DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
FESTIFAL BUNGA.


__ADS_3

Terlihat sekali kalau Siyue menjadi pusat perhatian di tempat Itu. Dewa Wiqya bagai kebakaran jenggot melihat tatapan memuja dari para Dewa pada Siyue. Sedang kan Siyue sendiri kini sedang menikmati makanan yang Ada di atas meja Mereka.


"Kak... Apakah kita harus di sini Selama satu minggu...?" Tanya Siyue pada Zuzaku .


"Yue'er...satu minggu itu waktu tercepat dalam Festival...mungkin bisa sebulan, atau lebih dari satu bulan . Sebab banyak lomba yang harus kita ikuti..." jawab Zuzaku .


'Maksudmu kita akan ikut dalam lomba itu Kak...?" Kata Siyue dengan wajah kaget.


"Hmm... " angguk Zuzaku. " kalau kita tidak ikut bagaimana..?" Tanya Siyue.


"Kalau kita sudah di tunjuk , kita tidak bisa mundur..." Ucap Feng Qui. "Macam apa saja perlombaannya Kak...?" Tanya Siyue.


"Banyak.. Ada pertarungan , memanah dan banyak lagi pertandingan yang hampir Sama dengan di Alam manusia. .." Kata Zuzaku menjelaskan .


"Jadi kita tidak bisa langsung pulang Ya...? lalu di mana kita akan tinggal. Apa iya kita tinggal di ruang Teratai...?" Tanya Siyue.


"Ada asrama tamu yang memang di khususkan untuk tamu yang Mulia Dewa Agung..."ucap Zuzaku lagi.


"Memangnya Dewa Agung memiliki tamu seperti manusia...?" Tanya Siyue.


"Bukan seperti manusia...tapi Dewa Kehidupan sering datang ke istana Dewa Agung..." sebuah suara mengejutkan Siyue. Kontan saja Siyue menatap kearah si pendatang.


Memang sejak tadi Siyue duduk menyamping dari arah para tamu yang datang. Dan sejak tadi dia focus dengan percakapananya dengan Zuzaku. Dan kini Sosok Dewa Saora sudah berada di depannya.


"Guru..." Seru Siyue lalu segera berdiri dan memberi salam dengan menangkupkan kepalan tangan di depan Dada.


"Salam guru...Semoga guru selalu bahagia..." Ucap Siyue.


"Salammu aku terima, tapi Guru marah Padamu..." Ucap Saora dengan wajah berpura - pura marah. Walau sebenarnya dia merindukan murid gadis nya yang sudah dia anggap seperti adik nya sendiri.


Karena itulah saat Dewa Wiqya menghina Siyue. Ingin Rasanya dia memukul Dewa Wiqya.


"Marah...? Memang Siyue salah Apa pada guru...? Kalau Siyue memang salah, maaf kan Siyue guru..." Ucap Siyue sedikit takut.


"Jadi Kau tidak tahu kesalahanmu...?" Tanya Dewa Saora. Siyue terlihat menggelengkan kepalanya. Dan


"Aau. .."sebuah sentilan mengenai keningnya.


"Jadi Kau tidak Merasa bersalah meutup jalan guru untuk datang ke Istana Phoenix..?" Ucap Dewa Saora kesal. Mendengar ucapan Dewa Saora terlihat Siyue terkejut . tak lama terlihat cengiran di bibir merah nya. Membuat wajahnya terlihat menggemaskan.


"He he he..maaf guru...Siyue tidak sengaja..." Ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .


"Aauuu...." Kembali sebuah sentilan mengenai keningnya.


"Dasar gadis nakal...Kau marah pada seseorang kenapa guru juga terkena marah mu..." Ucap Dewa Saora membuat wajah Siyue memerah. Dia Merasa malu Karena ketahuan sang guru. Terlihat cengiran kembali di wajah nya. Melihat interaksi Dewa Saora yang akrap dengan gadis cantik manusia yang mendapat undangan datang ke Nirwana itu, membuat para Dewa yang sejak tadi menatap Siyue menjadi iri pada Saora dan gemas melihat wajah Siyue yang terlihat semakin mengemaskan .Tapi beda Dengar para Dewi, mereka Merasa cemburu pada Siyue Karena bisa Begitu akrab dengan salah Satu Dewa tertampan di Nirvana.


"Apa kabar Yue'er...?"terdengar suara bariton Menyapa Siyue. Seketika Siyue merasakan jantunhnya berhenti berdetak. Suara yang selalu membuatnya tentram dan aman, suara milik seseoarang yang pernah sangat dia rindukan, suara dari seseorang yang berusaha dia lupakan. Kini kembali terdengar.


Dengan enggan Siyue menatap pada Dewa yang mengucapkan Namanya. Terlihat Pria tampan yang tidak ingin dia temui itu kini berdiri di sebelah sang guru. Sejenak Siyue Merasa kerinduannya terobati. Tapi dia sadar kalau pria di depannya bukan lagi Kekasih yang sangat Mencintai nya. Yang selalu menghawatirkan dirinya, Hingga tidak mau jauh darinya.


"Salam Yang Mulia Dewa Wiqya...maaf jika saya tanpa sengaja bertemu anda..." Ucap Siyue sambil membungkuk memberi hormat. Melihat tingkah dan Sikap Siyue, Dewa Wiqya merasakan sakit di hatinya.


"Begitu kejamkah perkataanku padanya dulu..." Batin Dewa Wiqya.


"Apa kabar mu...?" Ucap Dewa Wiqya yang sedih melihat Siyue menjaga jarak padanya.


"Baik.." Ucap Siyue datar. Siyue berusaha terlihat cuek, namun perasaan Sedihnya tidak bisa mengelabuhi hewan kontraknya. Entah mengapa di alam Nirwana ini Siyue tidak bisa mendengar kata hati para Dewa . Melihat Siyue yang terlihat sedih. Zuzaku segera menggenggam tangan gadis itu dan degera menarik Siyue agar mendekat padanya. Begitu juga dengan Feng Qui dan Liong Bay . mereka segera pasang badan di dekat Siyue.


Melihat ketegangan di depannya Karena kedatangan Dewa Wiqya . Dewa Saora segera berkata.


"Siyue kami pergi dulu... Maaf guru mengganggu mu ..Oh ya Yue'er...Kau nanti Malam menginaplah di rumah guru.Jangan menginap di tempat lain, guru masih ingin mengobrol dengan mu ..." Ucap Saora yang ingin memberi kesempatan pada sang sahabat untuk mendekati Siyue.


"Tapi guru..." Ucapan Siyue berhenti saat mendengar Kalimat yang di ucapan sang guru.


"Tidak Ada tapi- tapian ini perintah guru... lagian Kau akan tinggal di rumah yang Ada di sebelah rumah guru.... " Ucap Dewa Saora menegaskan.


"Baik guru..." Ucap Siyue tidak bisa mengelak. Terlihat Dewa Saora memaksa Dewa Wiqya pergi dari meja Siyue. terlihat sekali kalau Dewa Wiqya enggan pergi dari tempat Siyue.


Setelah kepergian kedua Dewa itu, Siyue dan Ketiga hewan Kontraknya segera duduk.


"Kau tidak apa- apa...?" Ucap Feng Qui.


"Aku tidak apa - apa ..tenang saja kak... " ucap Siyue sambil tersenyum . Mereka mengobrol kembali. Sedang kan Dewa Saora dan Dewa Wiqya memilih duduk tak jauh dari Siyue. Terlihat sekali keinginnan Dewa Wiqya untuk mendekati Siyue. Namun Dewa Wiqya melarangnya.

__ADS_1


"Jangan Sekarang. Kau akan membuat Keributan..." Ucap Dewa Saora.


Akhirnya dengan menahan kekesalan dan kerinduan , Dewa Wiqya duduk di dekat Dewa Saora. Dia selalu menatap Pada Siyue yang tetap tenang berbincang dengan ketiga hewan Kontraknya. Mereka berempat menjadi pusat perhatian Semua Orang Selain Dewa Wiqya dan Dewa Saora yang selalu membuat para Dewi berharap bisa mendekati mereka.


Namun kembali terjadi seruan tertahan di pintu masuk, karena para Dewi mengucapkan pujian pada Dewa yang Baru masuk. saat dua Dewa masuk ke dalam Ruang perjamuan. Mendengar seruan darinoara Dewi . Siyue melihat ke pintu masuk, ternyata ada dua Dewa yang masuk kedalam ruang perjamuan.


"Ck...ternyata para dewi tidak beda dengan gadis di alam dunia..." ucap Siyue dengan senyum di bibirnya. Namun Senyumnya segera hilang saat dia mrlihat salah satu dari Dewa yang masuk. sebab salah satu daribdewa itu Adalah utusan yang datang ke Istananya. Yaitu Dewa keadikan yang bernama Dewa Wuchan. Melihat Dewa tampan itu, Siyue cepat mengalihkan tatapan nya. Dia membalikkan tubuh nya agar tidak terlihat oleh Dewa Wuchan. namun sayang Sekali, Dewa Keadilan Wuchan sudah melihat kehadirannya . Terlihat Senyum di bibir Dewa Wuchan . Setelah Dia memberi salam dan hormat pada Dewa Agung dan Dewa kehidupan , Dia segera melangkahkan Kakinya menuju Meja Siyue. Semua Dewa maupun Dewi melihat kemana langkah Dewa Keadilan berjalan. Dan mereka sangat kaget saat melihat Dewa Wuchan Mendekati tempat Siyue. Tak terkecuapi Dewa Wiqya dan Dewa Saora. Mereka melihat Dewa Wuchan berjalan dengan Tenang kearah Siyue.


"Salam Ratu Siyue..." Ucap Dewa Wuchan dengan tenang . Siyue sempat kaget. Sebab dia tadi sudah berusaha agar tidak di ketahui keberadaannya. Ternyata Pria uni Malah sudah berada di depannya.


"Dewa Wuchan... salam..." Ucap Siyue Kaku.


"Apa kabar...? Sudah lama datang...?" Ucapnya lembut.


" Baik yang Mulia...tidak , baru saja kami datang..." Ucap Siyue.


"Boleh aku duduk di sini..?" Ucapnya pelan. Untung saja Siyue berada di antara Feng Qui dan Zuzaku. Siyue menatap pada Zuzaku .


"Silahkan Yang Mulia Dewa Keadilan..." Ucap Zuzaku. terlihat Dewa Wuchan menatap ke tiga Pria yang berada di Kanan Kiri Siyue .


"Mereka...?" Tanya Dewa Wuchan.


Kakak- kakak hamba yang Mulia..." Ucap Siyue dengan wajah tenang. Namun tidak dengan Dewa Wiqya. Dia berdiri ingin mendekati meja Siyue, untunglah Dewa Saora segera memegang lengannya.'


" Sabar.. Kau lihat, Masih Ada tiga Pria yang Menjaga Siyue...tak akan terjadi apapun pada Siyue..." Ucap Dewa Saora dengan wajah tenang.


"Tapi aku tidak suka dia ngin mendekati gadisku Sao.." Ucapnya dengan kesal. Apa lagi sejak tadi dia melihat banyak mata para Dewa Muda yang melihat wajah Siyue penuh dengan kekaguman. Dan sekarang Si Wuchan Dewa keadilan yang Dingin nya Sama dengan Dia dan Saora , sekarang mendekati Siyue dan Bertingkah sangat lembut.


"Kau tenang saja Wiq...jangan membuat masalah, Siyue nanti yang akan malu..." ucap Dewa Saora .


"Tapi Sao..." Ucap Dewa Wiqya dengan perasaan khawatir .


"Tenang Wiq... Kau masih bisa menemui dia nanti...Lihatlah Acara segera di mulai..." Ucap Dewa Saora.


'Tunggu Sao..siapa sebenarnya tiga pria yang bersama Siyue itu.....?" Tanya Dewa Wiqya.


"Ck kau ini....apakah kau tidak bisa mrlihat kalau mereka hewan kontrak Siyue...Dasar pencemburu.. sampai- sampai Kau tidak bisa melihat Siapa mereka... ." Ucap Dewa Saora kesal. Mendengar ucapan Dewa Saora , Terlihat senyum di bibir Dewa Wiqya saat mengakhiri perdebatan mereka. Dan memang acara segera di Mulia. Terlihat Dewa Agung langsung memimpin acara. Setelah mendapat wejangan dari Dewa Agung dan Dewa kehidupan yang mewakili Dewa Kuasa yang tidak hadir, maka acara di lanjutkan dengan beberapa Acara di tampilkan di ruang yang sudah di sediakan. Hingga acara pun berakhir Sore hari. Dewa Saora dan Dewa Wiqya segera mendekati Siyue yang masih duduk bersama Dewa Wuchan . Melihat kedua Dewa itu datang, Dewa Wuchan mengerutkan dahinya.


" Saora...Kau datang juga...tumben Wiqya juga datang...?" Ucap Dewa Wuchan menyambut kedatangan sang teman .


Dia dan Dewa Wiqya mendekati Siyue. Dewa Saora terlihat tenang tapi Tidak dengan Dewa Yang Ada di sebelah Dewa Saora . terlihat Dewa Wiqya menatap Dewa Wuchan dengan tatapan Tajam.


"Murid...? Kau punya Murid...? Di mana Dia...? apakah dia nadir juga di sini...?' Ucap Dewa Wuchan dengan wajah heran . Sebab kedua Dewa ini telah lama menghilang. Dia mendengar Kalau Dewa Wiqya Di culik dan Di tawan Oleh Raja Iblis. Sedangkan Dewa Saora yang meminta tugas untuk menyelamatkan Dewa Wiqya pada Dewa Agung . Dan Dia juga tahu kalau Hanya seseorang Pilihan Dewa Agung yang bisa menyelamatkan Dewa Wiqya. Jadi kalau sekarang Ke dua Dewa ini berada di depan nya. Itu Bertanda Dewa Saora telah membebaskan Dewa Wiqya dengan pertolongan dari orang pilihan Dewa Agung.


"Dia...gadis di depanmu itu muridku..." Ucap Dewa Saora tenang.


"Apaaa...Siyue murid mu...?! 'Seru Dewa Wuchan kaget dan tak percaya.


"Tentu saja...kalau kau tidak percaya, tanyakan saja para orangnya..." Ucap Dewa Saora .


"Apa benar Ratu...?" Tanya Dewa Wuchan sambil menatap Siyuem


"Benar...guru Saojin atau Dewa Saora Adalah guru hamba..." Ucap Siyue lembut . Mendengar ucapan Siyue, Dewa Wuchan tak percaya. Dia menatap Siyue dan Dewa Saora bergantian.


"Apa benar Siyue murid Saora...kalau begitu mereka telah memgenal Satu dengan. yang lain..." batin Dewa Wuchan .


" Siyue ... Ayo ikut guru..." Ajak Dewa Saora.


"Baik guru... Maaf Dewa Wuchan, hamba mohon pamit..." Ucap Siyue sambil berdiri dan memberi hirmat .


"Tunggu...jadi kalian ini memang benar - benar guru dan murid...?" Ucap Dewa Wiqya lagi. seolah ingin menegaskan pendengarannya.


"Dia memang murid dari Sao...dan Akulah kejasihnya dan calon Suami nya..." Ucap Dewa Wiqya tiba- tiba. Tentu saja ucapan Dewa Wiqya membuat kaget siapapun yang mendengar nya, sebab Dewa Wiqya dengan sengaja mengucapkannya dengan keras . dan dengan cepat Dia menggandeng Siyue dan membawanya pergi. Tentu saja perbuatanku Dewa Wiqya membuat semua orang Kaget. Saat ketiga hewan kontrak Siyue akan mengejar, Dewa Saora berkata.


"Biar kan mereka berbicara sebentar, kalian ikut aku ..." Ucap Dewa Saora.


"Tapi guru..." Ucap Zuzaku.


Walaupun mereka merasa khawatir tentang Siyur, namun mereka mengikuti guru Siyue yang mereka tahu sangat menyayangi Siyue.


Sedangkan dewa Wuchan hanya menatap kepergian mereka dengan bengung.


"Biar kan mereka menyelesaikan masalah mereka sebentar, setelah itu kalian bisa menjemput nya dan bawa Dia ke tempatku, bukankah Kau masih ingat tempataku Zuzaku...?" Ucap Guru Saojin.

__ADS_1


"Baik guru... Hanya saja jika Dewa Wiqya kembali menyakiti Siyue, aku tak akan segan menghajar teman guru itu.... tak akan kubiarkan dia menyakiti Siyue lagi..." Ucap Zuzaku dingin .


"Benar Kak...aku setuju dan aku juga akan menghajar Dia..." Ucap Feng Qui.


"Betul itu... Karena kami tidak ingin melihat Siyue menangis lagi..." Ucap Liong Bay.


"Separah itu kah keadaan Siyue ..." ucap guru Saojin dengan wajah kaget.


" Tidak ada seorangpun yang tahu itu.. Karena saat Dia terpuruk, Dia akan berada di ruang teratai. Hanya kami yang tahu kejatuhan dan kesedihannya...." Ucap Feng Qui.


"Benar...Demi bisa melupakan Raja, Dia berlatih dengan sangat ketat. Hingga saat dia mengalami terobosan . Dia tak perduli saat petir kesengsaraan menghukumnya. Dengan sekuat tenaga Dia menerima kehancuran itu. Dan itulah yang Dia dapatkan guru...kini dia berada di Alam Roh level akhir..." Ucap Zuzaku dengan wajah sedih. begitu juga dengan Feng Qui dan Liong Bay


Terlihat Guru Saojin terdiam sambil menatap mereka dengan tatapan kaget . Dan tak lama Dia berkata.


"Jika dia berani mempermainkan Siyue lagi, akulah Lawannya. Aku tak perduli dengan hubungan kami Selama ini..." Ucap Dewa Saora dengan yakin.


Tak sadar mereka sampai di depan rumah Dewa Saona. Namun tiba - tiba Zuzaku merasakan kemarahan Siyue.


"Maaf guru...aku harus pergi..." Ucap Zuzaku.


"Aku juga....!" Seru Feng Qui dan ketiganya segera menghilang dari hadapan Dewa Saora.


Sedang kan Siyue Sendiri yang keluar Karena tarikan tangan Dewa Wiqya Merasa kesal. Dia merontah ingin lepas Dari cengkraman tangan Dewa Wiqya.


"Lepaskan...!" Seru Siyue marah.


"Tidak...Kau harus ikut denganku..." Ucap Dewa Wiqya . tak lama mereka sudah berada di luar kota.


Dengan cepat Siyue menghentakkan tangan nya dari genggaman Dewa Wiqya Hingga terlepas.


"Untuk apalagi anda membawa hamba kemari Dewa Wiqya yang terhormat....." Ucap Siyue dingin.


"Yue'er maafkan aku..." Ucap Dewa Wiqya sambil menatap wajah gadis di depannya yang terlihat menatap nya dengan tatapan marah .


"Untuk apa anda meminta maaf, bukankah anda tidak bersalah. Mengapa harus minta maaf.." Ucap Siyue sinis.


'Maafkan aku...aku terlalu jahat Padamu..." Ucapnya lagi. Terlihat Siyue menatap Dewa tampan yang juga merupakan jiwa Kekasih nya dengan dingin.


"Baik..hamba akan memaafkan anda jika itu akan membuat anda Senang dan tenang. Sekarang biarkan hamba pergi..." Ucap Siyue datar.


"Tunggu Yue'er...apakah kita tidak bisa bersama lagi...?" Ucap Dewa Wiqya sambil menatap kembali wajah cantik itu. "Bersama kembali...? Ha ha ha...apakah anda salah minum obat yang Mulia... Kita tidak pernah bersana,...Bukankah anda sendiri yang berkata pada hamba kalau hamba tidak di perbolehkan mengharap perasaan Raja setelah kalian persatu, lalu kenapa anda menjilat ludah anda sendiri yang Mulia... Ck, Ck Ck...sudahlah Yang Mulia... Bukankah hamba juga sudah bilang pada Anda, kalau hamba akan membunuh srmua perasaan hamba pada Raja...jadi anda sudah tahu jawabannya bukan...sekarang biarkan hamba pergi..." Ucap Siyue dingin dan Siyue berbalik untuk segera pergi. Karena air matanya akan segera turun ke pipinya.


'Tunggu Yue'er...Kau harus dengar kan aku.. Aku Mencintai mu... Aku sungguh mencintaimu..jadi Tolong beri kesempatan sekali saja padaku..." Ucap Dewa Wiqya. Mendengar ucapan Dewa Wiqya , Siyue berhenti dan berbalik menatap wajah Dewa Wiqya kembali . dan yang di tatap Merasa kalau Siyue akan memaafkannya. Situe menatap Dewa Wiqya sendu . Terlihat senyum kesedihan berada di bibir merah nya.


"Cinta yang sekarang anda rasakan, itu Bukan Cinta milik anda, tapi cinta milik Raja Chu Tianji, jadi jangan memaksakan diri. Karena Anda akan menyesal nanti. Dan cinta itu lambat laun akan hilang dengan sendiri nya. Maafkan hamba . hamba tidak dapat menerima cinta yang bukan milik hamba dan hamba tidak butuh di kasihani..." Ucap Siyue sambil berbalik dan masuk kedalam ruang Teratai. Tentu saja Dewa Wiqya kaget melihat Siyue tiba- tiba menghilang. Di depan Matanya. Dia mencari kesegala arah sambil memanggil nama Siyue. Tapi Dia tidak menemukannya. Dengan Perasaan takut dan Cemas Dia mencari Dewa Saora . Saat bertemu Dewa Saora, , Dewa Wiqya segera menceritakan semuanya. Mendengar cerita Dewa Wiqya , Dewa Saora menghela nafas berat.


"Bukankah aku sudah berkata Padamu... Kau akan kesulitan mendapatkan Cinta Siyue kembali ... sekarang Kau tidak perlu khawatir lagi, pasti Dia sekarang Ada di dalam Ruang Teratainya..." Ucap Dewa Wiqya.


"Ruang Teratai...?" Tanya Dewa Wiqya tak mengerti.


"Ruang yang oernah aku ceritakan padamu,


Ruang Teratai Adalah Ruang Dimensi milik Siyue . Kau ingat saat Kau keluar dari tempat Raja iblis dulu...bukankah kau dibawa oleh teman - teman gadis itu ke dalam ruang Dimensi , kau ingat dimana itu..." Kata Dewa Saora pelan.


"Ya..Aku ingat...saat itu aku dibawa masuk ke dalam Suatu ruang. Dan tiba- tiba aku sudah berada di dalam pondok berdih di Suatu tempat yang sangat sejuk ... Tapi aku tidak tahu dimana itu. ..." Ucap Dewa Wiqya.


"Itu di dalam ruang Teratai Siyue...." Ucap Dewa Saora. Mendengar itu. Dewa Wiqya terlihat terdiam .


"Dari mana Kau bisa tahu itu...? Apakah Kau juga pernah kesana...?" Kata Dewa Wiqya.


"Belum pernah , Karena kerburu Kau menyakiti Dia. Dan Dia menghindari kita.."jawab dewa Saora .


"Lalu APA yang harus aku lakukan untuk bertemu dengannya lagi Sao...?" Ucapnya frustasi.


"Biarkan saja dulu.... Biarkan dia tenang. mungkin nanti dia akan kembali kemari, tapi Kau jangan muncul dulu...biar kan dia istirahat. Kau bisa menemui Dia besok .... Lebih baik Kau pulang sekarang...aku takut dia akan memilih Pergi dari sini jika dia melihat mu dan Kau memaksanya.." Ucap Guru Saojin .


"Baiklah aku akan pulang...tapi biarkan selama dia di sini aku akan meluluhkan hatinya..." ucap Dewa Wiqya .


"Baik....tapi jika Kau menyakiti dia lagi, akulah lawan mu...." ancam Dewa Saora.


"Baik aku berjanji...." Dengan wajah lesuh dan sedih , Dewa Wiqya keluar dari rumah Dewa Saora . .


Udaham dulu ya...aku lanjut besok.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komennya author tunggu . jika masih Ada typo. maaf🙏🙏🙏


__ADS_2