DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
MENJEBAK SELIR CHUNLY 4.


__ADS_3

Mendengar ucapan Siyue dan Kakek Kaisar, Selir Chunly bagai di hantam halilintar.


"Selir Chunly ayo kita makan bersama... Aku memberimu kesempatan makan kue bersamaku, jarang sekali saat-saat seperti ini kita dapatkan....Ayo ambillah " kata Kaisar tua sambil mendorong keranjang kue di depannya kearah depan Selir Chunly. Terlihat Wajah Selir Chunly berwajah tegang


"Kenapa Selir...?.kau tidak suka makan bersamaku..?" kata Kaisar Tua sambil menatap pada Selir Chunly .


"Bu...bukan begitu Ayah... Aku juga menginginkan makan be,rsama Ayah, tapi..." terlibat wajahnya kebingungan dan tegang .


"Tidak ada tapi- tapian Selir . Kau ingin memberi kue enak buatanmu pada Kakek, lalu sekarang kau sendiri tidak ingin memakannya. Kau ingin menghina Kakek atau... Apakah kue itu beracun....?" tanya Raja.


"Tidak , tidak mungkin yang Mulia... Mana berani hamba melakukan itu..." ucap Selir Chunly dengan gugup .


"Aah....gimana ini , kalau aku tidak memakannya perbuatanku pasti ketahuan , lalu kalau aku makan , aku juga keracunan. ya ampuuun..apa yang harus aku lakukan..?" kata Selir Chunly dalam hati .


."Kalau begitu ayo dimananya...." terdengar lagi perkataan Raja yang membuat Selir Chunly semakin bingung .


"Aah...kenapa aku takut...Bukankah aku punya penawarnya...dasar bodoh..." seru Selir Chunly yang teringat kalau dia memiliki penawarnya . Tak lama terlihat Selir Chunly mengambil kue dan memakannya. Dan saat itulah Selir Ma dan Selir Luh masuk kedalam bersama seorang gadis cantik yang ternyata putri bungsu selir Ma yang katanya mau berulang tahun itu .


"Salam Ayahanda , Raja .....semoga kebahagiaan bersama kalian berdua..." ucap kedua selir memberi salam dan hormat di ikuti gadis itu .


"Salam Yang Mulia Raja, Kakek Kaisar semoga kebahagian bersana kalian berdua...." kata gadis cantik itu dengan lembut .


Wajahanya hampir sama dengan Selir Ma. Dan matanya mirip dengan Raja. Dia memiliki badan tinggi hampir sama dengan Siyue hanya saja badannya lebih gemuk sedikit daripada badan Siyue yang langsing . Dia lebih tua dari Siyue. Mungkin satu atau dua tahun. Melihat kedatangan mereka . Raja berkata.


"Duduklah kalian bertiga..." kata Raja dingin. Sedangkan kakek Kaisar hanya tersenyum dan kembali menatap Selir Chunly yang sedang memakan kue buatannya . melihat kedatangan ketiga wanita itu, selir Chunly terlihat kaget walaupun hanya sekilas . Namun dia cepat- cepat terlihat biasa . Melihat tingkah selir Chunly Kakek Kaisar tersenyum dan berkata.


"Enak kue buatanmu sendiri Chunly....?" kata Kakek Kasian.


"Tentu Ayah... Sebab kue ini khusus Chunly buatkan untuk Ayah.." ucap Selir Chunly .


"Kalau begitu habiskan saja sendiri. Aku yakin kau pasti suka dengan racun yang kau taruh di kuemu itu..." ucap Kaisar tua dengan tenang . Mendengar ucapan Kasar Tua, Selir Chunly terkejut bukan main dia bagai terkena tamparan halilintar di kepalanya .


"Ya ampuuun...apa maksud kakek tua ini .. Jangan bilang kalau tua bangka ini sudah tahu di dalam kue ini ada racunnya. " Teriak Selir Chunly dalam hati . Seketika terlihat wajahnya pucat pasih .


"A..apa .. Apa maksud Ayah dengan racun...." ucap Selir Chunly dengan wajah ketakutan, pucat bagai tak berdarah. Badannya gemetar tak terkendali.


"Apa maksud kakek..? kau masih tanya . Kau fikir kami tidak tahu kalau kau memberi racun pada Kakek Kaisar...?" kata Raja dengan marah.


"Yang...Yang Mulia...i..itu ..kue itu ti..tidak beracun yang Mulia. Bu..bukankah tadi sudah hamba makan sendiri..." ucap Selir Chunly dengan wajah ketakutan.


"Kau berani memakannya karena kau memiliki penawarnya. Tapi jangan khawatir Selir Chunly ...racun yang kau masukkan kedalam kue untuk Kakek bukan racun milikmu saja. Tapi juga ada racun milikku... dan kau tahu...racun itu tidak ada penawarnya . kau cari tabib di manapun tidak akan ada yang bisa membuat penawarnya. Apalagi menyelamatkan dirimu" kata Siyue dengan tenang .


"A..apa maksudmu...?" ucapnya dengan wajah kaget.


"Maksudku...racun yang kau masukkan kedalam kue buatanmu itu, bukan hanya racun yang biasanya kau masukkan kedalam kue yang kau berikan pada Kakek melalui tangan Selir Ma . racun yang kau berikan hari ini, ada juga racun milikku, aku mencampurkannya kedalam racun milikmu ." kata Siyue dengan tenang .


"Tidak...itu tidak mungkin...kue itu tidak beracun Ayah...pria ini ingin memfitnahku. Bukankah tadi sudah terlihat kalau jarum peraknya memperlihatkan kalau kue ini tidak beracun .. " kata selir Chunly.


"Itu karena Racun yang kau berikan tidak berwarna dan tak berbau . hingga tidak akan ada yang tahu kalau kau meracuni Kaisar Tua ...racunmu memang cukup ganas dan tak muda terlihat . tapi tidak seganas racun yang sekarang kau makan. kalau kau tidak percaya coba saja kau minum penawarnya, pasti itu tidak akan berpengaruh..." jawab Siyue.


Mendengar ucapan Siyue, Selir Chunly kaget. dari mana pria ini tahu rahasiaku..." serunya dalam hati. Tidak...dia tidak akan bisa membuktikan kalau kue itu beracun . dan dia tidak akan bisa menuduhku meracuni Kakek Sialan itu jika aku terus menyangkalnya. " ucap hati Selir Chunly .


"Kau bohong...kau berusaha memfitnahku ... untuk apa aku meracuni mertuaku sendiri...!" serunya dengan marah.


"Baiklah akan kubuktikan kalau kue ini beracun....Ye Xie...kau bisa membawakan hewan itu kemari...?" kata Siyue pada Ye Xie yang langsung datang membawa seekor tikus yang agak besar di dalam sebuah kandang kecil . Ye Xie langsung menaruh hewan itu di atas meja.


"Ini tuan Muda..." ucap Ye Xie sopan membuat keempat orang di depan Siyue kaget .


"Trimakasih....." kata Siyue .


Ye Xie mengangguk dan mundur menjauh dari meja. dia kembali keluar .


"Lihat...kau akan melihat sendiri ada apa dengan kuemu..." kata Siyue. Dia lalu mengambil Sepotong Kue dengan penjempit dan menaruhnya di dalam kandang tikus itu. Dan dengan cepat tikus memankan kue. Dia memakannya dengan cepat. Tak butuh waktu lama, kue itupun telah habis. Beberapa saat kemudian tiba- tiba tikus itu kejang- kejang dan dari mulutnya keluar bui dan akhirnya tak bergerak lagi. Melihat kejadian itu semua orang kaget kecuali Siyue dan Selir Chunly . Apalagi sang Raja . Raja terlihat sangat marah. Dia menatap Selir Chunly dengan tatapan tajam.


"Kau masih menyangkalnya...!" tanya Raja .


"Tentu saja yang Mulia...ini pasti ulah pria muda itu..untuk apa hamba membunuh kasar tua. Bukankah kalau hamba ingin membunuh, pasti hamba akan membunuh anda .." ucap Selir Chunly dengan sangkalan yang membuat orang ingin marah.


"Itu tidak kau lakukan karena Kau menginginkan Raja menjadi menantumu, kau ingin kekuasaan sebagai ibu Suri kan...dan semua itu didukung oleh putri mu yang menginginkan Raja sebagai suaminya , karena dia sepertimu , Dia ingin menjadi Ratu kerajaan ini. .karena itulah kau tidak meracuni Raja." kata-kata Siyue membuat semua orang yang ada di dalam kamar Kasar Tua terpanah.


"Bohong...kau berani berbohong...kau memfitnahku...lalu apa yang akan ku dapatkan kalau aku meracuni Kasar tua...kau pria pemberani yang berani memfitnah seorang Selir Kaisar...!" ucapnya Sinis.


"He he he...ternyata kau tetap tidak sadar ya kalau kedokmu terbingkar. Baiklah akan ku katakan Alasanmu....kau meracuni Kakek Kaisar karena kau menganggap kakek kaisarlah penghalang putrimu menikahi Raja. Dan kau merasa kalau kakek Kaisar curiga kalau putrimu bukan Putri dari Kaisar Nang Bo..dan itu memang kenyataan kan...?entah putri Siapa dia..." kalimat Siyue belum selesai ketika terdengar teriakan Selir Chunly.


"CUKUP...! kau berani memfitnah sampai seperti itu...kau punya bukti kalau semua ucapanmu itu suatu kebenaran....? Kalau tidak aku akan meminta Raja memberi keadilan untuku...." ucap Selir Chunly marah.


"Baik akan aku buktikan...karena aku punya buktinya. ..." Siyue lalu mengeluarkan batu dewa dari dalam Cincin ruangnya.


"Batu Dewa...." seru mereka bersamaan. Melihat batu Dewa di tangan Siyue, terlihat wajah Selir Chunly menucat.


"Tidak....tidak mungkin....apakah dia benar- benar memiliki bukti itu..? tapi mana mungkin... tidak mungkin . tidak ada seorangpun yang tahu kebenaran ini . hanya aku, putriku dan keluargaku yang tahu semua ini..." ucapnya bermonolok dalam hati. Siyue melihat wajah Selir Chunly yang memucat. Dia tersenyum dingin .


"Kenapa kau pucat sekir...atau kau sudajh tidak menginginkan bukti lagi..?" tanya Siyue.


"Cih kau fikir dengan batu Dewa di tanganmu, kami akan percaya kalau itu bukti yang sebenarnya . kau fikir Kami percaya dengan semua kebohonganmu itu...?jangan bermimpi..." ucapnya Sinis.


"Tapi aku percaya pada Siyue..." terdengar nada dingin Raja.


"Aku juga percaya...." terdengar suara Kakek Kaisar Tua.


"Yang Mulia Raja...Ayah....!" seru Selir Chunly tak percaya.

__ADS_1


"Yang Mulia...kalau tidak kita hidupkan batu Dewa ini . takutnya Selir Chunly berkata kalau anda dan Kakek kaisar membela hamba tanpa bukti . sekarang tolong anda alirkan tenaga dalam anda pada batu Dewa..." kata Siyue sambil memberikan batu Dewa pada Raja.


"Baik akan aku lakukan..." ucap Raja. Dan Rajapun segera mengalirkan Kekuatannya pada batu Dewa. Tak lama terdengar semua percakapan Selir Chunly dengan sang putri. Dari awal datang ke istana dingin sampai dia keluar dari istana dingin.


Mendengar semua itu. Terlihat wajah selir Chunly pucat pasih. Bagai tidak ada darah sama-sekali . Dan ketiga wanita yang ada di dalam ruangan itu melongo tak percaya. Mereka tak pernah tahu Niat dari Selir Chunly yang sebenarnya, Niat yang begitu menakutkan bagi mereka . Dan mereka juga baru tahu sekarang kalau putri Chu Ling Say bukan putri kandung Kaisar Nang Bo suami mereka. Sedangkan Raja dan Kaisar Tua sangat marah. Terdengar Raja berteriak dengan keras.


" PENGAWAL....!!!" Serunya keras karena di dorong oleh amarah.


"Kami yang mulia..." ucap Ye Xie , Ye Gu dan Ye Mai serentak . Mereka duduk dengan kaki satu di tekuk dan yang satu lututnya bertumpuh pada lantai serta memberi hormat.


"Tangkap dan bunuh seluruh keluarga Selir Chunly. Tidak terkecuali Dia dan putrinya yang gila itu. " Teriak Raja dengan marah.


"Laksanakan yang Mulia..." seru ketiga pengawal kepercayaan Raja secara serempak .


"Tidak, tidak ...ampun yang mulia... hamba mohon ampun....!" seru Selir Chunly sambil bersujud.


"Tunggu yang Mulia....!" Seru Siyue saat Selir Chunly akan di bawa.


"Ada apa Siyue...jangan kau berkata kalau kau akan menyuruhku memperingan hukumannya...!" ucap Raja dingin.


"Tidak yang mulia...bukan begitu...hamba fikir hukuman mati buat Selir Chunly sangat ringan. Dia telah menyiksa Kaisar Tua dengan sengaja berbulan- bulan. Jadi biarkan dia merasakan penderitaan terkena racun yang dia berikan pada Kaisar dan juga racun hamba.. lagian dalan waktu satu minggu dia akan mati juga, tidak akan ada obat yang dapat menetralkan racun hamba. tapi jika yang Mulia kasihan padanya, anda bisa langsung membunuhnya...." jawab Siyue. Mendengar ucapan Siyue, terlihat Raja sedikit tenang . dan terlihat senyum tipis di wajahnya.


"Ck... ternyata kau lebih pintar dariku... Lalu apa yang harus aku lakukan...?" ucap Raja.


"Yang Mulia...ampun...ampunkan hamba dan putri hamba ..Ampunkan hamba yang terlalu serakah. Semua ini hamba lakukan karena hamba ingin membuat putri hamba bahagia. Tolong ampunkan hamba dan Putri hamba yang Mulia... Dia sangat mencintai anda , apakah yang mulia tidak mencintainya..?!" seru Selir Chunly dengan derai air mata. "Biarkan dia dan putrinya di penjara. Dan


"Bodoh... dasar wanita gila...kaluan berdua memang orang gila...!" seru Raja marah .


"Oo...aku hampir lupa..tahukah anda Selir Chunly . Pil yang kau berikan pada putri mu juga salep yang kau pakai bersama putrimu itu adalah salep khusus untukmu. Kalau pil yang di telan putrimu adalah Racun yang beberapa kali kau berikapada Kakek Kaisar. Sedangkan salepnya adalah salep gatal buatanku..." kata Siyue tenang.


"Apaaa...ka..kau...kau...!" Seru Selir Chunly ketakutan. Baru saja Siyue berhenti bicara. Tiba- tiba dua prajurit masuk kedalam dan berkata.


"Yang Mulia gawat...." ucap prajurit itu ketakutan.


"Ada apa prajurit....?" tanya Raja heran.


"Lapor yang Mulia...kami dari istana dingin. Putri Chu Ling Say sejak tadi pagi setelah makan pagi tiba-tiba berteriak-teriak kesakitan. Dan saat kami masuk kedalam istana dingin . Kami melihat wajah putri terluka para , sepertinya terkena cakaran..." ucap Prajurid itu .Mendengar laporan dari prajurid, Selir Chunly berteriak histeris. Dia berusaha lepas dari pengawal yang memegangnya. Namun tenaga seorang wanita mana bisa di bandingkan dengan dua pria yang memegang nya. Dia berteriak -teriak minta di lepaskan . Tapi mana mungkin mereka melepas orang yang mereka harus tangkap .


"Yang Mulia tolong...tolong pertemukan hanba dengan Putri hamba...!" serunya .


"Sebentar lagi kalian akan bertemu..." jawab Raja dingin.


Mendengar ucapan Raja, Selir Chunly merasa berakhir sudah kehidupannya juga putrinya . Dia masih meronta meminta pengampunan .


Namun Raja sudah tidak perduli lagi .Dia tetap di bawa ke penjara bawa tanah . begitu juga dengan sang Putri Chu Ling Say. Akhirnya mereka di pertemukan Di dalam penjara bawah tanah.


Sedangkan ketiga wanita yang menyaksikan kejadian itu bergidik ngeri menatap Siyue. Mereka tak menyangka kalau gadis lembut itu bisa begitu kejam. tapi memang kesalahan Selir Chunly dan putrinya terlalu besar.


"Jangan takut.. Aku tidak akan pernah menyakiti orang yang baik. Aku orangnya baik hati kok (waah ...Siyue narsis ya🤣) Tapi jangan sampai aku mendengar orang yang aku sayangi di celakai. Akhirnya akan seperti itu..dan kau pasti putri Selir Ma yang akan berulang tahun kan...?" kata Siyue pada gadis yang terlihat cantik di depannya. Terlihat gadis itu menganggukkan kepalanya.


"Sepertinya kau lebih tua dariku. Bagaimana kalau kau kupanggil Jiejie...aku Siyue..." kata Siyue memperkenalkan diri.


"Boleh...kau boleh memanggilku Jiejie... namaku Chu Shi Wa...." ucap gadis itu sambil tersenyum lembut. Dia menatap Siyue dengan pandangan kagum dan terpesona . Melihat itu Raja berseru.


"Shi Wa...jangan coba-coba kau jatuh Cinta padanya..."Serunya dengan marah.


"Memangnya kenapa Gege...tidak salah seseorang gadis jatuh cinta pada seorang pria...?!" ucap Shi Wa dengan berani . Terlihat Raja menyeret Putri Shi Wa dan mengatakan sesuatu pada Shi Wa.


"Apaa....!" serunya tak percaya. Sedangkan Raja terlihat tersenyum senang . Melihat senyuman Raja, Selir Ma dan Selir Luh kaget. Mereka menatap pada Shi Wa. Namun terlihat sang Putri masih menatap Siyue sambil menutup Mulutnya .


"Wa'er...ada apa....?" tanya Selir Ma.


"Tidak, tidak ada apa- apa ibu..." kata Shi Wa dengan wajah masih menatap Siyue. Sedangkan Raja mendekati Siyue .


"Yue'er...dari.mana racun yang kau berikan pada Selir Chunly dan Putrinya itu..." tanya Raja Chu Tian Ji.


"Milik hamba sendiri ...Karena hamba adalah Raja racun yang Mulia..." jawab Siyue dengan tenang.


"Jangan Main-main Yue'er..." seru Raja dengan wajah kesal. dia seperti biasa menyentil kening Siyue .


"Aaauuu....yang mulia ...kenapa menyentil hamba....?" kata Siyue sambil memegang keningnya .


'Aku bertanya Serius Yue'er...." jawab Raja.


"Hamba juga menjawab serius yang mulia... Ivy...keluarlah....!" ucap Siyue.


Tak lama tiba- tiba di dekat Siyue berdiri pria tampan berbaju hijau.


"Ada apa Yue'er ..." ucap Pria itu sambil memegang tangan Siyue manja.


Melihat perbuatan Ivy, Raja marah. Dia ingin menarik Ivy menjauh dari Siyue. Tapi Siyue dengan cepat menahan tangan Raja.


"Jangan...!" ucap Siyue sambil menahan tangan Raja yang ter ulur kearah Ivy ..


"Ada apa Yue'er...apakah kau lebih tertarik pada pria itu...;" seru Raja Marah.


"Ck .jangan cemburu dulu Tian'ge...kalau gege sampai memegang dia, jangankan tubuhnya, bajunya saja Tian'ge akan celaka. Kau tahu ,.. dia itu tumbuhan Roh kontrakku. Dia Poison Ivy.. !" ucap Siyue pelan . namun Mendengar ucapan Siyue, Kakek Kaisar dan Raja kaget .


"Ivy ...mana bijimu...." kata Siyue. Ivy tahu maksud Siyue .


"iya, iya aku ambilkan ..." ucapnya sambil mengambilkan biji buah miliknya dan memberikan pada Siyue. Biji itu untuk mencegah seseorang keracunan terkena sentuhan Poison Ivy. . dengan cepat Siyue masukkan pil itu kemulut Raja Chu Tian Ji.

__ADS_1


"Telan..." kata Siyue.


Dengan cepat Raja Menelan biji itu tanpa curiga. Dia tahu Siyue melakukan itu karena melindungi Dia.


"Apa yang kau berikan padaku tadi Yue'er...?" tanya Raja.


"Biji buah Poison Ivy...." jawab Siyue sambil melepas tangannya dari rahang Chu Tian Ji .


"Apa guna biji itu sayang ..." tanya Raja pelan .


"Agar gege tidak keracunan terkena, atau menyentuh Ivy. Lagian kenapa mesti marah melihat Ivy di dekat Siyue. Dia itu tumbuhan kontrak Siyue. Bukan manusia..." kata Siyue dengan wajah cemberut.


"Tak perduli...bukankah dia seorang pria..." ucapnya Posesif.


"Ck...gege...biarpun Dia pria, tapi dia tumbuhan Roh..dia itu bagai bagian tubuh Yueyue... Kenapa mesti cemburu. ." ucap Siyue lagi .


"Tak perduli...aku cemburu pada setiap pria yang mendekatimu...." ucapnya dengan wajah cemburu .


"Ck.. Kenapa ribet sich punya kekasih. " batin Siyue.


" Ya sudah .. Ivy kembalilah... ." kata Siyue.


"Baik Yue'er ucapnya sambil tersenyum manis dan kembali keleher Siyue. Namun Raja tidak menyadari itu. Dia hanya tahu pria yang membuat dia cemburu telah hilang . Ivy akan berada di leher Siyue saat Siyue dalam perjalanan atau Siyue memanggil dirinya . dan saat Siyue sedang berkultivasi ataupun mengerjakan kegiatan pribadi. Dia akan pergi ke ruang Teratai bermain bersama Xiao Hao si lotus atau teratai putih. Begitu juga dengan Xiao Hao. Terkadang dia akan menjadi anting atau hiasan baju milik Siyue.


Siyue bernafas lega setelah si posesif tenang. Sedangkan Shi Wa yang melihat tingkah keposesifan Raja tertawa pelan sambil mendekap mulutnya. Kakek hanya bisa tertawa melihat kejadian itu . Namun kedua Selir tidak tahu masalahnya. Mereka hanya tahu Raja sedang bertengkar kecil dengan Siyue gara-gara pria yang berbaju hijau. Pria yang tiba-tiba ada dan kini tiba-tiba hilang.


Kedua selir tidak tahu apa yang terjadi. Karena mereka berada agak jauh dari Raja dan Siyue. Setelah melihat Raja tenang, Siyue mengambil pil dan Salep dari cincin ruangnya.


"Jeijei...kau akan ulangtahun kan...?" tanya Siyue.


"Kok Siyue bisa tahu...?" jawab Shi Wa.


"Aku mendengar Ibumu memberikan alasan itu pada Selir Chunly kemarin saat Selir Chunly menginginkan salep dan pil yang memang sengaja untuk dia dan putrinya..." jawab Siyue .


"Jadi semua itu rencana kalian....?" kata Shi Wa.


"Benar...kami tahu selir Chunly orang yang serakah. Aku memberikan pil dan salep yang asli pada Selir Luh. Sedang pada ibumu yang mengandung racun ..." jawab Siyue.


"Kau cerdik...jika ibu memberikan secara langsung dia akan curiga. Tetapi jika mempertahankan dia akan penasaran dan mengambil secara paksa. Contohnya seperti yang dilakukan tadi malam, dia mencurinya .." ucap Shi Wa.


"Ternyata kau juga cerdas..." kata Siyue sambil tertawa.


"Tidak...aku hanya menggambarkan dari kejadian...." kata Shi Wa.


"Jadi benar kau akan berulangtahun...?" tanya Siyue lagi .


"Iya...beberapa hari lagi...." jawabnya.


"Sayang sekali aku tidak bisa melihatnya..." kata Siyue sambil tersenyum .


"Kenapa...?" tanya Shi Wa.


"Aku akan masuk perguruan besok...besok aku sudah harus masuk Sekte Tapak Dewa..." jawab Siyue .


"Apaa...kau masuk sekte Tapak Dewa...lalu siapa guru yang memilihmu...?" kata Shi Wa dengan wajah kaget.


"Guru Yang Si...memangnya kenapa...?" tanya Siyue.


"Kau hebat....guru Yang Si jarang mengambil murid. Murid terakhir beliau adalah Kakak itupun karena kakak terlalu jenius dan juga pewaris kerajaan ini , dan sekarang kau juga muridnya. Kau hebat Yue.. Aku saja yang ingin masuk Sekte itu tidak bisa. Dan akhirnya dengan paksaan Ayah aku baru bisa di terima di perguruan Elang Putih...." kata Putri Shi Wa.


"Maaf...aku juga murid perguruan Elang putih . Guru San We memintaku belajar di sana, dan aku murid intinya..." kata Siyue lagi membuat Putri Shi Wa terlonjak kaget.


"Apaa...kau...kau juga murid guru San We...?" tanya Putri Shi Wa tak percaya. Siyue hanya menganggukkan kepalanya.


"Ya Dewa..sepintar apa kau Yueyue... hingga bisa menjadi murid kedua guru itu...." kata Putri Shi Wa dengan wajah kagum.


"Satu tahun aku di sekte Tapak Dewa, dan satu tahun aku berada di Elang Putih . itu permintaan kedua guru. Ya sudahlah kenapa kita membicarakan diriku...Ini hadiah dariku. ini yang asli seperti milik Selir Luh. Jadi jangan takut ada racunnya..." goda Siyue. Melihat barang yang di berikan Siyue padanya . Chu Shi Wa terkejut.


"Ibu ini....?" ucapnya sambil mendekati sang ibu .


"Ya ampun Wa'er .... ini pil dan salep kecantikan yang ibu ceritakan tadi....!" seru sang Ibu.


"Tuan Siyue...ini...ini.." ucap Selir Ma tak bisa bicara.


"Jangan Khawatir bibi...maaf boleh aku memanggilmu bibi...?" tanya Siyue. Mendengar ucapan Siyue . Selir Ma langsung berseru.


"Boleh, boleh...kau boleh memanggilku bibi...!" serunya bahagia.


"Trimakasih Bibi..itu pil dan salep bukan seperti pil dan salep yang di curi oleh Selir Chunly. Salep dan pil ini seperti milik Selir Luh . Ini ungkapan Terimakasihku pada Bibi yang telah mau membantu kami dalam menangkap Selir Chunly..." kata Siyue sambil tersenyum lembut . mendengar ucapan Siyue , terlihat Selir Ma terharu.


"Trimakasih tuan...kau telah beberapa kali membantuku . soal penangkapan selir Chunly itu sudah tugasku yang sudah dia bodohi . jadi akulah yang seharusnya berterimakasih padamu. ' kata Selir Ma dengan wajah haru .


"Ibu jangan panggil dia tuan...dia..." tapi sebelum dia mengatakan kalau Siyue seorang gadis, Shi Wa tanpa sengaja menatap pada sang Kakak. Terlihat tatapan tajam Raja padanya membuat dia bungkam seketika .


"Dia apa Wa'er..?." tanya sang Ibu.


"Maksud Shi Wa dia masih muda . Dia lebih muda dariku ibu...jadi tidak enak rasanya memanggil dia tuan, lebih baik panggil dia Siyue saja ibu..." kata Shi Wa sambil menatap kembali sang Kakak yang kini mode dinginnya sudah on lagi.


Cukup dulu ya....aku sambung besok lagi.


Jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu .

__ADS_1


Bersambung .


__ADS_2