
"Mai....aku bahagia calon Ratu kita adalah Putri Siyue, selain kuat, cerdas , Cantik dan anggun, dia juga wanita yang bijaksana. Tak akan pernah ada wanita seperti dia..." ucap Ye Xie .
"Benar katamu Xie...beruntung sekali Raja mendapatkan gadis itu..." ucap Ye Mai.
Mereka turut bahagia melihat junjungan mereka mendapatkan gadis yang baik.
Sedangkan Siyue dan Raja berjalan kearah istana kakek . Benar saja , ternyata Kakek telah menunggu kedatangan Siyue. Saat melihat kedatangan mereka, Kakek segera berkata.
"Siyue....kenapa baru datang....pasti anak bandel ini yang nyulik kamu kan...?" kata Kakek dengan nada kesal.
"Bukan kek... Siyue ingin lihat kerajaan Kakek yang besar. Jadinya minta yang Mulia membawa Siyue berkeliling...." jawab Siyue. Mendengar belaan dari sang kekasih terlihat Raja tersenyum bahagia .
"Kakek fikir anak bandel ini mengganggu dirimu..." kat Kakek.lagi .
"Tika Kek...ayo Siyue lihat keadaan kakek sekarang...?" kata Siyue sambil berjalan mendekati Kakek Kaisar. . dan segera meneriksanya .
"Kesehatan Kakek sudah pulih seperti semula Kakek sudah bisa berkultuvasi dengan baik. Tapi ingat Kakek harus berhenti- hati jangan sampai racun itu kembali lagi masuk kedalam tubuh kakek...." ucap Siyue.
"Pasti sayang....kakek akan extra hati- hati..." jawab Kakek.
"Gege Tian...Siyue minta setiap makanan yang akan di makan Kakek, tolong di teliti dulu sebelum di sajikan pada Kakek..." ucap Siyue.
"Baik hamba akan lakukan itu Ratu...." ucap Raja sambil membungkuk memberi hormat untuk menggoda Siyue.
"Ck..Tian'ge...jangan macam- macam Dech..." ucap Siyue dengan wajah cemberut.
"Kek...kakek suka tidak kalau aku menjadi Kekasih Siyue...?" kata Raja dengan wajah bahagia.
"Ck...kenapa mesti jadi kekasih ..kakek lebih suka kalian jadi suami istri dan memberikan aku cicit - cicit yang lucu..." ucap Kakek cepat.
"Nach... dengar kata Kakek Yue'er...." kata Raja semakin bahagia mendapat dukungan dari sang Kakek. Tentu saja ucapan Kakek Kaisar membuat wajah Siyue merona merah .
"Kakek..." ucap Siyue.
"Lo kenapa...? Kakek setuju kalian menjadi sepasang kekasih, tapi kakek lebih suka lagi kalau Kalian menjadi suami istri..." ucap Kakek dengan wajah tegas.
"Kakek...sebab Tian tidak bisa menikahi Siyue dalam waktu dekat ini kek..." jawab Raja dengan wajah masih terlihat bahagia.
"Kenapa...apa salahnya...? Bukanya kalian saling mencintai...?" tanya Kakek. Mendengar ucapan Kaisar tua , mereka terdiam sejenak .
"Sebab Siyue belum bisa menemukan keluarga Siyue Kek...." jawab Siyue tiba-tiba.
"Keluargamu....?" tanya Kakek dengan wajah Kaget.
"Benar Kek... " jawab Raja yang melihat kesedihan dibawah sang kekasih .
"Tunggu-tunggu ini ceritanya bagaimana sich....coba kalian ceritakan dengan benar ..." pinta Kakek Kaisar .
Akhirnya Siyue menceritakan kehidupan Yueyue di masa lalu. Tanpa mengatakan siapa dirinya yang sekarang menempati tubuh Yueyue.
"Jadi karena itulah kau memakai cincin samaran itu.. ?" tanya Kakek Kaisar.
"Benar Kek... Entah kenapa Siyue harus menyamar menjadi Anak laki-laki , karena itulah Siyue tidak bisa menikah sebelum tahu siapa orang tua Siyue. Dan kenapa Siyue mesti di buang dan harus,menyamar.. " ucap Siyue sendu.
Melihat kesedihan pada wajah Siyue, Raja segera mendekat dan menggenggam kemari lentiknya.
"Siapapun Kamu Raja ini tetap akan menikahimu Yue'er...ucap Raja dengan tegas.
"Gege...jangan sembarangan ngomong..kau itu seorang Raja bukan Rakyat jelata yang tidak melihat siapa calon istri, atau Ratu kerajaan ini...bagaimana Rakyat akan menerima Ratu mereka yang tidak di ketahui asal usulnya... " ucap Siyue.
"Tidak aku tidak perduli itu....kalau tidak denganmu, aku tidak akan pernah menikah, tidak akan..." ucapnya kekeh .
"Hey...kenapa kalian bertengkar karena masalah itu...bukankah kalian belum tahu jati diri Siyue. Tapi aku sudah punya keyakinan sendiri. Siyue.... Kau gadis darah Phoenix kan...?!" ucap Kakek yang membuat pasangan di depan Kakek Kaisar terkejut. Mereka serentak menatap Kakek Kaisar.
"Kakek...!" seru mereka bersamaan.
"Benarkan kata-kata Kakek...?" ucap Kakek lagi.
"Darimana Kakek tahu kalau Siyue gadis Phoenix ...?" tanya Raja dengan wajah heran. Begitu juga dengan Siyue.
"Kau juga tahu kalau Siyue gadis Phoenix...?" tanya Kakek Pada Raja Chu Tian Ji .
"Tentu saja aku tahu Kek...bukankah aku calon suaminya..." ucapnya bangga .
"Ck... yang Mulia..." ucap Siyue kesal. Melihat kekesalan sang Kekasih, Raja tersenyum senang .
Ingin rasanya Chu Tian Ji membuat Siyue selalu kesal , sebab dia sangat senang melihat wajah imut sang Kekasih saat marah atau kesal .
"Kakek tahu darimana Siyue gadis darah Phoenix...?" tanya Raja kembali .
"Dari lukisan di pergelangan tangan Siyue dan juga keahlian akupuntur jari emas milik Siyue...." ucap Kakek dengan wajah bahagia . karena tebakannya ternyata benar.
Saat itu Kakek sudah curiga kalau Siyue adalah gadis darah Phoenix apalagi kekuatannya . namun dia semakin Yakin kalau Siyue darah Phoenix saat dia melihat hiasan bunga Teratai yang timbul di pergelangan tangan Siyue yang terlihat sangat nyata. Bagai bunga Teratai merah yang hidup yang melingkar indah di pergelangan tangan kanan Siyue.
Sebab Dia pernah membaca di sebuah buku kuno yang menggambarkan atau memberikan gambaran gadis darah Phoenix . Ciri- ciri Siyue sangat mirip dengan Ciri yang di tulis dalam buku kuno itu.
"Apa benar perkataan Kakek Yue'er...?" tanya Kakek lagi.
"Benar kek..." jawab Siyue yang tak bisa mengelak lagi pertanyaan Kakek Kaisar. Kakek Kaisar memegang lengan kanan Siyue . Dia memperhatikan bunga teratai itu. Begitu juga dengan Raja. Dia baru menyadari lukisan bunga teratai di tangan Siyue .
"Ini...ini lukisan...? Aku fikir gelang bunga teratai...!" seru Raja dengan wajah kagum
"Dan yang kakek dengar dari leluhur Kakek, pemilik lukisan ini juga pemilik Ruang Teratai, apa benar Yue'er.. ?" tanya Kakek Kaisar sambil menatap Siyue .
__ADS_1
"Ruang Teratai...? Maksud Kakek...?" tanya Raja dengan wajah terlihat penuh tanya.
" Ruang Teratai bagai Ruang Dimensi milikmu Raja...hanya saja ruangnya lebih luas...." ucap Kakek Kaisar .
"Gege juga punya ruang Dimensi...?" tanya Siyue. Tanpa sadar Siyue mengiyakan pertanyaan Kakek
"jadi benar kata Kakek , Kau memiliki Ruang Teratai ...?" tanya Raja.
"Benar ....aku memiliki ruangan itu..." ucap Siyue yang tak bisa lagi menyembunyikan rahasianya .
"Boleh kami melihat ruang terataimu nak....?" tanya Kakek.
"Boleh Kek...tapi sebelumnya aku minta maaf pada Tian'ge...karena aku telah membohongi gege..." ucap Siyue.
"Membohongiku...? Soal apa...?" tanya Raja heran.
"Bukankah aku berkata pada mu kalau keluarga dan sahabatku pergi ke alam ini bersama menempuh jalan lain...." ucap Siyue pelan.
" Iya.. Lalu...?" tanya Raja tak mengerti.
" Mereka bukan melalui jalan lain, tapi Aku membawa mereka..." jawab Siyue pelan.
"Apaa...membawa mereka....? Jangan kau katakan kalau mereka berada di ruang Terataimu...?" tebak Raja. Siyue mengangguk membenarkan.
"Apaa...jadi mereka berada di Ruang terataimu...?" ucap Raja tak percaya. Siyue kembali mengangguk .
"Sayang... kenapa kau tak bilang padaku...? dan menceritakan masalah ruang Terataimu ucap Raja
"Yang Mulia..mana mungkin dia mengatakan pada yang mulia...tidak harus semua orang tahu tentang ruang teratainya. Jika itu dia lakukan bukankah akan membahayakan jiwanya...sekarang tanyakan semua itu pada diri yang mulia sendiri, apakah yang mulia menceritakan tentang ruang dimensi milik yang Mulia pada Siyue...?" ucap Kakek menjawab pertanyaan Raja.
"Tapi Dia memberi tahukan pada sahabat dan keluarganya..." kata Raja kesal.
"Karena mereka orang- orang terdekat dia... dan Dia maupun mereka saling menyayangi hingga tak ingin berpisah . Kakek Fikir juga seperti Dia, hanya itu jalan satu - satunya agar mereka tidak berpisah..." ucap Kakek bijaksana.
"Aaah....ternyata Kakek yang lebih mengerti Siyue...kakek yang sayang Siyue... tidak seperti orang sebelah..." ucap Siyue sambil memeluk Kakek Kaisar. Tentu saja Kakek kaisar tertawa mendengar ucapan Siyue.
"Yue'er... Bukan begitu....aku cemburu orang lain kau beritahu, sedangkan aku tidak..tadi saja jika bukan kakek yang tahu Rahasiamu, kau tidak akan memberitahukan padaku...!" ucapnya dengan wajah kesal.
"Siapa bilang.... Sebenarnya aku akan memberitahu yang mulia setelah Siyue bisa mendapatkan rumah untuk kami, Siyue berniat memberitahu anda sekalian mengajak anda kesana menemui twins Naga .."Kata Siyue lagi. "Benarkah ...? Jadi Twins Naga ada di sana...dan kau akan membawaku menemui mereka..?" ucapnya dengan wajah kembali cerah. Siyue hanya mengangguk menjawab pertanyaan Raja. Melihat tingkah Cucunya Kaisar tua hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya . karena Dia baru tahu dan baru menyaksikan kemanjaan sang cucu dinginnya.
"Dasar pria bodoh.. "Ucap Kakek.
"Kalau begitu boleh kakek melihat ruang Terataimu nak...?" tanya Kaisar tua lagi.
" Baik kita kesana kek..." ucap Siyue. Siyue memegang tangan Kaisar tua di tangan kanannya sedangkan Raja sudah memeluk pinggangnya dan berdiri di sebelah kirinya. Karena cahaya terang yang keluar dari lukisan bunga teratai , membuat Raja dan Kakek memejamkan matanya. Dan dalam sekejap mereka berada didepan istana milik Siyue. Melihat mereka masih memejamkan matanya, Siyue tersenyum.
"Gege..Kakek...kalian bisa membuka mata..." ucap Siyue yang melihat kedua orang berbeda usia berada di depannya mata tertutup. Sedangkan Tiger dan Xiao Tu yang sejak tadi kembali ke ruang teratai kala Siyue bersama Kaisar. Kini mereka sudah berada di hadapan ketiga orang itu. Dan di sana juga ada Baizi dengan wujud aslinya. Mendengar ucapan Siyue, Kasar dan Raja segera membuka mata mereka. Dan saat mata mereka terbuka , betapa terkejutnya mereka. Di depan mereka berdiri istana yang sangat indah.
"Di mana ini Yue'er... " tanya Raja.
"Istanamu nak...? Tanya Kasar Tua.
"Benar Kek..." jawab Siyue .
"Ayo masuk..." kata Siyue.
Mereka berjalan masuk kedalam istana Teratai betsama tiger, Xiao Tu dan Baizi .. Sesampainya di dalam istana, Siyue memperlihatkan Satu, persatu ruangan yang ada di dalam istana. empat kamar tertutup sekarang sudah terbuka tiga dan kamar terakhir belum terbuka. Satu persatu, Kakek dan Raja membuka, tapi entah kenapa ada tabir yang memaksa mereka tidak bisa masuk. tabir itu menghalangi jalan mereka.
"Maaf Kakek, Tian'ge kalian tidak bisa masuk. Yang bisa masuk hanyalah Aku dan Mahluk kontrakku saja, mungkin kelak suami dan Putraku..." ucap Siyue.
Bukannya kekecewaan mendengar perkataan Siyue, Namun senyum bahagia dan cerah di raut wajah tampan Raja ChubTian Ji .
"Benarkah....? " ucapnya sambil tersenyum.
' Benar gege..." ucap Siyue.
Sedangkan Kaisar tua heran saat melihat wajah kaisar yang tersenyum bukannya kecewa .
"Kenapa yang Mulia malah tersenyum mendengar ucapan Siyue , bukannya Yang Mulia kecewa...?" tanya Kasar heran. Dia heran pada sang Cucu . bukannya kecewa tidak bisa melihat isi kamar di dalam Istana, ini malah tersenyum bahagia.
"Karena kelak aku juga bisa masuk kedalam istana ini sesukaku setelah menikah dengan Siyue. Dan aku tidak khawatir istriku membawa saudara, atau sahabatnya kemari. Karena mereka tidak bisa masuk...." ucapnya dengan senyum bahagia.
"Cih dasar pria pecemburu memang siapa yang berani bersaing denganmu..." ucap Kakek Kaisar kesal.
Mendengarkan perkataan sang Kakek, Raja Chu Tian Ji tak perduli. Dia menatap sang Kakek dengan senyum bangga . mereka melanjutkan perjalanan mereka melihat keadaan Istana Teratai. Saat melihat kamar keempat masih terkunci, Raja bertanya .
"Kenapa kamar ini terkunci Yue'er...?" tanya Raja.
"Kamar ini terbuka jika Siyue lebih tinggi tingkat kultivasinya yang Mulia..." jawab Siyue.
"Maksudmu kekuatanmu mempengaruhi keadaan ruang Teratai ....?" tanya Kakek .
"Benar Kek...semakin kuat Siyue, semakin kuat dan lengkap keadaan ruang teratai.
"Lalu di mana keluarga dan sahabatmu berada..." tanya Raja dengan heran. Sebab sejak tadi dia tidak melihat seorang manusia pun yang berada di alam Teratai ini.
"Mereka berada di padang rumput dekat hutan . mereka mendirikan rumah di sana..." jawab Siyue.
"Apaa...di sini ada hutan dan padang rumput...?" tanya Kakek dengan wajah kaget
"Benar kek..." jawab Siyue.
"Yue'er...lalu hutannya apa ada hewan buasnya...?" tanya Raja kepo.
__ADS_1
"Tidak yang Mulia...hanya ada hewan untuk konsumsi saja..." jawab Siyue.
"Kalau begitu kita bisa berburu kan...?" ucap Raja .
"Tentu saja bisa... " jawab Siyue.
" Ya sudah, kapan- kapan kau bisa berburu dengan kekasihmu ini , sekarang Yue'er...ayo antar aku menemui keluargamu..."ucap Kasar tua. Mendengar ucapan Kaisar tua Siyue terlihat wajahnya memerah. Sedangkan Raja tertawa .
"Baik Kek..." jawab Siyue. Namun sebelum mereka melangkah pergi, tiba-tiba Feng Qui datang .
"Yue'er...kalian disini..." kata Feng Qui.
"Ada apa Qui...gimana tugasmu..?" tanya Siyue. .
"Tugas sudah selesai, dan kami sudah mendapatkan hasilnya, tapi sekarang lebih baik kalian kembali dulu ke Alam nyata...!" ucap Feng Qui.
"Memangnya ada apa...?" tanya Siyue.
"Para selir akan menemui Kasar tua. Dan salah satunya adalah Selir keempat selir Chunly..." ucap Feng Qui.
"Ada masalah dengan Selir Chunly...?" tanya Siyue .
"Kau akan tahu nanti...." jawab Feng Qui .
"Baik kami akan kembali...." ucap Siyue.
"Yue'er...kenapa diam..." tanya Raja.
"Yang Mulia., Kakek...kita harus kembali dulu...para Selir akan datang menemui Kakek Kaisar...."kata Siyue.
"Mereka ingin menemuiku...?tumben mereka melakukan ini..." ucap Kakek.
"Apakah mereka tidak pernah menemui kakek...bukankah Kakek mertua mereka...?" tanya Siyue.
"Setelah menikah mereka tidak pernah menemuiku, lalu kenapa mereka tiba- tiba menemuiku...perasaan ada yang aneh...?" kata Kakek.
"Seseorang ingin menutupi rencananya..." jawab Siyue dengan wajah tenang.
" apa maksudmu nak...?" tanya Kakek Kaisar Tua.
"Nanti akan ku beritahu Kek...yang penting sekarang kita kembali dulu. dan satu lagi, jangan makan apapun dari mereka. Jikapun terpaksa Kakek bisa meminum air di dalam botol ini. Air ini akan menetralkan racun yang ada di dalam makanan yang di makan Kakek..." ucap Siyue.
"Air apa ini Yue'er...?" tanya Kakek,
"Air suci kek..." jawab Siyue .
"Nak terlalu Banyak air suci yang kau berikan padaku, bagimana jika air suci yang Kau miliki nanti habis....?" tanya kakek lagi.
" jangan khawatir Kek...air suci tak akan pernah habis. Sekarang mari kita kembali .." ucap Siyue. Mereka segera lenyap dan kembali ke ruang Tidur Kaisar tua. Sedangkan ke empat hewan kontrak Siyue ikut bersamanya. Poison Ivy telah kembali keleher Siyue.
Baru saja mereka menapakkan kaki di ruang kamar Kaisar tua. Terdengar ketukan di daun pintu Yang memang terbuka sedikit .
"Masuk..." ucap Raja.
Seorang pengawal Kaisar tua masuk kedalam kamar beliau.
"Ampun yang Mulia...beberapa selir datang ingin mejenguk yang Mulia Kasar ..." ucap Pengawal itu.
"Para selir...?" tanya Raja .
"Benar yang Mulia..." ucap Pengawal kembali .
"Suruh mereka masuk..." ucap Raja dengan datar.
"Hamba yang Mulia.." jawab Pengawal lalu memberi hormat dan keluar dari ruangan itu. Tak berapa lama terlihat beberapa wanita cantik masuk kedalam ruangan dengan membawa beberapa makanan yang di bawa oleh para pelayannya.
"Selamat Siang Ayahanda Kaisar...kami para Selir ingin melihat kesehatan yang Mulia..." ucap salah satu dari mereka sambil membungkuk memberi hormat .
" Siang...jadi kalian sadar kalau aku sakit...? lalu kemana saja kalian selama ini... Apakah kalian baru tahu kalau aku sakit...?" kata Kaisar tua dingin.
"Maaf Ayahanda... kami hanya takut mengganggu yang Mulia.." kata Wanita yang sejak tadi menjadi Jubir para selir.
"Lalu sekarang sudah berani mengganggu diriku...?" ucap Kasar tua lagi .
"Maafkan Kami Ayah...." ucap wanita itu.
"Sudahlah aku sudah baik - baik saja. Kesehatan ku sudah kembali. Jadi silahkan kalian kembali ..." jawab Kaisar..
"Baik Ayah.. dan ini ada sedikit makanan Buatan kami..." kata Wanita itu.
"Baik..kalian bisa menaruh di meja itu..." jawab Kaisar tua.
"Yue'er...kenapaa makanan Yang tadi di bawa oleh pelayan Selir Chunly , sekarang di bawa pelayan dari selir yang tadi berbicara..." kata Feng Qui .
"Di bawa pelayan lain...maksudmu bukan lagi di bawa pekayan Selir Chunly..?" kata Siyue menegaskan .
"Benar Yue'er...sebab aku tahu Selir Chunly keluar dari ruang tidurnya dengan membawa makanan itu.,.aku i gat dengan wadah makanannya..." kata Feng Qui .
"Kalau begitu. Makanan itu perlu di curigai..." ucap Siyue. Dan di depan Siyue, terlihat para selir melangkah ingin memberikan Makanan buatan mereka. .
Maaf sekian dulu ya ...aku lanjut besok.
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu .
__ADS_1
Bersambung .