DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KERUMAH MERTUA.


__ADS_3

"Kak Terimakasih ya.... kau memang Kakak Lelaki dan juga guru terbaikku...." ucap Siyue gembira.


"Iya...sama- sama..." ucap Dewa Saora sambil tersenyum dan mengusap kepala Siyue.


"Ya sudah sana masuk kerumahmu dulu, besok kita pergi kerumah Paman Dan Kerumah Bunda. Bunda sudah merindukanmu..." ucap Dewa Saora.lembut .


"Kau tidak ikut masuk juga....?" tanya Siyue.


"Hari sudah malam, Istirahatlah...lebih baik kita pergi ke rumah Paman dan Bibi pagi- sekali, agar cepat bertemu mereka..." ucap Dewa Saora .


"Baiklah kalau begitu kami masuk dulu. Selamat sore Kak...guru..." ucap Siyue sambil tersenyum gembira.


.


"Kau ini.... Sore juga..." ucap Dewa Saora sambil mengusap kepala Diyue dan berjakan kearah rumahnya .


Sedangkan Siyue sendiri segera masuk kedalam gerbang istana Dewa Wiqya bersama sang Suami. Melihat wajah lelah Sang Istri, Dewa Wiqya segera mengangkat dan menggendong sang Istri . Melihat itu, para penjaga hanya tersenyum diam- diam. mereka yang ndak pernah melihat kebucinan Dewa Wiqya, hanya bisa ternganga tak percaya . tapi yang sudah pernah melihatnya, hanya bisa menahan senyum bahagia. mereka ikut bahagia melihat panglima mereka bahagia .


Setelah sampai di dalam Rumah , terlihat para pelayan menyambut kedatangan Dewi prmilik Istana mereka dengan bahagia. Mereka sangat merindukan wanita cantik yang baik hati itu kembali . Apalagi melihat perut Siyue yang sudah membesar . mereka sudah tak sabar menunggu kehadiran putra pertama Dewa Wiqya dan Siyue.


Perlahan Dewa Wiqya menurunkan sang Istri. Setelah menyapa mereka, Siyue segera masuk kedalam kamar yang dulu milik sang Suami .


" Han di tempat inikah dulu kau hampir di jebak oleh seorang wanita...?" tanya Siyue. Yang dulu belum sempat dia tanyakan.


"Benar...kalau ingat hari itu, ingin rasanya aku menghukum dan memotong - motong wanita itu. .." ucapnya dengan marah.


"Memang apa yang dia lakukan..." tanya Siyue heran.


"Mereka memberiku racun pemikat, agar aku bercinta dengan wanita itu..." ucap Dewa Wiqya sambil memeluk erat tubuh Siyue dari belakang . Sepertinya Dewa Wiqya mengalami trauma pada kejadian itu . Terlihat tubuhnya yang gelisah dan menegang saat Siyue menanyakannya . Melihat itu Siyue segera mengusap tangan yang memeluk dirinya dengan lembut .


"Tenang Han....Bukankah sekarang ada aku .... Tak akan kubiarkan itu terjadi lagi..." ucap Siyue sambil mengusap wajah yang berada di ceruk lehernya. Siyue membuka perlahan pelukan itu. Dia segera berbalik menatap wajah Dewa Wiqya. Perlahan tangan lentiknya mengusap wajah tampan sang Suami.


"Kau mencintaiku kan..?" tanya Siyue lembut. Terlihat kepala Dewa Wiqya mengangguk.


"Sekarang kita duduk Yu..." ajak Siyue. Perlahan dia membimbing tangan sang


Suami dan mendudukannya di atas ranjang.


"Ceritakan semua yang terjadi , aku akan mendengarkan, agar beban dalam hatimu hilang....dan Apakah karena masalah ini . hingga kau membenci kaum wanita...?" tanya Siyue lembut.


"Bisa juga seperti itu....setelah kejadian itu, aku sangat membenci kaum wanita. Apalagi yang bertingkah memuakkan....walaupun aku dulu memang tidak suka berdekatan dengan perempuan, tapi setelah kejadian itu, aku semakin benci...."ucap Dewa Wiqya dengan wajah kesal.


"Karena itukah sifat menyebalkan yang kau tunjukkan padaku saat kita pertama kali berjumpa..?" tanya Siyue.


"Maafkan sikapku saat itu ya..?" ucap Dewa Wiqya lembut.


"Aku nggak apa- apa kok...sebenarnya apa yang terjadi...kenapa kau sampai membenci wanita...?" ucap Siyue.


"Pada Mulaya memang aku tidak suka berdekatan dengan wanita. Entah kenapa aku seperti alergi pada wanita. Aku hanya bisa dekat dengan Ibu dan kedua adikku. Dan terakhir dengan Nadya. Tapi itu hanya sebatas bawahan dan pimpinan atau rekan kerja saja. Dan kami berinteraksi berjauhan. Namun saat aku tahu dia mencintaiku, aku mulai jaga jarak atau tak perduli dengan dia.


Dan saat kejadian yang membuatku marah itu , aku baru kembali dari latihan.... Saat itu karena aku kelelahan , aku langsung masuk kedalam kamar ini. Dan meminum air yang memang selalu pelayan siapkan untukku...."


"Tunggu...bukankah kau benci dengan wanita, lalu para pelayan....? Bukankah mereka wanita juga...?" tanya Siyue memotong cerita Dewa Wiqya.


" Saat muda dulu, para pelayan lelaki semua, hanya pelayan yang memasak makanan saja yang perempuan, setahuku tiga wanita paruh baya yang memang Saora siapkan untukku. Dan merekapun aku larang terlihat di depanku. Jadi mereka tidak akan pernah masuk ke sini.


Setelah aku selesai minum minuman fi atas meja tadi, tiba- tiba badanku lemas sekali . Tubuhku bagai lumpuh tak bertenaga. dan perasaan ingin menyentuh seseorang menggebu dalam diriku. Dan saat itulah aku baru sadar kalau aku terkena racun. Dan aku yakin racun itu ada pada air yang aku minum tadi . Namun di saat aku berusaha menetralkan racun itu , tiba - tiba aku melihat seorang wanita ada di dalam kamarku tanpa busana sama sekali. Dia telah menutup pintu kamar dan menguncinya. Aku yang saat itu tak berdaya berusaha mati- matian melepaskan pengaruh racun yang ada dalam tubuhku. dan wanita itu mulai mendekatiku dan berusaha menyentuh diriku. Dengan kekuatanku aku berusaha lepas dari belenggu hasrat ingin menyentuh wanita itu. Hingga aku menggigit bibirku agar terluka. Wanita itu dengan senyuman yang menjijikkan membuka bajuku. Dan saat dia bisa membuka baju atasku, aku mulai bisa melepas pengaruh racun yang ada di dalam tubuhku. Untunglah di saat gadis itu hampir bisa membuka celanaku, aku bisa menguasai tubuhku kembali . dengan cepat aku melempar wanita itu dari tubuhku . Dan ternyata wanita itu masuk kedalam kanarku karena mendapat bantuan dari seorang pengawal . aku membunuh wanita itu bersama pengawal yang bekerjasama dengan dia saat itu juga.. " ucap Dewa Wiqya. Terlihat kemarahan di wajah tampannya .


"Lalu kata Zuzaku kau juga di jebak oleh Dewi Nadya.. ? Gimana ceritanya...?" tanya Siyue. Mendengar pertanyaan Siyue dan melihat wajah cemberunya , Dewa Wiqya tersenyum dan dia menangkup kedua pipi Siyue mencium lembut keningnya.


"Kenapa..? kau cemburu. ..?" ucapnya lembut sambil menatap wajah cantik Siyue yang terlihat semakin cantik saat hamil.


"Ck.. Mana mungkin..." ucap Siyue sambil memejamkan matanya. Entah kenapa saat mendengar sang suami pernah di sentuh wanita lain, perasaannya ingin marah dan memukul Dewa Wiqya.


Melihat wajah Siyue yang memerah , Dewa Wiqya tersenyum bahagia , Dia tahu sang istri cemburu dan marah mendengar ceritanya tadi .


"Maafkan aku...aku yang ceroboh sampai seorang wanita bisa menyentuh tubuhku. Tapi aku telah membunuh dia yang begitu berani menyentuh diriku..." ucap Dewa Wiqya dengan lembut. Mendengar ucapan Dewa Wiqya terlihat Siyue tersenyum.


"Maaf...aku tahu itu bukan salahmu...entah kenapa saat mendengar wanita lain menyentuhkmu, aku ingin marah..." ucap Siyue sambil tersenyum.


"Tidak masalah sayang...justru aku bahagia, karena dengan melihat kau cemburu itu bertanda kau mencintaiku..." ucap Dewa Wiqya sambil mencium sekilas bibir yang membuat candu dirinya.


"Lalu apa maksud Zuzaku itu...?" tanya Siyue lagi.


"Aku juga bari tahu kalau Nadya yang melakukan itu... Saat itu aku menghadiri pertemuan para Dewa . Dan saat setelah meminum air yang dibagikan oleh pelayan , entah kenapa tiba- tiba aku merasakan kepalaku pusing sekali. Karena aku tidak tahan lagi, aku pamit pulang, saat itu entah sejak kapan Nadya ada di sisihku. Dia tiba- tiba ingin membantuku kembali ke istana . karena tibuhku sangat lemas sekali, akupun menerima itu karena saat itu Saora tidak ada. Dengan bantuan Nadya aku pulang ke istana. Ketika sampai di istana, aku merasakan perasaan seperti ingin menyentuh Dewi Nadya. Untungnya aku masih memiliki kesadaran dan kewarasan fikiran . Dan aku berusaha menolak perasaan itu. Untuk menghindari kejadian yang tidak aku inginkan, aku menyuruh Nadya pergi.

__ADS_1


Setelah aku mendengar ucapan dari Zuzaku dulu, baru aku menyadari tingkahaaneh Nadya saat itu. Saat aku menyuruh dia pergi. Dia kekeh tidak mau, dia beralasan takut aku membutuhkan sesuatu. Melihat penolakan Nadya, aku heran dekaligus marah . akhirnya aku meminta pengawal bayangku untuk mengusir dia. Aku tidak pernah menyangka kalau Dia berani melakukan semua itu ... Dan kejadian itu bukan hanya sekali, tapi dua kali. ." kata Dewa Wiqya bercerita. Tiba- tiba Siyue mendengar Zuzaku berkata.


"Gadis yang menjebak dengan minuman yang dia ceritakan tadi , juga suruhan Dewi Nadya.." ucap Zuzaku.


"Maksud Kakak...?" tanya Siyue heran.


"Gadis itu hanya bertugas memancing dan membuka baju Dewa Wiqya. Setelah itu, pekerjaan selanjutnya Dewa Nadya yang melakukannya . jika saja Dewa Wiqya terkena jebakannya..." ucap Zuzaku . tentu saja Siyue kaget.


"Maksud Kakak , saat itu dia ada di sini juga...?!" seru Siyue dengan wajah tak percaya.


"Iya...dia ada di belakang pintu kamar ini..." ucap Zuzaku .


"Sayang....sayang...Hey..ada apa...? Kenapa Diam seperti itu...?" ucap Dewa Wiqya sambil menepuk pelan pipi Siyue. Siyue pun menatap sang Suami.


"Ada apa...kenapa kau menatapku seperti itu...?" tanya Dewa Wiqya .


"Han...kata Zuzaku gadis yang menjebakmu dengan air minum itu juga jebakan Dewi Nadya..." ucap Siyue perlahan.


"Apaaa...itu juga jebakan Nadya...?mana mungkin...!" serunya tak percaya.Siyue pun mengatakan apa yang di katakan Zuzaku padanya tadi.


"Kurang ajar.. dasar wanita murahan...!" seru Dewa Wiqya marah.


"Beb....Suru Zuzaku keluar...!" ucap Dewa Wiqya .


"Ck...santai saja..Ada apa kau memanggilku... kenapa kau marah dan ingin bertemu denganku..." ucap Zuzaku cuek yang tiba- tiba sudah berada di dekat Siyue.


"Kau ini... dari mana kau tahu kalau itu juga jebakan Dewi Nadya.. ?" tanya Dewa Wiqya.


"Ck...kau membelanya...?" ucap Zuzaku kesal .


"Bukan membelanya, tapi jangan menuduh sembarangan...." ucap Dewa Wiqya.


"Sembarangan gimana... Sebab saat itu aku ada di sini...aku sedang menjalankan tugas dari Dewa Agung..Beliau menyuruhku memanggilmu untuk menghadap beliau, beliau ingin mengatakan sesuatu padamu. Ketika sampai di gerbang depan, para penjaga mengatakan kalau kau baru saja masuk . akhirnya aku masuk kedalam. Dan saat aku sampai di sini, aku melihat Dewi Nadya terlihat modar- mandir dengan wajah cemas tapi sesekali berdiri sambil tersenyum gembira di depan kamarmu. Saat itu aku berfikir apakah dia gila karena terlalu terobsesi denganmu . aku diam sejenak, bagai mana aku bisa memanggilmu, akhirnya aku memutuskan menunggu kau keluar, sambil memperhatikan Dia. Namun saat aku mendengar jeritan menyayat dari kamarmu dan suara tubuh menghantam tembok dengan keras, aku kaget. Dan saat itu juga aku melihat Dewi Nadya berlari keluar dari depan kamarmu dengan wajah pucat. Dan aku sempat mendengar umpatannya.


Dasar bodoh...tugas seperti itu saja tidak bisa melakukannya dengan benar.. bukankah pil ramuan itu sudah yang paling kuat.. , Kenapa dia masih bisa lolos juga. tinggal sedikit saja, Dewa Wiqya sudah menjadi milikku untuk selamanya. Bodoh, bodoh, Dasar bodoh, cara bagaimana lagi agar dia bida jadi milikku. ...umpatnya sambil berlari keluar, dan melompat keluar tembok pagar istanamu. Saat itu aku bingung, apa maksud gadis itu . tapi setelah mendengar ceritamu tadi . dan teringan kejadian masa lalu saat aku melihat Kau membunuh wanita yang di seret keluar dari kamarmu dengan luka parah , aku kaget. apalagi mendengar kalau Wanita itu ingin menggodamu. Dan aku baru tahu sekarang arti ucapan Dewi Nadya dahulu .." ucap Zuzaku dengan wajah tenang .


" Ck..kau ini...kenapa saat itu kau tidak mengatakan padaku...?" tanya Dewa Wiqya dengan wajah kesal.


"Apa urusanku...apakah aku begitu dekat denganmu. Kau saja jika bertemu denganku belum tentu mau menyapaku..." ucap Zuzaku cuek. Benar kata Zuzaku, Dewa Wiqya memang tidak terlalu dekat dengan Zuzaku .Walaupun Dewa Wiqya tangan kanan ketiga Dewa utama. Apalagi memang Zuzaku jarang ada . Dia ada dalam bayangan Dewa Agung. Mendengar ucapan Zuzaku Dewa Wiqya hanya bisa berwajah kesal. Zuzaku pun kembali je ruang Teratai.


"Sudah... bukankah Dewi Nadya sudah mendapat balasannya..." ucap Siyue lembut.


"Kenapa kau tidak bisa tertarik pada Dewi Nadya. Bukanya Bunda juga menjodohkan dia padamu...?" tanya Siyue.


"Aku tidak mempunyai ketertarikan pada Wanita. Apalagi pada wanita yang mengejarku . Aku malah sebal melihat mereka yang mengejarku...." ucap Dewa Wiqya .


"Dasar manusia Dingin dan sombong...lalu kenapa kau malah mengengejarku. Sedangkan kau sendiri tahu kalau aku sama sekali tidak tertarik padamu. Malah kau tahu, aku agak kesal dengan kesombonganmu...?" ucap Siyue sambil menatap Dewa Wiqya.


"Entahlah...mungkin karena kita memang berjodoh. saat aku melihatmu di dasar jurang hutan Roh, aku merasa kau bagai bidadari yang jatuh dari Nirwana. Saat itu aku belum tahu kalau aku si Dewa Wiqya. Namun Sifat egois dan sombongku kalah dengan kelembutan dan sikap polosmu. Apalagi saat aku merasakan kekuatan mu saat menolongku..." ucap Dewa Widya sambil mencium seluruh wajah Siyue.


Mendengar ucapan Dewa Wiqya dan sikap kasih sayangnya yang memang selalu dia perlihatkan, Siyue merasa terharu. Diapun segera memeluk tubuh gagah itu.


"Sayang... Jangan pernah tinggalkan aku, jangan pernah jauh dariku...sampai kapanpun kita akan selalu bersama..." ucap Dewa Wiqya dengan penuh kasih sayang.


"Iya...aku tak akan pernah pergi dan menjauh darimu..." ucap Siyue lembut.


"Ya Sudah ayo tidur...kau harus banyak istirahat kita sudah mengeluarkan tenaga yang cukup besar hari ini ..." ucap Dewa Wiqya.


"Tunggu sayang...aku akan mengeluarkan mereka dulu...." ucap Siyue.


"Ya ampuuun....aku juga hampir melupakan mereka..." ucap Dewa Widya.


Mereka segera keluar dari kamar Siyue. Dan berjalan ke ruang tengah. Setelah itu Siyue mengeluarkan Ayah Bunda dan ke empat sahabatnya dan tiga pengawalnya . Ketika mereka telah keluar, terlihat wajah bengong dan kagum jadi satu.


"Yue'er...ini di mana...?" tanya Chan Sin.


"Ini Nirwana tepatnya Istana Dewa Wiqya . Istana Dewa Perang. Jadi jangan sembarangan keluar, karena di sini pusat Prajurit kerajaan Nirwana..." ucap Siyue.


"Benarkah...? Tapi jika kami hanya keluar melihat gimana...?" tanya Chan Sin Lagi.


"Tidak masalah...malah kalau kalian bisa , kalian bisa bergabung dengan mereka. Karena kalian akan Yue'er rekrut menjadi pengawal pribadinya. Jadi kemanapun Yue'er dan aku pergi kalian bertuju adalah pengawal kami. Kalau bisa kalian juga harus belajar ilmu kesehatan, agar menyempurnakan kekuatan dan keahlian kalian..." ucap Dewa Wiqya.


"Maaf Yang Mulia...kalau hamba suru menghadapi para pasien yang berlumur Darah, lebih baik hamba menghadapi berpuluh alat peledak, ataupun bermacam persenjataan..." ucap Chan Sin dengan wajah bergidik.


"Dia ahli di dalam alat persenjataan Sayang... dan saat ini aku dan Dia sedang membuat bahan peledak . Di jamanku di namakan granat . Sejenis bahan peledak yang bisa menewaskan banyak orang ...." kata Siyue menerangkan.

__ADS_1


"Benarkah....? apa benar itu Chan....?" ucap Dewa Wiqya dengan wajah kaget .


"Benar yang Mulia... kami sudah menghasilkan beberapa buah benda itu. tapi karena yang Mulia Ratu kandungannya semakin mendekati masa kelahiran , maka Kami menghentikan pembuatan benda itu. walaupun hamba masih mencoba menyempirnakannya...." ucap Chan Sin.


"Sayang...kapan kau melakukan itu... Bukankah aku selalu bersamamu...?" ucap Dewa Wiqya sambil menatap Siyue dengan wajah heran.


"He he he...Maaf....karena keinginanku membuat alat itu sangat besat , saat kau tidur aku keluar dan menemui Chan Sin untuk menyempurnakan alat yang di buat Kami , maaf ya Han...." ucap Siyue menatap Dewa Wiqya dengan wajah lucu menggemaskan.


"Dasar nakal...bagaimana jika terjadi sesuatu padamu hmm..." ucap Dewa Wiqya sambil menyentil kening Siyue .


"Aaauuu....!" seru Siyue sambil mengusap keningnya.


"Jangan ulangi lagi ... bukanya aku sudah bilang padamu, kalau kemanapun atau apapun yang kau lakukan kau harus mengajakku...kau mengerti itu kan...?" ucap Dewa Wiqya sambil memeluk dan mengusap kening yang baru saja dia sentil .


"Iya...tapi saat itu aku takut kau akan menghalangiku ..maafkan aku ya.. " ucap Siyue yang merasa bersalah.


"Ya sudah sekarang kita istirahat dulu. dan kalian bisa melakukan apapun tapi jangan sampai keluar dari pintu gerbang . kalian bisa mencoba berteman dengan para prajurit..." ucap Dewa Wiqya .


"Trimakasih yang Mulia..." ucap mereka bersamaan.


"Ayah dan Bunda akan di antar pelayan untuk istirahat di kamar yang sudah Wiqya siapakan . ..." ucap Siyue. Dan Dia segera memanggil pelayan untuk Mengantar kedua mertuanya, Serta para sahabat dan pengawalnya . Setelah melihat para pelayan membawa mereka kekamar mereka masing - masing, Dewa Wiqya segera membawa Siyue masuk kedalam Ruang Kamar mereka. Dan Siyue memilih tinggal di dalam Ruang Teratai . Karena Di sana Dia bisa berendam dan bermeditasi. karena hari kelahiran si kecil sudah semakin dekat.


Keesokan paginya Siyue , Dewa Wiqya serta Kedua orang Tua Siyue juga para pengawalnya, segera berangkat ke istana Dewa Yang Xi. Dewa Saora juga ikut menemani mereka menuju istana Dewa Yang Xi . Siyue, Dewa Wiqya dan kedua Orang tuanya serta Dewa Saora , menaiki Kereta Dewa Widya. sedangkan sahabat dan ketiga mengawal mereka , Menaiki kereta kuda milik Dewa Saora. Mereka segera berangkat ke rumah Dewa Yang Xi .


Ketika sampai Di Istana Dewa Yang Xi . terlihat keadaan rumah Dewa Yang Xi dalam keadaan di jaga ketat oleh beberapa prajurit milik sang Ayah. Melihat itu, Dewa Wiqya kaget.


"Ada apa ini Saora...kenapa Istana Ayah di jaga ketat...?" ucap Dewa Wiqya perlahan.


"Kita masuk dulu...kau akan mengetahuinya sendiri..." ucap Dewa Saora datar .


Saat Prajurit penjaga melihat siapa yang datang, mereka segera membuka pintu gerbang. Setelah memarkirkan kereta mereka, Dengan tak sabar Dewa Wiqya turun dari keretanya. tapi Dia tak lupa membantu sang istri turun.


"Pergilah lebih dahulu, lihat ada apa denga Ayah dan Bunda..." ucap Siyue lembut.


"tidak kita pergi bersama..." ucap Dewa Wiqya. Merekapun melangkah masuk kedalam Istana. Dengan berjalan cepat walaupun agak kesulitan .Siyue akhirnya sampai juga di depan pintu kamar sang Ayah. Dan saat mereka mengetuk pintu kamar, mereka mendengar suara sang ibu dari dalam ruangan mempersilahkan mereka masuk. Dengan cepat Siyue dan Dewa Wiqya masuk. dan ternyata Dewa Saora dan Kedua orang Tua Siyue juga telah masuk kedalam istana. dan mereka terlihat duduk di ruang tamu. Sedangkan Siyue dan dewa Widya segera membuka kamar sang Ayah. terlihat sang Bunda ada di sana bersama ketiga saudaranya. sedangkan sang Ayah terlihat tidur dengan wajah pucat


"Yue'er...Wiqya....!" seru sang Ibu dengan wajah sedih. Siyue segera mendekat dan memeluk sang Bunda.


"Kenapa dengan Ayah Bu..." ucap Siyue lembut .


"Dia di serang Raja Iblis saat bekerja..." ucap sang Bunda.


"Apaaa...di serang Raja Iblis...!" seru mereka berdua hampir bersamaan.


"Kapan itu Bu...?" tanya Dewa Wiqya dengan marah .


"Dua minggu yang lalu nak..." ucap Sang Bunda .


"Kenapa Bunda tidak memberitahu kami...?" tanya Dewa Wiqya kesal.


"Kami takut Yue'er kaget dan itu akan mempengaruhi kandungannya...." jawab sang Bunda .


"Boleh Siyue memeriksa Ayah...?" ucap Siyue dengan air mata berderai. melihat wajah pucat Dewa Yang Xi yang sudah menganggap Dia seperti Putrinya sendiri tentu saja Siyue yang Sensitif saat Hamil , tak bisa menahan keluarnya air matanya .


"Periksalah...tapi jangan menangis hmm" ucap Dewa Wiqya lembut sambil mengusap air mata sang Istri . Siyue mengangguk lalu segera memeriksa Dewa Yang Xi.


Terlihat Detak nadi Dewa Yang Xi sangat lemah. dan saat Siyue membuka dada sang Ayah, Dia melihat gambar telapak tangan hitam ada di dada sang Ayah.


"Ck..ternyata Dia..." ucap Siyue dengan nada kesal.


"Ada apa Yue'er..." tanya Dewe Wiqya


"Tidak ada apa- apa Han...Aku akan mencoba mengobati Ayah. maaf Bunda...boleh Siyue membawa Ayah pergi.." kata Siyue .


"Apaaa...pergi...?!" seru Sang Bunda kaget .


"Aku akan membawa Ayah ke ruang teratai bersama Suamiku Bunda...bunda bisa menunggu di sini sebentar..." ucap Siyue.


"Tapi Nak..." ucap Sam Bunda Ragu.


"Ada aku Bunda...."ucap Dewa Wiqya. akhirnya dengan berat hati sang Bunda mengijinkan Siyue dan Dewa Wiqya membawa Dewa Yang Xi.


Dewa Wiqya di bantu Dewa Kunlao segera membawa Dewa Yang Xi pergi ke Ruang Teratai. Dan ternyata para sahabat mahluk kontrak Siyue Sudah mempersiapkan apa yang Siyue butuhkan. Tak berapa lama terlihat Dewa Yang Xi telah berada di dalam bak yang berisi air suci sampai di dada.


Udahan dulu ya ceritanya. maaf jika akhir- akhir ini Author up date dua hari sekali sebab , penyakit lambung author kambuh.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu . Maaf...author bener - bener minta maaf. 🙏🙏.


Bersambung .


__ADS_2