
"Dasar Anak nakal..." Ucap Yun Jin sambik mengacak rambut Siyue dengan gemas. Mereka melangkah masuk kedalam istana milik Siyue .
Sedang kan para hewan kontraknya kembali pada aktivitas mereka kembali . Hanya Ivy yang telah berubah menjadi bandul giok dan kembali berada di leher Siyue .
"Apakah Ayahmu telah sadar Yue'er...?" tanya Yun Jin sambil berjalan mengikuti Siyue.
"Guru bisa melihatnya sendiri di dalam ..." Ucap Siyue. Ketika mereka masuk ke dalam istana, Yun Jin semakin tercengan melihat keindahan istana Siyue. Walaupun tidak mendapatkan cahaya dari luar, tapi tempat itu tetap terang benderang . Karena di setiap sudut ruangan ataupun tembok terlihat cahaya bersinar dari batu cahaya yang di tempatkan dalam sebuah wadah atau tempat yang terbuat dari kristal yqng terlihat cantik . Kristal itu menempel dengan rapi dan Indah di dinding ruangan . Hingga membuat ruangan di dalam istana terang benderang bagai siang hari. Sampai- samapai jika kita berada di dalam istana tidak akan tahu hari itu sing atau malam. Yun Jin juga melihat Beberapa pintu kamar yang tertutup berada di dalam istana. Mereka berjalan kearah sebuah kamar yang juga terlihat masih tertutup. Ketik sampai di depan pintu , perlahan Siyue membukanya. Dan saat Pintu terbuka terlihat seorang Pria sedang duduk lotus membelakangi mereka. Ketika Yun Jin melihat Pria itu , hatinya bergetar tiba- tiba. Namun dia tidak berani menebaknya. Sedangkan Sima Yuan yang Merasakan kedatangan seseorang menyangka kalau itu hewan kontrak Siyue. Tapi saat mencium harum tubuh yang sangat dia kenal , dia segera membuka Matanya.
"Kau datang sayang..." Ucapnya sambil membuka Matanya dan berbalik untuk melihat sang Putri. Namun betapa terkejutnya Dia saat melihat Siapa yang kini sedang berdiri di sebelah sang Putri yang terlihat kaget dan bengong menatap dia.
"Yun Jin...Kau Kah itu...?" Ucapnya bergetar. Keharuan di dalam hatinya membuat sepasang Matanya mengalir kan air mata keharuan. Sedang kan Yun Jin yang melihat keadaan sang Kakak yang telah pulih kembali dan terlihat Segar terkejut bukan main, dia bagai bermimpi melihat pria yang beberapa tahun tertidur diam bagai mayat itu , telah duduk lotus di atas pembaringan dengan tubuh sehat. Dia bengong tak percaya dengan Matanya. Hingga dia mengusap Matanya dengan Kasar. Namun pria di atas pembaringan itu tetap sama dengan apa yang dia lihat pertama Kali masuk ke dalam kamar itu. Tak berapa lama dia berlari kearah Sima Yuan dan memeluk tubuh yang kini kembali kuat itu.
"Kakak.....! apakah ini benar - benar Kau...?" Serunya sambil memeluk tubuh Sima Yuan erat.
"Tentu saja Jin...kau Fikir siapa...?" ucap Sima Yuan haru sambil memukul pelan bahu sang Adik . Yun Jin semakin memeluk tubuh Sima Yuan . Begitu juga dengan Sima Yuan . Mereka menangis sambil berpelukan. Cukup lama mereka berpelukan dan akhirnya melepas pelukan mereka.
"Kak.. Kau sudah sembuh...?" ucapnya di sela tangis keharuan dan bahagia.
"Benar...aku telah sembuh, semua ini Karena keponakanmu Siyue.. " ucap Sima Yuan dengan bangga dan bahagia .
"Jadi dia bisa mengeluarkan racun yang telah bersarang di tubuhmu berpuluh tahun itu...?" Ucapnya tak percaya.
"Seperti apa yang Kau lihat sekarang Jin'er..." Ucap Sima Yuan sambil tersenyum bangga.
Yun jin membalikkan badannya ganti menatap Siyue yang berdiri bersama Raja..
"Yue'er...aku tak pernah menyangka kalau kesembuham Kakak sepupuku Ada di tanganmu . Trimakasih nak.. Boleh pamanmu ini memelukmu...?" Ucap pria paruh baya yang masih terlihat Muda dan tampan itu pada Siyue.
Mendengar ucapan Yun Jin. Mode cuka sang Raja on lagi. Dia memegang tangan Siyue dengan erat .Dan Siyue tahu apa yang terjadi pada Kekasih posesif nya .
"Tian'ge.. Dia pamanku..." Ucap Siyue sambil membelai tangan Raja lembut. Raja yang menatap wajah Siyue , perlahan membuka tangan nya saat melihat senyuman lembut dan Manis sang kekasih .
"Baiklah...tapi tidak boleh lama- lama..." Ucapnya posesif.
"Iya...aku tahu..." Ucap Siyue sambil menganggukkan kepalanya dan kembali tersenyum lembut . Melihat tingkah sang Raja pada sang Putri. Sima Yuan hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya . Siyue tersenyum dan berjalan kearah Yun Jin yang sudah berdiri sambil merentangkan kedua Lengan tangan nya . tak lama terlihat Siyue sudah berada di dalam pelukan tubuh sang Paman yang kekar .
"Trimakasih sayang... trimakasih telah membuat Ayahmu kembali hidup. Trimakasih Kau telah menyelamatkan dia dari ke matian. Trimakasih telah membuat sahabatku sehat kembali ..." ucapnya sambil kembali menangis. Tak berapa lama Yun Jin melepas pelukannya. Dia menatap Siyue .
"Aku tak menyangka ternyata Ayahmu sembuh di tangan Putrinya sendiri..." Ucap Yun Jin. Namun tiba-tiba Siyue Tertawa membuat ke tiga orang di dalam ruangan itu kaget.
"Kenapa Kau Tertawa Yue'er....?" Tanya Yun Jin heran. Siyue berhenti Tertawa.
"Ternyata guru jelek Kalau menangis ...." Ucapan Siyue membuat Yun Jin kaget . Dia tertegun mendengar ucapan Siyue. Sedangkan Sima Yuan Tertawa keras.
"Aauuu...sakit guru...!" Seru Siyue yang mendapatkan jitakan dari tangan Yun Jin.
"Dasar Anak nakal...bisa- bisa nya Kau berkata seperti itu pada gurumu...!" ucap Yun Jin berpura- pura kesal. Karena dia tahu niat ucapan Siyue yang sebenarnya.
"Habis guru memang jelek kalau habis nangis..." Jawab Siyue sambil tertawa.
"Anak bandel ubah panggilanmu padaku.. Aku ini adik sepuluh Ayahmu, panggil aku Paman..." Ucap Fun Jin sambil mengusap kepala Siyue.
"Baik...Siyue akan memanggil guru dengan sebutan Paman,..." Jawab Siyue .
"Bagus...itu Baru keponakan Yun Jin...oh ya Kak...apakah sekarang Kau sudah benar- benar terleoas dari Racun yang berada di tubuhmu selama Delapan belas tahun ini...?" Tanya Yun Jin sambil mendekati Sima Yuan kembali.
__ADS_1
" Kesehatanku sudah baik kembali Jin... .Trimakasih...Trimakasih Kau telah membuatku bertahan hidup. Trimakasih Kau telah menyelamatkan hiduoku Hingga aku bisa bertemu kembali dengan putriku...Kau memang Adik, saudara , sahabatnya buatku. Kau memang adik terbaikku..." Ucap Sima Yuan haru .
"Karena Kau juga merupakan kakak terbaikku Kak... Kau satang padaku, Tentu saja aku sayang Padamu. Oh ya Kak... Sebenarnya kenapa Kau sampai terluka seperti itu. Untung saja saat itu aku ingin menemuimu . kalau tidak , aku tidak bisa membayangkan Apa yang akan terjadi Padamu..." Ucap Yun Jin sambil menatap Sima Yuan .
"ceriyanya panjang Jin..." Akhirnya Sima Yan menceritakan srmua yang terjadi padanya saat itu. Mulai kedatangannya bersama sang istri di Kerajaan Darga. Sampai penyerangan malam itu. Mendengar semua cerita Sima Yuan, Yun Jim sangat marah mendengar cerita .
"Brengsek...dasar keluarga gila dan serakah...aku sebenarnya sudah sejak dulu curiga para mereka. Mereka berani memegang Beberapa properti milik Bibi Yulia. Aku tahu Bibi sendiri yang mendirikannya . Dia berani merebut Restoran yang memang Bibi Yulia yang mendirikan sendiri. Dan Beberapa toko milik keluarga bibi juga telah Dia rebut..." Ucap Yun Jin.
"Oh ya kak...kalau putrimu Yueyue masih hidup , lalu Siapa bayi yang mati dengan tubuh Hancur itu...aku fikir Dia putrimu... Aku telah menguburkan dia setelah membawamu pergi dari sana..." Kata Yun Jin .
"Dia bayi kecil yang telah mengorbankan kehidupannya demi kehiduoan Yueyue. Karena itulah aku akan membalaskan kematiannya pada keluarga itu..." Ucap Sima Yuan dengan marah ..
"Ayah...biarkan aku yang membalasnya Yah... Bayi itu mati karena melindungiku, maka akulah yang akan menyiksa mereka yang telah membunuh bayi itu Ayah.." Ucap Siyue.
"Baik...aku akan menyerahkan mereka Padamu anakku...." Ucap Sima Yuan bangga.
"Hey Kau Yun Jin..mana adik iparku...?" Tanya Sima Yuan Pada Yun Jin. Mana sempat aku melakukan itu kak... Aku harus menjagamu..." Ucap Yun Jin dengan wajah memerah.
"Kalau begitu sekarang Kau harus mencari seorang istri , atau aku yang akan mencarikan kamu istri ..." Ucap Sima Yuan dengan wajah tenang.
"Hey...tidak bisa gitu kak , aku belum mau memiliki seorang istri..." Ucapnya .
"Ayah...jangan memaksa Paman , biarkan Dia mencari calon istri nya sendiri..." Ucap Siyue..
" Nach betul kata keponakanku kak...biarkan aku mecari calon istriku sendiri...." Ucap Yun Jin menimpali sambil Tertawa Senang.
"Baik, baik...sekarang Kau kulepaskan, karena kau mendapat dukungan dari keponakanmu. tapi ingat, kalau Kau terlalu lama tidak mendapatkan istri, maka aku yang akan mencari kan istri buatmu ingat itu..." Ancam Sima Yuan .
" Iya aku setuju...." Jawab Yun Jin sambil tersenyum .
"Dia putra dari adik bungsu Ayah atau Kakek Sang Baiki yang bernama Sima Ho Tang . sejak kecil Dia selalu menjadi ekorku, kemanapun aku pergi, Dia akan selalu mengikutiku. Jarak tiga tahun umur kami membuat Dia semakin manja padaku. Hingga akhirnya aku masuk Sekte di saat renaja barulah kami berpisah. Tapi dasar dia anak nakal. Dia akan tiba-tiba muncul Di ruang kamarku . entah Dari mana Dia bisa melakukannya. Sedamgkan orang laun sangat sulit masuk Sekte kalau bukan murid sekte. Baru tiga tahun kemudian Dia di bawa Guru dari Sekte Elang Putih untuk di jadi kan Murid. Aku dengar dia tidak mau, dia mau bersamaku saja. Tapi Karena Paman Tang sudah menetapkan dia Belajar di sekte Elang Putih, maka Dia tidak bisa berkutik lagi. walaupun sudah menjadi murid Sekte elang Putih, tapi kebandelannya tetap berlanjut . Dia tetap diam- diam pergi ketempat Ayah dan tidur di kamar Ayah... Dan akhirnya kami benar- benar berpisah saat Ayah memutuskan utuk berkelana . Saat tahu Ayah ingin berkelana , Dia mau nekat ikut. Tentu saja Ayah tidak menginjinkan itu, Karena dia satu-satunya Putra Paman Tang. Karena yang dua Adalah wanita ...." Kata Sima Yuan menceritakan hubungan mereka berdua .
"Oo...jadi Ayah dan Paman ini sepupu.... Pantas wajah kalian hampir sama..."Kata Siyue.
"Nach Kalian sekarang sudah tahu hubungan Ayah dan Paman Kan..?' tanya Sima Yuan pada Siyue dan Raja.
"Kami mengerri Ayah ...jawab mereka serempak.
"Ya sudah Ayah..Ayah bisa berbicara dengan Paman, sekarang Siyue akan membuat masakan untuk kita semua...." kata Siyue lagi.
"Pergilah nak... Kami akan betbincang di sini..." Ucap sang Ayah. Akhirnya Siyue dan Raja keluar dari kamar itu .
Sedangkan di tempat lain di sebuah rumah Yang terlihat sangat mewah, seorang gadis sedang menangis dalam Dekapan seorang wanita paruh baya . Dia Lin Yun .Setelah pulang dari Sekte Tapak Dewa, Karena dia terlihat sedih dan menangis, maka sang Guru menyuruh dia untuk kembali dulu ke rumah kediaman kedua orang tuanya. Lin Yun Pun segeta pulang, tapi dia bukan pulang ke kediaman tuan Sang Baiki tapi ke tempat lain , Yaitu rumah tuan Lo Chang Wa. Saat sampai di sana terlihat Lin Yun berteriak sambil menangis masuk kedalam rumah.
"Ibuuu...!" Seru nya yang membuat semua orang yang Ada di dalam rumah kaget bukan main. Mendengar Teriakan itu, Putri Lodya segera berlari keluar. Dia melihat Lin Yun berlari ke dalam sambil menangis.
"Lin Yun...Ada apa nak...?" ucap Lodya sambil memeluk gadis itu.
"Ibuu....!" Seru nya kembali.
"Sst..jangan Karas- keras Yun'er...bagaiaman kalau Ada yang mendengar teriakanmu itu. Dan apa Ada yang tahu Kau datang kemari..." Ucap sang Ibu dengan perasaan cemas. Dia Melihat kanan dan Kiri sebelum membawa masuk Lin Yun ke dalam rumah. Tanpa Dia sadari, seorang gadis pelayan muda sedang menatap kejadian itu , Dia nemperhatikan setiap tingkah kedua wanita itu. Dia juga mendengar saat gadis Lin Yun menyebutkan kata Ibu pada nyonya Lodya. dia mengikuti mereka secara sembunyi masuk kedalam rumah. Sedangkan Lodya sendiri segera membawa sang Putri masuk ke dalam kamar nya. Lalu mendudukkan gadis itu di pembaringannya.
"Ada apa Yun'er... apa Ada masakan di Sekte...?" Ucapnya sambil membelai kepala sang Putri.
"Ibu...Raja telah menyakitiku lagi..dia tidak mau menerimaku , Dia tidak mau menerima cintaku..." ucapnya dengan nada kesal.
__ADS_1
"Hey...mana mungkin nak...Kau ini jodoh sang Raja, mana mungkin dia akan menolakmu... Kau tahu.., Kau itu gadis darah Phoenix calon Ratu kerajaan Phoenix . Kau tahu apa artinya itu....? Artinya Kau itu merupakan penguasa kerajaan Phoenix...mana mungkin Raja akan menolak dan melepaskan dirimu Dari jodoh yang di atur sang Dewa..." Ucap Lodya dengan lembut.
"Tapi ini sudah kedua kalianya ibu...ini kedua kalianya Raja nenolakku...yang pertama saat pertemuan para tetua di Istana saat raja baru selesai merebut kerajaan Darga dari tangan Pangeran Ke dua . Saat itu dengan tegas Raja menolak perjodohan yang di usulkan oleh guru....dan sekarang kejadian itu terjadi lagi. Tadi guru kembali mempertanyakan soal perjodohanku dengan Raja, tapi apa yang terjadi Bu....dia menolakku dengan terusterang. Dia Malah mengatakan Kalau dia sudah memiliki gadis pilihannya , dan Kau tahu Ibu....saat tadi aku berkata kalau seandainya yang Mulia memilihku menjdi Ratu kerajaan ini, aku akan memperbolehkan dia memiliki banyak selir, aku tak perduli itu. Tapi apa jawabannya , Dia menolakku Ibu....dia menolakku di depan Guru dan Para pengawalnya...! Aku malu, sedih dan marah ibu....!" Seru Lin Yun dengan kembali menangis.
"Sudah , sudah nak...jangan menangis lagi, jika Raja tidak mau, saat Kau menjadi Ratu Kerajaan Phoenix akan banyak Pria yang berebut cintamu dan aku Yakin kalau Raja akan memintamu memjadi Istrinya ...Kau tenang Ya . " ucap Sang Ibu menghibur Putrinya. "Benarkah Ibu.. Sebab aku sangat Mencintai Raja Chu Tian Ji, aku tidal ingin Ada wanita lain yang merebut dia dari tanganku..." Ucap Lin Yun dengan nada Sedih.
"Jangan khawatir Nak.. Pasti kau akan menjadi penguasa Kerajaan Phoenix dan otomatis Kau akan mudah nenjadikan Raja Chu Tian Ji sebagai Suamimu...." ujar sang Ibu. Dan pada saat itulah seorang pria Tua masuk kedalam kamar itu. Dia tuan Lo Chan Wa sang Kakek kandung dari putri Lin Yun .
"Ada apa ini..." Ucap Pria Tua itu. Melihat kedatangan tuan Lo Chan Wa, Lin Un segera berdiri dan berlari memeluk sang Kakek. "Ada apa Lin Yun...?" Tanya kakek itu. Linyun memceritakan kembali apa yang dia ceritakan pada sang Ibu.
"Brengsek...pasti Raja Ada yang mempengaruhinya...tenang saja cucuku...aku akan membuat Raja cepat mengambil keputusan untuk menikahimu. Beberapa bulan lagi, penobatan Ratu Phoenix akan segera di lakukan dan setekah itu lihat saja , Kau akan menjadi Ratu Kerajaan Darga ini. Kau akan menjadi Ratu dari dua kerajaan besar di Dunia atas ini..."ucap sang Kakek meyakinkan. "Trimakasih Kek.. Kakek memang yang terbaik..." Ucap Lin Yun manja.
"Oh ya bagaiaman keadaan Ayah palsumu atau Kakek palsumu itu..." Kata Tuan Lo Chan Wa Dengan wajah kesal, jika bukan karena sang Cucu bisa merebut semua milik Cucu asl I tuan Sang Baiki , Dia tak akan rela Cucu perempuan satu satunya di berikan pada Pria yang telah mengambil orang yang sangat dia cintai . menjadi istrinya. Yaa...Tuan Lo Chan Wa sangat Mencintai nyonya Yulia istri tuan Sang Baiki yang juga merupakan saudara tirinya , Ibu dari Sima Yuan.
Bertahun - tahun rasa sakit dalam hatinya tidak bisa hilang , Karena itulah dia sangat dendam dan ingin menghancurkan keluarga Sima Sang Baiki dan gadis yang pernah dia cintai. Namun kesempatan itu tak pernah Ada . dan saat sang Putri menangis Karena Cintanya Di tolak oleh Putra Terakhir Sang Baiki , maka Niatnya berbalik pada Sima Yuan, dan kesempatan itu tiba- tiba Ada saat Sima Yuan pulang dari merantau dengan membawa seorang Istri . Lodya yang saat itu telah bercerai dengan suaminya Merasa sakit hati ketika melihat kebahagiaan Sima Yuan, akhirnya mereka memutuskan akan membunuh kedua orang itu peserta bayi yang Ada dalam kandungan Istri Sima Yuan dengan Racun. Walaupun saat itu Putrinya Sendiri si Lodya juga hamil Tua. Apa lagi mendengar cerita dari sang Putri tentang gadis darah Phoenix .
"Ayah....ayah...." Terdengar suara Lodya membuyarkan lamunan Tuan Lo Chan Wa .
"Ayah...Ada apa...? Kenapa Ayah melamun..?" Ucap sang Putri saat melihat sang Ayah yang diam saja saat dia panggil berkali-Kali .
"Aah...tidak nak...aku hanya mencari Cara bagai mana membuat Raja cepat menikahi cucuku. Setelah Dia menikah dengan Raja. kita akan mengatakan pada semua orang kalau dia Cucu keturunan Ayahmu ini..." Ucap Pria Tua itu.
"Sabar Ayah....jangan terburu-buru. Nanti Malah akan membuat tencarana kita berantakan Ayah..." Kata sang Putri.
"Benar Katamu nak...kita harus bersabar agar rencana kita menjatuhkan Keluarga Sima Yuan terlaksana dengan lancar..." Ucap sang Ayah. Namun percakapan mereka terhenti saat mereka melihat seorang wanita masuk kedalam ruangan itu.
"Apa yang sedang kalian bicarakan..." Ucap wanita itu.
"Hanya masalan si kecil Lin Yun Ibu..." Ucap Lodya.
"Apakah Lin Yun bermasalah...?" Tanya Wanita itu lagi .
"Tidak ibu...Lin Yun baik- baik saja ..." Ucap Lodya dengan wajah tenang.
"Oo..syukurlah...aku fikir Ada masakan pada cucuku itu..." Ucap Wanita itu dan segera berlalu meninggalkan ruangan itu.
Sedanhkan Di tempat Siyue terlihat mereka semua makan bersama, Ayah, Paman Yun Jin, Raja Dan semua mahluk kontrak Siyue . Setelah Makan, Siyue berpamitan pada Sang Ayah.
"Ayah..sepertinya Siyue sudah lama tinggal di sini, jadi ijinkan Siyue keluar dulu nanti kalau Ada waktu senggang, Siyue akan kemari...dan Siyue janji akan membawa Kakek dan Nenek kemari...." Pamit Siyue.
"Kau Pergilah nak...hampir sehari semalam Kau berada di tempat ini. Sekarang kembalilah.." Jawab Sime Yuan
"kalau begitu Siyue pamit Ayah...Paman apakah Kau akan tinggal di sini bersama Ayah...?" Tanya Siyue.
"Benar Yue'er...Paman masih rindu dengan Ayahmu.." Ucap Yun Jin.
"Kalau begitu Siyue dan Tian'ge akan pergi dulu Paman...kalau Paman ingin keluar, Paman bisa mengatakannya pada Xiao Tu, dia akan mengatakannya pada Siyue..."ucap Siyue.
"Baik akan aku lakukan..." Ucap Yun Jin . tak lama terlihat Raja dan Siyue segeta keluar dari Istana milik nya. Setelah memberi pesan pada semua hewan kontraknya, Siyue segera menghilang dari ruang Teratai nya.
Udahan dulu aku lanjut besok ya...
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu. Oh ya kalau masih Ada typo bertebaran maafkan author ya...,🙏
Bersambung.
__ADS_1