DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PERJALANAN MENUJU ALAM BAWAH.


__ADS_3

"Dan ini peringatan buat semua orang . jangan pernah memakai nama Dewa hanya untuk melakukan penipuan atau kejahatan. Karena kalian akan mendapat balasan yang setimpal . dan jangan pernah berani mengusik Kerajaan ini lagi..." ucap Dewa Widya dengan dingin.


setelah Itu dia kembali ke sisi sang istri. Siyue yang sejak tadi memperhatikan sang suami, hanya memandang Dewa Wiqya yang datang menghampiri dia dengan wajah tersenyum.


"Ternyata suamiku seseorang yang sangat tegas dan tak ada ampun...." ucap Siyue lembut .


"Sebagai seorang panglima perang tindakan seperti itu harus di ambil Beb...kita harus mencabut sampai keakarnya, kalau tidak, mereka akan menjadi batu sandung jalan kita selanjutnya . Apalagi untuk Kerajaan ini..." ucap Dewa Wiqya.


"Aku percaya suamiku seorang patriot sejati dan Panglima yang tahu pada tempatnya..." ucap Siyue sambil tersenyum manis. Membuat hati si bucin berbunga - bunga mendapat sanjungan dari sang istri.


Sedangkan para pembesar , Raja, Putra Mahkota dan semua orang yang melihat kejadian tersebut , ternganga ngeri . Melihat kematian Pendeta yang dalam beberapa tahun ini menjadi momok bagi mereka. Banyak dati mereka yang merasa lega dan bahagia melihat kenatian pendeta itu.


Namun mereka berkata dalam hati Betapa tegas dan sadisnya pria di depan mereka . Tak berapa lama terdengar sorak kebahagiaan dari mereka .


"Hidup Raja Darga...hidup Raja Darga...!" seru mereka . Siyue tersenyum mendengar Teriakan kegembiraan mereka. Namun tiba- tiba Ye Mai datang menghampiri mereka berdua .


"Ada apa kak...?" tanya Siyue saat Dia melihat Ye Mai bertekuk lutut.


"Ampun yang Mulia... Anak si Penyihir bunuh diri dengan menggigit lidahnya saat mendengar Ayahnya telah di bunuh oleh yang Mulia ..." ucap Ye Mai. Mendengar itu, Siyue menatap Dewa Wiqya .


"Ooo baguslah agar kalau dia bunuh diri... aku tak harus mengotori tanganku dengan darah kotornya..." ucap Dewa Wiqya dengan dingin.


"Serahkan saja jasadnya pada kerajaan ini. dan untuk para anak buah dari pendeta palsubitu , aku serahkan pada Putra Mahkota untuk membereskannya , saranku... jangan memberi kesempatan mereka untuk membuat keonaran lagi..." ucap Dewa Wiqya.


"Hamba mengerti Yang Mulia..." ucap Putra Mahkota dengan sedikit memberi hormat . andai saja tidak mengingat apa yang di katakan Siyue tadi, ingin rasanya Ayah dan Anak itu bersujud mengucapkan terimakasih


pada Dewa Perang Wiqya yang telah menolong mereka, kerajaan Long ini.


Melihat sang Raja begitu tunduk pada Pria tampan itu , mereka semua merasa takut pada Dewa Wiqya. Hanya saja mereka merasa tenang karena tidak ada raut wajah ketakutan pada Raja dan Putra mahkota.


Dan saat itulah para sahabat datang ingn melihat apa yang terjadi. Karena mereka mendengar ada keributan di deoan Istana Naga. Dan mereka tahu istana siapa itu.


Saat mereka sampai dam melihat ada mayat yang terpotong- potong . mereka kaget bukan main . Namun sebelum mereka bertanya , Dewi May dengan suka rela sudah menjelaskan apa yang telah terjadi tadi.


"Tuan ye Gu...kenapa tidak memberitahu kami...." bisik Chan Sin pada Ye Gu yang ada di sampingnya .


"Mana sempat... Mereka datang dan mencari masalah. Mereka ingin menindas Raja Dakwasa. Malah gadis si calon Istri Putra Mahkota kembali menghina Ratu dan menginginkan Dewa Wiqya menjadi suaminya .." jawab Ye Gu pelan .


"Apaa..berani sekali dia...lalu apa yang terjadi.


"Seperti yang kau lihat, Gadis itu dengan manja merayu Dewa Wiqya . Malah ingin menyentuh Suami Ratu...Tentu saja Dewa Wiqya marah. Dan hanya sekali kibas saja dia terlempar menghantam dinding dan terluka parah. Dan sang Ayah seperti yang kau lihat itu..." ucap Ye Gu menjelaskan dengan berisik


"I...itu Ayah si gadis itu...lalu...?" tanya Chan Sin pelan.


"Nanti aku ceritakan..." ucap Ye Gu menghentikan ucapan Chan Sin. Sedang di depan sana, Terlibat Siyue yang berdiri di sebelah dewa Wiqya kembali berbicara.


"Ayah...aku fikir aku akan kembali dulu ke penginapan, besok kami akan pamit Pada Ayah, aah hampir lupa .." lalu Siyue memberitahukan mereka tentang perayaan pernikan mereka .


"Kalau Ayah dan Kakak akan datang, kalian akan Siyue jemput..." ucap Siyue.


"Nak sebenarnya Ayah dan kakakmu ingin sekali datang tapi kami tidak bisa meninggalkan kerajaan ini dalam keadaan seperti ini. Kami akan sibuk membenahi masalah yang di timbulkan oleh pendeta palsu itu...jadi mungkin kami tidak bisa hadir nak..." ucap Raja Dakwasa dengan wajah kecewa. Melihat itu Siyue tersenyum .


"Tidak masalah Yah...Siyue mengerti. Kalau begitu kami pamit dulu yah..." ucap Siyue.


"Lo.. Kalian tidak menginap di sini ...?" tanya Raja dengan wajah kaget.


"Benar Yue'er... Lebih baik kalian tidur di sini malam ini... Kakak masih ingin berkumpul bersama kalian semua..." ucap Putra Mahkota. Mendengar permintaan Putra Mahkota, Siyue menatap sang Suami. Terlihat Dewa Wiqya mengangguk pelan.


"Baiklah kalau kakak menginginkan kami tinggal. Kami akan tinggal di sini. Dan mungkin kami akan segera melanjutkan perjalanan kami besok Kak..." ucap Siyue.


"Kenapa terburu- buru Yue'er...bukankah pernikahanmu masih lebih dari satu bulan lagi...?" ucap Putra Mahkota.


"Karena kami masih harus berangkat ke Alam bawah kak..." ucap Siyue. Mendengar ucapan Siyue, terlihat kesedihan di wajah Putra Mahkota .


"Sebenarnya aku ingin pergi menghadiri pernikahanmu...tapi kerajaan tidak dapat kami tinggal..." ucap Putra Mahkota dengan wajah sedih .


"Jangan sedih kak...kalau kakak ingin bertemu dengan kami, dan kami ada waktu, kami akan kembali lagi kemari. Dan ini..." Siyue memberikan seekor Merpati putih yang berekor indah. Merpati itu Feng Qui yang memberi.


"Aku memberikan ini pada Kakak. Jika nanti Kakak atau kerajaan ini ada masalah. Tulis surat untukku. Dan terbangkan merpati ini. Dia akan sampai padaku , dan aku akan datang kemari..." ucap Siyue.


Mendapatkan merpati itu dari Siyue, Putra Mahkota sangat bahagia, dia menerima burung yang jinak itu dengan wajah gembira.

__ADS_1


"Trimakasih Yue'er...aku akan merawat merpati ini seperti aku merawat diriku sendiri. Trimakasih..." ucap Putra Mahkota berulang kali.


"Iya sama- sama...Dia akan selalu bersamamu ... jika ada masalah apapun cerita padaku, mungkin aku mendapatkan solusi pernasalahanmu..." ucap Siyue.


"Iya, aku tahu..dan aku akan melakukan itu..." ucapnya lagi.


"Nak... Ternyata pilihan Putraku untuk menjadikan dirimu Adiknya adalah suatu berkah buat kami, kau bukan saja melindungi Dia, tapi kau juga melindungi kerajaan kami... trimakasih Yue'er...Ayah ucapkan banyak Trimakasih..." ucap Raja Dakwasa dengan haru.


"Sama- sama Ayah..." balas Siyue. Akhirnya mereka menginap di kerajaan itu. Namun baru saja mereka akan melangkah mengikuti Putra Mahkota yang akan membawa mereka kekamar yang akan mereka tinggali , tiba - tiba seseorang memanggil nama Siyue .


"Yue'er...!" serunya dengan kencang. Tentu saja Semua itang kagetvdan heran, siapa uang berani memanggil Siyue dengan panggikan seperti itu .Saat mereka menengok kearah suara. Yang berasal dari arah gerbang istana , seorang Pria muda dan tanpa berlari menghampiri Siyue.


"Kak Wei Zi..kau kah itu...?" seru Siyue kaget.


"Kau... Kenapa kau tidak menunggu kedatanganku... Kau tahu kan kalian pergi dari Alam Atas hampir dua tahun yang Lalu tanpa diriku... Dan kini kalian datang , kalian juga tidak menunggu kedatanganku..." ucapnya sambil terengah dan meneteskan Air mata. Melihat keadaan Wei Zi yang terlihat berantakan menunjukkan kalau Dia melakukan berjalanan sendiri selama beberapa hari ini dengan memaksakan diri. Mungkin Dia menggunakan kekuatannya dengan berlebihan. Dan itu hanya untuk mengejar keberadaan mereka semua.


Siyue segera maju dan menghampiri sang Kakak.


"Kau mengejar kami sendiri kak...?" tanya Siyue sampil berjalan ke arah Wwai Zi .


"Tentu saja...memang aku punya teman akrab yang lain selain kalian...?!" serunya .


"Maaf...maafkan aku...aku memang melupakan dirimu..." ucap Siyue. Dia segera memeluk pria tampan itu dengan haru.


"Kita telah lama berpisah Yue'er, aku rindu kalian... Tega sekali kau melupakan aku dan meninggalkan aku kembali..." ucapnya sambil terlihat berusaha menahan tangisan, walaupun ada air mata yang masih lolos juga


"Iya, iya aku salah... Maafkan aku ya..." ucap Siyue sambil mengurai pelukannya.


"Kenapa tidak mengajak teman saat mengejar kami..? " Ucap Siyue sambil menatap sang kakak dari atas sampai bawah. Namun sebuah tangan Kekar menarik tubuhnya. yang masih berdekatan dengan Wai Zi . dan langsung melingkarkan lenfan kekarnya Do pinggang Siyue penuh posesif . tangan itu milik Dewa Wiqya yang bermuka masam . Dan Siyue tahu kalau sang Suami sedang cemburu . Melihat itu Wai Zi mengerutkan dahi bingung . tapi setelah melihat siapa orang itu, Dia pun memakluminya . Dia tahu kalau Raja Chu Tian Ji sangat posesif pada Siyue . dia pun menjawab pertanyaan Siyue .


"Mana mungkin Yue'er...kau tahu kan kalau aku itu tidak suka bergaul dengan Mereka . Apalagi setelah Paman Yun Jin ikut dengan dirimu ke kerajaan Phoenix.. saat aku datang ke perguruan Tapak Dewa . aku mendengar para murid membicarakan kalian , Wanita Cantik yang meruoakan murid perguruan . Dan Aku yakin pasti itu kalian... Sebab tidakbada wanita dan pria yang bisa di gambarkan oleh mereka selain dirimu dan Raja . aku pun segera mencarimu ke Rumah tinggal Guru besar . dan sampai di sana, guru Besar mengatakan kalau kau akan pergi ke Alam tengah. Aku segera mengejar kalian...Aku berharap kalian masih ada di keluarga Si , dan akupun kesana. Namun mereka berkata kalau kalian baru saja berangkat . tentu saja aku mengejar kalian, tapi lagi- lagi aku tidak menemukan kalian di kota Dingin. akupun kembali mengejar kalian pergi ke Kerajaan Feng, Di disitupun aku tidak menemukan kalian, mereka berkata kalau kalian sudah pergi ke Kerajaan ini Akhirnya aku kemari. Dan untunglah kalian belum berangkat lagi..." ucap Wai Zi dengan wajah menderita. Melihat keadaan Wai Zi Siyue bingung, ingin menangis atau tertawa...


"Ya sudah ayo kakak ikut kami istirahat, oh ya kak..ini suami Siyue namanya Dewa Wiqya..." ucap Siyue memperkenalkan Dewa Widya pada Wai Zi.


"Jadi yang aku dengar kau sudah menikah itu benar ....?" ucap Wai Zi dengan wajah gembira .


"Tapi tunggu...kau katakan dia Dewa Wiqya..? Apakah Raja telah berubah nama...?" tanya Wai Zi dengan wajah heran.


"Trimakasih Yue'er...kau memang Adik yang terbaik.." ucap Wai Zi sambil menerima pemberian Siyue.


Tak lama merekapun mengikuti Putra mahkota untuk melihat tempat bermalam mereka. Dan ternyata mereka di bawa ke istana tempat Kerajaan Long menerima tamu. Dan ternyata Putra Mahkota bermalam di istana itu juga. Istana yang memiliki beberapa kamar itu, cukup untuk menampung para sahabat dan Kakek Siyue juga Keluarga Dewa Wiqya. Keesokan harinya setelah makan dan berjalan- jalan sambil melihat keadaan kerjaan Long dan membeli Kuda untuk Wai Zi, mereka berpamitan pada Raja Dakwasa dan Putra mahkota Long Shan untuk kembali meneruskan perjalanan mereka menuju Alam bawah. Mereka tak lupa berpamitan pada keluarga Murong. Murong memilih tinggal kembali di kerajaan Long . Dan Dia langsung di angkat menjadi pengawal pribadi Putra mahkota. Yang katanya tak lama lagi akan di angkat menjadi Raja Di Kerajaan Long.


Dengan adanya Wai Zi, Siyue dan Kawan- kawan bisa tahu tempat berteleportasi dengan cepat menuju Alam bawah .


"Tapi kita akan berada di perbatasan hutan Kegelapan,.." ucap Wai Zi.


" Tidak masalah Kak..nanti kita bisa menggunakan Feng Qui untuk mempercepat perjalanan kita. " jawab Siyue .


"Biar nanti aku yang membawa mereka pergi Beb...." ucap Dewa Wiqya.


"Tidak Han....kekuatan Dewamu jangan Di perlihatkan , kalau tidak terpaksa... Aku tak ingin terjadi kegemparan..." ucap Siyue.


Sedangkan Wai Zi terlihat sering mencuri pandang Pada ketiga Dewa Dewi maupun pada Dewa Wiqya. Dia sangat kagum pada sang sepupu yang bisa menjadi keluarga Dewa. Para Sahabat Siyue lupa mengatakan kalau Siyue pun sekarang adalah seorang Dewi selain sebagai Ratu kerajaan Phoenix .


"Kak...di mana tempat itu berada..." tanya Siyue. Ada di hutan Dekat sebuah desa Di kerajaan Nangla.... Ikuti saja aku..." ucap Wai Zi yang langsung memacu kudanya keluar dari kerajaan Long di susuk Feng Xun yang mengerti jalan yang harus mereka lalui. .


Dan ternyata ada juga jalan yang tidak harus melalui kerajaan Feng jika menuju ke arah barat.


Dua hari kemudian mereka telah sampai di hutan yang di maksud Wai Zi Di daerah Kerajaan Nangla. Hutan itu cukup jauh dari kerajaan Nangla sendiri . Namun Ketika mereka sampai di sana , ternyata hari sudah menjelang malam, mereka memutuskan untuk bermalam di Desa itu. Demi keselamatan mereka, mereka hanya menyewa beberapa kamar saja. Dan Siyue seperti biasa akan masuk kedalam ruang Teratainya bersama sang Suami.


Namun Saat Siyue baru beberapa jam masuk kamar, tiba- tiba terdengar ketukan di daun pintu kamarnya. Dewa Wiqya yang merasa terusik ingin marah karena kesukaannya tidur sambil memeluk sang istri harus terganggu (Ck dasar Dewa tak mau di rugikan😂) dan dengan lembut Siyue membujuk bayi besarnya agar tidak marah.


Siyue segera membuka pintu kamarnya. Ternyata di depan pintu kamarnya telah berdiri Ye Sha , Ye Zhi dan Feng Qui serta Tiger . Mereka berdiri di depan pintu kamar Siyue dengan wajah serius . .


"Lo kalian...ada apa..?" tanya Siyue dengan wajah heran.


" Maaf Dewi... Ada masalah di Alam luar,..." ucap Ye Sha.


"Ada masalah ..? Masalah Apa ...?" tanya Dewa Wigya yang telah berdiri di belakang Siyue.


"Kami melihat segerombolan orang berkepandaian tinggi sedang menuju Alam bawah juga yang mulia....dan kami juga merasakan kalau mereka memiliki aura hitam. Sepertinya mereka prajurid kerajaan iblis..." ucap Ye Sha. Mendengar itu, Siyue kaget .

__ADS_1


"Mereka juga akan melalui jalur yang akan kita pakai...?" tanya Siyue .


"Benar Dewi . dan mereka sepertinya akan pergi bersamaan dengan perjalanan kita..." lanjut Ye Sha.


" Mereka terdiri dari beberapa orang yang berilmu tinggi Ratu , Dewa..." ucap Ye Zhi.


"Lebih baik kita mencegah mereka masuk ke Alan bawah . , dan kita akan menangkap salah satu dari mereka untuk mencari informasi..Aku takut Mereka akan membangun kekuatan di alam Bawah. Bukankah jarak alam bawah dan Nirwana sangat jauh..." ucap Zuzaku yang kini sudah duduk di ruang tamu yang memang


Berada di depan kamar Siyue.


"Benar katamu ..kita akan menumpas mereka di jalan menuju alam bawah. Dan Kau Kak Tiger.. Kau bisa menangkap salah satu dari mereka. Dan masukkan pil kejujuran sebelum dia bunuh diri. Biasanya Prajurit kegelapan akan bunuh diri kalau tertangkap..." ucap Siyue.


"Aku bisa Yue'er..."ucap Tiger.


Siyue segera memberikan pil kejujuran pada Tiger. Dan mereka segera keluar dari istana Siyue dan kembali ke Alam nyata.


Dewa Wiqya segera menyuruh Ye Sha dan Feng Qui untuk melihat kapan mereka akan bergerak. Sedangkan Siyue sendiri segera membangunkan semua. Teman, dan keluarganya . Dan mengatakan apa yangg akan mereka hadapi dan yang akan mereka lakukan .Ternyata di alam nyata hari masih tengah malam. Merekapun segera bersiap - siap keluar dari penginapan .


"Kita tunggu Ye Sha dan Feng Qui. ..." ucap Siyue pada kelompoknya .


Cukup lama mereka menunggu. Ketika waktu kira- kira menunjukkan pukul dua pagi, Ye Sha datang dan berkata kalau Mereka akan segera bergerak.


"Di mana Feng Qui...?" tanya Siyue.


"Dia ada di perbatasan menuju Alam bawah..."ucap Ye Sha.


Merekapun segera keluar dari penginapan. Saat mereka keluar, pemilik penginapan sangat heran.


"Kok tengah malam keluarnya Non..." tanya sang pemilik penginapan pada Siyue.


"Iya pak..ada masalah yang harus kami atasi. Dan perguruan kami sudah menunggu di Perguruan kami .." bohong Siyue.


Mana mungkin dia berkata kalau mereka akan bertempur dengan Prajurid Kerajaan Iblis .


"Ooo..kalau begitu silahkan Nona.. Jangan lupa kalau datang lagi kemari mampirlah di penginapan kami ini..." ucap sang pemilik penginapan ramah.


"Baik pak..semoga kita bertemu lagi. Kalau begitu kami pergi pak selamat malam..." ucap Sinyale membalas ramah.


Dan merekapun segera keluar dari penginapan itu menuju perbatasan. Dan benar saja tidak sampai setengah jam mereka menunggu, terlihat rombongan orang dari jauh, ada hampir lima puluh orang yang mendatangi mereka. Tak bisa di bayangkan kalau mereka berada di Alam bawah dan menjadi masalah di Alam bawah. Setelah mereka mendekat, Siyue dan Rombongan segera menghadang Mereka. Siyue dan Kawan - kawan sengaja memakai topeng yang memang ada di dalam ruang Teratai milik Siyue.


"Waah...ternyata kalian baru datang... kenapa telat Sich..." ucap Siyue sok akrab.


"Siapa kalian ..." ucap orang yang berjalan paling depan.


"Rasanya kalian tak perlu tahu dech, Siapa kami ini..." ucap Siyue dengan Tenang.


"Brengsek...kalian mau mencari gara- gara dengan kami ha...!" teriak orang yang menjawab pertanyaan Siyue .


"Kayaknya iya sich...." ucap Siyue konyol .


"Bedebah....berani sekali kalian mengganggu kami. Kalian belum tahu siapa kami ha..?!" teriak orang itu marah.


"Kami sudah tahu siapa kalian , bukanya kalian Prajurid kerajaan iblis...? Ck, ck ck...prajurid iblis berkeliaran di Alam manusia... Apakah kalian tidak takut mati..? Untuk apa kalian ingin pergi ke Alam Bawah... ?" ucap Siyue dengan nada mengejek.


"Ba****t....kau semakin ngelunjak ya...siapa kalian ini...!" teriak lelaki itu kembali.


"Sudah aku bilang kalian tak perlu tahu Siapa kami, lebih baik kalian kembali lagi ke kerajaan iblis kalian, atau kalian tak akan bisa kembali lagi kesana..." ucap Siyue dingin .


"Cih...hanya manusia lemah seperti kalian ini kami akan takut, ...?apakah kalian tidak melihat perbedaannya...kami satu pasukan, dan kalian hanya beberapa orang saja. Mana bisa kalian menghadapi kami..!" ejek pria yang sejak tadi berbalas kata dengan Siyue.


"Kita lihat saja nanti...." ucap Siyue dengan tenang.


"PASUKAN....serang mereka, habisi mereka dengan cepat...kita harus berada di alam Bawah secepatnya....!" teriak Pria itu.


dan segera mereka menyerbu kelompok Siyue. para hewan Kontrak Siyue dan Dewa Wiqya pun ikut juga menyerang mereka yang mulai datang menyerang. dan terlihat pertarungan yang sengit di antara kelompok Siyue dan Prajurit Kerajaan Iblis. Namun walaupun kelompok Siyue lebih sedikit, tapi mereka bagai belut, licin dan mematikan. dan satu persatu para prajurit kerajaan Iblis jatuh dan mati. mereka para kelompok Siyue bagai Singa yang menemukan mangsanya. terutama Siyue dan Dewa Wiqya. dalam satu tebasan saja mereka telah membunuh beberapa orang. dan akhirnya tidak sampai Dua jam, para orajurit iblis bisa di tumpas. dan sebagai tugas Tiger, Dia bisa menangkap salah satu pemimpinnya. dengan cepat, Tiger memasukkan pil kejujuran kedalam mulut orang itu


maaf sampai di sini dulu ya...aku lanjut besok. maaf jika aku gantung lagi. 😂


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2