DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
SELIR ANCHI .


__ADS_3

Dan terlihat Pangeran Kedua dan Pangeran ketiga ada di antara mereka. Dengan menghela nafas berat Putra Mahkota akhirnya juga meninggalkan tempat itu .


Sedangkan Putri Lingling segera di bawa ke rumah sakit atau Rumah pengobatan . Disebabkan kejadian yang terjadi hari itu . perjamuan di hentikan karena masalah yang terjadi di istana .


Setelah kembali ke istana. Satu persatu para tamu pulang kembali kerumah mereka. Namun kejadian di istana menjadi buah bibir atau gosip terhangat di kerajaan Juhan. Mereka menceritakan tentang Siyue dan Pangeran Luo Yi yang baru datang. Dan mereka juga mengabarkan tentang peristiwa yang terjadi antara Siyue dan Putri Lingling . yang mengakibatkan Putri Lingling kini berada di Rumah sakit atau Rumah pengobatan kerajaan.


Mendengar kejadian yang menimpa sang Putri , Selir kedua sangat kaget , marah dan tak terima. Dia yang tadi malas ikut pesta ulang tahun Raja. Karena masih kesal pada Raja karena putranya yang sangat dia sayangi mendapat tugas ke luar . dan kini dia mendengar kalau Putrinya mendapat hukuman dan terluka. Itupun hanya karena bertengkar dengan Putri Angkat mereka yang baru datang.


"Mereka memang keterlaluan.. hanya karena anakku bertengkar dengan Putri angkatnya. Raja tega menghukum putriku . Seberapa hebatnya sich anak itu...kenapa sampai Raja membela dia.! dan Kenapa Putriku harus di copot gelar Sebagai Putri kerajaan . Bukankah dia putrinya...dan gadis itu hanya seorang putri angkat....!" teriaknya marah.


Para pelayan yang mendengar perkataan Selir kedua hanya diam ketakutan. Sebab Sifat selir kedua hampir sama dengan Putrinya. Selir kedua merupakan putri Mentri keuangan namun beda dengan kedua orang tuanya. Dan para saudaranya. Mentri keuangan memiliki tiga anak. Dua anak lelaki dan satu Putri yaitu Selir kedua yang bernama Ru Anchi . Selir Anchi memiliki dua kebribadian , jika di depan Raja Dia akan menjadi selir lemah lembut, baik hati dan penyabar. Namun jika di belakang Raja. Dia akan memiliki watak yang berbeda, dia akan menjadi wanita kejam, sombong, angkuh dan jahat. Jangan sampai salah dalam menjalankan tugas, atau Selir akan memberi hukuman yang sangat kejam. Salah sedikit saja dia akan menghukum berat, apalagi sampai salah besar. Pernah ada yang sampai meninggal . Seorang pelayan muda yang baru saja bekerja tanpa sengaja menumpahkan sup yang dia bawa pada tubuh sang Selir hingga membuat selir terluka karena air kuah sup yang panas. Selir Anchi sangat marah, maka pelayan muda itu mendapatkan hukuman pukulan 50 kali. Karena daya tahan tubuh gadis muda itu tidak kuat, akhirnya dia sakit lalu mati. dan banyak lagi penyiksaan yang Selir Anchi lakukan. Bertahun perbuatan Selir Anchi tidak pernah ada yang tahu. Sebab Selir Anchi telah mendoktrim pada otak semua pelayannya , kalau sampai terbongkar rahasianya atau ada yang melapor, maka nyawa sang pelapor beserta seluruh keluarganya akan di habisi . dan kejadian di istana Selir Anchi tidak pernah terdengar sampai keluar istananya. Dan kini dia mendengar kalau anak gadisnya telah terluka dan dia mendapatkan hukuman di buang dari istana. Mendengar itu dia sangat marah. Dia lalu segera keluar dari istananya dan menemui Putri Lingling yang berada di Rumah sakit Istana. Ketika sampai di sana, dia langsung masuk kedalam ruangan tempat sang Putri Di rawat. Melihat Putrinya terlihat lemah , walaupun tidak terlihat terluka , hanya beberapa lebam di wajahnya , menbuat Selir Anchi sangat marah dan merasa kasihan . Dia segera mendekati tempat pembaringan putrinya. Melihat sang ibu datang, Putri Lingling menangis.


"Ibu... Tolong aku ibu.!" serunya di sela tangisan nya .


Dengan serta merta Selir Anchi segera memeluk sang putri.


" Kau kenapa...?" tanya Sang Ibu sambil mengusap kepala gadis yang ada di pelukannya.


" Dia telah menyakitiku ibu...dia menghina dan memoermalukan putri ibu... Wanita pe****r itu telah merusak meridianku . kini Aku tidak bisa lagi berkultivasi...aku akan menjadi sampah ibu.." ucapnya sambil menangis.


" Tenang sayang ..Ceritakan pada ibu, apa maksudmu dia telah merusak meridianmu...?" tanya Selir Anchi sambil mengurai pelukannya.


"Meridian Lingling telah hancur ibu... Dan Lingling sudah tidak bisa berkultivasi lagi. Semua ilmu yang aku pelajari dari guru telah hancur. Lingling kini seperti manusia sampah yang tidak berguna lagi..." ucap Putri Lingling dengan derai air mata .


"Apaaa.. Sampai Separah itukah...?!"Seru Selir Anchi dengan wajah kaget dan tak percaya.


"Iya Ibu.. Kata tabib meridian Lingling sudah tidak bisa di perbaiki lagi.. Dan semua ini gara - gara Yueyue si wanita busuk itu ibu... dialah yang melakukan padaku...." ucap Putri Lingling dengan marah.


"Yueyue...maksudmu putri angkat Ayahmu itu si Yueyue bodoh dari keluarga Si..?" tanya Selir Anchi keheranan .


"Benar ibu... Dia memang Putri Angkat Ayah dan Permaisuri. Dia sangat sombong dan sok kuasa. Cuma putri angkat saja lagaknya melebihi putri kandung... Aku sangat muak melihat tingkahnya ibu..." ucap Putri Lingling memprovokasi sang ibu.


"Lalu kenapa kau bisa kalah dari dia , mana mungkin Putri cantikku ini bisa di kalahkan Yueyue. Bukankah dia itu seorang sampah... Dan aku juga heran, kenapa Raja dan Permaisuri mau mengangkat dia menjadi Putri mereka...?" ucap Selir Anchi dengan wajah marah dan kesal.


" Dia sekarang memiliki sedikit kepandaian ibu.. Tadi aku hanya sedikit ceroboh hingga aku terluka... Dan ibu... Aku menginginkan suami Siyue..." ucap Putri Lingling tak tahu diri.


"Suami...? Kau menginginkan suami si bodoh itu...? Apa kau tidak salah ucap nak..." ucap sang Ibu keheranan .


"Tidak ibu...dia memang sudah memiliki suami, dan ibu tahu...suaminya seorang Dewa..." ucap Putri Lingling sambil tersenyum membayangkan wajah Dewa Wiqya . Dia merasa tubuhnya yang sakit seketika sembuh saat dia membayangkan wajah tampan Dewa Wiqya .


"Dewa...? Suami Yueyue seorang Dewa...? Kau tidak lagi menggigau kan ...?" tanya sang Ibu tak percaya.


"Tidak ibu...apa yang di katakan Lingling itu memang benar. Dan Lingling jatuh cinta pada Dewa Wiqya. Lingling ingin merebut Dewa Wiqya dari tangan Yueyue ibu..." ucapnya dengan yakin.


"Sudah , sudah...kau ini..kau belum sembuh dan sekarang kau ingin merebut suami Yueyue. Kau jangan berbicara masalah pria itu..dan jangan terlalu percaya kalau dia itu seorang Dewa... Mana mungkin sampah masyarakat seperti Yueyue di nikahi seorang Dewa . dan lagi mana mungkin Seorang Dewa Mau menikah dengan Seorang Manusia. Jangan mengada - ada Lung'er... " ucap Selir Anchi sambil membetulkan letak tidur sang putri. Lalu menyelimutinya.


"Aku tak perduli siapa dia Ibu...Pria itu Dewa ataupun Bukan, pokoknya Lingling ingin menikah denganya . Lingling jatuh cinya padanya ibu....!" seru Lingling marah.


"Iya, iya...nanti ibu cari caranya...sekarang istirahatlah ..." ucap Selir Anchi .


"Tapi Ibu harus cepat menemukan cara itu...sebab mereka di di sini hanya tiga hari. Dan mereka segera akan kembali ke alam Atas..." ucap Putri Lingling.


"Pergi ke alam atas...? Mereka dari alam atas..?" ucap Selir Anchi tak percaya.


"Benar ibu...dan aku menginginkan Dewa Wiqya..." ucap putri Lungling tak menyadari kesalahannya .


"Baik akan ibu lihat, apakah ibu bisa membuat dia mau padamu, tapi yang pertama adalah membunuh Yueyue terlebih dahulu manusia yang telah berani melukaimu. Dan aku yakin omongan dia soal Meridianmu yang telah hancur itu ibu yakin hanya gertakannya saja.


Ibu yakin kau akan kembali seperti semula.. Setelah sembuh .Sekarang kau istirahatlah dulu... Ibu akan pergi..." ucap Selir Anchi.


"Baik ibu...tapi soal aku di usir dari istana dan setatus Putriku yang sudah di cabut Ayah bagaimana ...?" tanya Putri Lingling dengan Wajah cemas.


' Karena itu kau harus tetap di rumah pengobatan ini dulu. Dan soal pencabutan itu, ibu akan meminta pada Ayahmu untuk mengembalikannya...." ucap Selir Anchi dengan wajah yakin.

__ADS_1


"Trimakasih ibu... " ucap Putri Lungling dengan wajah bahagia .


Tanpa mereka sadari di tempat fentilasi angin di ruangan itu . Seekor burung kuning dan seekor ular putih sedang mendengarkan perbicaraan mereka berdua dengan marah.


Terlihat mata merah ular putih itu menyorot dengan tajam pada kedua wanita itu.


"Qui...apa yang harus kita lakukan pada kedua wanita sialan itu ..ingin rasanya aku menelan hidup - hidup Wanita tak tahu diri itu..." ucap Liong Bay dengan Marah .


"Benar sekali kataku Liong... Aku juga gemas ingin mencekik leher mereka . Bagaimana kalau aku panggang saja keduanya dengan api ku..." ucap Feng Qui marah.


"Jangan ...itu terlalu kelihatan. Dan kita akan membuat kesulitan Yue'er ..Bagaiaman kalau kita beri racun saja..." ucap Liong Bay dengan wajah geram .


" Ide yang bagus...kita memberi pelajaran dulu pada gadis sombong dan tak tahu diri itu lebih dahulu. Sedang pada sang ibu, kita lihat saja, apa yang akan dia perbuat..." ucap Feng Qui.


"Kalau begitu pergilah mengikuti Selir gila itu. Biar masalah gadis ini aku yang mengatasinya. Aku ingin ber main- main dengan dia lebih dahulu..." ucap Liong Bay dengan Senyum liciknya. Melihat senyum licik di wajah Liong Bay membuat Feng Qui ngeri .


"Apa yang akan kau lakukan Liong...?" tanya Feng Qui curiga.


"Nanti kau pasti akan tahu.. sekarang cepat kau kejar Selir gila itu...!" ucap Liong Bay sambil menggerakkan badannya.


"Baik aku pergi...." ucap Feng Qui. Sekali lagi Feng Qui menatap Liong Bay yang terlihat tersenyum licik . dan akhirnya Feng Qui pergi ke arah Selir Anchi pergi. Sedangkan Liong Bay terlihat melayang turun dan jatuh dekat jemari tangan Lingling . gadis itu tidak menyadari ada bahaya yang mengintai dirinya


"Ck...sebenarnya aku jijik menggigit anggota tubuh manusia rendah ini. Tapi demi menghilangkan sampah dunia terpaksa akan aku lakukan. .." omelnya sambil melihat jari lentik Lingling.


Tak lama dia menggigit sedikit tangan itu. Dan menyalurkan racun ketangan Lingling. Lingling yang tidak menyadari tangannya tergigit hanya diam saja. Saat ini dia sedang membayangkan menjadi istri Dewa Wiqya. Dan mereka sedang bermesraan di dalam kamarnya. Hingga tangan yang di gigit Liong Bay Tidak dia rasakan . Setelah itu Liong melompah ke bawah dan berubah menjadi Naga. Hingga ruang kamar Lingling hampir penuh oleh tubuhnya . Dia mendesis panjang dan mukanya berada persis di depan wajah Lingling . Tentu saja Lingling Kaget. Di depan wajahnya terlihat kepala naga sedang menganga , dan mata merahnya menatap dia dengan tatapan menakutkan . saking terkejutnya dan rasa ketakutan yang teramat besar membuat Lingling tak bisa berbicara ataupun berteriak. Dia hanya bisa memelototkan matanya ketakutan .


" Kau ingin merebut Dewa Wiqya.? Kau tahu siapa Siyue...? Dia bukan Siyue yang dapat kau hancurkan seperti dulu.. Akan kuberi tahu, Siyue adakah master dari beberap hewan sepertiku dan Dia seorang Dewi...? Dia Dewi kehidupan... Apa pantas manusia seperti dirimu di bandingkan dengan dia...Ck manusia Rendahan.. Kau tak sebanding dengan Master kami . dasar manusia serakah dan jahat. kali ini kau tidak ku ampuni , lebih baik kuhabisi kau dengan api abadiku... Graaauuu...." ucap Liong Bay dengan wajah menakutkan dan seperti akan menyemburkan api dari mulutnya.


Lingling yang sudah ketakutan sejak tadi akhirnya jatuh pingsan. Melihat sang korban telah pingsan, Liong Bay kembali ke bentuk kecilnya dan keluar sambil tertawa senang.


"Dasar manusia rendahan... Begitu saja sampai buang air besar dan kecil . Cih menjijikkan ha ha ha ..." ucapnya sambil melesat pergi .


Sedangkan Feng Qui mengikuti Selir Anchi. Yang berjalan kearah istana miliknya dengan wajah marah. Ketika sampai di istananya dia berteriak memanggil seseorang . tak lama seorang prajurit datang padanya.


"Baik yang Mulia..." ucap prajurit itu sambil menunduk. Tak lama terlihat mereka masuk kedalam istana . Dan langsung masuk kesebuah ruangan yang segera di tutup saat keduanya telah masuk kedalam. Untunglah Feng Qui menemukan cela yang bisa membuat dia juga bisa masuk.


Feng Qui segera merubah mode tak terlihat, dan ternyata di ruangan Itu seperti ruang kerja. Hanya ada meja dan tiga kursi. Satu di belakang meja dan dua di depan meja.


"Duduk..." perintahnya pada prajurit itu.


"Bauknyang Mulia..." ucap sibPrajurit . Namun Prajurit itu tidak duduk di kursi yang ada di depan meja, tapi duduk di lantai. Melihat itu, Feng Qui mengambil batu Dewa dan mulai mengarahkan pada mereka berdua. Terlihat Selir Anchi menulis di selembar kertas. Tak lana dia memberikan kertas itu pada prajurit yang ada di depannya.


" Bawa surat ini pada perwira Song Ran. Bilang aku ingin dia melakukan secepatnya...." ucapnya datar.


" Baik yang Mulia..." ucap Prajurit itu. Tak lama dia pergi. Feng Qui mengikuti prajurit itu pergi. Sebab dia penasaran . Siapa Perwira Song Ran. Dan ada hubungan apa Dia dengan Selir Anchi. Terlihat prajurit itu menunggang kuda keluar istana. Feng Qui terus mengikuti prajurit itu. Dan tak lama tibalah mereka di sebuah rumah yang cukup besat. Dan prajurit itu melapor. Dan tak begitu lama seorang pria gagah keluar dari rumah besar itu. Dan dia menerima prajurit utusan Selir Anchi.


Mereka masuk kedalam rumah. Feng Qui yang masih dalam mode tak terlihat dengan tenang ikut masuk juga . dan tak lama mereka duduk di ruang tamu.


"Ada apa...?" ucapnya datar.


"Ada surat dari Selir tuan..." ucap Prajurit itu sambil memberikan surat yang Dia bawa. .


"Surat...?" ucapnya smbil mengambil surat itu.


"Benar tuanku... Dan Selir meminta anda agar segera melakukannya...." ucap Prajurit utusan Selir Anchi . Feng Qui yang merasa penasaran terbang mendekat dengan masih membawa Batu Dewa. Kini batu dewa kembali dia aktifkan . tak lama perwira itu membuka kertas surat dari Selir Anchi . Dia segerapa membaca surat itu. Feng Qui yang ikut membaca kaget bukan main, hampir saja batu Dewa jatuh dari tangannya. Bagaimana tidak kaget di dalam sana tertulis.


"Cepat kau bunuh Yueyue. Si anak bodoh putri angkat Raja dari keluarga Si . Dia telah menghina dan mempermalukan putri kita... dan waktumu hanya dua hari. Karena dia berada di Kerajaan ini hanya tiga hari. Jadi cepat lakukan. Dan anak kita sekarang ada di rumah pengobatan di istana . Aku Selir Anci Dan ada tanda setempel milik Selir Anchi di durat itu .


Membaca surat itu Feng Qui semakin marah. Sedangkan Perwira itu sendiri marah bukan main, dia segera meremas kertas itu dan melemoarkan kertas itu di atas meja.


"Bedebah...berani sekali dia menyakiti putriku.. Akan kau rasakan akibat berani menyentuh orang - orangku...aah kalau saja aku tadi tidak menerima tugas dari Putra Mahkota... Tentu aku bisa datang ke perjamuan tadi, dan pasti aku bisa menolong putriku..." ucapnya dengan kesal. Dia segera berkata pada prajurit.


"Katakan pada nyonya, malam ini juga aku akan segera menyelesaikan tugasnya..." ucap Perwira Song Ran.

__ADS_1


"Baik Tuanku..kalau begitu hamba mohon diri.." pamit prajurit itu.


"Pergilah..." ucap perwira Song Ran.


Prajurit utusan Selir Anchi segera pergi. Dan Perwira Song Ran segera masuk kedalam rumahnya. Tanpa dia sadari kalau surat yang di berikan padanya tadi telah hilang dari meja tempat dia tadi melemoarnya.


Setelah mendapatkan bukti yang ada di batu Dewa, juga kertas itu . Feng Qui tidak lagi mengikuti Prajurit itu . tapi dia kembali ke Siyue.


Saat itu Siyue sedang berbicara dengan Raja di istana Pangeran Luo Yi. Mereka baru saja di jamu makan di istana Pangeran Luo Yi. Saat ini Siyue ingin segera melihat rumah Milik Kakek Si dan ingin menemui pelayan setianya Xiona. Namun belum sempat Siyue pamit, tiba- tiba seorang Prajurit datang menghadap .


"Maaf yang Mulia...di depan ada Tuan Mo Can dari keluarga Si yang ingin bertemu Ratu Siyue.." ucap Prajurit yang sudah tahu siapa Siyue.


"Mo Can..." ucap Raja.


" Paman Mo Can...?" ucap Siyue dan Pangeran Luo Yi hampir bersamaan .


"Benar yang Mulia..." ucap Prajurit itu.


"Bawa dia masuk..." ucap Raja.


"Baik yang Mulia..." ucap sang Prajurit yang langsung undur diri setelah menghormat . tak lama terlihat Dua orang masuk kedalam istana dan langsung menghadap Raja.


"Salam Yang Mulia Raja, semoga kebahagian dan Panjang umur selalu menyertai yang Mulia..."sapa mereka berdua.


"Salammu aku terima..." ucap Raja. namun teriakan seorang gadis mengagetkan mereka berdua.


"Paman Mo Can...Xiona...!" seru Siyue bahagia. Sedangkan Paman Mo Can Sendiri dan Xiona kaget mendengar suara yang sangat mereka kenal itu. Mereka segera menatap kearah suara. Terlihat gadis yang teramat cantik sedang duduk bersama Pria tampan sedang tersenyum menatap kearahnya. Melihat gadis itu , Xiona dan Paman Mo Can tertegun tak percaya. Mereka menatap Siyue dengan. wajah melongo.


"Paman ..Xiona ...kalian tidak mengenalku..?'


Ucap Siyue sambil berdiri dan mendekati mereka .


"No...Nona Yueyue...kau benar Nona Yueyueku kan...?" ucap Xiona sambil berderai air mata.


Melihat itu Siyue segera memeluk wanita yang setia padanya itu. Wanita yang mau mengorbankan tubuhnya agar Siyue selamat dari pukulan orang yang menghina Dia. Mereka cukup lama berpelukan , Tanpa sadar air mata juga jatuh di pipi Siyue . tak lama Siyue mengurai pelukannya .


"Hey...kenapa menangis..kau tidak suka aku datang ya...?" ucap Siyue sambil mengusap air mata di pipi Xiona .


"Ini air mata bahagia Nona... Nona terlalu lama meninggalkan Xiona..." ucapnya Sambil cemberut.


"Aku sibuk dan belum ada waktu Ona..." ucap Siyue. Siyue lalu menatap wajah tua paman Mo Can.


"Apa kabar Paman...?" tanya Siyue lembut.


"Nak...kau baik- baik saja kan...?" ucapPaman Mo Can sambil masih mengeluarkan air mata dari mata tuanya . .


"Aku baik- baik saja Paman... Paman sendiri bagaimana...?" tanya Siyue sambil memeluk pria oaruh baya itu yang terlihat masich gagah .


"Aku baik...lalu di mana Kakek dan Kakakmu..." ucap Paman Mo Can.


"Aku juga baik- baik saja Mo Can... " ucap Suara yang memang sangat di kenal lama oleh paman Mo Can , terdengar menyebut namanya. Seketika paman Mo Can dan Xiona menatap kearah suara. Terlihat orang yang sudah berluluh tahun hidup dengannya dan beberapa tahun ini pergi. Terlihat berdiri dan memandang padanya.


"Tuanku...kau selamat dan sehat...!" Seru paman Mo Can haru. Mereka terlihat berpelukan. Setelah puas meteka berbincang sebentar dan tak lama Siyue segera memohon diri untuk kembali kerumah mereka. Raja dan Permaisuri memberi ijin, dengan syarat Siyue akan kemari besok .


"Baik Ayah, Bunda.. Tapi jangan terlalu pagi Ya...Sebab Siyue ingin mengunjungi Perguruan...." ucap Siyue.


"Baik...besok malam Ayah dan Bunda menunggu kalian makan malam di sini..." ucap Raja.


"Baik Ayah..." ucap Siyue. Dan saat itulah Feng Qui datang dan langsung berada di pundak Siyue. Sedangkan Lion Bay sudah dari tadi berada di pergelangan tangan Siyue.


Cukup dulu ya...aku lanjut besok


jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu. Maaf jika masih ada typo nya.🙏🙏

__ADS_1


Bersambung .


__ADS_2