
"Trimakasih Kakek , Paman...Siyue akan selalu hati-hati. Kalau begitu Siyue mohon Pamit...." Ucap Siyue.
"Hati - hati di jalan sayang...." ucap Kakek dengan wajah sedih .
"Tentu kek...." Dia segera memeluk sang Kakek , tak lama terlihat Siyue keluar dan melangkah bersama Ke tiga pengawalnya. Sedangkan Yun Jin berada di rumah tinggal nya untuk berbenah . Dia mendengar dari Siyue kalau mereka akan kembali ke kerajaan Darga nanti malam.
Sebelum berangkat , Siyue memasukkan ketiga pengawalnya dan sang Paman ke dalam Ruang Teratai. Lalu Dia mulai memakai kembali cincin samarannya dan memakai baju pria . Penampilan Siyue kini memang sedikit berubah. Wajahnya terlihat semakin tampan dan Dewasa serta terlihat semakin mempesona . Setelah itu barulah Siyue berangkat dengan mengendarai Feng Qui . Siyue sengaja berangkat malam hari agar saat Terbang bersama Fenq Qui mereka tidak menjadi tontonan penduduk . baik di Kerajaan Phoenix sendiri maupun Kerajaan Bumi yaitu Kerajaan Darga. Dalam beberapa jam saja , Siyue telah berada di atas kawasan kerajaan Darga. Perjalanan yang menempuh beberapa hari itu. Siyue dan Feng Qui lalui dengan tanpa terburu- buru. Siyue yang memakai samaran Seorang Pria , akan datang dan makan di sebuah kedai jika mereka sampai di sebuah kota atau Desa pada pagi harinya. Dan jika Feng Qui lelah , mereka akan masuk kedalam ruang Teratai untuk beristirahat. Dan akan kembali Terbang jika lelah mereka telah hilang. Satu minggupun berlalu dengan cepat. Kini mereka telah berada di dekat kota Nandaka tempat di Mana para sahabatnya berada . Siyue menyuruh Feng Qui menurunkannya di tempat yang sepi . Karena hari masih agak gelap. tak masalah Feng Qui mendarat di dekat kota Nandaka .
Setelah turun dari punggung Feng Qui, Siyue mengeluarkan Paman dan ketiga pengawalnya.
"Kita Ada di mana ini yang Mulia..." Tanya Ye Gu.
"Jangan memanggilku yang Mulia...kita sudah berada di dekat kota Nandaka.." Ucap Siyue lembut .
"Apakah kita akan singga di rumah tuanku...?" Ucap Ye Xie yang tahu kalau sang Putri pasti merindukan para sahabatnya .
"Tidak...kita langsung saja ke istana lebih dahulu untuk mengembalikan Kaisar . dan aku ingin bertemu Kakek Kaisar..." ucap Siyue.
"Baik tian muda..." ucap meteka serempak .
"Paman..apakah Paman akan ikut kami, atau memilih kembali ke rumah orang Tua Paman atau ke perguruan Elang Putih . " Ucap Siyue.
"Aku akan pergi ke kediaman Sima dulu Yue'er... Paman ingin bertemu kedua Ora g Tua Paman...." Kata sang Paman.
"Kalau begitu kita akan bertemu kembali di kefiaman keluarga Sima , Paman....aku hanya sebentar Kok ke Istana. Setelah itu aku akan pergi ke rumah Keluarga Sima..." Ucap Siyue.
"Baik kita bertemu di rumah Sima. Ayo kita berangkat, dan kita akan berpisah saat di kota saja..." Lanjut sang Paman. Akhirnya mereka berangkat dengan menggunakan kuda. Siyue mengeluarkan kuda milik Raja Chu Tian Ji yang Ada di Ruang Teratai. Kuda itu dia berikan pada Yuh Jin.
"Paman... pakailah dulu kuda milik Raja. .." Ucap Siyue.
"Baik...aku akan mengembalikan nanti jika kita bertemu di rumah ..." Ucap sang Paman.
"Baik Paman...." Ucap Siyue. Mereka segera memacu kuda mereka menuju Istana. Ketik mereka sampai di kota, Siyue menuju istana sedang kan Yun Jin menuju Rumah keluarga Sima . mereka berpisah di pertigaan kota. Siyue dan Ketiga pengawalnya menuju istana. Ketik sampai di gerbang istana kerajaan, mereka di hadang oleh para prajurit. Namun saat mereka melihat Siapa yang sedang bersama Pria tampan itu, mereka segera membukakan pintu gerbang. Siyue langsung membawa Kuda nya menuju istana Kakek Kaisar. Mendekati istana Kaisar Tua, Siyue merasakan sesak di dadanya. Namun dengan sekuat tenaga dia menghibur hatinya.
"Sabar...sabar Siyue...Kau dulu bukan siapa- Siapa , bukan milik siapapun, jadi sekarang pun seperti itu...." ucapnya dakqm hati .
Ketika sampai di depan pintu istana Kakek Kaisar, prajurit segera mendekati mereka berempat.
"Tuan Ye Mai...!" Seru Perwira yang menjaga Kaisar Tua.
"Apakah Kaisar Tua Ada...?" Tanya Ye Mai datar .
"Ada...baru saja beliau berolahraga jalan kaki..." Jawab Perwira itu.
"Kalau begitu tolong laporkan pada belia kalau tuan Siyue ingin menghadap kaisar Tua..." Ucap Ye Mai lagi.
"Baik tuan..." Pria itupun segera pergi dari tempat itu. Tak lama Perwira itu kembali.
"Yang Mulia Kaisar Tua menunggu anda di ruang dalam..." Ucap Perwira itu dengan Sopan .
Siyue dan ketiga pengawal masuk ke dalam ruangan. Saat mereka masuk mereka bisa melihat Kakek Tua itu sudah menunggu di ruang tamu. Melihat Siyue datang, Kakek Kaisar tertawa bahagia. Beliau merentangkan tangan nya dengan bahagia.
"Kau sudah datang nak... Kakek merindukan Cucu perempuan Kakek Ini..." Ucapnya dengan wajah haru. Siyue tersenyum dan segera memeluk Kakek Kaisar.
"Kakek...apa kabar...?" Tanya Siyue.
"Aku baik- baik saja sayang..." Ucap Kakek Kaisar dengan lembut. Setelah itu Kaisar tua melepas pelukannya .
"Bagaiaman keadaanmu sekarang...Kau baik-baik saja kan....? Kau sekarang bertambah tampan dan Dewasa...hanya saja Kau agak kurusan.." Ucap sang Kakek menilai Siyue .
"Siyue baik- baik saja Kek... "Jawab Siyue lembut.
"Lalu di Mana pria Bengal itu...kenapa aku tidak melihat wajahnya. ...." ucap Kakek sambil melihat ke arah mereka datang tadi . Mendengar ucapan Kaisar Tua, terlihat Siyue menghela nafas berat.
Melihat sikap Siyue , Kakek Kaisar kaget.
Ada apa nak...jangan membuat takut Kakek..." Ucap Kaisar Tua cemas.
Akhirnya Siyue mengatakan semuanya. Tanpa terasa air mata mengalir kembali di pipinya. Mendengar semua Berita yqng di bawa Siyue, Kaisar Tua tertegun. Tak lama dia berkata .
"Kemarilah sayang...."ucap Kakek . Siyue menfekat, dan Kausar tua segera memeluk Siyue erat .
"Sayang Kau memang Wanita tegar... Kakek semakin bangga Padamu..." Ucap Kakek Kaisar.
"Trimakasih Kek..." jawab Siyue.
"Mungkin ini ujian cinta kaluan...Lalu apakah keadaan putra dan menantuku baik- baik saja..." Tanya Kakek lagi.
Namun Siyue bisa melihat kalau Ada tetes bening air mata di sudut Matanya. Bagaimana pun juga Raja Adalah Cucu kesayangan sang Kakek.
"Mereka baik-baik saja Kek... Sebentar lagi, mereka akan Siyue keluarkan, tapi mereka belum tahu tentang Raja Chu Tian Ji. Aku hanya memberitahu pada mereka kalau Raja sedang bersama Guru Saojin. Tapi bagaimana pun juga, Raja akan kembali kemari dalam wujud Dewa Wiqya Kek..." Ucap Siyue sambil mengusap air mata Sang Kakek.
__ADS_1
"Pasti memori otak sang baginda Raja Chu Tian Ji Ada di memori otak Dewa Wiqya kek... kemungkinan besar Dia akan mengingat Kakek . bukankah kedekatan Kakek dengan Raja sudah Ada sejak kecil... " Ucap Siyue.
"Kalau begitu pasti dia akan mengingatmu juga nak..." Kata Kakek Kaisar Tua .
"Siyue sudah tidak berharap itu lagi Kek... Mungkin Kali ini Siyue akan tinggal di kerajaan Siyue selamanya Kek.." Ucap Siyue.
"Kau akan meninggalkan Kakek Yue'er...?" Ucap Kakek cepat saat mendengar ucapan Siyue.
" Siyue akan sering datang mengunjungi Kakek. Lagian ilmu teleportasi yang Siyue pelajari Sudah hampir selesai, hanya saja Siyue belum berani melakkan uji coba Kek. Nanti jika Siyue sudah bisa melakukannya, maka tujuan pertama Siyue yaitu mengunjungi Kakek di sini..." Ucap Siyue menghibur .
"Baiklah Kakek akan menunggu kedatangan dirimu untuk menjenguk Kakek..." ucap Kakek Kaisar .
"Baik Siyue pasti datang Kek...." ucap Siyue meyakinkan .
"Siyue...bukankah mereka ketiga pengawal Raja ..? Apakah mereka sekarang bersamamu...?" Tanya Kakek saat melihat trio pengawal berada bersama Siyue .
"Benar Kek...tapi sekarang terserah mereka, tetap mengikuti Siyue, atau tinggal di Kerajaan ini... Siyue tidak ingin menekan mereka Kek...." Ucap Siyue sambil memandang wajah mereka bertiga.
"Kami akan tetap mengikuti Yang Mulia Ratu..." Ucap mereka bersamaan.
"Apakah kalian yakin....?" tanya Siyue.
"Sangat yakin yang Mulia..." ucap mereka bersamaan kembali .
"Apa kaluan tidak Rindu pada keluarga kalian....?" Tanya Siyue.
"Kamu akan menjenguk mereka, setelah itu kami akan ikut yang Mulia kembali ke Kerajaan Phoenix..." Ucap Ye Xie.
"Lihatlah Kek... mereka bandel semua..." Ucap Siyue sambil tersenyum lembut.
"Karena mereka telah memilih berbakti Padamu sayang..." Ucap Kakek Kaisar.
"Benar Ratu...kami memilih ingin hidup dan mengabdi pada Ratu .." Ucap Ye Mai dan di Benarkah oleh Ye Xie dan Ye Gu .
"Baiklah kallau itu keinginan kalian, aku beri waktu sampai Lusa kalian bisa menemui keluarga kalian. Lusa aku harap kalian sudah berada di kediaman Sima Yuan pagi hari. Karena aku berangkat Siang hari. Jika sampai siang kalian belum datang, aku menganggap kalian tidak Ingin mengikutiku...." Ucap Siyue lembut.
"Baik yang Mulia..." ucap mereka serempak .
"Kenapa secepat itu Yue'er..." Tanya Kakek Kaisar.
"Sebab Siyue masih harus berpamitan pada guru Yang Si dan Guru San We Kek...juga Pada Kakek Si..." Jawab Siyue. Kakek Kaisar hanya bisa mengusap kepala Siyue dengan sedih.
"Baik Kakek mengerti nak.. Kakek akan tutup mulut . sampai Dewa Wiqya dan gurumu datang dab menjelaskan pada Kaisar .." Ucap Kakek Kaisar.
Dan Siyue pun segera mengeluarkan Kaisar dan Ratu dari Ruang Teratainya. Saat mereka bertemu, keharuan terjadi di depan mereka. Terlihat Ratu dan Kaisar Memeluk Kaisar Tua dengan Penuh haru dan Syukur. Terlihat mereka menangis haru. Setelah mempertemukan Mereka , Siyue juga mengeluarkan Oangwran Kedua . Baru setelah itu Siyue mohon diri untuk pulang ke rumah sang Kakek, dengan penuh trimakasih Kaisar menginjinkan Siyue pergi. Siyue tak lupa memberi Kakek Kaisar Vitamin dan Pil untuk kesehatannya. Setelah itu Siyue keluar dari Istana Kakek Kaisar. Ketika Dia dan Ketiga pengawalnya sudah berada di luar istana, Siyue berkata pada ke tiga pengawalnya .
"Pergilah kalian pulang kerumah kalian, aku memberi waktu dua hari untuk kalian bertemu dengan keluarga kakuan. Aku akan menunggu kedatangan kalian dua hari lagi di rumah Kakek Sang Baiki. jangan telat...Kalau kaluan sampai tekat aku akan meninggalkan kalian..." Ucap Siyue.
"Baik Yang Mulia..." Ucap mereka serempak. Akhirnya mereka berpisah di luar pintu gerbang Kerajaan Darga .
Siyue memacu kuda nya kearah rumah tinggal keluarga Sima. Dan benar saja, ketika sampai di pintu gerbang rumah tinggal Sima, terlihat sang Ayah sudah berada di atas kuda. Sepertinya dia akan bepergian.
"Ayah...!" Seru Yueyue sambil melangkahkan kuda nya masuk kedalam halaman Keluarga Sima . Tentu saja sang Ayah kaget melihat Putrinya telah berada di deoannya. . "Akhirnya Kau datang Juga Yue'er .." Ucap sang ayah.
Pria Paruh baya yang terlihat masih tampan itu buru buru turun. Dan dia membantu sang Putri turun dari kuda nya. Dengan Sigap dia langsung memeluk sang Putri. Saat Siyue telah turun dari kuda nya . merasakan Ada getaran dari tubuh sang Ayah , Siyue sangat kaget.
"Ayah menangis...Ada apa Ayah ...?" Ucap Siyue dengan wajah kaget . Walaupun dia juga meneteskan air mata. Dia tahu kenapa sang Ayah menangis. Pasti Paman Yun Jin sudah bercerita.
"Maafkan Ayah nak....maaf kan Ayah tidak bersamamu saat Kau membutuhkan Ayah..." Ucap Sima Yuan sambil menangis.
" Ayah...Siyue baik - baik saja Kok...semua telah berlalu, jadi Ayah.. Tolong jangan menangis lagi..." Ucap Siyue .
"Sayang....Kau telah datang..." Tersengar suara lembut Menegur Siyue .
mendengar suara itu, baik Siyue maupun Sima Yuan buru -buru mengusap air mata mereka.
"Salam Ibu...apa kabar..." Ucap Siyue memberi salam .
"Aku baik-baik saja sayang...tidak terjadi apapun Pada dirimu kan..." Ucap Tang Yin.
"Siyue baik- baik saja ibu..." Jawab Siyue. Siyue segera memeluk sang ibu .
"Lalu kenapa kalian saling menangis...?" Ucap Putri Tang Yin setelah memeluk Siyue. Ternyata sang Ibu tidak bisa di Bohongi .
"Ayah telalu merindukan aku Ibu..." Ucap Siyue sambil berusaha tertawa wajar.
"Tentu saja aku sangat merindukannya istriku... Sudah hampir satu tahun dia meninggalkan kita...aku takut kehilangan dia kembali... ucapnya sambil kembali memeluk Siyue.
"Kau fikir aku tidak sepertimu..." Ucap sang Istri. Siyue dengan Manja membawa Mereka segera masuk kedalam rumah.
Saat mereka masuk , terlihat tuan Sang Baiki , Istri dan Beberapa Putra dan menantunya kebetulan sedang berkumpul. Saat mereka melihat Sima Yuan dan Istri nya masuk bersama seorang Pria Muda. Mereka terlihat biasa saja. Namun tiba-tiba sang Kakek berseru.
__ADS_1
"Yue'er...kaukah itu...;" serunya sambil berdiri. Mendengar teriakan sang Kakek. Siyue hanya tertawa. Dengan cepat tuan Sang Baiki berlari kearah Siyue. Dan Dia segera memeluk pria Muda itu. Sedangkan anggota keluarga yang lain hanya bengong saja.
"Sayang....kenapa Kau tidak memberi tahu pada Kakek kalau kau akan datang...!" Seru sang Kakek lagi.
Seruan itu segera menyadarkan anggota keluarga yang lain Dari keterkejutan mereka . Dengan cepat mereka segera menyambut kedatangan Siyue.
Di Alam atas Siyue sedang bercengkrama dengan keluarganya sedang di tempat lain, Dewa Wiqya sedang Merayu guru Saojin yang sedang berlatih di pekarangan rumah nya. Di tempat latihannya .
"Sao....ayolah...tunjukkan dimana dia sekarang... Sudah hampir satu tahun ini aku mencari keberadaannya...dan Satu tahun Sudah Kau tega tidak mau memberitahukan di mana dia berada ... " Ucap Dewa Wiqya yang Kini terlihat terduduk di Kursi di dekat Tempat Dewa Saora berlati. Terlihat wajah letih Dewa Wiqya . Namun Dewa Saora tidak memperdulikannya .
"Sao.... ayolah.. Kenapa sulit sekali mendaoatkan maaf darimu..aku memang sangat bersalah para muridmu itu.. Aku Akui, aku memang egois, sombong, dan tinggi hati...tapi itu semua Karena wanita- wanita yang tidak punya malu itu...aku salah..aku akui aku salah Sao...ayolah... sudah hampir satu tahun ini Kau tidak mau memberitahu keberadaannya , kau menyiksaku Sao.. "Ucap Dewa Wiqya yang telah berdiri di depan Dewa Saora. Atau guru Saojin. Semenjak mereka Kembali dari Alam atas, dan Dia Mendapat teguran . bukan lagi teguran, melainkan kemarahan dari Dewa Agung, mulai saat itulah dia merasakan Penyesalan dan kerinduannya pada Siyue. Apa lagi terkadang di dalam mimpi - mimpinya dia melihat kehidupan Raja atau separuh jiwanya yang sedang mengejar cinta Siyue. Di mana dia mendapat pertolongan pertama kalinya oleh Siyue . dan juga beberapa bantuan yang di lakukan gadis itu tanpa pamrih.
Tingkah laku Siyue yang cuek, dan datar menunjukkan kalau gadis itu tidak tertarik pada separuh jiwanya. Dan dialah yang mengejar gadis itu . Semua itu membuat dia sadar diri kalau dia telah salah besar .
"Ck Kau ini...Kau sudah seperti ini Kau baru menyadari kesalahanmu ..gara-gara Kau , aku juga tidak bisa menemukan keberadaan gadis itu ..." Ucap Dewa Saora dengan wajah kesal . Maksud dari ucapan Dewa Saora yaitu, semenjak enam bulan yang lalu tiba- tiba dia tidak bisa merasakan keberadaan Kerajaan Phoenix, Apalagi melihat. Saat di tidak bisa mendeteksi keberadaan Kerajaan Phoenix, Dia mencoba mencarinya , tapi Kerajaan Phoenix beserta kota wilayah keberadaan Kerajaam Phoenix, hilang tidak dapat terlihat oleh mata , walaupun dia seorang Dewa .
Melihat kejadian itu, Guru Saojin menyadari kalau kekuatan Siyue sudah berada di alam Roh akhir. Dan mungkin sebentar lagi dia berada di Alam Roh emas. Karena Hanya Ratu yang memiliki kekuatan Alam Roh akhir yang bisa mengaktifkan benda itu . Benda Artevak yang di miliki kerajaan Phoenix . yang bisa menyembunyikan Alam Phoenix dan isinya . Dan sekarang Alam itu telah hilang dan itu bertanda kalau Siyue sudah bisa melakukannya. Tidak akan Ada yang bisa masuk ke dalam Alam Phoenix tanpa persetujuan dari Siyue . Jika sudah seperti ini. Hanya Dewa Penguasa Alam dan Dewa Agung lah yang bisa masuk ke dalam sana tanpa seijin Siyue.
"Kita tidak akan bisa bertemu dengan Siyue jika dia tidak keluar dari kerajaannya. Dan..aah...aku hampir lupa.. Bukankah Kau harus bertemu dengan Orang Tuamu yaitu ibu dan Ayah kandung dari Raja Darga..." ucap Dewa Saora .
"Apakah itu harus..." Ucap Dewa Wiqya dengan malas . Namun Sisi hatinya yang lain merasakan ke rinduan pada kedua orang itu. dan Ada satu wajah yang selalu melintas di benakya, wajah seorang Kakek Tua. Entah perasaan apa yang Ada padanya saat mengingat wajah Tua itu .
"Kakek Kaisar...." Ucapnya pelan.
"Tentu saja...Kau harus datang kesana dan menjelaskan semuanya....aku akan bersamamu ..." Ucap Guru Saojin dengan wajah kesal .
"Baiklah aku akan ikut denganmu..." Ucapnya malas.
"Kita berangkat sekarang...?" Tanya Saojin.
"Tidak...kita berangkat besok saja..." Ucap Dewa Wiqya sambil mrlangkah pergi.
Dewa Saora menatap kepzergian sang sahabat dengan semyum tipis.
"Kau rasakan sekarang bagaiaman rasanya memendam Rindu. Dan aku yakin, Kau akan kesulitan menaklukkan Siyue lagi..." Ucap Dewa Saora dalam hati.
Dua hari kemudian di Alam atas, terlihat Siyue akan segera pulang kembali ke Kerajaan Phoenix . kedua orang Tuanya tidak mau lagi berpisah dengan sang Putri setelah mendengar Cerita dari Siyue.
Siyue menceritakan semuanya saat mereka berada di dalam ruang Teratai. Mendengar cetita itu, sang IBU memeluk sambil menangis.
"Sayang Ayo kita segera kembali ke kerajaan Phoenix...ibu takut jika kita terlalu lama berada di Alam atas ini. Kita akan bertemu dengan Dewa Wiqya dan Kau akan terluka lagi..." Ucap sang Ibu .
"Benar kata ibumu Yue'er...lebih baik kita segera pergi. Aku tidak ingin melihat kau terluka lagi.." Ucap sang Ayah.
" Siyue memang akan segera pergi Ayah...kita akan pergi hari ini . Dan kita akan singga di Sekte Tapak darah dan Elang Putih untuk berpamitan ..." Ucap Siyue .
"Bagus sayang. Lebih cepat kita pergi, itu lebih baik. Ya sudah kita kembali dulu. Takut nya Kakekmu mencari kita sekalian kita bersiap untuk segera pergi pagi nanti...." ucap sang Ayah.
"Baik Ayah...." Merekapun segera kembali ke alan Nyata. Dan benar saja. Ternyata sang Kakek sedang berada di depan pintu rumah tinggal mereka. Walaupun hari masih pagi sekali . Beliau berkata kalau masih merindukan sang Cucu. Pagi harinya Siyue dan kedua orang tuanya serta ketiga pengawalnya berpamitan akan kembali ke Kerajaan Phoenix. Sang Kakek sangat sedih Karena harus kembali di tinggalkan Oleh sang Cucu .
"Apa Kakek ingin ikut Siyue pergi...?" Kata Siyue lembut.
"Kakek tidak bisa ikut denganmu sekarang sayang. Beri waktu pada Kakek. Kakek akan membereskan masalah di sini.." Ucap sang Kakek.
" Begini Kek...Kakek selesaikan masalah di sini dulu..Kakek merupakan mentri yang paling kuat disini. . jadi jika Kakek Pergi, kasihan Kaisar... Beliau baru saja datang. Kasihan kalau tidak ada pendampingnya . bukankah Raja masih belum datang...Jadi biarkan Siyue saja yang akan sering kemari sambil menengok Kakek Kaisar, ..." Ucap Siyue.
"Kalau begitu Kau harus berjanji melakukan Apa yang Kau ucapkan tadi..." Ucap tuan Sang Baiki.
"Iya Kek...Siyue janji..." Jawab Siyue.
"Baiklah Kakek akan menyelesaikan masalah di sini serta mendampingi Kaisar ..." Ucap Tuan Sang Baiki. Begitu juga dengan. Ketiga Paman Siyue. Mereka sangat sedih harus kembali berpisah dengan. Keponakan dan adik bungsu mereka.
"Kapan - Kapan Paman dan kakak sepuluh akan Siyue jemput untuk datang ke istana Siyue, untuk saat ini, Siyue tidak bisa lama- lama di sini Paman. Jadi maafkan kami..." Ucap Siyue lembut.
"Kami akan menunggu nak...hati -hati di jalan.." Ucap Jendral Long Bay. Dan ucapan beberapa keluarga mengantar Siyue pergi.
Setelah itu mereka segera memacu kuda mereka mebuju Sekte Tapak Dewa. Tentu saja kedatangan Siyue mengejutkan Sekte tapak Dewan . dan setelah bertemu dan beroamitan pada para guru, Siyue segera pergi. Mereka juga tak luoa beroamiyan pada para sahabat mereka. Saat melihat kedatangan Siyue, keemoat sahabat Siyue menangis. Dan mereka tidak ingin berpisah lagi dengan Siyue. Begitu juga dengan ke tiga kakak serta Kakek Si. Akhirnya Siyue membawa mereka semua pergi ke Kerajaan Phoenix . Namun Kakek Fang Bo tidak dapat ikut, Karena kedua Cucu nya masih harus Belajar di Sekte tapak Dewa.
"Aku akan menjemput kalian saat kalian sudah keluar dari Sekte , aku janji itu..." Ucap Siyue sebelum pergi.
"Yue'er Kalau Kau bisa, lebih baik Kau bawa keluarga Si yang lain datang kemari. Agar rumah ini Ada yang mendiami..." Ucap Kakek Fang Bo .
"Baik Kek...jika Ada waktu aku akan menjemput mereka..." Jawab Siyue.
Akhirnya mereka segera pergi meninggalkan kota Nandaka . setelah berpamitan dengan Guru San We. Dan di sana Yun Jin memaksa ikut kembali pergi bersama Siyue . akhirnya Rombongan segera pergi meninggalkan alam atas menuju kerajaan Phoenix. Untuk mempercepat perjalanan, Siyue memasukkan semua orang dalam Ruang Teratai . dan Dia menggunakan Zuzaku sebagai kedaraannya .
Udahan dulu ya....aku lanjut besok lagi.
Jangan luoa like, vote dan komennya aku tunggu. Sekali lagi kalau Typo masih bertebaran maafkan Authot 🙏🙏
Bersambung .
__ADS_1