap Guru Yun Jin.
"Trimakasih guru....Murid mohon pamit.... salam untuk guru besar San We... " ucap Siyue berpamitan.
"Pergilah.. .nanti akan aku sampaikan salammu pada guru besar..." jawab Guru Yun Jin. Begitu juga dengan sang Raja yang terlihat dingin.
"Hati-hati kalian di jalan....!" seru Waizi .
"Baik kak...datanglah ke kota Nandaka.. Kami akan menunggumu...!" seru Siyue .
"Baik...kapan - kapan aku akan datang kesana...!" seru Wei Zi sambil melambaikan tangannya. Mereka segera pergi meninggalkan perguruan atau Sekte Elang Putih . Setelah berada di luar kota, Siyue dan Raja memacu Kudanya dengan cepat. Tak butuh waktu lama. Menjelang sore hari, mereka telah berada di ujung kota Nandaka. Tanpa mengenal lelah keduanya meneruskan perjalanan mereka menuju rumah Siyue. Karena rumah Siyue ada di jalan menuju Sekte.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua tiba di depan gerbang rumah keluarga Si. Ketika penjaga rumah melihat kedatangan Siyue. Buru- buru mereka memberitahukan pada orang rumah. Mendengar Siyue datang. Mereka segera berlari keluar semua. Hanya kedua Kakek yang belum tahu kedatangan Siyue.
"Yue'er...." seru Pangeran Luo Yi sambil berlari kearah Siyue yang baru turun dari kudanya. Dia segera memeluk sang Adik yang sangat dia sayangi.
__ADS_1
"Kakak...apa kabar kalian semua...?" ucap Siyuem
"kami baik-baik saja...kau agak kurusan Yue'er..." ucap Pangeran Luo Yi dengan wajah gembira namun tak urung ada setitik air mata mengalir di pipinya .
"Hey..kenapa kau menangis...?" tanya Siyue.
"Kau lama tidak datang Yue'er.. " Ucap pangeran Luo Yi.
"Ada tugas untukku..." jawab Siyue. Lalu dia memeluk satu persatu para sahabat dan saudaranya. Melihat itu terlihat Wajah Raja cemberut kesal. Dia ingin marah , dia tak rela, Tapi apa boleh buat mereka adalah orang terdekat Siyue.
"Ck..kenapa harus memeluk Yue'er Sich... ' umpatnya kesal .
Sedangkan Siyue sendiri melihat kalau sang Kakek tidak terlihat.
"Di mana kakek...?" tanya Siyue. Namun sebuah suara menjawab pertanyaan Siyue.
"Yue'er... Kau datang....!" seru Kakek Si yang berjalan bersama Kakek Fang Bo.
"Kakek...!" seru Siyue sambil berlari memeluk kedua kakek itu.
"Apa kabar nak...?" tanya Kakek Si sambil mencium lembut kening Siyue.
"Siyue baik- baik saja Kek... Apa kabar kalian berdua....sehat kan...?" kata Siyue sambil tertawa bahagia.
" Bagaimana kami tidak sehat jika kau selalu memberi kami pil kebugaran tubuh..." ucap
Kakek Si sambil tertawa. Saat itulah Kakek Si melihat pemuda tampan di belakang Siyue .
"Lo..Yang Mulia..?yang Mulia juga datang...?" kata Kekek Si yang baru melihat kala Raja Chu Tian Ji datang bersama Siyue .
"Benar Kakek...Selamat malam...." sapa Raja pada kedua kakek yang ada di depannya. Tentu saja Kedua kakek merasa tidak enak melihat sang pengusaha kerajaan yang mereka tempati berada di depan mereka .
"Salam Sejahtera Yang Mulia ...semoga kebahagiaan dan kemuliaan selalu bersama yang Mulia...." ucap kedua kakek bersamaan. Di ikuti semua yang ada di sana , mengikuti ucapan sang Kakek.
"Sudah, sudah...ayo berdiri. Jangan seperti itu, aku juga bagian dari keluarga ini . Kalian tahu kan, kebahagiaan ku dan kemuliaanku ada pada cucu kalian yaitu Siyue..." ucap Raja sambil menatap Siyue dengan penuh cinta. Sejak tadi dia sudah ingin marah , ketika melihat Siyue di peluk beberapa pria yang ada di depannya. Tapi apa boleh buat, walaupun ingin marah, Raja tidak bisa berbuat apa- apa. Sedangkan Siyue hanya bisa merasakan malu saat mendengar ucapan Raja. Dia melihat kalau Raja sedang kesal . dan dia baru sadar, pasti karena cemburu .
"Kami mengerti tang Mulia.." ucap kedua kakek Siyue.
" Kek.. Siyue nggak bisa lama- lama di sini, sebab Siyue harus melaporkan kedatangan Siyue pada Guru , jadi malam ini Siyua hanya sebentar saja di sini..." kata Siyue .
"Lo..Memangnya kalian dari.mana...?" tanya Kakek Si.
"Siyue dan Tian"ge baru datang dari Sekte atau perguruan Elang Putih dan juga dari gunung Naga Salju..." jawab Siyue .
"Gunung Naga salju...?Dimana itu Yue'er.. ?" tanya Pangeran Luo Yi.
"Cukup jauh kak...hampir satu bulan perjalanan dari Sini. Itupun dengan menggunakan kuda kita. Kalau memakai kuda biasa mungkin lebih dari satu bulan ..." ucap Siyue menjelaskan .
"Jadi kau ini baru kembali dari perjalanan...?" tanya Kakek Si lagi.
"Benar Kek...Siyue mampir kesini hanya ingin menanyakan pada mereka ...Kak apakah kalian sudah mendengar tentang pendaftaran di Sekre...?" tanya Siyue pada mereka Kakak dan para sahabatnya.
"Oo masalah pendaftaran ..?sudah Yue 'er... kami sudah mendengarnya. Malah kami sudah berlatih dengan keras agar kami bisa masuk menjadi murid Sekte Tapak Dewa. Karena itu akan membuat kita bertemu dan bersama lagi di Sekte...." ucap Feng Xun berkata dengan bahagia.
"Kalau begitu Syukurlah... Untuk kalian berempat, Guru Yang Si pernah bertanya padaku, apakah kalian berada di Alam atas ini. Dan aku bilang kalau kalian sudah berada di alam atas ini, dan guru Wang juga ingin bertemu dengan kalian, jadi aku harap kalian benar- benar fokus dalam mengikuti semua ujian...sedangkan untuk kalian berempat kakak- kakakku. guru belum pernah bertemu dengan kalian, karena itu, aku harap kalian benar-benar fokus dalam menjalani semua ujan nanti Kak..." ucap Siyue pada semua orang yang ada di depannya
"Pasti Yue'er... Kami pasti akan berlatih dengan keras pada hari - hari terakhir ini..." jawab Si Rong Han yang dingin itu.
Namun tiba-tiba terdengar suara Xiao Tu yang memanggil Siyue.
"Yue'er...kau cepat kemari, sepertinya Ayahmu akan siuman...!" seru Xiao Tu dari ruang Teratai. Mendengar ucapan Xiao Tu. Siyue kaget, dan dia segera berpamitan.
"Maaf Semua...aku harus masuk ke ruang terataiku dulu , ada yang harus aku kerjakan ..." pamit Siyue .
"Ada apa nak...? Kenapa wajahmu terlihat cemas seperti itu...." tanya sang Kakek.
"Nanti aku ceritakan Kek... Sekarang Siyue harus pergi. Tian'ge ayo ..." kata Siyue sambil berdiri dan menggandeng tangan Raja Chu Tian Ji. Tak berapa lama kedua orang itu hilang dari pandangan. Sedangkan yang di tinggalkan hanya bisa saling Pandang .
Maaf udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi .
Maaf jika masih ada typonya.
Jangan lupa like, vote. Dan komennya author tunggu
Bersambung .
.
__ADS_1