DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KAKEK SANG BAIKI .


__ADS_3

"Kau fikir aku seperti dirimu yang suka berbohong...? bodoh...dasar bodoh.." ucap Raja kesal. Raja segera masuk ke dalam kamar Kakek Kaisar. begitu juga dengan Pangeran Waisan dan ke tiga pengawal Raja yang telah datang juga .


Saar mereka masuk , mereka melihat Kaisar sedang berbicara dengan Siyue dengan akrabnya. Pangeran Waisan ternganga melihat kalau Siyue sudah kenal dan dekat dengan sang Kakek .


" Kakek...!" Serunya sambil mendekat.


"San'er...ternyata Kau datang juga ke istana Kakek....aku fikir Kau sudah melupakan Kakek Tua ini..." Ucap Kaisar Tua menggoda Pangeran Waisan.


"Kakek..bukan begitu...salahkan saja Pada Kakak yang selalu meninggalkan kerajaan..." Ucap Pangeran Waisan dengan wajah cemberut.


"Kau menyalahkan aku...?" Ucap Raja Chu Tian Ji dengan Dingin .


"Bukan begitu Kak..tapi Kau selalu pergi dari Istana...dan itu jika satu atau dua mibgg saja, tapi berbulan- bulan..." ucapnya dengan wajah sedih. Saat Raja ingin memarahi sang Adik lagi, terlihat Siyue menatap wajah nya sambil cemberut. Seketika Raja terdiam (waaa..ternyata Siyue pawangnya Raja πŸ˜‚)


"Pangeran.....Kau harus menyadari sendiri , hanya Kau yang bisa menggantikan Kakak mu saat dia tidak Ada di kerajaan...Kini dia harus menyelesaikan masalah terlebih dahulu . Setelah itu, Kau akan terbebas dari tanggung jawab itu" Ucap Kakek Kaisar lembut.


"Iya Kek...Waisan tahu.." ucapnya pelan .


"Oh Ya katanya Kakek jatuh sakit, tapi Kakek terlihat Sehat...?" Ucap Waisan lagi.


"Semua Karena Siyue. Jika tidak Ada Siyue. Mungkin sekarang kalian tidak akan melihat Kakeknu hidup lagi..." Ucap Kaisar Tua.


"Jadi Siyue memang seorang tabib Kek...?" Tanya Waisan tak percaya.


"Sudah dua Kali Kakekmu ini berhuta nyawa padanya. Dua Kali sudah Kakek lolos dari maut..." Ucap Kaisar Tua . Mendengar ucapan sang Kakek Waisan melongo .Tak lama terdengar suaranya.


"Jadi dia memang seorang Dokter...?" Ucapnya pelan .


"Benar sekali. Kalau Kau tidak percaya ,tanyakan saja para Kakakmu..." Ucap Kaisar Tua.


"Aku sudah memberi tahu Dia Kek..tapi semenjak awal pertama dia bertemu dengan Siyue , Dia tidak mempercayai Siyue Kek. Beberapa Kali dia menghina Siyue..." Ucap Raja Kesal .


"apa benar itu Pangeran....? Kau menghina Siyue...?" Tanya Kakek Kaisar .


"Semua itu Karena dia terlihat sangat lemah Kek... Bentuk tubuh memang pria. Tapi dia sangat lembut, anggun seperti seorang gadis. Dan coba Kakek lihat, bukankah dia kalau di lihat sedekat ini. Bukan tampan tapi sangat cantik ..." Ucap Pangeran Waisan sambil menatap Siyue dengan tatapan kagum.


' Pangeran...jaga matamu...!" Seru Raja Chu Tian Ji marah sambil berdiri di feoan Siyue agar tatapan mata Pangeran Waisan terhalang saat menatap Siyue .


"Ck kakak..kau menghalangiku menatap Siyue...kenapa Sick kak..? Dia juga laki-laki.. kenapa aku tidak boleh melihatnya...?" Ucap pangeran Waisan kesal.


"Kalau aku bilang tidak boleh ya tidak boleh titik...!" Seru raja marah.


"Ck...Kau posesif seperti pada kekasih saja. Dia itu seorang pria kak...ingat itu...!" Ucap Pangeran Waisan masih dengan wajah kesal.


"Itu terserah aku" jawab Raja dengan wajah juga kesal.


"Tapi kak..lebih baik Siyue bekerja di istana saja, kita bisa mengangkaynya sebagai Perwira, bagaimana...?" Ucapnya dengan wajah tak berharap .. Mendengar ucapan Pangeran Waisan hampir saja ketiga pengawal Raja Tertawa keras .


"Apa Kau bilang...jadi Perwira di istana...?" Ucap Raja seperti tak percaya dengan pendengarannya.


"Iya Kak...dia bisa juga merangkap sebagai Dokter kerajaan . iya Kan Siyue...Kau mau kan...?" Ucapnya pada Siyue yang berada di belakang Raja .


" Tidak, tidak...Siyue tidak akan jadi apapun, Dia tetap sebagai pengawalku. Lagi pula Dia masih Belajar di perguruan...!" Ucap Raja dengan wajah kesal nya .


"Ayolah kak...lebih baik dia bekerja di Istana sebagai Pewira dan Dokter kerajaan dari pada pengawal pribadimu... di sini sangat membutuhkan orang seperti Dia...." Ucap Waisan memaksa.


"Kau fikir aku tidak tahu niatmu yang sebenarnya, Kau hanya menginginkan Siyue berada di istana untuk membantumu kan...?Kau ingin menjadikan Siyue pengawal pribadimu sendiri . Jangan harap... Siyue tidak akan kuijinkan menjadi pengawalmu, dia akan tetap bersamaku selama lamanya titik...!" Ucap Raja dengan wajah kesal. Mendengar ucapan Raja, ketiga pengawal Raja menahan tawa. Andai bukan sang Raja , mungkin mereka akan Tertawa dengan Karas .


Beda dengan Kakek Kaisar , Dia bisa tertawa dengan keras, seoeryi bukan orang yang baru sembuh dari penyakit parah. Sampai- sampai kedua pengawal Kakek kausar tua kaget mendengar tawa Kakek Kaisar .


"Ha ha ha...kenapa kalian berebut Siyue, dan Kau Waisan...bukankah Kau meragukan kemampuan Siyue, lalu kenapa sekarang Kau ngotot menginginkan dia . apakah Kau tidak takut dia akan membuatmu kecewa..?" Tanya Kakek Kaisar sambil masih tertawa.


"Waisan tidak tahu kalau dia sekuat itu Kek...lagian Kakak masih punya tiga Pengawal pribadi yang sangat pandai , kenapa tidak memberikan Siyue padaku saja...bukankah kehilangan Satu pengawal tidak masalan buat t Kakak" Ucap Waisan yang memang sedikit manja para Chu Tian Ji. Dia tahu, Di balik wajah Dingin sang kakak, Chu Tian Ji. Kakak satu-satunya itu sangat menyayangi Dia.


"Sudah -sudah...jangan Kau ganggu Kakakmu, Kau Cari saja pengawal lainnya . masih banyak pengawal cakap di istana ini..." Kata Kakek Kaisar dengan bijak.


Percakapan mereka terhenti saat ketukan di daun pintu terdengar. Teo masuk setelah terdengar suara Raja mengijinkan dia masuk ke dalam kamar .


."Ada apa Teo...?" Tanya Raja.


"Maaf yang Mulia...Mentri Sang Baiki beserta Jendral Long Bay dan Tuan Baiki berada di luar...mereka ingin bertemu kakek Kaisar..." Ucap Tao .


"Bawa mereka kemari..." Perintah sang Raja. Sedangkan Pangeran Waisan yang tidak bisa membujuk sang Kakak terlihat cemberut kesal sambil duduk di pembaringan sang Kakek . Sedangkan Siyue sendiri terlihat duduk di dekat Raja dan Kaisar Tua yang sedang berbaring . Terlihat sekali keposesifan Raja pada Siyue , dia duduk di sebelah Siyue bagai takut Pangeran Waisan mengambilnya


"Hamba yang Mulia..." Ucap Tao.


Perwira itu segera keluar melaksanakan perintah Raja. Begitu juga dengan ketiga pengawal Raja. Mereka segera keluar juga. Tak berapa lama terlihat tiga orang masuk ke dalam ruang kamar Kaisar Tua. Melihat kedatangan mereka , Siyue Merasakan kehangatan mejalar di hatinya .


"Kakek....ternyata Kau kakekku...ternyata aku masih memiliki keluarga...andai kau tahu aku Cucumu, apa yang akan kau lakukan padaku Kek...Bagaimana perasaanmu jika kau tahu Ayah masih hidup, aku tidak bisa membayangkan betapa bahagia nya dirimu Kek....."ucap Siyue dalam hati.


Sedangkan tuan sang Baiki Sendiri saat melihat Siyue, terlihat kebahagian di wajah nya. Dia tersenyum lembut saat mata mereka bertemu. Dan Siyue membalasnya dengan senyuman dan anggukan kepala . mereka bertiga segera menghadap Raja dan Kaisar yang memang duduk berdekatan.

__ADS_1


"Salam sejahtera Semoga panjang Umur yang Mulia Raja dan Kaisar..." Ucap mereka memberi salam.


"Salam kalian aku terima...sudah, sudah... duduklah..." ucap Kaisar Tua . Bagaiamapun juga , mereka Adalah calon Keluarga dari sang Cucu. apalagi Tuan Sang Baiki Adalah sahabatnya sejak remaja .


"Trimakasih Yang Mulia..." Jawan mereka serempak. Terlihat mereka mulai duduk di Kursi yang memang Ada di ruangan Kaisar Tua.


"Bagaimana keadaan Yang Mulia sekarang...?" ucap Tuan Sang Baiki .


"Aku sudah baikan...Malah sangat sehat. Ini semua berkata dokterku Siyue... Kalau tidak Ada dia, mungkin nyawaku sekarang telah pergi Dari raga Tua ini..." ucap Kaisar Tua .


Mendengar ucapan Kaisar Tua , terlihat keterkejutan di wajah mereka


Namun sebelum mereka melanjutkan pembicaraan tiba- tiba dua Pria tampan berpakaian satu serba kuning dan Satu lagi putih . masuk kedalam ruangan. Setelah memberi salam pada Raja dan Siyue, mereka berkata.


"Semua telah kami temukan Yang Mulia..." Ucap pria tampan berbaju Putih itu.


""Lalu Kau taruh di mana mereka...?" Tanya sang Raja.


"Mereka berada di penjara bawah...." Jawab Pria itu yang ternyata Ye Sha dan Feng Qui.


"Mereka Perwira dari kerajaan Pang Bo dan salah satu dari mereka berkekuatan tinggi dan merupakan Jendral kerajaan Pang Bo yang Mulia..." Ucap Feng Qui menimpali .


"Ternyata mereka memang sengaja ingin membuat kerajaan kita hancur. Dasar bodoh..Bagus kalian bekerja dengan sangat bagus..kita akan menghukum mati mereka nanti. Dan sekarang kembalilah kalian." Ucap Raja.


"Baik yang Mulia..." Ucap Ye Sha Pria itu segera menghilang. sedangkan Feng Qui tetap tinggal. Karena tuannya belum berkata.


."Qui..." panggil Siyue sambil memepuk pundaknya sendiri.


"Baik Yue'er..." Ucap Pria yang berbaju kuning.


Tak lama Feng Qui berubah menjadi burung kuning kecil dan terbang dan hinggap di pundak Siyue. Melihat itu , Pangera. Waisan kembali tercengang. kalau Pria yang satunya tadi dia mengenal sebagai hewan Kontrak sang Kakak. tapi yang ini...


"Bukankah Pria itu salah Satu Pria yang membantu Siyue dalam pertempuran...?"Ucap hati Pangeran Waisan saat melihat Feng Qui dan Ye Sha masuk ke dalam ruangan . namun dia semakin kaget saat Feng Qui berubah menjadi burung kecil dan Hinggap di pundak kanan Siyue.


"Di...dia mahluk kontrak Siyue ....!" serunya dalam hati .


Sedang kan di keher Siyue srndiri terlihat bulu Belang yang mirip dengan bulu harimau melingkar dengan Indah di Leher Siyue. Bagai sebuah sal yang terbuat dari bulu hewan . Begitu juga tiga Pria keluarga Sima , mereka tersentak heran melihat Pria tampan yang berubah di depan mereka menjadi seekor burung kecil dan hinggap dengan tenang di pundak Siyue.


"Pria itu hewan Kontrak gadis itu...?jadi dia memiliki kontrak dengan hewan ilahi...? batin tuan Sang Baiki tak percaya .


"Ya ampuun...ternyata bukan Raja saja yang memiliki hewan Ilahi. Ternyata anak ini juga memiliki..." Batin jendral Long Bay.


"Raja ... Ada apa...?" Tanya Kakek Kaisar Tua.


" Orang yang meracuni Kakek telah tertangkap semua..." ucap Raja menjelaskan.


" Tunggu yang Mulia...Maksud yang Mulia , Kaisar Tua di racuni orang...?" Tanya Jendral Long Bay.


"Benar Jendral. Dan itu hampir merenggut Nyasa Kakek Kaisar Tua. Untunglah Siyue bisa segera menolong nya . jika saat itu kami terlambat datang sedikit saja, Mungkin Kakek Kaisar saat ini tidak bisa berbincang dengan kita..." Ucap Raja .


Terlihat keterkejutan di wajah mereka.


Mereka tak pernah menyangka kalau penyakit kaisar yang mereka dengar saat di perjalanan sampai membuat Raja dan Siyue serta ketiga pengawalnya pergi lebih dahulu ternyata sangat serius .


"Jadi saudara Siyue juga seorang Dokter....!" Tanya Jendral Long Bay lagi .


"Benar...tanpa pertolongannya , Kakek tak akan bisa tertolong.." Jawab Raja singkat .


"kalau hamba boleh tahu Siapa yang telah berani meracuni Raja yang Mulia...?" Tanya Jendral Long Bay dengan marah . Putri dan Jendral dari kerajaan Pang Bo. Mereka sengaja ingin membunuh Kakek agar aku kembali ke Istana. Mereka takut aku menggagalkan penyerbuan mereka di perbatasan sebelah selatan, walau keyataannya mereka menang sudah kalah . fikir mereka jika aku mendengar Kakek tiada . mereka akan mudah merebut perbatasan di sebelah selatan..." Jawab Raja.


"Ya Dewa....lalu mereka sekarang apakah sudah tertangkap...?" Sela tuan Baiki .


"Sudah Kek...mereka berdua tadi yang menanfkap mereka . Sekarang mereka sudah berada di penjara bawah....untung kami segera tahu siapa di balik keracunan Kakek . Dan semua ini berkata kecerdikan dan kecerdasan Siyue yang sudah membongkar kejahatan dan niat mereka sebenarnya...." Ucap Raja dengan bangga.


Mendengar ucapan Raja. Mereka menatap Siyue dengan pandangan yang sulit di jabarkan.


"Anak ini...kenapa semua yang Ada di dirinya merupakan cerminan Sima Yuan..." Ucap tuan Sang Baiki. Tanpa sadar air Matanya mengalir di pipi keriputnya. Semua itu tak luput dari tatapan Siyue. Melihat itu Siyue berucap.


"Tuan Sang Baiki... Melihat anda, hamba ingat pada Kakek hamba. Bolehkah Hamba memeluk tuan...?" Ucap Siyue lembut. Mendengar ucapan Siyue. Membuat orang di ruangan itu kaget. Hanya Raja dan Kaisar yang diam saja. Mereka tahu keinginan Siyue.


"Maaf...tapi jika tidak berkenan hamba minta maaf..." Ucap Siyue.


"Tidak, tidak nak...Tentu saja aku mau...sini peluk Kakek..." Ucap pria Tua itu sambil berdiri dan merentangkan tangan nya. Siyue segera berdiri dan berjalan kearah tuan Sang Baiki . mereka berpelukan dengan erat. Terutama tuan Sang Baiki . tak terasa air Matanya mengalir dengan deras. Sedangkan Siyue mati- matian menahan tangisannya.


Setelah Merasakan tangisan tuan Sang Baiki meredah, Siyue melepas pelukannya dengan perlahan ,


"Boleh Siyue memanggil anda Kakek...?" Tanya Siyue sambil mengusap air mata di wajah Tua di depan nya .


"Tentu... Tentu sayang...aku Malah bahagia kalau Kau mau memanggilku Kakek..." Ucap tuan Sang Baiki dengan gembira .


"Boleh Kapan- Kapan Siyue berkunjung ke rumah Kakek...?" tanya Siyue .

__ADS_1


Mendengar perkataan Siyue , hati tuan Baiki sangat bahagia.


"Kau mau datang ke rumah Kakek...?" ucapnya dengan wajah Senang . Siyue mengangguk sambil tersenyum.


"Aah...Tentu saja boleh Siyue....Kakek akan bahagia sekali jika Kau mau datang ke rumah Kakek...?" Ucap tuan Sang Baiki dengan gembira.


"Baiklah Kapan- Kapan Siyue akan datang Kesana tapi lebih baik Siyue kesana saat Putri kakek Lin Yun tidak berada di Rumah . maaf Kek...Kakek tahu sendiri kan kalau Lin Yun sangat membenci Siyue...." Ucap Siyue lembut.


"Baik Kakek mengerti Nak..." Jawab Tuan Sang Baiki dengan gembira. Saat Siyue sedang berbicara dengan tuan Sang Baiki, terlihat tuan Baiki sepupu Jendral Long Bay berbisik pelan.


"Kak..aku baru ingat...wajah Pria ini sangat persis dengan wajah saudara kita Sima Yuan..." ucapnya pelan.


"Kau baru menyadari itu...?" jawab Jendral Long Bay .


"Jadi Kakak sudah menyadari itu..?" Ucapnya heran.


"Tentu saja...lihatlah Ayah...Dia menangis Karena Dia teringat pada Pria bengal itu... Aah...adikku Sima Yuan...dimana dia sekarang berada , kalau Kau masih hidup, apakah Kau tidak ingin pulang...? Apakah Kau masih hidup dik...?" ucap pelan Jendral Long Bay dengan wajah sedih .


"Sabar Kak...jika dia masih hidup Suatu saat kita pasti bisa bertemu kembali dengannya ... aku yakin Sima Yuan masih hidup . dan Dia pasti kembali pada kita..." Ucap tuan Baiki pelan sambil mengusap punggung sang Kakak. Percakapan mereka dengan jelas terdengar oleh kepekahan telinga Siyue. Terlihat senyum tipis di bibir Siyue walaupun Hanya sebentar.


"Benar Katamu Ki...aku selalu meminta para Dewa agar mengembalikan Sima Yuan pada Kita ..." Ucap Jendral Long Bay denga sedih .


"Tak lama lagi kalian akan bertemu dengan Ayah ,.....bersabarlah Paman... Kali ini aku hanya bisa mempertemukan kakek dan Nenek saja . tapi setelah memberikan pelajaran pada mereka... Pasti kita akan berkumpul kembali Paman..." Ucap Siyue dalam hati.


"Siyue...boleh Paman juga memelukmu...?" Kata Jendral Long Bay saat Siyue terlepas dari pelukan sang Ayah. Dia sudah berdiri di sebelah tuan Sang Baiki .


"Boleh Paman..." Jawab Siyue.


Siyue segera memeluk Pria paruh baya yang bertubuh kekar itu . wajah Jendral Long Bay hampir mirip demgan sang Ayah. Hanya lebih tampan sang he he heπŸ˜‚ .


Jendral Long Bay memeluk Siyue dengan lembut, entah kenapa ada perasaan hangat mengalir dalam hatinya . perasaan ingin menyayangi dan melindungi pria muda yang kini ada dalam pelukannya .Sebentar kemudian Jendral Long Bay melepas pelukannya. Dia menatap Siyue dengan sayang.


"Nak...Kau mirip sekali dengan adik bungsu krsayangan kami..." Ucap Jendral Long Bay sambil menatap Siyue .


"Benarkah Paman...apakah aku mirip dengan Adik Paman..? kalau begitu Di mana Dia sekarang Paman.. ?" Tanya Siyue sambil tersenyum lembut.


" Dia pergi berkelana..." Jawab Jendral Long Bay.


'Oo...sayang sekali Paman...jika Ada dia , aku ingin mengenalnya..." Ucap Siyue lagi.


"Anak Muda...boleh aku memelukmu juga...?" Tanya Tuan Baiki yang Ada di sebelah jendral Waisan.


"Tentu Paman...tapi Paman ini apakah saudara Paman Jendral...?" Tanya Siyue.


"Benar..tapi bukan saudara kandung. Kami merupakan saudara Sepupu..." Jawab Tuan Baiki.


"Oo..aku fikr paman berdua saudara kandung..." ucap Siyue .


Setelah memeluk mereka bergantian , Siyue Sera melangkah kembali ke dekat Kakek Kaisar. Tak lama Tuan Sang Baiki berpamitan.


"Kalau begitu hamba mohon diri Yang Mulia... " ucap Tuan Sang Baiki .


"Baik silahkan...maaf aku menghambat kepulangan kalian..." Ucap Kaisar Tua.


""Tidak masalah yang Mulia... Melihat anda sudah kembali segat, kami sudah bahagia. Kalau begitu kami mohon Diri..." Ucap tuan sang Baiki.


" Silahkan..." jawab Kaisar Tua. Setelah memberi hornat pada Raja dan Kaisar Tua, Tuan Sang Baiki bersama jendral Long Bay dan tuan Baiki segera pulang kembali ke kediaman keluarga Sima.


Setelah kelergian mereka, Siyue berpamitan juga Pada Kakek Kaisar.


"Kakek...Karena Kakek sudah kembali sehat, ijin kan Siyue kembali ke Sekte. Sebab Siyue ingin melihat apakah sahabat dan keluarga hamba bisa masuk di Sekte tapak Dewa..." Ucap Siyur .


"Apakah Kau tidak beristirahat dulu Siyue...." Ucap Kakek Kaisar lembut.


"Tidak Kek...Siyue akan beristirahat setelah sampai di Sekte..." Jawab Siyue.


"Baiklah kalau itu maumu..." Ucap Kakek Kaisar.


"Yue'er...kita akan pulang bersama,.." Ucap Raja.


"Baik..Siyue pergi dulu Kakek..." Ucap Siyue. Di ikuti Raja .


" Kakak...Kau benar- benar tidak memberikan Siyue padaku...?" Ucap Pangeran Waisan lagi.


"Tidak...Cari pengawal ptibadimu sendiri..!" Seru Raja marah dan kesal. Sedangkan Siyue hanya tersenyum sebentar melihat perdebatan mereka. Ketiga pengawal Raja pun ikut berpamitan, mereka keluar sambil menahan tawa.


"Mana mungkin sang Kekasih akan di berikan sebagai pengawal pada pangeran. . ." Ucap mereka bertiga dalam hati.


Bersambung dulu ya....maaf agak Siang..


Jangan lupa , like, Vote, dan kemennya selalu author tunggu .

__ADS_1


__ADS_2