
"Tapi Nak..." ucap Sang Bunda Ragu.
"Ada aku Bunda...."ucap Dewa Wiqya. akhirnya dengan berat hati sang Bunda mengijinkan Siyue dan Dewa Wiqya membawa Dewa Yang Xi.
Dewa Wiqya di bantu Dewa Kunlao segera membawa Dewa Yang Xi pergi ke Ruang Teratai. Dan ternyata para sahabat mahluk kontrak Siyue Sudah mempersiapkan apa yang Siyue butuhkan. Sedangkan Fewa Kunlao segera kembali ke kekamar Siyue.
Tak berapa lama terlihat Dewa Yang Xi telah berada di dalam bak yang berisi air suci sampai di dada.
Siyue segera mulai mengobati sang Ayah mertua dengan akupuntur jari emasnya . dan dia mulai mengeluarkan Jarum perak dari kotaknya. Tak lama terlihat dia mulai konsentrasi dengan penyembuhan sang Ayah. Dewa widya yang ada di sebelahnya segera membuka baju atas sang Ayah tanpa Siyue pinta. Kini terlihat jelas gambar tapak tangan hitam di dada Dewa Yang Xi. Dengan gerakan cepat Siyue mulai menusukkan jarum akupuntur pada tubuh dewa Yang Xi. Terlihat sekali gerakan cepat Siyue dalam menusukkan jarum perak ketubuh Dewa Yang Xi . Tak berapa lama terlihat Siyue mulai menggunakan akupuntur jari emasnya. Cukup lama Siyue melakukan pengobatan itu . Hingga terlihat manik keringat keluar di wajah cantiknya. Melihat itu Dewa Wiqya ingin sekali mengusap wajah cantik itu, tapi dia takut akan mengganggu konsentrasi Sang Istri. dam Dia takut membahayakan Istri dan Putranya . . Dan tiba- tiba sang Ayah memuntahkan darah hitam dari mulutnya sebanyak tiga kali . Serta terlihat di setiap titik di tubuh Dewa Yang Xi yang tertancap jarum perak , terlihat sudah menghitam dan keluar darah hitam dari semua titik. Siyue masih terlihat konsentrasi dengan pengobatan nya. Dan tak lama Dia membuka matanya.
"Han tolong tangkap apapun yang akan keluar dari tubuh Ayah... Apapun itu, berbentuk benda ataupun uap hitam..." ucap Siyue lembut . Dan tak lama dia kembali memejamkan matanya. Tak berapa lama Siyue memejamkan matanya, tiba- tiba seberkas cahaya hitam melesat keluar dari dada yang tadi berwarna hitam . dengan cepat Dewa Widya segera menangkap cahaya itu. Dia ingat pesan Siyue , apapun yang keluar dari tubuh sang Ayah , Dia harus menangkapnya. Setelah cahaya keluar terlihat tanda tapak hitam di dada Dewa Yang Xi hilang. Siyue segera membuka matanya . Siyue mulai menyudahi pengobatan nya. Setelah mencabut jarum akupuntur nya, Siyue segera membersihkan darah yang ada di badan sang Ayah. Setelah mengganti air di dalam bak mandi, dan kembali merendam Dewa Yang Xi, Siyue mengambil sebuah botol besar dengan leher botol yang agak besar dia mendekati Dewa Wiqya .
"masukkan dia dalam botol ini..." ucap Siyue. dengan Cekatan Dewa Widya memasukkan benda yang berupa cahaya itam tadi kedalam botol dan menutup botol dengan cepat. Saat melihat benda yang di masukkan kedalam botol, betapa terkejutnya Dewa Wiqya dan Siyue, karena benda itu merupakan sesosok mahluk kecil yang seperti manusia dengan postir tubuh mungil , kecil . jika di lihat seperti mahluk peri kecil di film jaman modern . hanya saja peri kecil ini berwajah sangat mengerikan. Dia bermata merah , memiliki telinga kecil dan runcing. Mahluk keci itu besarnya hanya sebesar jari telunjuk orang Dewasa. Dan mmahluk itu terlihat sangat marah, namun terlihat juga sangat ketakutan.
"Mahluk apa ini... Mahluk ini seperti peri di film dongeng di jaman Modern . Han.... Kau tahu Ini mahluk apa namanya ..." tanya Siyue heran.
"Ini seperti Peiry ...mahluk kecil yang bisa terbang, tapi baru sekarang aku melihat yang jenis nya seperti ini...di alam Nirwana ini , ada tempat atau daerah khusus untuk mahluk ini. Sebenarnya Mahluk ini sangat baik dan gaib . tapi kenapa Dia berada di dalam tubuh Ayah....? Apa yang dia lakukan...?" ucap Dewa Wiqya heran .
"Sepertinya dia di tugaskan untuk membunuh Ayah secara perlahan, ..." ucap Siyue sambil menatap mahluk yang berada di dalam botol itu. Siyue menatap mahluk itu dengan teliti. Dan saat mata mereka bertatapan, tiba- tiba Siyue melihat ada sinar kesedihan di matanya Walaypun itu hanya terlihar sebentar. Melihat itu Siyue lebih teliti menatap pada mahluk itu. Matanya kini kembali terlihat garang dan marah . Dan ada sayap kecil di punggung mahluk kecil itu. Dia terlihat berusaha terbang keluar, namun karena tutup botol telah di beri penghalang , maka mahluk itu kembali jatuh kebawah. Dia tetap berusaha kembali terbang naik keatas. Dan mencoba membuka tutup botol agar bida terbuka, tapi tetap saja usahanya gagal . lama- lama mahluk itu terlihat diam. Sepertinya dia sudah kelelahan. Siyue semakin menatap mahluk kecil itu yang kini telah terlihat duduk sambil memeluk kaki yang dia tekuk di depannya. Gayanya sangat imut. Namun suara Dewa Wiqya segera menyadarkan Siyue kalau dia masih memiliki tugas menyembuhkan sang Ayah dan menbawanya keluar dari ruang Teratai. Siyue segera memasukkan botol itu ke lengan bajunya .
"Sayang apa yang harus kita lakukan pada Ayah..." ucap Dewa Widya yang telah berada di dekat sang Ayah. Siyue pun segera berjalan kembali mendekati Dewa Yang Xi .
"Kita tunggu sebentar lagi Han... Sebab sebentar lagi pasti Ayah akan degera siuman....Setelah itu kita bawa Ayah kembali keluar dari Ruang Teratai. " ucap Siyue lembut
"Apakah Ayah telah selamat...?" tanya Dewa Wiqya tak percaya.
"Sebentar..." Siyue mendekati Dewa Yang Xi dan kembali melihat denyut nadi Dewa Yang Xi .tak berapa lama Siyue terlihat tersenyum.
"Ayah telah keluar dari masa kritisnya... untung saja kita tidak terlambat. Sedikit saja kita datang terlambat, nyawa Ayah taruhannya...." ucap Siyue yang membuat Dewa Wiqya kaget . Terlihat kemarahan dibawah Dewa Wiqya .
"Dasar Raja iblis...kau akan merasakan akibatnya nanti..." ucap Dewa Wiqya marah.
'Sabar Han...tunggu aku sampai selesai melahirkan Putra kita... aku punya hadiah untuk Raja Iblis..." ucap Siyue dengan wajah tenang .
"Apa maksudmu...?" tanya Dewa Widya heran.
"Kau lihat saja Nanti..." ucap Siyue dengan senyum manisnya, tapi jika para sahabat melihatnya, itu bukan senyum manis.
, tapi senyum mengerikan .
"Lalu Apa yang di lakukan oleh mahluk tadi di dalam tubuh ayah...?" tanya Dewa Widya.
"Sepertinya Dia di sana bukan kemauannya... Mungkin Raja iblislah yang telah memenjarakan Mahluk itu di dalam tubuh Ayah. Dia merusak sfaraf kehidupan Ayah. Serta meracuni tubuhnya ..." ucap Siyue.
__ADS_1
"Racun....?Tapi Ayah tadi tidak terlihat keracunan...?" kata Dewa Widya.
"Mahluk itu bisa menipu mata manusia... Kau bisa lihat tadi darah beracun yang telah Ayah keluarkan tadi kan...?" jawab Siyue.
"Benar ucapanmu Sayang...tadi Ayah memuntahkan racun itu dua kali.. dan aku melihat setiap titik jarum akupuntur, terlihat hitam dan meleleh darah hitam dari sana" ucap Dewa Wiqya.
"Tapi untunglah Ayah bisa kira tolong..." ucap Siyue. mereka menatap Dewa Yang Xi yang belum sadarkan diri.
"Sekarang tolong bantu aku membawa Ayah keruang pengobatan , baringkan Ayah Di sana...Dan tolong bantu aku untuk menggantikan baju Ayah , aku akan mengambilkan baju bersih dan Setekah itu aku akan membuatkan pil ramuan untuk pemulihan kesehatan Ayah ...." ucap Siyue .
"Baik sayang..." ucap Dewa Wiqya.
Siyue segera keluar ruangan. Dan meminta salah satu mahluk kontraknya untuk membantu Dewa Wiqya. Sedangkan Dia sendiri segera mengambilkan baju ganti buat sang Ayah mertua . Dan segera berjalan ke ruang Pengobatan. Sesampainya Di ruang Pengobatan, ternyata Dewa Wiqya belum sampai . terlihat ruangan masih sunyi . Siyue segera menaruh baju yang dia ambil untuk ganti baju sang Ayah mertua di atas pembaringan . dan Dia sendiri segera melangkah kearah rak tempat ramuan berada. Tak lama Terlihat Siyue keluar dari ruang Pengobatan. Dan Dia mencari buah Bery Red , Air Suci , Daun Roh dan air Jiwa. Serta beberapa ramuan lain yang dia ambil dari kebun obatnya.
Tak berapa lama terlihat dia membawa keranjang yang penuh dengan ramuan, ketika sampai di ruang Pengobatan, Siyue melihat Sang Suami sedang mengganti baju Ayah mertua bersama Feng Qui dan Xiao Tu . Saat Siyue masuk, Dewa Wiqya melihat padanya . Siyue hanya tersenyum pada Dewa Wiqya dan berjalan terus kearah rak ramuan. Setelah itu Dia kembali memilih beberapa bahan obat.
Tak berapa lama terlihat Siyue sudah berada di depan Tungku obat. Dan tak lama terlihat Siyue mulai Sibuk dengan ramuannya. Dewa Widya terlihat sangat antusias dengan apa yang di lakukan sang Istri. Dan terlihat pancaran kebanggaan di mata hitamnya . Cukup lama Siyue mengolah ramuan itu. Melihat konsentrasi Siyue dalam meramu obat, membuat Dewa Wiqya terpesona dengan wajah serius Siyue. Benar kata orang Saat orang terlihat serius dalam tugasnya, dia terlibat sangat istimewa.
Namun saat Dewa Widya asyik melihat Siyue, tiba- tiba terdengar lenguhan suara sang Ayah. Dan ternyata Dewa Yang Xi mulai sadarkan diri. Perlahan mata tuanya terbuka
"Ayah...kau sudah sadar...!" ucap Dewa Widya bahagia.
"Wiqya...kau kah itu...?" ucap Dewa Yang Xi lemah.
"Di mana ini...?" ucapnya saat melihat kalau tempat dia berada sekarang adalah tempat yang asing baginya.
"Ini Dunia Teratai milik Siyue Ayah..." ucap Dewa Wiqya lembut.
"Dunia Teratai...?" beo Dewa Yang Xi .
'Iya...Dunia Teratai seperti Dunia Dimensi Ayah..." ucap Dewa Wiqya menjelaskan.
"Jadi ini ruanh Dimendi milik Siyue...?" ucap Dewa Yang Xi .
"Benar Ayah...." ucap Dewa Wiqya .
"Lalu Di mana Siyue Sekarang...?" ucap Dewa Yang Xi.
"Itu....Dia sedang Membuat Pil Ramuan untuk Ayah..." ucap Dewa Wiqya sambil menunjuk Siyue yang masih konsentrasi dengan ramuannya. Dewa Yang Xi perlahan menatap kearah di mana tangan Dewa Wiqya menunjuk .
"Gadis itu.....apakah Dia yang telah menyelamatkan Ayah...?" ucap Dewa Yang Xi.
"Benar Ayah... Dia tadi yang mengobati Ayah. Ternyata di dalam tubuh Ayah terdapat racun yang sangat mengerikan . untung Saja Siyue bisa mengeluarkan semua Racun yang ada di dalam tubuh Ayah..." ucap Dewa Widya lembut.
__ADS_1
"Racun....? Aah jadi pukukan Raja Iblis mengandung Racun...?" ucap Dewa Wiqya
Tak lama Siyue telah menyelesaikan ramuannya. Terdengar Suara
Ding...
Ding ...
Ding...tiga kali dari dalam tungku obat . Mendengar Suara itu terlihat senyum di wajah cantik Siyue terlihat . Tak lama dia membuka tutup tungku obat. Dan tercium harum ramuan yang sangat menyegarkan tubuh siapapun yang menghirupnya. Tak beraoa lama terlihat lima pil berwarna merah dengan garis putih di tengahnya, Terlihat keluar darintungku obat, dan melayang dengan ringan di udara. Dengan cepat Siyue segera memasukkan kelima pil itu kedalam botol giok kecil dan segera menutupnya. Setelah itu perlahan Siyue mendekati sang Ayah mertua.
"Sakam Ayah...Ternyata Ayah sudah siuman.. sekarang Ayah Minum pil ini dulu ya Yah...biar Ayah cepat sembuh..." ucap Siyue lembut .
"Baik..." ucap Dewa Yang Xi . dan Dewa Wiqya segera membantu sang Ayah meminum pil yang di berikan Siyue tadi . "
"Ayah...cobalah mengalirkan kekuatan Ayah secara perlahan, Siyue Akan Membantu Ayah..." ucap Siyue lembut.
"Jangan Sayang...biarkan Aku yang membantu Ayah..." ucap Dewa Wiqya.
Siyue pun setuju, karena saat ini memang kekuatan Siyue agak berkurang setelah memaksa mengeluarkan mahluk seperti peri itu kekuar dari dalam tubuh sang Ayah.. Sambil menunggu kekuatan sang Ayah kembali Normal, Siyue mengambil botol tadi yang dia simpan di lengan bajunya. . Dia kembali memperhatikan Mahluk itu. Siyue menatap mahluk itu dengan Tajam.
"Ck...kenapa wanita ini bisa membuat aku keluar dari tubuh orang tua itu...Sampai di mana sebenarnya kekuatan gadis ini.. lalu bagaiaman jika iblis sialan itu memperbudak aku....aah....sampai kapan aku bisa mempertahankan kewarasanku ini..." batin Mahluk itu dengan wajah sedih . Mendengar itu, Siyue tertawa pelan . Namun Siyue segera mendekap mulutnya . Dia sadar kalau di dalam ruangan itu bukan hanya mereka berdua, tapi ada juga Suami dan Ayah mertuanya. melihat Siyue tertawa peri itu kaget.
"Kenapa...? Kau kaget ya...Ck..sebenarnya kau itu tampan lo....sayang kau jahat...tapi kau bisa juga lo lepas dari Iblis itu...." ucap Siyue lembut . Mendengar ucapan Siyue, terlihat mahluk itu menatap Siyue dengan mata merahnya. Kenapa dia tahu perasaanku...!" serunya dalam hati .
"Siapa kau... Kenapa kau tahu perasaanku..." ucap Pria itu lagi.
"Itu sangat mudah...melihat raut wajahmu itu, aku bisa langsung menebak apa yang ada di fikiranmu itu...." bohong Siyue . Dia tahu pria itu sangat kesal pada Raja Iblis, tapi Dia tidak bisa menolak..apakah aku salah bila menolong dia ..batin Siyue
. "Benarkah...apakah wajahku bisa terlihat seperti itu...?" tanya mahluk itu polos . Siyue hanya mengangguk menjawab pertanyaan mahlyk itu
"Ya Sudah kau akan ku kurung di sini dulu.... Jangan kawatir , kau akan aman, dan orang yang telah menyakitimu akan segera berakhir. .Siyue segera menaruh botol tadi di antara botol - botol obat yang ada di ruang Obat
"Tinggalah di sini ...soal makanan kau akan aku jamin...jadi jangan banyak tingkah... " ucap Siyue dengan wajah serius..
"Cih sok baik...dia fikir aku percaya padamu..?" gumam anak itu dalam otak ya
"Kau percaya atau tidak itu terserah dirimu..." ucapnya perlahan . Terlihat mahluk itu menatap Siyue dengan pemuh keheranan
Namun Siyue tak menjelaskan pada pria ikecil itu .
Maaf sampai di sini dulu ya...
jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu.
__ADS_1
"