DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
DEWI SALLY.


__ADS_3

"Tidak Ada yang Mulia...hamba Hanya berfikir, bagai mana kalau kita kerumah Dewi Tumbuhan besok saja...sebab hari ini hamba sudah berjanji pada ketiga teratai Pengawal hamba, kalau hamba akan mengantar mereka ke tempat Dewi Teratai ..." ucap Siyue lembut.


Mendengar ucapan Siyue, Tentu saja kebahagian terlihat di waja Dewi Teratai.


"Jadi Ratu akan mengantar adik kami hari ini..?" ucap Dewi Teratai tak percaya.


"Benar...tapi itu seijin Dewi Teratai..." ucap Siyue .


"Tentu Saja saya akan menginjinkannya Ratu..hamba Malah sangat bahagia mendengar Berita itu..." ucap Dewi Teratai dengan bahagia.


"Trimakasih Ratu..trimakasih.. .." ucap Dewi Teratai beruang- ulang. terlihat kebahagian di wajah kedua Dewi itu.


Mereka akan membawa saudara mereka bertemu kembali dengan kedua orang Tua mereka . mereka melanjutkan oerjalanan mereka ke tempat arena pertarungan.


Tak berapa Kama merekapun telah sampai di pintu gerbang Arena.


Saat mereka melangkah masuk kedalam arena pertarungan, banyak pasang mata menatap kedatangan mereka. Melihat banyaknya pasang mata para Dewa Muda yang menatap Siyue , membuat sifat cemburu Dewa Wuqya kambuh . Dengan posesif Dewa Wiqya menggandeng tangan Siyue. Memang terlihat sekali kalau banyak tatapan iri pada para Dewa saat melihat Siyue yang Cantik selalu berada di sisih dewa Wiqya. Dewa Wiqya tidak memberi kesempatan pada Dewa lain untuk mendekati Siyue. Sambil masih mengandeng tangan Siyue Dewa Wiqya membawa Siyue menuju kursi kusus untuk Dia dan Dewa Saora. Namun sekarang ternyata Dewi Teratai dan Dewi Tumbuhan ikut duduk Di sebelah Siyue . Sebenarnya Dewa Wiqya ingin berduaan saja dengan Siyue , tapi sayang sekali tak berapa lama mereka duduk , Dewi malam dan Dewi Bunga ikut bergabung juga menambah keramaian Di tempat Kedua Dewa Tampan itu duduk . Dewa Wiqya hanya bisa memendam kekesalannya di dalam hati. Dan akibatnya terlihat wajah dinginnya semakn Dingin. Tapi jemari tangannya tak mau lepas dari tangan Siyue. Dan Saat Dewa Agung dan Dewa Kehidupaan telah hadir, Acarapun segera Di mulai. Petarung satu persatu mulai bertarung dengan lancar. Hingga akhirnya saat hari menjelang Siang, terlihat Ada satu rombongan datang . ternyata Rombongan dari para Dewi yang terlihat masih muda dan berwajah cantik datang masuk tempat pertarungan di adakan.. umur mereka seperti sepantaran Dengan Siyue. Namun entah umur berapa mereka itu . Karena umur Dewi dan Manusia berbeda. Karena tempat duduk Siyue Cs memang agak dekat dengan pintu masuk, maka mereka bisa melihat siapa yang datang atau pun pergi dari tempat itu. Siyue menatap sekilas pada mereka yang datang, dan kembali melihat pertandingan. Sedang kan rombongan yang datang itu ternyata Rombongan Dewi Sally Putri dari Dewa Bayu (Feng). Putri ini memang di manja oleh Dewa Bayu. Karena itulah Sifat nya agak arogan dan sombong. Jika keinginannya tidak dapat di kabulkan , Dia akan marah membabi buta . para Dewi tidak ingin membuat masalah dengan gadis ini. Dan Karena itulah dia semakin Sombong dan arogan. Dan saat Siyue sedang duduk dengan tenang di tengah di antara Dewa Wiqya dan Dewi Teratai sambil memperhatikan jalan nya pertandingan tiba- tiba seseorang berdiri di depan mereka dan menyentak tangan Siyue agar Siyue berdiri. Dan mendorongnya kearah deoan .


"Hey Kau bangun...berani sekali Kau duduk di sini..." Seru nya dengan marah . Namun dia tidak menyadari Kalau tangan Siyue dalam genggaman Dewa Wiqya. Tentu Saja perbuatan Dewi Sally yang tidak di duga itu membuat Siyue kaget . untung saja tangan dia masih Ada di genggaman Dewa Wiqya. Dan kewaspadaan tubuhnya tetap terjaga Hingga saat dia hampir terjatuh. Dengan cepat Dia berdiri kembali dengan tegap. Melihat Siapa yang datang juga sedang memarahi dan menyakiti sang Kekasih dengan seenaknya . Tentu saja Dewa Wiqya sangat marah. Untung saja Siyue tidak jatuh kedepan. Dan jika sampai itu terjadi, pasti Siyue akan memeluk Dewa yang sedang duduk di depan Siyue. Membayangkan itu saja Dewa Wiqya sangat marah. Untung saja Siyue gadis kuat


. "Dewi Sally apa yang Kau lakukan....!" Teriaknya marah sampai para Dewa yang Ada di sana menatap para mereka.


"Wanita j****g ini berani sekali Dia duduk di dekat Anda Dewa Wiqya..! sebesat apa nyalinya Hingga dia berani Melakukannya " Serunya marah.


"Wanita j****g....? Jaga Mulut mu...berani Kau mengatakan j****g para kekasihku... Siapa Kau...!" kata Dewa Wiqya dengan Marah.


"A...apa...Kekasih....?" Ucap Dewi Sally dengan wajah kaget.


"Iya...kenapa...Kau kaget...?" Ucap Dewa Wiqya sinis .


"Tidak , itu tidak mungkin...Kau berbohong kan...?" ucapnya dengan suara bergetar.


"Berbohong. Aku berbohong...? Kalau begitu Kau bisa menanyakan pada semua orang di sini, Siapa dia dan Apa hubungannya denganku..atau kalau Kau tidak puas, Kau bisa merayakan pada ke tiga Dewa Agung... Karena mereka tahu Siapa dia ...." Ucap Dewa Wiqya Sinis.


Dewi Sally tak percaya, namun hantinya bergetar takut kalau jawaban merema menyakitkan buat dia. Dengan perasaan agak ragu dia menatap pada Dewi Teratai dan beberapa Dewi yang Ada di sana. Dan mereka serempak menganggukkan kepalanya .


melihat itu, Dewi Sally menatap pafa Dewa Wiqya dan Siyue bergantian.


"Tidak...itu tidak mungkin. Dewa Wiqya Kau sedang mengelabui aku kan...Kau ingin membuatku cemburu Kan...?" Ucap Dewi Sally mencoba tak mempercayai perkataan mereka.


" Untuk apa aku membuatmu cemburu,..tidak Ada gunanya aku melakukan semua itu... Karena Kau bukan Kekasihku..." Ucap Dewa Wiqya dingin. Mendengar perkataan Dewa Wiqya,terlihat Dewi Sally Syok berat. Dia tak percaya Oria yang Selama ini Dia haraokan menjadi Kekasih nya. mengatakan itu di depan umum...memang sejak dulu Dewa Wiqya tidak pernah memperhatikan Dia. tapi Dia tidak pernah terdengar atau terlihat sedang mencintai seseorang . tapi sekarang.. dengan tega nya Dia mengatakan kalau dia bukan Siapa- Siapa Dewa Wiqya .


"Tapi Kau tahu kan kalau aku mencintaimu..." Ucap Dewi Sally.


"Lalu apa masalah nya dan apa perduliku...?" ucap Deea Wiqya.


"Dewa Wiqya...seharusnya Kau menghargai cintaku... Apa sich kekurangan diriku di banding Dia..aku juga tahu dia seorang manusia....kedudukanku lebih tinggi dari dia...!" Ucapnya dengan marah. Siyue yang merasa lelah mendengarkan dan melihat pertengkaran itu. Memilih untuk duduk. Tapi belum juga pantatanya duduk di Kursi dengan tenang, teriakan Dewi Sally terdengar lagi.


"Siapa yang menyuruhmu duduk Bedebah... Kau hanyalah Manusia, Kau itu budak Dewa... Kau fikir Dewa Wiqya mencintaimu....? Tolol.. Dia milikku, hanya aku yang boleh Dia cintai..." Ucapnya dengan marah.

__ADS_1


Dan tiba- tiba dia menyerang Siyue Tanpa melihat kalau mereka menjadi tontonan di tempat itu. Melihat Itu Dewa Wiqya ingin menghentikan serangan Dewi Sally , tapi Siyue berseru.


'Biarkan aku yang akan menyelesaikannya Honey...!" Seru Siyue sambil melompat menghindar. Dan Dia berseru nyaring.


"Dewi cantik....! Aku tunggu Kau di arena pertarungan...." Ucap Siyue. Dia segera terbang Melayang turun Ke arena pertarungan .


"Jangan lari kau pengecut....!" Seru Dewi Sally sambil mengejar Siyue . Dalam sejehap terlihat Siyue sudah menunggu Dewi Sally di tengah Arena . Tanpa basa basi lagi, Dewi Sally yang baru turun segera menyerang Siyue. Dengan Ringan Siyue menghindar Serangan dari Dewi Sally. Dan sesekali dia membalas serangannya . melihat setiap serangannya dapat di hindari malah dirinya yang mendapat pukulan Dari Siyue, membuat Dewi Sally semakin marah. Dan itu membuat serangan nya tidak focus.


Sedangkan Semua yang ada di sana mulai tahu kalau Siyue hanya membuat Dewi Sally kesal dan lelah. Dan tak lama terlihat Siyue mulai menyerang dewi Sally dengan beberapa pukulan namun semua yang ada di sana tahu kalau gerakan Siyue tidak ingin mencelakai Dewi Sally. Dan tanpa di ketahui semua penonton, Siyue melempar jarum akupunturnya ketitik kesadaran Dewi Sally. Dan tak lama terlihat Dewi Sally limbung dan akhirnya jatuh tak sadar kan Diri. Setelah melihat Dewi Sally jatuh, Siyue berjalan kearah panggung tempat Dewa Agung dan Dewa kehidupan berada. Siyue membungkuk memberi hormat.


"Selama Yang Mulia Dewa Agung, Salam Yang Mulia Dewa Kehidupan...." Ucap Siyue sambil mberi hormat.


"Bangunlah Anak Muda..." Ucap Dewa Agung.


"Maafkan hamba yang Mulia....hamba telah mengganggu jalannya pertandingan . ucap Siyue.


"Semua bukan salahmu... Aku tahu, Kau terpaksa Meladeni Dewi Sally. Dan aku tahu Kau tidak serius dalam Meladeni pertarunga itu. Dan aku hanya ingin bertanya...Dari mana Kau mempelajari tehnik akupuntur itu..." Ucap Dewa Agung dengan. Lembut. Tentu saja Siyue kaget mendengar ucapan Dewa Agung .


"Apakah Dewa Agung tahu aku telah menyerang tutik akupuntur Dewi Sally..." Batin Siyue.


"Apa maksud Dewa Agung..." ucap Siyue


"Kau fikir aku tidak bisa melihat kecepatan gerakanmu. Dan aku tahu Kalau Kau melakukan hal itu agar Kau tidak Melukai Dewa Sally..." Ucap Dewa Agung.


"Maafkan hamba yang Mulia... Tehnik itu hamba oelajari dari buku Kuno yang Ada Di ruangan Dimensi hamba..." Ucap Siyue.


"Aku juga harus meminta maaf Padamu anak Muda..." Tiba - tiba seorang Pria peruh Baya yamg memakai baju putih dan memiliki ikat kepala Putih tiba- tiba berada di depan Siyue. Tentu Sana Siyue kaget.


"Maaf..bukankah Sifat manusia. tergantung oleh sang pencipta... kalau manusia Bumi pasti Dewa yang di salah kan, tapi jika itu Dewa sendiri. hamba tidak tahu, Siapa yang harus di salah kan..." ucap Siyue lembut walaupun dalam hati dia ingin Tertawa. mendengar ucapan yang terucap Dari Mulut nya yang terus terang . Mendengar ucapan Siyue Dewa Agung dan Dewa Kehidupan tertawa Karas. sedangkan Dewa Bayu hanya melongo tak percaya, dia tak percaya Ada yang berani menyalahkan Dewa Di depan dua Dewa utama.


"Nak...hati hati dengan ucapanmu..." ucap Dewa Bayu sambil tersenyum .


"Maaf...maaf kan hamba yang berucap salah yang Mulia..." ucap Siyue sambil menunduk .


"Sudah. Sudah....aku tahu kalau Kau ingin tertawa...dasar anak nakal..." ucap Dewa Agung . Andai saja Siyue Ada di depan Dewa Agung , pasti kening Siyue akan menjadi sasaran sentilan tangan Dewa Agung.


"Ya Sudah...lebih baik Kau bawa Putrimu pulang Dewa Bayu...dan mulai besok masuk kan dia ke asrama pendidikan tatakrama..." ucap Dewa Agung.


"Baik Yang Mulia...hamba akan melaksanakan perintah yang Mulia..." ucap Dewa Bayu.


Setelah berpamitan pada kedua Dewa Utana dan meminta maaf pada Siyue, Dewa Bayu yang memang sejak tadi melihat pertengkaran dan pertarungan sang Putri dengan Dewa Wiqya dan Siyue. dan Dia juga tahu kalau Sang Putrilah yang bersalah.


Saat sang Putri menyerang Siyue, dia ingin segera melerai, namun Dewa Agung mencegahnya. dan ternyata sekarang Dia tahu Kalau Dewa Agung ingin mengetahu apa yang akan di lakukan Siyue untuk menghadapi Dewi Sally Putrinya. Dan Ternyata gadis itu sangat bijak, Dia tahu kalau kekuatan Sally Putrinya tidak sebanding Dengannya. namun dia dengan sengaja mengalah kan Dewi Sally tanpa Melukai Putrinya. Andai wanita lain, pasti keadaan Sally tak akan sebaik saat ini..Siyue segera kembali ke tempat duduknya dan kembali melihat pertarungan yang di laksanakan kembali .


Ketik hari menjelang Sire, Pertandingan berakhir dan akan di lanjutan Besok lagi .


Setelah pulang Dari melihat pertandingan , Siyue dan Dewa Wiqya serta Dewa Saora mengantar Tiga Teratai ke istana Dewi Teratai. Ketik sampai di sana, ternyata istana Dewi Teratai cukup besar dan terlihat banyak gadis remaja dan anak laki- laki Remaja di sana. Mereka menggunakan baju berwarna - warni. Saat melihat siapa yang datang , mereka terlihat tertegun sejenak. Sebelum akhirnya teriakan kegembiraan terdengar dari mulut mereka. Trio Teratai juga berseru dan berlari menemui mereka. Siyue hanya bisa tersenyum melihat kegembiraan di wajah mereka. Setelah puas dengan para Saudara, Trio Teratai dan Dewi Teratai membawa Siyue dan Dua Dewa masuk ke dalam Istana. Dan ternyata kedua orang Tua dari trio Teratai telah menunggu di Ruang keluarga . Siyue di perkenalkan pada mereka sebagai Ratu Negri Phoenix yang merupakan tuan dari ketiga Teratai keluarga mereka. . betapa bahagia nya kedua orang Tua Trio Teratai. Apa lagi mendengar kalau Siyue merupakan calon Istri dari Dewa Wiqya yang di kenal Dewa paling Kuat di Nirwana . Mereka berbincang cukup lama, dan setelah makan Malam Siyue pun berpamitan.


"Kalau kalian masih Rindu pada kedua orang Tua dan saudara kalian, kalian boleh tinggal..." Ucap Siyue lembut.

__ADS_1


"Tidak....tidak Yueyu ...!" Seru mereka serempak.


"Kami sudah cukup untuk melepas Rindu kami Yueyue..." Ucap Si Putih.


" Benar kata Hua...kami telah selesai melepas Rindu kami ..." Ucap Si hitam.


"Dan kami tak akan bisa jauh darimu Yueyue..." Ucap Si merah .


"Tapi kami masih ingin kalian tetap di sini..kami masih merindukan kalian.." Ucap Sang Ibu dengan wajah sedih.


"Tapi maaf ibu...kami harus pergi. Kami tidak bisa hidup tanpa Yueyue..." Ucap Xiao Hua.


"Bagaimana kalau Nona Siyue saja yang tinggal di Sini malam ini..." Sebuah suara lembut datang dari seseorang yang baru datang. Serempak mereka melihat Siapa dia. Dan ternyata seorang pria tampan masuk ke dalam rumah . pria itu tersenyum lembut sambil menatap Siyue.


"Kakak...tumben Kau datang kemari.. ?" Ucap Dewi Bunga.


"Aku kebetulan lewat dan mendengar keramaian di sini. Dan mereka berkata kalau ketiga saudara nakalku datang...bagaimana Ratu...apakah usulku dapat di terima..." Ucapnya lembut.


"Tidak... Tidak bisa..Siyue tidak bisa tinggal di tempat lain..." Ucap Si Posesif Dewa Wiqya. Melihat ketakutan di wajah Dewa Wiqya, ingin rasanya Siyue tertawa. Bagaimana bisa Dewa yang sombong ini sekarang tidak bisa jauh darinya. Akhirnya Dia berkata. "Benar Kata Dewa Wiqya..aku tidak bisa tinggal di sini...( Siyue menatap tiga pengawalnya yang sangat dia sayangi ) sayang...kalian bisa tinggal di sini , kalian bisa pulang atau minta jemput padaku jika kalian sudah selesai melepas rindu kalian dengan kekuarga. kalian bisa memanggilku melalui telepati kan..?" Ucap Siyue lembut. Terlihat Trio Teratai berpikir . Tak lama terdengar suara dari Xiao Hua .


"Baiklah kami akan tinggal di sini malam ini, tapi Kau harus berjanji akan menjemput kami besok ya.. " ucapnya dengan wajah sedih.


"Benar Kata Xiao Hua ...Kau harus berjanji tidak akan meninggalkan Kami..." Ucap Xiao Hong si terayai merah.


"Baik aku berjanji..." Ucap Siyue sambil tersenyum Manis.


"Baiklah kami akan tinggal di Sini. Tapi ingat...besok Kau harus menjemput kami...?" Ucap Xiao Hong Manja


."Iya..aku akan datang..nach sekarang


Aku akan pulang dulu, kalian baik- baik di sini.."ucap Siyue lembut. Mendengar ucapan Siyue. Ketiganya dengan cepat memeluk Siyue.


"Tidak , tidak Yueyue...aku tidak mau tinggal di sini...aku takut jauh darimu lagi.aku tidak jadi menginap..." Ucap Xiao Hong.


"Benar Yueyue....aku tidak mau tinggal lagi...aku tidak mau Kau meninggalkan aku.. Aku tidak ingin berpisah denganmu lagi..." Ucap Xiao Hua. Dan tiba- tiba ketiganya hilang dari pandangan membuat semua orang kaget.


"Baik, baik...aku tidak ingin meninggalkan kalian disini, tapi kalian harus berpamitan pada kedua orang Tua kalian lebih dulu...Ayo keluarlah.. " ucap Siyue. Tak betapa lama merekapun muncuk kembali.


"Baik aku akan membawa kalian pulang... Dewi Teratai...maafkan hamba...hamba tidak bisa membuat mereka tinggal disini.. Jadi lain Kali hamba akan datang pagi hari Hingga bisa lama di sini..ucap Siyue sambil meminta maaf.Terlihat kekecewaan di wajah mereka. Tapi bagaiaman lagi, ketiga Terati Muda itu tidak menginginkan tinggal di sana .


"Tidak masalah Ratu Siyue... Asal kalian masih mau datang kemari.." Ucap Dewi Teratai mewakili keluarganya. "Trimakasih Yang Mulia Dewi Teratai.... Ucap Siyue.


"Sama - sama Ratu..." Ucap Dewi Teratai lagi. Dan Siyue segera menyuruh ketiga Teratai untuk segera berpamitan. Mereka segera kembali ke tempat Dewa Saora.


Sesampainya di tempat Dewa Saora. Dengan sedikit ancaman membuat Dewa Wiqya mau kembali kerumahnya sendiri. Kini Siyue sudah berada di dalam kamarnya kembali tepatnya di dalam ruang Teratai Dia . Di sana Siyue berendam sambil bermeditasi.


Sekian dulu ceritanya ya...maaf terlambat, habis kesibukan author tidak bisa di tinggal


maaf kalau masih Ada typo. 🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu selalu.


Bersambung.


__ADS_2