DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
MASUK SEKTE TAPAK DEWA.


__ADS_3

"Maksud Shi Wa dia masih muda . Dia lebih muda dariku ibu...jadi tidak enak rasanya memanggil dia tuan, lebih baik panggil dia Siyue saja ibu..." kata Shi Wa sambil menatap kembali sang Kakak yang kini mode dinginnya sudah on lagi.


"Oo...benar katamu aku akan memanggil dia Siyue saja. Dia masih mudah dan tampan lagi. Hey.. Wa'er...apakah kau tidak menyukai wajah tampan itu..." bisik sang ibu sambil tersenyum. Ucapan itu memang pelan, tapi Semua orang bisa mendengarkan. Terlihat wajah putri Shi Wa memerah. Siyue sendiri tersenyum lucu . Sedangkan sang Raja terlihat marah mendengar ucapan dari Selir


Ma.


"Selir Ma....apa yang kau katakan...?' ucap Raja dingin. Mendengar ucapan Raja. Siyue hampir tertawa keras.


"Bagaimana bisa pria Posesif ini cemburu pada seorang wanita...ha ha 😅 tawa Siyue dalam hati. Dia menahan tawanya .


"Bukan begitu yang Mulia... Maksud hamba..." belum sempat Selir Ma melanjutkan ucapannya. Putri Shi Wa segera menarik tangannya.


"Ibu...lebih baik kita kembali saja yuk... Lihatlah, kakek sepertinya ingin istirahat..." kata Putri Shi Wa sambil menarik sang Ibu setelah memberi hormat pada Raja dan Sang Kakak . di ikuti oleh selir Luh yang segera berjalan keluar setelah berpamitan pada Raja dan Kakek Kaisar tua. Setelah kepergian ketiga orang itu. Raja mendekati Siyue yang sedang berdiri di sebelah ranjang sang Kakek .


"Yue'er kau pergi ke rumah Kakek Si...?" ucapnya.


"Iya... untuk melihat keadaan rumah sekarang. bukankah kemarin rumah itu di perbaiki...?" kata Siyue.


"Yue'er...Kakek ingin bertemu dengan Kakekmu, apa kau bisa membawa Kakek pergi...?" kata Kakek Kaisar mendahului Raja yang ingin bicara. Mereka berdua saling pandang mendengar ucapan Kaisar tua. Lalu Raja berkata.


"Kakek...kakek mau ikut Yue"er...?" tanya Raja Chu Tian Ji pada sang Kakek.


"Iya...aku ingin bertemu dengan pria yang bisa mendidik gadis secerdas dan sebaik dia..." ucap Kakek Kaisar dengan wajah tersenyum .


"Tapi Raja ini masih banyak kerjaan yang harus di selesaikan kek..." kata Raja sambil menatap sang Kakek.


"Hey...siapa yang mengajakmu pergi...aku bisa pergi dengan Siyue kok...iya kan nak...?" kata Kakek dengan tertawa.


"Tapi Kek...bagaimana Siyue membawa Kakek kesana bukankah Kakek masih tidak boleh keluar...?" kata Raja beralasan.


"Ck siapa bilang...bukankah si pembuatan onar sudah di tangkap..." ucapnya dengan wajah gembira.


"Biarkan Kakek bersamaku yang Mulia....dia bisa tinggal sementara di ruang Teratai bersama Xiao Tu dan Baizi, Saat dalam perjalanan menuju kita Nandaka.."Kata Siyue .


"Yue'er....aku ikut juga..." ucap Si Raja bucin.


"Gege... Tugasmu banyak di kerajaan, ... sedangkan besok kita berangkat ke Sekte.. Atau Siyue berangkat Sendiri ke Sekte...." ucap Siyue.


"Yue'er...di dini siapa Rajanya...?" kata Chu Tian Ji.


"Yang Mulia Chu Tian Ji...." jawab Siyue tenang.


"Lalu....?" tanya Raja. Lalu kenapa...? yang Mulia.. Siyue melakukan ini demi yang mulia, kalau pekerjaan selalu tertunda, maka akan semakin menumpuk dan itu akan membuat yang Mulia susah sendiri...." ucap Siyue bijak.


"Ck..tapi aku ingin pergi bersamamu... " kata Raja dengan wajah kesal .


"Terserah yang Mulia ... Sekarang Siyue berangkat dengan Kakek, atau Siyue berangkat sendiri besok ...." kata Siyue dengan tenang. Dia membantu Kaisar tua bangun dari tempat tidur nya. Terlihat wajah kesal si Raja bucin .


"Baiklah aku mengalah....tapi nanti sore , suka atau tidak suka aku akan kesana...." kata Raja.


"Boleh...asal tugas sudah selesai...Kata Siyue sambil membatu Kakek Berdiri.


"Yang Mulia... Di mana mentri Waisan....?" kata Kakek sambil menatap Raja dengan kedipan matanya. Mendengar nama Waisan, Raja tersadar dari kebodohannya. Bukankah selama dia pergi, Kerajaan akan dipegang oleh Waisan Mentri keamanan Kerajaan yang merupakan Jendral besar kerajaan Darga. Dia adik ketiga yang bernama Pangeran Waisan. Pria tampan adik kandung Raja Chu Tian Ji satu- satunya yang sangat Dia percaya..


"Kakek....kau menang yang terbaik. Yue'er... kau akan membawa kakek ke ruang Teratai kan ...?" ucap Raja dengan senyum di bibirnya.


"Iya...memangnya kenapa ...?" tanya Siyue.


"Kalau begitu aku ke istana dulu ya....kau bisa berangkat dengan Ye Gu dan Ye Xie. Aku akan menyusulmu nanti..." ucapnya dengan senyum membuat Siyue curiga.


"Yang Mulia tidak akan curang Kan...?" tanya Siyue sambil menatap Raja dengan penuh curiga.


"Mana mungkin Yue'er... Aku akan menyelesaikan tugasku, dan langsung ke sana. Hati-hati Ya..." ucapnya kembali . kini sambil memeluk Siyue dan mencium lembut dahi Siyue.


"Hey anak bengal...kau kira aku apa he ...enak saja mencium Siyue di depan Kakek.. !" seru Kakek sambil memukul pelan Raja.


"Ck... Kakek seperti tidak pernah muda saja...ya sudah aku pergi. Hati-hati di jalan sayang.." ucap Raja sambil melangkah pergi di ikuti Ye Mai. Siyue menatap pria tampan itu keluar dengan heran. Sepertinya ada yang salah..." batin Siyue.


Siyue segera membawa Kasar tua ke Ruang Teratai. Di sana dia meminta Xiao Tu menjaganya dan membawa kakek berjalan- jalan. Tapi jangan sampai lelah. Setelah memberi pesan Dia segera keluar .dan segera berangkat ke rumah baru Siyue. dengan mengendarai kuda dengan cepat, mereka cepat sampai di rumah baru Siyue. Dalam waktu kurang dari satu jam mereka sudah berada di gerbang rumah barunya. Melihat Siyue datang. Para sahabat dan Kakak segera menyambut kedatangan adik dan cucu yang paling mereka sayangi. mereka semua akhirnya masuk bersama- sama. Siyue mengeluarkan Kakek Kasar setelah berkumpul bersama di dalam rumah. Ketika Kakek Si dan Kakek Fang Bo di perkenalkan Pada Kakek Kaisar, mereka sangat gugup dan canggung.namun lama- kelamaan biasa juga. Mereka berbincang akrab bertiga. Sedangkan Siyue segera bersama dengan Kakak dan sahabatnya. Mereka mulai mengerjakan membenahi dan menghias rumah . Namun ketika hari hampir Siang, Siyue di kejutkan dengan kedatangan si Raja bucin . Dia datang bersama Ye Mai.


Dengan gaya yang gagah dia turun dari kudanya. Tentu saja Siyue yang melihatnya kaget. Sebab baru beberapa jam yang lalu mereka pergi. La kok sekarang si Raja bucin sudah berada di depannya.

__ADS_1


"Tian'ge.. Kok sudah datang.. ? Memangnya pekerjaannya sudah selesai.. ?" kata Siyue sambil berjalan kearah pria tampan nan gagah yang baru turun dari kuda itu.


"Tentu saja sudah Yue'er.. bukankah kau tadi bilang aku baru boleh datang kemari kalau pekerjaan Kerajaan sudah selesai..." ucapnya sambil tersenyum.


"Mana mungkin aku membiarkan kau tinggal di sini dengan pria lain sendirian..."ucap Raja dalam hati saat melihat Kakak dan sahabat Siyue juga datang menyambutnya.


"Benarkah....apa benar itu Ye Mai....?" tanya Siyue pada Ye Mai yang berada di dekat kuda sang junjungan.


.


"Bebar Putri...kata Ye Mai sambil menunduk .


"kok rasanya ada yang janggal ya...tapi ya sudahlah..." ucap Siyue dalam hati .


."Ya sudah ayo masuk...." kata Siyue .


Dengan posesifnya Raja menggandeng Siyue masuk kedalam rumah. Raja bertemu dengan sang Kakek yang sedang berbincang dengan Kakek Si dan Kakek Fang Bo. Setelah menyapa mereka bertiga. Siyue membawa Raja Chu Tian Ji ke taman belakang yang baru mereka buat. Seharian mereka berada di rumah baru Siyue. Semua keluarga dan sahabat ternyata bisa akrab dengan Raja walaupun sifat dingin sang raja tetap ada. Hanya pada Siyue saja dia bisa tersenyum Cerah.


Kakek Kaisar yang melihat keadaan sang cucu yang sedikit lebih dekat dengan orang lain merasa bahagia. Malam harinya mereka pulang kembali ke istana setelah menikmati makanan yang di buat Siyue dan sahabat . Dan Kaisar Tua berjanji akan sering datang mengunjungi Kakek Si dan Kakek Fang Bo. Ternyata mereka cepat akrab. Sesampainya di Istana Darga, Siyue membawa Kakek Kaisar kembali ke istananya. Setelah itu Raja mengantar Siyue kembali ke istana tamu. Tak lupa Dia mencium kening Siyue sebelum dia pergi kembali ke Istana Naga. Dan Siyue dengan tenang segera masuk dan beristirahat.


Pagi sekali Siyue sudah bangun. Dia segera berbena untuk pergi ke Sekte Tapak Dewa. Sebab pada hari ini dia harus menghadap Guru Yang Si . Setelah berbenah dan bersiap diri. Siyue segera keluar dari kamarnya. Ketika sampai di luar istana. Dia melihat Ye Xie sudah menunggunya.


"Ye Xie menghadap Putri..." ucapnya.


"Kau sudah siap...? Mana Ye Gu...?" tanya Siyue.


" Maaf Putri. Hari ini Ye Gu tidak bisa bersama kita. Dan Raja juga tidak bisa berangkat bersama Anda karena tadi malam beliau berangkat keperbatasan, terjadi konflik di sana. Dan hanya Raja yang bisa menyelesaikannya..." ucap Ye Xie.


"Jadi Raja tidak ada di istana...?"Kata Siyue.


"Benar Putri..." ucap Ye Xie.


"Kenapa kau tidak ikut Ye Xie...?" tanya Siyue.


"Yang Mulia mengutus hamba untuk brsama Putri. " ucap Ye Xie sambil menunduk.


"Tapi Rajamu yang lebih membutuhkan dirimu...aku hanya pergi ke Sekre...." kata Siyue .


"Maksudmu....?" tanya Siyue tak mengerti. Sebab Bukankah Dia hanya pergi ke Sekte dan di sampingnya masih banyak hewan kontaknya.


"Anda tahu sikap yang mulia pada anda putri....Dia takut kehilangan anda.. Dia cemburu kala ada pria lain di dekat anda..." ucap Ye Xie pelan. Mendengar ucapan Ye Xie , Siyue terdiam tak lama dia hanya menghela nafas panjang.


"Dasar pecemburu...." ucapnya pelan.


"Ayo kita berpamitan pada Kakek Kaisar...." kata Siyue pada Ye Xie . Siyue merasakan kehangatan dalam hatinya saat mendengar ketakutan Raja . Entah kenapa ketika dia merasa Raja sangat cemburu, bukannya kesal tapi dia tersenyum sendiri .


"Mari putri....." ucap Ye Xie . mereka segera pergi ke istana Kaisar Tua. Ketika sampai di sana, ternyata para selir sedang datang berkunjung pada sang Ayah mertua. Dan ketika mereka melihat kedatangan Siyue, mereka menyapa dengan lembut. Setelah berpamitan pada Kasar tua dan para selir serta memberikan pil untuk kesehatan sang Kakek , Siyue segera pergi meninggalkan istana menuju Sekte tapak Dewa bersama Ye Xie. Ketika sampai di kota Nandaka . Siyue mampir sebentar di rumah besar keluarga Si yang baru untuk berpamitan . Setelah berpamitan pada kedua Kakek dan para saudara dan sahabat. Siyue dan Ye Xie segera pergi ke Sekte Tapak Dewa yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Siyue. Tak berapa lama mereka sampai di pintu gerbang sekte. Terlihat sekali kalau Sekte Tapak Dewa adalah perguruan yang sangat besar. Terlihat bangunan gerbang yang berdiri mega di depan mereka , Sudah membuat siapapun akan bangga menjadi murid dari sekte ini . Siyue san Ye Xie segera berjalan kearah pintu gerbang. Di sana ternyata ada beberapa siswa yang akan masuk juga kedalam Sekte. Sepertinya mereka murid yang baru keluar untuk suatu urusan. Ada lima murid berada di depan gerbang. Tiga murid Pria dan dua murid wanita. Mereka murid- murid yang terlihat angkuh dan sombong . Saat mereka melihat kedatangan Siyue dan Ye Xie. Salah satu dari mereka menegur dengan sinis.


" Siapa kalian, dan ada urusan apa kalian datang kemari..."ucap Pria itu dengan sikap merendahkan. Dengan tenang Ye Xie menjawab pertanyaan pria itu.


"Apa urusan kami kalian tak perlu tahu...." jawab Ye Xie dengan dingin.


"Bedebah....sombong sekali kau....kau fikir siapa dirimu. Kau tahu kami murid inti perguruan ini. Dan tidak ada yang berani melawan kami...dan kau ....kau berani bersikap sombong seperti itu...!" teriak pria itu marah.


"Apakah seorang murid inti bisa bersikap sombong seperti itu...pada orang yang akan berkunjung kedalam Sekte..." kata Siyue datar.


"Brengsek....kau fikir kau itu siapa...aaah...aku tahu...kalian pasti akan berguru di sekte ini kan...ha ha ha.. Jangan bermimpi anak muda...Rakyat jelata dan miskin seperti kalian mana mungkin bisa masuk kedalam sekte kami... Pergilah sebelum kami menghajarmu keluar dari sekte ini..." ucap pria itu dengan wajah sinis.


"Gimana jika kami tidak mau..." kata Ye Xie datar.


"Kami akan memaksamu.." jawab pria itu.


"Bagus lakukanlah..." ucap Ye Xie dingin.


"Brengsek...ternyata kau benar - benar sombong . baik ternyata kau minta di hajar, sekarang trimalah seranganku ...!" teriaknya sambil menyerang Ye Xie dan Siyue.


"Biarkan hamba yang memberi pelajaran pada mereka ..." ucap Ye Xie datar . Dia segera menerima serangan dari murid itu. Dan terjadilah berkelahi antara Ye Xie dan murid Sekte Tapak Dewa. Namun karena kekuatan mereka tidak sebanding , dalam sekejap saja , pria itu jatuh terkapar di tanah. melihat sang teman terjatuh kalah. Ke empat temannya terlihat marah. Mereka segera mengepung Siyue dan Ye Xie. Namun sebelum pertarungan terjadi. Tiba-tiba terdengar teriakan dari halaman Sekte. Terlihat pintu gerbang terbuka . dan seorang pria Dewasa keluar dari dalam Sekte.


"Berhenti....!!" teriaknya mengandung kemarahan. Dengan cepat pria itu mendatangi tempat pertarungan tadi.


"Ada apa ini....!" serunya marah.

__ADS_1


Dengan cepat salah satu dari mereka melaporkan kejadiannya .


" Dia ingin memaksa masuk kedalam sekte guru..." ucap salah satu dari murid tadi.


"Dasar Murid tak berguna...sudah salah memfitnah pula..." gumam Ye Xie kesal .


"Memaksa masuk...? Berani sekali , Siapa kalian ini...berani sekali membuat keonaran di sini..."kata pria itu sambil memandang Siyue. Dan pria yang memunggunginya.


"Memaksa masuk...? Membuat keonaran...?" ucap Ye Xie sambil membalikan tubuhnya. Menatap Ye Xie terlihat pria itu kaget .


"Ye Xie....? Kau kah itu...ada apa kau kemari...jadi kau yang membuat keonaran ini..." kata pria itu sambil mendekati Ye Xie dan Siyue.


"Siapa yang membuat keonaran...murid siapa mereka. Berani sekali dia memfitnah kami, kami datang baik- baik dan dengan sombong mereka mencegah jalan kami . Dan sekarang kami di katakan memaksa . Apakah aku harus menajsa datang ke sekte Tapak Dewa...? Dasar pembohong....Dan apa benar mereka murid inti sekte ini..? dan apakah guru besar tahu tentang mereka....?" kata Ye Xie dengan wajah tanya dan kesal sekali . Mendengar ucapan Ye Xie pria dewasa itu mengerutkan dahinya.


"Murid inti...?siapa...?" tanya pria itu lagi. Sedangkan kelima murid tadi segera pucat wajah mereka.


"Ya merekalah...mereka berkata kalau mereka murid inti dari perguruan ini. Tapi kenapa sikap mereka tidak menunjukkan kalau mereka murid inti...mereka terlalu sombong dan angkuh. Tidak menunjukkan kalau mereka murid inti dari perguruan ini...dan kekuatan mereka...Ck..sangat rendah " kata Ye Xie dengan tatapan tajam pada mereka berlina .


" Kalian memang keterlaluan...kalian harus mendapat hukuman. Dan biar Nanti aku yang memberi pelajaran pada mereka...(terlihat wajah pria itu merah karena marah, namun sesaat kemudian) Lalu ada apa kau kemari. Apakah kau mengantarkan yang Mulia Raja...?" Ucapnya antusias .


" Tidak...aku kemari mengantarkan tuan Muda Siyue...itu orangnya..." kata Ye Xie sambil menunjuk Siyue dengan dagunya.


"Tuan muda Siyue...?" kata pria dewasa yang ternyata mengenal Ye Xie dengan baik. Malah terkesan akrab.


"Siapa pria muda ini... Kenapa dia mesti di antar Ye Xie yang merupakan pengawal pribadi Raja ...ada hubungan apakah pria ini dengan Raja Chu Tian Ji. Kata pria itu dalam hati .


"Maaf tuan...saya belum semat menyerahkan Plakat ini pada penjaga ... sebab mereka keburu menyerang kami..." kata Siyue dengan tenang. Dia menyerahkan plakat atau Simbul murit dari guru besar Yang Si. Plakat dari giok putih dengan ukiran telapak tangan berwarna kuning emas ditengah serta lukisan bunga lotus kecil di tengah gambar. . Melihat plakat itu, pria dewasa itu terkejut.


"Kau murid inti guru besar Yang Si...?" tanya pria itu dengan wajah kaget. Begitu juga dengan kelima murid itu. Sebab tidak ada seorang murid pun yang bisa menjadi murid inti atau murid pribadi guru Yang Si .


"Guru Yang Si yang memberikan benda itu padaku...." jawab Siyue tenang.


"Apakah kau Siyue dari alam tengah...?!" seru pria itu semakin kaget .


"Kau bebar.. dia murid guru Yang Si yang fi ambil dari turnamen dari akan tengah...." jawab Ye Xie.


Tentu saja pria itu beserta kelima murid sekte tapak Dewa kaget . terutama kelima murid itu. Mereka tidak menyangka kalau pria tampan yang terlihat sangat lemah itu, merupakan murid inti dati guru besar yang sulit menerima murid itu.


"Maaf Siyue...jika murid -murid tadi telah menyinggungmu..mereka murid angkatan baru yang belum terlalu paham dengan perguruan...dan kenalkan , Aku guru Munsa Lou..guru murid tingkat dua..." ucap guru Munsa Lou pada Siyue.


"Salam guru...maaf Siyue telah membuat keributan di awal Siyue datang...." ucap Siyue sambil memberi hormat ala pendekar.


" Bukan salahmu Siyue...merekalah yang mencari gara-gara...cepat kalian minta maaf pada Siyue dan temannya..." kata guru Munsi pada kelima murid tadi.


"Maafkan kami yang salah sobat..." kata salah satu murid yang terlihat agak dewasa.


"Tidak masalah...asal jangan kau ulangi perbuatan itu pada murid yang lainnya..." kata Siyue lembut. Akhirnya Siyue dan Ye Xie masuk kedalam Sekte bersama guru Munsa. Mereka di bawa menghadap guru Yang Si dahulu untuk melapor. Dan kebetulan guru Yang Si ada di rumah tinggalnya sekaligus ruang pelatihannya. Karena dia tidak memiliki murid, dan baru sekarang ada murid ,setelah murid terakhir si Raja Chu Tian ji. Maka ruang guru Yang Si tidak membutuhkan tempat yang lebar. Saat beliau melihat kedatangan Siyue, terlihat wajah bahagia di wajah tuanya.


"Kau sudah datang Yue'er...bagaimana Kabar Kaisar Tua...?apakah penyakitnya sembuh... dan aku juga mendengar kalau kau sudah menangkap orang yang telah meracuni Kaisar tua..." kara guru Tang Si sambil tertawa dan menyambut Siyue dengan bahagia.


"Semuanya baik- baik saja guru... Keadaan Kakek Kaisar telah kembali sehari.." ucap Siyue.


'Kau memang Dokter jenius Nak... Kau tahu, kami aku dan San Wa sudah angkat tangan dengan penyakit Kaisar Tua . Namun dengan mudahnya kau menemukan sumber dari penyakitnya dan malah memberantasnya . "ucap guru Yang Si.


"Itu hanya kebetulan Siyue bisa guru.." kata Siyue merendah .


." maksud guru besar penyakit Kaisar Tua guru...?" tanya guru Munsa tak percaya


."Begitulah kenyataannya Munsa ..aku melihat sendiri dia mengobati Kaisar Tua. Aku yang sudah setia ini , bersama San We tidak bisa dan ankat tangan soal penyakit Kaisar, tapi tidak dengannya. Dia dengan mudah menemukan kalau Kaisar Tua terkena Racun mematikan. Dan racun itu tidak bisa terlihat dan tak berbau. Hingga sulit untuk kita ketahui...namun dia...dia dengan mudahnya mengetahui racun itu dan menyembuhkannya..." ucap Guru Yang Si dengan bangga. Guru Munsa menatap Siyue bagai tak percaya. Gadis semuda ini bisa mengalahkan Guru Yang Si dan sahabatnya guru San We . yang sudah terkenal dengan kepintarannya dalam pengorbanan dan ilmu.


"Ya sudah Ye Xie ..kau tahu kan di mana Rumah tinggal Siyue....?" ucap Guru Yang Si pada Ye Xie.


"Saya guru...." jawab Ye Xie .


"Kalau begitu bawa Siyue beristirahat di ruangannya..." kata guru Yang Si .


"Baik guru...kami pergi..." ucap Ye Xie sambil mengajak Siyue pergi .


Bersambung Dulu ya...jangan lupa like , vite dan komennya aku tunggu . kalau masih ada typo maaf ya..😂🙏


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2