
Tapi Siyue tahu perasaan Raja Chu Tian Ji sakit melihat perbuatan sang ibu. Memang benar dia dulu tidak dekat dengan sang ibu. Sang ibu lebih menyayangi pangeran Waisan . Karena itulah sikap dinginnya terbentuk.
Siyue dan Dewa Wiqya segera keluar dari ruangan itu tanpa mendengarkan panggilan dari Ratu Huo Li . Siyue dan Dewa Widya segera berjalan ke istana sang Kakek. Sesampainya di sana, Kakek meminta seorang pelayan untuk memasukkan barang - barang yang memang dia butuhkan. Tak lama terlihat Siyue datang.
"Kakek... Kita pergi sekarang...?" tanya Siyue .
"Baik Yue'er... aku sudah tidak tahan lagi berada di rumah ini..." ucap Kakek Kaisar. .
Namun saat mereka akan melangkah keluar dari ruang tidur Kakek Kaisar, tiga orang wanita masuk kedalam ruangan . dan segera menyapa sang Kakek .
"Salam sejahtera dan panjang umur Yang Mulia Raja, Kakek Kaisar...ucap mereka bersamaan. Terlihat tiga wanita itu memberi hirnat.
"Salam kalian aku terima, bangunlah.."
ucap Dewa Wiqya.
"Hmm...." jawab Kakek .
"Trimakasih Yang Mia... " ketiga orang itu adalah Selir Ma , Selir Luh dan Putri dari selir Ma yang bernama Chu Shi Wa . Saat melihat Siyue Putri Chu Shi Wa tersenyum dan menyapa.
"Lama tidak bertemu apa kabar Yue'er... Kau baik- baik saja kan...?"ucap gadis itu lembut.
" Jeijei Wa ..aku baik -baik saja...kakak juga kan...?" ucap Siyue.
"Aku baik...begitu juga Ibu apalagi Ayah sudah ada di sini..Lo..kakek Kaisar mau kemana...? kenapa barang- barang kakek di masukkan kedalam kotak.?" tanya Putri Chu Shi Wa heran .
"Aa..itu..kami...' belum selesai ucapan Siyue, kakek Kaisar telah memotong pembicaraan mereka.
"Aku akan pergi ikut Siyue dan suaminya pergi dari kerajaan ini. Mungkin kami akan tinggal di Kerajaan Phoenix. . " ucap Kakek Kaisar dengan tenang.
"Tinggal di kerajaan Phoenix ikut Siyue dan Suaminya..? Maksud kakek..?" tanya Selir Ma.
"Tunggu apakah Siyue sudah bersuami, dan aku yakin pasti Kakak kan istri Kak Chu Tian Ji...?" ucap Putri Sho Wa dengan yakin.
"Benar... Siyue dan Raja akan menikah di kerajaan Phoenix dan aku akan tinggal di sana..." ucap kakek dengan datar. Selir Ma yang sudah tahu siapa Siyue berkata.
"Yue'er...apakah aku dan Wa'er boleh ikut kesana...?" ucapnya perlahan.
"Boleh...kalian boleh ikut, bersiap - suap saja, sewaktu - waktu akan Siyue kabari kapan kalian akan kami jemput..." ucap Siyue.
"Trimakasih Kami akan menunggu kedatangan orang yang akan menjemput kami..." ucap Selir Ma gembira . Akhirnya Siyue dan Rombongan keluar dari istana bersama Kakek Kaisar setelah berpamitan dengan Kaisar Nang Bo. mereka segera menuju Rumah keluarga Sima. Ketika sampai di sana, ternyata keluarga Sima sudah berkumpul. Dan ternyata masalah di istana Telah sampai di keluarga Sina. Apalagi penangkapan keluarga Mentri Kerakyatan dan masalah penyebabnya , berita itu telah menyebar di seluruh kota kerajaan. Mereka mengutuk perbuatan Keluarga Mentri Kerakyatan. Saat Siyue tiba Di kediaman Sima, terlihat Sang Ibu segera mendekati Siyue.
"Kau tidak Apa - apa sayang...?" ucap sang Ibu .
" Siyue tidak apa- apa Bu... " ucap Siyue .
"Tapi yang aku dengar Ratu bodoh itu telah menampar kedua pipimu...?" ucapnya lagi.
" Iya..tapi alu sudah tidak Apa - apa kok.. Dari mana ibu tahu...?" tanya Siyue heran..
"Berita tentang penangkapan semua keluarga Mentri Kerakyatan sudah menyebar , juga tentang masalah yang mereka lakukan..."ucap Putri Tang Yin.
"Cepat sekali... " kata Siyue.
"Semua itu karena penangkapan besar- besaran semua keluarga Mentri kerakyatan Yang Mulia.. Dan hamba juga mendengar kalau Ratu Huo Li sekarang di asingkan di istana Dingin...." ucap Ye Xie.
"Benarkah...? Lalu gadis itu...?" tanta Siyue.
"Dia di masukkan dalam penjara menunggu jatuhnya hukuman . dan ada berita baru, istri dari Mentri Kerakyatan sekarang dalam keadaan sekarat. Badannya penuh dengan benjolan bernanah dan tidak ada satupun Dokter yang bisa menyembuhkannya. Dan katanya Dia berteriak, teriak seperti orang gila....." ucap Ye Xie lagi.
" Oo begitu...Berita yang sangat menarik trimakasih Ye Xie... " ucap Siyue.
"Sayang... Ini bukan perbuatanmukan...?" bisik Dewa Wiqya.
"Tidak ...bukan aku...tapi Liong Bay..." ucap Siyue .
."Liong Bay...? Mahluk kontrakmu itu..." ucap Dewa Wiqya sambil menunjuk Liong Bay yang ada di pergelangan tangan Siyue.
"Hmm..." angguk Siyue.
"Apakah kau yang menyuruh...?" tanya Dewa Wiqya.
"Tidak...mereka memang akan melakukan apapun pada orang yang menyakitiku... " ucap Siyue . Mendengar itu. dewa Wiqya bergidik ngeri. Tak bisa dia bayangkan jika saat dia menyakiti Siyue dulu , dan mahluk kobtraknya melakukan pembalasan..waaa betapa celakanya Dia.. untuk saja itu tidak terjadi. Atau Siyue yang melarang mereka.
"Apa yang sedang kalian bicarakan...apakah Ayah boleh tahu...?" ucap Sima Yuan yang kini berada di dekat mereka duduk .
"Aah ayah...kami fikir siapa.... Tidak ada yang penting Ayah..Kami hanya membicarakan perjalanan kami selanjutnya Ayah..." ucap Siyue.
__ADS_1
"Kak... Apakah ini rumah keluarga kakak ipar...?" tanya Dewi May yang datang bersama kedua kakaknya . sekaligus mengalihkan pertanyaan sang Ayah.
"Benar Dewi... Inilah keluarga Sima . keluarga dari Ayah Siyue..." ucap Sima Yuan menjawab pertanyaan Dewi May.
"Aah .maaf paman...ternyata ada paman Yuan..." ucap Dewi May yang merasa malu .
"Tidak masalah nak... Karena paman sudah menganggapmu sebagai Putri Paman sendiri..." ucap Sima Yuan .
."Trimakasih Paman..." ucap Dewi May yang memang memiliki sifat ceriah . Dan saat Kakek dan Nenek Siyue datang. Kedua ora g tua lansia itu segera memeluk Siyue bergantian. Dan seperti biasa, sang Nenek menangis. Dan saat mereka bertemu Kaisar Tua. Merekapun mengobrol bersama.
Dan Siyue berada diKeluarga sang Ayah selama dua hari, setelah itu mereka akan berangkat menuju alan Tengah. Pagi itu Setelah bangun dan membersihkan Diri, Siyue segera menghadap pada Sang Ayah bersama para sahabat dan suami. . Dia berpamitan untuk melanjutkan perjalanana. Mereka menuju alan tengah.
"Kalian berangkat sekarang...?" ucap Sang Ayah.
"Iya Yah .. Sebab waktu jami tidak banyak, kami masih harus pergi ke alam bawah. " ucap Siyue.
"Baiklaj ..pergi ke dua alam , bukan hanya sebentar .apakah kau tahu itu...?" kata Sima Yuan pada Siyue.
"Siyue tahu Yah...tapi karena ada Cincin ini Waktu bisa kita persingkat..." ucap Siyue.
"Ayah percaya..kalau begitu kalian harus berhati - hati... Karena sebentar lagi kalian akan melanfsungkan pernikahan kalian, jadi berhati -hatilah..." ucap Sang Ayah.
"Baik Yah..." jawab Siyue.
"Ayah tidak usah khawatir, ada aku yang akan selalu di sisi dia Yah..." ucap Dewa Wiqya
"Ayah dan Ibu tidak ikut...?" tanya Siyue.
"Tidak nak...Ayah masih merindukan Kakekmu..." ucap Sang Ayah.
"Kalau Kakek mau ataupun paman Mau, kalian bisa pindah ke Negri Phoenix... Kita bisa berkumpul di sana...." ucap Siyue.
"Tapi bagaiaman dengan pendidikan kakak - kakak sepupuku... Kau tahu bukan, kalau mereka masih belajar.." kata Paman Sima Long Bay .
"Jangan Khawatir paman..di sana sudah banyak perguruan dan sekolahan..." ucap Siyue.
"Sekolahan...?" tanya Paman ke tiga.
"Maksud Siyue tempat menempuh pendidikan dan Kakak Sepupu bisa belajar di perguruan Istana..." ucap Siyue.
"Begitu Ya... Baiklah akan kami fikirkan .
"Iya sayang...kami akan memikirkannya...." ucap Tuan Sang Baiki. Setelah berpamitan mereka segera pergi. Sedangkan Kakek Kaisar sudah berada di dalam ruang Teratai sejak kemarin. Kakek Kaisar berada di istana Siyue sambil di rawat oleh Xiao Tu Serta para mahluk kontrak dan Penjaga Siyue. Kakek Kaisar malah berkata kalau Dia lebih betah di ruang istana Siyue.
Walaupun harus tinggal di dalam ruang obat. Tapi sang Kakek berkata ingin tinggal di pondok yang di buat para sahabat Siyue. Mendengar itu Siyue berkata .
"Kakek boleh tinggal di sana kalau sudah sembuh..." ucap Siyue . Dan Kakek kaisarpun setuju .
Karena kedua Dewi tidak bisa Naik kuda, maka Dewi Guanli tetap berkuda dengan Siyue, sedangkan Dewi May bersama Ning Si. Para saudara Dewa Wiqya ternyata cepat berbaur dan dekat dengan para sahabat Siyue. Dan mereka tahu kedekatan Siyue dengan para sahabatnya. Merekapun segera berangkat ke kota Nandaka untuk menjemput Keluarga Si dan untuk bertemu dengan Guru Yang Si . Karena Dari ke tiga belas kuda yang di pacu. Hanya kuda yang di naik Dewa Kunlau saja yang agak lemah, walaupun Ye Mai kemarin telah membelikan kuda yang paling hebat dan Kuat di kota kerajaan . namun yatanya di bandingkan dengan Kuda milik sahabat, pengawal Siyue. Kuda itu masih kalah jauh. Akhirnya mereka tidak bisa memacu kuda dengan cepat. Hampir dua jam kemudian , barulah mereka sampai di Kota Nandaka. Mereka segera menuju Rumah Tinggal keluarga Siyue. Saat bertemu dengan ketiga kakek Si dan seluruh keluarga Si yang ikut ke alam atas, terlihat keharuan di mata mereka. Namun mereka segera bersujud memberi hormat. Mungkin Kakek Si telah menceritakan siapa sebenarnya Siyue sekarang.
"Salam sejahtera dan Panjang umur pada Dewa Wiqya, Dewi Siyue Serta Ketiga Dewa dan Dewi ...." ucap Mereka bersamaan.
"Aku terima salam kalian , bangunlah..." ucap Dewa Wiqya.
"Trimakasih Yang Mulia..." ucap Mereka serempak. Mereka segera duduk di bawah.tentu saja Siyue kaget melihat itu semua . Tentu saja dia langsung berseru .
"Hey...kenapa para Kakek duduk di bawah, ayo bangun Kek ... Ini masih Siyue keponakan atau cucu kalian... bangun dan duduklah di kursi.. ini perintah....." ucap Siyue.
Memdengar ucapan Siyue mereka tersenyum .
"Trimakasih Nak...." ucap Kakek Fang Bo . Merekapun segera duduk di kursi. Dan terlihat mereka menatap Siyue dengan wajah kagum. Dan di antara mereka ada dua orang yang terlihat menunduk. Dan tak lama mereka bersujud.
" Sepupu Ratu Siyue... Kami berdua minta maaf. Terutama adik hamba yang dulu sangat menghina yang Mulia..." ucap sang Pria.
"Benar Yang Mulia...maafkan kesalahan hamba... Hamba terlalu sombong dan congkak juga sangat jahat...jika yang Mulia mau menghukum hamba , hamba rela..." ucap sang gadis.
Mereka berdua adalah Putra Dari Si San Mo putra pertama Kakek Si Fang Bo. (Ingat kanπ) yaitu Si Tang Yu dan Yahya. Mereka terlihat bersujud meminta maaf dan siap menerima hukuman. Melihat itu Siyue tersenyum dan berjalan kearah mereka berdua.
"Bangunlah...aku sudah memaafkan kalian berdua. Jika aku masih marah pada kalian, mana mungkin aku membawa kalian kemari..." ucap Siyue lembut sambil membantu mereka berdiri. Mendengar ucapan Siyue, mereka berdua menangis.
"Trimakasih Yang Mulia Dewi Siyue ..." seru mereka sambil kembali bersujud.
"Sudah, sudah ayo berdiri. Dan jangan memanggilku Dewi...bukankah aku masih saudara kalian .." ucap Siyue sambil membantu mereka bangun. Melihat itu semua orang terharu. Dan terlihat senyum tipis di bibir Dewa Wiqya .
"Kenapa setiap melihat tingkah Istriku, Cintaku semakin bertambah padanya.
Aku harus bersyukur jiwaku pernah terpecah. Jika tidak, mungkin sampai saat ini aku tidak akan pernah mendapatkan istri yang sebaik dan secantik dia. Wajah dan Tabiat serta Hatinya sangat baik...." ucap Dewa Wiqya dalam hati.
__ADS_1
"Ya'er....adik ipar terlalu baik hati. Tapi dia juga wanita yang tidak dapat di bohongi. Kecerdikan, kebaikan dan ketegasan serta kejahatannya, ada pada tempatnya masing- masing. Bagaimana bisa watak seperti itu ada dalam satu wadah yaitu tubuh cantik istrimu itu dik..." ucap Dewa Kunlau.
"Dan Dia istriku kak...." ucap Dewa Wiqya bangga. Mendengar ucapan Dewa Wiqya , Dewa Kunlau tersenyum. Selama hidupnya dia tidak pernah melihat adik lelakinya ini bersikap seperti itu pada orang lain, terutama wanita. Terhadap wanita pria ini terlalu dingin dan kejam. Tapi sekarang. Dia melihat pria lain yang terlihat begitu mencintai istrinya. Merekapun segera duduk bersama.
"Kek...Setelah aku mengunjungi Guru di Perguruan, kita akan segera pergi ke alam tengah, jadi Kakak dan Kakek harus bersiap..." ucap Siyue.
"Yue'er...apakah kau tidak menginap dulu di sini...?" tanya Kakek Fang Bo.
"Tidak Kek..karena waktu kita hanya sedikit, kami harus cepat kembali ke Kerajaan Phoenix ..." ucap Siyue.
"Yue'er... Apakah kalian ingin bertemu Guru besar...?" tanya Simayuan.
"Benar kak...ada apa..?" tanya Siyue.
"Boleh kami ikut...?" ucapnya lagi .
" Tentu saja... Kita akan menemui mereka... bukankah kalian sudah lama tidak bertemu dengan mereka...?" ucap Siyue.
Kalau begitu kami akan bersiap, tunggu kami sebentar..." ucap Sima Yuan sambil berlari masuk kedalam rumah. .
"Kami juga Yue'er..." ucap Rong Hau dan Fang Yun . mereka pun segera berdiri dan masuk kedalam rumah.
"Kalau begitu kakek akan segera bersiap juga nak...kalian pergi saja dulu ke perguruan . Setelah kalian kembali dari perguruan , kakek pasti sudah selesai berbena dan kita berangkat..." ucap Kakek Si.
"Baik Kek..." jawab Siyue. Tak lama ketiga kakak Siyue telah keluar. Dan mereka segera pergi keperguruan . ketika mereka sampai fi gerbang perguruan, penjaga yang mengenal Siyue langsung memberi salam.
"Salam Nona Siyue...kau datang..." ucap penjaga itu yang sudah tahu kalau Siyue si Ratu Phoenix .
"Salam Juga Pak.. Apakah guru besar ada di perguruan Pak..?" tanya Siyue lembut.
"Ada Nona...malah tadi guru Besar San We datang..." ucap Penjaga gerbang.
"Guru San We ada di sini juga...!" seru Siyue gembira.
"Benar...beliau baru saja masuk.." ucap sang Penjaga.
"Kalau begitu boleh kami masuk kedalam Pak..." ucap Siyue.
"Tentu Saja boleh Non... Silahkan..." ucap Penjaga dengan gembira . Siyue lalu memberi Dua keping koin emas dan berkata. Bagi dengan rekan Penjaga yang lain , ...." ucap Siyue .
"Tapi Nona....." ucap si penjaga merasa tak enak.
"Ini Rejeki kalian trimakasih... Bagi dengan penjaga yang lain..!" ucap Siyue .
"Ya Dewa...trimakasih.., trimakasih Nona...!" seru Penjaga itu bahagia , sambil membungkuk mengucapkan Terimakasih. begitu juga penjaga yang lain yang juga berada di pintu gerbang. Ada empat penjaga di depan gerbang. Dan empat lagi ada di dalam . Siyue segera masuk kedalam perguruan bersama teman- temannya.
Mereka masuk dengan sopan, membuat para penjaga kagum melihat tingkah mereka. Saat itu hari menjelang siang . dan para murid terlihat banyak yang di luar kelas . Dan saat Rombongan Siyue melintasi halaman kelas para murid . mereka menjadi tontonan para murid perguruan . ketika para murid melihat beberapa pria tampan dan Wanita cantik masuk kedalam perguruan . mereka terpesona. mereka melihat kalau para tamu itu berjalan menuju Rumah Inap Guru Besar. Para murid yang melihat itu terdiam terpaku melihat kecantikan dan ketampanan dan kecantikan mereka . Terutama pada kelima orang pria dan wanita yang berpakaian putih bersih dan memakai ikat rambut berwarna putih. Sedangkan tiga wanita di depan , rambutnya panjang semua dengan diikat ekor kuda . dan yang paling cantik dan tampan sepasang pria dan wanita yang ada di depan. Wajah sang Pria sungguh , sungguh sangat tampan . begitu juga si wanita, para murid Pria sampai tak berkep dan mulut ternganga melihat kecantikan wanita itu . Sedangkan para wanitanya melihat wajah tampan itu menatap rak bisa bergerak dengan wajah memerah. Setelah Siyue dan kawan- kawan berlalu, mereka baru sadarkan diri.
"Gila..Siapa mereka...? Ya Dewa...apakah mereka Dewa dan Dewi...wajahnya...ya ampuun ..Cantik dan tampan sekali. Terutama dua orang yang di depan itu...aku sampai tak ingin mengedipkan mata, takut mereka hilang..." ucap seorang gadis.
"Benar...mereka benar- benar tiada tandingannya... Aku baru sekarang melihat mereka...!" seru yang lain.
Namun beberapa senior mereka terlihat mengeleng- geleng kan kepala mereka sambil berkata.
"Ya ampun ...kenapa mereka semakin kuat dan semakin cantik dan tampan... dulu mereka sudah tampan sekali. Tapi sekarang bertambah bercahaya. Dan benar- benar menakjubkan..." ucap mereka.
Mendengat para seniornya berbicara, para juniornya kaget.
"Senior...apakah anda mengenal mereka...?" tanya salah satu junior mereka.
"Tentu saja....mereka murid perguruan ini juga ... Dua yang di depan itu murid langsung Guru Besar Yang Si. Sedang kan yang lainnya merupakan murid inti perguruan ... Apakah kalian tahu...pria yang paling tampan yang sekarang berjalan di depan bersama gadis cantik itu adalah Raja kita...Raja kerajaan Darga...." ucap Sang Senior .
"Ja ...jadi itu Raja Chu Tian Ji yang berkelana dan belum kembali... apakah yang berjalan di sebelahnya itu Nona Siyue yang terkenal itu.. Dan kami dengar dia juga Ratu kerajaan Phoenix . Si Ratu darah Phoenix...?" tanya Juniornya lagi.
"Benar... memang dialah orangnya..." Dan banyak lagi ucapan dari para murid Perguruan. Mereka jadi bahan godop perguruan .
Sedangkan yang di perbincangkan sekarang sudah berada di depan pintu rumah Guru Yang Si. Mereka segera mengucapkan salam.
"Masuk...!" terdengar suara dari dalam.
merekapun segera masuk kedalam ruang tamu guru Yang Si.
"Kalian berdua datang...!" seru Guru Yang Si dan Guru San We bersamamu.
"Salam Guru Yang Si , Salam Guru San We..." ucap Siyue .
Udahan dulu ya...biarkan author buka puasa dulu..,ππ
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan konennya author tunggu.
Bersambung .