DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PUTRI KERAJAAN PANG BO .


__ADS_3

"Mana mungkin yang Mulia...apakah tidur, mandi harus Siyue temani juga...!" Seru Siyue kesal.


"Tentu saja...pokoknya Kau harus selalu bersama Raja ini...." Ucap Raja yang masih Senang memeluk tubuh ramping milik Siyue.


"Lalu bagaiaman dengan Istana, bukankah yang Mulia seorang Raja...Siyue tidak ingin yang Mulia mementingkan soal Pribadi dengan kepentingan Kerajaan..." Ucap Siyue.


"Lalu apa yang harus Raja ini lakukan, Raja tidak ingin berpisa denganmu Yue'er..." Ucap Raja sambil menatap wanita cantik di depannya.


"Waah...apa yang harus aku lakukan, kasiham juga kalau dia Malah tidak focus pada pekerjaan ..." batin Siyue .


"Baiklah untuk sementara biarkan berjalan seperyi biasa. Sekarang yang penting kita urus masalah Kakek Kaisar dulu...." ucap Siyue dengan wajah prihatin.


"Ada apa dengan Kakek Yue'er... Apa sebenarnya yang terjadi para Kakek Kakek Yue'er....?" Tanya Raja.


"Yang Mulia minta tolong panggil pengawal yang menjaga kediaman Kakek, Siyue ingin menanyakan sesuatu pada mereka..."Kata Siyue dengan wajah serius.


"Memangnya ada apa Sayang...." Tanya Raja khawatir .


"Kita akan menanyakan Siapa yang membawakan makanan kemari...."kata Siyue datar . terlihat Wajahnya Marah. Raja terlihat heran dengan siap sang Kekasih. Dia tahu Siyue akan sangat marah jika orang yang dia sayangi di usik . Dia lalu Memangil Dua Perwira yang bertanggung jawab di kediaman Kakek Kaisar Tua. . Dengan cepat kedua Perwira penjaga jediaman Kakek segera masuk ke dalam Kamar Kaisar Tua.


"Kami menghadap Yang Mulia..." Ucap Mereka cepat sambil memberi hornat.


"Siyue Ingin bertanya para Kalian ..." Ucap Raja Datar .


" Hamba Yang Mulia..." Ucap mereka serempak .


Terlihat Siyue menatap mereka berdua bergantian. Tapi Siyue tidak melihat wajah bingung atau cemas. Yang Ada Adalah wajah yang tulus dan tegas. Melihat semua itu, Siyue tahu mereka tidak tahu apa-apa.


"Aku ingin tanya pada kalian, sebelum Kakek Kaisar jatuh sakit. Siapa yang membawakan makanan Kakek selama dua jari sebelum Kakek jauh sakit.


"Dua pelayan baru Yang Mulia..." Jawab pengawal Teo.


"Siapa yang menggantikan mereka dengan oelayan yang lama... Dan fi mana pelayan lama...apakah tidak Ada pelayan lain Hingga harus pelayan Baru yang di tugas kan membawa makanan Kakek...?" Kata Siyue.


"Mereka bilang kepala pelayan yang memberikan tugas itu pada mereka. "Jawab Teo .


"Panggil kepala pelayan kemari...." Ucap Siyue dengan tegas. Mereka berdua sudah tahu siapa Siyue. Karena itu mereka tanpa banyak bertanya menerima perintah Siyue . Apa lagi mereka merasa sedikit takut melihat wajah dingin dan tegas Siyue. Pancaran wajah pria tampan di depan mereka sungguh menakutkan .


"Baik tuan Siyue..." Ucap Perwira Teo . Dia segera keluar ruangan. Sedangkan Sanca perwira teman Teo menunggu di dalam ruangan .


Tak berapa lama terlihat perwira Teo masuk bersama seorang wanita Muda yang terlihat berajalan dengan angkuh dan sombong seoerti seorang Putri kerajaan . Gayanya malah melebihi Teo yang merupakan seorang Perwira. Saat ini Raja dan Siyue masih memakai pakaian sederhana yang terlihat seperti Rakyat biasa. Wanita itu menghadap Siyue dengan sok kuasa dan menghina . Dia tidak memberi salam para Raja . walaupun terlihat dia agak kaget melihat wajah Siyue .


"Duduk....!" Sentak Teo marah. Wanita itu dengan enggan duduk bersimpun di depan Siyue .


"Siapa Namamu?" tanya Siyue datar.


"Canpa...." ucapnya dengan nada Songong.


"Berkatalah dengan baik...." Seru Tao dengan marah.


"Sejak kapan Kau mulai bekerja di istana samping Milik Yang Mulia Kaisar Tua ini...?" tanya Siyue datar . Terlihat matanya menatap Siyue tak senang. Namun saat melihat wajah Raja, Terlihat wajahnya cerah. Dia terlihat mulai genit. Melihat itu, ingin rasanya Siyue tertawa. Andai dia tidak dalam mode introgasi mungkin saat ini dia sudah menggoda sang Kekasih .


"Chi..apa urusanmu menanyakan itu padaku, Kau hanya seorang tabib bodoh berani bertanya padaku...?" Ucapnya angkuh. Melihat tingkah wanita itu yang tak terima Adalah Tao dan Sanca. Mereka ingin marah, namun mereka melihat gerakan Siyue yang menyuruh mereka Diam.


"Karena aku ingin tahu, Siapa yang telah berani memberimu ijin meracuni Kaisar Tua... apa masalahmu Hingga Kau berani bertindak di luar batas. " ucap Siyue dingin . Semua yang mendengar ucapan Siyue kaget. Begitu juga dengan Raja .


"Kau...Kau men...memfitnahku...!" Seru nya gagap dan marah.


"Kau fikir kami bodoh...Kau memberikan makanan yang Kau campur dengan Buah Mancenel yang sangat mematikan, apa Kau fikir kami tidak akan mengetahuinya..." Acap Siyue dengan dingin. Siyue heran Dari mana wanita ini mendapatkan Buah Mancenel. Di jaman Modern dulu, Siyue tahu kalau Buah ini berasal dari daratan eropa dan America tapi Siyue tak tahu kalau tumbuhan beracun ini bisa dia temukan di sini. Getah susu dari daun dan kulit kayu dari Mancenel mengandung bahan kimia mengiritasi yang disebut phorbol, menghasilkan reaksi alergi kulit yang kuat. Dan jika di makan oleh seseorang, maka kemungkinan mati sangat besar. Jangankan masuk kedalam tubuh. Terkena kulit, kulit akan melempuh .Tapi apa tumbuhan ini memang Ada di dataran China ini... Buah yang terkenal dengan Buah Apel kematian ini sangat berbahaya jika sampai termakan manusia. Dan kini Siyue melihat Ada Zat Phorbol di dalam darah Kakek Kaisar Tua. Untunglah Siyue masih bisa menetralkan zat itu.


"Apaa...Kakek kembali terkena racun...?" Seru Raja marah .


Melihat Rahasaianya terbongkar tiba- tiba dia mengangkat tangannya. Untunglah Siyue cepat mencegah tangan itu yang ingin memukul kepalanya sendiri. Mungkin wanita ini angin bunuh diri.


"Tidak semuda itu Nona..." Seru Siyue. Raja terlihat sangat marah. Dia segera berteriak marah pada Tao dan Sanca untuk menangkap kedua pelayan kaki tangan dari wanita itu. dengan cepat kedua Pereira itu perginkeluar setelah memberi hornat .


Sedangkan Siyue segera memasukkan pil kecil ke dalam Mulut wanita itu .


"Lepaskan aku, lepaskan aku...berani sekali Kau memperlakukan aku seperti ini..! Kau tidak tahu Siapa aku...." Teriaknta marah. Siyue hanya diam saja.


"Apakah Kau tahu Siapa Pria yang berada di depanmu itu ..?" Tanya Siyue.


"Untuk apa...Aku tahu kalian berdua Pria- Pria tampan, dan aku tahu pasti kalian tabib yang di panggil Kaisar Tua . tapi mana mungkin Kau bisa mengobati Pria Tua itu...ha ha ha.."


Ucapnya mulai jujur . Siyue tersenyum melihat wanita itu mulai kehilangan Kendali diri .


"Kau salah...Pria di depanmu itu Adalah Raja kerajaan ini...Dialah Raja Chu Tian Ji. Kau tidak tahu itu...?" ucap Siyue . terlihat kekagetannya di wajah wanita itu. kini Siyue bisa melihat saat di tatap secara jelas, wanita itu masih Muda dan cantik.


"Siapa wanita ini ...?" batin Siyue .


"Di..dia Raja Chu Tian Ji....? Tidak itu tidak mungkin..." serunya marah dan tak percaya.


"Apakah kau tidak melihat sikap para prajurid pada beliau...?" kata Siyue lagi.


Terlihat dia terbelalak menatap Raja yang terlihat sangat marah . Melihat Kenyataan yang Ada wanita itu terlihat kaget.


"Lalu kenapa tidak bisa di sembuhkan... Memangnya kenapa dengan Kaisar tua ...?" Tanya Siyue dengan milik lucu. pada Saat itu kedua pengawal Kaisar Tua sudah masuk kembali. Terlihat mereka menatap Siyue dan Wanita itu dengan heran. Namun Raja mengisyaratkan mereka untuk diam.


"Karena aku telah memberi dia racun mematikan, dan tidak akan Ada yang bisa menyembuhkan dia, apa lagi Kau Pria Muda brengsek...!" Seru Wanita itu dengan menatap Siyue Tajam dan sinis .


"Benarkah. Waah kamu hebat ya...?!" Ucap Siyue.

__ADS_1


"Tentu saja...Tentu saja aku hebat. Kau tahu tidak, sebenarnya aku Ini bukan seorang kepala pelayan . tapi aku ini Adalah Putri kerajaan Pang Bo... Aku kesini menyamar menjadi kepala pelayan yang membuat aku kesal. dan jijik ." ucapnya.


"Oo...ternyata kau putribkerajaan Pang Bo . Lalu Siapa yang memasukkanmu ke istana ini dan kenapa Kau ingin membunuh Kakek Tua itu...?" Tanya Siyue.


"Aku datang Kesini atas perintah Ayahku. Sebenarnya tujuan pertamaku aku ingin menggoda Raja. aku ingin menjadi istrinya. Tapi ternyata dia tidak Ada di dalam Istana. Semua itu membuatku kesal. Malah kami mendengar dia pergi ke perbatasan. Tentu saja Ayah marah. bisa -bisa rencana Ayah untuk merebut wilaya perbatasan akan gagal, akhirnya Ayah meyuruhku untuk mencari Cara agar Raja kembali ke Istana. Ayah tidakbingin rencana merebut perbatasan gagal. sebab kami yang telah menyiapkan sepuluh ribu prajurit bisa segera merebut perbatasan... jika Raja sampai di perbatasan sebelum Ayah merebut perbatasan , Ayah takut rancananya menjadi gagal Karena itu Ayah menyuruhku mencari Cara agar aku bisa membuat Raja kembali ke istana... Dan Aku dengar Raja sangat menyayangi Kausar tua . Karena itulah aku berfikir kalau mendengar Kakek Tua itu mati, maka Raja akan cepat kembali...." ucapnya dengan lancar.


Mendengar ucapannya dari gadis itu kedua pengawal Kaisar Tua dan Raja kaget. Ternyata wanita sombong ini Putri dari Kerajaan Pang Bo.


"Apakah Kau tidak tahu kabar dari perbatasan...?" tanya Siyue .


"Tidak....yang aku tahu Paman Cuiman sedang bertugas membawa pasukan untuk menyerang perbatasan, jadi tugasku Adalah membunuh si Tua itu agar Raja cepat kembali..." Ucap gadis itu dengan nada bangga.


"Lalu Dari mana Kau mendapatkan racun itu....?" Tanya Siyue lagi.


"Dari seseorang yang memberikannya pada Ayahku..."ucap gadis itu .


Semua yang dia ucapkan terlihat mengalir tanpa paksaan, gadis itu bagai tak menyadari apa yang dia ucapkan dan hampir dua jam Siyue mencari infirmasi Dari gadis itu, Siyue pun Merasa sebentar lagi pasti gadis itu akan sadar kan diri. Karena pengaruh obat hanya berlaku dua jam lebih . Karena itu Siyue bertanya sekali lagi.


"Jadi Kau ini putri dari Raja Kerajaan Pang Bo..?" tanya Siyue.


"Benar sekali. kenapa kau takut ...?" ucapnya sinis .


"Lalu dua wanita yang bersamamu....?" Tanya Siyue lagi .


"He he he...dia sepupuku dan pelayanku,..."


Jawabnya sambil tertawa.


"Siapa yang memasukkan dirimu kemari....?" Tanya Siyue lagi.


"Kepala pengawas rumah tanga Kerajaan Dia yang Memasukkan diriku ke dalam istana ini. Dan menjadikan aku kepala pelayan dapur istana Kaisar Tua itu sesuai permintaan kami .


."Apa dia komplotan kalian juga...?" Tanya Siyue dengan tenang .


"Wooo....Tentu saja tidak...dia bukan Siapa- Siapa kami, Dia hanyalah orang Bodoh yang Kami ancam akan mebunuh seluruh keluarganya jika tidak membantu kami..." ucap Putri Kerajaan Pang Bo dengan bangga.


"Jadi bukan hanya kalian saja yang berada di tempat ini...?" Tanya Siyue lagi .


"Tentu saja tidak....Masih Ada Paman , dan sepuluh Anak Buah Paman yang berada di luar istana..." Ucapnya lagi.


Dan sebelum Siyue menanyakan di mana mereka berada. Terlihat gadis itu memegangi kepalanya dan tak lama dia jatuh pingsan. Melihat itu, Raja menatap Siyue dengan tatapan kagum.


"Yue'er pil apa yang Kau berikan pada gadis itu...?" Ucapnya dengan wajah kagum.


"Pil Kejujuran jika seseorang meminum pil itu. Dia akan menjawab jujur semua yang kita tanya kan...." Jawab Siyue .


Mendengar perkataan Siyue , Raja bergidik . Jika pil itu dia berikan padaku, dan aku mempunyai sebuah rahasia. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terhadi denganku . ...ucap Raja dalam hati .


"Tidak, tidak ..aku tidak takut , Karena aku yakin aku tidak akan memiliki Rahasia dalam hatimu ." ucap Raja .


"Jangan khawatir Yang Mulia...pil ini tidak akan hamba minum kan pada orang yang hamba sayangi dan hormati . pil ini hanya hamba minumkan pada para penjahat untuk mencari kebenaran. Mana mungkin hamba minum kan pada sembarang orang apalagi Yang Mulia . dalam hubungan kita , kejujuran harus lahir dari hati kita sendiri tanpa pemaksaan yang Mulia..." Ucap Siyue sambil tersenyum lembut. Mendengar ucapan Siyue, Raja Chu Tian Ji segeta memeluk sang kekasih.


"Aku berjanji...aku berjanji tidak akan Ada rahasia di antara kita sayang..." Ucap Raja sambil memeluk Siyue .


"Ya sudah...sekarang kita urus Ke tiga orang itu. Mereka bisa menjadi tawanan kita... yang penting sekarang kita harus menangkap mereka semua...!" Kata Siyue.


"Benar Sayang... Aku akan menyuruh Ye Sha menyelidiki masalan ini dan menangkap mereka ... " ucap Raja.


"Biar Feng Qui membantunya...." Ucap Siyue. Raja pun menyetujuinya .


Lalu Raja segera memerintahkan kedua Pengawal Kaisar Tua untuk membawa Putri Kerajaan Pang Bo ke penjara bawah tanah atau penjara penjahat perang.


"Jangan lupa , jangan biarkan siapapun masuk kedalam sebelum ku ijinkan ..." ucap Raja.


"Baik yang Mulia..." jawab mereka .


Sedang kan Siyue sendiri terlihat masih merawat Kakek Kaisar.


"Tian'ge...kita harus membawa Kakek Kaisar ke ruang Teratai . Belia harus di rendam dengan air Suci..." Kata Siyue .


"Baik...kita bawa Kakek kesana..." Jawab Raja . merekapun segera membawa Kaisar Tua Masuk kedalam ruang Teratai. Raja Chu Tian Ji. Menbawa sang Kakek dalam gendongannya. Ketika sampai di ruang Teratai, Tongsa sudah menunggu kedatangannya.


Saat Raja dan Siyue telah berdiri di depan mereka. Tongsa membantu Raja membawa Kakek Kaisar. Mereka segera menaruh Kakek Kaisar kedalam bak mandi yang sudah di isi air Suci. Sambil merendam Kaisar Tua, Siyue memurnikan pil untuk Kaisar Tua di Ruang Obat. Di sana Siyue melihat sang Ayah sedang berkultivasi. Mendengar langkah mendekat, Sima Yuan mengakhiri Kuntivasinya. Dia segera membuka Matanya. Melihat Putrinya dan Raja masuk kedalam ruangan, terlihat senyum bahagia di bibirnya.


" Kau datang sayang...?" Ucapnya bahagia.


"Iya Ayah... bagaimana keadaan Ayah sekarang...?" ucap Siyue sambil mendekat dan memeluk sang Ayah.


"Ayah semakin sehat nak...kini Ayah sudah mampuh berjalan sendiri..." Ucap Sima Yuan bahagia .


"Syukurlah Ayah...Siyue bahagia mendengar nya. "Kata Siyue sambil tertawa bahagia.


"Selamat Ayah...Semoga Ayah semakin sehat dan dapat keluar lagi di Alam Nyata..." Ucap Raja yang dengan ringan memanggil Sima Yuan dengan sebutan Ayah . Siyue dan Sima Yuan Hanya tersenyum mendengarnya .


"Salam yang mulia... Trimakasi Semoga hamba bisa secepatnya sehat kembali dan bisa melihat Alam Nyata kembali...." Ucap Sima Yuan dengan wajah berseri- Seri.


"Oh ya Ayah... Siyue kemari bersama kakek Kaisar tua..." Ucap Siyue yang Membuat Sima Yuan kaget .


"Apaa...Paman Kaisar berada di sini...?!" Seru Sima Yuan dengan wajah kaget tak percaya .


"Benar Ayah...beliau Ada di dalam kamar mandi sedang berendam...." Jawab Siyue.

__ADS_1


"Lo Memangnya Ada apa dengan beliau, apakah beliau sakit...?" Ucapnya lagi.


"Beliau terkena Racun mematikan . Hampir saja Siyue terlambat untuk Menolongnya...." Kata Siyue.


"Ya Dewa... Siapa yang tega ingin membunuh Kaisar tua ....?" Tanya Sima Yuan dengan prihatin dan sedih .


"Utusan dari Kerajaan Pan Bo Ayah... mereka sengaja melakukan itu saat mereka tahu Raja pergi ke perbatasan. Jadi mereka sengaja menyakiti Kakek kaisar agar Raja pulang ke istana Kembali.. Mereka tahu kalau Raja sangat sayang para Kakek Kaisar ..."kata Siyue dengan wajah sedih .


"Kerajaan Pang Bo..bukankah itu kerajaan yang ada di selatan Kerajaan kita...apa mereka seberani itu para ketajaan kita...?" Kata Sima Yuan kaget.


"Mereka melajukannya Ayah...mereka mengirim tentara mereka dengan kekuatan besar . untunglah kamu tidak terlambat datang ke perbatasan...." Kata Siyue.


"Untung Ada Putri Ayah yang beroeran besar dalam pertempuran itu Ayah..."kata Raja sambil menatap Siyue dengan cinta yang terlihat sekali .


"Yang Mulia...di sana bukan hanya Siyue yang bertempur..." Kata Siyue sambil menatap sang Raja. Benar...bukan hanya kamu...tapi Siapa yang melawan panglima besar mereka saat mereka ingin menyerbu benteng kita di malam hari ...?" Kata Raja dengan nada lembut .


"Mereka menterang Malam hari...?" Tanya Sima Yuan dengan wajah kaget.


"Benar Ayah...pada hari pertama benteng hampir saja mereka rebut. Saat itu kami masih dalam perjalanan dan saat mendengar kabar kalau oasukan kita hampir musnah. Yue'er menfajakku pergi lebih dahulu untuk membantu pasukan. Kedatangan kami berdua membuat semangat pasukan yang sudah jatuh , kembali bersemangat . dan malam itu pasukan kami mampuh bertahan. Dan para malam kedua, Yue'er melawan pasukan mereka sendirian hanya berteman para sahabar Hewan kontraknya. Untung kami segera datang. Karena Ayah tahu...dia melawan kekuatan Panglima kerajaan Pang Bo...." Ucap Raja lagi.


"ya ampun nak... apakah cerita Kau bertemu dengan Kakekmu itu di dalam oeoeranfan dengan kerajaan Pang Bo .. ?" Tanya Sima Tuan Pada Siyue.


"Iya Ayah..." Jawab Siyue.


Sima Yuan hanya bisa menatap sang Putri dengan bangga.


"Ya sudah Ayah , Siyue akan membuat pil ramuan untuk Kakek . Ayah lanjutkan saja kultivasinya..." Ucap Siyue .


Sima Yuan tahu sang Putri mengalihkan pembicaraan .


"Baik Nak..." Akhirnya Siyue meninggalkan sang Ayah dan berjalan kearah deretan tanaman obat . Tak lama terlihat Dia sudah sibuk dengan tanaman obat dan Tripot yang Ada di sudut ruang dalam kamar itu. Sedang kan Raja sendiri terlihat duduk diam menatap sang Kekasih yang sibuk dengan ramuan itu . Sima Yuan yang melihat Raja mengekor pada Siyue dan duduk tenabg memoerhatikan Siyue denfan tataoan sayang Hanya bisa tersenyum Senang .


"Ternyata Raja sangat Mencintai Putriku. Dan memang Mereka jodoh yang telah di Tentu kan Dewa ....batin Sima Yuan. Dia menatap sang Putri dengan bahagia.


"Andai dulu aku terlambat membawamu pergi , tak mungkin aku akan bisa melihat dirimu lagi nak ....tak pernah aku menyangka aku bisa melihat Putriku lagi. Aku fikir aku tak akan bisa bertahan ...."ucap Sima Yuan dalam hati. Dia menatap Siyue yang sedang bekerja dengan tatapan sayang dan haru. Tak Teresa air Matanya mengalir di pipinya. Dia laku kembali berkultivasi.


Setelah Beberapa waktu kemudian, Siyue terlihat membuka tutup tungku obat. keharuman ranuan obat segera tercium di udara. Mencium harum ramuan , Sima Yuan segera membuia Matanya. Dia melihat Siyue memasukkan Beberapa obat ke dalam sebuah botol . setelah itu terlihat Siyue membersihkan tempat itu di Bantu Raja. Melihat apa yang terjadi Dia tertawa pelan.


"Tak akan Ada orang yang berani membuat Raja bersih- bersih seperti itu selain putriku . Apakah sebesar itu cinta Raja Pada Siyue...." Batin Sima Yuan. Tak lama terlihat keduanya berjalan kearah nya.


"Sudah selesai Nak...?" Tanya Sima Yuan pada Siyue.


"Sudah Ayah... Aku tinggal ke tempat Kakek duku Ya ..."Kata Siyue.


" Raja juga pergi Ayah...." Ucap Raja juga.


"Apa boleh Ayah ikut kalian...?" Kata Sima Yuan yang juga ingin melihat keadaan Kaisar Tua yang terluka.


"Baiklah Ayah...apakah Ayah bisa jalan sendiri...?" tanta Siyue.


",Sudah Sayang..." Ucap Sima Yuan sambil beranjak bangun dari tempat tidurnya . Mereka beriringan keluar dari dalam kamar penginapan menuju kamar Mandi. Ketika sampai di sana, mereka melihat Kakek Kaisar Tua sudah Siuman di dalam bak mandi .


"Kakek ..." Seru Siyue dan Raja berbarengan mereka segera berlari mendekat.


"Ini di mana...?" Tanya Kakek sambil menatap mereka berdua.


"Tenang Kek...kita berada di ruang Teratai Yue'er...dan sekarang kakek sedang berendam air suci ..." Jawab Raja sambil tersenyum gembira menatap sang Kakek yang terlepas dari kematian.


"Berendam...Memangnya kenapa dengan tubuh Tua ini...?" Tanya Kakek dengan wajah heran.


"Seseorang menginginkan kematian Kakek..." Jawab Siyue sambil tersenyum.


"Benarkah...Ya Dewa...kenapa tubuh Tua ini banyak yang ingin melihat kematiannya..." Ucapnya sedih.


"Jangan sedih Kek... Mereka utusan dari kerahaan Pang Bo...mereka melukai Kakek agar Raja kembali ke Istana dan mereka bisa merebut Perbatasan . Tapi mereka terlambat, kami sudah menghabisi mereka . dan semua itu Karena calon cucu menantu Kakek ini..." Kata Raja dengan bangga. Mendengar ucapan Raja, Siyue Merasa malu. Dia hanya bisa cemberut menatap Raja yang telah membanggakan Dia.


"Tidak Kek...semua Karena Prajurit Kerajaan Darga yang memang Kuat..." Ucap Siyue.


"Dasar gadis yang rendah hati. Siapa yang menyerang musuh bagaiaman Singa gila itu He..." ucap Raja sambil membelai kepala Siyue. Siyue pun terdiam mendengar ucapan Raja. Dan Kakek Kaisar Tua menatap Siyue penuh rasa sayang, bangga , serta ucapan terimakasih yang tak berucap pada Siyue.


"Salam Yang Mulia Kaisar...." Sebuah suara mengalihkan pembicaraan mereka. Kaisar tua menatap pada Suara yang datang . terlihat seorang Pria paruh baya yang ketampanan wajahnya tidak memudar. Sedang berdiri dekat bak mandi di sebelah Raja . Wajah yang dulu sangat aktab dengannya .


"Sima Yuan...Kau Kah itu..?" seru Kaisar Tua tak percaya .


"Hamba yang Mulia..." ucap Sima Yian dengan hornat.


"Ya Dewa...Kau juga berada di sini...?" Tanya Kakek Kaisar Tua sambil menatap Sima Yuan tak percaya dan bahagia .


"Hamba juga seperti Yang Mulia...sedang berobat para Putri hamba..." Kata Ayah Siyue itu.


"Berobat para Putrimu...?maksudmu Siyue ini Putrimu...?" Ucap Kaisar Tua.


"Benar Yang Mulia..." Jawab Sima Yuan dengan bangga.


"Aaah... sudah kuduga. sejak aku bertemu dengan Siyue. Aku curiga dia Putrimu. Dan ternyata benar dugaanku. Lalu Siapa Lin Yun itu...dan Kau pergi kemana selama dua puluh tahun lebih tidak Ada kabar beritanya. Aku hanya mendengar Kau sudah menikah..."tanya Kakek Kaisar lagi. "Ceritanya panjang yang Mulia..." Jawab Sima Yuan.


Cukup dulu ya...maaf Bersambung lagi . sabar ceritanya aku lanjut pada episode sekanjutnya 😁😂🙏


Jangan lupa Luke, vote dan komennya aku tunggu . kalian tahu Komen like dan vote kalian membuat author lebih semangat berkarya trimakasih ya... 🙏🙏🙏


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2