
"Dasar tidak berguna...kalian akan mendapatkan hukuman .... Kalau tidak, kalian akan kembali melakukan perbuatan yang merugikan seperti ini...apakah kalian tahu siapa dia....!" teriak guru San We Marah.
Mereka terdiam dalam penyesalan .
Akhirnya guru San We membawa masuk Siyue dan Raja langsung kerumah tinggal tempat dia pribadi . Para guru yang tadi ikut menyaksikan kejadian itu heran. Ada apakah ini...siapa kedua pria itu...?" ucap mereka dalam hati. Atau berbisik pada sang teman. Membicarakan masalah tadi.
Namun mereka juga kagum dengan gerakan lincah pria muda tadi yang sepertinya memberi pelajaran pada murid mereka.
Siyue dan Raja mengikuti Guru San We . mereka melalui beberapa kelas dan ruang- ruang entah ruang Apa. Namun saat Siyue sedang berjalan dengan tenang bersama Raja dan guru San We . Tiba- tiba ada yang memanggil namanya. Tentu saja Siyue kaget.
"Siyue....!" seru panggilan yang membuat berhenti ketiga orang yang sedang berjalan kearah rumah tinggal guru San We. Dan saat Siyue melihat siapa yang memanggil nya. Siyue terkejut bukan main.
Ternyata yang memanggilnya adalah Wai Zi yang mengaku kakak sepupunya.
"Wai Zi kau kah itu....?" tanya Siyue tak percaya. Pria ini terlihat ada sedikit kemiripan dengan Siyue .
"Jadi kau benar- bebar Siyue kan...?" ucap Wei Zi kembali setelah dekat dengan mereka .
"Kak...apakabar...?" kata Siyue .
Dan dengan cepat Wei Zi membawa Siyue dalam pelukannya.
"Aku baik- baik saja adikku..lama tidak bertemu ternyata sampai juga kau di sini...! " ucap pria itu sambil menangis .
Tentu saja Raja dan guru San We terkejut melihat salah satu murid perguruan mengenal Siyue. Melihat sang Kekasih dalam pelukan seorang pria , apalagi pria itu juga tampan, Raja langsung menarik Siyue dalam pelukannya.
"Apa yang kau lakukan.. Apa- apaan kau ini... siapa kau,..? berani sekali memeluk Siyue...!." seru Raja Marah. Tentu saja Wai Zi kaget ketika adik sepupunya di tarik dari pelukannya.
"Hey siapa kau...!" serunya dengan marah. Melihat kejadian itu. Siyue pun menengahi.
"Tunggu...tunggu..." ucapnya sambil berdiri di tengah mereka.
"Kak...Dia Kakak Seniorku Tian. Dan ini kakak sepupuhku namanya Wei Zi..." ucap Siyue sambil menatap sang Raja dan Wai Zi pergantian
"Sepupu....?!" seru Raja dan guru San We bersamaan.
"Benar guru...Siyue adalah saudara sepupu murid..." jawab Wai Zi.
"Darimana kau tahu Siyue saudara sepupumu...?" tanya Guru dengan wajah heran.
"Paman Yun Jin yang memberitahukan padaku Guru..." jawab Wei Zi .
"Lalu dari mana kau bisa mengenal Siyue. ?" tanya Guru kembali.
"Apakah guru masih ingat saat murid meminta ijin beberapa bulan pada guru Kansi...?saat itulah Wei Zi mendapat tugas dari guru Yun Jin untuk pergi kealam bawah untuk menjaga Siyue. Saat itu paman Yun Jin harus kembali karena paman Sima Yuan semakin parah. Namun saat itu Paman Yun Jin takut Siyue dalam bahaya . Karena itulah paman Yun Jin memberi tugas pada Murid untuk pergi ke alam bawah Menemaninya. Tapi beberapa hari ketika Murid sampai di sana, Kakek Angkat Siyue di bawa ke alam tengah tanpa setahu Siyue . Akhirnya Murid harus menunjukkan jalan kepada Siyue untuk menuju ke Alam tengah melalui hutan Kegelapan. karena Murid tidak bisa membawa Siyue bersama beberapa temannya dengan cara berteleportasi . di sebabkan kekuatan murid belum mampu membawa mereka berteleportasi, Murid tidak bisa membawa mereka langsung. Dan kami berpisah di hutan kegelapan...." ucap Wei Zi dengan wajah sedih.
"Tunggu kak...kalau begitu kau tahu keberadaan guru Yun Jin...?" tanya Siyue dengan cepat. Terlihat Wei Zi mengangguk.
"Apakah kau bisa membawaku kesana...? Sebab ada yang ingin aku tanyakan padanya... " tanya Siyue.
"Tentu saja..sebab Paman berkata kalau kau datang , aku di minta untuk membawamu padanya..." jawab Wei Zi.
" Kalau begitu bisa kan Kakak membawaku pergi ke guru Yun Jin setelah Kami menyelesaikan tugasku pada guru Dan We..?" ucap Siyue dengan wajah berharap.
"Baik jika guru mengijinkan.. " Ucap Wei Zi.
"Guru...boleh kan Siyue menemui guru Yun Jin...?" tanya Siyue berharap ..
"Kau murid Yun Jin....?" tanya guru San We kaget.
"Benar guru... Saat di alam bawah, guru Yun Jin lah yang selalu memperhatikan Siyue selain Kakek Dan ketiga Kakak Siyue." kata Siyue dengan wajah memohon.
"Baiklah..Tapi kau harus ikut Guru dulu.ada sesuatu yang akan guru tanyakan dan berikan padamu..." ucap Guru San We.
"Trimakasih guru...Tian'ge kau ikut kan...?" tanya Siyue pada Pria yang sejak tadi hanya diam saja.
"Tentu saja Yue'er...kemanapun kau pergi, aku pasti bersama dirimu...." ucap Raja dengan cepat .
"Tapi tunggu dulu Wei Zi...kau mengatakan kalau kau masih saudara dari Siyue. Apa maksudmu..." tanya Guru San We lagi.
"Maaf guru...jawabannya hanya guru Yun Jin yang bida menjawabnya. Sebab persoalannya menyangkut Siyue yang menyamar...." ucap pria muda yang terlihat sedih saat di tanya.
"Baiklah aku akan menunggu kedatangan Yun Jin. Sekarang ayo Siyue ikut ke tempat tinggal guru..." ucap Guru San We.
"Baik Guru...kak kau ikut...?" tanya Siyue.
Tidak...Kau pergilah bersama guru. Nanti aku akan datang kesana setelah mengambil barangku.." akhirnya mereka berpisah.
Siyue dan Raja mengikuti guru San We sedangkan Wei Zi menuju tempat tinggalnya.
Tak berapa lama mereka sampai juga di rumah tinggal guru San We. Mereka segera masuk kedalam rumah itu. Tanpa basa basi lagi. Guru San We bertanya pada Siyue.
. "Yue'er, yang Mulia....guru dengar dari guru Yang Si kalau kalian berdua sudah mendalami ilmu pegang Dua nyawa....apa benar yang di katakan guru kalian Yue'er , Raja....?" tanya guru San We. Siyue dan sang Raja berpandangan dan tersenyum.
"Semua itu benar guru San..." jawab Raja dengan tenang . Jawaban Raja membuat guru San We terpanah dan terdiam menatap kedua remaja di depannya . tak lama dia kembali berkata.
" Dan Yang Si bilang kau Siyue....kau juga memiliki ilmu pedang Phoenix apa benar ....?" tanya guru San We sambil menatap Siyue.
"Benar guru..." jawab Siyue.
Kembali guru San We terdiam menatap Siyue .
"Coba ulurkan tangan kananmu nak...guru ingin melihatnya...." ucap guru San We lagi.
__ADS_1
Siyue mengulurkan tangan kananannya . dan guru San We segera meneliti lukisan Teratai milik Siyue. Tak lama terlihat wajah gembira di wajah tua itu. senyum bahagia terlukis di bibir tuanya .
"Yue'er...sejak kapan kau memiliki lukisan ini...?" tanya guru San We .
"Sejak umur empat belas tahun guru...saat Siyue bisa berkultivasi ..." jawab Siyue.
"Apa maksudmu sejak bisa berkultivasi...? Apakah kau saat kecil tidak bisa berkultivasi...?" kata guru San We dengan wajah heran.
"Tidak guru , Siyue tidak bisa berkultivasi... Dulu sejak kahir Siyue tidak bisa berkultivasi. Sampai umur Siyue empat belas tahun . Hingga Siyue menjadi bahan olokan dan hinaan di Kota kerajaan Juhan. Hingga Siyue di anggap sebagai sampah yang tidak di ingini dan di anggap memalukan kerajaan Juhan . Untunglah Kakek Si dan ketiga Kakak Siyue selalu menjaga dan melindungi Siyue. Mereka tetap mencintai Siyue walaupun Siyue merupakan sampah masyarakat. Dan untunglah penguasa kerajaan itu juga menyayangi Siyue. Kebencian mereka sangatlah dalam pada Siyue hingga mereka tega menyiksa Siyue hingga Siyue di ujung kematian . Namun pada saat itulah Siyue mendapatkan keajaiban. Tiba-tiba Siyue bisa mengetahui dan merasakan kalau ternyata ada Racun di tibuh Siyue, terutama di dentian Siyue , yang membuat Siyue tidak bisa berkultivasi.
Otak Siyue pun entah mengapa seperti mudah mengerti dan muda memahami masalah. Akhirnya Siyue mencoba mengobati diri Siyue sendiri. Dan akhirnya seperti yang Guru ketahui. Siyue bisa dalam pengobatan.." jawab Siyue.
"Nak... Begitu banyak penderitaan yang kau hadapi ...Siyue, tolong jawab dengan jujur pertanyaan guru. Apakah kau pemilik darah Phoenix...?" ucap Guru San We dengan jantung berdebar. Mendengar pertanyaan guru San We , terlihat keterkejutan di wajah Siyue dan Raja. mereka saling bertatapan, Dan tak berapa lama , Siyue melihat Raja mengangguk. akhirnya dia berucap .
"Benar guru...Siyue pemilik darah Phoenix... lalu dari mana Guru tahu kalau Siyue pemilik darah Phoenix....?" tanya Siyue dengan heran.
"Dari lukisan anggrek merah di tanganmu ..." jawab guru San We.
"Lalu dari mana Guru tahu kalau Siyue memiliki lukisan ini...?" tanya Siyue lagi .
" Dari sahabatku, gurumu Yang Si..." ucap Guru San Wen jujur .
"Guru Yang Si...?" beo Siyue.
"Benar....kami dua sahabat sejak muda. Dan kami tidak pernah menyembunyikan apapun di antara kami . beberapa hari yang lalu, aku datang ketempat gurumu , dan pada saat itulah gurumu bercerita tentang dirimu. Aku yang mendengarnya tidak percaya. Sebab darah Phoenix hanya ada satu. Dan di alam atas ini ada Lin Yun yang memiliki darah Phoenix walaupun kami tidak menemukan ciri-ciri yang seperti ada pada buku petunjuk . Dan guru Yang Si juga berkata kalau kau memiliki ilmu pengobatan akupuntur jari emas. Karena itulah gurumu ini semakin penasaran . saat itu aku ingin bertemu denganmu, tapi gurumu bilang kalau kau sedang berlatih dengan Kakak seniormu jadi aku tidak bisa bertemu denganmu..." ucap guru San We.
"Karna itukah guru memintaku datang kemari...?" tanya Siyue .
"Benar nak... Dan jika memang kau benar pemilik darah Phoenix dan aku sudah yakin itu. Lalu siapa Lin Yun itu...!" kata Guru San We dengan wajah heran .
"Murid juga tidak tahu guru. " jawab Siyue .
Namun terdengar suara Raja chu Tian Ji .
"Raja Fikir ada suatu rahasia yang harus kita ungkap guru... Aku yakin ini ada hubungannya dengan Siyue di buang di alam bawah dan hilangnya Kakak seperguruan Sima Yuan ..." kata Raja dengan wajah serius .
"Benar kata Yang Mulia... Pasti ini ada hubungannya dengan Siyue ada di alam bawah. Tapi soal Sima Yuan...kami sudah menemukan dia. Dia kini sedang di jaga oleh Yun Jin. .." kata guru San We
.""Sudah ketemu dan sedang di jaga.. Memangnya kenapa dengan Senior Sima Yuan guru...? Dan kenapa kedua orang tua beliau tidak di beritahu....!" seru Raja kaget.
"Kami masih merahasiakan itu. Gurumu saja tidak tahu. Aku baru tahu akhir-akhir ini. Yun Jin benar- benar merahasiakan keberadaannya. Dia berkata Demi keselamatan Sima Yuan , tapi tadi kita mendengar dari Wei Zi , kenapa Dia malah meminta Wei Zi untuk membawa Siyue kesana...apakah dia tahu kalau Siyue bisa dalam pengibatan...." ucap Guru San We tak mengerti.
"Sepertinya ada Rahasia yang guru Yun Jin ketahui,...." jawab Raja .
"Ya sudah...bukankah nanti kalian akan bertemu dengan Yun Jin nanti kau bisa menayakannya. Oh ya Yue'er... Guru memiliki buku, kau bisa mempelajarinya dan saat kau sudah mengerti dan hafal , kau bisa kembali lagi kemari. Dan guru akan melihat kemajuanmu atau kemamouanmu . kau mengerti nak...?" ucap guru San We sambil memberikan dua buku pada Siyue.
" Mengerti guru...Trimakasih , Murid akan berusaha berlatih dengan benar. Setelah murid mempelajari isi buku. Murid akan kembali lagi. ." jawab Siyue.
Tiba- tiba terdengar ketukan di pintu. membuat semua orang menatap kearah pintu. Terlihat Wei Zi berdiri di sana.
"Tidak masalah ...kami sudah selesai . Siyue...pergilah kalau kau akan pergi menemui guru Yun Jin . biar Wei Zi mengantarmu..." ucap guru dengan lembut.
"Trimakasih guru...kalau begitu kami mohon diri..." ucap Siyue sambil memberi hormat pada sang guru di ikuti Raja .mereka segera keluar dari rumah tinggal guru San We.
Melihat Siyue pergi guru San We terlihat sangat bahagia.
"Ternyata kau gadis cantik dan pemilik dari darah Phoenix yang sebenarnya nak... Aku sudah merasakan kekuatan itu saat di alam tengah. Untunglah kami menemukan dirimu. Tapi jangan Khawatir aku juga akan mencari sebab kau terbuang dari alam atas ini. Semoga Sima Yuan dapat kau sembuhkan dan cepat tersadar agar kau bisa menemukan kembali keluargamu dan bisa kembali ? ke lingkungan keluargamu...." ucap Guru San We dalam hati.
Sedangkan Siyue , Raja dan Wei Zi segera keluar dari perguruan. Ketika sampai di luar Wei Zi berkata.
"Kalian tidak membawa kuda...?" tanya Wei Zi sambil melihat kanan kiri.
"jangan khawatir kak...kami membawa kuda. Memangnya kenapa kak...?" tanya Siyue dengan tenang.
"Bukan begitu jarak yang akan kita tempuh cukup jauh. Jika kalian tidak memiliki Kuda kita akan membelinya. Karena aku hanya memiliki satu kuda..." kata Wei Zi.
"Jangan khawatirkan itu Kak... Oh ya mana kudamu....?" tanya Siyue.
Wei Zi segera membawa mereka ke istal kuda.
" Itu kuda yang paling besar milikku...." ucap Wei Zi dengan bangga. Raja dan Siyue saling pandang lalu tertawa.
"Lebih baik kau jangan membawanya kak.. biar kau meminjam kudaku saja..." kata Siyue membuat Wei Zi heran.
" Hey kau menghina kuda milikku...? Kau tahu, kudaku itu kuda yang terbaik Memangnya Kau memuliki kuda yang lebih baik dari milikku...?" kata Wei Zi kesal . Siyue hanya menganggukkan kepalanya sambil tertawa .
Dasar...sekarang coba kau tunjukkan kudamu, awasbkau jika kudamu kalah dengan kudaku...." seru Wei Zi kesal .
"Tak akan...baiknakan kutunjukkan padamu, ..tapi kau jangan kaget Ya...?" kata Siyue.
"Memangnya kau membawa berapa kuda...?" tanya Wei Zi dengan kesal. Sebab kuda yang dia miliki merupakan kuda terbaik dan termahal.
"Cukup untuk kita bertiga.... Xiao Tu. bawakan kuda kami dan satu lagi untuk kakak ..." ucap Siyue pada Xiao Tu. Dan tak berapa lama di depan mereka berdiri tiga kuda yang gagah besar dan kuat. Melihat bentuk ketiga kuda itu, Wei Zi tercengang. Di bandingkan dengan kuda miliknya, kudanya kalah jauh dengan kuda di depannya.
"Siyue....kuda ini..?" ucapnya sambil menatap kagum dan mengitari ketiga kuda satu- persatu .
"Itu kuda kami kak..Dan kuda yang akan kau tunggangi adalah milik Kakak Luo Yi..." ucap Siyue.
"Ya Dewa....besar sekali kuda kalian...di mana kalian membelinya... Aku yakin kalian tidak membeli di alam atas ini kan...? Sebab aku tahu tidak ada kuda sebagus ini di alam atas...!" seru Wei Zi dengan kagum .
"Tentu saja itu kuda istimewa. Bukankah Raja selalu memiliki kuda yang terbaik...." ucap Raja membantu Siyue . Dia berkata sambil memeluk pinggang Siyue. Melihat kedekatan Siyue dengan pria bertopeng di depannya , Wei Zi menatap heran.
"Siyue Dia...?" ucap Wei Zi. Siyue tahu yang di maksud Wei Zi.
__ADS_1
"Dia kekasihku kak..." ucap Siyue.
"Kekasihmu....?" kata Wei Zi tak percaya.
"Iya ...adikmu kekasihku..." kata Raja bangga. terlihat kejutan di mata Wei Zi . namun tak lama dia berkata dengan sungguh- sungguh.
"Aku harap jangan sampai kau membuat dia sakit hati. Walaupun kau berilmu tinggi. Atau berkedudukan tinggi . Aku tak perduli , Aku akan tetap mencarimu dan menghajarmu.."
Ucap Wei Zi sungguh- sungguh. Dia tidak tahu kalau yang dia ancam adalah penguasa nomer satu kerajaannya.
"Jangan khawatirkan itu...aku terlalu mencintai adik mu, dan tak akan mungkin menyakitinya...." ucap Raja sambil mencium rambut Siyue. Melihat kesungguhan Raja. Wei Zi bernafas lega.
"Aku pegang kata- katamu ..." ucapnya .
Siyue yang mendengar ucapan Wei Zi jadi terharu. ada perasaan hangat mengalir di hatinya .
"Baiklah ayo kita pergi...jadi aku memakai kuda ini...?" kata Wei Zi kembali
"Benar kak...takutnya jika memakai kudamu sendiri. Kuda milikmu tidak akan mampuh menandingi kekuatan kuda kami..." ucap Siyue.
"Kalau begitu ayo kita berangkat...." ucap Wei Zi . Mereka segera berangkat menuju tempat guru Yun Jin. Mereka memacu kendaraan dengan cepat. Melihat kecepatan kuda yang dia naik, Wei Zi tertawa.
"Yue'er...kuda ini sangat hebat....kau membuat aku iri..." ucap Wei Zi sambil tertawa.
"Suatu saat kau juga akan punya kak...!" seru Siyue sambil tersenyum .
Merekapun melanjutkan perjalanan mereka tanpa bicara lagi . Jika malam hari dan mereka berada di sebuah desa. Mereka akan menginap di desa itu. Dan pagi harinya mereka akan melanjutkan perjalanan . Tak terasa mereka melakukan perjalanan selama tiga hari . dan makam ini mereka berada di sebuah desa yang terlihat agak ramai. Namun banyak sekali wajah- wajah jahat .
" Kak...sebenarnya Guru ada di mana...?" kata Siyue pada Wei Zi . saat ini mereka sedang duduk di rumah makan yang berada di lantai bawah dari kamar yang mereka sewa selama semalam . .
"Baiklah akan aku katakan. Saat di tempat guru aku tidak bisa mengatakan itu . karena paman Yun Jin tidak menghendaki siapapun mengetahui keberadaan mereka. Dia tidak ingin keberadaan Paman Sima Yuan di ketahui orang. semua itu demi kebaikan Paman Sima Yuan..." ucap Wei Zi. Terlihat dia diam sejenak.
"Kenapa seperti itu kak....?" tanya Siyue .
"Kau bisa menanyakan sendiri pada Paman saat kau sudah bertemu dengannya...." ucap Wei Zi .
"Lalu Di mana keberadaan guru...?" tanya Siyue pelan .
"Dia berada di gunung Naga salju.." jawab Wei Zi pelan .
"Apaa...Naga Salju...?" seru pelan Raja dengan wajah kaget. Sedangkan Siyue menatap dengan heran.
"Memangnya kenapa dengan gunung Naga Perak gege..?" tanya Siyue.
"Gunung itu terkenal dengan hawanya yang sangat dingin,...juga di huni oleh seekor Naga yang terkenal dengan kekejamannya..." kata Raja masih dengan. wajah kaget.
"Tapi sudah hampir delapan belas tahun ini Paman Sima Yuan tinggal di sana. Dan Naga itu tidak bangun..." ucap Wei Zi.
"Maksud kalian, gunung itu di huni oleh seekor Naga dan sekarang Naga itu sedang tidur panjang...?" tanya Siyue.
"Benar Yue'er... Kata orang seperti itu..." ucap Wei Zi.
"Ya sudah lebih baik kita segera tidur. Sebab pagi sekali kita akan pergi dari desa ini..." Kata Raja.
" Benar...lebih baik kita menghindari bertemu dengan banyak orang ..." ucap Wei Zi. Akhirnya mereka semua kembali kekamar mereka.
"Sayang selamat malam.." ucap Raja sambil mencium lembut kening Siyue.
"Selamat malam Tian Ge..." ucap Siyue yang sudah terbiasa dengan kebucinan sang Raja . Dia segera masuk kedalam kamarnya. Raja segera masuk kedalam kamarnya sendiri setelah Siyue menutup pintu. Sedangkan Wei Zi tersenyum melihat kebucinan Raja.
"Paman ... Saat kau bangun nanti, kau dapat melihat calon suami dari putrimu. Dan aku yakin kalau dia orang baik. Walaupun wajahnya tertutup topeng. Aku tahu wajah di balik topeng Itu sangat tampan...." ucap Wei Zi sambil masuk kedalam kamar. Terlihat senyum di bibirnya. Kamar Siyue berada di tengah kamar keduanya.
Namun saat Siyue sedang bermeditasi di malam hari , Siyue mendengar Kaki berjalan di atap rumah.
"Ck...siapa yang mencoba menggangu kita Tiger..." kata Siyue pada Tiger yang tidur di atas ranjang bersama Feng Qui dan Xiao Tu.
"Sepertinya mereka bayak Yue'er..." ucap tiger dengan badan masih tiduran.
Mendengar langkah itu, lampu mintak di dalam kamar segera di matikan. Tak lama Siyue melihat atap terbuka sedikit dan asap terlihat masuk kedalam kamar. Melihat itu Siyue tertawa.
"Kalian salah orang kawan.....bagaiaman jika asap ini akan kau rasakan sendiri. Dan Ivy , beri mereka peajaran yang tak akan mereka lupakan...." ucapnya pelan.
"Siap Yue'er..." ucap Ivy sambil tertawa .
Namun Siyue ingat kalau Wei Zi tidak memiliki penangkal racun. Sedangkan Raja Tian sudah pernah memakan biji dari Ivy jadi semua racun tidak berpengaruh padanya.
"Tiger...kau bisa membantu Wei Zi. Aku takut sekarang dia sudah terkena racun itu..." ucap Siyue.
"Aku fikir tidak Yue'er...mungkin dia sudah waspada....."kata Feng Qui.
"Benar katamu Qui...semoga saja dia sekarang dalam keadaan baik -baik saja... dasar pecundang. Kalian ingin merampok kami. Sekarang rasakan racun kalian sendiri...." ucal Siyue sambil tersenyum Sinis. Setelah beberapa saat terlihat jendela terbuka. Dan beberapa orang masuk kedalam ruangan. Tanpa mereka sadari Siyue Keluar dari kamar itu melewati jendela yang tadi mereka buka. Dengan cepat Siyue menutup pintu Jendela dengan rapat. Siyue segera bergerak ke jendela samping. Teryata dia mendengar suara pertarungan di dalam kamar Wei Zi. Begitu juga kamar Raja. Namun cuma sebentar. Sedangkan di dalam kamar Siyue tidak terdengar apapun. Siyue membuka pintu kamar Raja. Dia melihat tiga pria tergeletak di sana.
" Mereka mati....?" tanya Siyue.
"Tidak....tapi mereka akan cacat setelah siuman. Di tenpatmu bagaimana ...?" tanya Raja sambil menggandeng tangan sang Kekasih.
"Entahlah. Aku hanya membuat mereka merasakan racun yang mereka berikan padaku, hanya saja aku beri tambahan Racun Ivy sedikit..." kata Siyue sambil tersenyum lucu.
"Dasar gadis nakal.. Kau fikir racun Ivy , racun biasa ..." ucap Raja sambil mengusap kepala Siyue pelan. Siyue hanya tertawa pelan.
"Kita lihat kamar Kakak yuk...." ajak Siyue. Siyue segera menarik tangan Raja menuju kamar Wei Zi.
Sudah dulu ya....aku lanjut besok. Jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu.
__ADS_1
Bersambung.